Aku hampir menyerah atas fanficku yg ini. Tapi ternyata mood menulisku masih cukup baik untuk menyerah. Enjoy this chapter!
.
.
"Jjong, kenapa banyak wartawan di sini?" tanya Kibum saat pertama kali menginjakkan kaki di stasiun TV MBC, dimana suaminya melakukan performa sore itu.
Dahi Jonghyun berkerut, seakan tidak suka dengan pertanyaan Kibum. Seharusnya suaminya itu menanyakannya saja! Bukannya malah memperhatikan seseorang yang tidak penting untuk diperhatikan.
Seseorang bernama Bae Joohyun yang tidak lebih cantik dari Kibumnya.
"Oh itu." Jonghyun menjawab dengan malas. "Bae Joohyun, entah apa yang dibicarakannya pada wartawan kali ini."
Mendengar nama Bae Joohyun cukup membuat bulu kuduk Kibum berdiri.
Tidak beres. Ada sesuatu yang tidak beres di sini. Dan aroma itu tercium cukup amis.
"Jjong, bolehkah aku mengintip sebentar?"
Jonghyun sudah akan menggeleng ketika Kibum meringik dengan nada manja.
"Sebentarrr saja. Boleh ya? Aku janji tidak akan lama."
Siapa yang berhasil mengabaikan tatapan anak anjing itu? Yang pasti bukan Kim Jonghyun.
Helaan nafas Jonghyun mengudara saat Kibum bergegas keluar mencari tahu apapun yang dilakukan oleh Bae Joohyun sekarang. Seperti penguntit, Kibum menyembunyikan badannya dan mempertajam pendengarannya. Suara Joohyun yang dibuat-dibuat membuatnya mual.
"Dia mencampakkanku begitu saja setelah melucuti pakaianku. Kalian bisa tanyakan pada orang-orang yang bekerja di dekat ruangan Sutradara Park."
Kibum tahu bualan apa yang dibicarakan Joohyun, namun ia harus sabar untuk tidak langsung menarik wanita gila itu dan menjambaknya dengan kasar.
Tangannya terlalu berharga untuk dikotori si ular itu.
"Aku tahu dia menemui orang baru sekarang. Dan orang itu adalah seorang lelaki! Sutradara Park bukanlah seorang homoseksual tapi orang itu menggodanya! Aku ingin Sutradara Park sadar dan kembali padaku. Aku akan memaafkannya asalkan dia sembuh."
Sembuh.
Apa dia pikir semua penyuka sesama jenis itu sakit?!
Cukup yang kau dengarkan, Kim Kibum. Sebaiknya kau kembali ke ruangan suamimu dan menyiapkan strategi selanjutnya untuk menyelamatkan Chanyeol juga Baekhyun.
.
Hello Again
.
Baekhyun sedang berada bersama Junmyeon saat berita itu keluar.
Mereka bilang, Bae Joohyun dilecehkan oleh Park Chanyeol. Dan mereka juga bilang, Park Chanyeol tergoda oleh seorang homoseksual.
"Baekhyunnie, jangan dengarkan mereka." itu yang Junmyeon katakan.
Tapi Baekhyun tak bisa. Berita palsu itu mengacaukan pikirannya.
Dan racun itu menyebar dengan cepat, bahkan saat Chanyeol sudah berada di hadapannya.
"Sayang.."
Chanyeol ingin merengkuh pria yang akan menjadi mempelainya itu. Namun Baekhyun malah mundur menjauhinya, menatapnya dengan pandangan jijik.
Sesulit itukah untuk mereka bersama?
"Katakan apa yang kau lakukan pada Bae Joohyun?"
"Aku tak pernah melakukan apa-apa dengannya."
"Mereka berhasil mendapatkan keterangan dari asistenmu, dan dia bilang kalau kau yang memintanya untuk keluar ruangan."
"Aku—"
"Apa yang kau lakukan di sana dengan Bae Joohyun? Apa?! Apa yang bisa dilakukan oleh kedua orang lawan jenis di dalam satu ruangan, Park Chanyeol!" bentakan itu nyaring sekali dan menghancurkan Chanyeol. "Semua orang melihat pakaian Joohyun yang terbuka, semuanya percaya kalau kau melecehkannya!"
Hati Chanyeol seakan kebas. Entah luka apa lagi yang sekarang tertoreh di sana.
"Bagaimana denganmu, sayang?" Nafasnya tercekat, berusaha menghentikan laju airmata yang sudah akan keluar. "Apa kau percaya dengan perkataan Joohyun?"
Joohyun, begitu Chanyeol memanggilnya. Baekhyun benci sekali dengan nama itu, dan ia tak ingin mendengar nama itu keluar dari mulut kekasihnya. Ini membuat amarahnya memuncak. Ia memutuskan untuk melepaskan semuanya sekarang.
"Aku bahkan tidak tahu siapa yang berada di depanku sekarang." Baekhyun menajamkan lidahnya. "Apakah kau Park Chanyeol, kekasihku saat aku duduk di bangku kuliah. Kekasihku yang berhati manis dan murah senyum. Kekasihku yang selalu mencintaiku dan selalu di sampingku, kapanpun aku butuhkan."
Tangan Chanyeol mengepal, tak sanggup mendengar gurahan belati itu.
"Ataukah kau Park Chanyeol, kekasih rahasia Bae Joohyun yang mencampakkannya setelah meninggalkannya. Seseorang penyuka lawan jenis yang terpesona dengan kecantikan dan kemolekan Bae Joohyun."
"Sayang, dengarkan aku." Chanyeol kembali maju dan berusaha meranggeh tangan si mungil.
"Cukup!" Baekhyun menghindar, tak ingin bersentuhan dengan Chanyeol. "Aku tak butuh penjelasanmu lagi, Park Chanyeol."
Chanyeol tahu hubungannya berada di ujung tanduk sekarang. Dia benci karena tak ada apapun yang bisa dilakukannya. Bukti-bukti yang diberikan oleh Joohyun semua mengarah kepadanya.
"Mungkin seharusnya aku tak seharusnya membukakan pintuku pada Junmyeon siang itu. Seharusnya aku tak menemuimu lagi, dan seharusnya kau tidak membawaku ke rumah ini." Baekhyun menatap nanar sekitarnya dan berusaha merekam setiap sudut rumah mewah itu di ingatannya. "Kau membuatku terlalu berharap dan terbang ke nirwana saat melihat ini semua. Kau membuatku percaya kalau kau tak pernah melupakanku. Melupakan cinta kita."
Chanyeol menggeleng, ia berharap ia tuli saat ini juga.
"Tapi maaf, Park Chanyeol. Aku bukanlah Baekhyun yang naif lagi."
Kepalan itu membuat otot Chanyeol terlihat jelas, menyakitkan. Sama seperti hatinya.
"Aku tak akan percaya lagi pada bualanmu."
Perkataan itu menghantui Chanyeol. Baekhyun tak mempercayainya.
"Aku pergi. Dan aku harap ini adalah pertemuan terakhir kita."
Baekhyun berlari, dan Chanyeol tak mengejarnya lagi.
Bohong kalau Baekhyun tak kecewa. Tapi kalau memang benar Chanyeol sebrengsek itu, maka dia adalah pria yang masih beruntung. Menikah bukanlah hal yang main-main, dan Baekhyun tentu tak ingin Chanyeol hanya menggunakan hal itu untuk memperalatnya.
Dan ia merasa beruntung karena tak menandatangani kontrak apapun dengan sutradara terkenal itu. Setidaknya, kalau ia mangkir, tak akan ada kompensasi yang harus digantinya.
Baekhyun yang terus berlari akhirnya berhenti dengan nafas terengah. Tangisnya semakin membesar dan memilukan. Setelah lepas dari Chanyeol, tak ada lagi yang ia miliki. Ia hancur, sehancur-hancurnya.
Selanjutnya yang ia lakukan adalah mencari cara untuk bersembunyi dari lelaki itu.
.
Hello Again
.
Kibum memastikan suaminya tidak mengetahui rencananya menemui Bae Joohyun hari ini. Pasalnya, Jonghyun dan Joohyun tergabung dalam agensi yang sama, dan Jonghyun tak ingin Kibum terlibat lebih jauh dengan kasus wanita itu.
Terlebih, Joohyun adalah anti-homoseksual.
Jonghyun hanya takut Kibum disakiti oleh Joohyun. Yang tentu tidak mungkin, karena bagaimanapun Kibum jauh lebih ganas dari seekor ular sekalipun.
"Psst! Yerim!"
Yerim adalah penata rias yang biasa dipakai Kibum di peragaan busana. Kebetulan, Yerim juga yang mengurusi riasan Joohyun hari ini.
Dan ngomong-ngomong, Kibum sedang menyusup di kantor agensi Joohyun sekarang.
"Oh! Oppa!" seru Yerim dengan suara pelan. "Bae Joohyun sedang di dalam. Aku juga sudah memastikan tidak ada orang yang berada bersamanya."
"Terima kasih, Yerimmie."
"Tak masalah! Aku ikut sedih saat hubungan Chanyeol oppa dan Baekhyun oppa terganggu." Wajahnya murung, membuat Kibum menepuk puncak kepalanya. "Oppa cepatlah masuk. Aku akan berjaga di sini, kalau-kalau ada yang tiba-tiba datang.
"Eoh." Kibum mengangguk dan masuk.
Bae Joohyun mengenakan pakaian minim yang membuat Kibum semakin jijik. Dada dan pahanya terbuka cukup banyak. Kalau saja disuruh memilih, Kibum akan memilih dada dan paham saya ketimbang milik wanita itu.
"Selamat atas kemenanganmu, Bae Joohyun."
Joohyun berbalik dan terkejut melihat Kibum.
Tapi ia dengan cepat dapat merubah raut wajahnya menjadi seringai mengerikan. Ia sudah menang. Dan kalau Kibum yang berkata seperti itu, maka ia benar-benar menang.
"Oh terima kasih, Kim Kibum." Joohyun berdiri dengan tangan terlipat. Tatapannya yang meremehnya terus tertuju pada pria di hadapannya. "Kau jauh-jauh kemari hanya untuk menyelamatiku, eoh?"
"Ya. Kau senang?"
"Tentu saja!" Joohyun terkikik. "Aku tahu kau menikah dengan sesama jenis, tapi melihatmu akhirnya sadar akan kesalahan temanmu itu, aku ikut senang."
Demi Tuhan, Kibum benar-benar menahan dirinya untuk tetap tersenyum.
"Aku percaya Chanyeol akan kembali padaku kalau Baekhyun meninggalkannya."
Hanya dalam mimpimu, Bae!
"Dan aku senang karena ternyata semudah itu membuat Baekhyun meninggalkannya. Aku sengaja membuka pakaianku di depan Chanyeol." Joohyun terus bergumam. "Aku kira Chanyeol akan langsung keluar ruangan kemarin. Tapi nyatanya dia menyerahkan jasnya padaku. Mungkin di dalam hatinya, ia sebenarnya mencintaiku, bukan si Byun Baekhyun itu."
Jadi itu yang kau lakukan, Bae Joohyun?
"Saat aku keluar, tentu semua pandangan tertuju padaku. Seorang Park Chanyeol menanggalkan jasnya untukku."
Kibum mengangguk, "Kau cukup cerdas untuk hal itu, Joohyun-ah. Aku salut kepadamu."
"Terima kasih, Kibum-ah." Joohyun tersenyum. Ia kemudian menghampiri Kibum dan menautkan tangannya. "Setelah ini, bantu aku untuk membuat baju pernikahan, oke?"
"Tak masalah." Kibum terkekeh. "Tarifku cukup mahal, asal kau tahu."
"Chanyeol memiliki cukup uang untuk membayarmu, Kibum-ahh."
"Ya. Aku percaya itu." Kibum melepaskan cekalan Joohyun. "Sudah jam segini, aku harus menemani Jonghyun makan siang."
"Eoh.."
"Hubungi aku kalau kau betul-betul butuh gaun pernikahan, Joohyun."
"Ya. Pasti."
Dengan itu Kibum keluar, meninggalkan Joohyun yang masih berbunga.
Muka Kibum memerah, menahan amarah yang amat sangat. Kedua tangannya terkepal saat mengingat-ngingat apa saja hal busuk yang dilakukan wanita itu. Penampilannya yang bagai pesakitan itu cukup membuat Yerim khawatir.
"Oppa, kau tidak apa-apa?"
"Ya." Kibum menanggapi dengan senyuman hambar. "Kau masuklah ke dalam dan menemani Joohyun. Dan jangan sampai dia mencurigai hal sekecil apapun padaku, juga padamu."
"Aku mengerti, oppa."
"Jaga dirimu, Yerimmie."
Yerim mengangguk.
"Dan terima kasih atas bantuanmu."
Kibum menjauhi tempat Joohyun dengan langkah seribu. Ia tak ingin berada di tempat yang sama dengan iblis itu. Kibum takut ia akan teracuni oleh hal murahan yang dilakukan oleh Joohyun. Tak hanya itu, ia-pun sebenarnya merinding jijik atas perkataan Joohyun.
Bagaimana bisa seorang wanita secantik Joohyun berbuat sekeji itu?
Bukankah manusia diciptakan untuk saling menyayangi, bukan saling membenci?
Langkah itu hanya terhenti saat ponsel di kantung jeansnya bergetar.
Kim Junmyeon. Nama itu yang tertoreh di layar. Tentu saja Kibum langsung mengangkatnya.
"Eoh, Junmyeon-ahh."
"Demi Tuhan Kim Kibum! Dimana kau sekarang?!"
Kibum sampai menjauhkan ponselnya dari telinga. Teriakan Junmyeon di ujung sana berdegung kencang sekali sampai gendang telinganya sakit.
"Ada hal penting yang harus aku urus barusan. Kenapa?"
"Hal sepenting apa yang kau urus sampai kau tidak berada di butikmu, eoh?!"
Kibum tak bisa menjawab. Tempat ini terlalu berbahaya karena penuh dengan mata-mata Bae Joohyun.
"Baekhyun pergi dari rumah Chanyeol! Aku mencari di rumah lamanya tapi tak juga bertemu dengannya. Mungkin kali ini Baekhyun ingin benar-benar menghilang dari kita."
Otak cerdas Kibum bekerja sangat lamban dan ia benci itu!
Ia bahkan tak yakin kalau yang dibincangkan oleh Junmyeon adalah Baekhyun yang tiba-tiba kabur dan menghilang.
"Myeon-ah, kau bilang apa?"
"Kibum kabur, Kim Kibum! KABUR! DIA MENGHILANG! Aku dan Yifan sudah mencarinya seperti orang gila tapi hasilnya nihil!"
"Tunggu aku di butikku. Aku akan segera ke sana sekarang."
Kibum kembali berlari, berlari, dan berlari. Urusan runyam ini, semoga dapat dipecahkannya sesegera mungkin.
TBC
Pertanyaan pertama: Siapakah Kim Jonghyun yang muncul di episode ini?
Pertanyaan kedua: Siapa non-official couple EXO favorit kalian?
Pertanyaan ketiga: Kalian lapar ga jam segini? Muehehehe.
