4
Sehun terbangun karena kegaduhan disebelahnya saat fajar. Dia membuka matanya dan melihat ruangan yang gelap dan samar. Dia mengangkat tangannya dan menyalakan lampu.
Ketika berpaling dia melihat Kai berdiri di samping kasur, rambutnya berantakan, dan belum selesai mengenakan pakaian, matanya masih merah ketika menatapnya dengan reaksi yang panik. Dia terlihat persis seperti seorang penjahat yang tertangkap saat sedang kabur: figur tubuhnya terlihat sangat lemah.
"Ada apa, Kai? Kenapa kau pergi?" Pikiran Sehun masih sedikit samar karena dia baru saja bangun. Dia menyeret dan memeluk kaki Kai yang indah dan ramping tanpa pikir panjang dan mulai merengek, "Ayo merapat lagi~"
Kai tetap terdiam selama dua detik sebelum tiba-tiba menjauh dengan marah. Dia mendorong Sehun pergi dan bahkan memukulnya sekali dengan celana piyama. "Oh! Sehun!" Dia berteriak dengan serak.
"..." Ini pertama kalinya Kai tersayangnya memanggil namanya dengan sangat keras. Rasa kantuknya segera pergi dan duduk menatap laki-laki kecil yang sedikit gemetar. "Apa ada yang salah?"
"Aku tahu rasmu sangat kuat dan merupakan kesalahan kami karena menjadi mangsamu." Kai terlihat sangat marah, tinjunya terkepal kuat, tapi suaranya menghianati dan membuat dia terlihat sangat menyedihkan dan sendu. "Tapi kamu tidak bisa mempermainkanku seperti itu!!"
"Aku-"
"Biarkan aku berbicara! Kamu membuatku memasak untukmu dan memanggangkanmu kue. Aku bisa memikirkan itu sebagai kasih sayang antar tetangga...ta-tapi, tapi kamu...!"
"Kai, aku-"
"kamu tidak bisa mempermainkanku seperti itu!" Kai tidak bisa berteriak bahkan ketika dia marah "A-ayo makan aku jika kamu ingin! Aku-aku tidak bisa mengalahkanmu ta-tapi aku juga punya harga diri! Ayo makan aku! Jadi kenapa? Cepat makan aku! Aku tidak takut!" Dia terus mengatakan tidak takut tapi tubuhnya berguncang dan air mata meluap di mata besarnya.
Sehun hanya melihat sisi baik dan patuh Kai jadi dia tidak terlalu yakin cara menangani Kai saat kemarahannya menggembung.
Dia bangkit dan menarik pria yang lemah di lengannya, menahan perlawanan dan pukulan serta tendangan lemahnya. "Kenapa kau berpikir seperti itu, Kai? Ini karena aku...aku menyukaimu."
Kai menghentikan serangannya saat mendengar itu.
Kemudian Sehun melanjutkan. "Aku tahu aku sudah agak...kelewatan dan aku juga melewati batas kemarin. Maksudku kau mungkin tidak tahu semuanya. Tapi...menurutmu kenapa aku bermain denganmu, menggodamu sepanjang waktu?"
'...' Kai tetap diam.
Tangan Sehun tiba-tiba menyentuh wajah Kai dan menatapnya intens. "Kai... aku benar-benar menyukaimu. Aku... bahkan memesan Nasi Koshihikari dari Unonuma, Niigata, Jepang untukmu. Aku akan membuat bubur dengan itu, oke~ Tidurlah sebentar lagi dan kau akan mendapat bubur untuk dimakan saat kau bangun."
"...!!!!!!" (((( ;Д))))
Mendengar kata "Nasi Koshihikari dari Unonuma, Niigata," mata Kai mulai berkelip.
Dia selalu punya sedikit obsesi terhadap segala jenis biji-bijian, terutama kepada beras-terkenal-super-duper-enak-kelas tinggi-di dunia ini! Mungkin sulit untuk dipahami orang biasa... tapi Kai sering kali mencari foto nasi ini dan mendapati dirinya mengeluarkan air liur di depan monitor!! Dia sudah mendengar bahwa nasi ini beraroma lezat dan mahal! Dan kamu bisa merasakan makanan lezat hanya dengan memakan nasinya!
Tapi harga beras ini sudah pasti adalah raja dari segala beras-hanya satu kilo berharga sekitar 30 dolar. Kai hanya lulusan muda dan baru menemukan pekerjaan jadi dia tidak bisa membelinya.
Pada suatu hari dia tidak sengaja mengucapkan nasi ini kepada Sehun.
Hari itu mereka sedang makan saat Sehun tiba-tiba memuji nasi dari rumahnya terasa sangat enak.
Kai merasa gembira dan mulai berbicara tentang risetnya terhadap nasi: tempat produksi, merek dan yang lainnya. Dia banyak berbicara saat membahas tentang hal yang membuatnya tertarik. Nasi seharusnya menjadi topik yang membosankan tapi Sehun terlihat cukup menikmatinya. Beberapa hari kemudian, Sehun memberi penanak nasi elektrik impor yang bermerek padanya, berkata bahwa itu hadiah yang dia terima dan dia tidak membutuhkannya.
Dia tidak menyangka Sehun masih mengingat nasi Koshihikari yang dia ucapkan hari itu.
Kai menatap Sehun. Wajahnya penuh dengan ekspresi -apa yang akan dia lakukan???-
Dia tidak ingin kehilangan nasi idamannya.
Bagaimanapun, sepertinya sekali dia mengatakan ya untuk bubur itu, dia akan mengatakan iya ke beberapa hal lagi.
"Apa yang salah, Kai? Bukankah kau menginginkan ini untuk waktu yang lama?" Sehun mendorong, tidak mampu bertahan di kesunyian Kai lagi. Sementara itu dia mengambil kartu as terakhir dan mengeluarkan sekantong beras dari samping kasurnya!!
"……" QvQ Siapa di dunia ini yang akan memiliki beras di kamar tidur!
Pada akhirnya, Kai jatuh untuk Venusnya sebelum akhirnya menatap beras itu. "O-oke."
Pada saat itu, Sehun dapat melihat bulu leher yang naik dengan patuh kembali turun." Dia menepuk kepalanya dengan sebuah senyuman. "Kalau begitu baiklah, tidurlah sebentar lagi. Anak baik..."
Kai bergelung kembali ke dalam selimut, tidak lupa mengingatkan Sehun. "Ingat untuk mengunakan air yang sudah dimurnikan, oke?"
"Mm oke!"
Kai terbangun setelah 2 jam tidur cantik.
Dia belum makan sejak kemarin malam jadi perutnya meraung. Setelah mencuci muka dan duduk di meja, dia berliur karena melihat bubur yang mengagumkan.
Sehun mengambil dua pasang peralatan makan dari dapur dan menyerahkan satu set kepadanya.
Tangannya berhenti di tengah jalan. "Kamu tidak marah kepadaku lagi kan, Kai?"
Kai melihatnya lalu melihat ke arah bubur. "Tidak."
Itulah kenapa mereka mengatakan 'setelah makan masalah akan selesai.' Jadi Kai jatuh kedalam jebakan Sehun dibawah godaannya.
Bagaimanapun kau melihat, Kai adalah orang yang lembut. Dia tidak mudah marah atau tetap marah. Karena Sehun sudah memadamkan api kemarahannya, Kai tidak akan bisa untuk menyalakan mereka lagi. Tapi dia tidak percaya apa yang Sehun katakan...bahwa Sehun menyukainya.
Bagaimana mungkin?
Dia adalah seekor Mauzhertz. Dia tidak hanya lembut, tapi juga beberapa level dibawah Sehun dalam hal keindahan. Dia tidak punya tinggi atau otot. Tapi Sehun, penampilan dan tubuhnya bahkan tidak butuh pujian lagi dan dia terlihat seperti sebuah karakter dari pandangan pertama, belum lagi dia sangat baik dan menyenangkan dan sopan...
Kai sering berbaring di kasur memikirkan tentang Sehun. Dia selalu berpikir bahwa dia takut pada Sehun, atau bahkan sedikit membencinya, tapi dia selalu muncul dengan hal baik. Lalu, karena Sehun sebaik itu, dia tentu saja tidak akan menyukainya, seekor tikus yang tidak berguna.
Alasan kenapa Sehun mengatakan itu...mungkin karena mereka inggal begitu dekat jadi mudah untuknya meminta satu dua makanan, dan juga beberapa pekerjaan rumah tangga.
"Lagipula aku seorang pria...tidak ada yang hilang..." Di tambah, memikirkan kembali malam itu, dia merasa bahwa itu sama sekali tidak buruk.
Semakin dia berpikir semakin berat untuknya tidur.
Memikirkan seorang optimis seperti dia mendapatkan insomnia T_T.
Kai duduk di meja makan Sehun dengan sebuah bongkahan jagung ditangannya. Sehun membelikannya dari KFC dalam perjalanan pulang. Karena dia tahu Kai menyukainya.
Kai sedang berjuang keras ketika tiba-tiba Sehun berkata "Aku akan pindah, Kai"
"…mmnn." Dia tidak bisa mengatakan apapun dengan mulut penuh dengan jagung yang manis dan berair.
Sehun terlihat agak gugup ketika dia akan menjelaskan "Tempat ini...hanya menjadi sebuah transit untukku setelah dipindahkan. Sekarang kantorku bilang mereka menemukan sebuah apartemen permanen...jadi..."
Kai melamun; kedengarannya benar. Lagipula Sehun tidak cocok disini. Bahkan mobilnya tidak terlihat cocok dengan tempat parkir. Tentu saja dia tidak akan disini untuk waktu yang lama...
Jadi semua ini akan berakhir kan?
Itu bagus. Aku tidak harus memasak makan malam untuk dua orang, walaupun lebih mudah masak untuk dua orang...
Aku tidak harus memanggang kue untuknya, walaupun itu cukup menyenangkan untukku...
Aku tidak harus...ditarik kekasur olehnya, walaupun...itu terasa agak enak...
Aku tidak harus memikirkan apakah dia menyukainya atau tidak...tapi...
Dia menatap ke meja, mengigit sedikit jagung, tanpa mengucapkan apapun. Tapi gumpalan jagung favoritnya yang berasa manis, bersinar, bermentega, berair dari KFC tidak terasa enak lagi.
Sehun diam-diam melihat telinga Kai yang jatuh dengan sedih dan menepuk kepalanya. Dia tersenyum sambil menanyakan sesuatu yang ingin dia sampaikan "Aku ingin bertanya padamu, Kai. Maukah kau pindah denganku?"
Kai merasakan seseorang meniupkan kehidupan kedalam api kematiannya lagi.
Dia tidak pernah berpikir dua akan merasa sangat bahagia karena "pindah kedalam sarang ular."
END
Yosh akhirnya selesai juga, maaf ya karena updatenya lambat banget. By the way, kemarin aku baca novel danmei yang menurutku cocok banget sama HunKai. Judulnya Private Garden, sudah diterjamahin Indonesia oleh kak Cintralala di wattpad.
Sebenernya ini masih ada satu chapter lagi. Kalau gak ada kendala maksimal minggu depan udah ku publish.
