Smut Extra

Sehun dan Kai baru-baru ini pindah kerumah baru mereka,

Suatu malam, mereka bermalas-malasan diatas sofa sambil menonton TV seperti biasa. Mereka mengobrol sambil menonton.

Kai melingkar di lengan Sehun.

Sehun bertanya, "Menurutmu bagaimana semua ini?"

"Hebat!!" Kai melonjak dari kursinya dengan semangat dan melihat ke Sehun seperti v. "Terutama aku suka dapur disini."

Sehun melihat pacarnya yang imut, wife-material dan menciumnya sebelum membawanya mendekat dan dengan lembut bertanya, "Apa kau menyukaiku?"

Dan tentu saja, kuping Kai memerah. "Tentu saja," dia menjawab hampir seperti sebuah bisikan, "Jadi kau lebih suka aku atau lebih suka dapurnya?" Sehun bertanya lebih jauh.

Dan Kai menjawab "Dapurnya!"

Kai tidak bercanda ketika dia mengatakan itu—dapur diapartemen ini tidak lain adalah dapur impiannya!!

Dia tinggal didapur untuk waktu yang sangat lama di hari mereka pindah, mengintip sekelling, memeriksa semuanya.

Tempat ini tidak hanya punya pencahayaan yang bagus dan tata ruang yang luas, semuanya dari kompor dan lemari sampai kulkas dan oven adalah bagian dari seri yang berwarna gelap! Ini sangat keren! Dan kulkasnya punya pintu ganda!

Dan mesin cuci besar!

Dan oven yang punya banyak fungsi yang berbeda!

Dan didepan oven ada meja berbentuk L! Aku belum tahu apa yang aku lakukan dengan itu tapi disaat yang sama, aku merasa bisa melakukan apapun dengan itu!

Kai adalah pria yang memberikan hatinya kepada dapurnya, jadi bagaimana bisa dia tidak menangis bahagia ketika dia melihat sebuah dapur seperti itu?

Tentu saja, dia mulai melamun tentang dapurnya setelah menjawab pertanyaan Sehun dengan sembrono dan sama sekali tidak memperhatikan wajah Sehun yang menggelap dalam sekejap.

Aku akan membuatkan dessert!" Kai meloncat menuju pelukan Dapur-chan dengan ekor kecil yang mengibas kebelakang dan kedepan, tidak sadar dengan perubahan.

Dessert malam ini adalah buah dengan yogourt, sehat dan lezat.

Kai berada di meja mencampur potongan kotak buah dengan yogourt ketika seseorang memeluknya dari belakang.

Itu mungkin ciri tambahan mahkluk karnivora, Sehun secara terus-menerus sering muncul dibelakangnya tanpa suara.

Bagaimanapun, tidak seperti karnivora lain, Sehun tidak memakannya setelah menangkapnya, tapi dia malah...melakukan hal semacam itu.

Sejujurnya, Kai merasa bahwa dia mulai tahu betapa sehat dan besarnya hasrat alami seekor iblis ular setelah hubungan mereka naik kelevel baru, dan juga esensi kata 'kapan saja, dimana saja'.

Kai seharusnya menjadi pria polos dan baik yang tidak menghubungkan 'hal semacam itu' dengan apapun kecuali kasur, tapi setelah bermain cukup lama dengan Sehun...Di atas sofa tempat mereka menonton TV setelah makan malam, di kamar mandi, di dapur, di meja makan, di dalam mobil setelah berbelanja... mereka semua adalah bukti kepolosannya yang telah lama hilang. Kai merasa tidak lama lagi dia akan menjadi "Mauzhertz yang tidak dimakan tapi disalahgunakan oleh seekor Lausenschlange."

(*Kai dulu berpikir mereka Cuma bisa melakukan "gitu-gitu" dikasur saja, tapi kenyataannya @v@)

"Se-sekarang apa?" Ini mungkin karena kedekatan hubungan atau hanya pengalaman semata tapi Kai dengan cepat dapat merasakan sesuatu yang berbeda diantara rayuan seksual Sehun dan godaannya.

Sehun menghisap daun telinganya dan meniupkan napas, "Aku ingin melakukannya."

"Ta-tapi kita baru..." Kai mendorong lengannya lemah,"Setidaknya jangan di dapur." Ruangan ini terlalu terang, dan juga agak dingin.

Tetapi Sehun menjawab setelah berhenti sebentar, "Tidak, harus di dapur."

"Ta-tapi kenapa?"

Kai awalnya sedikit menolak tapi Sehun sudah menggapai dan menangkup bagian selangkangannya, meremas penisnya dari luar celana piyama dengan sedikit kasar,

"Mnnn…uhn!" Tubuh Kai yang terlatih dengan baik segera bereksi, penisnya segera penuh dengan perhatian. Disaat yang sama dia merasakan sebuah batang yang keras menyentuh belahan pantatnya.

Sehun masih memasukkan cuping telinga dimulutnya sementara salah satu tangannya menyelinap kebawah t-shirt Kai untuk bermain dengan nipplenya dan tangan lain mulai melepaskan celana Kai.

Kai menahan celananya dengan panik. "Aku tidak mau...disini. Disini terlalu dingin."

Sehun melambat dan telinga Kai bisa mendengar suara kekehannya saat dia memikirkan beberapa ide mesum.

Rasa gemetar mengalir di punggung Kai.

Sehun melepaskannya sebentar dan mengelurkan sebuah gunting dari rak pisau di sisi lain meja.

"A-apa yang kau lakukan?" Kai mundur ketakutan.

"Hehe, jadilah anak baik sekarang, Kai. Jangan bergerak~"

Ching! Tsssss! Ching! Dengan itu beberapa lubang munvul di celana tidur dan celana dalam Kai. Menunjukkan selangkangannya.

Sehun mulai menekan hole Kai segera setelah dia menurunkan pisaunya.

"Bagaimana bisa kau melakukan…!!" (/艸/)

"Dengan begini kau tidak akan kedinginan kan?" Sehun menarik Kai kedalam pelukannya lagi dan berusaha memasukkan jari tengahnya kedalam lubang kecilnya.

Sepertinya sedikit kering...

Tapi dapur adalah tempat yang penuh inovasi.

Sehun mengambil dessert dan mencolek jarinya dengan yogourt. "Kai, apakah kau suka makan yogourt?"Dia terkekeh.

Kai tidak begitu berpengalaman dalam permainan cinta tapi bahkan dia dapat melihat apa yang Sehun akan lakukan. Dia dengan kencang menggelengkan kepalanya.

Tentu saja, Sehun sudah buta dengan penolakannya dan mengecup pipinya. "Ayolah, ini akan terasa enak." Dia membujuk sebelum memasukkan jarinya yang dilapisi yogourt.

Yogourt yang dingin membuat Kai mengigil ketakutan.

Sehun bekerja di peewee Kai dari luar celana dalamnya dengan satu tangan sementara tangannya yang lain menyiapkan Kai.

Jarinya masuk tanpa masalah dengan bantuan pelicinn yogourt. Segera, dia menambahkan jari telunjuknya dan terus berotasi, menggali dan menggosok titik sensitif Kai. Kai paling lemah dengan jenis permainan seperti ini; penisnya semakin keras sampai dia tidak bisa menahannnya bahkan celana dalamnya basah.

"Sehun…ah-uhn…jangan lagi. Berhenti menyentuh itu…." Kakinya sedikit gemetar. "Tidak bisa menahannya lagi…mhmmm."

"Kenapa... bukankah ini terasa enak?" Sehun dengan sengaja bertanya.

"Mmmm, aku benar-benar ingin keluar..." Kai terisak sambil menggesek-gesek batang keras dibelakangnya berharap agar keinginannya dikabulkan.

Dan tentu saja, Sehun tidak fapat menahannya lagi. Dia melebarkan lubang di celana Kai sedikit lagi, membuka celananya sendiri dan menusuk masuk.

Kai memletakkan tubuh bagian atasnya diatas meja, rasa nikmat dan malu membuatnya merona saat dia ditusuk dari belakang.

Pakaiannya masih terpasang sempurna kecuali untuk lubang di selangkangannya yang dibuat untuk disalahgunakan.

Pada saat yang sama tusukan Sehun membuatnya bergetar karena kenikmatan.

Kepala Sehun yang besar menggosok G-spotnya kedepan dan kebelakang, membuat penisnya yang sudah basah menjadi semakin bergetar, tapi bocah kecil yang malang itu masih terjebak didalam celana dalam yang nyaman dan hanya ujung kepalanya saja yang keluar dari balik atas celananya.

"Uhnn…yang di depan te-terasa sangat…uhn, ah, Sehun, se-sentuh…tolong." Kai sangat ingin mastrubasi tapi dia ditekan diatas meja. Semua yang bisa dia lakukan adalah menggoyangkan pantatnya dengan tidak berdaya dan memohon bantuan Sehun.

Sehun mengangkat tangannya dan merawat ujungnya dengan telapak tangannya sementara membelai panjangnya dengan jari-jari.

"A-ahhh…da-datang!" Segera, dia hampir klimaks. Mata Kai kehilangan fokus dan bagian dalam tubuhnya mengejang juga,

Sehun melecehkan Kai dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya digunakan untuk memeluk Kai erat jadi seluruh tubuhnya tidak berada di meja yang dingin.

"Kai…Kai…apa kau menyukaiku?"Dia bertanya tepat ditelinga Kai

"Yeaa…suka…. suka…ah-haaa…kau mengenai tempat itu la-lagi…. Disitu!"

"Kau menyukaiku…atau…dapur?"

"..." Kai bisa merasakan inti permasalahan di saat menuju puncaknya.

"Kamu…mmhmm…aku…sangat menyukaimu. Ahhh…ah…uhnn, uhnn."

Sehun tetap diam tapi mulai menusuk dengan lebih kencang, bercinta dengan cara yang paling dia suka: kasar. Setiap kali dia menarik keluar, dia membawa keluar jus cinta dari belahan pantat Kai, menyubuhinya sampai membuat dia terlihat menyedihkan dan memohon. Kai melekat diatas meja dengan putus aja karena dia hampir tidak bisa berdiri dengan kakinya lalu tubuhnya bergetar dengan keras saat dia klimaks di tangan Sehun.

Sehun beristirahat sejenak setelah Kai klimaks dan dengan lembut mencium leher dan punggungnya.

Setelah melihatnya kembali ke bumi, Sehun dengan pelan menariknya keluar.

Bagian belakang celananya sangat berantakan. Tempat itu basah, lengket dan ditutupi cairan putih. Lubang Kai yang pink dan porak poranda berkedut dibalik kain yang tergunting, semakin mendorong cairan keluar

Melihat ini, mata Sehun menggelap. Dia meletakkan Kai dibahunya dan melangkah menuju kamar tidur untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai...

END

Finally selesai juga o()o

Tolong tinggalkan jejak ya

Btw, ada remake danmei baru ya, judulnya Brother-in-Law, I'm Pregnant! (M) Silahkan baca