DISCLAIMER: Naruto © MASASHI KISHIMOTO SENSEI, Saya sebagai Author hanya meminjam karakter Animenya di Fanfict ini
Summary : Uzumaki Naruto, seorang anak yang dikucilkan, dia berlatih selama 2 tahun, kemudian dia kembali dengan sebuah kekuatan baru, serta sebuah petualangan yang telah menunggunya, ini adalah dari ninja tanpa chakra.
PAIR : Naruto x... (sabar aja Nanti ada kok)
Genre : Adventure, AU,Family,Action DLL.
Rated : M
WARNING : Cerita Gaje, Author Pemula,OOC, OC, Alur Berantakan DLL. Smart!Naruto, Different power!Naruto,Supranatural!, Strong!Naruto, No chakra!Naruto.
Note: Author fanfiksi ini masih pemula jadi jangan berharap lebih, Don't Read if you don't like
Chapter 3
Pagi hari didesa Konoha Gakure Setelah Naruto sang tokoh utama bangun dari tidurnya. Dia menguap dan berjalan keluar dari kediaman Sarutobi untuk Menghirup udara segar dan juga sekalian dengan Pemanasan yang akan dia Lakukan. Kenapa Naruto ada di kediaman Sarutobi itu karena...
Yesterday At Hokage Office
Naruto yang masih memeluk Sandaime Akhirnya Melepaskan dirinya.
" Jadi Jiji kapan aku bisa punya tempat tinggal sendiri?" tanya Naruto
" Mungkin Tunggulah Beberapa Hari Naruto"
"T-Tapi Jiji Bagaimana dengan Besok Aku Harus tinggal dimana?"
Sandaime yang seakan sudah Tahu Bahwa Naruto Akan Menanyakan Hal itu. Hanya tersenyum lembut dan menjawab...
"Tenang Naruto kau Sudah Kuanggap cucu-ku sendiri, dan juga penampilan mu sekarang sudah sedikit berubah aku yakin kalau penduduk desa Tidak akan semudah itu mengenali mu. Dan juga kau boleh Menginap di kediaman Sarutobi sampai Jiji-mu ini menemukan Apartemen sederhana untuk-mu" kata sandaime sambil menawarkan Naruto untuk tinggal di kediaman Sarutobi
"apa tidak apa-apa kalau aku tinggal disana Jiji?" tanya Naruto Memastikan
"Iya tidak apa-apa dan juga setelah Ini kau bisa langsung ke kediaman Sarutobi"
"Arigato Jiji... Daisuki"
"iya Jiji juga sayang Naruto"
Dan sandaime merasakan dia sedang doki-doki v:
Naruto Pov
Begitulah ceritanya Aku sekarang ada di kediaman Sarutobi dan disini dia bisa bertemu dengan Konohamru, anak kecil yang Nakal yang sering menggangu-ku sejak aku tiba di kediaman Sarutobi kemarin dan ada juga Paman yang suka sekali dengan Merokok kalau tidak salah Namanya Asumi,Akuma.. Oh Aku baru Ingat sekarang ,dia Asuma Sarutobi paman Brewokan yang suka merokok itu, meskipun Mukanya agak Garang tapi dia sebenarnya Baik dan juga ada Biwako Obaa-chan dia sangat baik dan tentu saja dia adalah istri dari Hiruzen Jiji.
"Ahh~~ Hari yang indah untuk mulai berlatih lagi tapi IT-Tetete Luka yang kemarin masih terasa sekali sakitnya"
Aku meringis memegang Bekas luka yang kemarin. Tapi yang paling aku herankan adalah bahwa luka-ku bisa sembuh dalam beberapa menit. setelah beberapa bagian Tubuhku Tertusuk Rantai Chakra. 'Apakah aku memiliki kekuatan selain chakra' bathinku sedikit menghayal.
"Tapi Mana Mungkin aku punya kekuatan, ada-ada saja kamu Naruto Uzumaki" Aku tertawa sambil mulai melakukan beberapa perenggangan. Setelah kulihat Baik-baik ternyata halaman Kediaman Sarutobi ternyata luas juga.
"Mungkin aku aku harus meminta izin ke Baa-chan dulu" gumamku.
Masalahnya aku hanya Menumpang tinggal disini untuk beberapa hari dan juga ini bukan rumahku chikuso!
NORMAL POV
Naruto pun mulai melangkahkan kakinya kedalam lagi dan mencari sang Baa-chan Biwako Sarutobi. Mengelilingi kediaman Sarutobi Membuatnya sedikit bosan dimanakah Baa-chan nya di jam sepagi ini. Dan dengan langkah bosan sambil mengupil Naruto berjalan kearah dapur keluarga Sarutobi dan dia akhirnya menemukan Sang Baa-chan disini
"Baa-chan~~~" ucap Naruto sedikit Manja kepada sang Baa-chan
"Ohh... Naruto-kun Kah..., Ada apa mencari Baa-chan sepagi ini?"
"Ano~~~ Baa-chan Bolehkah Naruto Latihan di Halaman Belakang?"
"Tentu saja Naruto-kun kau boleh Latihan di halama belakang anggap ini rumah mu sendiri" ucap Biwako sambil tersenyum kepada anak Minato dan kushina yang sudah dia anggap cucu sendiri
"Arigato Baa~chan"
"Tapi sebelum itu Sarapan dulu, ini sebentar lagi Sarapannya sudah siap"
Naruto yang mendengar apa yang dikatakan Baa-channya tentu saja senang. apa yang membuat mu semangat saat latihan adalah perut sudah terisi sedikit untuk kepentingan latihan
"Ha'i Baa-chan" Naruto mengangguk dan Mulai melangkahkan kakinya ke Meja makan yang tidak jauh dari Dapur. Disana dia melihat ada jiji-nya, ada Konohamaru dan juga Paman Asuma mereka semua menantikan Menu sarapan yang akan dihidangkan oleh sang chef keluarga Sarutobi, siapa lagi kalau bukan Biwako Sarutobi Baa-chan nya.
Dan setelah itu Naruto mulai duduk bersama keluarga sarutobi dan ini yang diinginkan dari dulu. sejak dia mulai tidak diperhatikan lagi oleh keluarganya sendiri yaitu makan bersama dengan disertai Canda tawa dan penuh kehangantan. Hati Naruto menghangat karena hal ini.
"Oh iya Jiji pagi ini Naruto Mau latihan di halaman belakang"
"Ohh bagus itu Naruto kamu sebagai penerus Generasi Muda harus sering-sering latihan-
kata Hiruzen ada jeda sedikit karena Hiruzen sedang Meminum Airnya
"Kau bisa mengajak Asuma untuk melatih mu, dan Asuma tolong Latih Naruto!" ucap Hiruzen dengan Sedikit ada nada perintah disana.
Dan Asuma sendiri yang paham langsung menjawab...
"Ha'i- Ha'i wakatta dan Naruto kamu Nanti ikut paman kebelakang untuk latihan, paman ingin melihat seberapa hebat kemampua- mu sekarang"
" Ha'i paman Asuma"
Normal Pov
"Bagus... karena perutmu sudah, terisi ayo kehalaman belakang sekarang"
"dan untuk Konohamaru jangan lupa jadwal latihan mu dengan Paman Ebisu yah" tambah Asuma.
" Ha'i'... Ha'i aku Tahu Nanti siang kan dengan Paman Megane" ucap konohamaru lesu
Setelah selesai sarapan Asuma dan Naruto pun mlangkah kehalaman belakang untuk berlatih dan hanya keheningan Yang Terjadi
"Oke Naruto kita sudah Sampai dihalaman Belakang"
"Apakah kita langsung mulai Latihan Paman?"
"Tidak, kita akan pemanasan dulu, untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak cedera ketika sedang latihan, Jangan Meremehkan Pemanasan karena pemanasan itu penting!"
"Ha'i paman, jadi apa yang harus aku lakukan pertama?"
"Pertama kau melakukan perenggangan dulu, lakukan seperti ini"
sambil Sarutobi Asuma memeragakan beberapa gerakan untuk perenggangan dan di ikuti oleh Naruto
"Kedua Lari keliling Halaman belakang ini sebanyak 20 kali" Naruto yang mendengarkan Aba-Aba dari paman Asuma, langsung mulai berlari 20 kali putaran.
"selanjutnya Push up 50 kali, dan juga shit up 50 kali. Mengerti!"
Naruto hanya menurut saja dengan Apa yang dikatakan oleh paman Asuma Karena dulu dia sering Pemanasan seperti ini jadi Naruto bias dengan cepat menyelasaikan Latihannya.
"Ohh~~ tidak buruk juga untuk anak seumuran mu Naruto"
Naruto hanya bernapas tersengal-sengal setelah menyelesaikan pemanasannya.
" selanjutnya kita berlatih simulasi pertarungan, kita mulai dengan Tangan Kosong"
Naruto langsung menyiapkan kuda-kuda Normal untuk bertarung dengan 2 tengan terkepal di depan Dada.
"Hajime" Paman Asuma membuka aba-aba. Di mulai dengan Naruto yang langsung berlari kearah asuma dengan Tinju tangan kanan didepan. Dan ditangkis dengan Mudah oleh Asuma, tanpa banyak waktu Naruto langsung menendang Asuma dengan kaki kanan-nya dan juga ditangkis dengan mudah oleh asuma dengan Menahan Tendangan Naruto dengan Tangan Kanan yang kosong.
Jual beli pukulan dan tendangan pun terus berlanjut dimana naruto yang masih Kurang pengalaman dalam bertarung harus terkena beberapa Bogeman Mentah Dari Asuma. Asuma sendiri bangga dengan Naruto karena dengan usia se dini ini, naruto bisa agak sedikit mengimbanginya dengan Tendangan dan pukulan yang masih terbilang asal.
"oke Naruto cukup untuk Hand Combat nya" Asuma mengisyaratkan Naruto untuk menurunkan Kuda-kudanya
"Paman Asuma bagaimana kalau setelah ini kita adu senjata, aku dengan Bouken ku dan paman dengan kunai paman bagaimana?" usul Naruto menawarkan Latihan Untuk selanjutnya, dia juga ingin memperlihatkan Hasil latihan Berpedang-nya selama ini.
"Ohh tentu saja boleh Naruto, paman sedikit penasaran dengan kemampuan mu. Jujur saja paman tidak menyangka Naruto bisa Hand combat dengan mudah" naruto yang dipuji seperti itu hanya menunjukkan cengiran lima jarinya
"Tapi Paman Bolehkah aku mengambil Bokken ku dulu?"
"Tentu saja ambillah, paman akan menunggu mu disini"
Naruto langsung berlari ke kediaman Sarutobi lebih tepatnya di kamar Tamu nya. Ketika sudah sampai di dalam langsung saja Naruto Mengambil Bouken kesayangannya.
"Akhirnya kita ketemu akan berlatih bersama lagi sobat" naruto langsung mengangkat Bouken nya yang di tutupi oleh kain putih. Setelah itu dia langsung bergegas untuk kembali ke halaman belakang, tidak enak soalnya membuat seseorang Menunggu lama. Apalagi kalau itu terkait dengan latihan...
"Maaf Menunggu lama Paman" Naruto langsung tersenyum kearah Asuma dan langsung membuka bungkus dari bokken-nya. Asuma sendiri hanya memperhatikan bagaimana bentuk dan rupa dari Bouken Milik Naruto.
"Bokken yang lumayan bagus Naruto, tapi kenapa Berwarna Hitam?"
"Aku juga tidak tahu paman, waktu itu aku menemukan Bouken ini memang warnanya sudah hitam"
"Ohh... kalau seperti itu paman sudah tidak sabar untuk melawanmu Naruto" setelah mengucapkan itu Asuma langsung mengeluarkan Kunai khususnya.
"Tapi sebelum kita mulai paman, aku ada satu permintaan!" Naruto menjeda sedikit...
"Permintaan apa itu?"
"Aku ingin paman agar tidak menahan diri untuk mengeluarkan kemampuan paman"
"Hooh jadi kamu ingin All out yah... boleh juga kalau begitu... Hajime"
Naruto yang menggunakan bouken langsung Menyerang asuma dengan Tebasan Horizontal, dan tangkis oleh Asuma dengan kunai nya. Kini giliran Asuma untuk menyerang Naruto, Asuma Langsung Menggunakan Kaki kanan-nya untuk menendang Naruto tapi masih bisa ditangkis oleh Naruto dengan Memposisikan Bouken nya secara Vertikal dengan sudut kemiringan 15 Derajat Kekiri dan usahanya membuahkan Hasil tapi sekarang tangan Naruto kesakitan karena menahan serangan Asuma.
"Sasuga...Jounin Konoha, tendangannya sakitnya bukan main" Ucap Naruto sambil menggoyangkan kedua tangannya. Tapi setelah itu Naruto harus meningkatkan kewaspadaan-nya karena sekarang Asuma yang balik menyerangnya.
SLASH...SLASH...SLASH...SLASH...
Tebasan Asuma yang berjumlah belasan berhasil ditangkis oleh Naruto dengan Bokkennya. Seperti yang diharapkan dari orang dewasa. Naruto Yang merasa sedikit disudutkan,langsung tanpa aba-aba akan menggunakan salah satu Tekhniknya untuk melawan Asuma. Kilatan dimata Naruto semakin jelas tanda bahwa dia Mulai serius.
Asuma sendiri yang melihat Raut wajah serius dari Naruto juga akan mulai menunjukkan sedikit keseriusannya disni.
'Ayo tunjukkan sesuatu yang lebih menarik lag, NARUTO...' bathin Asuma
Langsung mengalirkan Chakra anginnya ke dalam Kunai khususnya. Dan langsung melesat kearah naruto. Naruto yang sudah siap langsung Maju menerjang dengan Bokken ditangan Kanan-nya.
'SOYOKAZE STEP' Naruto berteriak dalam bathin sambil disekitar tubuhnya mengeluarkan Angin hijau yang lembut tapi diikuti dengan Angin berwarna putih yang Ganas. Tanpa mereka berdua sadari Bouken Naruto sekarang memancarkan Aura Gelap. Dan Muncu Tato Stigma dibelakang Punggung Naruto dan Dada kirinya (Simbol Tatonya bayangin aja, Tato guild Fairy Tail tapi ini berwarna hitam dan emas, Emas di Dada kiri, dan dipunggungnya berwarna Hitam) Asuma langsung menambah kecepatan berlarinya meski dia melihat ada Angin hijau yang mengelilingi Naruto. Ketika jarak antara Asuma dan Naruto mulai dekat Asuma langsung menebas Secara melintang dan Naruto sendiri yang tidak Mau Terkena tebasan itu langsung melangkahkan Kaki kirinya kedepan dan langsung memutar Badannya 360 derajat. Dan langsung Naruto langsung Menebas Dengan Boukennya kearah pinggang kanan Asuma dan dengan telak mengenai Asuma. Asuma yang kehilangan keseimbangan langsung terhempas dengan angin Ganas dari tekhnik Naruto. Dan dia juga merasa menjadi Lesu seperti Chakra nya terhisap Oleh sesuatu padahal biasanya dia kalau menjalankan Misi pasti bisa bertarung Selama berjam-jam.
"Apakah Sudah Menyerah Paman?" Tanya Naruto
"Oi...Oi kau Terlalu meremehkan ku Naruto" kata Asuma. 'tapi dari mana dia mendapatkan kekuatan seperti tadi' bathin Asuma, dan sekarang dia mengakui bahwa dia sudah terpojok oleh Naruto. Asuma langsung merangkai Segel tangan dengan cepat dan Memfokuskan Chakranya kebagian Dada dan terlihat seperti mengembung.
"Rasakan ini Naruto, KATON: GOKAKYU NO JUTSU" Asuma meneriakkan Nama Jutsunya Dan bola api yang besar mengarah ke Arah Naruto.
Dilain sisi sedari tadi sebenarnya Sandaime memperhatikan Latihan dari anaknya Asuma dan cucu nya Naruto. Dia akui Naruto mengejutkannnya dengan Kemampuan Bertarung tangan Kosong yang mumpuni untuk anak seusia Naruto tapi Naruto sendiri masih kalah dibandingkan Asuma yang dipangkatkan sebagai Jounin yang sudah mengemban Banyak Misi dan tentu saja itu juga berpengaruh dengan pengalaman bertarung asuma. Sedangkan Naruto gerakan yang gesit dan juga juga pukulan yang terarah, itu sangat menakjubkan
Dan juga sekarang Adu kemampuan Dengan senjata, Naruto dengan Boukennya dan asuma dengan Kunai khususnya. Waktu ketika Naruto mengeluarkan Tekhniknya tentu saja hiruzen terkejut. Mengeluarkan elemen angin yang membantu pergerakan dan disertai dengan serangan angin yang ganas setelah itu. WOW...tentu saja setelah ini dia akan menanyakan berbagai pertanyaan ke Naruto. Dan sekarang Hiruzen membolakan matanya.
'Oi..Oi Asuma, apakah tidak berlebihan menyerang Naruto dengan Jutsu Ninja' bathin hiruzen khawatir meskipun Naruto mengeluarkan tekhnik yang aneh seperti tadi pastinya naruto tidak akan bisa menghindar dengan serangan itu, secara logika api kalah dengan angin.
Naruto tentu saja sedang ketakutan sekarang dimana sekarang dia dihadapkan dengan bola api yang lumayan besar yang menargetkan kearahnya. Menghindar dengan Soyokaze Step pun percuma karena kalau dia menggunakan itu otomatis dia akan terbakar dan Naruto tidak Mau itu. Terpaksa Naruto pasrah dengan menyilangkan tangannya didepan Mukanya. Tapi tiba-tiba waktu berhenti...
Naruto yang merasakan Bola api yang mengarah kearahnya tak kunjung mengenai nya langsung membuka Matanya dan yang dia lihat adalah semua berwarna Abu-Abu
"Heh... jutsu seperti itu tidak cukup untuk menghentikan seorang pemegang Divine Instrumen, Uzumaki Naruto-kun." Ucap seseorang dari arah belakangnya. Dan Naruto membalikkan badannya dan melihat seseorang yang mengenakan jubah serba hitam sampai tidak memperlihatkan mukanya (Jubah Organisasi Thirteen di Kingdom Heart series) . Dan orang itu melayang... iya melayang. Tentu saja Naruto kaget dengan Orang itu dan darimana orang yang ada dibelakangnya itu mengetahui Namanya.
"Kau tidak perlu takut wahai pemegang selanjutnya dari Divine Intsrument"
"HAH... Divine Instrument, apa maksudmu?"
"itu yang ada ditangan kananmu, adalah Divine Instrument, dan perlu kau ketahui Naruto-kun Divine Instrument bukanlah sembarangan senjata, Senjata yang ada ditangan mu sekarang adalah Manivestasi dari Gigas Cedar (Pohon besar yang ditebang Eugeo di SAO S3 Allicization). Dan Gigas Cedar sendiri adalah pohon yang memakan Energi Kegelapan dan cahaya dari Sebuah dunia. Pemegang pertama Divine Instrument adalah orang yang berhasil menebang Gigas cedar" ucap sosok berjubah itu panjang lebar.
"Whoa... aku tidak tahu kalau Bokken ku adalah sebuah senjata, aku kira Ini hanyalah sebuah pedang kayu biasa waktu aku menemukannya di hutan" Naruto terkejut dengan Fakta bahwa Bokken nya sekarang adalah sebuah senjata.
"tapi Energi dari Gigas cedar bisa bersifat positif dan juga Negatif, contohnya saja ketika kau terluka oleh Rantai yang dikeluarkan Ibu mu, kau bisa sembuh. Itu semua karena Efek positif dari Gigas Cedar untuk sang pemegang"
"Jadi waktu itu cahaya berwarna hitam yang menyembuhkan Luka ku adalah energi positif dari Divine Instrument?!. Aku tidak menyangkanya sama sekali"
"dan juga yang perlu kamu ketahui bila kau, Uzumaki Naruto tidak bisa mengendalikan kekuatan dari Divine Instrumen.t kau akan selamanya Menjadi sesuatu yang sangat ditakuti dunia yaitu sebuah kegelapan, orang yang jatuh dalam kegelepan. Dan itu Efek Negatif Dari Divine Instrumen"
"Mengerikan juga, tapi bagaimana aku bisa mengendalikan Kekuatan Dari Divine instrument sedangkan di dunia ini hanya aku yang bisa menggunakannya?"
"itu adalah tujuan kenapa aku disini, aku ditugaskan untuk melatihmu untuk supaya menjadi pemegang Divine Instrument yang baik"
"Tapi bolehkah aku Tahu,Apakah Divine instrument adalah Nama dari Bokken ku ini?"
"Divine Instrument itu adalah sebutan untuk senjata leluhur, punyamu sendiri adalah sebuah Bokken dan Namanya adalah Toyako Bokuto, satu hal lagi Divine Instrument sendiri bisa berevolusi sesuai dengan Tingkatan Dari sang pengguna. Tapi biasanya tingkatan kedua adalah hal paling susah dicapai oleh dimana jika kau sudah mencapai tingkatan kedua dari sebuah Divine Instrument, Divine Intrument mu akan berubah bentuk Menjadi sebuah pedang. Tapi sayangnya Sekarang kau masih di tingkat 1 dan itu artinya kau harus banyak berlatih"
"..." Naruto terdiam memikirkan Informasi Baru yang di sampaikan oleh Orang Misterius didepannya.
"kalau kau masih ada pertanyaan simpan saja dipertemuan kita yang berikutnya" dan sosok berjubah hitam itu berbalik pergi.
"Tapi sebelum itu... tangkap ini" ucap sang sosok berjubah sambil melemparkan sebuah Kartu yang bergerigi dibagian atasnya. Dan Naruto menangkapnya...
"kartu apa ini?"
"Itu adalah kartu tekhnik yang bisa kau Gunakan untuk situasimu sekarang"
Dan sosok itupun menghilang seolah tidak pernah ada disana, waktu pun mulai berjalan dengan Normal. Kartu yang berada ditangan Naruto bersinar dengan terang...
SWUSSSHHH
Dan menutupi pandangan Naruto, sedetik kemudian ada ingatan baru yang masuk kedalam, otak Naruto
"OH...seperti itu cara" dan waktu berjalan dengan semestinya.
Naruto yang tadinya menampakkan wajah ketakutan sekarang menyeringai.
Asuma yang melihat itu menaikkan satu alisnya heran. Naruto sekarang sudah menyiapkan kuda-kuda untuk Menebas, dengan tangan kanan memegang Bokken-nya yang sekarang namanya Toyako Bokuto...
"Ayo kita mulai Toyako Bokuto... Hyaat"
Naruto berlari kedepan menerjang Bola api yang mengarah kearahnya, dilain sisi Hiruzen yang melihat itu tentu saja Heran, kenapa cucunya sekarang malah berlari menerjang Bola api itu. Aneh sekali pikir Hiruzen. Lain Hiruzen lain lagi Asuma.
"Lagi-lagi kejutan... Heh, kau memang anak yang misterius Naruto"
"Zantetsuken"
Dengan sekali tebasan bola api itu lenyap tak tersisa, Hiruzen dan Asuma melotot. "Inikah kemampuanmu Naruto, seharusnya kamu sekarang sudah ada di tahap high genin dengan kemampuan seperti ini" tanggap Asuma.
"Ok Naruto, kita cukup dengan latihan hari ini"
"Ha'i paman"
dan setelah itu naruto langsung terjatuh tak sadarkan diri kehabisan Stamina.
"Naruto...woy sadarlah" Asuma berlari kearah Naruto dan memeriksa keadaan Naruto sejenak...
"Hanya pingsan ternyata" dan setelah mengetahui itu Asuma bisa sedikit bernapas lega.
Hiruzen yang sadar dari syok akan kemampuan dari cucunya. Sekarang ikut melangkah ke arah kamar tamu yang sementara ini ditempati oleh Naruto...
In other side
Dikediaman Namikaze sekarang suasana paginya sedang suram-suram. Tidak biasanya seperti ini padahal dari kemarin-kemarin tidak seperti ini.
"Kushi-chan kamu kenapa?"
"Aku tidak apa-apa kok Minato-kun" tapi ada nada kesedihan disitu.
"dan menma jangan sarapan dengan wajah cemberut seperti itu"
"Aku tidak Nafsu Makan"
"..."
"..."
"..."
Tiga orang yang tersisa di meja makan sekarang hanya diam dan melanjutkan makan nya masing-masing. Minato agak heran dengan keluarganya sekarang. Apa karena kejadian kemarin, seingat Minato ada anak yang terluka parah tidak jauh dari keluarganya tapi mukanya tidak asing. Mungkin dia harus menyelidiki siapa anak yang bersimbah darah kemarin. Minato merasakan kejanggalan dengan hal itu. Seharusnya anak itu sudah mati tapi kemarin ada bekas genangan Dari di halaman belakang mungkin dia harus mengecek lagi. Mungkin kalau masih ada dia bisa membawa sampel darah itu ke Laboratorium Konoha. Setelah makan sebelum berangkat ke Kantor Hokage, Minato melangkah kehalaman belakang dan masih ada bekas rumput halaman belakang yang kacau seperti kemarin dan Anehnya genangan darah yang seharusnya ada disitu tidak ada. meskipun seperti itu, seharusnya ada bekas darah yang mengering tapi Minato tidak menemukan itu. Minato semakin curiga dengan hal itu. Mungkin nanti ketika dia kantor hokage dia akan menyuruh kakashi untuk menyelidiki hal ini.
Minato kembali masuk ke kediaman Namikaze dan bersiap berangkat ke kantor hokage.
"Kushina... aku berangkat dulu... ittekimasu"
"Itterassai... Minato-kun"
Selepas Kepergian Minato, kushina langsung masuk ke kamarnya dan menangis karena mengingat kejadian kemarin. Lain kushina lain lagi dengan Menma, kalau Menma sendiri sendiri sekarang dia sedang kesal karena kemarin dia dikalahkan dengan telak dengan Naruto. Seberapa hebat dia sekarang Menma tidak tahu tapi dari yang kemarin ketika Dia dan Naruto saling Adu tekhnik malah dia yang kalah dan berakhir dirumah sakit dengan ibunya dan Juga Imouto-nya Kuuko juga disana. Kalau Kuuko sendiri, sekarang dia sedang memikirkan Nasib dari Onii-chan nya. Apakah dia masih hidup atau sehat-sehat kah dia sekarang, mengingat apa yang kemarin membuat perasaan takut yang seharusnya tidak ada pada anak kecil seperti kuuko muncul. Kuuko tidak bisa menyalahkan siapapun, kalau posisinya seperti kemarin yang saling salah paham.
Back to sarutobi residence
Naruto sekarang berbaring tak berdaya diatas kasurnya dikarenakan stamina-nya habis karena menggunakan dua tekhnik yang menghabiskan banyak stamina apalagi 'Zantetsuken'. Sekarang Naruto berbaring. Dan disampinya ada Hiruzen dan juga Asuma yang menemani menunggu Naruto sadar.
"Asuma aku titipkan Naruto untuk kau jaga sampai Naruto siuman, aku harus kekantor hokage"
"Ha'i Oyaji tentu saja" Asuma yang mengerti tentang tugas Hokage seperti apa hanya meng- iyakan saja...
TBC
Yoo... Minna san kembali lagi bersama dengan Reinz-kun di chapter 3, Reinz mau mengucapkan terimakasih buat yang sudah follow dan favorit fic ini. Dan juga tentu saja yang sudah mereview fic ini, Arigato Gozaimazu. Dan pesan ku untuk yang membaca fic ini review dan review karena review memberikan semangat bagi author, kalau tidak suka tulis aja jelek di kolom review di fic ini, karena saya sebagai author sendiri merasa masih banyak kekurangan. Dan untuk mulai dari hari senin-sabtu saya tidak bisa menulis untuk chapter 4 fic ini kare Uts.
Profil Naruto
Name: Uzumaki Naruto
Weapon: Bokken ( Toyako Bokuto)
Special technique: 'Soyokaze step','Zantetsuken'... yang lain menyusul sesuai dengan alur
Age: 8 years old
Height: 150 cm, rata-rata anak usia 12 tahun
Bye-Bye
