DISCLAIMER: Naruto © MASASHI KISHIMOTO SENSEI, Saya sebagai Author hanya meminjam karakter Animenya di Fanfict ini

Summary : Uzumaki Naruto, berbekal kekuatan yang dimilikinya akan memulai sebuah petualangan yang tidak terduga dalam hidupnya yang entah kenapa penuh dengan lika-liku.

PAIR : Naruto x...

Genre : Adventure, AU,Family,Action DLL.

Rated : M (untuk adegan Gore dan hal-hal yang berbau Sadis)

Warning: cerita gaje, author pemula, ooc, oc, alur berantakan DLL. Smart!Naruto, different power!Naruto, superanatural!, adventure! Isekai!, strong!Naruto.

Note: Author fanfiksi ini masih pemula jadi jangan berharap lebih , Don't read if you don't like.

Chapter 4

Naruto terbangun tiga hari setelah latih tanding dengan Asuma dan juga sekarang dia belum sadarkan diri, lebih tepatnya sekarang dia sedang berada dalam alam bawah sadarnya dan merenung, entah apa yang dia renungkan gambaran matanya sekarang yang ada hanya kekosongan, dan juga Bokken-nya sekarang sedang bercahaya berkedip-kedip dengan cepat. Setelah itu muncul sosok berjubah hitam, yang keluar dari portal disebelahnya.

"Naruto Uzumaki, aku ada kabar baik dan kabar buruk untuk mu"

Naruto yang mendengar sebuah suara dari depannya, langsung menghentikan lamunannya.

"Beritahu saja, akupun juga tak akan terlalu peduli dengan itu"

"Hoho… apa kau yakin dengan itu?" Tanya sosok berjubah hitam itu kepada Naruto dengan sebuah seringaian yang jelas.

"huft.. Ha'I… Ha'I.. kasih tahu saja puas" Naruto menghelah napas sejenak

"kabar baiknya kau akan segera sadar, dari tidur 3 hari mu-

"Terus apalagi?, dan juga TIGA HARI" Naruto baru nyambung dengan apa yang dikatakan oleh sosok berjubah didepannya.

"ya kau sudah tidak sadarkan diri tiga hari" setelah itu sosok yang berbicara dibalik jubahnya mulai menunjukkan mimik muka yang serius.

"dan juga kabar buruk nya adalah sisa waktu hidupmu tinggal tiga hari lagi, atau lebih tepatnya dua hari lebih beberapa jam"

"NANIII"

"ya dan itu disebabkan oleh Energi kehidupanmu yang terus diserap oleh Divine Instrment mu"

"T-tapi tiga hari itu waktu yang sangat singkat, mana mungkin seperti itu. Asal kau tahu saja bahwa klan Uzumaki adalah klan didunia ini yang memiliki esensi hidup yang tinggi , dan itu menyebabkan mereka berumur sangat panjang asal kau tahu saja" ucap Naruto dengan sedikit seringai dan menunjuk sosok berjubah didepannya.

"Naruto Uzumaki, asal kau tahu bahwa pemegang pertama dari Divine Instrument bukanlah memiliki tubuh manusia, jadi esensi hidupnya tidak dimakan oleh Divine Instrument, yang pastinya nanti ketika batas waktumu didunia ini sudah habis otomatis jiwamu akan mencari tubuh baru yang lebih sesusai"

Setelah itu sosok berjubah hitam itu mulai membuka sebuah portal lagi untuk pergi dari sana tapi sebelum memasuki portal, sosok berjubah itu mengatakan sesuatu kepada Naruto.

"Naruto persiapkan dirimu untuk dua hari kedepan, lakukan sesukamu sebelum pergi dari dunia ini"

"…" Naruto sendiri hanya diam tak menjawab tapi dia tetap menganggukkan kepalanya mengerti.

Setelah itu sosok berjubah itu melangkah kedalam portal dan menghilang dari sana, seraya kesadaran Naruto kembali kedunia nyata. Setelah sadar dari tidur tiga harinya. Naruto mulai berjalan mengelilingi kediaman sarutobi dan tidak menemukan para laki-laki dirumah ini, siapa lagi kalau bukan Asuma, Konohamaru, dan juga sang jiji Tapi ketika berjalan kearah dapur dia menemukan sang obaa-chan yaitu Biwako.

"Baa-chan yang lain kemana?" Tanya Naruto

Dan biwako yang tadi nya posisinya membelakangi Naruto langsung kaget,

"NARUTO akhirnya kau sudah sadar" biwako memeluk Naruto dengan erat setelah itu

Naruto yang waktu tiga hari yang lalu sedang tidak sadarkan diri, telah diperiksa oleh dokter dari konoha dan sang dokter mengatakan bahwa Naruto mungkin akan tidak sadarkan diri untuk waktu yang sangat lama dan itu membuat semua anggota keluarga Sarutobi terutama biwako dan juga Hiruzen syok berat. Tapi untungnya sekarang Naruto sudah siuman dan juga sudah bias menjalankan aktivitas seperti biasa seolah dia tidak pernah terbaring tak berdaya selama tiga hari.

Biwako yang memperhatikan Naruto, menyadari bahwa ada setitik kesedihan disana, dimata seorang anak kecil yang berusia delapan tahun tersrebut. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Naruto tapi biwako tidak akan ambil pusing dengan itu. Karena sekarang rasa gembira yang amat sangat yang dirasakan oleh biwako.

Biwako sendiri langsung memeluk Naruto dengan sangat kencang, Naruto yang dipeluk pun tak merasa keberatan karena dikepalanya sekarang hanyalah rencana untuk memberikan yang terbaik selama dia masih ada waktu, Naruto sendiri menyadari bahwa waktu dua hari lebih beberarapa jam itu untuk memberikan yang terbaik untuk orang yang disayangi adalah hal yang sangat sulit.

Suasana sekarang sangat canggung dirasakan oleh Naruto, Obaa-chanya sekarang sedang senang karena dia baru saja siuman dari pingsannya.

"Baa-chan Naruto ingin menemui jiji, baa-chan tahu jiji kemana?"
"Naruto kalau biasanya jam segini jiji mu ada dikantor hokage"

"Arigatou baa-chan" Naruto langsung melepasakan pelukan sang baa-chan dengan perlahan.

Setelah itu Naruto langsung pergi ke kantor hokage dengan berjalan dengan sekarang dia memakai jaket berhodie warna hitam, dalam perjalanannya banyak orang yang melihatnya dengan tatapan penasaran tapi Naruto sendiri tidak ambil pusing dengan hal itu dan terus berjalan, ditengah perjalanannya perut nya lapar dan sekarang dia akan singgah untuk makan sebentar di Ichiraku Ramen.

" jii-chan ramen jumbo dengan extra narutonya 1 porsi" Naruto memesan menu nya seperti biasa.

" ha'I tunggu sebentar Naruto-kun"

Setelah beberapa menit ramen yang di tunggu Naruto akhirnya tiba juga, Naruto langsung mengambil sumpit dan mulai memakan ramennya dengan khidmat. Setelah itu Naruto mulai melanjutkan perjalanan ke kantor Hokage. Tapi ditengah jalan Naruto bertemu dengan Imouto-nya.

Kuuko sendiri yang melihat Naruto berjalan mulai melangkahkan kakinya kearah Naruto

"Nii-san apa kabar?" Kuuko bertanya dengan sedikit Nada sedih sambil menunduk

"ohh Imouto yo, Nii-san mu sekarang sedang dalam keadaan yang sangat baik" ucap Naruto dengan senyuman.

Tapi kuuko menyadari bahwa ada yang seperti disembunyikan dari dirinya dan kuuko tidak tahu apa itu.

"Nii-san mau kemana? Apakah Nii-san tidak ingin kembali kerumah?"

"Nii-san sekarang sedang menuju ke kantor Hokage ada perlu dengan Sandaime jiji. untuk kembali kerumah, kuuko pasti tahu sendiri bahwa untuk Nii-san sudah tidak ingin kembali lagi kesana" Naruto menjelaskan dengan panjang lebar.

Seketika suasana berubah menjadi canggung dengan kuuko yang tidak tahu berkata apalagi padahal dia sangat rindu dengan kakaknya, belum lagi dengan suasana dikediaman Namikaze yang sedang tidak bagus. Naruto yang melihat sang adik yang sepertinya sedang kebingungan mulai memnuka pembicaraan lagi.

"kalau kuuko mau, kuuko bisa ikut nii-san ke kantor hokage"

Setelah Naruto mengatakan hal itu wajah kuuko yang sebelumnya menunduk menjadi ceria kembali.

"benarkah Nii-san? Nii-san tidak bercanda kan?"
"kalau kuuko tidak ingin ikut dengan nii-san yah tidak apa"

"aku…aku ikut nii-san"

"kalau begitu ayo…"
perjalanan Naruto ke kantor hokage mungkin masih sekitar lima belas menit lagi untuk sampai ke kantor hokage. Selama diperjalanan kuuko banyak diceritakan lelucon-lelucon lucu oleh sang kakak, banyak dari warga konoha yang melihat keakraban anak yondaime mereka dengan orang yang dianggap asing, mulai membicarakan hal-hal yang tidak enak didengar oleh anak kecil, dank arena Naruto orangnya tidak peka akan yang namanya situasi dan suasana jadinya dia tidak ambil pusing dengan perkataan para warga konoha.

Warga yang mulai jengkel dengan Naruto mulai melakukan sesuatu yang lebih dari tadi, yaitu para warga mulai berkumpul dan siap-siap akan memukul Naruto yang dianggap orang asing yang akan berbuat tidak-tidak terhadap putri dari hokage mereka.

"hoy anak muda menjauhlah dari putri hokage" ucap seorang warga biasa yang berbadan agak kekar

"iya iya menjauhlah dari putri hokage, dasar orang asing" tambah warga yang lain yang menyerukan pendapat yang sama.

Kebanyakan dari mereka tanpa tahu apa yang terjadi sudah mulai akan melakukan yang namanya main hakim sendiri. Sedangkan Naruto sendiri yang mulai merasakan atmosfer yang mulai memanas menyuruh kuuko untuk mundur beberapa langkah karena keadaan yang sedang memanas.

Para warga yang melihat Kuuko sudah mundur mencoba mendekat ketempat kuuko untuk menarik badan kuuko agar menjauh dari orang asing tersebut. Tapi dari penglihatan Naruto yang mulai serius itu seperti para warga yang ada disekitar ingin berbuat jahat kepada sang adik, meskipun dia benci dengan keluarganya tapi adiknya yang satu ini tidak mengetahui apa-apa tentang apa yang menimpa dirinya. Sekarang Naruto merasa terdesak Dan keadaan kurang berpihak kepada Naruto dikarenakan Bokken-nya yang merupakan senjatanya tidak dia bawa hari ini. Sekarang dia Naruto sedang memikirkan ide untuk kabur dari keadaan-nya yang sekarang, 'mungkin aku bisa menerobos dengan Soyokaze step, tapi kalau mengajak Kuuko entah apa efeknya nanti' bathin Naruto agak gelisah

"tidak ada jalan lain, KALIAN MAJU HADAPI AKU" Naruto berteriak memancing kemarahan orang-orang disekitarnya.

Setelah itu semua warga yang mengurumuni Naruto mulai bergerak untuk menghajar Naruto kecil. Naruto sendiri yang pertama dia lakukan adalah berlari dengan sekuat tenaga sambil menarik tangan sang adik agar berlari mengikuti-nya dan dibelakang mereka gerombolan warga yang tengah marah menegejar

"sial kalau seperti ini aku akan tertangkap" ucap Naruto sambil terus berlari, Naruto yang melihat sebuah gang sempit dengan jalan yang akan dia lalui langsung cepat-cepat berlari kedalam gang dan menyenderkan adiknya yang tengah kelelahan didinding gang.

"Kuuko apapun yang terjadi, tetap diam disini tunggu sampai Nii-san kembali"

" hah…hah..hah baik nii-san" ucap kuuko dengan napas yang agak berat setelah berlari

Setelah berbicara sedikit dengan sang adik Naruto langsung keluar dari gang tersebut dan mulai menerjang warga yang menyerang kearahnya.

Naruto mulai menyiapkan kepalan tangan-nya untuk meninju seorang warga didepannya tapi hal itu tidak dibiarkan oleh warga yang lain, ada yang langsung mengarahkan tendangan menyilang kearah Naruto, Naruto yang sebelumnya agak lengah merasakan sakit dibagian rusuk-nya yang kena tendangan dari salah satu warga. Naruto langsung buru-buru meningkatkan instingnya ketahap tertinggi yang dia bisa, kalau tidak mau terkena serangan seperti tadi lagi. Satu persatu serangan mulai dia terima dengan baik tapi tetap saja dia harus berusa dengan keras, bisa terlihat dengan keringat yang mengucur deras dimukanya sekarang. Dilain tempat yang tidak jauh dari situ ada sosok berjubah yang memperhatikan Naruto, kalau dilihat lebih jauh lagi ada anbu Nee yang juga ikut mengintai dari tadi. Tapi kita berfokus dulu kepada sosok berjubah tersebut.

"baru ditinggalkan beberapa saat tapi sudah mendapat masalah, dasar payah" ucap sang sosok berjubah

"kalau seperti ini aku harus membantunya sedikit" tambahnya.

Setelah itu sosok berjubah itu menghilang dan muncul dibelakang Naruto, tapi tidak ada yang bisa melihat dirinya kecuali Naruto sendiri,

"Hoi bocah merepotkan, aku sarankan gunakan Soyokaze step tapi gunakan energy yang lebih"

Naruto sendiri tersentak dan kehilangan keseimbangan setelah mendengar ucapan seorang sosok berjubah yang dikenalinya, dan setelah itu para warga muali menghajar Naruto dengan membabi buta. Naruto sendiri yang dihajar mencoba menangkisnya tapi dikeranakan kekuatannya yang masih bocah, menyebabkan dia tidak kuat untuk menangkis serangan beruntun dari para warga, Naruto meringis kesakitan dengan beberapa luka diwajah nya yang mengeluarkan darah, dia merutuki sosok berjubah yang mengagetkannya tadi.

Nafas Naruto mulai tersengal-sengal, dia mulai mengambil langkah mundur dan untunglah para warga sudah mulai mengurangi intensitas serangan yang diarahkan kepadanya, Naruto melihat sekilas sosok berjubah yang berada dibelakangnya yang sedang bersedekap dada tidak perduli dengan kondisi Naruto yang sekarang, setalh itu Naruto tertawa, tertawa yang menunjukan bahwa seseorang yang tertawa seperti itu adalah seorang yang seperti menjanjikan rasa sakit.

"HAHAHAHAHAHA….., mulai dari sekarang rasakan ini"

Warga yang melihat hal itu tentu saja melangkah mundur entah karena apa, tapi merka merasa ada yang tidak beres dengan Naruto dan benar saja tubuh Naruto sekarang dibungkus dengan aura berwarna putih bercampur hijau yang sangat ganas,

"fufufu… kalian akan merasakan tingkatan baru dari tekhnik-ku berbanggalah"

"TORNADO STEP" teriak Naruto menyebutkan nama dari tekhniknya.

BLARRRRRRRRR, terdengar bunyi ledakan dari efek tekhnik Naruto.

Naruto tanpa membuang banyak waktu langsung melakukan dash kedepan disertai dengan tornado yang membungkus tubuh Naruto, tornado yang dihasilkan oleh tekhnik Naruto tidak main-main, dalam artian terkompresi dengan skala yang tinggi dash yang dilakukan Naruto sudah masuk ketahap zig-zag dan Naruto mulai mengejar satu persatu warga yang mencoa lari ketika melihat warga yang lain terkena serangan dashyat dari naruto dan naruto berhasil membunuh para warga yang tadi sempat menyerangnya. Semuanya tewas dengan badan terputus dan tercincang oleh tekhnik Naruto, dan area rumah yang berada disekitar Naruto mangalami kerusakan yang parah dengan kawah sedalam dua meter dengan Naruto sebagai pusatnya.

In other place

Diruang hokage sendiri Hiruzen dan Minato selaku sandaime dan yondaime, tengah sibuk berkutat dengan berkas-berkas hokage yang banyaknya minta ampun, kalau dilihat expresi dari sandaime seperti sedang memikirkan sesuatu dan itu membuatnya tidak fokus mengerjakan dokumen yang ada didepannya. Pikiran dari sang sandaime sendiri saat ini tengah mengingat tentang Naruto yang beberapa hari lalu sparing dengan anaknya Asuma dan menang, banyak misteri yang ingin diketahui oleh hiruzen. Tapi ketika ingin menanyakannya, Naruto sudah keburu pingsan atau lebih tepatnya tidak sadarkaqn diri sampai sekarang, Hiruzen sendiri sudah menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Naruto dan hasilnya Naruto hanya kelelahan yang amat sangat dan butuh istirahat. Itu yang dikatakan oleh dokter yang memeriksa Naruto waktu itu.

Tiba-tiba….

BLARRRRRR

Terdengar sebuah ledakan yang langsung mengagetkan hiruzen dan tentu saja minato, hiruzen dan minato langsung melihat keluar jendela yang ada digedung hokage dan melihat sebuah angin puting beliung/tornado yang berada disalah satu bagian konoha. Dan tampaknya angin itu mengakibatkan kerusakan yang lumayan parah.

"Inu, cepatlah selidiki apa yang terjadi" ucap Minato

Dan dari bayang-bayang ruang hokage terlihat Seorang Anbu ber codename Inu dengan ciri rambut berwarna silver menantang gravitasi dan masker yang menutupi mata kirinya dengan setelan khas anbu konoha.

"ha'I yondaime" setelah itu sang Anbu langsung menghilang dengan tekhnik sunshin yang meninggalkan jejak ledakan kecil dengan daun disekelilingnya.

"entah apa yang terjadi minato tapi perasaan ku tidak enak dengan hal ini" ucap hiruzen cemas entah kenapa

"aku juga merasakan sesuatu yang tidak beres, tapi biar kita serahkan hal ini kepada kakashi" jawab Minato sambil mulai duduk kembali di kursi hokage.

Setelah itu mereka berdua mulai melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda karena mereka harus bersikap professional, kita beralih ke Anbu inu yang bergerak dengan kecepatan ninja mendekati kearah sumber ledakan dan tornado yang membumbung tidak jauh dari tempatnya sekarang. Namun setelah sampai kakashi dibuat terkejut dengan bau darah dan juga potongan-potongan tubuh yang berserakan disekitar tempat itu, tapi direksi nya langsung terfokus kan dengan sosok kecil yang bisa dia kenali sebagai anak dari sang sensei yaitu Naruto, tidak mudah mengenali Naruto yang sekarang dikarenakan penampilannya yang agak berbeda dari yang biasanya. Kakashi sekarang tengah mengobservasi daerah tersebut setelah dia selesai mengobservasi, kakashi langsung mengambil kesimpulan bahwasanya yang menjadi pelaku pengrusakan dan juga pembunuhan warga sipil yang bagian tubuhnya berserakan ialah Naruto.

Sedangkan Naruto dia sekarang tengah memandang kedepan dengan napas yang tersengal-sengal setelah menggunakan tingakan selanjutnya dari soyokaze step tubuhnya mulai merasakan apa itu yang namanya kelelahan yang amat sangat dan juga jangan lupakan efek dari penggunaan dari tekhniknya yang dia gunakan sekarang yaitu memakan perlahan esensi hidupnya, jikalau dia kembali memegang Toyako Bokuto, berarti efeknya akan terasa sangat parah.

"Hah…hah…hah… mati juga kalian hahahahaha" diakhiri dengan Naruto yang tertawa dengan keras.

"Namikaze Naruto kau dinyatakan bersalah dan kau akan mendapatkan hukuman atas apa yang kau perbuat sekarang"

Naruto melihat kesekitar mendapati seorang anbu yang melihatnya dalam keadaan dipenuhi darah seperti sekarang. Jadi dia akan ditangkap kah, peduli amat dengan dunia yang sebentar lagi akan dia tinggalkan kemudian sebuah ide gila melintas diotak Naruto.

"kau boleh menangkapku, tapi sebelumnya kalahkan aku dulu heyahh"

Naruto langsung melakukan dash untuk memangkas jaraknya dengan sang anbu dan langsung melakukan tendangan dengan kaki kanan dan itu dengan mudah ditangkap oleh sang anbu, Naruto sendiri langsung melakukan spin kick dengan kaki kiri mengarah ke leher sang anbu, tapi masih butuh pengalaman yang lebih bagi Naruto untuk melukai sang anbu yang pastinya lebih berpengalaman dalam hal seperti ini (pertarungan).

Sekarang posisi Naruto sangat tidak menguntungkan dimana kedua kakinya telah ditahan oleh anbu yang melawannya, dan menurut penglihatan Naruto, sang anbu akan melakukan gerakan bantingan atau gerakan mematahkan tulang untuk menghentikan gerakannya tapi jangan meremehkan Naruto sekarang dia mulai mengalirkan energinya lagi dan terbentuklah pusaran angina yang lumayan berkonstrasi di area sekitar kakinya, dan hal itu membuat sang anbu terkena sayatan dibagian pergelangan tangan dikedua tangannya, luka sayatan tadi mulai mengeluarkan dari.

Sang anbu yang berpikir darimana anak dari sensei-nya mendapatkan kekuatan seperti ini, dan juga efeknya lumayan dahsyat kata sang anbu didalam hati.

"Kalau dibiarkan seperti kau akan melarikan diri, iyakan Naruto, jadi ijin kan aku untuk menyeretmu secara paksa dan aku akan mulai serius" ucap sang anbu

Setelah itu sang anbu mulai menurunkan masker yang menutupi mata kirinya lalu dibali topeng anbu itu muncul mata berwarna merah dengan tiga tomoe mengelinginya, yups itu adalah sharingan mata khas klan uchiha yang dimiliki sang anbu, Naruto langsung meningkatkan kewaspadaanya lebih tinggi lagi dikarenakan dia tau untuk kecepatan dan kekuatannya sekarang belumlah sebanding dengan kekuatan sang anbu apalagi Naruto sendiri tidak menyangka sang anbu memiliki mata khas dari klan uchiha, Naruto merasa harus segera meng akhiri hal ini.

Dilain sisi sang anbu langsung menyerang dengan sunshin kebelakang Naruto dan melakukan tendangan kaki kanan kearah punggung Naruto dang mengenai tepat dibagian punggung dan itu membuatnya berguling-guling dan menabrak tembok rumah dari salah seorang warga.

"cih ternyata kecepetannya meningkat lebih dari yang tadi"
"cepatlah menyerah Naruto, aku masih bisa mengampunimu disini"
"jangan harap, chikuso"

"kalau itu maumu, CHIDORI"

Sang anbu langsung melesat kearah Naruto dengan tangan kanan beraliran petir tingkat tinggi, Naruto sendiri akan menggunakan Tornade step sekali untuk melawan tekhnik chidori dari anbu didepannya.

"Torna-"

ucapan Naruto langsung terhenti dikarenakan sebuah tangan telah menancap dibagian perut sebelah kirinya.

"Uhuk-uhuk chikuso aku masih terlalu lemah untuk melawannya"ucap Naruto yang sekarang terbatuk darah.

Anbu yang menyerang Naruto sendir langsung melepaskan serangnnya dari perut Naruto, serangannya dia sengajakan untuk tidak menembus bagian tubuh dari naruto agar nanti dia bisa diinterogasi apa yang terjadi dengan hal ini, meskipun dengan menggunkan kemampuan dari klan yamanaka bagian interogasi adalah hal yang mudah dilakukan untuk mengumpulkan informasi. Mungkin kali ini kakashi aka anbu inu akan menyerahkan masalah Naruto kepada mereka.

"Dasar anak merepotkan kau Naruto" ucap kakashi yang akan mengangkat yang sekarang tengah terbaring ditanah. Setelah berhasil dibopong oleh nya kakashi langsung melakukan sunshin ketempat tim interogasi.

Dilain pihak anbu NEE suruhan Danzo mulai kembali kemarkas dan melaporkan apa yang mereka lihat hari ini. Sejak tadi Kuuko adik perempuan Naruto diam-diam menegintip apa yang dilakukan oleh kakaknya dana pa yang dia lihat adalah sebuah pembataian sadis. Meskipun awalnya sang kakak terdesak dan mengalami babak belur dimana-mana tapi dia masih bisa membalas serangan dari para warga tersebut meskipun akhir dari pertarungan sang kakak yang kalah oleh seorang Anbu berambut Abu-abu yang menyerang sang kakak dan untungnya sang kakak masih bisa selamat dari hal itu menurut pengamatan Kuuko.

Setelah itu Kuuko berlari dan berlari secepat yang dia bisa untuk melaporkan apa yang dia lihat hari ini kepada Sandaime dan juga ayahnya. Setelah sampai ke gedung hokage Kuuko langsung mengetuk pintu dengan keras dan memanggil sang ayah dengan suara yang panic.

"ayah…ayah…ayah gawat ini gawat, sangat gawat ayah"
"Kuuko silahkan masuk Nak"

"Naruto Nii-san ayah, dia diambil oleh anbu yang berambut silver"
"maksudnya diambil disini adalah apa kuuko coba ceritakan lebih rinci"

Setelah hal itu …. CUT

TBC

YOOO MINNA-SAN Reinz balik lagi dengan chapter 4 dari divine instrument. Bagi kalian yang menunggu kelanjutan dari story ini aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Di chapter ini terungkap bahwa umur Naruto sudah tidak lama lagi. Jadi mungkin sebagian dari kalian pasti sudah menebak kearah mana fic ini berjalan. Jadi untuk semuanya Bye-bye sampai ketemu dichapter 5