Disclaimer : Kuroko No Basuke milik Fujimaki Tadatoshi.
Warning :
Yaoi
AU
.
.
.
Pertama kali Akashi bertemu dengannya ketika Chihiro mengajaknya berkunjung kerumahnya untuk mengerjakan tugas sekolah.
Dia tidak tahu sejak kapan perasaan itu muncul. Yang pasti sejak pertama kali melihatnya, dia sudah mengalihkan dunia pemuda merah itu.
Seorang anak berseragam sekolah menengah pertama dengan wajah lugu yang sudah memancarkan pesona, dia memperkenalkan dirinya dengan nama Tetsuya.
Dia adalah adik Chihiro yang dua tahun lebih muda dari mereka berdua.
Sejak itu Seijuurou selalu mencari alasan ke rumah Chihiro hanya agar bisa melihatnya, dan beruntungnya, ayah dan ibu mereka menerima Seijuurou dengan penuh suka cita, bahkan menganggapnya sebagai anak kedua mereka. Perhatian keluarga Kuroko membuat Seijuurou bisa merasakan lagi kasih sayang ibunya yang sudah meninggal sejak dia kecil. Membuatnya nyaman dan betah untuk berlama-lama di tempat itu. Namun Akashi masih tahu diri untuk tidak selalu merepotkan .
Tetsuya , anak itu selalu terlihat ceria, matanya selalu bersinar saat bercerita. Dia akan bergabung dengan Seijuurou dan Chihiro jika dia ke rumah mereka untuk mengerjakan tugas sekolah ataupun hanya bermain games .
Chihiro kadang merasa terganggu dengan kehadiran adiknya itu, dan mereka akan berdebat dan tidak akan berhenti sebelum Seijuurou buka suara. Dan entah mengapa Tetsuya lebih mendengar ucapan Seijuurou dari pada kakaknya sendiri. Mungkin pembawaannya yang tenang dan berwibawa membuat Tetsuya lebih percaya pada pemilik Surai merah .
Bertahun-tahun mengenal Tetsuya dari SMP hingga bekerja membuat rasa yang tumbuh dalam hati kepadanya makin lama makin besar. Namun dia belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya . Hubungan mereka yang selama ini bagaikan adik dan kakak terlanjur membuatnya merasa nyaman. Dan Seijuurou tidak ingin merusak hubungan itu dengan rasa suka yang awalnya dia kira hanya cinta monyet.
Karena itu dia mengalihkan perhatiannya pada teman-teman perempuannya di sekolah, mencoba menjalin hubungan dengan gadis cantik maupun pemuda manis , yang sayangnya tidak pernah bertahan lama. Tidak ada rasa untuk mereka sedikitpun, karena hati sang Akashi muda sudah tertambat pada pemuda yang dia anggap sebagai adik kecilnya .
Chihiro yang mengetahui perasaan Seijuurou pada Tetsuya selalu memberi saran bahkan kadang sedikit mendesak untuk mengungkapkan perasaannya pada Tetsuya.
"Jangan sampai kau menyesal kalau Tetsuya jatuh ke pelukan orang lain lain. Tetsuya itu banyak yang menyukainya, banyak yang mengantri untuk jadi kekasihnya !" kata Chihiro memprovokassi .
Karena pertimbangan itu pula Seijuurou dan Chihiro selalu menjegal siapa saja yang berusaha mendekati Tetsuya. Mereka selalu memaksa Tetsuya mengenalkan terlebih dahulu orang yang sedang dekat dengannya, yang tentu saja ujung-ujungnya tidak pernah ada yang lolos seleksi. Tidak akan mereka biarkan para kutu pengganggu menyentuh Tetsuya walaupun hanya seujung kuku.
Walau begitu selama masa SMA dan kuliah, Tetsuya memang jarang dekat dengan seseorang . Mungkin dia jengkel karena calon pacarnya tidak pernah ada yang lolos seleksi kedua kakaknya
Tak bisa dipungkiri hal itu membuat Seijuurou sedikit lega. Dengan begitu Tetsuya akan aman dari segala jenis gangguan .
Namun sepertinya hal itu tidak berlangsung lama.
Sejak saat percakapan terakhir setelah makan malam. Tetsuya mulai berbicara tentang pasangan. Dan keinginannya untuk ingin membangun rumah tangga . Hal itu tentu membuatnya penasaran, biasanya Tetsuya terlihat tidak peduli dengan pernikahan .
"Kau berbicara seolah sudah punya pacar saja."
"Kalau sudah ada yang cocok kenapa tidak ?"
Seijuurou yang sedang santai sambil menikmati teh buatan ibu Tetsuya tiba-tiba tersedak karena terkejut .
"Uhuk..uhuk.."
"Sei-nii tidak apa - apa ?"
Tanya Tetsuya sambil menepuk-nepuk punggungnya .
Kenapa Tetsuya tiba-tiba berkata seperti itu ? Apakah itu artinya Tetsuya saat ini telah memiliki pacar ?
"Seperti apa orang itu ?" Tanyanya setalah merasa baikan. Mencoba menutupi rasa terkejutnya.
"Dia orang yang tampan, baik dan sangat menyayangiku."
Mata Akashi membola , jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat cepat .Tetsuya jarang memuji seseorang apalagi sampai menyebutnya tampan. Orang seperti apa yang mampu mencuri perhatian Tetsuya hingga sebegitunya ?. Marah, kesal , ingin melenyapkan semua perasaan itu berkumpul di hatinya. Suatu perasaan yang timbul akibat rasa cemburu.
"Tetsuya , apapun yang terjadi kau harus mengenalkannya pada Kami ."
Seijuurou berkata serius. Namun Tetsuya hanya diam seperti memikirkan sesuatu.
Bisa jadi sedang mempertimbangkanbanyak hal, jika mengingat kebiasaan mereka yang selalu berhasil membuat calon pacar Tetsuya pergi, mungkin saja Tetsuya membuat rencana yang matang agar pacarnya kali ini bisa di terima keluarga .
Sejak pulang kerumah Seijuurou merasa gelisah, tak bisa tidur , makanpun tak berselera. Pikirannya selalu tertuju pada Tetsuya.
Bagaimana jika Tetsuya benar-benar akan menikah ?
Apakah dia sudah terlambat ?
Sanggupkah dia hanya duduk di bangku kursi tamu dan menyaksikan Tetsuya menikah dengan orang lain ?
Seakan Dewi Fortuna belum ingin berpihak Akashi, sialnya dua hari kemudian dia harus pergi ke Eropa untuk urusan pekerjaan. Dan dia tidak sempat mencari tahu identitas orang itu karena kesibukan yang tanpa henti.
Jika bukan karena anak tunggal dan tanggung jawabnyaa sebagai penerus ayahnya, dia lebih memilih menyisihkan waktu mencari tahu siapa laki-laki yang disukai Tetsuya. Dia merasa harus menyingkirkannya secepat mungkin sebelum terlambat .
Selama berada di benua biru, setiap hari pikiran Seijuurou selalu tertuju pada 'adik' biru muda tercintanya. Meski biasanya dia juga selalu memikirkan Tetsuya namun kali ini perasaannya berbeda. Dia merasa tidak tenang karena saat ini ada seseorang yang mengambil perhatian Tetsuya. Dia mulai memikirkan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada Tetsuya dan orang yang di sinyalir pacarnya.
Meski begitu, Akashi menepis segala pemikirannya. Meskipun jika benar dia telah memiliki calon kekasih, Dia percaya Tetsuya akan menjaga dirinya . Tapi itu tidak menjamin jika mereka tidak berpegangan tangan atau bahkan berciuman ?
Akashi berteriak dalam imajinernya.
'Itu tidak boleh Terjadi.'
Sejujurnya dia juga Frustasi, dia sangat merindukan Tetsuya. Dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke Jepang.
Saat berada di Paris, ketika dia sedang berjalan melewati kawasan pertokoan mewah, Tanpa sengaja dia melihat sebuah benda begitu menarik perhatiannya. Benda itu tak lain adalah sebuah cincin bertahtakan batu saphire warna biru dan lapisi berlian di sekelilingnya.
'Berlian untuk cinta abadi dan Sapphire untuk komitmen'
Menggambarkan perasaannya saat ini yang ingin dia sampaikan kepada Tetsuya. Ukuran batunya memang tidak sebesar milik mendiang Lady Diana, namun tetap memancarkan kesan mewah dan elegan seperti cincin berlian pada umumnya. Bahkan itu mungkin akan sesuai dengan selera Tetsuya yang tidak suka terlihat mencolok. Akashi membayangkan betapa indahnya jika benda itu bisa melingkar di jari manis Tetsuya.
.
.
Ketika waktu kunjungan kerjanya selesai Akashi tak membuang waktu lagi untuk langsung kembali ke Jepang , bahkan setelah mendarat pun tempat yang dia tuju adalah rumah Tetsuya .
Namun saat dia sampai di tempat itu Akashi harus mau bersabar menunggu karena Tetsuya belum pulang dari mengajar. Ibu Tetsuya menyuruhnya menunggu sekalian beristirahat karena Akashi belum sempat pulang kerumah . Tapi tak lama kemudian dia mendengar suara mobil yang berhenti di rumah Tetsuya , Akashi memutuskan untuk melihat keluar dan dia sempat melihat Tetsuya diantar pulang oleh orang misterius karena orang itu tidak turun dari mobil dan langsung pergi. Tapi dia tahu jika itu seorang laki-laki.
"Tetsuya ?"
Akashi memutuskan untuk menghampiri Tetsuya .
"Sei-nii sudah pulang ?"
Tetsuya tampak sedikit terkejut melihat keberadaan Akashi di rumahnya.
"Apa tadi kau diantar seseorang ?"
"Iya."
"Siapa dia ? Pacarmu ?"
Akashi tidak dapat mengendalikan nada bicaranya yang terdengar sinis.
Tetsuya menatap Akashi. Dengan wajah Tanpa ekspresi seperti itu sulit baginya untuk menebak pikiran anak itu .
"Itu rahasia."
Akashi tersentak. Selama ini anak itu tidak pernah memiliki rahasia dengannya, baru kali ini dia tidak mau Akashi tahu tentang sesuatu. Yang lebih menjengkelkan adalah ini tentang hal yang menurutnya sangat penting.
Tetsuya mengatakannya dengan ringan dengan tampang tanpa dosa. Lalu berbalik begitu saja dan masuk kedalam rumah.
Akashi mengikuti Tetsuya dan memutuskan untuk bertanya pada ibunya karena tidak mendapat jawaban memuaskan .
"Bibi, apa Tetsuya sudah punya pacar ?"
"Entahlah , Tet-chan belum mau bilang , padahal sudah sering diantar pulang."
"Dia baru mengantarku tiga kali Kaa-san ." Protes Tetsuya .
"Tiga kali ? Jadi selama aku tidak ada kau pergi dengan orang lain !?"
Tanpa sadar dia mengucapkan kalimat seperti seorang kekasih yang di selingkuhi .
"Memang Sei-nii Siapa seenaknya mengaturku ?"
Perkataan itu memukulnya telak. Dia tersentak.
Benar, selama ini dia hanyalah seorang kakak bagi Tetsuya. Seorang kakak seharusnya bahagia jika akhirnya adiknya memiliki seorang kekasih.
Inginnya dia ingin mengatakan
'Aku kekasihmu , dan kau milikku. Kau hanya boleh pergi bersamaku.'
Namun dia belum mampu memberitahunya. Akhirnya dia hanya bisa kembali mengatakan tentang hubungan mereka sebagai kakak dan adik.
"Aku ini juga Kakakmu, Tetsuya kau juga tanggung jawabku."
"Dia orang yang baik kok Sei-kun. Dia sangat ramah dan juga tampan."
Bahkan ibunya juga ikut memuji pria asing itu, sebegitu Baikkah kesan yang dia berikan ?.
Untuk pertama kalinya Akashi seperti mendapatkan serangan bertubi-tubi.
"Pokoknya kau harus memperkenalkannya pada Kami, Tetsuya. " Tidak menyerah dia tetap memaksa Tetsuya untuk membawa orang itu kehadapannya. Dengan harapan dia bisa memberi pelajaran karena telah berani mendekati Tetsuya .
"Sei-nii Berisik ."
Tetsuya tetap tidak mau bercerita , meski Akashi sudah mendesaknya, bahkan sampai menghentikan pembicaraan dan pergi ke kamarnya.
"Hey Tetsuya, kita belum selesai bicara."
Seijuurou yang masih belum ingin menyerah dengan nekat mengikutinya sampai masuk kamarnya saat Tetsuya sedang mandi, dan sempat melihatnya yang keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah perutnya.
Degup jantungnya menggila melihat pemandangan indah itu, dia hanya bisa menatapnya tanpa berkedip.
Waktu seakan berhenti, bagaiman kulit putih itu terekspose dengan jelas , lalu bagaimana dua titik berwarna merah muda yang berada di bagian dada itu seolah menggodanya untuk menyentuhnya, Dengan susah payah Seijuurou menelan ludahnya , hingga suara dering ponsel menyadarkan mereka berdua yang sama-sama terpaku.
Tetsuya yang pipinya merona merah buru-buru masuk lagi ke kamar mandi.
"Sei-nii sedang apa di kamarku ?!" serunya dari balik pintu.
"Maaf Tetsuya, ini karena kau membuatku sangat penasaran. Aku tunggu di luar."
Sambil menormalkan degup jantungnya karena pemandangan tak terduga tadi, Seijuurou keluar dari kamar Tetsuya sebelum terjadi hal yang dia inginkan.
.
.
Mendengar Tetsuya dekat dengan pria lain membuat Akashi merasa terancam. Peringatan Chihiro jika Tetsuya bisa saja jatuh cinta pada pria lain benar-benar akan menjadi kenyataan .
Karena itu dia nekat mengikuti Tetsuya ketika mendengar dari ibunya jika makan malam bersama teman prianya.
Dan benar saja, saat itu dia melihat Tetsuya tengah duduk berdua dengan seorang pria . Mau tak mau dia harus mengakui jika pria itu memiliki penampilan yang menarik.
Meski tidak pernah mengikuti berita hiburan tapi wajah itu cukup sering dia lihat entah di sampul majalah atau papan iklan .
Mereka berada dalam suasana makan malam romantis. Interaksi yang tercipta terlihat hangat dan intim. Mereka berdua terlihat serasi dan bahagia.
Ketika model pria itu mengatakan sesuatu dan tersenyum, membuat Tetsuya menatapnya terpana. Bahkan Akashi saja tidak pernah ditatap seperti itu .
'Kenapa dia menatap seperti itu ? Jangan bilang jika dia telah jatuh cinta pada model kuning itu .' Batin Akashi bertanya.
Tak tahan dengan adegan yang dia saksikan Akashi memutuskan menghampiri meja mereka berdua.
"Tetsuya."
Seijuurou memanggilnya namun Tetsuya tak merespon dan malah sibuk memandangi wajah Kise.
Jujur saja itu membuat Akashi Cemburu.
"Hey Tetsuya ." Suaranya kali ini lebih keras , bahkan sampai menyentuh bahunya agar Tetsuya menyadarinya .
Dan Tetsuya terlihat terkejut ketika Seijuurou menyapanya.
"Sei-nii sedang apa di sini ?"
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu ?"
Akashi berusaha menahan diri agar tidak melepaskan emosi akibat cemburu . Dia tidak mau citranya menjadi buruk untuk Tetsuya dan berakhir Tetsuya semakin menjauh darinya.
"Aku sedang bersama temanku , perkenalkan dia Kise-kun."
"Kise-kun ini-"
Tetsuya ingin memperkenalkan Kise padanya . Namun belum selesai mengucapkan kalimatnya Akashi lebih dulu menyela.
"Akashi Seijuurou ." Ucapnya penuh penekanan . Dia ingin menegaskan bahwa dia bukanlah orang sembarangan , semua orang tahu siapa itu Akashi, dia ingin si kuning itu juga menyadarinya . Tak peduli jika dia artis atau model atau apapun itu tidak akan berpengaruh untuk Seijuurou.
Tanpa membuang waktu Akashi mendesak untuk menunggunya dan mengantarnya pulang.
"Aku akan menunggumu ."
"Aku akan pulang bersama Kise -kun."
Akashi merasakan hatinya semakin Terbakar .
"Aku akan mengantar Kurokochi pulang. Karena aku yang mengajaknya. "
Jika dia tidak mengingat status dan keadaan dia pasti sudah mengacak-acak wajah Kise supaya dia tidak bisa menjadi model lagi. Untung saja pengendalian dirinya cukup bagus.
"Tidak perlu, Tetsuya adalah tanggung jawabku. "
Lalu pandangannya menuju Tetsuya. "Dan kau Tetsuya aku akan menelpon ibumu setelah ini. Aku tunggu di mobil ."
Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan tempat Tetsuya dia tak mau kehilangan kontrol emosinya jika terus disini .
Akashi tahu, Kise terlihat tidak suka karena makan malam mereka diganggu, tapi Akashi tidak perduli. Dia tidak akan membiarkan lagi Tetsuya berlama-lama dengan pria manapun.
.
Di dalam mobil Akashi memberikan kalimat -kalimat konfrontasi dengan tujuan membuat Tetsuya berubah pikiran tentang Kise.
"Wajahnya memang terlihat baik, tapi aku tidak bisa percaya padanya ."
"Bagaimana jika dia punya niat jahat padamu ?"
"Kau akan membuat-ku Kami semua khawatir."
"Sebenarnya Sei-nii kakakku atau ayahku ? "
'inginnya jadi suamimu.'
"Ini demi kebaikanmu."
"Kebaikan apanya ? Aku hanya pergi merayakan ulang tahun Kise-kun."
'Tapi bagiku kalian seperti merayakan hubungan cinta '
"Kau pergi kencan dengan pria malam-malam di hotel tentu saja sangat menghawatirkan ."
"Astaga Sei-nii ! Kami hanya makan malam di Restoran yang ada di dalam hotel. Dan lagipula itu hotel milik keluargamu."
'itulah yang membuatku semakin khawatir bagaimana jika kalian berakhir berdua di kamar hotel ?'
Seijuurou bisa bunuh diri jika hal itu benar-benar terjadi.
"Justru aku bersyukur kalian makan malam di Restoran milikku, membuatku bisa langsung mengamankanmu dari pria yang tidak jelas seperti dia."
"Dia itu jelas Sei-nii , dia Kise Ryota-kun artis terkenal semua orang tahu siapa dia dan keluarganya."
"Hoo, jadi karena dia artis kau mau pergi bersamanya. Kau tidak tahu saja artis itu sering gonta-ganti pasangan." Ucap Akashi sok tahu. Meskipun tidak semuanya seperti itu. Tapi tidak tahu kenapa kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya . Yang jelas dia harus merubah kesan Kise di mata Tetsuya.
"Sei-nii, aku sudah mengenal Kise-kun jauh sebelum dia menjadi seperti sekarang ini, dan aku yakin Kise-kun adalah orang yang baik."
'Aku jauh lebih lama mengenalmu. Hanya aku yang bisa memahamimu. Tidakkah kau mengerti itu ?'
"Sepertinya dia sudah begitu mempengaruhimu Tetsuya."
Tetsuya menghela nafas panjang. "Apa salahnya mencoba saling mengenal ? Lagipula aku tidak mungkin selamanya sendirian. Sudah waktunya aku harus mencari pasangan yang serius."
"Sebegitu inginnya kah kau pada pernikahan ? "
"Tidak juga, tapi jika sudah ada yang cocok kenapa tidak ada salahnya kan ? Dan aku merasa Kise-kun adalah orang yang baik untukku. Aku tidak mau mengambil resiko jika telat menikah. Atau Sei-nii mau menawarkan diri menjadi Suamiku ? "
Jujur saja perkataan itu membuat Akashi kaget. Dia tidak menyangka Tetsuya yang biasanya tenang dan polos akan mengatakan hal seperti itu.
Apakah ini maksudnya Tetsuya juga memiliki perasaan untuknya ?
Bolehkah dia berharap ?
"Kalau itu maumu aku tidak akan menolak."
"Sei-nii ?"
"Hm ?"
"Tidak, lupakan ."
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Tetsuya tak mengeluarkan suara lagi dan Akashi ? Dia masih sibuk menyetir, memikirkan perkataan Tetsuya tadi apakah itu hanya perkataan spontan atau memang gambaran dari perasaan terdalam Tetsuya ?
Sudah cukup dia bersembunyi dari sikap pengecut nya.
Akhirnya setelah mempertimbangkan segala kemungkinan baik dan buruk Akashi memutuskan untuk langsung meminta ijin pada keluarga Tetsuya agar bisa meminangnya .
.
.
Begitu sampai dirumah Tetsuya dia langsung menemui kedua orang tua Tetsuya yang saat itu sedang bersantai di ruang keluarga . Ada juga Chihiro yang baru pulang dari kunjungan kerjanya .
"Paman, Bibi, dan Chihiro, izinkan aku menikahi Tetsuya. "
Akashi berlutut , bukan berlutut lagi karena kepalanya telah menyentuh lantai . Menunjukkan keinginannya yang begitu serius .
Sikapnya yang tiba-tiba ini tentu membuat semua anggota keluarga Terkejut.
Dia bahkan bisa melihat Tetsuya terkejut menatapnya tak percaya dengan bola mata membesar.
Tapi dia tidak menghiraukannya, fokusnya saat ini pada kedua orangtua Tetsuya dan Chihiro untuk mendapat restu mereka.
"Apa kau Serius ?" tanya ayah Tetsuya yang meski sempat kaget mendengar ucapan yang tiba-tiba seperti tadi tapi tetap terlihat tenang.
"Iya, Paman , akusangat serius. Aku ingin menikah dengan Tetsuya, kalau bisa jangan terlalu lama. " jawabnya mantap.
"Akhirnya kau punya nyali juga . Kukira kau akan diam saja sampai Tetsuya menikah dengan orang lain," ucap Chihiro dengan senyum menyeringai yang menyebalkan di mata Akashi .
"Jika itu Sei-kun ibu setuju lagipula Sei-kun sudah kami anggap seperti anak kami sendiri." Nyonya Kuroko menyampaikan restunya dengan senyum tulusnya, membuat Akashi lega sekali melihatnya.
"Terimakasih bibi."
"Tapi tetap saja , keputusan akhirnya kami serahkan pada Tetsuya."
Akashi lalu berpaling pada Tetsuya yang masih melongo menatapnya. Sambil menatap lekat matanya Akashi mendekati seseorang yang sudah lama dia cintai . Tetsuya terlihat salah tingkah dan belum reda dari keterkejutannya.
"Tetsuya , aku sudah menyukaimu sejak pertama kali Chihiro memperkenalkanmu. Aku takut jika perasaanku akan merusak hubungan pertemanan kami juga dengan Paman dan bibi, tapi rasanya aku tidak sanggup jika harus merelakanmu menikah dengan orang lain. Maafkan sikap pengecut ku. Dan aku mohon kau mau menikah denganku."
Tetsuya terlihat berkaca-kaca mendengar ucapan Akashi, tapi dia bisa melihat ada sinar bahagia di matanya yang sudah dipenuhi airmata. Dan ketika orang di hadapannya itu mengangguk, rasa lega dan bahagia membuncah di hatinya.
Dengan cincin bermata shappire yang di belinya di Paris kini melekat pas di jari manis Tetsuya . Bagaimana Seijuurou bisa tahu ukuran jari Tetsuya ? Ini karena dia pernah diam-diam menggenggam Tangan Tetsuya ketika tidak sengaja dia menemukannya tertidur di ruang Televisi.
Tanpa menunggu lama lagi Akashi dan Tetsuya segera mempersiapkan pernikahan. Setelah Akashi melamarnya malam itu. Keesokan harinya dia membawa Tetsuya untuk meminta restu pada Ayahnya dan tentu saja Ayah Akashi langsung memberikan restu karena dia juga telah lama mengenal Tetsuya dan keluarganya .
Tetsuya sempat protes karena waktu persiapan yang singkat hanya satu bulan dan terkesan mendadak.
"Sei-nii apa ini tidak terlalu cepat ?"
Tanya Tetsuya saat mereka sedang memeriksa dekorasi ruangan tempat acara pernikahan mereka diadakan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu ? "
"Nanti orang-orang pikir aku sudah hamil duluan karena mendadak menikah!" keluhnya dengan muka merengut yang membuat Akashi tidak tahan untuk menggodanya.
"Kau memang akan hamil ."
"Sei-nii apa-apaan ?! " Tetsuya melotot mendengar ucapan Akashi , tapi bisa dilihat pipinya bersemu merah. Akashi pun tidak tahan untuk merengkuhnya.
END
Hehe Gabut lagi.
Alur kecepatan ? Diksi kurang indah ? Cerita gaje ?
Maafken saya yang masih labil dalam menulis.
Kebetulan inspirasi Akashi Side ini tiba-tiba lewat pas dengerin lagu FT island yang judulnya sama kaya diatas XD karena itu saya jadikan lagunya sebagai soundtrack ff ini secara keseluruhan wakakakkk
Saya klo ada ide dan kalau gk Mager :'v bisa bikin sequel tapi kalau gk ada ide ya biarin aja dulu . Yang penting saya gak bikin sebagai MC XP
Pengalaman dari fic sebelumnya dan dari author lain ketika sudah dibikinin sequel yang minta sequel pada gk nongol XP
Makanya saya gk maksa buat sekuel, sedapatnya idenya aja . XD
Ya sudah Terima kasih dan sampai jumpa. :D
PS :
Ada epilognya setelah ini XD /
