Ikigai

(n.) a reason for being the thing that gets you up in the morning.

.

.

.

.

.

Pernah terpikirkan apa yang menjadi alasanmu bangun setiap pagi setiap harinya? Alasan itu bisa jadi adalah seseorang, sebuah mimpi, atau sesuatu hal yang lain. Dalam hal ini, Min Yoongi mempunyai seseorang yang menjadi alasannya bangun setiap pagi.

.

.

.

.

.

KRINGGGG

Yoongi mengerjap-ngerjapkan matanya. Tangannya terangkat untuk meraih jam weker yang berada di nakas sebelah mejanya. Merasa menemukan apa yang dicari, dirinya segera mematikan jam weker tersebut.

"Hoaamm..."

Yoongi menguap lebar, dirinya perlahan bangun dari posisi tidurnya menjadi posisi duduk. Ia kemudian mengangkat tangannya, meregangkan otot-ototnya yang kaku.

Usai melakukan sedikit peregangan dengan otot-ototnya, pemuda bermarga Min itu kemudian mencari ponselnya. Dirinya kemudian membuka ponselnya dan menemukan 6 pesan yang belum dibaca dari Kim Namjoon, kekasihnya.

Namjoonie

Hyung, selamat pagi!

Namjoonie

Hyung jangan lupa dengan janji kita hari ini ya!

Namjoonie

Hyung kau sudah bangun kan?

Namjoonie

Hyung?

Namjoonie

Hyunggggg!

Sudut bibir Yoongi terangkat setelah membaca pesan Namjoon. Sudah lewat 10 menit dari pesan terakhir Namjoon. Dirinya buru-buru mengetik balasan until pria itu.

Yoongi

Ne.

Yoongi

Aku baru bangun.

Merasa sudah cukup, Yoongi akhirnya menutup ponselnya dan bergerak bangkit berdiri. Baru akan meletakkan ponselnya di atas nakas, ponselnya kembali bergetar. Akhirnya ia membuka kembali ponselnya.

Namjoonie

Kebiasaan. Pasti kau tidur larut lagi semalam, iya kan hyung?

Namjoonie

Ya sudah, sana siap-siap.

Namjoonie

Jangan sampai terlambat.

Yoongi

Ne, Joon-ah.

Meletakkan ponselnya ke atas nakas, Yoongi kemudian masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan diri.

.

.

.

.

.

Yoongi berjalan masuk menuju coffee shop tempat dia membuat janji dengan Namjoon. Dirinya mencari keberadaan pemuda itu. Pemuda Kim itu bilang, dia sudah sampai di tempat tersebut. Kurang lebih 5 menit yang lalu.

Setelah menengok ke kanan dan ke kiri, akhirnya Yoongi menangkap keberadaan Namjoon di meja dekat jendela. Dia kemudian berjalan menghampiri pemuda tersebut.

"Hei," sapa Yoongi sambil menarik kursi di depan Namjoon.

"Hyung! Kau terlambat!"

"Hanya lima menit," balas Yoongi acuh.

"Ya! Tapi tetap saja kau membuatku menunggu!"

Yoongi mengabaikan perkataan pacarnya itu, Yoongi malah balik bertanya kepada Namjoon.

"Sudah memesan?"

Namjoon mendengus, "Sudah. Aku juga sudah pesankan americano untukmu," jawab Namjoon.

"Bagus."

"Aku juga sudah memesankan roti untukmu hyung. Kau pasti belum sarapan," ujar Namjoon sekali lagi.

Yoongi tersenyum mendengarnya, "Ne, terima kasih banyak Joon-ah."

.

.

.

.

.

Sesuai janji, Yoongi hari ini menemani Namjoon untuk mengadopsi seekor anjing. Kekasihnya itu sudah lama ingin mempunyai seekor anjing. Namun, karena dirinya yang penuh kecerobohan, akhirnya niatnya itu selalu ia urungkan. Tapi, saat ini Namjoon sudah siap untuk mempunyai seekor, dirinya sudah merasa terlalu kesepian di rumah.

"Padahal kalau kau kesepian, kau bisa bilang kepadaku," celetuk Yoongi saat mereka masuk ke dalam salah satu pet shop langganan Yoongi. Ya, Yoongi memang sudah mempunyai hewan peliharaan. Seekor anjing yang ia beri nama Holly.

"Memangnya kenapa hyung?" tanya Namjoon serius.

"Tentu saja biar aku bisa menemanimu," ucap Yoongi sambil menatap Namjoon.

Mendengar perkataan Yoongi yang secara implisit menggodanya, rona merah mulai menjalar di wajah Namjoon.

"Dasar hyung," ucap Namjoon sambil memalingkan mukanya dari Yoongi.

Yoongi terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu.

.

.

.

.

.

"Ah! Lucunya!"

Ucap Namjoon sambil menunjuk salah satu anjing jenis akita inu. Anjing berbulu putih itu semakin mendekat ke arah Namjoon. Membiarkan Namjoon mengelus bulu-bulu halus miliknya. Melihat tingkah anjing itu, senyum lebar tercetak di wajah Namjoon, membuat lesung pipitnya terlihat dengan jelas.

Yoongi yang berdiri di samping Namjoon melihat lesung pipit milik pacarnya itu. Mau tak mau, bibirnya ikut terangkat melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Namjoon.

.

.

.

.

.

"Kau akan memberinya nama apa, Joon?"

Namjoon tampak berpikir sejenak. Dirinya belum benar-benar memikirkan akan memberi nama anjing itu apa. Dirinya terlalu bersemangat untuk mengadopsi satu, sampai-sampai lupa untuk menyiapkan nama bagi teman barunya itu.

"Um, apa ya hyung?"

Bukannya menjawab, Namjoon malah balik bertanya. Membuat Yoongi terkekeh.

"Pasti kau belum menyiapkannya bukan?" tanya Yoongi setelah ia menyudahi kekehannya.

Namjoon ikut tertawa dan menggaruk lengan tangannya yang tidak gatal. Kebiasaannya saat nervous ataupun sesaat setelah ia bersikap ceroboh.

Melihat tingkah kekasihnya itu, Yoongi semakin terkekeh.

.

.

.

.

.

Namjoonie

Hyung, sudah sampai rumah?

Yoongi

Ne. Baru saja.

Namjoonie

Sudah malam, hyung lebih baik segera mandi.

Namjoonie

Setelah itu segera pergi tidur.

Namjoonie

Jangan tidur malam-malam.

Yoongi tersenyum membaca pesan dari Namjoon. Ibu jarinya langsung bergerak lincah membalas pesan tersebut.

Yoongi

Ne.

Yoongi

Kau juga.

Namjoonie

Aku akan menunggu sampai hyung selesai mandi.

Namjoonie

Sudah jangan balas pesanku dulu, sana cepat mandi.

Yoongi kembali terkekeh. Bagaimana bisa dia seberuntung ini mendapatkan pria sebaik Namjoon?

Yoongi

Ne, Joonie-yah.

.

.

.

.

.

Yoongi sekarang sudah berbaring di ranjangnya yang empuk. Di tangannya, ia memegang ponselnya. Dirinya melirik jam di ponselnya. Sudah hampir pukul 12 malam sekarang.

Yoongi

Apa kau sudah tidur?

Namjoonie

Hyung sudah selesai mandi?

Yoongi

Hmm.

Namjoonie

Bagus.

Namjoonie

Sekarang lebih baik hyung tidur.

Yoongi

Tidak ada ucapan selamat tidur?

Namjoonie

Selamat malam hyung.

Namjoonie

Mimpi indah :)

Namjoonie

Saranghae :)

Yoongi tersenyum membacanya.

Yoongi

Nado saranghae.

.

.

.

.

.

Ada banyak alasan bagi diri kita untuk bangun di pagi hari dan memulai kegiatan kita. Bagi Yoongi, Kim Namjoon adalah alasannya bangun setiap pagi. Mengapa demikian? Karena ia ingin melihat pesan selamat pagi dari Namjoon, senyuman Namjoon, lesung pipit Namjoon, mendengar tawa Namjoon, melihat tingkah gugup Namjoon, juga melihat pesan selamat malam dari Namjoon. Ah, juga tak lupa, untuk membalas ucapan 'saranghae' dari Namjoon.

.

.

.

.

.

Jadi, apa alasanmu bangun setiap pagi?

.

.

.

.