"Sasuke aku akan ke Tokyo saat ini juga" Ujar Itachi begitu Sasuke menelepon dan menceritakan semua termasuk tentang Hyuga Neji.
"Hubungi lelaki berambut pelangi itu, minta mereka melindungi Hinata di sekolah"
"Hn. Baik Aniki"
Hinata is Mine!
Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Fujimaki Tadatoshi
Rate : T
Pairing : GoMxHinata
Happy Reading~
Saat ini pukul 7, Akashi sedang sarapan.
Kemarin setelah menangkap Hidan, para Kisedai langsung membawanya kehadapan Sasuke. Dan mereka diminta datang lagi hari ini.
Namun ketenangan Akashi terganggu saat banyak suara langkah kaki mendekat ke arahnya. Itu pasti kawan kawannya.
"Yo Akashi!" Aomine yang pertama menyapa
"Tumben tidak terlambat Daiki" Respon Akashi yang dibalas cengiran lelaki tan itu
"Ohayou, nanodayo" Akashi menatap Midorima menyeluruh
"Mana lucky itemmu?" Tanya Akashi saat tak melihat apapun dalam genggaman Midorima
"Sepatu boot, nanodayo" Jawab Midorima
Oh yang benar saja, bukankan sekarang masih musim panas?
"Aka-chin makan apa? Sepertinya enak~" Murasakibara menatap penuh minat meja makan
"Dan Ryouta, kenapa penampilanmu begitu? Kau sakit?"
Akashi heran melihat gaya Kise. Ia memakai jaket. Di musim panas. Sepatu boot Midorima sepertinya lebih masuk akal.
"Aku sehat Akashicchi. Ini penyamaran ssu!" Jawab sang model yang takut diserang fansnya
"Sebelum kau bertanya mana aku, aku disini Akashi-kun" Kuroko bicara lebih dahulu
Akashi mengangguk dan membenarkan pernyataan Kuroko.
"Sarapanku juga selesai. Kau makan dulu atau kerumah Hinata?" Tanya Akashi pada Murasakibara
"Makannya nanti saja, kita kerumah Hinata-chin dulu"
Semua takjub melihat Murasakibara menolak makanan demi Hinata.
"Aku ingin makan di rumah Hinata-chin saja" Lanjut sang titan ungu
Ternyata Murasakibara tetaplah Murasakibara.
*
Ting tong
Bel kediaman Uchiha berbunyi, seorang maid membukakan pintu.
"Silahkan Tuan, ada sudah ditunggu Uchiha-sama"
Mereka mengangguk dan masuk, begitu sampai diruang tengah mereka disuguhi pemandangan menakjubkan.
Hinata mengikat rambutnya rendah, menutupi leher belakangnya namun hal itu menunjukan betapa pas nya sebuah poni dalam membingkai wajah sang Uchiha.
Belum lagi setelannya yang mengenakan T-shirt bergambar dan celana pendek selutut.
Ini pertama kalinya mereka melihat Hinata dalam setelan bebas, Dan... Ini menakjubkan.
Uchiha Hinata, kau berhasil membuat mereka jatuh lebih dalam pada pesonamu.
"Apa aku perlu menusuk mata kalian agar berhenti menatap adikku dengan pandangan mendamba seperti itu?"
Suara sinis dari belakang, menyadarkan mereka yang menatap Hinata kagum.
Dan begitu berbalik mereka mendapati Sasuke tengah menatap mereka tajam sambil menyilangkan tangan di dada.
"Sapa dulu Hinata, lalu ikuti aku"
Mereka menangguk. Terutama Kise. Sangat antusias.
"Hinatacchi~" Panggil Kise dengan nada manja. Membuat Aomine memutar matanya bosan
"Eh? Kise-san?!" Respon Hinata kaget dengan kehadiran para makhluk pelangi
"Ohayou, nanodayo. Apa kabar? Bu-bukan berarti aku peduli, nanodayo" Midorima membenarkan kacamatanya yang tak bergerak sedikitpun
"Ohayou Midorima-san, aku baik" Jawab Hinata mengabaikan kalimat sesudah apa kabar
"Yo, Hinata!"
"Yo, Aomine-san" Balas Hinata membuat Aomine salah tingkah
"Lukamu tak parahkan?" Tanya sang bayangan
"Tidak kok, tapi memang harus istirahat beberapa hari"
"Kau tenang saja, aku bersedia mengantar pr dan mengajarimu sesudah pulang sekolah" Tawar Akashi membuat yang lain iri
"Arigatou Akashi-kun, Tapi itu akan merepotkanmu, lagi pula Nii-san bilang dia akan mengajari" Jawab Jinata
"Are~ Hinata-chin, kenapa memanggil Aka-chin suffiks nya berbeda?" Murasakibara protes, yang diiyakan yang lain
"Kalian tak keberatan kupanggil dengan suffiks -kun?" Tanya Hinata, takut dianggap sok akrab
"Tidak" Jawab mereka serempak
"Baiklah kalau begitu" Ujar Hinata membuat mereka bersorak dalam hati
Sedangkan Akashi sedikit tak senang. Ia harus bisa membuat Hinata memanggil nama kecilnya.
"Sudah menyapanya? Hinata, Nii-san ada urusan dulu ya dengan mereka" Pamit Sasuke
"Ck ck denganku tidak Otouto?" Tanya suara lain yang membuat semua pandangan menoleh
"ITA-NII!!" Pekik Hinata antusias, ia bahkan lupa kakinya sakit digerakkan
"Aduh, sweetheart. Nii-san saja yang kesana" Itachi meninggalkan kopernya dan menuju Hinata, memberi pelukan
Dan saat melihat perban di kaki Hinata, Itachi menghela nafas dalam.
'Neji masih salah paham' Batinnya miris
"Lukamu membaik, sweetheart?" Tanya Itachi sambil mengelus luka Hinata pelan
"Lho? Nii-san tau kakiku terluka? Pasti Sasu-nii yang memberitahu"
"Nii-san sengaja datang untuk melihatmu, Tou-san tak bisa ikut. Perusahaan tak ada yang menghandle, Tou-san bilang cepat sembuh" Lantas Itachi mencium kening Hinata singkat
Sedangkan kisedai terkaget kaget, kedua kakak Hinata protektif sekali.
Yang dari Inggris saja langsung terbang ketika tau Hinata terluka. Padahal VidioCall dulu bisakan? Lalu berangkat keesokan harinya.
Uchiha kan bukan perusahaan kecil.
"Maaf Uchiha-sama, ada tamu untuk Nona Uchiha" Ujar seorang pelayan
Alis Sasuke terangkat. Siapa? "Suruh masuk"
Ternyata itu Tenten, Sakura dan Ino.
"Hinata kita k-" Ucapan riang Sakura terhenti ketika melihat banyak lelaki tampan diruangan itu
"Tenten, Sakura, Ino" Sapa Hinata senang "Kemari"
Dengan langkah patah patah mereka mendekati Hinata. Heran kenapa para prince GoM ada disini, dan ya ampun! Kakak2 Hinata tampan sekali.
"Kau" Tunjuk Sasuke pada Sakura "Pacarnya baka dobe kan? Maksudku Uzumaki Naruto?"
Sakura mengangguk, sedangkan Hinata tak percaya, Sakurakan masih SMA? Naruto teman Sasuke kan sudah kerja!
"Kakimu kenapa Hinata-chan?" Tanya Tenten
"Terluka sedikit" Jawab Hinata
"Padahal tadinya kita mau mengajakmu menonton" Ujar Ino
"Pas kalau begitu" Itachi angkat suara "Menonton saja disini, klik saja film dari bioskop yang kalian mau. Ruangannya luas kok. Cukup untuk 8 orang"
"Benarkah?" Ino antusias. Ia memang maniak film.
"Ya. Teater pribadi Uchiha sudah tersambung dengan seluruh bioskop"
"Tapi.. Hinata ada keperluan dengan hm"
Tenten bingung menyebut para lelaki pelangi itu apa. Tidak mungkin kan menyebut mereka Prince GoM di hadapan yang bersangkutan?
"Mereka ada keperluan denganku dan Aniki, kami titip Hinatanya. Biar kuantar" Ucap Sasuke sambil bersiap mengendong Hinata
"Nii-san tak perlu mengantarku. Selesaikan saja urusan Nii-san, aku bisa dipapah Sakura, Ino atau Tenten"
"Ya, itu benar Uchiha-san" Jawab Tenten
Mereka memang sungguh sungguh ingin berteman akrab dengan Hinata.
Dan Tenten ingin memastikan sesuatu.
"Oke kalau begitu, aku titip adikku" Ujar Itachi "Nah, sweetheart, nanti sore mengobrolnya ya" Itachi mengelus puncak kepala Hinata pelan
Para lelaki keren itupun berlalu.
"Kyaa! Hinata kau beruntung dikelilingi lelaki lelaki tampan!" Pekik Ino
"Kan sudah kubilang prince GoM jatuh dalam pesonamu, kalau tidak mustahil mereka disini! Sepertinya mereka ingin meminta restu" Khayal Sakura
"Sudahlah, ayo kita nonton" Ucap Tenten lantas meraih lengan Hinata, Sakura melakukan hal yang sama pada lengan satunya
"Lalu aku bantu apa?" Ujar Ino cemberut
"Bantu bawa cemilan saja" Canda Tenten membuat semua tertawa
*
Sementara itu atmosfir di ruangan Sasuke memberat.
Itachi mengheka nafas "Biar aku yang menjelaskan" Itachi menatap lelaki dihadapannya satu persatu
"Ini tentang silsilah keluarga kami. Pertama aku ingin bertanya, apa yang berbeda secara fisik antara kami dan Hinata?"
"Kalian laki laki, Hinata perempuan ssu" Jawab Kise, yang dihadiahi helaan nafas kawan kawannya. Sang Kapten angkat bicara.
"Bola mata. Bola mata kalian hitam kelam, dan Hinata bermata amethys"
Itachi mengangguk "Mata Hinata turunan Kaa-sannya. Sebenarnya kami hanya satu Tou-san"
Dan mengalirlah cerita Itachi.
Tentang sebuah kecelakaan.
Ibu Itachi dan Sasuke bernama Mikoto. Ayahnya bernama Fugaku.
Orangtua mereka mempunyai sahabat dekat. Hiashi dan Hikari. Yang mempunyai satu orang anak seusia Sasuke.
Saat itu mereka sedang liburan bersama. Namun naas, saat pulang, longsor terjadi, menyebabkan mobil oleng dan meluncur bebas ke jurang.
Semua ditemukan. Kecuali putra Hiashi dan Hikari yang terlempar saat pintu mobil terbuka. Keadaannnya gawat. Mikoto dan Hiashi kritis. Sedangkan Hikari dan Fugaku luka ringan, begitupun Itachi dan Sasuke.
Mikoto dan Hiashi sempat sadar, dan meminta agar Fugaku menikahi Hikari untuk membesarkam Itachi dan Sasuke, lagipula Hikari sudah tidak punya siapa siapa.
Dan dua tahun setelah itu lahirlah Hinata. Sasuke yang berusia 9 tahun sempat membenci Hinata karna terlahir dari Ibu yang berbeda.
Sasuke memang bisa menerima Hikari sebagai Ibunya. Tapi tidak dengan anaknya.
Ketika Hinata berusia dua tahun, Hikari meninggal, menitipkan Hinata pada Sasuke. Dan saat itu Sasuke mulai menerima Hinata.
Saat pemakaman Hikari. Putranya yang hilang muncul dan berbalik menyerang Hinata. Membencinya.
Sebab kehadirannya berarti Hikari menemukan lelaki lain dan menghianati Hiashi. Itu pikirannya.
Ia hampir membunuh Hinata kecil, untung Sasuke datang. Dari sanalah keprotektifan Sasuke terhadap Hinata dimulai.
"Dan nama putranya, Hyuga Neji"
Kisedai menahan nafasnya. Jadi Hinata bersaudara dengan Hyuga Neji itu?
"Aku takkan mengakuinya sebagai saudara" Ucap Sasuke tajam
"Sasuke, Neji hanya belum tau kenyataannya" Ujar Itachi menenangkan
"Aku memang sempat membencinya. Tapi aku tak pernah melukainya. Takkan ada kakak yang menyakiti adiknya"
"Dan kami harap. Kalian semua mau membantu. Tolong jaga Hinata selama ia di sekolah"
Tanpa penolakan mereka mengangguk serentak.
Hinata adalah prioritas.
*
Sudah 4 hari Hinata absen dari sekolah. Dan akhirnya Ino, Tenten dan Sakura lah yang bergantian membawa pr pada Hinata. Bukan Akashi. Memberikan kesempatan pada mereka untuk berteman baik.
Itachi berniat tinggal seminggu di Tokyo, mengurus pekerjaannya jarak jauh.
Pagi ini Hinata mulai kembali bersekolah. Sasuke mengantarnya seperti biasa.
"Ingat Hinata. Kau tidak boleh sendirian. Selalu bersamalah dengan yang lain"
"Oke, Nii-san. Aku tak akan sendirian. Lagipula kalau ada apa apa aku pasti menghubungi Nii-san"
Lagipula kakinya sudah membaik. Yah walau belum bisa berlari, tapi dia sudah tidak pincang.
"Nii-san antar ke kelasmu dulu ya?" Sungguh Sasuke benar benar tak enak hati. Padahal Hinata sudah di lingkungan sekolah, disini banyak orang. Adiknya aman. Tapi... Sasuke sungguh tak enak hati
"Kalau aku berjalan bersama Nii-san pasti akan jadi pusat perhatian. Aku akan baik baik saja kok" Hinata tersenyum menenangkan
Dengan berat hati Sasuke mengiyakan.
Sasuke pergi meninggalkan Hinata.
Ketika Hinata masih berjalan di halaman depan sekolah, seseorang memanggilnya "Hinata!"
Hinata berbalik. Ia melihat seseorang yang belum pernah dilihatnya, tapi berseragam sama sepertinya. Hinata berpikir mungkin dia dari kelas lain.
"Akashi bilang dia menunggumu di halaman belakang sekolah"
"Akashi-kun?" Tanya Hinata
Orang tadi mengangguk. Hinata mengucapkan terima kasih.
Dan dengan langkah riang Hinata menuju taman belakang, menemui Akashi.
Ketika sampai disana, Hinata tidak menemukan siapapun, namun tiba tiba sebuah pukulan tepat pada tenguknya membuat Hinata kehilangan kesadaran.
*
Pelajaran pertama sudah dimulai 10 menit lalu, namun Akashi belum bisa fokus. Sasuke bilang Hinata akan masuk hari ini. Tapi gadis itu belum datang sampai sekarang. Mungkin tak jadi masuk hari ini.
Namun Akashi tetap tak bisa konsentrasi ketika tak mengetahui kondisi Hinata. Akhirnya sang emperor menyerah pada rasa tak nyamannya.
"Sensei saya permisi ke toilet" Izin Akashi yang diiyakan sang Guru.
Dan begitu keluar dari kelas, Akashi langsung menelepon Sasuke.
"Ada apa?" Tanya Sasuke
"Kau bilang Hinata masuk hari ini, tapi ia tak ada di kelas"
"APAAA?!!" Sasuke berteriak, telinga Akashi bahkan sempat berdenging
Dan dengan teriakan itu Akashi tau.
Hinata Hilang.
*
Ketika Hinata membuka matanya. Ia ada di sebuah mobil.
Tangannya tak diikat tapi, dicengkram erat sampai tak bisa lepas.
"Kau sudah sadar rupanya. Baguslah, sebentar lagi kita tiba di tempat bos. Aku tak perlu repot membangunkamu"
Hinata terdiam, wajahnya pucat.
Ia baru menyadari dirinya diculik.
Dan sebelum memikirkan apapun mobil itu sudah berhenti di depan sebuah rumah mewah.
Hinata dipaksa berjalan duluan, tangannya masih dikunci genggaman pria jahat itu.
Dan begitu sampai di suatu ruangan Hinata melihat pria berambut panjang membelakanginya.
"Bos, Uchiha Hinata telah kami dapatkan" Ujarnya memberitahu.
Lelaki itu, Hyuga Neji berdiri sambil memegang gelas tehnya.
Dan begitu berbalik Neji kehilangan seluruh oksigennya. Ia tak pernah melihat sosok Hinata. Ia hanya selalu memerintah orang untuk melukai Hinata, hanya dengan memberi nama.
Dan sekarang dihadapannya berdiri Hinata. Sosok yang dijauhinya selama ini.
Surai indigonya. Mata amethysnya. Wajah teduhnya. Semua itu milik Kaa-san.
"Bicara" Ujar Neji tercekat, tak melepaskan pandangannya dari Hinata
"Siapa kau?" Dan saat Hinata angkat bicara, Neji kehilangan pijakannya.
Suara itu juga mirip Kaa-san!!
"Nii-san kau tak apa?" Hinata memberanikan diri memanggil Neji dengan sebutan Nii-san. Lelaki itu kelihatannya sangat terguncang.
Saat tangan Hinata hendak menyentuh Neji, lelaki yang tadi melepaskan genggamannya- karena khawatir dengan keadaan sang bos- menepis tangan Hinata kasar, membuat gadis itu meringis.
"Jangan sentuh bos!" Ujarnya kasar pada Hinata
"Kau yang jangan sembarangan menyentuhnya!" Sentak Neji dan mendorong lelaki itu kasar.
Hinata kaget. Ia tak suka bentakan.
Begitu Neji melihat Hinata yang gemetaran, rasa bersalah sontak menyerangnya.
Lelaki yang jarang menunjukan ekspresinya itu, mengeluarkan air mata bahkan tanpa diminta.
Neji segera mendekap Hinata erat.
Aromanya. Aroma lavender kesukaan Kaa-san. Neji merindukan Kaa-san.
Ia membenamkam wajahnya di bahu Hinata sambil terus bergumam.
"Maaf. Maafkan Nii-san, Hinata"
*
Akashi dan Uchiha mengerahkan seluruh Intel.
Aomine turun tangan bersama para polisi.
Sasuke terus mencoba menghubungi Hinata.
Itachi memperluas pencarian Hinata.
Murasakibara menyusuri tiap sudut daerah sana dengan Midorima.
Kise dan Kuroko mengamati seluruh cctv sekolah.
Akashi menggunakan kemapuan ITnya untuk melacak keberadaan Hinata.
Sasuke terlihat paling frustasi " Harusnya aku mengantar Hinata sampai kelas"
"Hinata pasti ditemukan" Ujar Akashi sekaligus meyakinkan dirinya sendiri. Dan kepercayaannya membuahkan hasil
"Ada!" Ujar Akashi membuat seluruh atensi mengarah padanya
"Akashicci serius ssu?!" Model pirang itu heboh
"Kirimkan intel untuk memeriksa tempat itu" Titah Itachi, mulai menemukan harapan
"Kita langsung kesana saja!" Sasuke menyambar kunci mobilnya
"Itu masih perkiraan Sasuke. Jangan buang tenagamu sia sia. Siapa tau Hinata membutuhkannya" Itachi berusaha menahan Sasuke
Tak lama intel menginformasikan bahwa itu gudang kosong. Bukan tempat Hinata disekap.
"Ck. Sial" Gerutu Akashi, ia khawatir. Sungguh sungguh khawatir pada Hinata.
Tiba tiba seseorang masuk secara paksa.
Tenten. Dibelakangnya Kuroko.
"Kenapa kalian tak bilang Hinata diculik oleh Neji?! Aku mengenal Hyuga Neji! Aku tau dimana dia!" Ujar Tenten emosi membuat semua mata membola
Selama ini ia memang ingin memastikan hubungan Neji dengan Hinata. Dan tiba tiba Kuroko datang dan menanyakan padanya tentang Neji.
Ketika Tenten berkata kenal. Kuroko langsung memberitahu Hinata diculik oleh Neji.
Kuroko memang menduga Tenten mengenal Neji. Ia sempat mendengar Tenten berbicara pada Ino mengenai Neji.
Entah, tapi lelaki berhawa keberadaan tipis itu yakin. Itu Neji yang sama.
"Maaf bertindak ceroboh" Ujar Kuroko
Tapi semua mata disana menyiratkan sorot terima kasih.
"Ayo cepat kita pergi!" Sasuke segera berlari diikuti Itachi dan anggota kisedai lain
Akashi menepuk bahu Kuroko penuh penghargaan "Nice Job, Tetsuya"
Kuroko mengangguk. Ia akan melakukan apapun demi Hinata. Ia akan mencari tau keberadaan Hinata bagaimanapun caranya.
Seperti Hinata yang selalu bisa menemukan keberadaannya yang bahkan tak disadari orang lain.
*
Begitu sampai di kediaman Neji, memang banyak bodyguard. Sasuke yakin Hinata ada di dalam.
"Biar aku menjadi umpan" Ujar Aomine "Kalian masuklah selagi mereka sibuk mengejarku. Aku akan ikut masuk nanti"
Tak ada yang sempat protes. Itu ide terbaik saat ini.
Aomine lantas berlari ke halaman Akashi yang sontak dikejar bodyguard penjaga pintu.
Dengan segera semua masuk. Mencari ruangan dimana Hinata disekap.
Masing masing dari mereka membuka pintu yang berbeda agar cepat.
Kise yang menemukannya "Disini ssu!" Ujarnya pelan. Namun mampu didengar yang lain.
Akhirnya mereka menemuka Neji yang justru terlelap sambil duduk sembari memeluk Hinata.
Tak ada luka apapun di tubuh Hinata.
Neji terusik begitu Kise tak sengaja menjatuhkan pulpen. Pendengaran Neji sangat tajam.
Neji sempat kaget, lalu segera menaruh jari di bibirnya "Stt. Jangan berisik nanti Hinata bangun".
Neji menaruh kepala Hinata ke sandaran kursi, dan lekas menghampiri 8 lelaki dan 1 perempuan yang berdiri diambang pintu. Aomine juga berhasil masuk.
"Kita bicara di ruang sebelah" Neji lantas ganti menatap Tenten "Tolong jaga Hinata, Tenten. Nanti kujelaskan semuanya" Tenten mengangguk.
Ruangan Neji hening. Sasuke mati matian menahan amarahnya.
"Dulu aku memang sangat membenci Hinata" Neji mulai berbicara. Itachi dan para Kisedai mendengarkan. Sasukepun sama.
"Kelahirannya menjadi bukti bahwa Kaa-san sudah melupakan Tou-san. Hinata kecil yang hidup bahagia dengan Kaa-san. Bahkan Kaa-san terlihat sangat menyayangi 2 anak angkatnya. Ia tak mencariku"
Itachi menatap Neji " Hikari-kaasan mencari carimu sejak kecelakaan itu, Hiashi-jii sempat sadar begitu pula Kaa-san, Hiashi-jii meminta Tou-san menikahi Hikari-kaasan sebab Kaa-san juga meminta Tou-san menikahi Hikari-kaasan. Mereka sahabat dan menyerahkan penjagaan orang yang paling mereka cintai ke tangan sahabatnya"
Neji terhenyak, dia tak tau Hiashi, sang Tou-san sempat sadar. Ia berhasil sembuh dari lukanya dan dirawat sebuah keluarga di hutan, ia keluar dari hutan tepat saat upacara kematian Hikari.
"Kau datang tepat saat Hikari-kaasan dimakamkan. Kau langsung menyerang Hinata kalap. Dan pergi begitu saja. Padahal Tou-san sangat ingin menjelaskan semuanya padamu"
Neji tertawa miris "Aku bahkan menyuruh orang untuk melukai Hinata yang bahkan tak pernah kulihat wajahnya karna benci. Dan ketika suruhanku membawa Hinata untuk kulukai sendiri. Aku tercekat. Aku seperti kembali melihat Kaa-san. Kaa-san menitipkan semuanya pada Hinata. Wajahnya, suaranya, senyumnya, kebaikannya"
Neji sungguh sangat menyesal baru kali ini ia melihat sosok Hinata. Begitu menatap manik yang sama sepertinya, Neji merasa rasa sayangnya tumbuh begitu saja pada Hinata.
"Kau mau berkata, sekarang kau menyayanginya? Setelah semua yang kau lakukan? Setelah membuat Hinata tak bisa berjalan 4 hari karna luka dikakinya? Yang atas perintahmu hm?" Ujar Sasuke sinis
"Ya. Aku menyayanginya. Sangat menyayanginya. Aku akan menebus semua kebodohanku dengan terus melindunginya" Jawab Neji tegas dan yakin
Itachi menghela nafas "Kami tetap belum terlalu percaya padamu. Tapi kau juga bagian dari Uchiha. Aku memberimu kesempatan"
Itachi tau Sasuke keberatan. Tapi ini solusi yang terbaik.
Kisedai yang sedari tadi memperhatikan pun setuju. Mereka memang masih kesal pada Neji, tapi itu kesalahpahaman, siapapun yang berada di posisi Neji dulu pasti akan beranggapan begitu.
"Neji-nii! Neji-nii!" Suara lembut memanggil Neji, Sasuke mengenalnya
Namun sebelum siapapun sempat bangkit, pintu ruangan terbuka.
"Neji-nii kau di- eh? Sasu-nii? Ita-nii?" Panggil Hinata kaget "Akashi-kun, Midorima-kun, Kuroko-kun, Kise-kun, Aomine-kun dan Murasakibara-kun juga disini?"
Suffiks panggilan yang berubah sempat membuat mereka salah tingkah.
Sasuke bangkit dan segera memeluk Hinata.
"Kau baik baik saja?" Tanya Sasuke menatap Hinata intens
"Tentu. Neji-nii baik!"
"Kau tak merindukan aku, sweetheart?"
"Ita-nii!" Hinata lantas berganti memeluk Itachi
Kisedai menelan ludahnya. Mereka juga ingin dipeluk Hinata.
Begitu Sasuke kembali duduk, Itachi menatap Kisedai penuh penghargaan.
"Terimakasih karna sudah mencari dan menjaga Hinata. Hadiahnya hari minggu nanti kalian boleh kencan dengan Hinata"
"APAA?!!!" Suara teriakan terdengar dari semua yang ada disana.
Kencan dengan Hinata?
Yeah!
-TBC-
Gomen! Disini hampir gak ada interaksi GoMxHinata.Tadinya dichap ini mau ada keprotektifan GoM, eh ternyata ngejelasin hubungan Uchiha-Hyuga panjang juga hhe hhe.Tapi karna chap depan kencan GoM sama Hinata, bakal banyak kesosweetan GoM ke Hinata. Janji!Semoga terhibur dan berkenan meninggalkan jejak yaa~Arigatou~