Ini hari Minggu. Pukul 06.00.

Disaat biasanya orang bersantai menikmati hari libur, tapi tidak bagi keenam pemuda yang mendapat julukan GoM.

Dipagi ini, mereka tengah bersiap. Untuk apa?

Tentu saja untuk kencan dengan sang pujaan, Uchiha Hinata.

Hinata is Mine!

Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Fujimaki Tadatoshi

Rate : T

Pairing : GoMxHinata

Happy Reading~

"Kau sudah siap, sweetheart?" Tanya Itachi begitu melihat Hinata yang sudah berpakaian rapi di ruang tengah

Adiknya itu benar benar cantik. Rambut lurusnya yang dibiarkan tergerai, ah, dan bando yang mempermanis tampilannya.

Belum lagi dress yang dipakai Hinata, dress soft ungu sepanjang lutut ditambah cardigan sesiku.

Itachi yakin, para pria berambut pelangi itu akan terpesona pada adiknya.

"Aku sudah siap Nii-san" Hinata menatap Itachi dan menyernyit heran "Mana Sasu-nii?"

Itachi terkekeh "Tadi saat dia mandi, aku mengunci jendela dan pintunya. Mungkin ia belum sadar pintunya tak bisa dibuka"

"Kenapa Nii-san menguncinya?" Hinata tak paham

"Dia pasti akan mengganggu kencanmu, jadi Nii-san akan memberinya beberapa nasihat"

Mendengar kata kencan, sontak pipi Hinata merona.

Ini kencan pertamanya.

Dan dia akan kencan dengan 6 orang sekaligus.

"ANIKI, BUKA PINTUNYA!!" Teriak sebuah suara dari atas

"Dia baru sadar. Nii-san memberinya nasihat dulu ya?"

Hinata mengangguk.

Dan tak lama setelah Itachi menuju kamar Sasuke, seorang maid datang memberitahukan kedatangan 6 pria tampan.

"Suruh mereka masuk saja" Jawab Hinata, sang maid mengangguk

Dan begutu keenam pemuda menginjakan kaki di kediaman Uchiha, mereka terpaku.

Hinata sungguh cantik.

Pesona bungsu Uchiha itu memang tak main main.

"Selamat pagi, Hinata" Akashi memulai pembicaraan

"Pagi juga Akashi-kun" Jawab Hinata dan tersenyum manis

"Kau kawai sekali, Hinatacchi! Aku jadi ingin memelukmu ssu!" Ujar Kise semangat yang dihadiahi pipi merona Hinata

Ah, juga kawan kawannya yang menatapnya tajam.

"O-ohayou, nanodayo" Pria Oha Asa menyapa sambil menaikkan kacamatanya yang tak bergeser sama sekali

"Ohayou Midorima-kun" Hinata menatap Midorima lekat, membuat pria yang bersangkutan salah tingkah dan yang lain sedikit iri "Mana lucky itemmu?"

"Sa-saputangan, nanodayo" Jawab Midorima

"Yo Hinata, Mai-chan saja kalah oleh pesonamu" Sapa Aomine sambil berniat menggombal

"Mai-chan?" Kening Hinata berkerut "Aomine-kun tolong jangan berebut Mai-chan lagi dengan Sasu-nii ya?"

Ucapan Hinata membuat para Kisedai heran.

"Berebut Mai-chan?" Kuroko berinisiatif menanyakan. Sedangkan yang lain menatap Kuroko heran, sejak kapan lelaki itu ada di samping Hinata?

"Bukankah waktu di gym, Sasu-nii marah gara gara Aomine-kun merebut Mai-chan dari Sasu-nii?"

Akashi terkekeh pelan, membuat para anggota basket itu menatapnya horror.

Raja Iblis bisa terkekeh?

"Hinata, Mai-chan itu bukan seperti kita. Mai-chan itu model majalah"

Mata Hinata membulat "Jadi tipe Sasu-nii itu seorang model majalah? Sugoi~"

Bagaimana cara menjelaskan pada Hinata tentang Mai-chan?

"Hinata-chin kau harum sekali. Jadi ingin ku makan" Ujar Murasakibara sambil mengendus di sekeliling Hinata

"Eh?" Hinata mengerjab lucu

"Atsushi dia bukan makanan" Ingat Akashi

"Aku tau Aka-chin, tapi Hinata-chin bahkan terlihat lebih manis dari maibou" Ujarnya polos

Dan tak diduga, Hinata tersenyum "Mukkun kau lucu sekali. Eh, boleh aku memanggilmu begitu?"

Murasakibara mengangguk angguk setuju. Ia senang. Bukankah itu terdengar seperti panggilan khusus?

"Kau juga bisa menganggilku Ki-kun ssu!" Kise menyela, tampaknya ia juga ingin panggilan khusus

"Terdengar seperti pikun bagiku" Respon Aomine

Yaah, ia juga memang sedikit iri dengan panggilan khusus itu, tapi tak boleh diperlihatkan kan?

"Aominecch! Hidoi ssu!" Balas Kise dengan nada merajuknya

Sebuah tawa yang merdu menghentikan perdebatan aneh itu.

Hinata tertawa.

Dan mereka bersumpah seakan melihat seorang malaikat keturunan bidadari di hadapan mereka.

Cantik sekali.

"Kise-kun nama Murasakibara terlalu panjang, jadi aku menyingkatnya, namamu kan sudah pendek" Ucap Hinata masih sambil terkekeh geli tak menyadari pandangan para Kisedai terpaku padanya

"Sudah puas memandanginya huh?" Suara lain mengintrupsi, dam terlihatlah di ujung tangga, Uchiha Sasuke dan Uchiha Itachi

"Nii-san" Sapa Hinata, melihat Sasuke yang sudah bisa keluar dari kamarnya

"Sebelum pukul 5 sore, Hinata harus sudah kembali di rumah" Ujar Sasuke mutlak

"Kalian memang diizinkan kencan dengan Hinata, tapi ingat, jaga dia, kami tak terima ada satu lukapun ditubuhnya" Pesan Itachi, meski terlihat lebih ramah dari Sasuke, Itachi sebenarnya sama protektifnya seperti Sasuke

Hinata mengembungkan pipinya "Nii-san, aku pasti baik baik saja"

"Nii-san percaya padamu, sweetheart. Nah sekarang siapa diantara kalian yang tidak bisa menyetir?"

Kuroko dan Murasakibara mengangkat tangan.

"Lalu kalian kesini naik apa?" Tanya Itachi

"Sepeda" Jawab Kuroko

"Diantar Muro-chin" Jawab Murasakibara

"Baiklah, berarti selain Kuroko dan Murasakibara, semua bisa?"

Sisanya mengangguk. Sasuke menunjuk Midorima "Sejak kapan kau bisa menyetir?"

"Semester lalu, nanodayo" Jawab Midorima, akan tetapi ketika kemari tadi dia diantar oleh sahabat di dekat rumahnya, Takao.

"Kau?" Aomine ditunjuk

"Baru dua minggu" Jawab Aomine yang datang naik motor, masih tak paham apa gunanya pertanyaan ini

"Kau?" Kali ini Kise yang ditunjuk

"Awal masuk THS ssu! Sekitar dua tahun lalu! Aku kan model jadi harus bisa mengendarai mobil ssu! Agar kalau dikejar fans bisa sembunyi sambil kabur ssu!"

"Aku tak meminta alasanmu" Ujar Sasuke dan menunjuk Akashi "Lalu kau?"

"Sejak kelas 2 Junior High School"

Jawaban Akashi membuat Sasuke mengangguk puas.

"Berarti sudah diputuskan. Akashi yang menyetir. Hinata disampingnya. Posisi dibelakang silahkan atur"

"Hee, kenapa begitu ssu!" Kise jekas tak terima, ia juga kan bisa mengendarai mobil

"Akashi jauh lebih berpengalaman. Dan jangan kira aku tak tahu, kalian pasti akan berdebat menentukan siapa yang duduk disamping Hinata" Ganti Itachi yang menjelaskan

Sementara Hinata pasrah saja dengan kelakuan kedua kakaknya, itu tanda sayang kan?

"Lalu kemana tujuan hari ini? Apakah ditentukan juga?" Tanya Kuroko tiba tiba muncul di hadapan Itachi

"Nah, Hime, kau mau kemana?" Tanya Sasuke yang langsung dihadiahi tatapan berbinar Hinata

"Aku yang menentukan?" Hinata antusias

"Tentu saja, nanodayo. Bu-bukan berarti aku setuju kemanapun tempatnya, nanodayo"

Ugh. Dasar tsundere.

"Aku akan mengantarmu kemanapun kau mau" Ujar Akashi

"Taman bermain!" Jawab Hinata riang. Dari dulu ia sangat ingin pergi kesana

Dan seketika Kise pucat.

"Ta-taman bermain?" Tanyanya ragu

Taman bermain adalah tempat yang selama ini dihindarinya. Karna para fans yang bisa mengenalinya pasti akan menyerbunya. Iya kalau fans normal, kalau fans gila atau ekstrim?

"Eh, Kise-kun tak mau?" Tanya Hinata binar matanya sedikit meredup

"Tentu saja aku mau ssu! Aku akan ikut kemanapun Hinatacchi mau!" Kise menjawab dengan nada riang

Diserbu fans? Tak masalah asal penyamarannya aman. Karna Kise yakin, selama bersama Hinata semuanya akan baik baik saja.

Hinatakan malaikat penyelamatnya.

*

Setelah melewati 15 menit perjalanan yang bagi para kisedai terasa lama, tapi bagi Akashi terasa sebentar, akhirnya mereka sampai di taman bermain.

"Kise-kun, kenapa memakai jaket, topi dan masker, apa kau sakit?" Tanya Hinata heran

"Kise-kun jadi terlihat seperti penjahat" Celetuk Kuroko kelewat jujur

"Kurokocchi, Hidoi ssu!" Rengek Kise "Ah, dan ini agar tak ada yang mengenaliku Hinatacchi"

Hinata menepuk kepalanya pelan, baru menyadari satu fakta penting "Aku lupa! Kau kan model yang banyak fans! Bahaya kalau ada disinu, apa kita ganti tujuan saja?" Tanya Hinata mulai panik

Melihat Hinata mengkhawatirkan dirinya, membuat Kise merasa hatinya menghangat.

"Tak perlu Hinatacchi. Lagipula Hinatacchi sangat ingin kesini kan ssu?"

Hinata mengangguk "Dari dulu aku ingin ke taman bermain, tapi harus dengan Nii-san dan Nii-san tak memperbolehkanku sendirian. Sedangkan Nii-san selalu sibuk, kalaupun aku merengek Nii-san akan mengizinkanku dengan ditemani bodyguard. Nii-san juga meninggalkan pekerjaannya yang bertumpuk, aku jadi kasihan, Nii-san harus lembur besoknya"

Semua mencerna cerita Hinata, kedua kakaknya memang sangat peduli pada gadis manis itu.

"Kalau begitu, kali ini puas puaslah bermain, kami tak akan melarangmu, tapi akan ikut menemanimu" Ujar Akashi yang dibalas anggukan yang lain

"Aku hanya sedikit heran" Aomine mengangkat bahunya "Tumben kakakmu tidak memaksa ikut?"

"Benar juga, nanodayo. Aneh"

"Mungkin Nii-san sadar bahwa aku sudah besar" Ujar Hinata yang diragukan para Kisedai

Mereka tak sadar saja, salah satu pengunjung didekat bianglala, memperhatikan mereka intens dengan mata onyxnya.

Ya. Itu sang kakak yang dibicarakan. Uchiha Sasuke.

*

"Kau mau naik apa dulu, Hinata-san?" Tanya Kuroko, melihat Hinata begitu antusias melihat semua permainan

"Itu" Tunjuknya pada Roller Coaster.

Mereka sudah memutuskan posisi di sebelah Hinata setiap permainan dimulai dari Akashi, Aomine, Kise, Midorima, Kuroko dan terakhir Murasakibara.

Karna sekarang giliran Akashi, maka sang emperor yang membeli tiket.

Dan begitu Akashi datang, ia langsung memakaikan sebuah topi berwarna merah dengan tulisan nama taman bermain ini di kepala Hinata.

"Eh?" Hinata memegang topinya, lantas menatap Akashi yang juga memakai topi yang sama

"Semakin siang akan semakin panas. Aku tak mau kau kepanasan" Ujar Akashi yang dihadiahi senyum manis Hinata

"Arigatou, Akashi-kun"

Dan yang lain menahan iri menatap mereka berdua yang jadi terlihat seperti pasangan.

"Sepertinya memang panas ssu, aku juga ingin membeli topi" Ujar Kise, dan beranjak hendak membeli topi yang sama

"Yah warna kuning kesukaanmu juga ada, Hijau, Biru, banyak warna, kesukaan kalian juga ada" Info Akashi

Kise terdiam, semua tahu benar itu adalah cara agar mereka membeli topi sesuai warna kesukaan, bukan merah.

"Itu pasti modusnya agar punya barang couple dengan Hinata" Ujar sang penguntit, Sasuke, sambil pergi ke arah penjual merchandise dan membeli topi merah. Lantas mengganti topinya yang tadi.

"Nah kalau begini, bukan barang couple lagi"

Ya ampun Sasuke, tingkat keprotektifanmu tinggi sekali!

Bahkan ketika menaiki Roller Coaster, Sasuke ikut naik di bangku paling belakang.

Dan ketika naik, Hinata melepas topinya, memasukannya pada tas selempang kecil yang dibawanya.

"Kenapa dilepas Hinata?" Tanya Akashi

"Nanti terbang Akashi-kun" Jawab Hinata menghangatkan hati sang emperor

Jadi bagi Hinata, topi pemberiannya berharga?

Akashi ikut melepaskan topinya dan memegangnya erat.

Sebuah senyum tak hilang dari wajah Akashi sampai Roller Coaster selesai.

Dan setelah turun dari Roller Coaster, Hinata menunjuk sebuah perahu besar yang diayun ayun.

"Kau ingin naik kora kora?" Tanya Aomine, ini bagiannya duduk di sebelah Hinata, otomatis bagiannya mengantri tiket

"Bolehkan?" Tanya Hinata

"Tentu saja boleh, Hinata-san, Akashi-kun kan sudah bilang, puas puaslah bermain" Jawab Kuroko dengan wajah datarnya tapi tidak dengan sorot matanya

"Baiklah, aku mengambil tiket dulu" Aomine bangkit menuju stand tiket kora kora

Setelah mendapat tiket, Aomine menghampiri Hinata sambil memberikan setusuk dango.

"Agar tidak bosan, setelah kloter ini kita naik"

"Arigatou Aomine-kun" Hinata lantas memakan cemilan kesukaan Itachi itu

Para Kisedai bahkan tak berkedip melihat Hinata makan, sungguh imut.

Sedangkan sang penguntit, tiba tiba teringat pesanan Anikinya, 10 tusuk dango.

Seakan belum puas, kali ini Hinata menuju Histeria.

Gadis mungil itu ternyata menyukai wahan wahana ekstrim.

Kali ini giliran Kise yang mengantri tiket, dan seakan tak ingin kalah pada Akashi dan Aomine, Kise datang dengan membawa segelas minuman untuk Hinata.

"Hinatacchi kau pasti haus, ini untukmu ssu!"

"Arigatou Kise-kun"

"Setelah ini ingin naik apalagi, nona lincah?" Tanya Akashi yang kagum akan semangat gadis ini

"Naik Niagara! Setelah itu makan, boleh?"

"Tentu saja Hinata-chin. Kalau kau lapar kau boleh makan snackku dulu" Tawar Murasakibara sambil menyodorkan keripik kentangnya.

Bukan bungkusnya tapi keripiknya. Jadi Murasakibara menyuapi Hinata snacknya.

Hinata membuka mulutnya, memakan keripik ysng disodorkan Murasakibara. Membuat para Kisedai ingin bertukar posisi dengan sang titan.

"Giliran kita ssu! Ayo!" Ajak Kise, sekaligus menghentikan adegan menyuapi Hinata

Kise merasa perutnya teraduk aduk. Naik 3 wahana ekstrim berturut turut memang menguras tenaga.

Midorima bahkan terlihat sedikit pucat, sepertinya perutnya juga bermasalah

Tapi demi melihat senyum sang malaikat, mereka rela sekalipun harus seharian menaiki wahana ekstrim yang mengaduk perut.

Itu sebanding dengan senyum ceria yang diperlihatkan Hinata.

"Nah untuk melepas pusing, kita naik Niagara! Pasti segar" Ujar Hinata yang tak kelihatan kelelahan sama sekali

"Aku mengambil tiket dulu, nanodayo"

Midorima pun pergi menuju stan tiket Niagara.

Hari ini senyum sama sekali tak lepas dari dari wajah Hinata. Ia begitu bahagia bisa menaiki wahana wahana yang selalu dilarang kakaknya karna berbahaya.

Dan senyum Hinata menulari para Kisedai.

"Hinata-san ada apa?" Tanya Kuroko begitu melihat Hinata terpaku pada satu titik

"Ah, tidak hanya saja aku merasa iri dengan anak itu" Tunjuk Hinata pada anak yang membawa boneka hasil dari permainan ambil boneka

"Iri kenapa?" Akashi yang bertanya

"Dari dulu bermain itu, aku gagal terus, hhe hhe" Ujar Hinata yang menyalakan lampu sikepala sang bayangan

"Ayo naik, nanodayo" Ajak Midorima setelah mendapat tiket

"Hum!" Hinata mengangguk semangat dan mengampiri wahana Niagara

Para kisedai mengikuti dengan langkah ringan. Bersama Hinata tempat yang biasa terasa luar biasa.

Setelah menaiki Niagara, mereka memutuskan makan.

"Kalian mau makan apa?" Tanya Hinata

"Apa saja yang Hinata-chin mau" Jawab Murasakibara tak mempermasalahkan menu makanan, karna baginya bersama Hinata semua terasa enak

"Benar, terserah Hinatacchi saja ssu!"

Hinata memasang pose berfikir yang terlihat manis di mata Kisedai. Sepertinya apapun yang dilakukan Hinata terasa manis di mata mereka.

"Hmm, terserah Akashi-kun saja" Jawab Hinata akhirnya

"Padaku?" Tanya Akashi, Hinata mengangguk

Akashi merasa dipercaya oleh gadis mungil itu

"Baiklah, ikuti aku" Akashi berjalan menuju tempat makan didekat sana

"Wah interiornya bagus sekali" Hinata kagum, seluruh tembok tempat makan itu dihiasi doodle dan komik, sangat penuh warna.

Sepertinya Akashi secara tidak langsung ingjn menunjukan bahwa semenjak mengenal Hinata hidupnya juga mengenal warna.

"Aku mau ramen" Ujar Hinata saat memilih menu

"Aku samakan saja dengan Hinata-san" Kuroko berkata saat mendengar pesanan Hinata

"Aku juga sama" Ucap Aomine tanpa melihat menu

"Aku juga ssu!" Kise ikut ikutan

"Aku ingin makanan yang sama seperti Hinatachin~" Murasakibara juga ikut memesan ramen

"Aku juga ramen, nanodayo. Tapi bukan berarti aku juga ingin sama dengan Hinata, nanodayo"

"Jadi kalian semua pesan ramen? Yasudah, ramen 7" Ujar Akashi pada pelayan yang mencatat menu

"Minumnya tuan?" Tanya sang pelayan

"Jus jeruk" Jawab Hinata

"Kalian sama?" Tanya Akashi pada kawannya, mereka mengangguk

"Jus jeruknya juga 7" Ujar Akashi

Dan dua meja setelah mereka, seseorang juga memesan pesanan yang sama.

Siapa dia? Tentu saja Sasuke.

"Haaah, Ramennya enak sekali" Ujar Hinata setelah mengabiskan makanannya " Aku ingin naik bianglala, lalu kita ke rumah hantu ya?"

"Kau tak takut?" Aomine bertanya, kan kalau Hinata takut ia bisa pura pura melindungi

"Tidak, Sasu-nii bilang hantu itu tidak ada" Jawab Hinata yakin

Ucapan Hinata membuat Sasuke tersedak. Sasuke kan bilang itu waktu Hinata kelas 2 SD? Dan Hinata masih ingat, Sasuke benar benar menyayangi Hinata. Adiknya itu sangat penurut.

"Sebentar Hinata" Midorima maju dan mengusap sisa kuah ramen di sudut bibir Hinata dengan saputangannya

"Kau belepotan, nanodayo" Ujar Midorima dan mengalihkan tatapannya, merasa malu

"Arigatou Midorima-kun" Hinata tersenyum "Ayo kita naik bianglala"

Aomine memutuskan dia akan menonton Oha Asa besok, sepertinya lucky item memang memberi keberuntungan, seperti Midorima.

"Ayo, giliran Kuroko kan yang mengantri tiket?" Tanya Akashi

"Tapi Kuro-chin belum kembali dari toiletnya" Murasakibara menginfokan, membuat mereka menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan keberadaan Kuroko

"Sejak kapan dia ke toilet?" Tanya Aomine, merasa tak melihat kepergian Kuroko

"Aku disini" Sebuah suara dibelakang Aomine terdengar

"Oi Tetsu, jangan tiba tiba datang begitu!"

"Gomen Aomine, dan Hinata-san ini untukmu"

Kuroko memberi Hinata sebuah boneka berukuran sedang.

"Tadi dari toilet aku tertarik mencoba game mengambil boneka, dan mendapat boneka itu, untukmu Hinata-san"

"Benarkah?!" Tanya Hinata bahagia

Kuroko mengangguk, ah kisedai kalian kalah satu langkah dari sang phantom.

"Ayo naik bianglala" Ajak Kuroko yang diiyakan yang lain

Naik bianglala memang hanya 15 menit tapi Kuroko sudah sangat senang, ini bagiannya, ia satu ruangan dengan Hinata.

Meskipun hanya mendengar celotehan Hinata. Kuroko sudah sangat senang.

Binar kebahagiaan tak lepas dari kedua mata Kuroko.

Selesai dengan bianglala, mereka memainkan permainan disekitar sana yang mendapat hadiah.

Hinata membawa banyak hadiah hasil permainan para Kisedai, Akashi bahkan membelikan tas untuk membawa barang hadiah.

Mereka tertawa lepas, bermain, menyemangati.

Akashi bahkan lupa, kapan terakhir kali ia bisa sebahagia ini.

"Sudah jam 4 sore, ayo masuk rumah hantu, nanodayo"

Keberuntungan untuk Murasakibara, rumah hantu kosong, jadi tak perlu mengantri tiket.

"Ayo masuk Hinata-chin, jangan jauh jauh dariku ya~ Kalau takut bilang padaku, nanti hantunya kuhancurkan" Ujar Murasakibara polos

Setiap ucapan Murasakibara, selalu membuat Hinata tersenyum.

Ia merasa Murasakibara adalah lelaki terlucu yang pernah dikenalnya.

Namun diluar dugaan, Hinata sama sekali tidak ketakutan berada di dalam sana, Hinata bahkan menyapa para hantu.

Sedangkan Kise, ia terus menempeli Aomine, rupanya sang model, takut akan hantu.

"Wuahh menyenangkan sekali" Ujar Hinata begitu keluar dari rumah hantu "Sekarang kita kemana?"

"Setengah jam lagi jam 5, lebih baik kita pulang saja, aku sudah berjanji pada kakakmu akan memulangkanmu pukul 5" Ujar Akashi

"Memang kakak Hinata meminta pukul 5 kan, nanodayo?" Tanya Midorima, sedikit membenarkan ucapan sang emperor

"Sudahlah ayo pulang" Aomine bergerak pertama

*

"Sudah puas jalan jalannya?" Tanya Sasuke begitu mereka memasuki kediaman Uchiha

Sasuke bersikap seakan akan tidak tahu tentang kencan mereka.

"Menyenangkan sekali Nii-san! Coba Nii-san juga ikut" Ujar Hinata

"Dan itu hasil bermain hari ini?" Tanya Itachi menunjuk kantong yang dibawa Hinata

"Hm, Ini hadiah hadiah dari permainan Nii-san"

"Andai kita bisa kencan lagi, hanya berdua" Ujar Akashi

Kisedai mengangguk mengiyakan, kalau kencan hanya berdua kan bmlebih banyak waktu bersama.

"Oh, kalian ingin kencan berdua dengan Hinata?" Tanya Itachi dan tersenyum "Boleh"

"Aniki!"

Seruan Sasuke tak terdengar, mereka terlanjur berdebar, kencan berdua dengan Hinata? Pasti menyenangkan.

"Syaratnya, one on one dengan Sasuke yang menang poin terbanyak, maka pertama kencan dengan Hinata, setuju?" Usul Itachi

"Setuju!" Ujar mereka kompak

"Aku juga setuju Aniki, kalau aku menang, tak ada kencan" Tambah Sasuke

"Lusa sore, kita mulai" Ujar Sasuke menentukan waktu

Kisedai mengangguk, kesempatan emas ini tak boleh disiasiakan!

-TBC-

Hallo minna~

Gomen, updatenya lama, tugas menggunung, hihi

Gmana chap ini? Menghiburkah?

Semoga menghibur ya~

Makasih buat yang menyempatkan baca cerita ini, semoga menyempatkan juga memberi tanda ya, buat penyemangat XD

Okay, see you in next chapter!