Hi guyss terima kasih bagi yang sudah membaca chapter 1 dari fanfic pertama saya yang berjudul Shiho Miyano: My Hurrem Sultan. Maaf ya lama update-nya dikarenakan kesibukan Author di dunia nyata tapi tenang author sudah membalas kerinduan kalian dengan update nya chapter baru ini yaitu chapter 2.
Baiklah guyss saatnya balas reviews
Putri Bella:
Hey putri atau mau dipanggil apa nih? Haha tepat sekali aku juga berharap ending DC kayak gini karena aku lebih suka Shiho daripada Ran, karena Shiho lebih kuat dari Ran.
Aishanara87:
Hey hello Aishanara, hahaha biar terkesan akrab aja and sorry this is ooc (out of character) hahaha
HimekaChuu21:
Hi Himeka, ini udah update chapter 2 dan cukup panjang semoga bisa mengobati keinginanmu
Ara Surara:
Hi Ara, nih udah aku update chapter 2, semoga sudah cukup panjang haha
Guest:
Haha wkww welcome to ShinShi (Aicon) fanfic cause i prefer Shiho than Ran.
Shiho Miyano: My Hurrem Sultan
Chapter 2
Shiho dan Shinichi pun pulang bersama - sama, di sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol dan bercanda ria, tiba - tiba dalam perjalanan Shiho melihat suatu toko buku dan Ia pun mengajak Shinichi mampir ke toko buku tersebut.
"Shin, Toko buku itu menarik perhatianku, bagaimana kalau kita mampir dulu" Kata Shiho.
"Baiklah" Kata Shinichi.
Mereka pun akhirnya memasuki toko buku tersebut bersama - sama nama toko buku itu adalah Beika Bookstore. Selama didalam toko buku mereka melihat berbagai macam buku dan majalah. Shiho pun seperti biasa melihat beberapa majalah fashion setelah selesai melihat dan memilih majalah fashion yang hendak Ia beli, Shiho pun melihat ke bagian buku sejarah dan sebuah novel biografi pun menarik perhatiannya judul novel tersebut adalah Haseki Sultan: Selir Istimewa Penghuni Istana Topkopi karya Zhenal Fanani, Shiho pun mengambil buku itu dan melihat ke sampul bagian belakang yang terdapat sinopsis singkat novel tersebut, lalu Shiho pun mulai membuka buku tersebut dan membacanya. Buku yang menarik, itulah yang berada di dalam benak shiho ketika membacanya. Ketika sedang asyik membaca tiba - tiba Shinichi pun mengagetkan Shiho dari belakang.
"Door, baca apa kau?" Kata Shinichi.
"Baca buku ini" Kata Shiho sambil menunjukkan buku itu pada Shinichi.
"Oh novel biografi ini, novel ini tentang sejarah turki yang berfokus pada Hurrem Sultan kan, seorang selir yang menjadi istri sah raja Suleiman" kata Shinichi.
"Iya benar, darimana kau tahu?" Kata Shiho
" tentu saja, aku kan jenius,kau lupa ya?haha" Kata Shinichi sambil tertawa.
"Iya, iya aku tahu kau jenius, sekarang ayo kita pulang sebelum gelap" Kata Shiho.
Shiho pun segera membayar barang - barang yang dibelinya yaitu majalah fashion dan novel biografi Haseki Sultan: Selir Istimewa Penghuni Istana Topkopi karya Zhaenal Fanani, setelah selesai membayar barang - barang tersebut Shiho dan Shinichi pun segera keluar dari toko tersebut. Dalam perjalanan pulang Shinichi pun bertanya kenapa Shiho membeli novel biografi tersebut karena baginya tumben - tumbenan Shiho mau membaca novel, biasanya shiho membaca majalah fashion.
"Shiho, mengapa kau membeli novel biografi itu?" Kata Shinichi.
"Dilihat dari sinopsis ceritanya menarik dan itu membuatku penasaran untuk mengenal sang Haseki Sultan dan caranya menaklukkan sang raja yang begitu Ia cintai" Kata Shiho.
"Oh begitu ya" Kata Shinichi.
Mereka pun mengobrol sampai akhirnya mereka tiba di rumah masing - masing, dan tak lupa Shiho mengingatkan Shinichi untuk makan malam di rumah profesor Agasa apalagi malam ini Shiho memasak makanan special untuk hidangan penutup yaitu pudding beras. Setelah memberitahu Shinichi tentang makan malam Shiho pun masuk ke dalam rumah profesor Agasa, lalu meletakkan barang - barangnya di dalam kamarnya dan lekas mandi. Setelah mandi, Shiho pun masuk ke kamarnya dan mulai berpakaian setelah mulai berpakaian Ia pun duduk di sisi tempat tidurnya sambil menatap novel biografi yang Ia beli tersebut.
"Andai aku seberuntung dirimu, Hurrem Sultan" Kata Shiho kemudian Ia menghela nafas.
Setelah itu Shiho pun meletakkan buku tersebut di sebuah bufet samping tempat tidurnya, lalu Ia keluar dan menutup pintu kamarnya, Ia segera memasak kare untuk makan malam dan tentu saja pudding beras sebagai makanan penutup. Shiho pun kemudian menghidangkan makanan dan minuman diatas meja dan mereka pun makan dengan lahap dan saling menceritakan tentang hari yang mereka lewati bersama - sama dalam aktivitas mereka.
Selesai makan malam shiho dan shinichi mengerjakan pr bersama - sama, sambil menikmati pudding beras buatan shiho sebagai cemilan. Mereka mengerjakan pr bahasa jepang modern dengan tenang dan saling bergantian memeriksa pr masing - masing.
Setelah selesai mengerjakan pr mereka pun berbincang - bincang mengenai aktivitas besok, Shinichi pun bertanya tentang novel biografi Hurrem Sultan yang Shiho beli.
"Bagaimana novel biografi Hurrem Sultan, sudah kau baca?"
"Baru sedikit, Shin. Tapi aku bisa mendapatkan sisi menariknya" kata Shiho.
"Setahuku Hurrem Sultan itu adalah salah satu wanita terkuat dalam sejarah ottoman, dia adalah istri raja suleiman yang paling cantik" kata Shinichi.
"Hahaha jangan cuman lihat cantiknya tapi lihatlah caranya dalam memerintah ottoman dan merantai raja suleiman" kata Shiho.
"Ya itu adalah salah satu fakta tentang Hurrem Sultan" kata Shinichi.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentang banyak hal sampai akhirnya malam telah menunjukkan pukul 22:00 yang artinya malam telah larut. Shinichi pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang terdapat di sebelah rumah profesor Agasa.
"Sudah jam 10 malam, Shiho. Lebih baik aku kembali ke rumahku" kata Shinichi.
"Ya benar, lagipula besok kita sekolah dan harus berangkat pagi - pagi" kata Shiho.
"Ya, sampai ketemu besok pagi dan selamat malam" kata Shinichi.
Shinichi pun keluar dari gerbang rumah profesor Agasa, lalu membuka pintu gerbang rumahnya, dan segera memasuki rumahnya. Ketika Shinichi sudah berada didalam kamarnya, Ia pun membaringkan dirinya di tempat tidur dan memikirkan sesuatu hal yang aneh pada dirinya yaitu kenyamanan yang Ia rasakan ketika sedang bersama dengan Shiho, Ia merasa ketika bersama Shiho, Ia bisa menceritakan berbagai macam hal mulai dari hal - hal umum sampai kasus yang hampir tiap hari Ia temui dan Shiho pun selalu mendengarkan dengan seksama. Shinichi pun akhirnya tertidur dengan masih memikirkan perasaan aneh itu.
