Attention

Harrieta bangun dari tidur saat matahari bahkan belum keluar dari tempat peristirahatannya. Hermione yang masih tertidur lelap disebelahnya. Gadis berbola mata seindah batu Emerlad itu tidak bisa tidur. Ia masih memikirkan nasib tragisnya menikah dengan si pirang sombong itu. Apa kata dunia persilatan.

Tetua Potter dan Tetua Malfoy itu sejatinya selalu bertengkar, entah kenapa jadi ingin berbesan. Menurut cerita ayahnya, alasan persaingan mereka berdua hanyalah alasan sepele. Alasannya adalah karena kakek Charlus cemburu dengan rambut kakek Abaraxs yang selalu rapi dan indah berbanding terbalik dengan kakek charlus yang rambutnya seperti singa. Jujur Harrieta hampir ingin menjitak kepala kakeknya. Jika bukan karena menjitak orang tua hukumnya durhaka, Harrieta sudah membuat dua benjolan dikepala kakeknya itu.

Harrieta memulai ritual paginya di kamar mandi. Mulai dari membersihakan wajahnya dengan pembersih wajah, menyikat gigi, dilanjutkan mandi dan keramas, memakai body lotion, dan yang terakhir hanya memakai foundation tipis.

Hari ini ia akan melakukan pemotretan, jadi ia tidak menggunakan make up. Harrieta juga mengeringkan rambutnya dengan Hair Dryer.

"Pagi Rietta"sapa Hermione.

"Pagi Mione" balas Harrieta.

"Kau masih memikirkan soal semalam? Well aku tidak bisa berbuat apa pun soal pernikahanmu. Tapi bagaimana bila kau membuat perjanjian pra nikah"saran Hermione. Harrieta mempertimbangkan matang - matang saran dari sahabat sekaligus managernya itu.

"Jika kau berminat, kita bisa minta tolong dengan kakaknya Ron, Percy"kata Hermione

Ronald Bilius Weasley juga sahabat karibnya yang memilih bekerja sebagai produser sekaligus sutradara. Salah satu kakaknya Percy Weasley adalah seorang pengacara yang selalu hadir di penandatangan kontraknya, untuk memastikan isi kontrak itu tidak merugikan bagi Harrieta.

"Kita lihat nanti Hermione. Aku ingin tahu pendapat si Dracula itu soal pernikahan ini"kata Harrieta yang kini memakai kemeja putih dipadu dengan rok denim.

Ditempat lain, Draco ditemani manajernya Blaise Zabini menuju salah satu stasiun Tv dimana ia akan wawancara pagi. Sepanjang perjalanan, Draco sibuk membuka smartphonenya , untuk mencari tahu status calon istrinya itu. Kali ini Draco dilanda kekecewaan, pasalnya Harrieta belum memposting apapun.

"Mungkin calon istrimu belum bangun"kata Blaise yang sedang menyetir. Mau tak mau,Draco setuju akan perkataan Blaise.

"Blaise, setelah wawancara pagi ini, apa kegiatanku selanjutnya?"tanya Draco.

"Pertemuan untuk Seriesmu yang baru. Sedikit bocoran Harrieta sudah menandatangani kontrak di series ini. Tampaknya pamanmu Regulus menyukai akting Harrieta sampai ia memanggil gadis itu untuk mendapatkan peran tanpa casting"jawab Blaise.

"Genre?"

"Crime, tapi menurut skenario, ini adalah Robin Hood zaman modern"jawab Blaise.

"Zabini"panggil Draco.

"Jangan khawatir. Sudah mendapatkan peran di series itu secara permanen."balas Blaise. Sebuah senyuman muncul di bibir Draco. Drama ini bisa menjadi alasan agar Draco bisa dekat dengan Harrieta. Sekarang ia butuh Harrieta setuju dengan pernikahan mereka.

Time skip

Regulus A Black adik dari Sirius Black,Jika kakaknya adalah seorang bintang rocker terkenal maka Regulus adalah produser sekaligus Sutradara bertangan dingin. Ia selalu memilih Drama atau Movie yang akan ia garap. Ia sendiri memilih aktor dan aktris yang akan bermain di dramanya.

Sejak Sirius mengenalkan pada Harrieta yang saat itu berusia enam belas tahun padanya. Regulus penasaran akan aura gadis itu. Oleh karena itu ia meminta Harrieta membintangi sebuah peran kecil di dramanya. Bahkan Harrieta hanya muncul di satu episode. Tapi satu episode itu bisa menunjukkan kemampuan akting Harrieta. Sejak saat itu Regulus selalu memakai Harrieta di drama yang sekiranya cocok untuk gadis itu.

Seperti saat ini, Regulus sedang duduk bersama Harrieta dan managernya juga tamu yang tak disangka Draco Malfoy . "Kita beruntung Malfoy bisa bergabung dengan kita"kata Regulus. Mereka pun membahas drama ini.

Drama ini merupakan adaptasi dari salah satu drama kriminal yang cukup terkenal di Amerika, Leverage. Leverage adalah Drama yang menceritakan sekelompok yang terdiri dari Mastermind,Grifter,Theif,Hacker dan Hitter yang memutuskan membantu orang - orang dengan cara mereka sendiri. Regulus memutuskan untuk membuat drama ini dengan versi Inggris. Ia secara pribadi ingin Harrieta berperan sebagai Anna. Seorang jenius Hacker. Kepribadian Anna yang loveable sangat cocok dengan peran ini. Harrieta juga menyukai peran ini.

Regulus juga memilih Draco sebagai pencuri handal yang tidak mengerti tentang emosi bernama Oliver. Predikat ice prince yang melekat pada Draco akan menguasai peran ini.

Diskusi mereka sangat memuaskan bagi bahkan memberikan untuk episode pertama yang akan mulai shooting dua minggu lagi.

Usai pertemuan itu, Pansy Parkinson dan Nymphdora Tonks selaku publicist dari masing - masing datang. "Kurasa kalian sudah tahu tentang pernikahan kalian. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana memberitahu publik tentang ini."kata Pansy membuka masalah ini. Tonks mengangguk setuju.

Sepanjang pengetahuan publik, Draco dan Harrieta hobi saling sindir entah sejak kapan. "Kenapa aku harus menjalani perjodohan ini?"tanya Harrieta. Draco terdiam. "Potter, Ayo kita ke balkon. Ada yang perlu kita bicarakan."ajak Draco.

Kedua calon suami istri pun menuju balkon. "Karena kita tidak sanggup dan tega menentang keputusan kakek kita. Ayolah apa buruk menikah denganku"kata Draco.

"Dengan semua sikap burukmu, sangat buruk"jawab Harrieta.

"Aku ingin membahagiakan kakekku. Terserah denganmu"balas Draco.

"Baiklah. Jangan paksa aku untuk tidur denganmu"kata Harrieta.

"Never. Kita akan memiliki banyak peraturan"kata Draco.