Confession
Beberapa hari kemudian, Harrieta sebisa mungkin menghindari Draco, kecuali saat mereka ada scene bersama. Harrieta masih tidak tahu bagaimana menghadapi Draco pasca mereka tidur bersama. Draco sendiri mencoba membuka pembicaraan namun, Harrieta gencar menghindarinya. Draco berpikir apa mungkin Harrieta sadar ciuman itu.
Sebisa - bisanya Harrieta menghindar. Akhirnya tiba saat scene first kiss mereka di drama ini. Karena adegan ini adalah adegan dimana Harrieta akan menangis dan Draco menciumnya. Harrieta membutuhkan waktu untuk mengeluarkan air mata secara alami. Ia menghindari menggunakan obat tetes mata.
Lima menit, adalah waktu yang cukup untuk membuat Harrieta menangis "Kau siap?"tanya Regulus. Nyonya muda Malfoy itu mengangguk. Dalam hati, Harrieta berharap ia bisa menyelesaikan ini dalam sekali take.
Harrieta dan Draco saling berhadapan memainkan peran mereka masing - membaca linenya. Disinilah Draco harus memeluk dan mencium Harrieta tiba - tiba.
Draco mencium Harrieta sesuai adegan lalu ia harus mengucapkan kalimatnya. Draco melepaskan ciumannya dan memandang Harrieta bersiap untuk mengucapkan kalimatnya. Tiba - tiba saja, Draco mengangkat tangannya. "Maaf aku lupa lineku"kata Draco. "Tidak apa. Kita ulang dari awal"kata Regulus. Sementara wajah Harrieta merah karena malu.
Dengan demikian, mereka mengulang scene itu lima kali. Di scene keempat, Harrieta menyadari seringai Draco yang menandakan itu dengan sengaja. "Paman Regulus, bagaiman dengan ciuman kami? Bisa digunakan?"tanya Harrieta.
"Iya bisa digunakan"jawab Regulus.
"Kalau begitu, bisa kita ulang dari sehabis ciuman itu?"usul berpikir sejenak. "Bisa. Kita bisa lakukan itu"kata Regulus.
Harrieta kembali ke posisinya. Draco pun mengucapkan kalimatnya dengan sempurna. Ia menggandeng tangan Harrieta, bahkan ketika Regulus mengakhiri pengambilan gambar untuk hari ini. Draco tetap menggandeng tangan Harrieta. Ia membawa Harrieta ke dalam bus Vannya.
Draco mengurung Harrieta dalam dua lengannya. "Ada masalah apa? Kau menghindariku. Istriku tersayang"tanya Draco dengan nada berbahaya. Wajah Harrieta langsung memerah. "Aku malu. Kita bangun satu tempat tidur. Aku tidak tahu bagaimana menghadapimu"jawab Harrieta. Mendengar penjelasan itu, raut wajah Draco melembut.
"Aku mencintaimu Nyonya Malfoy"kata Draco. Mendengar pengakuan itu, mau tidak mau membuatnya luluh. Draco kembali mencium bibir mungil tersebut. Harrieta terdiam sesaat sebelum ia membalas ciuman itu dan menutup matanya. Draco melepaskan ciumannya dan melihat wajah Harrieta yang memerah. Harrieta membuka matanya. "Draco,Aku… aku tidak mau kehilanganmu"aku Harrieta. Bilang ia egois. Tapi ia tidak mau melepaskan pria yang menjadi suaminya. Draco kembali menciumnya. Ia menggendong Harrieta dan membawanya ke tempat tidur.
Timeskip.
Harrieta kembali terbangun dipelukan Draco. "Hei"sapa Draco santai.
"Hei? Kau membuat pinggangku sakit. Hanya itu sapaanmu"kata Harrieta bersembunyi di dada bidang Draco. "Maafkan aku Nyonya Malfoy"jawab Draco. "Kau beruntung hari ini tidak ada jadwal"kata Harrieta.
"Aku tahu."kata Draco "Kita bisa tidur seharian"
"Aku butuh mandi". Harrieta pun turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.
