Telling Him ?

Harrieta memang tidak memperhatikan bukan berarti ia bodoh. Hermione memberitahunya soal tatap Riddle yang terkesan melecehkan padanya. Hermione telah memberikan pertolongan ketika memperpendek kontraknya. Ia menyarankan agar Harrieta memberitahu hal ini pada Draco.

Ia bimbang. Ia masih bingung dengan sifat Draco. Apakah bijaksana memberitahu hal ini pada tak menunjukkannya, ia yakin Draco memiliki sifat cemburu dan posesif tingkat dewa.

Saat shooting Leverage, di sela - sela waktu istirahat. Ia dan Theo sering bercanda. Theo sering menggendongnya. Ya di banding dengan pemeran lain, Ia lebih akrab dengan Theo. Harrieta selalu mendapati pandangan tajam dan dingin dari Draco. Biasanya hal itu akan berakhir,diatas ranjang dan pasti menyebabkan pinggang Harrieta sakit.

Oleh karena itu, Harrieta enggan memberitahu Draco masalah ini. Ia tidak tahu apa reaksi dari Draco jika mengetahui masalah ini. "Jadwal Draco hari?"tanya Harrieta. Hermione menarik nafas. "Pemotretan di salah satu studio."jawab sahabat yang juga managernya itu.

"Baiklah, kita kesana"balas Harietta.

Harrieta menghampiri Blaise yang tengah menunggu Draco. "Hei, Rietta"sapa Blaise.

"Hei, Draco masih lama?"tanya Harrieta. Blaise melihat jam tangannya. "Sebentar lagi ia akan selesai"kata Blaise. Melihat Draco melakukan pemotretan membuatnya berpikir. Haruskah ia pensiun menjadi model dan terjun seratus persen ke dunia akting menemani suaminya?

Menjadi seorang model, ia harus siap untuk travelling kemana pun. Hal itu mungkin bisa ia lakukan ketika ia lajang. Saat ini ia sudah menikah tentu saja ada suami yang harus di urus. "Nyonya Malfoy apa yang kau pikiran?"kata Draco yang baru saja menyelesaikan pemotretannya.

Harrieta tersenyum, memeluk Draco. Aroma Citrus menyapu penciuman Harrieta. "Ada jadwal setelah ini?"tanya Harrieta. Draco melihat ke arah Blaise. "Kau punya waktu satu jam sebelum wawancara di stasiun radio"kata Blaise.

"Mau makan siang?"tawar Draco. Harrieta mengangguk.

Sebuah restoran yang menyajikan makanan italia menjadi pilihan mereka berdua. "Aku mau pamit. Malam ini aku terbang ke Paris untuk pembuatan komersial video"kata Harrieta. Draco mengangguk.

"Dray, Aku ingin pensiun menjadi model. Bolehkah?"tanya Harrieta.

"Tentu saja boleh. Aku masih sanggup menghidupimu dan membelikan apa pun keinginanmu"kata Draco. Ia setuju jika Harrieta pensiun menjadi model. Setidaknya Harrieta memiliki waktu lebih untuknya. Pada akhirnya Harrieta menceritakan tentang kecurigaan Hermione. Mendengarkan cerita istrinya, rahang Draco mengeras. Ia belum menunjukkan taringnya dan bulu serigalanya. Dari sebelum menikah hingga sekarang tidak ada yang boleh memandang Harrieta dengan pandang tidak pantas.