Never Wake up, Sleeping Dragon
Pasca pemberitahuan, Harrieta tentang Tom Riddle. Draco memutar otaknya. Ia menyiapkan langkah - langkah yang ia ambil. Pertama, Ia membutuhkan informasi tentang Tom Riddle. Untuk itu ia menggerakan anak buahnya secara rahasia untuk mengali lebih dalam. Keluarga Malfoy merupakan salah satu keluarga bangsawan tertua. Mereka miliki bisnis legal dan ilegal. Draco menggunakan anak buah yang disediakan oleh Lucius untuk mendapatkan informasi.
Kedua, memperlihatkan pada public bahwa ia benar - benar mencintai istrinya. Draco berusaha memberikan kejutan - kejutan kecil pada istrinya dan tentu saja dengan paparazzi yang tersembunyi. Seperti saat Harrieta melakukan pengambilan gambar di paris untuk satu brand ternama. Draco muncul dengan buket besar bunga Lily putih dan mawar pink dan sekotak kue favorite kesukaan Harrieta. Tentu saja momen itu, di abadikan para kuli tinta yang sengaja di panggil oleh Draco. Dengan kecepatan teknologi saat ini, dalam waktu singkat foto mereka berdua tersebar di banyak portal berita. Contoh yang lain lagi, masih di Paris. Draco dan Harrieta terlihat berbelanja di salah satu mall tersebut. Pewaris Malfoy itu memanjakan istrinya dengan membelikan barang - barang mewah.
Di lain kesempatan, ganti Harrieta muncul dengan makanan kesukaan Draco yang ia masak sendiri di salah satu pemotretan cover aktor tersebut. Lagi - lagi paparazzi siap mengabadikan momen tersebut. Dengan momen - momen romantis mereka, para fans mereka langsung menyematkan pasangan paling romantis pada mereka. Belum lagi, sentuhan kecil saat mereka menghadiri berbagai event.
Ketiga, Memastikan Harrieta hamil secepatnya. Draco hampir tiap malam meminta jatahnya pada istrinya yang berakibat Harrieta selalu bangun kesiangan. Draco bahkan menghitung masa - masa kesuburan istrinya. Yang dapat dipastikan dimana pun mereka berada, entah itu Hawaii, Hollywood atau villa Harrieta di Miami. Pasangan suami istri itu selalu berakhir diranjang.
Seperti malam ini, Harrieta tertidur di dada bidang Draco. Sementara Draco membelai lembut punggung istrinya. "Kau sudah tidur?"tanya Draco.
"Hampir"jawab Harrieta dengan mata terpejam, "Aku lelah sekali". Draco tertawa kecil. "Wajar Love, kita bermain lebih dari tiga ronde"kata Draco. Pewaris Malfoy itu mencium keningnya. "Tidurlah"
Ditempat lain, Lebih tepatnya di kantor Riddle. Tom berdiri menghadap Jendela. Kantornya terlihat berantakan. Majalah,Tabloid,surat kabar memberitakan kemesraan pengantin baru Malfoy-Potter. Seakan - akan pewaris Malfoy itu, menegaskan pada dunia bahwa Harrieta adalah miliknya.
Tom mengeluarkan rokoknya dan menghisapnya. Otak jeniusnya berpikir bagaimana ia bisa mendapatkan Harrieta.
Draco terbangun dengan suara Harrieta tengah muntah di kamar mandi. Merasa khawatir, Draco langsung menemui istrinya. "Ada apa?"tanya Draco yang membantu mengikat rambut istrinya.
Harrieta menggelengkan kepalanya. "Sepertinya aku salah makan"jawab Harrieta yang baru saja menggosok giginya. Harrieta berbalik memandang Draco. "Mandilah, aku akan membuatkanmu sarapan"kata Harrieta. Draco mengangguk dan mencium kening istrinya.
Waffle dan teh Inggris adalah pilihan Harrieta. Ia mulai mengambil beberapa bahan dan cetakan waffle. Memasak sudah mendarah daging bagi Harrieta. Ibunya sudah mengajarinya memasak dari ia berusia sepuluh tahun.
Harrieta menyiapkan Maple Syrup. Menata meja makan. Seusai ia menyiapkan sarapan. Ia segera ke kamar untuk berdandan. Jadwalnya hari ini adalah menuju kantor salah satu brand ternama untuk menyiapkan Fashion Show tahun depan.
