Lost
Kabar mengenai kehamilan Harrieta tentu saja tersebar luas. Para rekan public figure pun memberikan selamat. Fans Harrieta dan Draco pun mengucapkan selamat. Lucius tentu saja menyambut penerus keluarga Malfoy. Berbanding terbalik dengan Lucius, James malah mengucapkan berulang - ulang bahwa ia tidak siap menjadi kakek.
Draco sangat menjaga istrinya. Jika ia tidak ada jadwal, bisa dipastikan Draco akan mengikuti kemana pun ia pergi. Draco bahkan memperkerjakan seorang perawat untuk menjaga istrinya. Ia juga membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya setiap pagi.
Hermione pun meminta Sirius,mantan penyanyi Rocker yang banting setir menjadi businessman untuk mengurangi jadwal Harrieta. Abaraxas dan Charlus pun tak sabar menantikan cucu buyut mereka. Remus Lupin yang baru saja menyelesaikan pembelian kamar hotel di paris, menghadiahkan sebuah villa di Swiss.
Semua kebahagian itu berbanding terbalik dengan seseorang. Di meja kantornya terdapat banyak majalah yang memberitakan kehamilan Harrieta dan reaksi bahagia Draco. Tom Riddle duduk di singgasananya. Kehamilan bidadarinya tentu saja diluar rencananya. Ia harus menyusun rencana untuk menyingkirkan mahluk yang ada di dalam rahim Harrieta. Tentu saja, Harrieta akan mengandung, tapi anak yang dikandung Harrieta harus dari benihnya. Tom Riddle menyeringai, melihat CCTV membuatnya memiliki ide. Ia menelepon Bartemius Crouch Junior untuk menjalankan rencananya.
Pagi ini, Harrieta tidak memiliki jadwal. Hermione memastikan itu. Hermione ingin ia beristirahat. Hannah Abbot perawatnya baru masuk siang nanti. Draco memiliki jadwal interview pagi ini secara live, tapi ia berjanji akan makan siang dirumah. Draco bahkan meminta Harrieta membuatkan Pie apple sebagai dessertnya.
Merasa kesepian, Harrieta memutuskan bermain dengan biolanya. Sebuah lagu romantis berjudul A song from secret garden yang sudah ia kuasai semenjak SMA itu mengalun indah dari jari jemarinya. Saat Harrieta menikmati permainan biolanya, sebuah panggilan masuk ke handphonenya.
"Ya ? Hallo?"kata Harrieta menjawab panggilan tersebut. Ia meletakkan biolanya dengan hati - hati. "Nyonya Malfoy, saya salah satu karyawan tuan Black. Nona Granger mengatakan bahwa ada kontrak yang harus di selesaikan dengan tuan Riddle . Bisakan anda menemui beliau. Nona Granger mengatakan akan menunggu disana sekarang"kata Seorang wanita.
"Ah. Aku akan segera kesana"jawab Harrieta tanpa curiga. Harrieta segera memakai pakaian formal dan mengemudi menuju kantor dimana perusahaan Riddle berada.
Bartemious Crouch Junior berjalan menuju lobby kantor, dimana mereka memiliki tangga yang tengah di bersihkan dan sebuah papan peringatan tentang lantai licin. Bartemious mengambil papan itu dan menyembunyikan papan peringatan tersebut. Hal itu bertepatan dengan Harrieta yang mengenakan dress putih tanpa lengan dan blazer berwarna hijau muda yang tampak turun dari mobilnya. Gadis berbola mata hijau itu pun menyerahkan kunci mobilnya ke sebuah petugas Valet.
Dengan terburu - buru, ia melewati pintu otomatis. Harrieta berjalan menuju tangga yang akan membawanya ke meja repsionis. Harrieta yang tidak mengetahui tangga itu licin pun setengah berlari, Harrieta melihat jam tangannya, ketika ia tergelincir. Di anak tangga kelima, Ia pun jatuh bergelinding ke bawah. Harrieta tak sadarkan diri dan darah mulai mengalir kedua pahanya. Orang - orang mulai berkerumul.
Dari balik CCTV, Tom menyeringai. Ia pun segera memainkan perannya sebagai orang baik yang tak tahu apa - apa. Ia memposisikan dirinya secara tak sengaja hendak keluar dan pura - pura terkejut. Ia pun menyuruh anak buahnya menghubungi rumah sakit dan menghubungi agensi yang menaungi Harrieta. Semuanya berjalan sesuai rencana.
