Lost (2)

Dokter Severus Snape baru saja menyelesaikan round up memeriksa pasien - pasiennya, Ketika ia melihat sebuah ambulans berhenti di unit gawat darurat. "Ada apa?"tanya Severus pada rekan kerjanya.

"Seorang wanita terjatuh dari tangga"kata Minerva McGonagall yang menjabat sebagai Dokter kepala residen. Pintu ambulans pun terbuka menampilkan Justin Flinch-Fletch yang memengang oksigen ditangannya. "Terpeleset dari tangga, Luka pada kepala dan pendarahan."jelas Justin.

Minerva McGonagall segera mengambil alih. Sevrus yang menyadari siapa yang terjatuh segera memberitahu Minerva tentang kehamilan muda Harrieta. "Panggil Poppy sekarang"perintah Minerva.

"Spinnet, Hubungi nomor daruratnya"kata Severus yang segera bergabung dengan Minerva.

Ditempat lain, Blaise Zabini setengah berlari menemui Draco yang akan bersiap menjadi cameo di sebuah series. "Draco, Harrieta di rumah sakit. Seseorang dari rumah sakit memberitahu"kata Blaise. Mendengar kabar itu, Draco segera berdiri. "Aku akan kesana,"kata Draco.

"Bagaimana dengan pengambilan gambarmu?"tanya Blaise.

"Carikan pengganti atau aku bersedia membayar penalty"jawab Draco yang bergegas menuju mobilnya. Yang dipikiran Draco hanyalah keadaan Harrieta dan Janin yang dikandung Istrinya.

Blaise menyetir mobil, Ia sama sekali tidak mengizinkan Draco menyetir mobil. Draco yang terpaksa menuruti Blaise segera menghubungi Hermione. Ia ingin tahu apa yang terjadi. Instingnya mengatakan ada yang janggal. Biasanya baik Hermione ataupun Harrieta akan memberitahu jadwal Harrieta. Pagi ini Harrieta tidak ada jadwal dan lebih mencurikan lagi. Hermione mengatakan kejadian Harrieta jatuh saat berada di gedung Riddle. Untuk apa istrinya kesana. Semua pertanyaan itu ada di Otak Draco.

Sesampainya di rumah sakit, Keluarganya dan Keluarga Harrieta termasuk Hermione ada disana. Narcissa langsung memeluk putranya. "Bagaimana keadaan Harrieta?"tanya Draco.

"Ia selamat"kata Lily namun wajahnya masih menunjukkan kesedihan "Tapi janin yang dikandungnya tidak." Kedua kaki serasa lemas. "Apa Harrieta tahu?"tanya Draco. Suaranya gemetar. Narcissa mengangguk. "Temui dia Draco. Hermione dan Sirius menyelidiki ini"sambung Lucius. Draco memandang ayahnya tak mengerti. "Tampaknya ada yang memancing Harrieta menuju gedung Riddle. Biarkan yang lain mengurusnya. Temui istrimu"kata Abaraxas. Draco langsung memahami maksud kakeknya itu.

Draco memasuki ruangan perawatan. Harrieta tengah terduduk sambil memeluk kedua lututnya. Bahasa tubuhnya menunjukkan ia tengah menangis. "Rieta"panggil Draco. Harrieta mengangkat wajahnya. Kedua matanya memerah. Ia segera berlutut, menarik kemeja Draco pelan. "Maafkan aku,Maafkan aku. Draco aku minta maaf"kata Harrieta berulang - ulang seperti mantra. Draco langsung memeluk istrinya. "Bukan salahmu"balas Draco menarik nafasnya.