Hiding

Kabar kecelakaan Harrieta diketahui oleh publik. Hari ini Draco, Lucius,Narcissa, James dan Lily duduk di studio televisi . Mereka akan melakukan wawancara di sebuah progam talk show. Mereka juga memutuskan untuk menuntut pemilik gedung Riddle. Draco baru saja menelepon bibinya Andromeda. Ia mendengar kabar Harrieta. Sampai saat ini, sejak Harrieta meminta maaf padanya. Istrinya itu tidak mengucapkan satu patah pun. Harrieta juga sempat menolak makan namun bibinya memberitahu. Ia mulai meminum sop cream dan secangkir cokelat panas.

Talkshow kali ini di pandu oleh Lee Jordan dan Katie Bell. "Draco bagaimana keadaan Harrieta?"tanya Narcissa.

"Ia masih belum berkata apa pun tapi ia mulai makan sedikit demi sedikit"jawab Draco. "Itu perkembangan yang baik little dragon"balas Narcissa.

Draco duduk di apit Narcissa dan Lily. Suasana hening tercipta di studio,selagi Jordan membuka acara. "Selamat pagi. Pertama aku dan Katie turut perihatin dengan kejadian menimpa Harrieta"kata Jordan. Lucius mengangguk. "Bagaimana kabar kalian?"tanya Jordan.

"Seperti yang kau lihat tuan Lee. Kami sehat dan mengkhawatirkan Malaikat kecil kami" Jawab James.

Di tempat lain, Harrieta masih duduk diluar balkon kamarnya memandang hamparan salju yang luas. Ia tidak ingin berkata apapun. Ia hanya diam. Andromeda mengawasinya dari dalam, membuat catatan perubahan - perubahan keponakan iparnya itu. Dari kedatangan Harrieta di Swiss, gadis tidak mengucapkan satu kata pun.

"Rieta sudah malam, ayo masuk"ajak Andromeda yang membantu Harrieta masuk ke dalam. "Bibi"panggil Harrieta untuk pertama kalinya di Swiss. Andomeda merapikan rambut Harrieta. "Ada apa sayang?"tanya Adromeda dengan penuh kasih sayang.

"Aku.. ingin menangis"kata Harrieta. Andromeda tersenyum. "Menangislah sepuasmu, Maafkan dirimu dan pulihkan dirimu."balas Andromeda. Perlahan air mata Harrieta berjatuhan, ia menangis semakin keras hingga ia terduduk dilantai. Andromeda memeluknya. Semenjak kejadian itu, inilah pertama kalinya, Harrieta menangis sekeras mungkin. Mencoba mengeluarkan emosinya. Kehilangan anak pertama, akan selalu ia simpan jauh dalam hatinya. Ia perlu memulihkan diri untuk orang - orang yang ia sayangi dan menyanyanginya.

Harrieta sungguh bersyukur Draco mengirimnya kesini. Saat ini ia benar - benar, butuh ketenangan.

Pagi hari berikutnya, Harrieta terbangun. Ia langsung menelepon ibunya. Sebuah panggilan dari Harrieta tentu saja membuat Lily terkejut. Ibu dan anak berbicara banyak, termasuk panggilan yang ia terima sebelum ke gedung Riddle. Lily pun mengatakan akan menyusulnya bersama ayahya. "Mom, Not Male Allowed, Please. Ayolah bu, kau bisa mengajak Mother Cissa tapi jangan mahluk berjenis kelamin pria"kata Harrieta. Lily pun menyanggupi.