Crazy

Warning Trigger : Rate M

Draco Malfoy mendapat kabar soal penculikan Harrieta dari ibunya. Tampaknya bibinya, bekerja sama dengan seseorang. Draco bersama James langsung terbang ke Swiss. Lily sudah meminta pihak ke polisian setempat.

Draco gagal dua kali untuk melindungi istrinya, Ia merasa marah pada dirinya sendiri. Seharusnya ia juga mengambil libur sama seperti istrinya, untuk menjaga istrinya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Ia harus menemukan Harrieta. Yang Draco tidak ketahui ialah Harrieta sudah tidak ada di Swiss.

Setibanya Draco di Swiss, ia langsung menuju condo Harrieta. Ia menyadari bahwa mata ibunya dan Lily memerah. Hanya Andromeda dan Abraxas yang berusaha bersikap rasional di sini. "Draco, Aku tidak tahu Bella bisa melakukan ini. Aku pikir dengan pengalaman Bella yang juga pernah keguguran. Ia bisa membantu Harrieta."kata Narcissa. Draco mengangguk. Ia mengerti. Ibunya dan ibu mertuanya berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan Harrieta seperti dulu.

James langsung menemui kepala polisi. Mereka sedang melacak kendaraan yang membawa Harrieta. Draco langsung menuju kamar Harrieta. Ia bisa mencium keberadaan Harrieta disana.

Tom Riddle Junior membawa Harrieta ke kota Cape Town. Ia membeli Villa di kota ini. Tom tersenyum lebar. Kepala Harrieta terasa sangat berat, saat ia terbangun. Matanya terbelalak saat Harrieta menyadari bahwa ia ditempat asing, terlebih saat ia mengenakan gaun pengantin. "Jangan takut Nona potter"kata Tom ramah.

"Nyonya Malfoy"balas Harrieta. "Kenapa kau membawaku kesini tuan Riddle?".

"Agar kita bisa bersama tentu saja."jawab Tom. Harrieta memandangnya seakan - akan ia gila. "Aku sudah menikah Tuan Riddle"kata Harrieta tegas.

"Jangan Khawatir sayang, Aku sudah menyiapkan surat cerai."jawab Tom membelai wajah Harrieta. Harrieta langsung mendorong pria di hadapannya. "Jangan sentuh aku! "teriak Harrieta.

Tom menyeringai. "Aku rasa kau butuh waktu sendiri"kata Tom meninggalkan gadis itu sendiri. Begitu Harrieta memastikan, Riddle meninggalkan ruangan. Ia segera mencari tahu dimana ia berada. Gaun pengantin yang ia kenakan benar - benar membatasi ruangan geraknya. Tak peduli berapa harga gaun ini. Harrieta menyobek gaunnya.

Begitu ia mendapatkan lokasi dimana ia berada. Ia hanya tinggal mengirimkan pesan ke keluarganya. Mata Harrieta mencari ponsel atau laptop yang bisa ia gunakan.

Entah ini suatu keberuntungan atau tidak, Riddle meninggalkan ponselnya. Dengan cepat, Harrieta mengambil ponsel milik Riddle yang tertinggal. Harrieta hendak mengirimkan pesan ke Draco, di kejutkan oleh Riddle yang sudah kembali.

"Aku tidak menyembunyikan apa pun sayang. Ahh kau hanya perlu bilang padaku, jika kau tidak menyukai gaunnya. "kata Riddle. Harrieta mengelengkan kepalanya. "Atau kau hanya menggodaku"

"Kau sakit Riddle"kata Harrieta yang berjalan mundur. Tom menarik Harrieta. "Aku akan memesan gaun pengantin. Tenang saja kali ini aku biarkan kau memilihnya."kata Tom. Harrieta benar - benar tak nyaman dengan kedekatan Tom. "Lepasin"pinta Harrieta. Namun tak diindahkan oleh Riddle. Tom justru membawa Harrieta ke ranjang. Dimana ia memaksa kehendaknya pada wanita yang masih sah menjadi istri orang tersebut.