Sayonara

Harrieta jauh dari kata baik - baik saja. Wajahnya pucat. Ia menolak untuk makan lebih tepatnya ia tidak bisa makan. Apa pun makanan yang ia telan langsung ia muntahkan lagi. Meski Tom memberikannya peralatan make up mahal namun Harrieta tidak pernah memakainya. Ia memainkan cincin pernikahannya. Hanya benda ini yang bisa mengingatkannya pada Draco.

Harrieta merindukan suaminya, namun ia sudah tidak pantas lagi berada disebelahnya. Ia sudah terlalu kotor. Bukan berarti ia menerima segala kegilaan Tom. Harrieta ingin keluar dari sini.

Hari ini Tom menjadwalkannya untuk melakukan pemilihan gaun pengantin. Harrieta menatap gaun - gaun itu dengan pandangan kosong. Tubuhnya bertindak bagaikan robot, kala seorang asisten meminta mencoba sebuah gaun pernikahan. Harrieta hanya diam. Ia benci situasi ini.

"Harrieta sayang,"panggil Andromeda lembut. Harrieta yang mengenali suara itu langsung menoleh. "Bibi Meda"kata Harrieta menahan tangisnya. Andromeda yang menyamar itu memeluk keponakan iparnya dengan penuh kasih.

"Kau semakin kurus."kata Andromeda mencoba mencairkan suasana. Harrieta tersenyum kecil. Sebuah senyuman yang dipaksakan. "Draco dan ayahmu ada disini"kata Andromeda. Harrieta langsung menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa bertemu dengan Draco"kata Harrieta hampir histeris.

"Apa yang ia lakukan padamu Harrieta?"tanya Andromeda. Harrieta berusaha keras menahan tangisnya. " aku tidak bisa menemui Draco. Aku tidak pantas, Aku sudah terlalu.."Belum sempat Harrieta menyelesaikan kalimatnya. Andromeda memeluknya. Ia mengetahui apa yang terjadi. Ia memiliki banyak klient yang memiliki masalah serupa. "Kami akan mengeluarkanmu dari sini"janji Andromeda.

Wanita itu pun menceritakan rencana mereka pada Harrieta. Jadwalnya memilih gaun ini merupakan kunci terdiam dan mengangguk. Tanda ia mengerti.

Dengan perasaan enggan, ia mencoba gaun pengantin selutut. Harrieta menghentikan air mata yang mengalir dari kedua matanya. Ia berakting mencoba seolah -olah menikmati sandiwara ini.

Ketika Harrieta baru saja keluar dari ruang ganti. Tiba - tiba Tom Riddle dengan bawahannya Peter Pettigrew memasuki ruangan. Dengan kasar ia menarik Harrieta ke pelukannya. Tangan kanan Tom menggengam sebuah pistol. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku" tuntut Harrieta yang memberontak dalam pelukan Harrieta.

Tom menarik Harrieta menuju balkon yang berdekatan dengan tebing. Senjata api milik Tom ada di pelipisnya. Draco,Charlus dan James serta beberapa pihak kepolisian berhasil mendobrak masuk. "Tuan Muda Malfoy berhasil menemukan kita sayang"kata Tom. Suara isakan tangis keluar dari bibir Harrieta. "Ayah, Tolong aku"pinta Harrieta.

"Riddle lepaskan putriku!"bentak James.

"Aku rasa aku tidak bisa, Ayah mertua"kata Tom yang semakin berjalan mundur. Draco berusaha berjalan mendekati Tom namun pemilik nama belakang Riddle itu melepaskan tembakan. Harrieta melirik tebing di belakangnya. Kegilaan Tom bisa membunuh orang - orang yang ia sayangi. Ia tidak rela jika Draco terluka. Jika ia bisa menjatuhkan Riddle dari tebing meski ia juga terjatuh, itu akan memastikan keselamatan semua orang. Ia rela, Toh ia sudah tidak bisa mendampingi Draco lagi.

"Dray,"panggil Harrieta.

"Jangan khawatir semua akan baik - baik saja"balas Draco.

"Dray, Aku benar - benar mencintaimu. Terima kasih"kata Harrieta. Setelah mengucapkan kata - kata itu , Harrieta mendorong tubuhnya yang berada dipelukan Tom kebelakang membawa Tubuh Tom Hingga mereka berdua terjatuh bersama - sama.

Draco dan James sama - sama berteriak memanggil nama Harrieta dan berlari menuju balkon. Mereka berdua tidak mempercayai mata mereka. Charlus yang menahan semua emosinya segera memerintahka regu penyelamat untuk menemuka cucu satu - satunya.

Hal yang terakhir dilihat Harrieta adalah wajah Draco dan James yang khawatir. Bibir Harrieta mengucapkan kata maaf. Sebelum matanya terpejam.

Begitu tersadar dari rasa shocknya, Draco segera ikut team regu penyelamat. Pihak kepolisan menangkap seluruh anak buah Riddle. James yang menyaksikan hal tersebut tidak merasa tenang sebelum nasib putrinya diketahui

Epilog

Tom Marvolo Riddle Junior dinyatakan meninggal di tempat sedangkan Harrieta di temukan dalam keadaan tak sadarkan diri terhimpit bebatuan. Lamanya penyelamatan membuat kondisi Harrieta Kritis. Saat ini, semua keluarga dan sahabat Harrieta berkumpul di ruang tunggu Rumah Sakit. Para dokter sedang melakukan operasi. Andromeda menarik Draco untuk berbicara berdua.

Andromeda mengungkap apa yang terjadi pada Harrieta selama Riddle manangkapnya. Wajah Draco berubah pucat namun ia kembali memasang wajah dinginya. Ia menyesal tidak bisa menjaga istrinya.

Selama enam jam mereka menunggu. Kondisi mental Draco berada diujung tanduk. Ia butuh Harrieta. Ia tidak peduli apa yang terjadi. Harrieta dalah istrinya dan tak ada yang bisa mengubah semua itu. Setelah masa penantian yang panjang. Pihak rumah sakit memberitahukan bahwa Harrieta mengalami dead brain atau sebuah kondisi dimana pasien sudah meninggal namun jantungnya masih berdetak karena di tunjang mesin - mesin. Pihak Rumah Sakit butuh persetujuan keluarga untuk mencabut mesin - mesin itu.

Draco hampi mengamuk jika James dan Sirius tidak menahannya. "Sampai kapan pun, aku tidak akan membiarkan kalian membunuh istriku"kata Draco tegas. Namun yang lain, setuju dengan perkataan dokter, untuk apa menahan Harrieta disini.

Walaupun sakit, Mereka Ikhlas melepaskan gadis ceria yang mereka sayangi.

Berita kematian Harrieta muncul bersamaan dengan berita pengunduran diri Draco Malfoy dari dunia hiburan. Menurut rumor yang beredar, ia memilih menyendiri.

Draco Lucius Malfoy, menjejakkan kakinya ke sebuah villa mewah namun terpencil. Ia bersiul sambil memasuki Villa miliknya dan Harrieta. Draco meletakkan kopernya.

"Maaf membuatmu menunggu terlalu lama"kata Draco tanpa ada jawaban. Draco berjalan mendekat sebuah tempat tidur dengan mesin - mesin penopang kehidupan. Harrieta tampak tertidur.

Draco menyuap seorang dokter dan perawat untuk memindahkan tubuh Harrieta ke Villa ini tanpa sepengetahuan keluarga mereka. Harrieta akan tetap berada disisinya. Meskipun saat ini Harrieta sedang terlelap tidur. Draco mencium kening istrinya. "Istirahatlah sayang. Akan ku pastikan. Perusahaan milik Riddle tumbang"kata Draco sambil tersenyum aneh.