Tittle

Primal War

Disclaimer

Semua Karakter Naruto dkk milik masashi kisimoto, bukan milik saya.

Rate

T semi M

Warning!

Aneh! Gaje! Nama ngasal! OOC! Typo! Dll!

Genre

Fantasy! Adventure! Dll!

Pair

Xxx

"..." percakapan biasa

'...' batin, pikiran, dll

(...) untuk sesuatu yang penting

[...]

Summary

-masih dipikirkan-

.

.

.

Chapter 2

Pada awalnya, Alam Semesta Primal adalah salah satu alam semesta paling awal yang ada di sistem jagat raya. Tapi karena Alam Semesta Primal mulai menciptakan hukum sendiri, yang bertentangan dengan eksistensi jagat raya, Alam Semesta Primal disegel oleh jagat raya di ruangan unik, bisa dibilang sebagai sisi lain jagat raya.

Walaupun Alam Semesta Primal tersegel di sisi lain jagat raya, hal itu tidak menghentikan Alam Semesta Primal menciptakan hukum itu, dan dalam beberapa era, hukum itu berhasil tercipta.

Perlahan tapi pasti, dengan hukum yang diciptakan, dimana hukum ini bisa dibilang musuh alami jagat raya. Alam Semesta Primal berhasil melepas kendali jagat raya pada sisi lain jagat raya , dan menguasainya.

Tidak hanya itu, Alam Semesta Primal mulai mengubah sisi lain jagat raya, menjadi sesuatu yang benar-benar baru, dan tanpa sengaja Alam Semesta Primal membangunkan kesadaran sisi lain jagat raya yang baru.

Itu adalah cikal bakal Virtual Primal, yang sama sekali tidak bisa dipengaruhi oleh hukum Alam Semesta Primal akibat sudah memiliki beberapa kekebalan. Walaupun begitu, masih ada jejak Alam Semesta Primal di Virtual Primal, jadi Virtual Primal tanpa syarat mendukung semua yang dilakukan Alam Semesta Primal.

Alam Semesta Primal, yang mendapatkan bantuan Virtual Primal mulai berambisi, untuk menggantikan jagat raya, dan menjadi jagat raya yang baru. Apalagi, dengan Hukum nya, Alam Semesta Primal memiliki kesempatan besar untuk berhasil menggantikan jagat raya.

Sayangnya, walaupun disebut Alam Semesta, di dalam Alam Semesta Primal sama sekali tidak ada Planet kehidupan, dan Planet kehidupan adalah faktor penting untuk menjadi jagat raya baru.

Oleh sebab itu, Alam Semesta Primal, dibantu Virtual Primal menciptakan Heaven Devouring World, untuk memindahkan planet secara paksa menuju Alam Semesta Primal.

Pada awalnya rencana ini gagal, sebab planet berkehidupan sudah membangun kesadaran diri, dan mampu menolak Heaven Devouring World. Belum lagi, jagat raya menekan kuat Heaven Devouring World.

Tapi saat target adalah planet kehidupan tanpa kesadaran diri, Heaven Devouring World sukses menarik beribu-ribu Planet kehidupan ke Alam Semesta Primal.

Sayangnya, Alam Semesta Primal tidak puas dengan kekuatan dari planet kehidupan yang ada di wilayahnya. Maka dari itu, Alam Semesta Primal memanipulasi setiap planet di wilayahnya untuk berperang satu sama lain.

Alam Semesta Primal juga meminta Virtual Primal untuk membiarkan beberapa Planet memasuki wilayahnya, itu digunakan untuk tindakan pecegahan bagi yang bersembunyi.

Peperangan yang berlangsung selama beberapa era ini mulai menghasilkan hasil, setiap Planet kehidupan di Alam Semesta Primal, sekarang sekuat Planet kehidupan kuat di Jagat Raya.

Planet yang ada di Virtual Primal-pun, yang awalnya hanya beberapa menjadi lebih dari jutaan Planet. Ini adalah akibat banyaknya yang sembunyi di Virtual Primal.

Walaupun dengan hasil sebagus ini, Alam Semesta Primal masih belum puas. Alam Semesta Primal ingin benar-benar secara permanen menggantikan jagat raya, dan cara sebelumnya menggunakan terlalu banyak waktu. Satu-satunya cara tercepat adalah menelan semua planet dan memindahkannya menuju Alam Semesta Primal. Dengan begitu, sistem jagat raya akan rusak, dan Alam Semesta Primal akan leluasa mengambil kendali jagat raya.

Ini juga yang menjadi awal Bumi tertelan Heaven Devouring World.

XxX

Sudah sebulan sejak peristiwa Heaven Devouring World menelan Bumi atau hampir satu tahun di Virtual Primal.

Berkat manusia yang direkonstruksi, atau disebut sebagai Evolver oleh penduduk bumi. Bumi benar-benar berbeda jauh dari sebelumnya.

Di jalanan, yang biasa di dominasi oleh manusia, kini lebih umum terlihat robot berbentuk mirip manusia. Entah itu ladang, kantor, dan berbagai pekerjaan lainnya, semuanya dikerjakan oleh robot.

Robot ini, tentu saja salah satu dari benda yang dibawa kembali dari Virtual Primal. Meski tanpa AI Chip, masing-masing robot lebih pintar dari rata-rata manusia. Jadi, semua pekerjaan diserahkan kepada robot.

Bukan hanya robot yang diambil dari Virtual Primal, masih ada lusinan hal lagi yang diambil dari sana. Sebut saja, cetak biru dari senjata berbasis gelombang. Tentu saja, walaupun Bumi memiliki cetak biru, Bumi belum memiliki teknologi untuk mulai memproduksinya.

Tapi... hal yang paling berharga, yang di dapatkan oleh Evolver di Virtual Primal, adalah robot berbentuk Globe raksasa. Ini adalah satu-satunya robot yang memiliki AI Chip, yang juga berarti pengendali semua robot di Bumi.

Robot Globe diberi nama Atlas, selain sebagai pengendali robot lain, juga pencipta Hall of Master, tempat komunikasi dan hiburan berbasis Virtual Reality. Ini membuat Atlas lebih berharga dari pada harta Nasional.

Di satu sisi, Hall of Master itu berguna untuk memudahkan komunikasi antar Evolver di Virtual Primal, dan sisi lain adalah untuk membuat generasi muda melatih keterampilan bertarung di Hall of Master sebelum memasuki Virtual Primal dan Alam Semesta Primal.

Bisa dibilang, Bumi berkembang dengan baik dalam semua bidang! Tapi... bagi Evolver yang secara pribadi masuk ke Virtual Primal, Bumi masih belum cukup untuk bertahan di Alam Semesta Primal!

Tentu saja, ini adalah rahasia khusus untuk para Evolver saja, jika hal ini tidak dirahasiakan, maka akan terjadi kepanikan masal diseluruh belahan bumi.

Bahkan jika kejadian seperti itu terjadi, itu bukan masalah Evolver. Bukan bersifat egois, tapi tanggung jawab Evolver adalah untuk memperkuat Bumi secepat mungkin!

Meskipun terkesan egois, tapi untuk masalah ini, sebagian Evolver setuju, ini juga yang dirasakan oleh wanita cantik ini!

Wanita itu memiliki rambut merah darah, yang dia ikat menjadi ponytail, sedikit menunjukan leher jenjangnya. Tubuh montoknya ia tutupi dengan Battle Armor khusus, yang diciptakan untuk menahan tekanan saat di luar angkasa.

Dia saat ini sedang menuju ruangan khusus milik Uzumaki klan, dimana anaknya sedang dirawat, mungkin lebih tepatnya tempat dimana anaknya sedang menjalani proses rekonstruksi tubuh.

Bisa dibilang, anaknya adalah Evolver generasi pertama karena dia direkonstruksi sebulan yang lalu, tapi anehnya dia sama sekali belum bangun selama ini.

Mata Violet wanita itu sedikit menerawang, mengingat kejadian sebulan yang lalu. Dimana dirinya dan semua manusia berusia 20 tahun keatas menjalani proses rekonstruksi tubuh.

Awalnya, dia ketakutan saat ekor seperti monyet muncul dari pantatnya. Belum lagi, sehari setelah kejadian itu keluarga Uzumaki yang mengusirnya, tiba-tiba ingin ia dan anaknya kembali ke Klan Uzumaki!

Alasannya jelas, garis darahnya yang murni! Dan sesuai penjelasaan wanita mengklaim diri Bumi, ekor di pantatnya pasti alasan kenapa Uzumaki memintanya kembali.

Dirinya menolak pada awalnya, tapi setelah dipikir matang-matang, ia setuju untuk kembali ke Klan Uzumaki. Dari sana pula, ia tahu anaknya masih dalam proses rekonstruksi, dan dengan itu ia membawa anaknya ke Klan Uzumaki.

Mengingat Uzumaki Klan membuatnya sedikit bangga, karena Uzumaki merupakan klan dengan konstribusi besar pada kemanusiaan. Belum lagi, Klan Uzumaki diakui Klan terkuat di dunia, mungkin masuk daftar dalam 10 Keluarga terkuat di dunia.

Mungkin alasan kenapa Uzumaki termasuk klan terkuat, adalah semua anggota Klan Uzumaki menjadi Saiyan. Dimana setiap kali Anggota Uzumaki bertarung, mereka akan menjadi lebih kuat keesokan harinya. Dimana ini adala ciri khas Saiyan.

Ya setiap anggota klan entah pria atau wanita semuanya menjadi Saiyan!

Ini juga kenapa ekor bisa tumbuh dari pantat wanita itu.

Stap!

Kaki jenjang wanita itu terhenti, melihat seorang yang sangat familiar baginya menghadang jalannya. Sepasang Mata violet itu memicing tajam, saat dia dengan hati-hati mengamati pria bersurai pirang yang mirip anaknya.

Pria itu tampan, sangat jika boleh dibilang. Rambutnya mirip anaknya, bahkan sepasang matanya-pun mirip. Mengenakan pakaian yang sama dengannya, yaitu Battle Armor, dan ada sepasang sayap mirip merpati yang meringkuk dipunggungnya.

'Tidak berubah sama sekali!' Itu adalah pikiran wanita itu. Dia linglung sejenak, sebelum tersadar bahwa pria di depannya bukan lagi pria yang selalu bersamanya dulu.

"Apa yang dilakukan seorang Namikaze sepertimu disini?! Apakah kau ingin menyusup Uzumaki Klan? Apakah kau percaya tidak ada yang bisa menghentikanmu! Scram sekarang Atau aku akan membunuhmu!" Kushina-namanya, berbicara penuh penekanan dan niat membunuh tebal yang dia arahkan pada pria di depannya. Dia juga masuk kedalam posisi bertarung.

Namikaze-Minato Namikaze lengkapnya, tersenyum pasrah pada Kushina yang mengarahkan niat membunuh padanya, dan siap bertarung dengannya.

Dirinya tidak keberatan sama sekali dengan niat membunuh yang dia terima, menurutnya dirinya pantas menerima ini atas apa yang dilakukannya di masa lalu.

Bagaimanapun, Minato ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, kepada ibu dari anaknya. Itu juga yang menyebabkannya ambil resiko menyusup ke Uzumaki Klan.

"Kushina, mari kita bicara." pintanya dengan nada membujuk.

"Sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Namikaze! Kau adalah penyusup! Dan kau pantas mati!" balas Kushina dengan keras. Mungkin karena apa yang dilakukan Minato benar-benar membekas dihatinya, niat membunuhnya kembali melonjak tinggi.

"Kumohon, dengarkan penjelasanku dulu."

Kali ini bukan jawaban, tapi pukulan kuat yang diarahkan ke wajahnya menjadi balasannya. Jika saja Minato menurunkan kewaspadaannya, dia pasti akan mati menerima pukulan dari Evolver sekaliber Kushina. Untungnya, Minato sudah siap jika situasi seperti ini terjadi

Saat pukulan Kushina kurang dari 1 cm untuk memukul wajah Minato. Wujud Minato berubah menjadi kabur, sehingga pukulan Kushina hanya menembusnya. Tapi efek pukulan Kushina membuat angin meretakan dinding di sekitar Kushina.

"Kushina, mari kita bicara oke? Aku memohon padamu.." pinta Minato dengan nada yang lebih rendah.

Minato sekarang tepat dibelakang Kushina, jika dia mau, dia bisa mengancam membunuh Kushina untuk membuatnya mendengarkan, tapi Minato tahu, jika dia melakukannya Kushina akan semakin membecinya.

Lagipula, Minato sangat mengenal sifat Kushina. Semakin keras Kushina ditekan, maka semakin keras pula dia menolaknya. Hanya jalan lembut saja yang berhasil untuk membuat Kushina mendengarkan penjelasannya.

"Mati!"

Suara Kushina tiba-tiba muncul dibelakangnya. Diikuti, sosok Kushina yang sedari tadi didepannnya menjadi kabur sebelum menghilang.

Mata Minato melebar sejenak, tapi kembali tenang. Bahkan saat dia merasakan angin kejam yang datang dari arah belakang dan semakin cepat mendekatinya, dia tidak panik sama sekali.

'Afterimage! Tidak kusangka, Kushina secepat itu, sampai-sampai dia mampu membuat afterimage! Sepertinya informasi yang kukumpulkan salah.' Inilah yang ada dipikiran Minato.

"Sepertinya kau dalam suasana hati yang buruk hari ini, untuk sekarang aku akan pergi dan aku akan datang lagi padamu besok. Aku akan benar-benar menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi tahun lalu. Jadi kuharap, besok kau mau mendengarkan penjelasanku." Ujar Minato cepat.

Selepas mengatakan itu, tiba-tiba saja tubuh Minato yang hampir terpukul hilang dalam sekejap. Meninggalkan Kushina dengan tangan terkepal ke depan.

Kushina melayangkan tatapan rumit pada bekas tempat dimana Minato berdiri, sebelum mearik tangannya. Kushina tidak tahu apakah dirinya sekarang benar-benar membenci Minato atau masih mencintainya seperti dulu. Sedari tadi, Kushina hanya melakukan akting untuk membuat Minato berpikir, bahwa dia membecinya. Bahkan sekarang, Kushina masih merasa was-was saat melayangkan pukulan kearah Minato.

Tapi, Kushina juga masih sulit untuk menerima Minato kembali. Dia masih tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan Minato dulu.

Tanpa terasa matanya sedikit berair, yang segera ia hapus secepat kilat, dan melanjutkan menuju ruangan dimana anaknya berada dengan langkah tenang, seolah peristiwa yang baru saja terjadi, tidak benar-benar berhubungan dengannya.

XxX

Untuk pertama kalinya, Naruto mendapatkan sensasi dari tubuh sebenarnya. Mau tidak mau, Naruto bersemangat untuk menggerakan tubuhnya. Tapi, dia tidak berani bergerak secara tiba-tiba, takut tubuhnya yang tidak bergerak selama entah berapa lama, mengalami cedera.

Selama di ruangan kosong itu, Naruto telah kehilangan hitungan waktu berapa lama dia disana, Naruto hanya mengkira-kira bahwa dia telah menghabiskan selama 15 hari disana, tapi Naruto juga tidak terlalu yakin.

Perlahan, kelopak matanya terbuka, menampakan mata beriris emas, menggantikan mata biru samudranya. Naruto mengerjap matanya beberapa kali, untuk menghilangkan rasa tidak nyaman di matanya sekalian membiasakan matanya dari cahaya yang masuk.

Saat Naruto mencoba duduk, suara retakan muncul diseluruh tubuhnya. Naruto tidak terlalu memikirkannya, dia pikir ini karena efek tidak menggerakan badan untuk beberapa lama.

Jika saja Naruto memperhatikan fisiknya, dia akan terkejut setengah mati! Tubuhnya yang lumayan kurus akibat melayani... begitulah. Mulai mendapatkan lemak, bahkan diperutnya kini ada delapan kotak, atau bisa disebut Eight-pack. Tubuhnya yang semula tingginya 1,7 menjadi 1,83 m.

Seakan tersadar akan sesuatu, Naruto menyapu pandangannya keruangan ini. Ruangan ini mirip seperti ruangan tidur, hanya perbedaannya adalah ruangan ini terlalu luas!

Mungkin... 100m persegi, atau mungkin lebih? Dia tidak begitu yakin ukuran ruangan ini.

Selain tempat tidur dan lemari pakaian, tidak ada hal lain lagi. Ini juga yang menyebabkan ruangan ini kelihatan sangat luas.

Tapi... Naruto tidak tahu bagaimana dirinya bisa ada diruangan ini, seingatnya dia masih di jalanan saat peristiwa itu terjadi. Mau tidak mau, dia menjadi sedikit hati-hati, kalau-kalau dia dibawa kesini oleh orang tak dikenal.

Matanya terhenti di Lemari pakaian, tepatnya dia melihat ada cermin yang menempel di lemari pakaian, dan dia penasaran wujudnya sekarang setelah proses rekonstruksi tubuh.

"Aku penasaran wujudku menjadi seperti apa?" gumamnya.

Setelah itu, dia mencoba berdiri, dan saat berdiri keningnya berkerut.

'Apakah aku menjadi seberat itu?' pikirnya linglung, menyaksikan lantai yang diinjaknya amblas sedalam 5 cm.

Mengenyahkan pikiran itu, Naruto berjalan mendekati cermin, dimana setiap langkah yang dia ambil membuat lantai amblas.

Saat sampai di cermin, Naruto tertegun setelah itu, mulutnya terbuka lebar, bersamaan matanya yang melebar takjub, melihat wujudnya di cermin. Bagaimana tidak, rupa yang dikenal selama 23 tahun hidupnya, tiba-tiba berubah drastis.

Tubuhnya yang kurus kini berisi, dan mulai membangkitkan otot-otot yang keras. Tingginyapun bertambah 13 cm. Namun perubahan terdrastis ada di matanya!

Mata biru saphirenya berganti menjadi emas, dan entah kenapa, bukan memancarkan rasa norak, mata emas Naruto lebih memancarkan rasa dominasi. Kulit putihnya juga berganti lebih putih, bahkan terkesan pucat tapi dikombinasikan mata emasnya, Naruto kelihatan lebih mengesankan dan enak dipandang.

Naruto juga memperhatikan, bahwa ada sesuatu yang tumbuh dari pantatnya, dan itu adalah ekor emas. Bisa dibilang, selain ekor, Naruto masih mirip dengan manusia, membuatnya melepas nafas lega.

"Wujud apa ini?" katanya sembari memutar tubuh, mencoba menangkap ekor dibelakangnya. Tak berhasil, Naruto kembali memfokuskan pada cermin didepannya.

"Coba kuingat, mahluk yang ada di imajinasi manusia, mirip seperti manusia tapi memiliki ekor..." kata Naruto dengan tangan di dagunya sembari berpikir keras.

"Tidak ada mahluk seperti itu!" Ujar Naruto selepas berpikir beberapa menit. "Hm, tunggu! Ada mahluk seperti itu..." lanjutnya dengan nada tidak yakin.

"Saiyan?"

Brak!

Naruto terkejut saat satu-satunya pintu di buka secara paksa, menghasilkan suara keras yang mengembalikannya kepikirannya semula. Perlahan, Naruto menengok kebelakang, dan melihat sang pelaku cantik yang menatapnya dengan mata berurai air mata, dan berlari kearah Naruto.

"Naruto! Kaa-san sangat sangat merindukanmu!" teriaknya sembari berlari.

Sedangkan Naruto, menatap tak percaya pada wanita itu.

'Apa? Wanita ini? Kaa-san? Kaa-san!' batinnya ngeri.

Beberapa saat kemudian...

"Ohhh, jadi aku tidak sadarkan diri selama sebulan, dan err K-Kaa-san bilang, penampilan kaa-san menjadi seperti ini setelah Rekonstruksi tubuh." simpul Naruto yang mendengarkan penjelasan Kushina.

Tatapan Naruto agak canggung saat menatap Kushina, lagipula.. Ibunya yang usia aslinya adalah 46 tahun, tiba-tiba memiliki tampilan seperti wanita usia pertengahan 20-an.

Selain cantik, Ibunya juga diberkahi tubuh seperti biola spanyol, yang menambah kecanggungan Naruto saat dipeluk Kushina dan tidak tahu dimana harus meletakan tangannya.

"Yah... begitulah yang terjadi." balas Kushina santai.

Setelah itu, Naruto dan ibunya duduk berdampingan di kasur tempat Naruto tidur sebelumnya. Dimana Ibunya menjelaskan situasi apa yang terjadi sebulan ini dan Naruto disampingnya manggut-manggut paham.

"Hm, Kaa-san bilang... ini adalah tanah Uzumaki Klan, lalu apa yang kita lakukan disini?" tanya Naruto saat Kushina selesai menjelaskan.

"Tentu saja, karena Kaa-san adalah seorang Uzumaki. Bukan hanya Kaa-san, kau juga sama Naruto, kau juga seorang Uzumaki." jelasnya.

Naruto mengangguk tenang, seolah dia sama sekali tidak terkejut. Lagipula, dia sudah menebak ini lama.

"Karena kau sudah bangun. Lebih baik kita segera menuju Atlas, untuk mendaftar identitasmu sebagai Evolver juga sekalian meminta Status Jam untukmu." kata Kushina tiba-tiba

"Koleksi Peta?(Atlas)"

"Bukan Koleksi Peta Naruto, tapi Atlas. Ayo cepat pergi."

Tanpa menunggu jawaban Naruto, Kushina menarik tangan Naruto dan berdiri. Menggunakan kecepatannya, Kushina dan Naruto dalam sekejap sudah keluar dari wilayah Uzumaki Klan.

"Bagaimana Naruto? Bukankah Kaa-san sangat cepat?" Kushine berkata dengan ekspresi segar.

"Ce-cepat! Ya, sangat cepat!" Jawab Naruto dengan muka sedikit pucat.

Dirinya tidak menyangka, ibunya yang lembut tiba-tiba memiliki kecepatan segalak ini. Tapi.., selain terkejut hingga wajahnya pucat, Naruto sama sekali tidak merasa tidak nyaman dibawa pergi dengan kecepatan ini.

"Dengan kecepatan ini, kita akan mencapai Atlas dalam waktu 20 menit." Kushina berhenti sejenak, dan melirik anaknya yang sedikit pucat. "Untungnya, ini bukan kecepatan tercepat yang Kaa-san bisa. Bagaimana Naruto? Apakah kau mau mencoba kecepatan penuh Kaa-san?" lanjutnya dengan senyum.

"Boleh." jawab Naruto, mengantisipasi seberapa cepat kecepatan Ibunya.

Kushina tertawa senang, dan berkata "Kalau begitu, Ayo Pergi!"

Boom!

Kaki Kushina menghentak lantai, membuat suara keras seperti ledakan. Dalam sekejap, Kushina yang menarik Naruto berada 1 km dari tempatnya semula.

'Kurasa, dengan kecepatan ini dalam waktu beberapa menit kita akan sampai di Atlas.' pikir Naruto yang susah payah menjaga kesadarannya.

Naruto juga menemukan sebuah penemuan menakjubkan, tubuhnya bisa menahan kecepatan penuh ibunya. Dengan kata lain, tubuhnya yang sekarang, luar biasa kuatnya, sampai-sampai tidak kalah dengan ibunya yang sudah berjuang di Virtual Primal.

Dalam waktu kurang dari 5 menit. Kushina dan Naruto sudah sampai di depan Bola besi Raksasa dengan diameter 20 meter. Mereka sekarang berhenti tepat 10 m dari Atlas.

"Kita sudah sampai Naruto." katanya. Tangan Naruto yang sedari tadi dipegangnya, dia lepas. "Ini adalah Atlas!" sambungnya, dengan tangan telunjuk menunjuk bola besi raksasa.

Naruto yang pertama kali melihat Atlas berseru kaget, bukan hanya itu saja. Tempat dimana Atlas ditempatkan juga membuatnya menghirup nafas dingin.

Istana!

Atlas ditempatkan diruang luas di dalam istana. Ada penyangga mewah, yang bertindak sebagai singasana Atlas. Berlian-berlian yang tertanam di atap memancarkan cahaya yang membutakan mata Naruto.

'Ini... bukankah terlalu berlebihan?' Pikir Naruto

Sedangkan Kushina tersenyum maklum pada Naruto yang terus menerus kaget pada Atlas dan tempat sekitarnya. Dia perlahan membuka mulutnya dan memberi penjelasan pada Naruto.

"Karena betapa berharganya Atlas, seluruh pemimpin negara di dunia setuju, untuk menempatkan Atlas pada satu-satunya Istana Terbang yang didapat di Virtual Primal, dan membiarkan istana terbang, mengitari setiap negara. Untungnya, Istana terbang hari ini berhenti selama 1 hari di Jepang. Jadi, kau bisa mendapatkan Status Jam dan identitasmu sebagai Evolver sekaligus."

"I-istana terbang?" Kata Naruto dengan nada tak yakin.

Sekali lagi, dia mengedarkan pandangannya dan tidak melihat adanya mekanisme untuk menerbangkan Istana, jadi dia dengan bingung menatap Kushina, menunggu lebih banyak penjelasan.

"Sekarang bukan waktunya menjelaskan. Cepat dekati Atlas! Kau harus mendaftar sebagai Evolver." kata Kushina, sembari mendesak Naruto untuk maju.

Tanpa pilihan lain, Naruto mengangguk dan berjalan menuju Atlas. Saat dia berjarak kurang dari 3 meter, gambar virtual bocah berusia 12 tahun tiba-tiba keluar dari Atlas dan mendarat di depannya.

"Salam Evolver, Aku adalah Atlas. Pengontrol Robot dan Hall of Master. Apa yang bisa kubantu." Atlas berbicara dengan nada kaku, dan ekspresi datar.

Ini sedikit membuat Naruto tidak nyaman, tapi dia mengenyahkan pikiran itu.

"Uhm... Aku ingin... mendapatkan kartu identitas sebagai... Evolver?" katanya ragu-ragu.

"Baiklah. Jangan bergerak se-inchipun, Aku akan memeriksamu Evolver."

Secara tiba-tiba, mata Atlas bersinar biru, dan seperti pemindai. Sinar biru itu memindai naik dan turun pada tubuh Naruto.

"Kekuatan : 5,096 Bintang

Konstitusi : 7,146 Bintang

Kecepatan : 1,402 Bintang

Persepsi : 10,004 Bintang

Mental : 6,117 Bintang

Bakat bawaan : ?

Metode pelatihan : Tidak ada

Metode menyerang : Tidak ada

Metode bertahan : Tidak ada

Metode gerak kaki : Tidak ada." Ungkap Atlas dengan nada datar, setelah pemindaian Naruto selesai.

Beda dengan Naruto yang bingung, Kushina malah menatap takut pada anaknya. Apalagi hasil pemeriksaan ini hampir membuat jantungnya copot.

Perlu diingat, sejak Evolver memasuki Virtual Primal, mereka mulai mengadopsi jajaran kekuatan yang ada di Virtual Primal, untuk menentukan seberapa kuat Evolver.

Pertama adalah Warrior, ini adalah tingkat rata-rata kekuatan Evolver baru. Lalu kedua adalah Wargod atau pelajar Bintang, semua dari mereka adalah pejuang veteran yang telah merendam tubuhnya dengan darah dan ketiga adalah tingkat Bintang! Ini adalah tingkat dimana rata-rata Powerhouse di bumi berada! Bahkan Kushina belum memasuki tingkat bintang.

Keempat adalah tingkat alam semesta, dan Evolver terkuat di Bumi sudah mencapai tingkat ini. Sedangkan tingkat kelima keatas, itu masih merupakan misteri bagi Kushina.

"Ini adalah kartu Identitas, dan Status Jam."

Tanpa Kushina sadari, Naruto sudah menerima kartu identitas dan Status jam-nya dari Atlas. Naruto lalu menyaksikan Atlas menghilang, dan mendekati ibunya yang masih linglung menatapnya.

Merasa tidak enak ditatap seperti itu, Naruto memutuskan untuk memanggil Kushina.

"Kaa-san. Kaa-san!" panggil Naruto, tangannya juga melambai tepat di depan wajah Kushina.

Tersadar, Kushina segera menatap Naruto serius. "Naruto, bisakah kau berjanji kepada Kaa-san."

Naruto yang bingung atas tatapan serius Kushina, mengangguk patuh.

"Apapun yang terjadi. Jangan pernah tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya saat ini. Pura-pura saja menjadi lemah oke? Bahkan jika kau diejek, jangan diperdulikan. Cukup, jangan tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya. Kau mengerti?" Pinta Kushina.

"Oke. Aku mengerti Kaa-san." Jawab Naruto serius.

Kushina puas dengan jawaban Naruto dan membuang ekspresi seriusnya menjadi tersenyum.

"Sekarang, bagaimana kalau kau mencoba Status Jam." Saran Kushina.

"Ok."

Selepas itu, Naruto memperhatikan Status Jam. Bentuknya mirip jam tangan, cuman itu terbuat dari bahan yang tidak diketahui, dan layarnya menunjukan gambar Naruto mini, dengan angka-angka disampingnya.

Penasaran, Naruto cepat-cepat memasang Status Jam di tangan kanannya. Tiba-tiba, Naruto tersentak saat merasakan sensasi menyengat dan itu berasal dari Status Jam.

"Itu adalah proses pengikatan. Saat Status Jam jatuh ke tangan orang lain, Status Jam akan menghancurkan diri sendiri." jelas Kushina saat menyaksikan tubuh Naruto bergidik, dan menatap Status Jam dengan kaget.

"Cobalah Naruto."

Naruto mengangguk dan mulai mengotak atik status jam. Semakin dia mengerti status jam, semakin Naruto dipenuhi pertanyaan tentang semua yang ada di Status Jam.

"Kaa-san, apa maksud kekuatan Bintang di layar jam status ku. Juga, apa bakat bawaan? Metode pelatihan? Serangan?... Hall of master?" Naruto bertanya rentetan pertanyaan pada Kushina, setelah puas mengotak atik Status Jam.

"Kaa-san sudah menduga kau akan bertanya pertanyaan ini." kata Kushina sembari menarik sesuatu transparan dari Status Jam-nya, dan memasukannya pada Status Jam Naruto.

"Pahami itu. Itu berisi pengetahuan dasar, dan jawaban pertanyaanmu ada disana. Kebetulan, tim Kaa-san harus memasuki Virtual Primal hari ini, jadi Kaa-san harus pergi ke Safe point. Selamat tinggal."

Setelah mengatakan itu, Kushina keluar dari Istana terbang, dan terbang dengan kecepatan cepat, meninggalkan Naruto yang membuka mulutnya, terkejut menyaksikan ibunya yang tiba-tiba saja bisa terbang.

"Aku pasti bermimpi kan?" gumam Naruto tak percaya.

Dia masih bisa mentoleransi jika manusia menjadi mahluk imajinasi, tapi untuk benar-benar terbang tanpa alat bantu, ini terlalu tidak nyata.

[Menjawab tuan. Tuan

sekarang 100% sadar. Jadi, ini bukan mimpi]

Naruto berjingkat kaget, saat suara terdengar dari dalam kepalanya menanggapi gumamanya.

"Siapa kau?" Tanya Naruto dengan kepala clingak-clinguk, mencari sumber suara.

Tidak butuh waktu lama, suara itu kembali menanggapi Naruto.

[Aku adalah sistem pendamping yang diciptakan Atlas untuk membantu Tuan. Tuan bisa memanggilku 0107002178]

"0107?"

[0107002178]

"Namamu terlalu sulit. Mulai sekarang, namamu adalah Jade."

[Nama telah disimpan. 0107002178 sekarang berubah menjadi Jade.]

"..."

[...]

Naruto terdiam cukup lama, karena tidak tahu harus bertanya apa. Dia memutuskan keluar dari istana terbang dan berjalan ke pusat keramaian untuk mengetahui situasi Bumi lebih jelas.

Beruntung bagi Naruto, Istana terbang berada tidak jauh dari kota, dengan beberapa menit berjalan, dia sudah melihat tanda-tanda kota.

Semakin Naruto mendekat, semakin dia merasakan perbedaan kota ini dari kota-kota jepang umumnya. Belum lagi, berdiri tembok metalik setinggi 10m dan setebal 3m yang mengitari kota, dan ada selusin penjaga yang berjaga di atas tembok.

Pada empat arah mata angin, berdiri empat gerbang bergambar empat binatang divine jepang. Dimana di setiap gerbang, ada 100 penjaga gerbang, dan dipimpin oleh kapten menjaga ketertiban.

Hari ini masih pagi, jadi saat Naruto mendekati salah satu gerbang, dia harus mengantri untuk masuk. Naruto mengantri tepat dibelakang dua Evolver. Satu adalah Evolver setinggi 5m yang Naruto rasa sejenis Raksasa, tubuhnya dilapisi sejenis Armor batu dan Evolver satunya, hanya setinggi 1,3m dimana sangat mirip Kurcaci. Seperti Evolver Raksasa, tubuhnya terlapisi armor logam yang menutupi seluruh tubuh kecuali kepalanya.

Memandangi apa yang mereka kenakan, lalu ke pakaiannya sendiri, Naruto tiba-tiba merasakan gelombang malu luar biasa. Dia baru sadar, sedari tadi Naruto hanya mengenakan pakaian ala kadarnya. Beda dengan Evolver lain, yang dipersenjatai dengan baik.

"Ck. Aku benar-benar heran, kenapa manusia diijinkan masuk ke Kota suci Evolver."

Evolver Kurcaci tiba-tiba berucap dengan nada lirih kepada temannya, membuat Naruto melupakan sejenak rasa malunya dan mendengarkan percakapan mereka secara serius.

"Ssstt! Kau sebaiknya diam. Lagipula, dengan dukungan 12 Evolver tingkat Bintang. Uzumaki Klan hanya bisa tutup mata dan membiarkan manusia itu tinggal disini."

"Tetap saja ini tidak adil! Hanya Evolver tingkat Wargod saja yang memenuhi syarat untuk masuk, dan untuk benar-benar bisa masuk, Evolver harus melewati lantai 10 Tower Perjuangan di Hall of Master. Sekarang, Manusia biasa hanya karena menerima dukungan 12 Evolver Bintang bisa dengan mudah masuk Kota Suci Evolver!"

"Sudah diam. Itu urusan Evolver diatas, kita hanya Evolver biasa. Jadi lebih baik, kita sebagai Evolver biasa menghadapi urusan Evolver biasa."

Setelah itu, mereka mendiskusikan masalah lain yang lebih menarik. Dibelakang mereka, Naruto menutup mata untuk menyerap pengetahuan baru.

Dia tiba-tiba saja teringat tentang kekuatan Bintang dan berbagai hal lainnya di Status Jam setelah mendengar mereka, mau tidak mau dia bertanya pada Jade akan hal ini.

"Jade, apa yang kau ketahui tentang tingkat Bintang."

[Data tidak cukup. Tidak bisa menjawab]

"Hall of Master?"

[Data tidak cukup. Tidak bisa menjawab]

...

[Data tidak cukup. Tidak bisa menjawab]

"Lalu, katakan kepadaku. Apa tugasmu sebenarnya Jade." kata Naruto yang agak jengkel karena semua pertanyaannya sama sekali tidak dijawab. Tidak memperhatikan semua Evolver yang mengantri di dekatnya menatap aneh Naruto, tapi segera Evolver menarik tatapan dari Naruto setelah melihat ekor emasnya.

[Menjawab tuan. Sistem pendamping berfungsi untuk menyimpan, menganalisa, dan menjawab, berdasarkan data yang ada.]

Naruto mengangguk paham, dengan kata lain. Jade tidak bisa menjawab, karena Jade tidak memiliki data terkait hal yang ditanyakan.

[Terdeteksi 'Pengetahuan Dasar Evolver' di penyimpan tuan. Meminta izin untuk mengunduh.]

Mata emas Naruto berbinar, dia tidak tahu bagaimana hal itu bisa ada di penyimpanannya, tapi saat mengingingat ibunya yang memberikan sesuatu transparan ke Status Jam-nya, dia langsung paham apa yang terjadi.

"Lakukan unduhan." perintah Naruto.

[Memulai Unduhan...5 menit...]

Memastikan butuh 5 menit lagi, Naruto kembali fokus pada antrian didepannya. Beberapa antrian kemudian, Sekarang adalah giliran Naruto yang diperiksa.

"NAM-!" Penjaga yang akan menanyai Naruto tersedat saat melihat ekor emas melambai di belakang Naruto.

Setelah itu, penjaga hati-hati melihat fitur wajah Naruto, dan kerutan segera terbentuk didahinya.

'Pemuda ini seperti bukan dari Uzumaki Klan. Tapi ekor emasnya pasti bukan sesuatu yang bisa dipalsukan.' pikir penjaga.

Dengan bijaksana, penjaga memanggil kaptennya untuk membiarkan kapten berurusan dengan pemuda itu. Sedangkan dirinya, sudah mundur untuk mengurus hal lain, meninggalkan Naruto yang bingung.

'Kenapa penjaga itu tiba-tiba pergi?' pikirnya heran.

Tanpa disadari Naruto, sesosok pria gendut dengan muka babi sedang menatapnya dengan perhitungan, seolah-olah mempertimbangkan sesuatu. Dia mengangguk paham, sebelum berjalan mendekat kearah Naruto dengan wajah tersenyum.

"Haha... Tuan disini. Perkenalkan namaku adalah Gato Kapten penjaga gerbang Genbu, yang ini berkerja untuk Uzumaki Klan." Gato memperkenalkan diri dengan tangan kanan terulur.

Saat Naruto pertama kali melihat Gato, dia tanpa sadar menegang was-was, tapi setelah Gato memperkenalkan diri sebagai kapten penjaga serta bekerja untuk Uzumaki Klan, membuat Naruto santai.

Dia menyambut tangan kanan Gato yang terulur, dan memperkenalkan dirinya.

"Namaku Naruto... tapi ibuku adalah seorang Uzumaki. Namanya adalah Uzumaki Kushina, mungkin kau pernah mendengarnya?"

Mata Gato melebar sejenak saat kata Uzumaki Kushina keluar dari mulut Naruto. Bukannya tidak pernah mendengar, tapi nama Uzumaki Kushina terkenal di Kota Suci Evolver dan kalangan Evolver Bumi.

Tak terkalahkan di bawah tingkat Bintang!

Julukan itu disandang Kushina saat dia seorang diri membunuh 10 pejuang tingkat Pelajar Bintang di Virtual Primal. Itu sampai dia dilucuti gelarnya saat dikalahkan oleh keponakannya sendiri, jenius dari Uzumaki Klan, Uzumaki Ken.

'Walaupun begitu... Nama Kushina masih membawa beberapa tekanan di Kota Suci Evolver. Jika aku bisa mendapatkan dukungan anaknya..' Gato mulai berfantasi dia hidup enak saat dia menerima dukungan Naruto.

Mau tidak mau, mulut Gato mengembang membentuk senyum lebih ramah, dia tidak memikirkan Naruto menipu, lagipula Kushina sendiri sudah memberitahu pihak manajemen Kota Suci Evolver untuk menerima anaknya sebelum memasuki Virtual Primal.

"Jadi... Tuan Naruto adalah anak yang diceritakan Kushina-sama! Mari masuk, aku sudah diperintahkan Kushina-sama untuk membawa Tuan Muda untuk berkeliling Kota Suci Evolver." Kata Gato bersemangat, dia bahkan mengubah panggilan Tuan menjadi Tuan Muda untuk membuatnya memiliki kesan berhubungan dekat dengan Naruto.

Tentu saja, Naruto tidak tahu semua ini. Dia mengikuti Gato hanya karena Gato diperintahkan ibunya untuk menunjukan Kota Suci Evolver. Jika tidak, Naruto akan menelusuri kota sendiri.

Saat memasuki Kota Suci Evolver, Naruto tersadar bahwa lingkungan didalam Kota Suci Evolver berbeda jauh dari luar. Disini Naruto merasakan sesuatu yang sangat tebal diserap melalui pori-porinya. Bukannya merasa tidak nyaman, malah Naruto merasakan perasaan sangat segar.

[Unduhan Selesai. Data sekarang disimpan di folder bernama 'Pengetahuan dasar Evolver']

Suara datar muncul tiba-tiba di dalam kepala Naruto, membuatnya tersadar dan langsung gembira. Dia menunggu 5 menit penuh untuk mengunduh data, sekarang dengan data yang ada di 'Pengetahuan dasar Evolver'. Semua pertanyaannya pasti bisa di jawab sekarang.

Naruto ingin menanyakan sesuatu, tapi dia tahan sebisa mungkin. Sekarang yang lebih penting, dia harus mengerti apa itu Kota Suci Evolver.

"Bagaimana Tuan Muda? Bukankah energi disini 4x lebih padat dari dunia luar?"

"Hm."

Gato tidak marah dengan tanggapan asal-asalan Naruto. Dia mulai menjelaskan secara antusias semua yang dia tahu tentang Kota Suci.

"Kota Suci terdiri dari beberapa daerah khusus. Ada Daerah khusus untuk pembelian dan penjualan Senjata, Metode pelatihan dll, Ruang pelatihan Evolver, Perumahan, Lelang harta, Safe Point, Virtual Reality, dan terakhir daerah khusus pembelian Budak dari Virtual Primal. Secara total ada 8 daerah khusus, dan jika inti kota suci dihitung maka ada 9 bagian." jelasnya

"Jadi Tuan Muda. Kita akan kemana? Gato siap untuk mengawal Tuan Muda." Sambung Gato.

Naruto telihat sedang merenung memikirkan kemana selanjutnya dia akan pergi, dia juga memberi perintah menggunakan pikiran kepada Jade untuk mencatat apa yang dikatakan Gato.

'Jade. Buat Folder dengan nama 'Kota Suci' dan masukan informasi yang baru didapat kedalamnya.'

Naruto baru tahu, dia bisa memberi perintah dengan metode ini. Jujur, ini lebih nyaman dan praktis. Lebih penting, dia tidak dipandang aneh.

[Dimengerti. Sudah tersimpan dalam folder 'Kota Suci']

Setelah menyimpan data baru, Naruto melepas nafas lega. Baginya, yang terpenting sekarang adalah informasi.

"Tuan muda, bagaimana kalau kita menuju daerah khusus Senjata. Mengingat Tuan muda sekarang belum menemukan senjata yang cocok, mungkin ada satu yang cocok dengan Tuan muda." Gato tiba-tiba memberi saran kepada Naruto yang masih sibuk merenung.

Naruto tidak segera menyetujui saran Gato, dia berpikir keras, sebelum membuat keputusan yang menurutnya paling penting untuk dirinya sekarang.

"Bagaimana kalau... Tempat pembelian metode pelatihan?" kata Naruto setelah berpikir.

Gato heran pada Naruto, untuk memiliki Uzumaki Kushina sebagai Ibu, bukankah itu berarti Naruto akan mewarisi Metode Pelatihan, Menyerang, Bertahan, dan Gerak kaki dari Kushina. Jadi, untuk apa Naruto menuju daerah khusus Metode pelatihan dll?

Tentu saja, Gato tidak berani bertanya. Dirinya dengan patuh mengantar Naruto menuju daerah khusus metode pelatihan dll.

Masing-masing daerah khusus Kota Suci menempati 8 bagian tanah yang luasnya sama, dengan di tengahnya adalah inti kota suci. Untungnya, dari Gerbang Genbu tempat dimana Naruto masuk, daerah khusus untuk metode pelatihan adalah yang terdekat jaraknya.

Gato dan Naruto berjalan selama beberapa menit, dan setelah mencapai tepi daerah khusus untuk pembelian metode pelatihan, kening Naruto berkerut saat melihat daerah ini berbeda dari yang dibayangkan.

Di tanah seluas 100 km, hanya ada satu bangunan 7 lantai yang berdiri kokoh, dan beberapa ratus arena kecil, serta lusinan arena besar. Tapi Evolver yang berkeliaran di daerah ini, 10x lebih banyak dari daerah lain.

Belum lagi, banyak Evolver yang membuka tenda kecil untuk menjual beberapa barang yang didapatkan mereka dari Virtual Primal, dengan yang paling umum adalah Senjata patah, serta metode menyerang kurang lengkap.

"Tuan Muda. Apa yang akan kita cari disini?" Gato bertanya dengan nada tidak enak.

Pasalnya, sebagai kapten penjaga gerbang, dia sering mendengar rumor tentang daerah khusus berjuluk tanah tanpa hukum di Kota Suci, dan daerah khusus inilah yang dimaksud itu.

"Mari... kita kembali saja. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi, jika aku memaksa melangkah masuk."

Bukan hanya Gato saja yang tidak enak, Narutopun merasakan hal yang sama, dan dia sudah melupakan untuk mendapatkan metode pelatihan dari sini.

Setelah itu, mereka berdua berbalik dan berjalan lebih cepat menuju daerah lain.

Tidak memperhatikan, semua Evolver entah yang berjualan atau berduel di arena, secara serempak memandang tempat Gato dan Naruto berdiri sebelumnya, dan mendesah tak berdaya.

Sebagai elit manusia, Evolver yang ada di daerah ini bisa merasakan keberadaan Naruto serta Gato dengan mudah, dan mereka secara sengaja merilis tekanan dan niat membunuh mereka untuk menakuti sekaligus menguji mereka berdua. Sayangnya, mereka harus kecewa saat Naruto dan Gato memutuskan langsung pergi dengan cepat.

'Dasar Greenhorn...' pikir Mereka.

XxX

Di daerah inti kota suci, dimana daerah ini memiliki ketebalan energi 10x lebih padat dari pada dunia luar. Dibangun rumah-rumah sederhana yang jika diperhatikan, posisi rumah-rumah ini membentuk formasi unik, formasi untuk mengumpulkan energi di sekitar kota suci. Total ada 108 rumah, dengan 1 bangunan besar yang terletak di pusat formasi.

108 rumah ini adalah milik para genius terkuat Evolver Bumi dibawah umur 30 tahun, dimana walaupun mereka hanya tingkat Pelajar Bintang, kemampuan bertarung mereka sanggup melawan Evolver tingkat Bintang

Disalah satu rumah, dengan angka 103 pada pintunya, berkumpul 6 Evolver yang mempunyai ciri khas sama, yaitu sepasang sayap dipunggung mereka, dua adalah perempuan sedangkan sisanya adalah laki-laki. Mereka berenam tengah memperhatikan layar di depan mereka dengan serius. Layar itu secara mengejutkan menampilkan Naruto yang berjalan bersama Gato, disamping layar itu, ada layar tambahan berisi informasi pribadi Naruto.

"Jadi... dia adalah anak dari patriach. Bukankah itu artinya, dia adalah kakakmu?" Salah satu Evolver perempuan bertanya kepada Evolver perempuan lainnya.

Evolver yang ditanyai mendengus dingin, sebelum menjawab dengan nada acuh.

"Tidak. Dia bukan kakak-ku. Juga bukan anak dari Namikaze Klan. Dia adalah seorang Uzumaki. Ingat ini, dia adalah Uzumaki bukan Namikaze!" tekannya.

"Tapi... bukankah dia akan menjadi Namikaze jika misi dari Patriach berhasil?"

"Dia Tidak akan pernah menjadi Namikaze!"

Setelah itu, mereka berdua saling menatap tajam.

"Sudah hentikan kalian berdua. Kita disini sebagai anggota Klan Namikaze, bukan sebagai salah satu Pahlawan dari 108 kursi Kota Suci." lerai Evolver yang sepertinya adalah pemimpin mereka berlima.

Dengan tidak suka, mereka mengalihkan pandangan mereka bersamaan kearah lain.

"Menurut kalian. Bagaimana cara tercepat untuk menyelesaikan misi ini?" pemimpin mereka bekata meminta saran.

"Bujuk dia untuk memasuki Namikaze Klan."

"Memaksanya?"

Pemimpin Evolver menggelengkan kepala, menolak saran mereka.

"Itu semua tidak akan berhasil. Patriach melarang menggunakan kekerasan, dan Patriach juga berkata, Naruto harus sukarela datang ke Namikaze Klan."

Lima volver yang mendengar, mengerutkan kening mereka. Khususnya salah satu Evolver perempuan.

"Lalu.., cara apa yang harus kita lakukan?"

"Begini saja. Aku akan secara pribadi mendekatinya dulu, aku harus membuat Uzumaki Klan berpikir, bahwa Naruto akan menghianati Uzumaki. Untuk seterusnya... kalian pasti tahu apa yang harus dilakukan?"

Mereka mengangguk, lalu selain pemimpin, mereka keluar dari rumah 103.

"Naruto yah?... Entah kenapa, aku sedikit merasakan tekanan walaupun tidak bertemu secara langsung." gumamnya.

"Lupakan itu. Aku harus menulis skenario yang pas untuk bisa mendekati Naruto." katanya dengan tangan menangkup dagunya. "Bagaimana kalau... memanfaatkan peran yang sedang kumainkan, lalu menambahkan beberapa skenario, akhirnya akan menjadi putra patriach klan dari Klan Phenex yang sombong, dikalahkan Evolver tak dikenal, karenanya sifatnya berubah drastis dan menjadi teman Evolver itu."

"Ok. Aku akan melakukan ini seminggu kemudian, dan kurasa aku harus memberitahu Klan Phenex untuk membantuku."

Setelah itu, dia memberitahu klannya dan klan Namikaze rencananya tanpa merahasiakan apapun juga sekalian meminta bantuan kedua Klan. Lagipula, kedua Klan itu awalnya adalah satu, lebih tepatnya Klan Phenex adalah cabang dari Namikaze.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Akhirnya selesai juga.

Lagi banyak ide buat fic ini, jadi saya kebut nulisnya.

Jika ada yang baca Swallowed Star, pasti tahu tingkat kekuatan yang saya pakai di fic ini.

Terimakasih pol pav dan reviewnya

Sekian