Tittle
Primal War
Disclaimer
Semua Karakter Naruto dan Anime lain bukan milik saya, tapi penciptanya masing-masing.
Rate
T semi M
Warning!
Aneh! Gaje! Nama ngasal! OOC! Typo! Dll!
Genre
Fantasy! Adventure! Dll!
Pair
Xxx
"..." percakapan biasa
'...' batin, pikiran, dll
(...) untuk sesuatu yang penting
[...]
Summary
-masih dipikirkan-
.
.
.
Chapter 3
108 kursi pahlawan dari Kota Suci, adalah genius terbaik dan terkuat dari daerah masing-masing di seluruh Bumi. Mereka dididik, diberi perawatan terbaik, teknik terbaik, dan tutor terbaik yang bisa Evolver lain bayangkan di inti Kota Suci.
Yang terkenal diantara 108 kursi pahlawan, adalah kursi ke 1, Evolver Ophis, sang Naga. Dalam 10 pertarungan melawan Evolver Bintang, dia hanya mengalami 3 kerugian.
Itu semua adalah yang Gato katakan padanya.
Jujur, Naruto juga ingin masuk ke 108 kursi Pahlawan tergoda dengan manfaatnya, tapi mengingat perintah ibunya untuk tidak pernah menunjukan kekuatannya, dia terpaksa mengurungkan niatnya.
Dia saat ini sedang beristirahat setelah berjam-jam keliling Kota Suci, dan Gato menawarkan diri untuk membeli minuman, yang ia setujui segera.
Berjam-jam keliling Kota Suci, dia hampir menyempurnakan data dalam folder 'Kota Suci'. Mungkin sekitar 50% penuh, mengingat Naruto tidak mengunjungi semua daerah khusus.
Mengingat sekarang dia sendirian dan Gato masih belum kembali, dia mulai menanyakan pertanyaan yang mengganggunya pada Jade.
"Jade. Aku ingin tahu apa itu tingkat kekuatan Bintang!"
[Menjawab Tuan Rumah. Tingkat kekuatan Bintang, adalah sistem peringkat kekuatan yang ditentukan oleh Evolver Bumi.]
Mendengar ini, Naruto merasa tertarik.
"Jelaskan!"
[Ada tiga tingkat yang sekarang ada di Bumi, dari yang terlemah, sampai terkuat. Pejuang, Pelajar Bintang, dan Bintang.]
Naruto membuka mulutnya lebar-lebar, dirinya tidak menyangka, kekuatannya membuatnya menjadi bagian puncak piramida di Bumi.
Naruto merenung sebentar, sebelum menyadari ada sesuatu yang dia tinggalkan. "Itu tidak benar. Jade. Katakan padaku, apakah tidak ada lagi pembagian di setiap tingkat?"
[Ada. Setiap tingkat dibagi menjadi 10 lapisan. Dimana untuk menerobos ke lapisan selanjutnya. Harus memenuhi persyaratan tertentu.]
Naruto mengangguk, dia sudah menduga ini. Tidak mungkin Evolver baru sepertinya menjadi terkuat di Bumi.
"Syarat tertentu? Apa itu?"
[Data tidak cukup. Tidak bisa menjawab.]
Naruto mengerutkan kening, tidak disangka pertanyaan penting seperti ini, tidak ada jawabannya.
"Lalu... Bakat bawaan. Bagaimana membangkitkan bakat bawaan?"
[Menjawab Tuan. Dengan melakukan meditasi.]
Meditasi? Naruto menaikan alisnya, tapi tidak terus menanyakan ini. Dia pernah melihat ibunya melakukan Yoga, dan ada posisi meditasi. Dia mencoba menirukan apa yang pernah dilakukan Ibunya, lalu menutup mata, mencoba mengkosongkan pikiran.
Setelah beberapa lama, dia tiba-tiba merasakan tubuhnya ringan, dan saat membuka matanya. Pemandangan Kota Suci hilang, digantikan awan putih dan gerbang emas di depannya.
"Jadi... Gerbang Emas ini adalah bakat bawaanku?" ujarnya, menatap gerbang emas.
Naruto tidak tahu darimana dia tahu, tapi sesuatu mengatakan padanya, sekali gerbang emas dibuka, keajaiban akan terjadi.
Mengikuti apa yang dikatakan, Naruto mendekati Gerbang Emas dengan melayang. Semakin mendekat, semakin jelas ada gambar di gerbang emas. Planet, Luar Angkasa, Jagat Raya dan hal menakjubkan lainnya.
Tangan kanan Naruto mengusap pelan gerbang emas, dan tanpa aba-aba, dia menggunakan semua kekuatannya untuk membuka gerbang.
"HAA!"
Ka-Boom!
Dentuman seperti Bom muncul saat gerbang emas terbuka. Lautan emas mengalir keluar dari gerbang, dan menyelimuti tubuh Naruto sebelum dia bereaksi.
Bersamaan, informasi baru tiba-tiba muncul dengan sendirinya dalam kepala Naruto. Seolah, ini sudah ada sejak lama.
"32x Daya? Apakah itu bakat bawaanku?"
Naruto tidak begitu puas saat tahu bakat bawaannya. Dia merasakan, bakat bawaannya tidak terlalu berguna untuk pertempuran.
Saat Naruto ingin keluar dari sini. Tiba-tiba, lautan emas yang menyelimuti Naruto hilang. Pemandangan awan putih didepannya hilang, digantikan tanah tandus dengan benda melayang disekitarnya. Gerbang emas yang sama juga muncul disini, berdiri kokoh menantang langit.
"Lagi?"
Naruto mengangkat bahu tak peduli. Karena dia masih memiliki bakat bawaan, kenapa tidak sekalian mengetahuinya sekaligus?
Sekali lagi, dia menggunakan kekuatannya untuk membuka gerbang emas.
Bang!
Naruto terdorong mundur satu langkah. Dia menatap terkejut Gerbang Emas yang bergetar sedikit, lalu kearah tangannya yang dirasanya sedikit mati rasa.
"Gerbang emas ini bisa menolak, bahkan menggunakan kekuatan sisa untuk mementalkanku?" ungkapnya tak percaya.
Dia mendekati Gerbang Emas. Sekali lagi, dia meletakan tangan di gerbang emas. Tahu jika melakukan usaha setengah-setengah tidak berguna, dia memusatkan seluruh kekuatannya ke tangan. Menarik nafas dalam-dalam, dan kembali mendorong gerbang emas dengan menggunakan kekuatan penuhnya.
Gerbang emas berderak keras dibawah kekuatan penuh Naruto, dan celah kecil muncul di tengah-tengah gerbang. Matanya melihat ini, dan semangatnya melonjak cepat.
"Sedikit lagi!" Teriaknya.
Otot-otot menonjol keluar dari tangan Naruto, nafasnya pun tidak stabil karena penggunaan tenaganya berlebihan. Tapi ini tidak menyurutkan semangatnya untuk membuka gerbang.
Celah kecil di gerbang berkembang menjadi besar, dan disertai dentuman keras, gerbang emas yang kokoh terbuka lebar.
Nafas Naruto memburu, tapi matanya cerah, menunggu bakat bawaan keduanya penuh antusias. Dia berharap, bakat bawaan kali ini terkait dengan pertempuran, paling tidak lebih baik dari bakat 32x daya.
Bersamaan jatuhnya benda yang melayang, banjir besar informasi tiba-tiba muncul di dalam kepalanya, dan karena banyaknya informasi muncul, dia mendesis sakit, sembari memegang kepalanya yang berdenyut
"Manipulasi Gravitasi? Bakat bawaan keduaku adalah Manipulasi Gravitasi?! Ini lebih berguna dari pada 32x daya." Naruto berseru senang disertai ringisan.
Tanpa disadari Naruto, lingkungan disekitarnya berubah lagi. Kini dia berada di luar angkasa, dengan lubang cacing yang menyerap Planet-planet disekitarnya. Gerbang emas juga muncul ditengah-tengah lubang hitam.
Tersadar lingkungannya berubah, Naruto melihat sekelilingnya dengan perasaan heran plus takjub, apalagi setelah melihat gerbang emas muncul lagi.
"Masih ada lagi?" ujarnya takjub.
Setelah mengalami kesulitan terakhir kali, dia agak hati-hati dan tidak terburu-buru membuka gerbang emas. Walaupun begitu, matanya dari tadi terpaku pada gerbang emas.
"Perlukah aku membukanya sekarang?..." gumamnya bimbang
Untuk Naruto, yang tanpa apapun, bakat bawaannya adalah kekuatan yang ia perlukan untuk bertahan. Tapi... sensasi mati rasa yang berdenyut disekitar tangannyapun bukan sekedar ilusi.
Naruto takut, gerbang emas didepannya tidak hanya menolak serta mendorongnya kembali saat mencoba membuka gerbang, mungkin bisa saja melukainya.
Hal ini sudah cukup menyadarkan Naruto, bahwa dia belum cukup kuat untuk membuka gerbang di depannya. Dia mengambil keputusan segera.
"Aku akan membuka gerbang emas saat kekuatanku meningkat. Untuk sekarang, aku harus puas dengan 32x daya dan Manipulasi Gravitasi."
Naruto menutup mata setelahnya, dan pada saat dia kembali membuka mata, pemandangan familiar dari Kota Suci muncul. Ada juga Gato disampingnya, menatapnya penuh tanda tanya pada Naruto.
"Kau kenapa Gato?"
XxX
Sebenarnya, alasan kenapa Gato mengajukan diri membeli minuman, adalah untuk berpikir, apakah ia harus berada dibawah sayap Naruto atau tidak.
Jika dilihat dari statusnya, Naruto sebagai anak Kushina pasti akan menjadi sosok berpengaruh dimasa depan, dimana ini sesuai dengan impian Gato untuk hidup enak.
Tapi... hari ini adalah era siapa yang memiliki tinju paling besar, adalah penguasanya, dan Gato tidak tahu seberapa kuat Naruto.
'Apa mungkin aku harus hidup dibawah sayap Uzumaki Ken, yang dianggap akan menjadi kepala Klan Uzumaki selanjutnya?' pikirnya
Gato menggelengkan kepala segera. 'Tidak! Pasti akan ada banyak sepertiku disekitar Uzumaki Ken. Lebih baik tetap disamping Naruto, kemungkinan terburuk... aku menjadi penjaga gerbang lagi.' lanjutnya dengan anggukan setuju.
Setelahnya, Gato membeli minuman dan kembali.
Gato baru saja kembali dari membeli minuman, untuk menemukan Naruto dalam posisi meditasi. Tidak ingin mengganggu, Gato dengan patuh duduk disampingnya.
Dia awalnya menduga, bahwa Naruto sedang melakukan pelatihan. Tapi, saat cahaya emas muncul dari tubuhnya, Gato tahu dia salah.
Pria didepannya sedang dalam proses membangkitkan bakat bawaan!
Dia terkejut, tapi tidak terlalu. Banyak juga yang baru membangkitkan bakat bawaan tepat setelah masuk Kota Suci.
Mengingat bakat bawaan Klan Uzumaki, rasa iri Gato tumbuh.
'Lapis Daya yah? Dikatakan, Uzumaki Kushina memiliki bakat bawaan 10x daya. Dimana semua aspek dalam Kushina lebih kuat 10x dibanding Evolver tingkat yang sama. Sungguh membuat iri.' pikirnya
'Aku penasaran, berapa banyak daya yang dimiliki bocah ini?' lanjutnya, merenung.
Setelahnya, Gato mengabaikan Naruto. Itu sebelum tubuh Naruto kembali mengeluarkan perasaan berat, yang membuatnya menatapnya takjub.
Membangkitkan dua bakat bawaan sekaligus!
Satu bakat bawaan, Pejuang!
Dua bakat bawaan, itu berarti...
Gato bergidik. Secara tidak langsung, ini memberitahu Gato kekuatan Naruto tidak dibawahnya, mungkin setara dengannya. Itu berarti, Naruto...
Evolver tingkat Bintang!
'Belum melebihi usia 30, tapi sudah masuk dalam jajaran Bintang! Kekuatannya bisa dipasangkan dengan 108 kursi pahlawan!' pikirnya.
Gato membuka mulut, ingin menanyakan sesuatu, tapi dia urungkan saat merasakan tubuhnya terasa lebih berat dari biasanya.
Gato bergetar takjub, walaupun dia hanya kapten penjaga gerbang, pengetahuannya tidak sesedikit itu. Jadi dia paham, Naruto membangkitkan bakat bawaan manipulasi gravitasi, yang mana langka untuk Evolver.
"Kau kenapa Gato?"
Tubuh Gato bergetar, dia tidak salah! Pilihannya sama sekali tidak salah! Dengan kekuatan Naruto dan bakat bawaannya, impian Gato selangkah lebih dekat.
Gato berdiri, yang membuat Naruto bingung, adalah dia tiba-tiba membungkuk 90 derajat padanya. Disertai deklarasi sumpah setianya.
"Gato. Siap melayani Tuan Muda sampai Mati!"
XxX
Naruto agak risih ditatap sedemikian hormat oleh Gato. Tapi... mengingat dia diberikan metode pelatihan oleh Gato, membuatnya mentoleransi tatapan Gato.
Sekelebat percakapannya dengan Gato muncul tiba-tiba.
"Apa ini? Dan darimana kau mengeluarkannya?"
"Ini adalah buku metode pelatihan terkait gravitasi. Aku menemukannya di Virtual Primal, itu tidak berguna bagiku. Tapi untuk Tuan muda... Ini seperti memberi sayap pada harimau!"
'Kheh. Memberi sayap pada harimau ya?' batinnya, sembari menepuk pelan Status Jam.
'Lebih seperti memberi sayap pada kucing.' lanjutnya teringat perintah ibunya.
Dia menggelengkan kepalanya, sekarang dia harus menghadapi masalah serius. Yaitu... bagaimana mengurus Gato, notabene-nya bawahan pertamanya?
Membiarkannya melakukan yang ia suka? Tidak, Naruto tidak bisa membiarkan itu terjadi. Memeliharanya sampai dia menjadi kuat? Itu lebih baik. Masalahnya, dia tidak tahu harus mulai dari mana, dan modalnya adalah 0.
Tidak benar... Naruto masih memiliki ibunya, yang pasti akan memberinya modal. Masalahnya... dia tidak tahu cara menghubungi Kushina.
"Tuan Muda... Yang ini menyarankan untuk menuju daerah Virtual Reality. Sekalian, untuk mendaftarkan akun milik tuan muda agar lebih mudah berkomunikasi."
Mata Naruto bebinar, tak disangka, masalahnya dipecahkan begitu mudah oleh kata-kata Gato.
"Ayo pergi. Kau benar sekali dalam hal ini. Ayo bergerak lebih cepat."
"Baik Tuan Muda."
Gato berjalan didepan Naruto, sembari menjelaskan hal-hal aneh disepanjang jalan. Kebetulan, daerah Virtual Reality bertetangga dengan daerah senjata.
Jadi, mereka harus melewati daerah khusus Senjata untuk mencapai daerah khusus Virtual Reality.
Dijalan daerah khusus Senjata, Gato antusias menjelaskan peralatan disini. Naruto sendiri dengan gila menyuruh Jade merekam dan menyimpan semua informasi ini.
"Tuan Muda, itu adalah Battle Armor..." menunjuk pada Armor yang dijaja.
"Tuan Muda, itu adalah War Machine.." menunjuk pada benda seperti robot raksasa.
"Tuan Muda, ini adalah Universe Drone..." menunjuk pesawat berbentuk lonjong sepanjang 5m.
Sedari tadi, Naruto takjub akan banyaknya alat aneh disini. Ditambah, penjelasan singkat Gato membuatnya tersentak kagum.
Pandangannya tertarik tiba-tiba, pada kumpulan Evolver yang mengelilingi sesuatu. Apalagi, saat tidak sengaja mendengar apa yang terjadi, matanya bersinar cerah.
"Gato! Kita kesana!" ujarnya, menunjuk kerumunan Evolver.
"Hm?" Gato melihat kerumunan Evolver sembari merenung.
Matanya melebar mengingat sesuatu. "Jangan Tuan Muda! Aku tiba-tiba teringat penipuan senjata misterius. Kejadian ini mirip dan sering terjadi beberapa minggu sekali, mereka hanya penipu! Senjata misterius yang mereka klaim juga palsu." terangnya.
Walau begitu, Naruto masih menuju kerumunan, membuat Gato menghela nafas frustasi.
'Paling buruk Tuan muda akan tertipu dan dengan sedikit kemunduran ini. Tuan Muda akan bersikap lebih berhati-hati di masa depan.' pikirnya, mengikuti Naruto.
"Ayo! Ayo! Membayar 100.000 VPD atau 1.000 UPD untuk mencoba mengangkat senjata misterius kami! Berhasil, bawa pulang! Gagal, bayar 2x lipat!"
Itu adalah apa yang didengar Naruto tadi, dan karena dia dekat, dia bisa paham dengan jelas apa yang coba disampaikan.
Matanya melirik senjata yang diletakan di panggung kecil sederhana. Total ada 5 Senjata yang kelihatan misterius.
'Mengangkat senjata... lalu bawa pulang? Bukankah ini terlalu mudah dilakukan?' pikirnya, tapi segera ia tolak.
'Tidak mungkin semudah itu. Pasti ada mekanisme pemberat di setiap senjata.' lanjutnya.
Tiba-tiba, ia menemukan sistem sederhana seperti ini sangat menarik.
"Lihat didepan kalian, Evolver sekalian. Ini adalah lima senjata misterius yang susah payah kami dapatkan. Jangan ragu, semuanya asli! Bahkan Evolver Bintang kami, mengatakan benda ini adalah harta sejati!"ujarnya keras.
Tepat ada lima senjata, Busur, Kapak Besar, Tombak, Pedang, dan Tongkat didepannya. Masing-masing, mempunyai ukiran-ukiran aneh di sekujur bagiannya.
"Lihat! Ukiran itu sangat nyata, bahkan terlalu nyata untuk menjadi palsu.."
"Kau benar, Aku juga merasakan sensasi aneh dari setiap senjata."
"Bukankah ini berarti... lima dari mereka semuanya adalah harta!"
"Kali ini kita memukul Jackpot!"
Mendengar bisik-bisik Evolver sekitarnya, Naruto bingung, untuknya hal seperti pengetahuan senjata dan ukiran di badan senjata, itu diluar kemampuannya.
"Gato, apa maksud ukiran itu? Kenapa mereka bersemangat untuk ukiran itu?"
"..."
Gato diam, bukan berarti tidak mau menjawab. Tapi dia sama seperti Naruto, tidak tahu sama sekali tentang ukiran itu.
Dia berpikir keras, dan tiba-tiba teringat sebuah rumor yang beredar. Sekali lagi, dia hati-hati mengamati ukiran, dan menarik sebuah kesimpulan yang membuatnya menghirup nafas dingin.
Gato menjawab Naruto tergesa-gesa.
"Maaf Tuan Muda. Aku tidak tahu. Tapi, aku pernah mendengar rumor, senjata yang digunakan oleh Powerhouse diukir oleh Rune, dan memiliki kemampuan untuk menebas gunung. Mungkin, mungkin saja ukiran itu adalah Rune yang dimaksud." terangnya dari kesimpulan yang ia pikirkan.
Gato berbicara dengan nada tidak rendah maupun keras, tapi apa yang ia sampaikan cukup membuat Evolver mendengarnya menjadi serius, kemudian tertawa dengan semangat.
"Hahaha! Rune! Ukiran itu bisa menjadi Rune!"
"Aku kaya! Jika aku memiliki salah satunya..."
Setelahnya, Evolver berduyun maju mencoba mengangkat senjata diduga senjata Rune.
Naruto mengerutkan kening, tidak memperdulikan Evolver yang mengganas di depan diduga Senjata Rune. Jika apa yang dikatakan Gato benar, sangat tidak mungkin untuk melakukan hal seperti ini.
Mereka bisa melelangnya, dan bisa juga menjual kepada Powehouse Bumi. Dengan godaan Senjata Rune, mustahil tidak ada yang tertarik sama sekali.
Jelas, Senjata didepannya palsu!
Tapi... tidak peduli asli atau palsu, untuk Naruto, lebih baik memiliki senjata dari pada tidak.
Selama penjelasan Gato, rata-rata senjata biasa berharga 1.000.000 VPD, senjata berharga bisa 10x lipat lebih mahal. Adapun Senjata Rune, tidak ada yang mau menjual benda itu.
Disini, senjata bisa didapat dengan harga 10x lebih murah, dan kesempatan ini jarang didapat lagi!
"Gato, pinjamkan uangmu. Aku ingin mencobanya juga." katanya.
"Tapi tuan muda..."
"Tidak apa-apa Gato. Cepatlah dan pinjami aku uangmu." desaknya.
Dengan menggertakan gigi, Gato menyerahkan 100.000 VPD pada Naruto. Untuk memulai, Gato bukan orang kaya, dan jumlah uang itu cukup menggaruk hatinya.
Menerima uang berbentuk kartu kredit, dengan 100.000 dicetak ditengah. Naruto tidak maju segera, dia mengamati Evolver yang telah maju dengan hati-hati.
Rata-rata, Evolver yang maju gagal mengangkat Senjata. Itu sampai Kapak Besar diangkat 1 cm dari tanah, Oleh Evolver Barbarian yang memiliki tinggi 3 meter.
Ini memicu sedikit keributan di kalangan Evolver yang gagal mengangkat senjata. Hanya mereka yang tahu, betapa berat 5 senjata itu.
"Lihat! Barbarian itu berhasil sedikit mengangkat Kapak!"
"Siapa dia?"
"Barbarian Alex! Itu barbarian Alex! Aish, kapak besar sudah ditakdirkan jatuh ketangan Alex." seru Evolver yang mengenali siapa dia.
"Barbarian Alex? Siapa dia Gato" tanya Naruto
"Tuan Muda. Barbarian Alex adalah sosok cukup terkenal di Bumi. Dengan basis kekuatan Pelajar Bintang lapis 10, dia bisa dibilang salah satu terkuat di bumi. Rumornya, dia adalah kandidat kursi ke 108, entah itu benar atau tidak." Terangnya.
Dia mengangguk, dengan kata lain. Alex ini adalah Evolver kuat!
Sekali lagi, Naruto mendapat kesadaran baru, informasi tentang masing-masing Evolver kuat sangat penting.
Jika dibutuhkan, informasi ini mungkin suatu hari berguna baginya jika dia tanpa sengaja bermusuhan dengan Evolver kuat.
'Jade. Buat folder baru, bernama 'Record Strong Evolver', dan buat informasi Barbarian Alex, berdasarkan apa yang kulihat.' perintahnya.
[Menjawab Tuan Rumah. Tugas telah selesai, mulai merekam '000.001 Barbarian Alex']
Setelahnya, Naruto berjanji pada diri sendiri untuk merekam setiap Evolver kuat yang mungkin ditemuinya.
"Hm?"
Didepan, Barbarian Alex tiba-tiba menaikan alis merasakan ada yang salah, seperti seseorang merekamnya diam-diam. Dia menelusuri sumbernya, dan menemukan Naruto yang menatapnya intens.
'Apakah dia tidak tahu, merekam Evolver bisa diartikan provokasi tak langsung?' pikirnya
Alex mengenyahkan pikiran yang mengganggunya, dia fokus untuk bisa mengangkat Kapak besar ditangannya.
100.000 pon? Atau mungkin 500.000 pon? Kira-kira, itu berat Kapak yang Alex perkirakan.
Tapi... Ini diluar dugaannya, dia tidak bisa mengangkat kapak melebihi 1cm.
'Ini tidak masuk akal. Dengan kekuatan tubuh Barbarianku, aku sanggup mengangkat benda seberat 1.000 ton. Tapi... Kapak ini hanya terangkat 1cm?!'
'Aku harus menggunakannya!' putusnya.
Tiba-tiba, tubuh Alex berderak keras. Dengan mata telanjang Evolver, mereka menyaksikan tubuh Alex tumbuh drastis. Dia sekarang memiliki ketinggian 5 m!
"Ohh! Bakat bawaan, Barbarian God!"
"Jadi..., itu adalah mode Barbarian God Alex? Dikatakan kekuatan tubuhnya, meningkat 100x dari normalnya."
Dikerumunan, Naruto takjub dengan bakat bawaan Alex, terlebih lagi meningkatkan 100x kekuatan tubuh, bukan sesuatu yang bisa diremehkan.
Diiringi tatapan takjub Evolver, Alex memanfaatkan kekuatan tubuhnya, yang 100x lebih kuat, dengan sekali hentakan. Kapak Besar kini tersampir di bahunya.
Bahkan jika kapak besar bukan senjata Rune, Alex rasa kapak besar ini masih berharga untuk pelatihannya!
Alex meneteskan darahnya ke Kapak, dan berat Kapak tiba-tiba berkurang drastis hampir tidak ada.
Mengabaikan tatapan Evolver yang diberikan padanya, Alex kembali ke wujud aslinya, dan meninggalkan daerah ini.
"Aish. Sayang sekali, dari lima sisa empat senjata. Hoy yang didepan, cepat dan biarkan tuan ini mencoba!"
"Sialan! Ayo naik untuk-ku!"
Kekacauan segera terjadi, terlebih lagi hanya ada empat senjata diduga senjata Rune tersisa. Dan masing-masing Evolver menginginkan satu senjata untuk diri mereka.
Naruto juga agak panik, takut senjata incarannya, Busur diambil. Menyaksikan sedikitnya Evolver yang tertarik pada Busur, dia melepas nafas lega.
Beberapa menit kemudian..
"Sialan! Senjata Tombak berhasil diambil!"
Kekacauan sekarang mencapai tingkat baru, mereka mulai menggunakan kekuatan untuk mendorong Evolver didepan.
Satu menit kemudian..
"Kau bercanda kan?.."
Mereka menatap tak percaya dua Evolver yang memegang senjata Pedang dan tongkat.
Sekarang, hanya busur yang tersisa. Dimana senjata ini, tidak terlalu menarik dibanding empat senjata lain.
Bagi Evolver, Senjata Rune memang langka, tapi tidak selangka bulu phoenix dan tanduk qilin.
Evolver mulai menyebar, tahu tidak ada gunanya mereka disini. Meski masih ada beberapa yang berusaha mengangkat busur. Tapi, kegagalan adalah jawaban mereka.
Melihat dia dan Gato satu-satunya Evolver disini, juga senjata busur masih ada, dia berjalan menuju satu-satunya senjata tersisa.
"Aku ingin mencoba mengangkat busur itu."
Setelahnya, Naruto melemparkan 100.000 VPD dalam bentuk kartu kredit, kearah Evolver yang bertanggung jawab.
"Tentu, silakan coba Uzumaki-sama." balasnya hormat, menatap ekor emas yang menjadi status Evolver dari Uzumaki Klan.
Naruto membungkuk, dua tangannya ia letakan di Busur dengan panjang 2m. Dia mencengkeram erat busur, dan mengangkat perlahan.
Tubuhnya segera menegang, pantas saja banyak Evolver gagal, berat busur ini saja membuatnya terkesiap. Tapi... Busur ini harus dia dapatkan entah bagaimana!
Dia mengerti jelas kelebihannya, dan itu ada pada matanya, yang lebih tajam dari kebanyakan manusia. Sekarang, dia adalah Evolver, semua indranya menjadi ratusan kali lebih baik, kecuali matanya yang menjadi ratusan ribu lebih baik dari awal.
Dikombinasikan dengan Busur, dia bisa secara maksimal memanfaatkan matanya, dan memperluas jangkauan serangnya.
Dengan ini, dia bisa menepati janjinya pada Kushina, untuk tidak menunjukan kekuatannya, dan jangkauan luas serangan Busur menjamin keselamatan hidupnya di Virtual Primal dan Alam Semesta Primal.
"Tuan Muda. Lebih baik, kita segera menuju ke daerah Virtual Reality. Masalah busur, lebih baik Tuan muda lupakan saja." bujuk Gato.
Biarpun Gato sakit menggeluarkan 100.000 VPD, dia masih bisa mentoleransinya untuk hidup enak, itu sebabnya dia membujuk Naruto dan dia juga agak tak tega melihat Naruto kesusahan.
"Aku belum menggunakan kekuatan penuhku Gato. Kau tenang saja, cukup beri aku waktu." balasnya.
Seperti yang ia sendiri bilang, dia belum menggunakan kekuatan penuhnya. Juga, entah sejak kapan, tubuhnya serasa penuh akan vitalitas dan energi tak terbatas. Kekuatan tubuhnyapun, menjadi lusinan kali lebih kuat dari pertama ia bangun sebagai Evolver.
Naruto yakin, jika memanfaatkan semua yang dia punya, dia pasti mampu mengangkat Busur tanpa masalah!
"Aku akan mulai!"
Memanfaatkan kekuatan tingkat Bintang, bakat bawaan 32x daya yang selalu aktif, dan tubuh kuatnya, yang sanggup menyaingi Barbarian Alex. Dia secara serius mengangkat Busur.
Retakan-retakan kecil muncul di tempat dimana dia berpijak, dalam 10 detik, Naruto berhasil mengangkat Busur setinggi 30cm dari tanah, dan semenit kemudian, Busur sudah dia pegang dengan mantap di depan dadanya.
Mulutnya membentuk senyum, dia tidak menyangka, Busur dengan panjang 2m lebih ini, beratnya tidak masuk akal.
Naruto bahkan masih merasakan tangannya berkedut, dan kakinya mati rasa, menahan beban gila Busur.
'1.000.000 pon! Tidak, aku takut beratnya hampir mencapai 5.000.000 pon! Tidak kusangka senjata seberat ini ada.' takjub Naruto.
Dia mencoba menarik tali busur, dan dibawah tatapan terkejut Naruto, Busur hanya melengkung setengahnya, tidak melengkung penuh, bukti kekuatan Naruto jauh dari yang diperlukan untuk memanfaatkan Busur.
"Ini Busur yang luar biasa..." puji Naruto, mengembalikan Busur ke bentuk semula.
Mengikuti apa yang dilakukan Evolver lain, dia menggigit jari, dan meneteskan darahnya pada Busur. Dia tidak tahu apa maksud dari ini, tapi tepat setelah darahnya diserap, Naruto paham maksudnya.
Mengatur Kontrak!
Ini untuk membuat senjata setia kepada pemiliknya!
Berat keterlaluan Busur juga mengurang, sekarang dia seperti mengangkat Busur Normal, bukan Busur berat lagi.
Dia mencoba menarik tali busur sekali lagi, tanpa kesulitan berarti, Naruto sekarang secara sempurna bisa menarik penuh Busur.
Naruto mengangguk puas. "Hou Yi. Namamu sekarang, adalah Hou Yi!"
Setelahnya, Naruto mengelus pelan Hou Yi, dan berjalan menuju Gato.
"Tuan Muda. Kau mengatur kontrak pada Busur palsu itu?" tanya Gato, tak percaya yang dilihatnya.
"Ya. Ada masalah?" balas Naruto, menatap santai pada Gato.
"Tuan Muda. Kau hanya bisa mengatur kontrak senjata, sebanyak tiga kali sepanjang hidupmu. Tuan Muda seharusnya tidak melakukan tindakan buru-buru macam ini." terangnya, membuat Naruto diam-diam mengutuk kurangnya informasi, terkait Senjata.
"Aku... tidak tahu itu"
Gato, sudah menduga ini, jadi dia hanya menghela nafas tak berdaya.
"Ehem! Maaf mengganggu percakapan kalian, Uzumaki-sama."
Duo menoleh, melihat Evolver yang memotong percakapan mereka adalah Evolver yang bertanggung jawab menjual Senjata misterius.
"Perkenalkan, aku adalah Manager luar kongsi dagang Sirius. Kalian bisa memanggilku Wolf." ujarnya.
Naruto menatap tidak paham pada Wolf, beda dengan Gato, tahu apa itu kongsi dagang Sirius.
Bisa dibilang, Kongsi Dagang Sirius, adalah alasan Evolver Bumi bisa mendapatkan berbagai peralatan, metode budidaya, dan pesawat jelajah antar planet.
Di Virtual Primal, sekitar Domain Fallen Star, dimana galaksi Bima Sakti dan beberapa galaksi lainnya berada. Kongsi dagang ini termasuk dalam 3 Top Kongsi dagang Domain Fallen Star.
Tentu saja, ini hanya secuil pengetahuan umum tentang situasi Domain Fallen Star di Virtual Primal.
Gato melangkah maju, tidak membiarkan Naruto ikut campur.
"Ada yang bisa kami bantu, Tuan Wolf?" Tanyanya penuh senyum.
Wolf tertawa ringan membalas senyum Gato. "Tentu ada. Ini adalah tentang 5 Senjata itu. Senjata Rune asli yang kudapatkan dari Kongsi Dagang Sirius." jelasnya, cukup mengejutkan Duo.
"Ah? Senjata Rune! Jadi... Hou Yi adalah Senjata Rune?" Seru Naruto, penyesalannya mengontrak Hou Yi hilang tak berbekas.
"Tepat sekali Uzumaki-sama. Jika saja beratnya tidak keterlaluan, aku pasti sudah melelang lima senjata itu. Sayangnya..." Wolf mendesah tak berdaya.
"Maafkan aku. Aku terlalu terbawa suasana. Apa yang ingin kusampaikan, adalah berat Busur itu, hanya 1/10.000 dari berat aslinya." lanjutnya.
Gato dan Naruto terkejut, khususnya Naruto, yang secara pribadi mengangkat Hou Yi. Jika apa yang dikatakan Wolf benar, maka berat Hou Yi...
..Menggerikan!
"Terimakasih atas beritanya Tuan Wolf. Apa ada hal lain yang menganjal di pikiran Tuan Wolf?" kata Gato sopan, tersadar dari berita yang disampaikan Wolf.
Wolf tertawa riang. "Tentu, masih ada satu hal lagi. Tapi... aku tidak tahu apakah Uzumaki-sama mampu membantuku."
Gato, yang mulai paham apa yang diinginkan Wolf, mendekati Naruto dan berbisik di telinganya.
"Tuan Muda, Orang ini ingin meminjam namamu, sebagai penjaminnya di Kota Suci."
Naruto mengerutkan kening. "Maksudnya?"
Gato menjelaskan satu persatu, tentang penjamin, hubungan timbal balik, dan manfaatnya sebagai penjamin.
Naruto paham, menyimpulkan. "Dengan kata lain, apapun yang dilakukan Wolf, entah buruk atau tidak, yang bertanggung jawab atas semua tindakannya adalah... aku?"
"Tepatnya seperti itu Tuan Muda."
"Lalu... jika kau menjadi aku, apa yang akan kau lakukan Gato?"
"Tuan muda, jika aku menjadi dirimu. Aku akan menerimanya tanpa ragu-ragu. Menyingkirkan manfaat, memiliki hubungan dengan Kongsi Dagang Sirius juga hal baik untuk masa depan."
Naruto menutup mata berpikir, Gato menarik diri darinya, dan senyum Wolf belum hilang, menatap Naruto menunggu jawaban.
Memutuskan putusannya, Naruto membuka mata, menatap serius Wolf. "Aku bisa membantumu. Ibuku adalah Uzumaki Kushina, dan namaku... namaku..." Naruto sedikit ragu-ragu mengatakan namanya.
"Dan Namamu?" Wolf menunggu sabar.
Bagi Naruto untuk menyebutkan Marga, adalah hal yang menyusahkan. Dirinya memiliki rahasia, rahasia terdalam yang kebetulan terkait dengan Marganya.
Yaitu... Naruto sudah menikah!
Bukan sembarang menikah, dia menikah dengan mengikuti Istrinya. Atau bisa dibilang, setelah menikah, Naruto menggunakan Marga klan Istrinya.
Itu kejadian 2 tahun yang lalu, kejadian yang sungguh ingin ia lupakan, sebab sedikit mencoreng harga dirinya.
'Sudahlah.., ini sudah dua tahun, mungkin dia sudah melupakanku. Jika kuingat, kontraknya berlaku 3 tahun, artinya sebentar lagi kita akan berpisah kan?'pikirnya.
'Kaa-san pernah bilang, aku adalah Uzumaki. Jadi...'
"Ehem! Namaku adalah Uzumaki Naruto!" Putusnya, menerima identitasnya sekarang.
Wolf menepukan tangan, senang. "Jadi Naruto-sama! Sebagai tanda terimakasih sudah membantuku. Aku akan menghadiahi ini kepada Naruto-sama." Setelahnya, Wolf mengeluarkan kotak panjang 1,3 m dari Status jam, yang isinya sudah cukup membuat mata duo melebar.
"I-ini!"
XxX
Naruto, menyamankan diri, di atas kasur seperti air, dengan mata emasnya tertutup kacamata hitam.
[Terdeteksi Pengguna Baru. Apakah kau ingin mendaftar Hall of Master?]
'Lakukan.'
[Scan Status Jam. Selesai.
Identitas terbuat : Uzumaki Naruto. Nomor komunikasi anda adalah : 001118xxx. Nomor akun anda : 222100xxx.]
"..."
[Selamat datang di Hall of Master. Sekarang Status Jam bisa terhubung dengan Hall of Master dimana saja.]
Setelah itu, kesadaran Naruto seperti terbagi dua, dimana 30% di dunia luar, 70% sisanya di Hall of Master.
Tepat setelah duo menerima hadiah mencengangkan, duo melanjutkan ke tujuan mereka, yaitu Daerah Virtual Reality.
Daerah ini berbeda jauh dari daerah lain yang dikunjunginya. Naruto punya satu kata pas, untuk menjelaskan kondisi Daerah Virtual Reality, yaitu...
...Elit!
Ini seolah seluruh daerah berkata 'Jika kau miskin, Scram!' dan 'Kau orang kaya? Kamu adalah Raja disini!' Seperti itu.
Untungnya, keuntungan,-baru ia ketahui- sebagai Evolver Uzumaki Klan, adalah perlakukan khusus bayar nanti, atau kata kasarnya gratisan di setiap toko di Kota Suci.
Jadi, begitu Duo masuk, tanpa ditanyai apa-apa, mereka berdua diantar ke kamar VIP, yang dilengkapi fasilitas kelas top.
Setelahnya, Naruto disini, tercengang akan Hall of Master, yang ternyata seperti kota suci. Perbedaan terbesarnya, Kota Suci memilki 9 daerah, disini hanya 1 daerah, dan Tower menjulang tinggi di pusatnya.
Dilihat dari dimana ia berdiri, Naruto merasa, dia dipinggiran Kota Suci Virtual. Mata emasnya, ia sapukan daerah sekitar, dan terhenti saat melihat Wanita berambut merah, tersenyum kearahnya.
Naruto terkejut melihatnya. "Kaa-san, apa yang kaa-san lakukan disini?" tanyanya, mendekat kearah Kushina.
"4 jam, 39 menit. Sepertinya, kau bersenang-senang di Kota Suci, Naruto." Kushina berbalik setelahnya, menuju pusat daerah, dibelakangnya Naruto mengikuti, patuh.
"Untuk pertanyaanmu, Kaa-san sengaja menunggumu untuk meminta nomor akun dan komunikasimu." jawabnya, menatap lurus kedepan.
Setelahnya, Naruto memberitahu nomor akun dan komunikasi pada Kushina. Dia juga memberitahu apa yang ia alami di Kota Suci selama waktu itu.
Dia tidak menutupi apapun, termasuk dua bakat bawaan dan senjata Rune yang ia dapatkan.
Didepan, Kushina tercengang, 10x daya miliknya, sudah membuatnya sanggup melawan Evolver Bintang lapis 2, seri.
32x daya milik Naruto, mungkin sanggup menyaingi Powerhouse bumi, dan tambahan Manipulasi Gravitasi...
Kushina bergidik ngeri.
'Aku takut selain Evolver terkuat Bumi, tidak ada yang menyaingi Naruto dalam kekuatan!' pikirnya.
Kushina tidak sembarang menyemburkan omong kosong. Jika dalam hal kekuatan memang tidak ada yang bisa menyaingi Naruto, kecuali Evolver terkuat Bumi.
Tapi jika pertarungan hidup dan mati terjadi, antara Naruto dan Powehouse Terlemah, Kushina jamin, Naruto akan mati duluan.
Menyingkirkan pengalaman, sifat matang Powerhouse, gerakan penyelamat hidup, dan kartu truf adalah keunggulan yang tidak Naruto miliki.
Kushina tidak memikirkan Naruto lemah menganggunya, untuk Kushina, dia tidak ingin anaknya menjadi kuat. Cukup hidup, adalah apa yang ia inginkan.
Semakin kuat Evolver, semakin sulit misi, sama artinya dengan, resiko kematian dalam misi meningkat.
Itu alasan ia menyuruh Naruto, pura-pura lemah.
Kushina muram, takut Naruto bertindak implusif dan mengungkapkan kekuatannya. "Naruto, apakah kau masih mengingat janjimu kepada Kaa-san?"
Naruto mengangguk. "Tentu saja Kaa-san. Tidak pernah menunjukan kekuatanku sebenarnya, pura-pura saja lemah, dan walaupun diejek, abaikan saja kan?"
Kushina puas atas jawabannya. Dia sedikit menengok Naruto. "Menilai dari caramu berbicara, kau pasti paham dengan kekuatan bintang-mu?" tanyanya, memastikan Naruto paham kekuatannya.
"Ya."
Setelahnya, Kushina menatap lurus kedepan lagi. "Ini sedikit lebih mudah bagiku. Kaa-san akan sedikit menjelaskan Kekuatan Evolver Bintang. Jangan jadikan ini dasar, sebab Kaa-san sendiri hanya mendengar rumor yang beredar terkait Evolver bintang." terangnya pada Naruto.
Naruto serius segera, meski bukan info benar, tapi lebih baik mengetahui daripada tidak.
"Pertama, Evolver Bintang lebih kuat 100x dari Evolver Pelajar Bintang. Termasuk, Fisik, Mental, dan seterusnya. Dua, seperti yang kau alami, kebangkitan bakat bawaan ke-dua. Tiga, jika Evolver Bintang adalah Jenius, mereka bisa membuat Domain mereka sendiri." jelasnya.
"Meski kekuatanmu kuat, itu tidak menentukan segalanya. Tanpa pengalaman bertarung yang cukup, kau akan seperti anak kecil dengan senjata. Menakutkan, tapi mudah ditundukan." lanjutnya.
"Oleh sebab itu, memanfaatkan pertemuan disini. Kaa-san, akan memberikan jadwal pelatihan untukmu. Ingat ini, Kaa-san melakukan ini bukan untuk membuatmu kuat, tapi meningkatkan kesempatan bertahan hidupmu. Kaa-san tidak peduli jika kau kalah, terpenting kau kembali hidup, itu saja."
Naruto menganguk. "Ya Kaa-san. Dan... kurasa, dengan Hou Yi, aku akan aman menyerang dan kabur."
Kushina mengangguk setuju, setelahnya menggeleng keras. "Biarpun begitu, Virtual Primal bukan sesuatu yang bisa diprekdisikan. Ada tempat yang mungkin, mematikan Hou Yi, dan tanpa Hou Yi ditanganmu, apa yang bisa kau lakukan?"
Naruto berpikir, dan menggeleng segeranya.
"Itu sebabnya, Kaa-san akan membuat jadwal pelatihan." Kushina tersenyum sesaat, sebelum senyumnya memudar. "Ada yang tidak beres! Naruto, Kaa-san sudah mengirimkan apa yang paling kau butuhkan saat ini! Kaa-san harus segera pergi!" lanjutnya buru-buru.
Setelahnya, Kushina didepan Naruto, hilang menjadi pecahan cahaya. Mata emas Naruto menatap khawatir, tempat dimana ibunya berada terakhir kali.
"Kuharap, Kaa-san baik-baik saja." gumamnya.
XxX
.
.
.
.
TBC
.
.
Ok, saya potong sampai situ.
Gak kerasa kepanjangan, mungkin gara-gara ni masih dasarnya doang kali.
Bagi yang nungguin Guardian Land, sabar bro.
Saya nulisnya pindah-pindah bro, nih aja selain Primal War, nulis Guardian Land dan Fishing system bersamaan.
Ok, saya rasa cukup.
Sekali lagi, saya ucapin makasih atas fol pav rev-nya.
Dan, saya gak bisa nulis fic terus setiap harinya, jadi saya mohon maklumnya saudara-saudara, mungkin lama nungguin fic saya up.
Sekian.
