DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan
Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun
Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)
Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)
Summary:
Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."
Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"
WARNING:
Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc
Chapter 1
Silau
Itu kata pertama dibenak Changmin ketika ia membuka matanya. Suara ranjang berderit ketika ia bangun dari tempat tidur kecilnya. Dia meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku setelah melewati hari yang panjang. Dan saat nya memulai hari sama seperti biasanya. Hampa dan membosankan.
"Changmin! Sampai kapan kau mau berdiam diri disitu!? Ini sudah pukul 8!" teriak Kyuhyun dari arah dapur
Changmin berjalan menuju arah kamar mandi dengan diam. Dia hiraukan sahabat satu kamarnya, Kyuhyun yang masih berbicara entah tentang apa Changmin tidak peduli. Dia membuka baju tidurnya dan memandang tubuhnya yang putih mulus dengan satu bekas luka di perutnya. Dia elus bekas luka itu dan tiba-tiba saja dia teringat masa lalu nya ketika ayah kandungnya sendiri mencoba membunuhnya entah untuk apa.
Changmin masih berpikir kenapa orang tuanya setega itu kepadanya yang waktu itu masih berumur 6 tahun. Masih suci, hanya menuruti perintah orang tuanya hingga hari berdarah itu terjadi. Tepat setelah kejadian itu, dia mulai menutup dirinya dan menjauhi dunia yang disebut 'persahabatan'
Lalu siapa Kyuhyun? Dia satu-satunya orang yang bisa Changmin percayai hingga sekarang. Mengapa? Alasan nya cukup simple. Kyuhyun adalah teman masa kecil Changmin yang entah bagaimana bisa bersama hingga sekarang. Hanya dia yang bisa Changmin percaya dan Kyuhyun juga mengerti keadaan Changmin yang membuat mereka semakin dekat
"Minnie! Berhenti berlama-lama didepan cermin! Kau jelek!" ledek Kyuhyun dari jauh
Changmin hanya memutar matanya dan menghela nafas. Dengan cepat dia membasu dirinya dan memakai pakaian yang menurutnya cocok dan langsung ke dapur
"Kau berisik sekali, Kyu. Ini masih pagi!"
Kyuhyun meletakan dua piring yang berisikan toast dan juga telur mata sapi di depannya dan di depan Changmin. Changmin mengambil dua gelas dan diisi dengan jus jeruk dingin.
"Kau selalu lama setiap pagi. Aku bingung harus bagaimana lagi"
"Tapi kan tidak perlu berteriak. Kalau kamar lain terganggu bagaimana?"
"Hiraukan mereka. Lagipula kita anak-anak cerdas dan cukup terkenal di kampus ini jadi kenapa harus takut?" jawab Kyuhyun dengan nada sombong
Changmin menghela nafas "Kau sombong sekali, kau lupa Kibum dari kelas mu masih bisa menyaingi mu?"
Raut muka Kyuhyun seketika berubah menjadi kesal "Cih! Jangan samakan aku dengan pelacur itu! Aku berhasil karena kerja keras ku bukan dengan menjual diri seperti dia"
Changmin makan dengan perlahan "Kau tahu darimana kalau Kibum pelacur? Yakin sekali dirimu. Ada apa dengan kalian berdua sampai kau dendam dengan nya?"
Kyuhyun memotong telur dengan kasar "Dia cari perhatian dengan sunbae incaran ku!"
Changmin mengangguk pelan "oh... tentang Siwon-sunbaenim lagi? Apa tampannya dia sampai kalian rebutan seperti anak kecil"
"Changmin, kau tidak mengerti! Dia tampan, bertubuh atletis, pintar, kaya dan satu lagi dia sangat baik. Ku ulangi SANGAT baik"
Changmin meminum jus jeruk dan mengangguk
"kau sendiri kapan mencari incaran mu?" tanya Kyuhyun
Changmin langsung tersedak minuman dan batuk ketika mendengar pertanyaan Kyuhyun "K-Kau bilang apa?"
"kapan kau mencari pacar atau sebagainya? Kau harus mencoba membuka dirimu kembali, Minnie. Aku tidak selamanya bersama mu" ucap Kyuhyun serius
Changmin menundukkan kepalanya. "Entahlah, Kyu. Aku... masih belum bisa membuka diri lagi... kau tahu kan kenapa..."
"Tapi Minnie. Itu sudah 18 tahun yang lalu. Sudah waktunya kau melupakan kejadian itu dan menatap masa depan"
"aku akan mencoba... tapi kau akan ada bersama ku kan, Kyu? Sampai aku bisa mengandalkan orang lain selain dirimu" ucap Changmin sebari mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun
Kyuhyun tersenyum "tentu saja. Tanpa diriku, bagaimana kau bisa berdiri sampai sekarang. Kau juga bisa selalu mengandalkan ku, tapi kau butuh orang lain juga."
"Aku tahu itu. Karena itu... bantu aku seperti biasa, Kyu"
Kyuhyun mengangguk "Ya tentu."
Kyuhyun dan Changmin segera menghabiskan sarapan mereka mengambil tas mereka dan pergi menuju kampus mereka. Universitas SM.
Sesampai disana, Kyuhyun dan Changmin berpisah setelah mengambil beberapa barang di loker mereka. Kyuhyun masuk ke gedung khusus Jurusan arsitektur sedangkan Changmin masuk ke gedung jurusan seni.
Ketika berjalan ke gedungnya, seseorang tiba-tiba saja menabrak Changmin dan membuatnya terjatuh. Changmin mengelus bokongnya yang mendarat dilantai dengan cukup keras. Hampir saja Changmin berkata kasar kepada orang yang menabraknya sampai ia lihat sebuah tangan di depan nya.
Changmin mendongak ke atas dan memperhatikan pria yang berjongkok di depan nya sembari mengulurkan tangan nya yang tentu langsung di sambut baik oleh Changmin. Ditariknya Changmin hingga dia berakhir didalam dekapan pria di depan nya.
"kau tidak apa-apa?" tanya pria tersebut yang masih sedia kala memeluk Changmin
Entah karena apa Changmin tidak tahu, Changmin hanya bisa mengangguk lemah di dekapan pria dengan suara berat tersebut. Dia masih membatu di dekapan pria itu. Dia menghirup aroma yang sangat menenangkan sekaligus merindukan baginya. Tunggu. Merindukan?
Tangan pria tersebut beralih ke kepala dan mengelus pelan rambut halus Changmin "Kau... yakin tidak apa-apa? Pundak ku tiba-tiba terasa basah. Kau menangis... minnie?"
Menangis? Seketika Changmin kembali ke dunia nyata dan segera mendorong pria yang memeluknya. Pipinya terasa hangat, dan basah. Dia segera menghapus air mata yang keluar entah kenapa.
"a-aku tidak apa-apa. M-maaf aku harus segera pergi"
Changmin segera mengambil tas dan barang-barang dan berlari menuju kelasnya, meninggalkan pria misterius tersebut sendirian.
Pria itu melihat sebuah kartu terjatuh didekat nya. Dia raih kartu tersebut dan melihat nya sepintas sebelum menyeringai
"Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."
"Behemoth! Disitu kau rupanya"
Pria yang dipanggil Behemoth itu menengok ke arah panggilan itu "Sudah kubilang jangan panggil aku dengan sebutan itu disini. Panggil aku Yunho. Jung Yunho, Satan"
Pria yang disebut Satan tersenyum kecil "Sama dengan dirimu, jangan sebut aku itu. Panggil aku dengan nama manusia ku. Siwon. Choi Siwon. Lupakan tentang nama. Kau sudah bertemu dengan mangsa mu?"
Yunho menyeringai sembari menunjukkan giginya yang sama sekali bukan milik manusia "Kau pikir aku lelet seperti mu? Aku sudah menemukan mangsa ku sejak 18 tahun yang lalu. Hanya saja tubuh anak kecil mana bisa memuaskan rasa lapar ku ini"
Siwon mengangguk "Benar juga. Manusia tua itu bodoh ingin memberi iblis setinggi kita dengan anak kecil berumur 6 tahun yang masih suci. Mungkin untuk beberapa iblis rendahan jiwa seperti itu lezat, tapi bagi kita..."
"hmph. Seperti makanan yang tidak diberi bumbu sedikit pun. Tawar. Tidak memuaskan."
"lalu kenapa kau tidak ambil saja jiwa manusia tua itu? Dan kenapa kau biarkan anak kecil itu tumbuh?" tanya Siwon
Yunho memainkan kartu ditangan nya sembari menjawab "Aku melahap manusia menjijikan tersebut. Dan kau tahu rasanya? Sangat menjijikan. Salah satu jiwa yang paling tidak enak. Dan alasan kenapa aku membiarkan nya hidup? Agar ia membenci dunia ini dan mengutuk pemimpin malaikat itu. Selama 18 tahun ini, aku melihat rasa kebencian nya semakin banyak tetapi belum di tingkat dimana dia ingin melukai orang lain. Sepertinya pasanganmu yang menjadi penghalang akan hal itu. Tapi selepas hal itu, jiwa nya semakin lezat, won. Hanya menghirup aroma tubuhya saja, aku sudah mengigil"
Siwon hanya tertawa kecil "Pasangan ku ya... sudah sekian abad aku menunggu renkarnasi nya. Aku tidak menyangka mukanya mirip sekali dengan dirinya yang dulu. Aku tidak sabar untuk menariknya ke tangan ku lagi"
"Hati-Hati, Won. Asmodeus sangat mengincar perhatian mu. Dia bisa saja melukai Marcus mu"
"Jika dia melukai marcus, aku tidak segan-segan akan memulai peperangan dengan nya. Tingkat ku masih lebih tinggi dibandingnya"
"Tentu saja. Kita salah satu kandidat pemimpin neraka. Bukan seperti dia hanya sampai sebatas selir"
Siwon memperhatikan lorong menuju kelas Changmin "Jadi? Apa yang akan kau lakukan?"
Yunho menatap foto Changmin "Aku akan membuatnya memberi nyawanya padaku dengan rela. Dengan cara mengambil kepercayaan nya"
"Baguslah kalau begitu. Tapi ku peringatkan, Yunho. Jangan menjadi seperti diriku." Ucap Siwon sembari meninggalkan Yunho
Yunho memperhatikan punggung Siwon sebelum Siwon lenyap "Mencintai ya... Aku lebih merasa terikat dibandingkan mencintai. Terikat dengan kutukan dari keturunan nya"
Yunho kembali menatap kartu mahasiswa milik Changmin "Kali ini tidak akan terulang lagi. Akan ku habisi keturunan terakhirnya"
Yunho berbalik dan berjalan menuju kelas Changmin sebelum menghilang dengan meninggalkan jejak sehelai bulu berwarna hitam pekat.
。
。
。
"Minnie~ Pelacur itu benar-benar membuat ku kesal~" Ucap Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya.
" ... "
"MINNIE, KAU DENGAR AKU TIDAK!?" Teriak Kyuhyun kesal
Changmin terkejut dan menjatuhkan susu kotaknya "Apalagi Kyu? Aku sedang berpikir sesuatu"
"Kau berpikir atau melamun? Oh ya Siwon-sunbaenim mengajak ku makan siang nanti! Kau bisa bayangkan itu! Aku menang dari Kibum!"
Changmin hanya mengangguk kecil tanpa menjawab Kyuhyun
"Dan aku ingin mengajakmu pergi bersama ku! Double date, Minnie!"
Changmin mengangguk tanpa menyadari apa yang dia setujui
"YEYYY! Changmin, you are the best! Aku tunggu jam 2 di cafe dekat kampus nanti, oke?"
Changmin tersentak "Kau b-bilang apa? Double date?"
Kyuhyun mengangguk cepat "Siwon-sunbae ingin mengajak saudara jauh nya jalan-jalan jadi ku pikir lebih baik kau ikut juga"
"T-Tapi aku tidak kenal-"
"Tidak kenal maka tidak sayang. Kata Siwon-sunbae dia orang yang baik jadi kenapa tidak?" Ucap Kyuhyun
"Aku takut bertemu orang baru, Kyu..." ucap Changmin sembari menurunkan kepala
"Tidak apa-apa. Aku kan pergi bersama mu"
Changmin mengangguk kecil "baiklah... tapi janji jangan tinggalkan aku sendiri"
Kyuhyun tersenyum lebar "promise! Aku kembali ke kelas ku dulu. Sampai jumpa di kafe"
Changmin melambaikan tangan pelan dan pergi menuju kelas nya sendiri. "Seperti apa saudara milik Siwon-sunbae... Siwon-sunbae saja sudah setampan itu... apa lebih tampan? Ah sudahlah bukan urusan ku"
。
。
。
"Changmin! Kau benar-benar datang!" Teriak Kyuhyun dari jauh
Sebenarnya Changmin ingin saja langsung pulang tetapi apa dia bisa menolak permintaan sahabat satu-satunya ini? Tentu saja tidak. Bagaimana pun juga, Kyuhyun sudah membantu Changmin hingga sekarang.
"Aku tidak ada kelas lagi hari ini jadi aku ikut saja. Lagi pula bagaimana aku bisa menolak ajakan mu?"
Kyuhyun langsung merangkul pundak Changmin "Kau memang sahabat terbaikku, Minnie"
Changmin tersenyum kecil "Jadi dimana dia?"
"Siwon-sunbae menyuruh kita untuk masuk ke kafe duluan. Dia harus menjemput saudaranya"
Changmin mengangguk "baiklah. Siwon-sunbae traktir, kan?"
Kyuhyun tersenyum lebar "Tentu saja. Kau beli saja apa yang kau mau"
Changmin dan Kyuhyun pun masuk ke kafe dan memesan makanan dan minuman sembari menunggu Siwon dan saudaranya.
。
。
。
"Jadi begitu rencana mu? Menggunakan diriku untuk mendekati mangsa mu? Hebat sekali. Aku merasa menjadi alat mu" ucap Siwon
Pria disebelahnya tidak menjawab ucapan Siwon sedikit pun. Dia sedang berpikir. Bagaimana cara untuk mencuri kepercayaan Changmin. Dia tahu itu tidak akan mudah. Dia sudah memperhatikan Changmin selama 18 tahun ini. Dan dia tahu alasan kenapa Changmin masih hidup sampai sekarang.
"Kau tahu, Behemoth? Jika diperhatikan lebih seksama, Changmin sepintas mirip dengan max"
Dalam hitungan detik, Siwon tiba-tiba berada dibawah Yunho dan ada cengkraman kuat di leher pria yang lebih muda darinya. Suara geraman keluar begitu saja dari mulut Yunho sembari menunjukkan gigi tajam, Mata tajam berwarna merah menatap langsung ke mata hitam milik Siwon menunjukkan dominannya kepada pria yang sedang berada dibawahnya.
"Kau sebut nama itu lagi, aku tidak segan-segan akan membunuh saat ini juga, Satan!"
Siwon tersenyum meremehkan "Jadi benar rumor yang berada di bawah sana. Behemoth salah satu kandidat penerus pernah dirawat oleh manusia dan hampir melanggar aturan neraka yang sama denganku. Tapi manusia itu berakhir mati karena Tuan Lucifer yang turun tangan. Sungguh ironis"
"Kau benar-benar cari mati!"
"Apa yang akan kau dapat bila memakan jiwa keturunan terakhir dari dia? Kekuatan? Kehidupan kekal? Atau... dia sendiri?
Seakan terpukul dengan benda keras, geraman Yunho menghilang begitu juga dengan tangan yang mencekik Siwon. Pertanyaan Siwon mengusiknya. Selama 300 tahun sejak hari itu, dia selalu mengincar jiwa keturunannya tanpa memikirkan apa-apa. Dan sekarang dia berpikir apa yang akan dia dapatkan setelah memakan jiwa Changmin. Apa setelah itu ia akan puas?
"Jadi dugaan ku betul. Kau tidak pernah berhenti mencari nya. Kalian berdua terikat seperti hal nya aku dan Marcus. Kami akan selalu terikat satu sama lain walau dia tidak mengingat ku"
Yunho berdiri dari Siwon sembari membersihkan pakaiannya "Aku sudah lupa apa dan bagaimana cara untuk mencintai. Tidak seperti mu"
Siwon juga ikut berdiri dan merapihkan pakaian nya "aku juga lupa bagaimana. Tapi aku yakin dia akan mengajariku lagi caranya"
"Sudahlah. Kita lebih baik masuk dan menemui mereka. Semakin cepat semakin baik" ucap Yunho.
"Kau menggemaskan sekali, Yunho-hyung" ledek Siwon
"Sekali lagi kau mengejekku, akan ku habisi kau" geram Yunho
Siwon hanya tertawa dan berjalan menuju kafe diikuti Yunho dibelakangnya
。
。
。
"Kyu... Mereka kemana? Kenapa belum datang? Ini sudah 10 menit sejak kita datang dan aku sudah menghabiskan 2 piring tiramisu" ucap Changmin
"Sebentar lagi datang. Ah itu mereka! Siwon-sunbaenim!" Teriak Kyuhyun sembari melambaikan tangan kepada Siwon
Changmin membalikan badannya untuk melihat Siwon dan saudaranya, tetapi pria dibelakang Siwon mengalihkan pandangannya.
"P-pria itu..." Gumam Changmin pelan
Siwon dan Yunho mendekati meja Kyuhyun dan Changmin sembari tersenyum.
"Maaf kami terlambat. Tadi saudara ku kelupaan membawa dompetnya" ucap bohong Siwon
Kyuhyun mengangguk mengerti "tidak apa-apa sunbae-nim. Oh ya kenalkan ini sahabatku, Changmin. Tidak apa kan dia ikut?"
Changmin yang hanya diam sembari menatap Yunho sama sekali tidak mendengar apa yang Kyuhyun katakan
"Tidak apa-apa, Kyunie. Semakin ramai semakin menyenangkan bukan? Perkenalkan ini saudaraku, Jung Yunho. Dia akan tinggal bersamaku untuk beberapa tahun kedepan" ucap Siwon
Yunho menunduk sedikit sembari tersenyum "Salam kenal, Kyuhyun dan Changmin"
"Berarti dia seumuran dengan mu, sunbae-nim?" Tanya Kyuhyun
Siwon menggeleng "tidak. Dia lebih tua satu tahun. Dan Kyuhyun sudah kubilang panggil aku Hyung saja. Rasanya aneh jika terus memanggil sunbae"
Pipi Kyuhyun merona sedikit "E-eh? Tapi kita kan belum dekat... Bukankah itu tidak sopan?"
Siwon mengelus kepala Kyuhyun lembut "tidak apa-apa. Nanti kita akan semakin dekat. Tenang saja. Oh ya lebih baik kita duduk dan memesan makanan. Apa kalian sudah makan?"
"Hanya cemilan kecil saja. Aku tidak enak makan sebelum.. h-hyung datang.. " ucap Kyuhyun sembari memperhatikan kedua pria yang lebih tua darinya duduk
"Changmin-ssi, apa kau tidak apa-apa? Kau kelihatan pucat" tanya Yunho
Changmin langsung tersentak kaget "a-aku tidak apa-apa, Yunho-ssi"
"Dia terlalu banyak makan tadi. Lihat dia sudah makan dua piring kue sedangkan punyaku masih setengah habis" gurau Kyuhyun
"Apa namamu Shim Changmin?" Tanya Yunho mendadak
Kyuhyun dan Changmin langsung menatap Yunho. Changmin mengangguk malu "ya itu aku."
Yunho mengeluarkan kartu dari kantung celananya "Ini milikmu jatuh saat menabrak ku tadi. Aku tidak tahu dimana kelas mu jadi aku bawa tadi"
"Ahh jadi karena itu kau bertanya siapa Shim Changmin padaku. Untung saja Kyuhyun mengenal nya" ucap Siwon
Changmin mengambil kartu itu dari Yunho "Terima kasih banyak-"
"Panggil aku Hyung saja" potong Yunho
Changmin mengalihkan pandangannya "Terima kasih banyak, Hyung..."
Siwon dan Yunho segera memesan makanan untuk mereka berempat. Kyuhyun yang sedari tadi berbincang dengan Siwon dan Yunho tidak menyadari sejak tadi Changmin hanya dia sembari memperhatikan Yunho
"Kenapa muka itu terasa familiar...?" Tanya Changmin dalam hati
Changmin dan Kyuhyun tidak menyadari bahwa dua pria di hadapan mereka dapat mengancam nyawa mereka.
。
。
。
TBC
