DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan

Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun

Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)

Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)

Summary:

Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."

Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"

WARNING:

Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc


Chapter 2

"Minnie, tadi kau kenapa? Hanya diam saja. Kau melamun apa tadi?" Tanya Kyuhyun khawatir

"Aku tidak apa-apa, Kyu. Mungkin hanya terlalu banyak makan" ucap bohong Changmin

Kyuhyun mengangguk pelan "baiklah... Aku akan di kamar jika kau memerlukan ku"

Changmin tersenyum kecil "Baiklah. Selamat malam, Kyu'

"Selamat malam, Minnie" ucap Kyuhyun sebelum memasuki kamarnya

Setelah Kyuhyun masuk, Changmin menghela nafas panjang. Wajah Yunho masih menghantuinya hingga sekarang padahal baru hari ini dia mengenalnya. Changmin benar-benar baru melihatnya hari ini tetapi wajahnya terasa sangat familiar. Seakan-akan Changmin pernah bertemu dengan pria bertubuh lebih kekar darinya

"Namamu mulai sekarang adalah U-know"

Pikiran Changmin buyar begitu saja ketika dia mendengar suara seseorang.

"S-Siapa disana?" Tanya Changmin pelan

"Kau masih kecil. Mana bisa menyerang ku"

Suara itu terdengar lagi. Tetapi Changmin tidak bisa menemukan dari arah mana suara itu berasal. Tapi yang lebih aneh. Kenapa suara tadi mirip dengan suaranya?

"Ahahahaha... Kau sangat lucu. Kukira ... seperti mu akan menyeramkan seperti yang orang katakan"

Ada satu kata yang tidak bisa Changmin dengar. Apa yang menyeramkan? Siapa itu u-know? Changmin menutup matanya dan memegang kepalanya. Sakit. Itu yang sekarang dia rasakan

"Kau ... yang aneh. Hei ... kenapa kau tidak takut padaku? Aku bisa saja membunuh mu seperti yang biasa aku lakukan"

" ... kecil sepertimu melukaiku? Aku hanya bisa tertawa. Lagi pula tanpa ku, kau bisa mati diantara anjing-anjing itu"

"Tsk. Kau pikir aku lemah? Aku ini calon penerus!"

" Penerus atau bukan aku tidak peduli. Cepat bereskan itu!"

Tambah suara yang familiar lagi. Suara tadi seperti suara Yunho hanya saja terdengar seperti suara anak kecil?

"Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu? Kenapa kepala ku sakit sekali?" Lirih Changmin

Changmin merebahkan tubuhnya. Mencoba merelaksasikan pikirannya. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Hingga tanpa sadar, dia jatuh terlelap dalam tidurnya.

"Satan dan juga Behemoth. Kebetulan yang sangat langka untuk bertemu dua kandidat penerus neraka" ejek seorang pria berkulit pucat

"Ini bukan yang pertama kalinya kita bertemu, Asmodeus atau harus ku panggil Kibum?" ujar Siwon

Kibum tersenyum remeh "Apapun itu aku suka sekali saat kau memanggil ku, Siwon Hyung~" ucap Kibum sembari memeluk lengan kanan Siwon

"Kau menjijikan sekali, Asmodeus. Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Satan" ucap Yunho dari atas pohon.

"Walau begitu kalian berdua pernah tidur bersama ku. Jadi apa bedanya?" Ucap Kibum

"Aku hanya butuh hiburan. Tapi kau tidak bisa memuaskan ku" ejek Yunho

"Apa yang akan terjadi bila... Aku tidur bersama Kyuhyunie atau Changminie?" Tanya Kibum sembari menyeringai

Tatapan tajam dari Siwon dan geraman rendah dari Yunho membuat seringai Kibum menghilang. Kibum menjaga jarak dari kedua iblis yang lebih kuat darinya. Hampir. Sedikit saja dia mengetes kedua pria itu, nyawa nya bisa hilang dalam sekejap.

"Kalian berdua... Apa yang akan Tuan Lucifer lakukan jika dia tahu bahwa kalian masih memiliki perasaan pada manusia? Ini akan sangat menyenangkan" tantang Kibum

"Kau-"

"Terserah apa yang ingin kau katakan pada Yang Mulia. Jika kami berdua melawan beliau, sudah pasti kami menang. Dia semakin berumur dan kekuatannya semakin menipis setiap jam" potong Siwon

"Percaya diri sekali kau, Satan. Yang Mulia Lucifer tidak mungkin kalah pada iblis rendahan seperti mu"

"Percaya diri adalah nama tengah ku. Aku terlahir dari rasa percaya diri yang tinggi. Sudah sepatutnya aku seperti ini, bukankah begitu, Hyung?" Tanya Siwon sembari menengok ke arah Yunho

"Yang Mulia atau bukan, jika ada yang menghalangiku akan kubunuh!" Ucap Yunho sembari turun dari pohon

"Gawat. Mereka serius. Aku harus memberitahu Yang Mulia secepatnya dan membawa jiwa-jiwa milik mereka" ucap Kibum dalam hati

"Aku tidak akan membiarkan kau membawa jiwa milik mangsa kita pada Yang Mulia. Kau tahu kan kalau kita tidak boleh merebut hasil milik orang" geram Yunho

"Kalian benar-benar aneh. Kalian iblis yang kuat tetapi malah jatuh pada manusia yang lemah" ejek Kibum

"Itu bukan urusanmu, Kibum. Ayo pergi, Siwon"

"Kau dengar itu, Kibum? Jangan ganggu kami. Kau tahu bahwa kita berdua adalah salah satu iblis terkuat setelah Yang Mulia" ucap Siwon sembari mengikuti Yunho yang sudah berjalan duluan entah kemana dan meninggalkan Kibum sendirian.

"Tch. Akan susah jika mereka berdua sudah bersama. Aku harus melakukan sesuatu... Tapi apa? Pasangan milik Satan sudah membenciku dan membuatnya menjauhi Satan akan susah terutama jika mereka berdua sudah mulai menerima satu sama lain... Kecuali..."

Kibum menyeringai lebar "Kecuali milik Behemoth... Shim Changmin... Jika aku berhasil membuat nya menjauhi Behemoth... Dia akan menjadi lemah dan dia akan jatuh padaku!"

"Percaya diri sekali kau, Asmodeus"

Kibum tersentak dan menoleh ke arah suara. Mata Kibum terbuka lebar ketika melihat pria transparan memakai pakaian yang berdomiman warna putih menatap nya tajam. Pandangan Kibum teralihkan pada sosok iblis yang berada disebelah pria transparan itu

"K-Kau! Tidak mungkin kau masih hidup! Yang Mulia sudah memakan jiwa mu!" Ucap Kibum kaget

"Kau tidak salah disitu. Jiwa ku memang sudah termakan oleh Lucifer. Tetapi teman ku satu ini. Aku memberikan setengah dari jiwa ku untuk diselamatkan tepat sebelum Lucifer melahap habis jiwaku"

"Astaroth... Kau pengkhianat! Yang Mulia akan menghancurkan mu bersama dengan jiwa tersesat ini!"

Astaroth tersenyum "Adik ku Asmodeus, Bahkan Yang Mulia sudah mengira ku mati puluhan tahun yang lalu. Dia akan mengira kau gila karena begitu terobsesi dengan Satan. Oops. apa aku harus memanggilnya Siwon"

"Ku beri peringatan kali ini, Asmodeus. Jauhi keturunan ku. Aku tahu kalau kau sangat mengincar kekuatan milik U-know yang sudah mengalir di setiap keturunanku."

"Max... Kenapa kau selalu menghalangi ku!? Seharusnya aku yang membunuh setiap keturunanmu... Aku tahu bahwa Changmin lah yang mempunyai seluruh kekuatan Behemoth. Kali ini aku akan berhasil!"

Max tersenyum kecil "U-know tidak akan membiarkan itu terjadi. Sebesar apapun kebencian yang dia miliki padaku, dia tidak akan berhenti untuk mencari ku. Dan Asta- bukan. Hero Jaejoong akan melindungi Changmin hingga hari itu tiba"

"Jaejoong... Kakakku... Kenapa kau mengkhianati keluargamu sendiri?" Tanya Kibum

"Aku tidak mempunyai alasan khusus. Max dan keturunannya sudah membantuku jadi kenapa tidak? Lagipula dia lebih menarik daripada mengikuti apa yang neraka lakukan" ucap Jaejoong enteng

"Kau mengerti sekarang, Kibum? Kau butuh usaha yang lebih keras jika ingin melawan dia. Hanya butuh beberapa bulan sebelum waktu itu datang"

"Sebelum waktu itu tiba, akan kupastikan jiwa Shim Changmin termakan oleh Yang Mulia dan kau akan kehilangan harapan terakhir mu!" Geram Kibum sebelum menghilang ke bayangan dibawahnya.

"Max?" Panggil Jaejoong

" ... Tolong jaga dia, Jae" ucap Max lirih

"Aku akan menjaganya. Tenangkan dirimu. Semua akan baik-baik saja"

"Padahal dia masih muda... Tetapi dia sudah mengalami hal seperti ini..."

"Itu bukan salah mu. Itu salah Yang Mulia. Jika saja dia membiarkan kalian berdua bersama. Hal ini tidak akan terjadi padamu dan keturunanmu" Hibur Jaejoong

Max mengangguk "Padahal U-know hanya anak kecil saat itu. Panggil Micky dan Xiah. Kalian bertiga harus membantuku menyelesaikan kutukan ini. Bantu U-know untuk melepaskan ku"

"Micky dan Xiah sudah berada di jangkauan Changmin. Hanya saja mereka hampir tidak pernah berinteraksi dengannya. Changmin... sedikit susah untuk mempercayai orang lain selain Marcus." Ucap Jaejoong

"Lakukan apa yang perlu kau lakukan. Aku akan memperhatikan dari jauh. Jaga U-know baik-baik, Jae." Mohon Max sebelum ia menghilang dari hadapan Jaejoong.

Jaejoong menghela nafas panjang "Menyusahkan sekali..."

Jaejoong merubah penampilannya menjadi manusia dengan pakaian serba gelap lalu mengeluarkan handphone dari saku celana dan menghubungi seseorang.

"... Micky? Ini aku Hero. Max ingin kita langsung melakukan rencana itu. ... Aku tahu itu. Dekati saja dia seperti mahasiswa biasa. ... Tenang dulu, Micky. Besok aku akan menjadi dosen di jurusannya. Ya kita bertemu besok"

Jaejoong menutup teleponnya lalu memandang langit yang berawan, menutup sinar bulan yang terang.

"Ini akan menjadi hari yang melelahkan."

"Hyung, kau mau kemana?" Tanya Siwon

"Ke tempat Changmin" jawab Yunho singkat

"Kau tidak boleh memberitahu Changmin mengenai wujud aslimu. Nanti semua rencana mu gagal"

"Tapi Siwon, kalau aku tidak mulai menandai Changmin, Makhluk rendahan itu akan mencuri Changmin dariku" Geram Yunho

"Tapi jangan terburu-buru! Kau akan membahayakan dia! Bagaimana jika dia malah menjauhi mu?"

Yunho tidak mendengarkan Siwon dan terus berjalan menuju asrama kampus milik Changmin. Siwon masih mengikuti Yunho dari belakang sambil mengacak-acak rambutnya. Siwon menarik tangan Yunho

"Hyung! Ku bilang jangan terburu-buru!"

Yunho menggeram pada Siwon "Lepas, Siwon!"

Yunho menghepas tangan Siwon dan memasuki asrama milik ChangKyu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan kamar milik dua mahasiswa tersebut. Yunho langsung mengetuk pintu dengan pelan

Kyuhyun keluar dari kamarnya karena ketukan pintu dari luar yang tidak berhenti. Kyuhyun merapikan rambutnya lalu berjalan ke ruang tamu dan melihat Changmin tertidur di sofa panjang mereka.

"Tch. Kenapa dia tidur disini? Ah lupakan saja"

Kyuhyun berjalan menuju pintu depan dan membukanya perlahan

"Ya siapa... Yunho hyung? Dan Siwon... hyung..." Ucap Kyuhyun pelan

"Malam Kyuhyun. Apa kau sibuk sekarang? Maaf mengganggu" ucap Siwon

"O-oh aku baru saja mengerjakan tugasku. Jadi mungkin aku sedikit... senggang sekarang" jawab Kyuhyun

"Mau makan malam bersama kita? Aku tidak suka makan berdua bersama Hyung ku satu ini jadi aku ingin mengajak mu dan Changmin"

"M-M-Makan malam!? Tentu saja boleh! T-Tapi Changmin sedang tertidur..."

"Ahh sayang sekali kalau begitu kita bertiga sa-"

"Aku akan menjaga Changmin, kalian pergi saja berdua" sela Yunho

"Eh?" Ucap Siwon dan Kyuhyun bersamaan

"Aku... ingin bertemu dengannya" ucap Yunho

Kyuhyun mengangguk lemah "Baiklah... Aku akan mengambil jaket dulu. Ah Changmin ada di ruang tamu. Masuk saja dulu, Hyung"

"Ah ya baiklah, Kyu"

Kyuhyun kembali masuk ke kamarnya diikuti Siwon dan Yunho. Mereka berdua melihat-lihat ruang milik Kyuhyun dan Changmin.

"Ruangan yang besar untuk anak pemegang beasiswa... Apa betul mereka berdua hanya penerima beasiswa? Tempat ini terlihat eksekutif" ucap Siwon

Yunho tidak peduli dengan ucapan Siwon dan langsung melangkah menuju tempat Changmin tertidur pulas. Yunho menatap mahasiswa tertidur itu dengan tajam

"Hyung? Ah... Dia lagi ya? Kau berhutang banyak padaku, Hyung" ucap Siwon

"Aku tahu" jawab Yunho singkat

Kyuhyun kembali keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda dan memperhatikan dua pria yang lebih tua darinya. Kyuhyun memperhatikan Yunho yang sedang menatap Changmin dengan tatapan... Lapar? Kyuhyun segera membuang pikiran negatifnya dan berjalan menuju Siwon

"Hyung, aku sudah siap!" Ucap Kyuhyun semangat

Siwon dan Yunho langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Kyuhyun. Siwon yang sangat merindukan marcus langsung tersenyum manis dan mendekati Kyuhyun

"Kau sangat menggemaskan dengan pakaian itu" puji Siwon yang membuat Kyuhyun tersipu malu

"B-Benarkah? Ini hanya pakaian biasa..." Ucap Kyuhyun

"Kalau begitu... Ayo pergi makan. Aku sudah lapar" ucap Siwon sembari menggenggam tangan Kyuhyun dan segera menariknya keluar dari ruangan itu tanpa menghiraukan Yunho yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua

"Kapan terakhir kali aku melihat Satan tersenyum seperti itu... Apa karena dia bersama Marcus...?" Gumam Yunho

Yunho kembali menatap Changmin "Dan kapan terakhir kali aku tersenyum seperti itu" lanjutnya.

Cuplikan masa lalu Yunho bersama dengan Max terlintas di pikirannya yang membuatnya menggertak rahangnya keras. Yunho segera menghilangkan pikiran itu.

"Aku harus mengambil jiwamu sebelum Lucifer sialan itu. Kau milikku Max. Hanya milikku" geram Yunho

Mata Yunho seketika berubah menjadi merah, giginya berubah menjadi taring yang tajam, kulit tangannya mengeluarkan asap bagai melepuh membuatku menjadi hitam dengan cakar-cakar tajam dan terakhir sayap hitam besar yang menunjukkan kebesarannya.

Tangan penuh cakar tajam itu bergerak dan mengarah kearah dada Changmin dimana organ terpenting nya berada. Yunho mengangkat tangannya dan dengan cepat dia menyerang Changmin

"Ma...af..."

Tangan Yunho terhenti tepat sebelum cakar tajam miliknya menancap di dada milik pemuda itu. Yunho memandang wajah milik Changmin yang sedang menangis?

"Maaf... ...lahku..."

Yunho menarik kembali tangannya dan menajamkan indra pendengaran nya

"Maafkan aku... Jangan... lupakan..."

Dan seketika sebuah cuplikan masa lalu milik Yunho terlintas dikepalanya.

Max tidak bisa berhenti meneteskan air matanya sembari melihat U-know kecil yang berusaha menyelamatkannya dari cengkeraman bawahan Lucifer.

"Max!" Teriak U-know

"Maafkan aku. Ini salahku. Andai aku tidak membawamu keluar. Ini tidak akan terjadi"

U-know yang ditahan oleh Andrew hanya bisa berteriak, memanggil nama Max berkali-kali.

"Andrew, lepaskan aku! Aku harus melawan para iblis rendahan itu! Jiwa Max hanya milikku!"

"Jangan, U-know. Mereka lebih kuat dari kita." Ucap Andrew lemah

"Max!"

"Maafkan aku, U-know. Jangan pernah lupakan aku, iblis kecilku. Jadilah kuat"

Kalimat itu adalah kalimat terakhir Max sebelum dia mendengar jeritan kesakitan Max dan melihat tubuh Max terbakar api neraka milik Lucifer. U-know bisa melihat Jiwa Max mulai meninggalkan tubuhnya menyisakan tubuhnya yang terjatuh lemas di tanah.

Untuk pertama kalinya U-know meraung keras membuat iblis yang tadi mencengkeram Max berlari ketakutan sebelum U-know menyerang mereka, menghancurkan mereka tanpa sisa. Darah hitam milik iblis itu menghiasi tubuh kecil milik U-know.

Perlahan U-know mendekati tubuh milik Max sudah tidak bernyawa lagi. Tatapannya berubah menjadi datar dan dingin

"Hey Max. Apa kau lihat aku? Aku baru saja membunuh mereka semua" ucap U-know sembari menunjuk tumpukan daging dan tulang yang berserakan dimana-mana

"Apa aku sudah menjadi kuat? ... Kenapa kau diam saja?... Apa kau benar-benar mati? Hey Max..." Lanjut U-know sambil menendang tubuh Max dengan lemah.

"Dia akan kembali lagi, U-know. Hentikan itu" ucap Hero

" Apa dia memberitahu mu itu?" Tanya U-know tanpa melihat kearah Hero.

"Ya. Dan mengenai kekuatanmu yang dia segel itu... Ada di keturunannya. Kau harus mencarinya. Aku tidak tahu pasti bagaimana caranya tapi dia bilang kau pasti dapat mengambil kembali kekuatanmu itu" Jelas Hero

"HAHAHAHAHAHAHAHA..."

Hero dan Andrew tersentak mendengar U-know tertawa lantang sembari menutup matanya dengan tangannya.

"Bahkan setelah kau mati, kau masih bisa memberikanku kutukan?"

U-know menurunkan tangannya dan tersenyum lebar "baiklah jika itu mau mu, Max. Aku akan memangsa setiap keturunanmu sampai tidak ada yang tersisa!"

Yunho melangkah mundur dari Changmin. Wajahnya masih menatap Changmin tidak percaya.

"Mungkin hanya imajinasi ku saja..." Gumam Yunho

Yunho mendekati Changmin lagi dan memperhatikan Changmin lebih tajam lagi. Tubuh Changmin bergetar. Keringat membasahi tubuhnya. Air matanya tidak berhenti mengalir dan ada erangan rendah seperti sedang menahan sakit.

"Agh... S-sakit... T-tolong..."

Seperti terasuki sesuatu, Yunho meraih tangan Changmin yang terkepal dan memegangnya. Dalam hitungan detik suara erangan Changmin hilang dan Changmin mendekati rasa nyaman yang ia rasakan dari Yunho. Yunho yang merasa terusik segera menarik tangannya dari Changmin yang membuat mahasiswa itu mengerang sedih.

" Kenapa aku... Siapa kau sebenarnya Shim Changmin? Kutukan apalagi yang kau berikan padaku, Max...?" Gumam Yunho

Merasa tidak tega dengan Changmin. Yunho memutuskan untuk mengangkat tubuh Changmin dan membawanya ke kamarnya. Ia letakkan Changmin dengan perlahan dan menyelimuti Changmin. Dia segera beranjak dari kasur itu sebelum sebuah tangan mencegahnya

"Tch... Apa lagi..." Geram Yunho

Yunho menatap wajah Changmin yang tersenyum. Yunho sedikit canggung dengan wajah berseri milik Changmin. Dia melihat ke arah jam di meja milik Changmin

"Pukul 7... Mungkin jam 8 mereka kembali... Masih ada satu jam lagi..." Gumam Yunho

Yunho menatap kembali Changmin yang sedang bergumul tidak jelas dengan senyuman aneh.

"Kali ini kau lepas, Changmin. Tapi lain kali bersiaplah..." Ucap Yunho

Yunho menggeser tubuh Changmin dan merebahkan tubuhnya disebelah Changmin. Dia berbaring menghadap Changmin dan Changmin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Yunho. Mencari kehangatan dari pria di sampingnya. Yunho menutup matanya sembari menarik Changmin dan membungkus mereka berdua dengan sayap hitam miliknya yang lebar.

"Bagaimana, Kyu? Lezat bukan?" Tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk cepat "enak sekali, Hyung! Aku suka bibimbap ini!"

Siwon tersenyum puas "baguslah. Pemilik restoran ini adalah temanku. Dan dia sangat pintar dalam memasak! Jadi aku ingin mengajak mu kesini"

"Benarkah!? Berarti dia lebih tua dari, Hyung?"

"Dia seumuran dengan Yunho Hyung."

"Wow masih sangat muda sudah mempunyai restoran seperti ini?" Ucap Kyuhyun kaget

"Dia sangat berbakat dalam memasak dan kebetulan Yunho juga memiliki harta yang melimpah, dia memberi modal ke teman ku dan hasil usahanya tidak buruk"

"Kau benar, Hyung. Lihat saja tempat ini. Seperti restoran bintang lima! Mungkin dengan gaji ku saja aku belum bisa makan di sini. Aku jadi tidak enak karena baru tadi siang kau mentraktirku, Hyung" ucap Kyuhyun malu.

"Aku hanya rindu melihat mu, Kyu. Apa salah jika aku ingin menemui mu?" Tanya Siwon

"T-Tentu saja tidak... Tapi nanti kalau ada mahasiswi yang melihat kita..."

"Hiraukan mereka, Kyunie. Sekarang hanya ada kita. Tidak ada yang lain"

Kyuhyun mengangguk lemah "Baiklah..."

"Ayo kita coba makan dessert disini lalu pulang" tawar Siwon.

"Apa kita perlu memesan untuk Changmin dan Yunho hyung juga?"

Siwon diam sebentar lalu mengangguk setuju "boleh. Mereka belum makan bukan"

Kyuhyun segera memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Changmin dan Yunho. Siwon hanya tersenyum memandangi Kyuhyun yang terlihat sangat menggemaskan dimatanya. Bagaimanapun dia sangat merindukan wajah, suara dan tingkah laku laki-laki dihadapannya sekarang.

"Andai kau mengingatku... Rasanya aku akan sangat bahagia.. " ucap Siwon dalam hati.

Yunho membuka matanya ketika mendengar suara pintu terbuka dan suara asing yang dia jamin bukan milik sahabat milik Changmin. Dia merubah wujudnya menjadi manusia kembali dan bangun dari tempat tidur Changmin. Dia mengendap-endap dan mencoba mendengar percakapan dari ruang tamu

"Chunnie~ apa kita harus masuk seperti hanya untuk mengecek Changmin?"

"Tentu saja. Dia sendiri tadi tidak membuka pintu"

"Tapi aku merasakan hawa yang gelap disini, Chunnie..."

"Junsu tenangkan dirimu. Kita hanya mengecek dia saja. Tidak melakukan hal yang aneh"

Mendengar percakapan dua orang yang ia tidak ketahui membuat dirinya membuka pintu kamar Changmin dan menatap dua penyusup di ruang tamu Changmin

"Sedang apa kalian disini?" Tanya Yunho yang membuat kedua penyusup menengok ke arahnya.

"K-Kau..."

TBC

R&R