Sebelumnya :
"Ojou-Sama gomen kita harus bergegas"
"T-Tapi kenapa harus melakukan ini"
Si gadis nampak tak rela jika mereka harus berpisah, padahal ia sudah memiliki rasa terhadap pemuda itu.
"Agar tidak terjadi kekacauan di masa depan"
"Baiklah" ia mengangguk lemah dan sedikit mengeluarkan air mata.
Tak lama kemudian cahaya putih menyilaukan menyinari seluruh wilayah itu. Hanya sesaat namun tampak ada yang ganjil dengan kejadian itu.
"Baiklah kita~ eh dimana Ojou-sama"
"Entah memang apa yang kau lakukan"
"Aku juga tak tau, setauku kita diberimisi untuk menyelidiki tempat ini dan karna ada kerusuhan kita berempat bertarung dengan si keparat itu karna mencelakai Ojou-sama"
"Sekarang dimana Ojou-sama"
"Kemungkinan dia dibawa orang suruhan boneka itu"
.
.
Title : Hikari or Yami
Rated : T-M
Genre : Adventure,Romance,and Supernatural
Pairing : Naruto X ?(Saran)
Disclaimed : Naruto & High School DxD
bukan punya saya.
.
Summary :
Apa jadinya jika seorang manusia biasa yang polos berurusan dengan makhluk Supranatural. Terlebih lagi dia memiliki sebagian dari apa yang disebut "Malapetaka" dan juga kekuatan aneh lainnya. Putih atau Hitam, Perdamaian atau kehancuran jalan manakah yang akan ia pilih
.
SmartNaru,StrongNaru,GodlikeNaru(Maybe),OverpowerNaru(Maybe),SacredGearsNaru
.
Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe),Death Chara(Maybe) and Etc.
.
"Naruto" = talking
'Naruto' = thinking
"Naruto"= Dragon/Sacred gears talking
'Naruto' = Dragon/Sacred Gears thinking
[Fire] = kekuatan Sacred Gears
.
.
Chapter 3
.
.
Flashback ON
Detak jantung yang semakin tak takaruan belum lagi perasaan cemas kini melanda pria berambut blonde yang tak tega mendengar jeritan istrinya saat ini.
"PELAYAN-PELAYAN TOLONG"
Tap.. Tap.. Tap
"Maaf kami terlambat Minato-Sama" ucap Salah satu maid Minato.
"Cepat panggil ambulan"
"Maaf Minato-sama. Itu tak akan semapat"
"Kenapa" balas Minato ketus.
"Karna Kushina-sama akan segera melahirkan jadi tak akan sempat untuk memanggil ambulan. Jadi lebih baik jika Kushina-sama melahirkan dirumah" jelas salah satu dari 8 maid yang di hadapan minato.
"Baiklah, jika ada diantara kalian yang mumpuni dalam hal ini, cepat lakukan proses persalinan dan sebagian dari kalian cepat persiapkan segala sesuatu"
"Hai' Minato-sama"
Mereka langsung bergegas setelah menerima perintah Minato.
"Minato tenangkan dirimu"
Ditangan kiri Minato muncul Gauntlet merah.
"Bagaimana aku bisa tenang Ddraig"
"Aku tau perasaanmu... Tapi apa yang bisa kau lakukan saat ini dan jika istrimu tau kau seperti ini entah apa yang dipikirkan istrimu nanti"
Minato diam mendengar perkataan Ddraig. Perkataan Ddraig memang ada benarnya. Ia kacau benar-benar kacau tak seperti biasanya.
"Temani istrimu saat ini ia pasti membutuhkanmu. Bukannya kau selalu ada disampingnya"
Minato mengelap air matanya kasar.
"Arigatou Ddraig"
Minato akhirnya mengikuti saran Ddraig. Awalnya ia bersikeras tak ingin melihat proses persalinan karna tak tega dengan keadaan Kushina.
"Kushina ini aku bertahanlah" ucap Minato sambil menggenggam tangan istrinya.
"M-Minato ugh.. Sakit"
"Tenanglah Kushina, semua akan baik-baik saja, sebentar lagi kau akan jadi Ibu dari Naruto"
"Ahh...engghh... Aku sudah tidak kuat Minato"
"Minato-Sama... Ini gawat"
"Kushina-sama mengalami pendarahan. Jika tidak cepat diatasi. Keadaan bayi dalam bahaya dan bisa berakibat kematian bagi bayi dan Kushina-sama"
Minato terkejut menengar perkataan maidnya ini. Rasa cemas, takut dan gundah kini kembali menghampiri dirinya.
"Minato"
Sebuah suara berat dari tangan kirinya kembali terdengar.
"Cepat kau alirkan kekuatanku pada Istrimu. Aku akan meregenerasi luka pendarahan Istrimu meski tak secepat air mata Phoenix"
Minato yang hampir putus asa, mau takmau ia mengikuti perintah Ddraig.
[Boost!]
[Regeneration]
[Transfer]
Perasaan hangat dan kenyamanan kini mengalir di tubuh Kushina. Ia merasakan bahwa ia seperti diberi kekuatan dari seseorang.
"Mi-Minato"
"Iya Kushina. Kau harus bejuang ini demi Naruto dan dirimu harus tetap berjuang, kau tidak sendiri karna aku akan selalua ada disampingmu"
-Skip sampai Kushina berhasil melahirkan-
Tok... Tok... Tok...
"Minato-Sama... Minato-Sama..."
Para maid terus mengetuk pintu kamar mandi yang digunakan Minato untuk membersihkan dirinya dari noda darah karna menemani istrinya 1 jam yang lalu.
"Ada apa kalian teriak-teriak"
"Naruto-Sama... Naruto-sama..."Jawab Maid itu panik tak karuan.
"Ada apa dengan Naruto" tanya Minato tak kalah panik.
"Detak Jantung Naruto-Sama melemah"
"APA KAU BILANG... Lalu bagaimana dengan Kushina"
"Kushina-sama belum sadar dari tadi"
Bagai dihantam gada rujak polo(senjata dari Werkudoro) hatinya pun hancur berkeping-keping. Jantungnya masih berdetak namun dia seperti orang mati.
Bayangan-bayangan tentang janjinya ke Kushina mulai menghantui dirinya.
Deg...
Minato teringat sesuatu. Sesuatu yang sangat dicari oleh berbagai makhluk yang ada. Sesuatu hal yang dapat menjungkirbalikkan dunia.
"Minato jangan-jangan"
Ddraig khawatir dengan inangnya kali ini.
"Tak ada jalan lain Ddraig" ucap Minato lemah.
"Apa kau gila Minato. Jika kau memindahkan segel "Dia" kedalam tubuh anakmu ia bisa meledak karna kelebihan muatan"
"Itu takkan terjadi, dan aku yakin ia akan baik-baik saja"
"Terserah kau Minato"
Flashback END
.
Naruto Home
"Ah sial kuncinya tertinggal di kelas"
Naruto nampak menggerutu tak jelas akibat kelalaiannya.
"Ah kenapa aku baru ingat kalau aku punya kekuatan itu"
Entah kesambet apa Naruto senyum-senyum sendiri setelah menemukan ide untu masuk kerumah tanpa kunci.
[Teleport]
Sriinggg...
Bruukk..
"Aw aku belum menguasai ini.. Eh kenapa ini lembut dan kenyal sekali.."
"Ahh.."
Nyut..
"Engg.. Ahh..."
Naruto nampaknya semakin penasaran dengan apa yang digangnya kali ini.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"KYAAAA... HENTAIIIIIIII"
Dengan gerakan reflek ia memberi pukulan dan berhasil telak mengenai kepala Naruto dan
Duagh...
Blarr...
Muncul retakan didinding disebabkan Naruto yang terlempar kedinding dengan keras.
"Ehh... Siapa kau kenapa bisa ada di kamarku dan kenapa kau telanjang(jangan dibayangin)" ucap Naruto setengah shok melihat tubuh perempuan untuk yang pertama kalinya.
"Naruto-Kun no Baka.. Hentai...~"
Gadis itu napak marah-marah tak jelas sebelum kemudian ia menyadari sesuatu.
"Eh... Ke-Kenapa aku telanjang" lanjut gadis itu sambil menutupi barang keramatnya dan jangan lupakan wajah memerah seperti kepiting rebus.
"A-Aku sudah b-bilangkan" ucap Naruto gugup dengan wajah memerah.
"NARUTO Bisa tenang ti~"
Shion hanya bisa melotot melihat Naruto bersama dengan wanita telanjang.
"Apa yang kalian lakukan... NARUTO No HENTAIIIII"
Brak... Pintu yang tak bersalah kini menjadi pelampiasan Shion.
-Skip-
Mereka bertiga kemudian berkumpul di ruang tamu untuk membahas sesuatu.
"Siapa kau? Tiba-tiba berada di kamarku"
Naruto memulai pertanyaannya pada gadis yang tiba-tiba muncul di kamarnya.
"Siapa? Kau benar-benar tak ingat denganku Naruto-Kun. Padahal waktu itu aku sudah jatuh cinta padamu"
"Baiklah kuperkenalkan kembali, Namaku Sara putri dari Rouran. Senang bisa melihatmu lagi Naruto-kun" lanjut gadis itu sambil tersenyum.
"Rouran ? Apa itu dan kenapa kau tau Namaku"
"Rouran itu tempat tinggalku, dan aku tau namamu karna kaulah yang menyelamatkanku"
"Naruto, apa itu benar kau pernal menyelamatkannya?" Shion kini mulai angkat bicara.
"Entahlah Nee-san,seingatku aku tak pernah melakukannya dan juga aku tak tau dimana itu Rouran"
"Eh kau itu benar-benar lupa. Cih dasar ninja Konoha Sialan itu"
Sara nampak emosi karna Naruto tidak mengingat satupun tentang dirinya.
"Konoha? Apa lagi itu dan kau itu ninja"
"Hei-hei jangan ribut ini peta dunia dan peta jepang" lerai Shion sambil memberi sesuatu.
"Sara-san bisa kau tunjukkan dimana tempat kau berasal" lanjut Shion.
"Eh kenapa tidak ada Rouran disini dan juga kelima Elemental Nation"
"Apa maksudmu Sera-san ini kan peta dunia dan juga jepang ini juga peta yang detail mengenai wilayah negara" ucap Shion bingung.
"Begini saja. Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku seingatku rumah ini terkunci"ucap Naruto kemudian.
"Entahlah seperti aku dilempar oleh suatu lubang aneh sewaktu ninja Konoha itu mengeluarkan jutsunya dan tau-tau aku sudah berada disini" jelas Sara.
"Lubang dimensi, jadi kau berasal dari dimensi lain?" Tanya Shion.
"Mungkin" jawab Sara simpel.
"Baiklah Perkenalkan Namaku Shion Namikaze aku kakak angkat Naruto meski dia itu sepupuku"
Shion memperkenalkan dirinya begitu pula Naruto.
"Namaku Naruto Namikaze, senang berkenalan denganmu"
"Jadi hanya Nama Margamu saja yang berbeda tapi kau itu dengan Naruto di dimensiku sama walau dia itu baka" ucap Sara.
"Dia memang baka Sara-chan mungkin semua Naruto di dimensi lain juga sama" ejek Shion.
"Nee-san aku selalu mendapat peringkat 1 dari Sekolah dasar sampai sekarang" balas Naruto tak terima disebut Baka.
"Yaya kau menang" ucap Shion.
"Ne Sara-chan bagaimana kalau lusa kau sekolah ditempat yang sama dengan Naruto" ucap Shion pada Sara.
"Sekolah bersama Naruto-Kun?"
"Ya"
"Baiklah aku mau Namikaze-san"
"Panggil saja Shion"
"Baiklah Shion-san"
.
-Time Skip 2 hari kemudian-
.
Kuoh Academy
"Watashi Sara Uzumaki yoroshiku Onegaishimasu"
(A/N : Ane buat Sara dari Uzumaki)
"WOOO...kita kedatangan cewek cantik"
"BOLEH tau alamatmu"
Yah begitulah, hari ini adalah hari pertama Sara masuk ke sekolah dan langsung mendapat rayuan dari berbagai laki-laki mulai masuk gerbang hingga sampai kekelas. Memang wajahnya begitu cantik dan boleh dibilang sejajar dengan Duo Great One Sama Kuoh Academy.
"Hm boleh, saat ini aku tinggal bersama Naruto-Kun" jawab Sara singkat namun begitu menyakitkan hati para jones yang hendak mendekatinya.
Semua mata tertuju pada Naruto sedangkan orang yang tituju hanya cuek saja seolah tak terjadi apa-apa.
"Ehem... Namikaze-san" ucap sang Guru memecah Suasana.
"Hai' Sensei" balas Naruto dengan mengangkat tangannya malas.
"Nah Uzumaki-san silakan duduk dibelakang Namikaze-san"
"Hai' arigatou Sensei"
-Skip sepulang sekolah-
Mereka berdua berjalan beriringan saat melewati gerbang sekolah belum lagi ditambah suasana sore saat matahari akan tenggelam, entah kenapa dan apa yang dipikirkan mereka berdua. Bukannya langsung pulang malah pergi ketaman.
"Ne Sara. Saat aku mendengar penjelasanmu 2 hari lalu, aku ada sedikit keraguan padamu"
"Maksudmu"
Sara bingung dengan perkataan Naruto.
"Tentang Rouran, kau menyembunyikan sesuatu tentang Rouran tempat tinggalmu. Yah meski ini tak ada sangkut pautnya denganku jika kau tak memberitau juga tak apa"
"Baiklah Naruto-kun tapi kamu harus janji"
"Sebenarnya aku adalah seorang ratu Rouran, dan Rouran adalah kota dengan banyak sekali menara dan gedung yang diciptakan hanya dalam waktu singkat karna bantuan energi yang bisa dibilang hampir tak terbatas"
"Tak terbatas" beo Naruto.
"Ya, energi itu adalah chakra kuno yang tersegel di pusat Rouran. Hanya keturunan dari nenekkulah yang bisa membuka dan menyegel chakra kuno tersebut"
Naruto hanya ber"oh" ria saja namun ia teringat sesuatu
"Jadi, kau mungkin tak sengaja membuka portal dimensi setelah menggunakan chakra kuno itu" tanya Naruto.
"Aku menyegelnya karna ada seseorang yang berkhianat dan memanfaatkan c~"
"Tunggu dulu jangan dilanjutkan" ucap Naruto memotong penjelasan Sara.
"Keluar kalian" ucap Naruto datar.
Srek... Srek...
Benar saja muncul 2 orang berpakaian hitam dari balik semak-semak dan satu orang dari balik pohon.
"Wah-wah kita ketahuan" ucap pria berambut hitam sebahu.
"Bagaimana kita sedikit bermain-main pada mereka" sela wanita berambut ungu panjang yang tadi bersembunyi di balik pohon.
"Menguping itu tidak baik om tante.. Dan apa mau kalian kemari... Membunuhku... Oh ayolah, aku sudah muak dengan gagak-gagak seperti kalian sekali-kali aku ingin bermain dengan merpati" ucap Naruto dengan nada mengejek.
"Sialan kau bocah"
"Ayo kita bunuh mereka"
2 pria melesat kearah Naruto sementara 1 wanita melaju kearah Sara.
"Sara sebaiknya kau mundur. Aku tak mau kau terluka"
"Jangan remehkan aku Naruto-kun aku juga bisa bertarung" balas Sara singkat.
Sara memasang kuda-kuda khas seorang Shinobi sementara naruto hanya diam santai saja.
(A/N : Ane buat sara setingkat dengan Jhounin dan untuk elemennya api sama air)
"Mati kau bocah"
2 Manusia bersayap gagak atau Da-Tenshi itu melancarkan serangannya dengan Lightspear ditangan masing-masing.
[Headgear ON]
[Division : Dual Blade]
Headgear Naruto tiba-tiba berubah menjadi 2 bilah pedang berwarna hitam yang langsung berada di genggaman Naruto.
Trank...
Naruto menyeringai melihat 2 lawannya yang kebingungan. Naruto nampaknya lebih memilih strategi counterattack. Terbukti saat ini ia lebih unggul dalam stamina meski kalah jumlah.
With Sara.
Sara nampaknya dengan mudah meladeni permainan wanita Da-Tenshi tersebut.
"Dasar wanita jalang... Mati kau"
Da-Tenshi itu langsung membuat 2 lightspear dan dilempar kearah Sara.
Slash... Slash..
Blar... Blar...
Sara dengan mudah menhindari serangan dari wanita itu.
"Sekarang giliranku"
[Katon : Gokakyu no Jutsu]
Sara menyemburkan bola api kearah Da-Tenshi. Namun Da-Tenshi itu berhasil selamat dengan terbang keatas, Sara mendecih tak puas karna targetnya dengan mudah lolos. Ia merapal handseal yang lain.
[Suiton : Suryuu~
Back to Naruto
2 lawan 1. Seharusnya sudah terlihat pemenangnya adalah 2 namun tidak dengan Naruto ia bisa membuat sekarat 2 lawannya.
"Argh... Sialan kau bocah"
"Tak kusangka kalian masih bisa bertahan dengan serangan balasan beruntun dariku" ucap Naruto datar.
"Ada kata-kata terakhir" lanjut Naruto sambil menyeringai.
"Terima ini" salah satu dari mereka menciptakan Lightspear dan melemparnya kearah Naruto namun tidak mengenainya hanya melewati samping kiri Naruto. Dan betapa terkejutnya ia, serangan itu sengaja tak mengenainya namun menuju kearah Sara yang tengah melakukan sesuatu.
"Kuso"
Crash.. Crash..
Naruto menebas kedua Da-Tenshi tersebut hingga mati.
"SARA... AWAS" teriak Naruto.
Merasa namanya dipanggil Sara langsung menoleh kearah sumber suara dan sontak ia terkejut karna sebuah tombak cahaya melesat kearahnya. Ia tak bisa menghindar karna jarak ia dan tombak itu sangat dekat sekitar 50 cm.
'Apa aku akan mati'
'Okaa-Sama'
Sara hanya pasrah dengan menutup matanya.
Jleb...
.
With Shion
Entah kenapa hari ini ia nampak susah dan gelisah tak seperti biasanya.
"Ada apa denganku. Persaanku tiba-tiba jadi gelisah seperti ini" gumam Shion.
Ia mondar mandir di dalam rumah seperti orang kehilangan dompet.
"Kemana perginya mereka? Jam segini belum pulang" ucapnya entah pada siapa. Ia lirik jam didinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.
.
Back to Naruto and Sara
Jleb..
"S-Sara D-Daijobu..uhuk.."
Sara perlahan membuka matanya.
Deg...
Bagai tersambar petir, Sara terkejut karna ada seseorang yang melindunginya dari serangan Lightspear.
"Naruto Namikaze"
Dialah yang melindungi Sara dengan mengorbankan tubuhnya. Sebuah tombak cahaya menembus tubuhnya membuat luka lebar di perutnya.
"Hiks..Baka.. Kenapa kau melindungiku hiks.. Naruto-kun"
Sara menangis hebat karna melihat orang yang dicintainya rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya. Meski ia baru 3 hari tinggal bersama.
"Karna uhuk.. A-Aku tak b-bisa uhuk.. Orang yang uhuk..berharga ba..giku mati lagi" ucap Naruto sambil terus menahan darah yang keluar dari mulutnya. Sebelum akhirnya ia menutup matanya.
"NARUTO-KUN" Sara berteriak histeris.
"Hey... Tenanglah ia belum mati"
Sebuah suara dari tubuh Naruto terdengar oleh Sara.
"Si-Siapa kau"
"Aku adalah Trihexa. Makhluk yang tersegel dalam tubuh bocah ini"
Sara hanya diam seribu bahasa.
"Hey ambil kalung bocah ini dan buka penutup tengahnya. Karna ia memiliki Air Mata Phoenix yang disimpan di kalungnya" perintah Trihexa.
"Air mata Phoenix? Apa itu"
"Itu adalah item yang bisa menyembuhkan luka separah apapun dengan sekejap. Kau cukup meminumkannya pada bocah ini. Yah segitu saja aku mau tidur kembali"
Tanpa babibu Sara langsung mematuhi perintah Trihexa. Benar saja tubuh Naruto yang awalnya memiliki luka parah dengan sekejam tertutup kembali dan Naruto sekarang telah sepenuhnya pulih namun ia belum sadarkan diri. Ia langsung memapah Naruto pulang kerumahnya.
.
Another Place
"Dia sudah tewas Kokabiel-Sama"
Da-Tenshi wanita yang bertarung dengan Sara tadi memanfaatkan Naruto yang sekarat untuk melarikan diri.
"Lalu dimana dua temanmu itu"
"Me-Mereka sudah tewas Kokabiel-Sama"
Da-Tenshi wanita itu nampak tegang saat memberi tau bahwa temannya telah tewas.
"Oh.. Begitu. Kemarilah ini hadiahmu"
Da-Tenshi itu nampak senang karna akan diberi sesuatu oleh tuannya. Dan ia bergegas menuju tuannya.
Crash...
Tanpa peringatan apapun Kokabiel langsung menebas leher bawahannya itu hingga putus dengan pedang yang ia buat dari cahaya. Sedetik kemudian jasad bawahannya itu berubah menjadi bulu-bulu gagak yang berserakan.
"Dasar bodoh"
.
.
Taman Kuoh
Taman yang semula indah dan asri kini nampak berantakan di karenakan adanya sebuah pertarungan
Tap.. Tap..
Sesosok orang berkerudung hitam berjalan perlahan menyusuri taman yang tampak hancur dan kemudian ia meraih sesuatu.
"Da-Tenshi" ucapnya datar. Seketika bulu yang ia pegang terbakar dengan sendirinya.
"Jadi dia sudah mulai bergerak" lanjutnya sambil sesekali melihat taman.
"Berantakan sekali" ucapnya tiba-tiba.
Ctik
Ia menjentikkan jarinya dan taman yang awalnya hancur kini kembali ke kondisi semula.
Tap.. Tap..
Muncul seseorang pemuda berbaju hitam.
"Mau apa kau" tanya seorang berkerudung hitam.
"Tak biasanya kau membenahi tempat di dunia manusia. Yah aku hanya mencari angin segar" ejek pemuda itu.
"Kau ingin bertarung denganku" tanya orang itu dengan maksud membalas ejekan.
"Maaf aku sedang tidak mood" balas pemuda itu.
"Seperti bukan dirimu saja, Vali Lucifer"
"Yah urusan ku disini selesai, semoga kita takkan bertemu lagi" lanjut orang itu.
"Aku tak menjamin hal itu"
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
.
Akhirnya selesai nih chap 3. Maaf bila lama soalnya ada permasalahan mengenai akun dan email saya belum lagi akun garena saya yang terkena hack.
Jawaban Riviews non Login:
fadjar
Buat naru ttp manusia thor and klo pair mending 1 saja dri manusia biar naru ttp brsh dri 3 fraksi tpi bisa menghancurkan 3 fraksi juga tidak memihak fraksi manapun alias gray itu saja sebagai saran thor makasih,
Saya hargai saran agan, naru emang beberapa chap kedepan saya buat gray namun setelah ia menemukan adiknya ia akan memilih jalannya. Dan maaf karna banyak yang minta pair Gabriel, Irina dan Rossweisse.
arsyad226
kalau sona gimana gan?
Silakan voting saja nanti 3 teratas akan saya buat pair Naruto ditambah pilihan saya.
Guest
thor di chap 1 pas naruto berangkat sekolah djelaskan dia sudah tau tentang naga di tubuhnya, tapi kok di chapter 2 dua di atap sekolah dia pertama kali ketemu naga di tubuhnya, aku jadi bingung sama nih fic. Dan juga boost kok sama kek sekiryuutei, SG naruto emangnya boosted gear ya?
Naru tau Naga itu dari pamannya(ayahnya Shion) namun ia belum pernah sekalipun bertemu dengan Trihexa dan waktu berumur 17 lah ia baru bisa bertemu secara langsung dengan Trihexa melalui Mindscape. SG naruto itu ada 2 yakni Headgear dan 1 longinus. Soal Naruto bisa melakukan Boost sudah terjawab di chapter ini.
Aliadol
Gabriel
Ok gan thank udah baca fic ini dan sekaligus ikut voting pair
yahikho
gabriel/rossweisse aja harem udah terlalu maenstrim
Maaf banyak yang minta harem gan
DAMARWULAN
ojou-sama apa itu sara
Yap sudah terjawab di chap ini.
Guest
Thor, pairnya bisa diisi Rossweise nggak? Nggak terlalu mainstream kan?
Voting aja nanti 3 teratas saya pilih
Genrz
naruto jdi iblis?..hmm jgn di jdiin iblis deh..jdi manusia ajh..ane gk maksain author kok...
btw next up...
Kaga bakalan kok gan
AWM SS
Untuk pair terserah authorlah, yang penting gak mainstream seperti Rias, Sona, dkk. Ya, kalau bisa sih ada Gabrielnya.
Ok gan
Voting Sementara
Sudah diurutkan.
Profil
Name: Naruto Namikaze
Nicknames:
Partner : Trihexa
Race: Human
Abilities:
Boost! : menggandakan kekuatan,kecepatan,fisik,stamina,regenerasi dan kinerja otak.
Resistant : menghentikan waktu sesaat untuk menahan serangan.
Canon Blaster : serangan dengan menggunakan Sinar laser berwarna hitam yang keluar dari telapak tangan.
Teleport : berpindah tempat dengan sekejap. Cara kerjanya hanya membayangkan tempat yang akan dituju.
Division : merubah Headgearnya menjadi benda apapun yang diinginkan pemilik.
Equipment:
HeadGear
Sayap mekanik
Relatives:
Minato (Ayah) - Dead
Kushina (Ibu) - Dead
Shion (Kakak sepupu) - Alive
Shinji Namikaze (Paman) - Alive
Harem List : -
Affiliations : -
.
.
See You Next Chap
Kritik dan Saran
Uzumaki Bolt Out
