DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan
Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun
Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)
Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)
Summary:
Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."
Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"
WARNING:
Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc
Chapter 3
"K-Kau..."
Yunho mengendus kesal "Micky dan Xiah. Kau anak buah Hero bukan?"
"Behemoth... Bukan. U-know. jadi betul kata Hero kau akan ada disini" Ucap Micky
Xiah berlindung dibelakang Micky. Mencengkeram kaus Micky dengan erat. Micky bisa merasakan tangan Xiah gemetar.
"Apa salah jika aku berada di sekitar Mangsaku?" Tanya Yunho polos
"Tentu saja tidak tapi..."
"Apa yang sedang Hero rencanakan dan apa hubungannya Hero dengan Changmin. Bukankah dia tidak mengenalnya?" Tanya Yunho
"Ini perintah langsung dari Ma-"
Micky menutup mulut Xiah dengan tangannya "Ini bukan urusanmu. Dan kita melakukan ini demi Changmin bukan Hero bukan dirimu"
"Demi Changmin? Apa maksudmu demi Changmin? Apa yang ingin kalian lakukan padanya?" Tanya Yunho yang matanya tiba-tiba berubah berwarna merah
Xiah semakin gemetar karena Yunho dan Micky hanya mencoba menenangkan pasangannya "Kami diberitahu untuk tidak menjelaskan apapun pada mu. Jika ingin tahu, temui Hero. Dan hilangkan aura iblis mu! Junsu ketakutan!"
"Apa peduliku dengan pasanganmu? Akan kuhabisi dia jika kau tidak memberitahu ku sekarang!" Tegas Yunho
"Hero akan menemui mu besok. Dia ada di kampus milik Changmin. Kami hanya diperintahkan untuk mengecek Changmin. Dan sepertinya dia baik-baik saja" ucap Micky
"Asalkan dia bersamamu" lanjut Micky dalam hati
"Pergilah kalau begitu. Sudah cukup hari ini diriku diusik oleh iblis rendahan"
"Ada yang mengganggumu tadi?" Tanya Micky terkejut
"Kau tidak perlu tahu siapa" Geram Yunho
Xiah menutup matanya dan menghirup aroma yang berada disekitar Yunho sebelum membuka matanya kembali "Asmodeus..."
Micky dan Yunho menatap Xiah dengan tatapan terkejut. Xiah memang memiliki kemampuan khusus. Dia dapat melihat masa lalu dalam jangka waktu seminggu dengan hanya mencium aroma sekitar targetnya. Dan baru kali ini, Yunho melihat langsung kemampuan Xiah
"Sial. Maksudmu Asmodeus sudah mulai mengincar Changmin?" Tanya Micky
Xiah mengangguk "Aku melihat bayangan Satan, Behemoth dan Asmodeus sedang berbincang lalu Asmodeus bilang dia akan merebut jiwa Changmin dan membawanya ke Yang Mulia Lucifer"
"Gawat..." Gumam Micky.
"Gawat apa?" Tanya Yunho
"Kita harus segera memberitahu Hero!" Ucap Micky
Xiah mengangguk kecil. Micky menggenggam tangan Xiah dan seketika mereka berdua menghilang tanpa jejak dari hadapan Yunho. Yunho yang merasa bahwa Asmodeus berbahaya, Yunho langsung menelpon Siwon.
"Siwon, awasi Asmodeus mulai besok"
"Kenapa mendadak sekali?" Tanya Siwon
"Aku akan menjelaskan padamu nanti. Aku hanya ingin memberitahu mu itu saja. Oh ya malam ini aku akan tidur bersama Changmin"
"APA!? YAH! APA KAU GILA?" Teriak Siwon membuat Yunho sedikit memundurkan kepalanya.
"Aku tahu Kyuhyun akan menginap ditempat mu dan akan kembali besok pagi jadi jangan menasihati ku"
"Ack- Kau tahu ternyata. Kau benar-benar iblis, Hyung"
"Bukankah kita satu jenis? Sudahlah aku akan kembali istirahat."
"Bersenang-senanglah bersamanya, Hyung. Selagi kalian mempunyai waktu luang bersama"
Yunho memutarkan matanya dan mematikan sambungan telepon. Yunho kembali ke kamar Changmin lalu duduk disebelahnya.
"Siwon benar. Kau mirip sekali dengannya... Bagai lahir kembali... tapi tentu kau tidak kenal dengan ku bukan?"
Yunho meletakkan tangannya di kepala Changmin. "Muka mu sangat polos ketika tidur seperti ini. Membuatku semakin ingin... memilikimu. Hey Minnie, apa jika kau tahu sebenarnya... Kau akan menerimaku?"
Yunho merebahkan tubuhnya kembali dan menarik Changmin kedalam pelukannya. "Aku tahu ini salah tetapi... Aku sangat merindukan tidur seperti ini" ucap Yunho sembari menutup matanya
。
。
。
"Ini... Apartemen Hyung?" Tanya Kyuhyun ketika mereka berdua sampai ke gedung setelah makan malam bersama.
"Ya. Ini apartemen ku. Aku dan Yunho tinggal bersebelahan." Jawab Siwon sembari mengajak Kyuhyun masuk ke salah satu lift
"Kenapa tidak tinggal bersama-sama?" Tanya Kyuhyun lagi
"Dia lebih suka tinggal sendiri. Aku juga setuju dengan itu." Jawab Siwon sembari menekan tombol angka 20
"Ahh... Berbeda sekali dengan Changmin. Dia tidak bisa ditinggal sendiri"
"Dia tidur bersamamu setiap hari?" Tanya Siwon tertarik
Kyuhyun menggeleng "Dia punya trauma saat masa kecil jadi setiap malam, pasti dia akan tidur ditempat ku"
"Trauma? Apa maksud mu?"
Kyuhyun menghela nafas "Mungkin karena orang tuanya. Aku dengar dari Changmin, orangtuanya berusaha untuk memberikan nyawa kepada makhluk aneh. Dan malah orangtuanya yang mati"
"Oh... Menarik sekali"
Sebenarnya Siwon tahu apa yang terjadi waktu itu. Kebetulan dia sedang menjaga Kyuhyun waktu itu tiba-tiba saja dia merasakan kehadiran iblis lain didekatnya. Dia ingin tetap menjaga Kyuhyun waktu itu. Tetapi dia takut jika iblis itu mengincar Kyuhyun juga, maka dari itu dia pergi untuk melihatnya
。
。
。
"Siapa yang berada disini?" Tanya Siwon dalam hati
Dia berjalan mendekati salah satu rumah yang jaraknya tidak jauh dari rumah milik Kyuhyun. Beberapa langkah sebelum ia sampai ke rumah tersebut, tiba-tiba saja rumah itu terbakar dengan hebat.
Siwon terkejut dan mendatangi rumah tersebut "A-Apa yang-"
Pertanyaan Siwon terpotong ketika ia melihat bayangan hitam pekat keluar dari atap rumah tersebut sambil membawa tubuh anak kecil yang bersimbah darah. Siwon yang masih terkejut terlambat untuk mengikuti bayangan itu. Tapi keesokan harinya, dia baru mengetahui bahwa anak kecil itu adalah Changmin, teman Kyuhyun. Dan kesimpulan yang ia ambil adalah kemungkinan bayangan itu adalah Yunho.
。
。
。
"Siwon kita sudah sampai" Ucap Kyuhyun yang menyadarkan nya dari lamunannya.
"Ah ya..." Siwon melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju kamarnya. Tepat didepan kamarnya, Siwon berhenti sejenak
"Ada apa, Hyung?" Tanya Kyuhyun
"Tidak apa-apa" Siwon membuka pintunya dan dikagetkan dengan seseorang didepan pintu. Kyuhyun yang dibelakang Siwon juga ikut terkejut mendapati pria dengan paras yang bisa dibilang cantik dihadapan. Membuatnya sedikit... Pesimis?
"Jae..." Ucap Siwon.
Pria yang dimaksud hanya tersenyum dan menggeleng sedikit "sayang sekali tetapi aku bukan Jaejoong."
"S-Suara itu... Max?" Tanya Siwon kaget.
Kyuhyun yang mendengar percakapan tersebut hanya memiringkan kepalanya bingung.
"Lebih baik kita bicara didalam. Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Max
Siwon dan Kyuhyun masuk ke ruang tamu dan sudah mendapati Max/Jaejoong duduk di sofa. Siwon duduk di sofa yang lebih panjang dan Kyuhyun disebelahnya. Max mengambil cangkir didepannya dan meminumnya. Menikmati aroma teh yang merilekskan pikirannya.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Seperti yang kau lihat, aku membawa tamu" Ucap Siwon
Max menatap Kyuhyun lalu tersenyum kecil "Tamu... atau calon pasanganmu, Andrew?"
"An...drew? Dimana aku pernah mendengar nama itu?" Gumam Kyuhyun dalam hati sembari memalingkan wajahnya karena Max baru saja menyebutkan dirinya sebagai calon pasangan Siwon
"Jangan sebut aku dengan nama itu, Max. Cepat katakan yang kau mau."
Max tersenyum kecil lalu raut wajahnya berubah serius "Waktu semakin dekat, Siwon. Dimalam saat umurnya berubah menjadi 25 tahun, saat itu adalah dimana gerbang itu terbuka." Ucap Max
Siwon berdiri dari duduknya "Tidak mungkin! Hanya 2 bulan!? Kau gila!" Teriak Siwon
"Maaf aku baru bisa memberitahu mu sekarang. Aku dan Jaejoong sedang menyiapkan segalanya. Aku hanya melakukan ini demi dia, Siwon. Kau tahu itu"
"Kau datang ke apartemen ku hanya untuk memberitahu ku bahwa pasangan U-know hanya bisa hidup 2 bulan lagi? Apa kau gila!? Dia selalu menunggu mu setiap saat!"
Kyuhyun yang tidak mengerti percakapan mereka hanya bisa duduk berdiam diri sembari mencoba menenangkan Siwon. Dia tahu dia tidak sopan untuk menepuk pundak Siwon tetapi tubuhnya bergerak secara otomatis.
Max menghela nafas "aku tahu aku salah. Aku menyadari itu. Pertemuan kita bukan karena keinginan kita, Won-ah."
"Kau yang salah disini, Max! Kenapa kau tidak melepaskan dia!?" Geram Siwon.
Max terkejut dengan kalimat Siwon ikut bangkit dari duduknya "Sudah puluhan bahkan ratusan kali aku melepasnya, Andrew! Tetapi dia kembali datang padaku! Saat aku mati saat itu juga dia terlepas dariku!"
"A-Apa maksudmu?"
"Aku tidak pernah mengikat nya! Dia yang mengikatkan dirinya padaku tanpa sadar!" Ucap Max resah
"Aku tidak kuat melihatnya... sendirian, Siwon-ah... Karena itu aku... Aku membuat U-know percaya bahwa akulah yang mengikatnya. Karena aku mencintainya, Won-ah... Aku terlalu sayang padanya. Aku melakukan ini agar dia menyadarinya dan melupakan diriku. " Lanjut Max hingga tanpa sadar dia jatuh terduduk dan menangis
"Jadi ini semua salah paham? Apa maksudmu kalian berdua...?"
"Kami saling jatuh cinta, Won-ah. Tetapi U-know tidak pernah menyadari nya. Dia masih muda saat itu karena itu dia hanya menganggap ku sebatas mangsanya. Dan karena itu dia selalu mencari jiwaku sampai saat ini"
"Kalau begitu kenapa tidak bilang langsung padanya?" Tanya Kyuhyun tiba-tiba
Siwon dan Max menatap Kyuhyun bersamaan. Max bisa melihat kemiripan Kyuhyun dengan Marcus. Tentu saja karena Marcus adalah sahabat Max yang berhasil bertahan hidup bersama pasangannya, Andrew hingga akhir hayatnya. Max tertawa kecil
"Kau sangat terus terang sekali, Kyuhyun-ah. Aku terkejut sekali"
Pipi Kyuhyun merona "aku hanya mengatakan apa yang terlintas dipikiran ku saja"
"Aku sangat ingin mengatakan itu padanya. Tetapi aku tidak ingin dia terikat padaku selamanya, Kyu-ah. Jika kau berada di sisiku dan melihat Siwon seperti itu, apa kau tidak kasihan padanya?"
Pipi Kyuhyun semakin merona "mungkin aku akan bersedih jika itu terjadi. Tetapi... bukankah lebih baik kau mengatakannya daripada memendam perasaan itu?"
Max mengangguk "kau benar akan hal itu. Tetapi ini jalan yang sudah ku pilih. Aku tidak akan menyesal. Lebih baik dia tidak tahu dan mulai membuka buku baru daripada terus membaca buku lama bukan?"
"Aku... mungkin kau benar..." Gumam Kyuhyun
"Karena itu aku minta kau jaga dia, Won-ah. Jaejoong dan yang lain akan membantu. Setelah dia bahagia, aku akan kembali ke tempat asalku."
"Kau tidak perlu memerintah ku. Tanpa kau beritahu, aku selalu menjaganya. Bahkan sejak kau pergi."
"Aku merasa lega mendengarnya. Oh ya, Kyuhyun-ah. Hati-hati dengan Kibum, ya. Dia... Bisa saja merebut Siwon mu ini" ejek Max
"M-Maksudmu? Tunggu dulu dari awal aku tidak pernah memberitahu mu namaku. Tapi kau dari tadi menyebutkan namaku."
"Aku tahu segalanya tentang dirimu. Bagaimana kau sangat... tertarik pada lelaki disebelah mu ini. Ada benang warna merah diantara jari kelingking kalian. Saling mengikat satu sama lain."
Kyuhyun bergidik takut "S-Siapa kau sebenarnya? Tadi Siwon memanggil mu Jae dan lalu Max..."
Siwon menggenggam tangan Kyuhyun "Dia bukan orang jahat, Kyu-ah. Tenangkan dirimu"
Max tersenyum "Aku? Jika kau tahu diriku, kau akan terkejut, Kyu-ah. Lagipula harusnya kau tahu diriku ini. Kita teman dekat hanya saja nasibku tidak seindah milikmu"
"Aku mengenal dirimu? Bahkan aku baru melihatmu hari ini." Ucap Kyuhyun
Max tertawa terbahak-bahak "Hahahaha! Maafkan aku. Aku lupa jika aku meminjam tubuh milik Jaejoong. Tentu saja kau tidak mengingat ku. Maafkan aku Marcus-ah. Aku lupa"
"K-Kau memanggil ku apa barusan? M-Marcus?" Tanya Kyuhyun
Siwon menatap Max tajam "Kau bicara terlalu jauh, Max. Pergilah. Besok kita bicarakan lagi."
Max mengusap matanya "baiklah. Besok siang kita bertemu di cafe biasa. Kau boleh membawa pacarmu ini jika mau"
"Dan membiarkan mu mengusik ketenangannya? Tidak terima kasih." Ucap Siwon kesal
Max berdiri dan berjalan melewati Siwon dan Kyuhyun. Max menepuk pelan pundak Kyuhyun dan tersenyum padanya "suatu saat kau akan mengingat ku" Max berjalan menuju pintu luar dan melambai kearah Siwon lalu pergi keluar. Dahi Siwon berkerut karena ia memikirkan semua perkataan Max sedangkan Kyuhyun menatap pria disebelahnya khawatir.
"Siwon Hyung tidak apa-apa? Apa aku harus pulang?" Tanya Kyuhyun khawatir
Siwon menghela nafas "aku tidak apa-apa. Lebih baik kau mengganti bajumu terlebih dahulu."
"Umm... Aku tidak bawa baju ingat?"
Siwon terkekeh "Ah iya aku lupa. Pakai saja baju ku. Sepertinya aku punya baju lama ku disini." Siwon berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
Kyuhyun yang ditinggal sendiri bangkit dari duduknya dan melihat sekitar. Ruang tamu milik Siwon berbeda dengan miliknya di asrama. Walau kamar dia dan Changmin adalah salah satu yang terbaik, tetap saja masih kalah dengan milik Siwon. Dia berjalan menuju balkon dan melihat ke langit.
"Mar...cus... Dimana aku pernah mendengar nama itu? Sepertinya tidak asing..." Gumam Kyuhyun.
Kyuhyun mencoba mengingat nama tersebut tapi nihil. Nama itu terdengar tidak asing, tetapi dia tetap tidak bisa tahu dari mana nama itu. Lalu dia mendengar pintu tertutup dan dia menengok kebelakang. Siwon kembali membawa piyama yang terlihat lebih kecil dari tubuhnya.
"Ini piyama lama ku. Untung saja belum ku buang. Sepertinya cukup untukmu. Pakailah" ucap Siwon sembari memberi baju kepada Kyuhyun.
Kyuhyun mengambil baju tersebut "Terimakasih Hyung. Aku ganti baju dulu. Permisi" Kyuhyun berjalan masuk kedalam dan mencari kamar mandi
"Kamar mandinya berada di sebelah kanan kamarku!" Ucap Siwon
Kyuhyun hampir saja terjatuh karena teriakan Siwon barusan. Dia lupa menanyakan lokasinya tetapi dia sudah masuk kedalam. Betapa malunya dia. Dia masuk kedalam kamar mandi yang sudah diberitahu Siwon
Siwon yang melihat tingkah laku Kyuhyun hanya tersenyum. "Tingkahnya sama sekali tidak berubah. Masih seperti itu. Menggemaskan sekali."
Siwon berjalan menuju ke dapur dan membuka salah satu lemarinya. Mengeluarkan satu botol wine entah kapan dia dapat, sama sekali tidak dia ingat. Dia mengambil dua gelas dan menuangkan isi wine tersebut ke gelas. Kepalanya mendongak ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka. Siwon kembali tersenyum tapi kali ini semakin lebar. Kyuhyun tampak imut menggunakan piyama miliknya yang memang sengaja dia beli untuk Kyuhyun apabila dia datang ke apartemennya.
"Kyu-ah, aku disini." Panggil Siwon
Kyuhyun menengok ke arah dapur dan mendapati Siwon sedang bersandar pada dinding dengan membawa segelas wine. Dia melihat ada satu gelas lagi di meja.
"Kau minum wine?" Tanya Siwon sembari menyodorkan gelas wine yang tadi ada di meja.
Kyuhyun mendatangi Siwon dan mengangguk "aku minum wine tetapi tidak terlalu sering. Hanya saat pesta kantor ayahku. Selain itu tidak."
Kyuhyun mengambil botol wine di meja dan melihatnya. Mata terbelalak melihat tahun pembuatan wine tersebut. 1718! 300 tahun sejak wine ini dibuat! Rasanya pasti sangat menggiurkan. Air liur Kyuhyun pasti bisa menetes kalau bukan karena siwon disebelahnya.
Siwon yang memandangi ekspresi wajah Kyuhyun hanya terkekeh geli. "Wine ini leluhur ku. Aku sengaja mencurinya dari orangtuaku. Lihat tanggal pembuatannya. Sama seperti ulang tahunmu." Ucap Siwon.
Kyuhyun melihat tanggal seperti yang Siwon ucapkan. 3 Februari. Matanya terbelalak melihat tanggalnya. Siwon benar. Sama dengan tanggal lahirnya. Wine ini bahkan 10 kali lebih tua dari umurnya.
"Apa tidak apa-apa jika aku meminumnya? Ini terlihat mahal sekali." Ucap Kyuhyun.
"Aku membukanya untukmu" Ucap Siwon sembari tersenyum
Kyuhyun mengambil gelas tersebut. Pipinya merona ketika mendengar Siwon. Dia merasa spesial bagi Siwon. "T-Terimakasih Hyung..."
Siwon dan Kyuhyun bersulang dan meminum wine tersebut. Kyuhyun baru pertama kali meminum wine seenak ini. Dia tidak bisa menutupi wajah terpesonanya. Siwon untuk kesekian kalinya hanya bisa terkekeh melihat nya.
"Bagaimana rasanya? Kau puas dengan rasanya?" Tanya Siwon
Kyuhyun mengangguk cepat "Enak sekali! Ini pertama kalinya aku meminum wine seenak ini!"
"Kau minum 2 gelas saja. Wine ini cukup kuat. Aku takut nanti kau mabuk. Bisa bahaya nanti" ucap Siwon sembari menuangkan wine ke gelas Kyuhyun.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya "Sayang sekali padahal aku ingin lebih. 2 gelas terasa tidak cukup"
"Ini untuk kesehatan mu juga"
Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya "baiklah kalau Hyung bilang begitu. Ah iya aku lupa memberitahu Changmin!"
Siwon menepuk kepala Kyuhyun "Yunho Hyung bersama Changmin. Tenang saja. Aku sudah memberitahunya tadi. Yunho hyung juga bisa memasak jadi besok pagi Changmin tidak akan kelaparan."
Kyuhyun mengerutkan keningnya "Tapi hyung, entah kenapa aku takut pada Yunho hyung"
Siwon menatap Kyuhyun "kenapa begitu? Dia orang yang baik."
"Tapi cara dia memperhatikan Changmin... Aneh. Aku tidak suka. Kalau dia memperkosa Changmin bagaimana? Kasihan Changmin!"
"Astaga Kyuhyun-ah. Tidak usah berteriak... Dan Yunho hyung juga tidak mungkin melakukan itu. Aku sudah mengenalnya lebih dari 10 tahun. Tatapannya dia memang tajam jadi bisa membuat orang prasangka" ucap Siwon
Kyuhyun masih mengerutkan keningnya lalu menghela nafas "baiklah... Aku percaya hyung... Besok pagi kita ke asramaku dulu kan?" Tanya Kyuhyun
"Kemanapun kau mau, aku akan mengantarmu, Kyu-ah" goda Siwon
Kyuhyun memukul lengan Siwon "Hyung ternyata penggoda. Aku tidak menyangka itu"
"Maaf-maaf. Nah lebih baik kita membicarakan hal lain. Bagaimana jika berbicara tentang diri kita masing-masing?"
Kyuhyun mengangguk "Apa yang ingin Hyung tahu dariku?" Tanya Kyuhyun
"Hobimu mungkin?"
"Hobiku... Tidak special hanya membaca buku, bernyanyi dan menggoda Changmin" ucap Kyuhyun dengan tampang polos
"Menggoda Changmin? Tidak menggoda mahasiswi disekolah?"
Kyuhyun menggeleng "Aku gay kenapa menggoda mahasiswi disekolah? Lagipula Changmin juga sering menggoda ku. Jadi kita hanya saling balas dendam saja"
Siwon mengangguk mengerti "baiklah... Cita-cita?"
"Cita-cita ku ingin menjadi penyanyi. Bagaimana dengan hyung?"
Siwon berpikir sejenak lalu menjawab "Aku tidak memiliki cita-cita. Karena setelah kuliah aku langsung mengambil alih perusahaan milih ayahku."
"Heee... Sedih sekali. Biasanya setiap anak memiliki cita-cita..." Ucap Kyuhyun.
"Aku tidak mempunyai cita-cita tetapi aku memiliki mimpi. Yaitu memilikimu"
Kyuhyun langsung merona dan memukul pelan lengan Siwon "Hyung jangan menggodaku."
"Aku hanya berkata sejujurnya saja. Apa salah?" Tanya Siwon polos
Kyuhyun menatap Siwon lalu memalingkan wajahnya "Tidak apa-apa hanya saja ini pertamakali ada lelaki menggodaku seperti yang Hyung lakukan...
"Kau lucu sekali, Kyuhyun-ah. Aku jadi ingin menggoda mu lagi" Ucap Siwon gemas
"Sudahlah Hyung... Aku ingin tidur besok jam 9 aku ada kuis dikelas" Ucap Kyuhyun sembari meletakkan gelasnya dimeja
Siwon ikut meletakkan gelasnya di meja dan menarik Kyuhyun kedalam pelukannya. Kyuhyun yang kaget dengan pergerakan Siwon hanya diam, dan perlahan membalas pelukannya. Siwon sangat merindukan pelukan seperti ini sedangkan Kyuhyun merasa nostalgia untuk kesekian kalinya saat bersama Siwon.
"H-Hyung...?"
"Maaf. Biarkan kita seperti ini sebentar saja. Aku hanya... merindukan kehangatan ini..."
Kyuhyun mengangguk sedikit "B-baiklah... Hanya sebentar saja ya... Aku harus tidur..."
"Ya... Sebentar saja... Sampai kau tertidur juga tidak apa-apa."
Kyuhyun menggeleng pelan "Tidak sopan, Hyung. Aku bukan siapa-siapa mu. Kalau sudah lebih dekat lagi nanti ku bolehkan"
Siwon menghela nafas lalu melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Kyuhyun melangkah mundur beberapa kali dan memalingkan wajahnya dari Siwon sembari memainkan tangannya. Siwon hanya menatap Kyuhyun sembari tersenyum kecil.
"Kamar mu ada disebelah sana" ucap Siwon sembari menunjuk salah satu pintu.
"Baiklah... Terimakasih untuk makan malam nya dan ini semua" ucap Kyuhyun
"Termasuk pelukan?" Goda Siwon sembari menaikkan satu alisnya
Pipi Kyuhyun kembali merona "Y-Ya termasuk itu... Walau aku belum terbiasa..."
"Berarti kita bisa melakukannya lebih sering!?" Ucap Siwon senang
Kyuhyun tersenyum ragu-ragu "En...tahlah?"
"Ku anggap itu ya. Tidurlah Kyuhyun mulai besok kita akan bermain bersama lagi!" Ucap Siwon sembari menuntun Kyuhyun ke kamarnya
"E-Eh? EHHHH!?"
。
。
。
TBC
As u can see this chapter full with WonKyu
Dan Couple baru YooSu keluar
R&R
