Sebelumnya :
"K-Kau pasti bukan manusia biasa kan Naruto" Tanya Gabriel.
"Ya kau benar"jawab Naruto.
"Sacred Gears kah"
"Mungkin bisa dibilang begitu"
Tak lama kemudian Naruto berdiri dan menghadap Gabriel.
"Ano maaf aku tak bisa lama-lama, aku harus cepat menemui adikku. Senang bisa bertemu denganmu. Kuharap kita bisa bertemu lagi"
"Jaa ne Gabiel-chan" ucap Naruto sambil berjalan meninggalkan taman tak lupa ia lambaikan tangannya.
'Kita pasti akan bertemu kembali, Naruto-kun' batin Gabriel. Kemudian ia mengepakkan sayapnya dan terbang kembali menuju surga.
.
.
Title : Hikari or Yami
Rated : T-M
Genre : Adventure,Romance,and Supernatural
Pairing : Naruto X ?(Saran)
Disclaimed : Naruto & High School DxD
bukan punya saya.
.
Summary :
Apa jadinya jika seorang manusia biasa yang polos berurusan dengan makhluk Supranatural. Terlebih lagi dia memiliki sebagian dari apa yang disebut "Malapetaka" dan juga kekuatan aneh lainnya. Putih atau Hitam, Perdamaian atau kehancuran jalan manakah yang akan ia pilih
.
SmartNaru,StrongNaru,GodlikeNaru(Maybe),OverpowerNaru(Maybe),SacredGearsNaru
.
Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe),Death Chara(Maybe) and Etc.
.
"Naruto" = talking
'Naruto' = thinking
"Naruto"= Dragon/Sacred gears talking
'Naruto' = Dragon/Sacred Gears thinking
[Fire] = kekuatan Sacred Gears
.
.
Chapter 5
.
.
Unknow Castle
Gelap sunyi dan juga aura mencekam namun disinilah seorang gadis berambut hitam panjang dengan dress hitam selutut tengah duduk dengan tenang di singgasananya.
'Ini aneh aku merasa dia telah bebas namun, ia ada dimana'
Setidaknya itulah persoalan yang kini bergelut dipikirannya saat ini, tiba-tiba saja ia merasakan seseorang akan datang.
Sriiing...
Muncul lingkaran sihir teleportasi dihadapannya dan meperlihatkan seorang berambut silver dengan membawa benda mirip cangkir di tangan kanannya.
"Ternyata kau Lucifer, apa gerangan kau kemari"
"Aku hanya memberi tau jika "dia" sudah berkeliaran didunia manusia, Ophis"balas Lucifer atau bisa dibilang Rizevim Livan Lucifer.
'Jadi benar asumsiku'batin Ophis.
"Maksudmu?" Tanya Ophis memastikan asumsinya.
"Kau pasti sudah tau bukan" balas Rizevim sambil menyeringai. "Kau lihat ini, saat aku mencari keberadaannya hasilnya mengejutkan, 2 Trihexa Satu tersegel di ujung alam semesta dan satunya tersegel dalam tubuh seorang manusia" lanjut Rivezim sambil menunjukkan Holy Grail.
Ophis terkejut dengan ucapan Rizevim barusan namun selama ini asumsinya mengenai Trihexa memang benar. Sudah sejak lama Ophis merasa ada yang tidak beres mengenai Trihexa. setelah mengetahui si 666 disegel oleh Tuhan bahkan ia melihat sendiri kejadiannya, ia merasa kekuatan dari Trihexa tak sehebat yang ia tunjukkan dulu dan tubuhnya juga agak mengecil. Dengan ucapan Rizevim barusan ia menyimpulkan bahwa mungkin Trihexa memang telah terbagi menjadi dua.
"Aku juga merasakannya walau terasa samar-samar" ucap Ophis menanggapi Rizevim. "Tunggu Rizevim, apa kau masih ingin membebaskan dia setelah kau tau dia yang lain sudah berkeliaran didunia manusia" lanjut Ophis yang melihat si putra bintang fajar akan meninggalkan ruangannya.
"Menurutmu ? Kau tau sendirikan seperti apa aku ini, akan lebih menarik jika pertarungan antar Trihexa terjadi" balas Rizevim dengan seringaian.
'Dasar semua keturunan Lucifer seperti gila bertarung'batin Ophis.
.
.
Underworld
Disebuah ruangan yang terlapisi oleh berbagai lapis kekkai mulai dari kedap suara hingga Kekkai anti teleportasi. Di ruangan itu nampak 4 sosok Maou diantaranya Sirzechs Gremory yang sekarang Sirzechs Lucifer, Serafall Sitri menjadi Serafall Leviathan, Ajuka Astaroth dengan gelar Beelzebub, dan yang terakhir adalah Falbium Glasya-Labolas memakai gelar Falbium Asmodeus. Meraka tampak sedang membahas sesuatu yang sangat penting.
"Kau yakin tentang ini Sirzechs" ucap pria penemu Evil Pieces.
"Entahlah aku juga belum 100 % yakin" balas Sirzechs tenang.
"Ano Sir-tan, bukannya kau selalu percaya pada Ri-tan" ucap wanita berambut twintail a.k.a Serafall.
"Memang,tapi entah kenapa kali ini aku merasa kurang yakin dengan ucapannya, terlebih dia ingin menjadikannya budaknya padahal dia sudah memiliki Sekiryuutei" jawab Sirzechs.
"Sirzechs, Sera lebih baik kalian selalu awasi Rias dan Sona agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan" Ajuka kembali ikut dalam arus perdebatan.
"Hm baiklah" balas Sirzechs desertai anggukan oleh Serafall.
"Ano Sir-tan bagaimana dengan pertunangan Ri-tan"tanya Serafall tiba-tiba keluar dari topik pembicaraan.
"Kau tau sendirikan dia juga menolak, namun apa daya tetua brengsek itu terus memaksaku dengan alasan keturunan berdarah murni" balas Sirzechs agak kesal karna mengingat betapa keras kepalanya tetua Iblis.
"Tapi kenapa harus si hidung belang Riser itu"tanya Serafall.
"Sebenarnya Lord Phenex juga tak menyetujui ini, namun setelah mengetahui jika Sekiryuutei menjadi bidak Rias mereka menyetujuinya" balas Sirzechs.
"Apa hubungannya dengan Sekiryuutei" Tanya Serafall dengan nada Childishnya.
"Hah.. Klo Rias menolak sudah pasti akan diadakan rating game dan Lord Phenex berharap agar Sekiryuutei bisa merubah sifat Riser selama ini"Balas Sirzechs sambil menghela nafas.
"Hoam..Apa kalian sudah selesai, aku ngantuk sekali" ucap Falbium tak lupa dengan gaya kantuknya. Mereka bertiga hanya sweetdrop melihat kelakuan Falbium.
.
.
Vatican
Naruto POV
Suasana malam disini sungguh damai, memang tak bisa dipungkiri bahwa tempat ini adalah markas bagi para Tenshi. Aku terus berjalan menyusuri jalan kota berharap menemukan petunjuk tentang adikku. Sudah 3 hari semenjak kedatanganku disini aku belum menemukan apapun mengenai keberadaan adikku. Kulihat sekilas gereja di samping kananku aku melihat seorang gadis berambut pirang twintail keluar dari samping gereja. Aku pun bergegas menuju kearahnya siapa tau dialah adikku yang kucari.
Naruto POV
.
Normal POV
"Hei Irina ada seseorang yang sedari tadi memandangimu kulihat dia sedang menuju kemari dan apa kau mengenalnya" ucap gadis berambut biru disebelah Irina.
"Entahlah Xenovia,aku sama sekali tak mengenalnya tapi kalau dilihat dari ciri fisiknya dia sepertinya mirip dengan seseorang"balas Irina bingung dengan menggaruk kepalanya.
"Begitu,baiklah ayo kita pergi" ucap Xenovia sambil menepuk pundak Irina.
Tap.. Tap.. Tap..
"TUNGGU..." Teriak seorang berambut blode sambil berlari kearah mereka. Sontak dua gadis itu langsung berhenti dan menoleh kearah sumber suara.
"Hosh... Hosh... Hosh..."
"Ano ada apa pemuda-san memanggil kami" tanya si gadis pemegang excalibur mimic.
"A-Aku ingin bertanya hosh.. Apa kalian pernah melihat adikku" ujar Naruto sambil memberikan Foto adiknya. Irina sedikit terkejut setelah mengetahui nama adik Naruto.
"Ano sepertinya aku pernah melihatnya" ucap Irina sambil merebut foto yang dipegang Xenovia. Entah kenapa hati Naruto begitu sumringah(bahagia) mendengar ucapan Irina barusan. "Namanya Asia kan ia berambut pirang mirip dengan temanku"lanjut Irina.
"Ia dia adalah Adikku yang selama ini kucari,Asia Namikaze dan Aku adalah kakaknya Naruto Namikaze" ucap Naruto sambil memegang pundak Irina dan memajukan wajahnya sedangkan si empu kaget karna baru kali ini ada lelaki yang menatap dirinya dengan sangat dekat dilain sisi Xenovia hanya menutup wajahnya. "Ano Gomen" Naruto kemudian menjaukan dirinya dari Irina.
"Tak apa. Jadi kau kakaknya Asia-chan" ucap Irina memastikan Naruto.
"Begitulah tapi kami terpisah sejak kami masih bayi, dan aku baru saja mengetahui jika aku punya adik" balas Naruto. "Lalu dimana Imoutoku apa dia baik-baik saja" lanjut Naruto.
"Dia baik-baik saja Namikaze-san hanya saja dia tidak ada disini sekarang" jawab Irina pelan. "Dan siapa kau Namikaze-san kau pasti bukan manusia biasa" lanjut Irina dengan posisi siaga begitu pula Xenovia.
"Aku hanya manusia biasa, ya bisa dibilang pengguna Sacred Gears begitu pula adikku" balas Naruto. "Aku juga tau jika kalian adalah utusan dari fraksi Tenshi" lanjut Naruto.
Kedua gadis pemegang excalibur itu terkejut karna pemuda didepannya itu tau rahasianya.
"Siapa sebenarnya dirimu Naamikaze-san apa kau yang mencuri kedua pedang Excalibur" ucap Xenovia ketus sambil mengarahkan pedangnya ke leher Naruto. Sedangkan Naruto hanya tenang saja.
"Sudah kubilang saya hanya manusia biasa yang sedang mencari adikku dan aku tak ada sangkut pautnya dengan hal yang kau bilang" balas Naruto tak kalah sengit.
"Ano.. Kita ada disekitar gereja Xenovia-chan bisa repot jika kau menyerang seorang manusia tak berdaya" ucap Irina menenangkan Xenovia. Memang ada benarnya ucapan Irina mereka masih dalam area gereja dan banyak orang ketakutan setelah melihat Xenovia mengacungkan pedangnya pada Naruto. Merasa menjadi pusat perhatian, Xenovia langsung menurunkan pedangnya kembali.
"Bisa kalian beritahu aku dimana adikku" tanya Naruto datar.
"Maaf kau tak bisa mengajaknya pulang karna dia adalah orang yang penting bagi kami"balas Irina.
"Kalau begitu aku memaksa" ucap Naruto dan tak lama kemudian dikepalanya muncul headgear.
Seketika waktu berhenti dan ketiganya seperti di transfer oleh lingkaran sihir berwarna hitam. Kedua gadis itu terkejut mengetahui jika mereka ditransfer ke tempat yang cukup jauh dari teritorial gereja secara paksa oleh pemuda blonde ini.
"APA YANG KAU LAKUKAN" teriak Xenovia yang senantiasa bersiap dengan pedangnya. Sedangkan Irina hanya diam saja sambil mengamati keadaan.
"Untuk wanita gereja sepertimu,mulutmu kotor juga" balas Naruto sambil menunjuk Xenovia.
Merasa dihina, Xenovia langsung melesat kearah Naruto dengan pedang besarnya.
[Excalibur Destruction]
"MATI KAU, Rasakan ini" teriak Xenovia dengan melompat dan menebaskan pedangnya secara vertikal.
Melihat bahaya mendekat, Naruto lalu mengalirkan mana di kedua tangannya.
[Boost!]
[Division : Dual Blade]
Trank...
Mata Xenovia melebar karna serangannya bisa ditahan oleh dua pedang berwarna hitam milik Naruto.
'Mustahil' batin Xenovia dan Irina bersamaan.
Trank... Trank... Trank...
Xenovia terus menerus memberikan tebasan demi tebasan ke arah Naruto mulai dari atas, menyamping, melintang namun semua bisa di tangkis dengan mudah oleh si blonde.
"Apa hanya ini kekuatan dari pengguna Excalibur utusan gereja, aku sungguh kecewa" Naruto sengaja mengejek Xenovia ah tidak bukan cuma Xenovia tetapi juga untuk Irina.
Telinga kedua gadis excorcist panas mendengar hinaan Naruto. Irina yang awalnya diam saja kini mulai membuka kain yang menutupi pedangnya. Melihat temannya mulai menunjukkan senjatanya, Xenovia segera melompat kebelakang tepatnya disamping Irina.
"Irina kita lakukan seperti saat latihan minggu lalu" ucap Xenovia memberi arahan dan dibalas anggukan oleh Irina.
Set..
Irina melesat kearah Naruto dan menyerangnya dengan membabi buta.
Trank... Trank..
Wush...
Pedang Irina selalu berubah bentuk saat mengenai pedang ganda Naruto. Jujur bagi Naruto ini memang sangat menyusahkan.
"Hyaaahh..." Teriak Irina sambil mengayunkan Excalibur mimicnya yang semula seperti katana biasa menjadi sebuah pedang besar.
Trank...
Meski mendapat serangan beruntun, Naruto masih bisa bertahan dikarnakan latihan kerasnya selama ini.
"Switch" ucap Irina lalu dia langsung menghindar kesamping dan dibelakangnya ada Xenovia yang melompat dan bersiap mengayunkan pedangnya.
"Rasakan ini" teriak Xenovia.
Blaaarrr...
Muncul kawah yang cukup besar dan juga pohon-pohon disekitarnya juga roboh setelah menerima serangan penghancur milik Xenovia.
"Omoshiroi... Omoshiroi" ucap pemuda berambut blonde sambil bertepuk tangan dan jangan lupakan senyum ejekannya.
Bagai tersambar petir jutaan volt, Xenovia terkejut melihat pemuda didepannya yang masih dalam kondisi baik dan bisa dibilang sangat baik sampai baju yang dipakai masih terlihat rapi. Begitu pula Irina, ia tak menyangka bahwa serangan terencananya gagal total.
'Ba-Bagaimana m-mungkin'batin Xenovia dan Irina yang sulit menerima keadaan.
Sring..
Naruto merubah kedua pedangnya menjadi sebuah kunai dan melemparnya kearah Xenovia.
Sret..
Xenovia dengan mudah menghindar dan ia kembali tersenyum meremehkan namun Naruto malah menyeringai.
[Teleport]
Tanpa mereka sadari Naruto berpindah tempat di mana kunai itu dilemparkan tepatnya belakang Xenovia dan Irina. Sebelum mereka menyadarinya, Naruto kemudian membentuk kembali kedua pedangnya dan mengarahkannya kearah leher kedua gadis gereja itu.
Sring..
"Aku tanya sekali lagi.. Dimana adikku" ucap Naruto dengan pandangan yang tajam.
Kedua gadis itu mau tak mau harus menjawab pertanyaan si pirang karna bagaimanapun salah sedikit bisa jadi nyawa melayang.
"Ba-Baiklah akan kami beritahu,tapi turunkan dulu senjatamu Namikaze-san" pinta Irina yang bergidik ngeri melihat tatapan tajam Naruto. Mau tak mau Naruto akhirnya menghilangkan kunciannya pada kedua gadis itu agar salah satu dari mereka bisa memberitaunya tentang keberadaan adiknya.
"Asia-chan saat ini menuju Jepang tepatnya kota Kuoh"
.
.
Heaven
Seorang ah lebih tepatnya malaikat cantik berambut pirang kini mondar mandir kesana kemari. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu atau lebih tepatnya kebingungan.
"Kulihat setelah kau kembali dari dunia manusia kemarin, sampai sekarang kau seperti kebingungan dan apa yang tengah kau pikirkan" tanya pria tampan berambut pirang yang diyakini sebagai pimpinan Tenshi menggantikan Tuhan(anime).
"Entah kenapa saat aku bersama dengan seorang manusia aku merasakan keberadaannya meski hanya samar-samar" balas gadis malaikat tercantik disurga itu.
"Kau harus merelakan dia,adikku aku tau itu pasti sulit untukmu" ucap Michael dan ia duduk disamping Gabriel.
"Nii-Sama bagaimana mungkin aku bisa merelakan dia, dia adalah yang selama ini mengisi hatiku saat senang sedih bahkan dia selalu ada saat aku membutuhkannya" balas Gabriel lemah.
Michael sadar bahwa perkataan Gabriel semuanya benar, setelah ia dinyatakan tewas bersama dengan Tuhan(anime) Gabriel hampir saja jatuh karna dikuasai dendam bahkan ia hampir menyerangnya dengan membabi buta. Namun ada sedikit hal yang mengganjal dalam pikirannya yakni kenapa Adiknya itu bisa jatuh cinta pada Lucifer dan kenapa mereka tidak jatuh.
'Maafkan Nii-Samamu ini Gabriel aku tak bisa mencegah Lucifer dulu'
"Nii-sama kenapa berbeda dari yang lain, aku bahkan tidak jatuh setelah mempunyai persaan khusus terhadap Lucifer" tanya Gabriel sambil menunduk.
"Mungkin ini adalah suatu berkah yang ayah berikan untukmu adikku" balas Michael. Ia bahkan terkejut jika Gabriel baru saja menyadari keanehan pada dirinya.
"Apanya yang berkah Nii-sama jika dia saja sudah pergi meninggalkanku" balas Gabriel sengit lalu dia berdiri dan mengepakkan ke 6 pasang sayapnya dan terbang meninggalkan Michael.
"Gabriel.."
.
-Time Skip-
.
Vatikan
Naruto POV
"Ah sial sebenarnya dimana adikku sekarang" saking kesalnya aku menendang sebuah kaleng yang kebetulan ada dipinggir jalan.
Tang..
"Awww... Woi jangan lari lo"
Teriak seorang pria paruh baya yang mendapat jackpot sebuah kaleng yang mengenai kepalanya. Aku mengambil langkah mundur dan berbalik kemudian melangkahkan kakiku berniat untuk kabur.
"Jangan kabur sialan..." Teriak pria itu sambil berlari dengan membawa kaleng minuman.
Aku terus saja berlari menjauhi pria itu dan tanpa sadar.
Bruk...
"Aww hey.."Ucap seorang gadis yang jatuh karna tanpa sangaja aku tabrak.
"..Gome~eh Gabriel-chan"
"Naruto-kun"
Tanpa babibu aku langsung menarik tangan Gabriel dan mengajaknya lari, kulihat ia sepertinya kebingungan saat aku tiba-tiba menariknya dan mengajaknya berlari.
"Dimana dia" ucap pria itu sambil menengok kekanan dan kekiri. "Ah sial awas saja jika bertemu nanti"
Sementara itu aku bernafas lega setelah pria itu tak lagi mengejarku.
Naruto POV END
.
Normal POV
Di sebuah taman di Vatican yang kebetulan sedang sepi karna suasana malam yang semakin terasa. Terlihat 2 makhluk berbeda gender sedang duduk berdampingan di bangku taman dekat air mancur. Mereka nampak asik berbincang-bincang.
"...Jadi begitulah, dan gomen karna tadi mengejutkanmu Gabriel-chan" ucap Naruto mengakhiri ceritanya sekaligus meminta maaf.
"Ah tak apa kok Naruto-kun, hihi" balas Gabriel namun ia tetap tak bisa menahan tawanya. Melihat sang Gadis tertawa membuat perasaan Naruto sedikit tenang dan kekecewaan karna gagal menemui adiknya pun perlahan mulai sirna.
"Kau mengejekku" ucap Naruto dengan nada malas.
"Mou Naruto-kun kau tak asik... Aku kan hanya tertawa"balas Gabriel sebal. Lagi lagi Naruto terpana dengan wajah sebal Gabriel yang menurutnya imut.
'Kawai' batin Naruto.
Gabriel heran Naruto memandangya tanpa berkedip sekaipun. Ia melambai lambaikan tanganya di wajah Naruto namun Naruto masih bengong.
"...-kun"
"...ruto-Kun"
"..Naruto-kun"
"Ah ada apa Gabriel-chan" balas Naruto gelagapan karna disadarkan dari lamunan indahnya tentang gadis malaikat ini.
"Dari tadi kau melamun terus" balas Gabriel sengit.
"G-gomen, tapi apa salahnya jika aku melamunkan tentang dirimu" ucap Naruto. Gabriel memiringkan kepalanya tanda tak mengerti ucapan Naruto barusan.
"Maksud Naruto-kun apa"tanya Gabriel yang terkesan polos.
"Bagaimana aku tak terkesan dengan malaikat yang cantik tiada tara duduk disampingku"balas Naruto santai.
Bluss
Wajah cantik Gabriel memerah sempurna mendengar ucapan atau bisa dibilang gombalan dari Naruto.
Plok... Plok... Plok...
Keduanya sontak menoleh kearah sumber suara.
"Wah wah aku tak menyangka jika sang Seraph Gabriel tengah bermesraan dengan seorang manusia" ucap seorang berkerudung yang muncul dari kegelapan.
Gabriel nampak sedikit emosi karna kegiatannya diganggu oleh seorang pria berambut silver. Namun aura yang dipancarkan oleh pria itu nampak mengerikan. Yang dipikirannya kali ini adalah dia kuat.
"Siapa kau apa maumu"tanya Gabiel sambil membuat pedang dari cahaya dan menunjukkan baju tempurnya.
"Hm... Baiklah perkenalkan namaku Euclid Lucifuge salam kenal Gabriel-dono" uca pria itu memperkenalkan dirinya dengan sopan tapi ia tak sedikitpun menurunkan intensitas auranya.
"Lucifuge? Pelayan Lucifer" ucap Gabriel.
"Yap. Anda benar saya adalah pelayan dari sang putra bintang fajar"balas Euclid.
"Apa maumu datang ke teritori wilayah Tenshi"tanya Gabriel sengit tak menurunkan kewaspadaannya.
Euclid dengan santai mengambil sebatang rokok kemudian menyalakannya.
Whusss...
"Aku hanya ingin anda menyerahkan dia" balas Euclid dengan menyodorkan rokoknya kearah Naruto.
"Kau menginginkanku" balas Naruto sambil berjalan menuju Euclid.
"Jangan harap"
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
.
Akhirnya selesai juga, gomen karna chap ini adegan fight masih belum terasa tapi untuk kedepan, pasti ada adegan fight dan romance sesuai chara yang anda pilih.
Jawaban Non Review :
asd
lanjutkan ea
Ok ini udah lanjut
Baka Otouto
cuma mau nyaranin pair Naruto aja dan yang pasti beda dari yang lain ( mungkin ) yaitu :::::... Naruto x Kiryuu ( dari Highschool DxD ) Author-san pasti tau kiryuu dari highschool dxd yang kemesumannya hampir menyamai trio ero / hen**i ...
Saya hargai saran anda namun menurut saya kurang cocok kalau dengan Kiryuu karna di fic ini genrenya Supranatural adventure dan bisa sajakan Kiryuu terancam. Tapi beda lagi ceritanya jika fic genre slice of life.
DAMARWULAN
apa asia akan jadi iblis, dan seandainya beneran jadi iblis, apa naruto akan menghancurkan fraksi iblis
Tergantung niat dari fraksi iblis jika mereka melakukan cara licik maka Naruto sendiri yang akan menghancurkannya, namun sayang di fic ini Asia gx akan jadi iblis
Nobi
Sona thor hehehe
Ok saya tampung sampai final voting chapter 6
DeniTria
lanjuuuuttt
Ok gan
varsyi dobe
ano ..umb mau tanya di chap 1 itu mata naru rinegan bukan ...klo rinegan ...kog gk prnh d pkai
Naruto blom sepenuhnya bisa menguasainya lagipula ia terfokus untuk mengendalikan kekuatan Trihexa
mrheza26
Disini asia nnti jadi iblis ka ?
Kaga, Asia akan tetap human kok
fenixrojo36
Sigue con la publicación de esta historia está excelente yo te sigo apoyando no hagas esperar actualizala cada mes o quincena no abandones esta historia continuala por favor me gusta mucho la historia
Please, use the english language to give a reviews
.
Voting Sementara
(unggul banyak)
Sudah diurutkan.
Profil
Name: Naruto Namikaze
Nicknames:
Partner : Trihexa
Race: Human
Abilities:
Boost! : menggandakan kekuatan,kecepatan,fisik,stamina,regenerasi dan kinerja otak.
Resistant : menghentikan waktu sesaat untuk menahan serangan.
Canon Blaster : serangan dengan menggunakan Sinar laser berwarna hitam yang keluar dari telapak tangan.
Teleport : berpindah tempat dengan sekejap. Cara kerjanya hanya membayangkan tempat yang akan dituju.
Division : merubah Headgearnya menjadi benda apapun yang diinginkan pemilik.
Ruin Fire : memunculkan lingkaran sihir dia atas lawan lalu dari lingkaran sihir tersebut keluar api yang sangat panas yang turun menghujam area di bawahnya. Efek samping dari sihir ini : terlalu banyak memakai Mana dan sangat sulit di kontrol.
Confuse : semacam sihir hipnotis dimana pengguna akan mengganti inggatan korban dengan sesuka hatinya. Efek samping dari sihir ini : pengguna akan merasa pusing.
Equipment:
HeadGear
Sayap mekanik
Magic Paper
Relatives:
Minato (Ayah) - Dead
Kushina (Ibu) - Dead
Shion (Kakak sepupu) - Alive
Shinji Namikaze (Paman) - Alive
Harem List :
-Gabriel (Alpha)
-Sara
Affiliations : -
.
.
See You Next Chap
Kritik dan Saran
Uzumaki Bolt Out
