DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan

Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun

Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)

Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)

Summary:

Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."

Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"

WARNING:

Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc


Chapter 4

"Eughh..."

Changmin menutupi wajahnya dari sinar matahari yang menyilaukan. Tunggu. Matahari? Changmin seketika membuka matanya dan menatap atap kamarnya. Sejak kapan dia disini? Seingatnya dia tertidur di sofa. Dia melihat jam di atas mejanya.

"Jam 7... Masih sangat pagi..."

Changmin mencium bau makanan dan bunyi penggorengan yang bersentuhan dengan spatula. Changmin meregangkan otot tubuhnya lalu bangun dari kasurnya untuk mendapati jaket kulit hitam jatuh dari tubuhnya.

"J-Jaket siapa ini?"

Changmin mengambil jaket hitam itu dan membolak-balikannya. Dia yakin dia tidak mempunyai jaket kulit. Lalu punya siapa ini? Seketika Changmin merasa takut. Apa semalam ada yang masuk keruangan lalu memperkosa nya diam-diam lalu meninggalkan ini? Belum lagi dia tidak mendengar lagu kesukaan Kyuhyun yang selalu dia pasang ketika dia sedang memasak.

Changmin mengendap-endap dan membuka pintu kamarnya perlahan. Pandangannya langsung tertuju pada laki-laki yang hanya menggunakan celana jeans tanpa atasan yang sedang memasak entah apa yang dimasak. Changmin menggenggam jaket kulit itu dengan erat dan berjalan menuju pria itu perlahan.

"Kau sudah bangun ternyata, Changmin"

Changmin tersentak dan seketika jatuh ke lantai "AWW!"

Changmin mengelus bokongnya yang kesakitan dan untuk kesekian kalinya dia hampir berkata kasar tetapi terpotong ketika melihat tangan didepannya. Dia mendongak ke atas dan melihat muka Yunho yang hanya berjarak 30cm dari nya. Changmin terpaku pada muka Yunho yang sangat familiar dengan seseorang dalam mimpinya semalam. Tanpa aba-aba, Changmin ditarik bangun oleh Yunho.

"Duduklah disitu. Aku akan menyiapkan sarapan"

Yunho kembali berbalik dan kembali fokus pada memasaknya. Changmin yang masih berdiri ditempat memperhatikan punggung Yunho yang bertatokan sayap hitam yang terlipat.

"Indah..." Gumam Changmin dalam hati

Changmin mendudukkan dirinya di kursi dan masih memandangi Yunho dari belakang. Pikirannya kembali ke mimpinya semalam. Dimana dia melihat seorang anak laki-laki yang mirip dengan Yunho. Dimana anak kecil itu memiliki mata merah tajam seperti makhluk yang tentu bukan manusia. Dan anak kecil itu tersenyum padanya. Senyuman yang entah kenapa sangat menghangatkan dirinya. Changmin masih memikirkan anak kecil itu dan membandingkannya dengan muka Yunho yang sekarang berada didepannya. Tunggu. Didepannya? Lamunan Changmin buyar dan membuat dirinya dan kursi yang dia duduki terjungkal kebelakang sebelum tangan Yunho menahan Changmin.

"Kau suka sekali menjatuhkan dirimu kelantai ya..."

Pipi Changmin merona sebelum dia membenarkan kembali posisi duduknya "Maaf, Hyung. Aku terkejut karena muka Hyung ada di depanku."

Yunho cuma bergumam iya dan meletakan sepiring nasi goreng didepan Changmin. "Makanlah. Aku akan mandi sebentar."

"H-Hyung tidak makan?" Tanya Changmin.

"Aku sudah makan" jawab Yunho singkat.

Yunho berjalan ke kamar mandi meninggalkan Changmin sendirian di meja makan. Tanpa pikir panjang lagi, ia makan hasil masakan Yunho tersebut. Senyuman merekah dari bibir Changmin. Nasi goreng kimchi kesukaannya. Tidak perlu waktu lama hingga nasi itu habis dilahapnya.

"Kyuhyun dimana ya... Apa dia pergi ke kampus duluan..?" Tanya Changmin

Tiba-tiba saja pintu luar terbuka, mengalihkan perhatian Changmin. Kyuhyun datang bersama Siwon dibelakangnya. Kyuhyun melihat Changmin yang sedang duduk dan dengan secepat kilat dia memeluk Changmin.

"Minnie! Kau tidak apa-apa? Apa Yunho hyung menjaga mu dengan baik? Astaga maaf aku tidak balik semalam pasti kau mencari ku ya?" Ucap Kyuhyun panjang lebar

"Maaf semalam aku membawa Kyuhyun makan malam dan mengajaknya menginap di tempatku" ucap Siwon

Belum Changmin bicara pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Yunho yang kali ini hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Kyuhyun menutup mata Changmin tiba-tiba dan begitu juga Siwon yang menutup mata Kyuhyun

"Hyung! Pakai bajumu! Kau ingin merusak mata Kyuhyun dan Changmin!?" Teriak Siwon

"Oh. Kau sudah kembali" ucap Yunho tenang bahkan tampak tidak peduli.

"Hyung!"

Yunho menghela nafas "Baik-baik. Aku akan pakai pakaian ku"

Yunho mengambil pakaiannya dan kembali masuk ke kamar mandi. Siwon menghela nafas lega lalu menurunkan tangannya dari mata Kyuhyun begitu juga Kyuhyun. Changmin hanya diam karena pikirannya kini terpenuhi oleh Yunho dan tubuh kekarnya. Bahkan Changmin belum juga sadar walau Kyuhyun sudah menjentikkan jarinya beberapa kali

"Minnie, sadarlah. Aduh Hyung mata Changmin rusak karena Yunho hyung" ucap Kyuhyun.

"Kenapa itu salahku?" Tanya pria di sebelah Siwon yang tak lain adalah Yunho

"AAHH!" Teriak Kyuhyun hingga tidak sengaja ia memeluk Siwon

"Hyung..."

"Apa? Aku tidak melakukan apa-apa" ucap Yunho polos

"Berhenti mengagetkan semua orang" Geram Siwon

Yunho terkekeh geli "Maaf." Sebenarnya ia menggunakan kekuatannya untuk muncul di sebelah Siwon tapi dia tidak ingin identitasnya terbongkar

"Kau urus Changmin. Otaknya tidak bergerak dengan baik karena kau tadi" Ucap Siwon kesal

Yunho berhenti tertawa dan menatap Changmin. Dia mendekati Changmin dan menyentuh tangan Changmin sehingga Changmin tersadar dari lamunannya lalu menatap Yunho.

"Y-Yunho hyung..."

"Kau kenapa melamun? Apa karena melihat tubuhku tadi?" Tanya Yunho sembari menyeringai

Changmin menggeleng "T-Tidak. Aku hanya berpikir sesuatu."

Seringai di bibir Yunho menghilang digantikan tatapan dingin biasanya "Kalau begitu mandilah. Kau ada kelas jam 8 bukan?"

Changmin mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi meninggalkan Yunho bersama pasangan WonKyu dibelakangnya.

"Changmin patuh padamu. Ini hal yang baru" ucap Kyuhyun

Siwon menatap Kyuhyun yang masih dipelukannya "Apa maksudmu, Kyunie? Mungkin saja Changmin hanya patuh karena Yunho hyung lebih tua dari nya"

"Mungkin kau benar, Wonnie Hyung..." Ucap Kyuhyun

"Kau panggil aku apa tadi, Kyunie? Wonnie hyung?" Goda Siwon

Muka Kyuhyun langsung merona dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya "K-Kau salah dengar!"

Yunho hanya memutar bola matanya dan mengambil jaketnya di sofa sembari mengingat kejadian semalam. Dimana dia dan Changmin tidur bersama tanpa ada yang menggangu. Dia menatap telapak tangannya yang tadi menggenggam tangan Changmin.

"Hangat..." Ucapnya pelan

BUGHH!

Pandangan Yunho dan WonKyu tertuju pada kamar mandi. Pintu kamar mandi masih dalam kondisi tertutup. Tanpa pikir panjang Yunho langsung berjalan menuju diikuti Kyuhyun dan Siwon. Dia ketuk pintunya dengan pelan sembari menunggu Changmin membukanya. Beberapa saat Changmin tidak menjawab, Yunho langsung mematahkan gagang pintu dan membuka pintunya. Uap panas dari shower ia hiraukan dan masuk ke kamar mandi untuk mendapati Changmin tergeletak di bathtub dengan wajah pucat

"Changmin!" Panggi Yunho sembari menepuk pipi Changmin pelan

Kyuhyun mematikan shower lalu menatap Changmin "Minnie, kau tidak apa-apa?"

"Bawa dia ke tempat tidurnya, hyung" ucap Siwon

Dengan gesit dia angkat tubuh Changmin yang masih basah dan membawanya ke kamarnya. Dia letakkan Changmin di kasur lalu kembali menepuk pipi Changmin dengan pelan. Sedangkan Kyuhyun mencoba mengeringkan tubuhnya Changmin

"Changmin, buka matamu. Kenapa kau jadi pucat seperti ini?" Tanya Yunho

"Akan kubawakan air dan lap" ucap Kyuhyun sembari pergi ke dapur.

"Ada apa dengannya, Hyung? Tadi wajahnya tidak sepucat ini" tanya Siwon

Yunho menggeleng "aku juga tidak tahu, Siwon..."

Changmin membuka matanya "Aku... dimana...?"

Changmin melihat sekitarnya. Changmin melihat padang rumput yang luas dan rumah kecil yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia mencoba berjalan kearah rumah itu tetapi suara teriakan membuatnya berhenti

"Ahhh!"

Changmin berbalik dan melihat pria yang terlihat lebih muda darinya terduduk di atas tanah sembari memegang kakinya yang mengeluarkan darah berwarna hitam. Changmin tertegun melihat darah milik pria itu. Changmin mendekati pria itu perlahan sebelum ada seseorang mendahuluinya terlebih dahulu

"U-know! Sudah kubilang berapa kali, lukamu masih basah!"

"Berisik, Max! Aku hanya berlatih sedikit! Nanti aku menjadi lemah kalau begini!"

"Tunggu beberapa hari lagi, U-know... Setelah itu kau boleh berlatih sepuasmu"

Changmin memperhatikan orang yang dipanggil Max itu. Dia menyentuh wajahnya

"m-mirip denganku... D-dimana ini?"

Changmin duduk di tanah lalu menekuk lutut dan menundukkan kepalanya. Tubuhnya mulai bergetar takut.

"Maafkan aku, Changmin"

Changmin mendongak dan menyadari bahwa Padang rumput itu berubah menjadi dunia yang gelap hanya pria dengan pakaian serba putih dihadapannya. Changmin menatap pria itu dan seketika dia mundur ketika mendapati pria yang mirip dengannya berdiri didepannya

"K-Kau.. s-siapa kau!?"

"Maafkan aku yang telah menarikmu masuk ke dalam masalah ini"

"M-Masalah apa yang kau maksud?"

"Aku tidak bisa menjelaskan banyak padamu. Waktuku hanya sedikit"

"Apa maksudmu? Kenapa aku terjerat masalahmu!? Apa salahku!?"

Max tersenyum sedih "aku hanya ingin... ... bahagia. Karena itu kumohon tinggallah bersamanya dan dia akan melindungi mu."

"Siapa yang ingin kau bahagiakan?"

" ... "

"Aku tidak bisa mendengar mu"

Max berhenti bicara. Dia menyadari dia tidak bisa menyebutkan nama Yunho. Dia hanya tersenyum lirih.

"Kita bertemu lain kali. Maaf mengganggu mu"

Max berbalik meninggalkan Changmin. Changmin bangkit dari duduknya dan mengejar Max. Mencoba meraihnya dan tiba-tiba.

Gelap.

"TUNGGU!"

Changmin membuka matanya dan menatap atap kamarnya yang gelap. Dia bangkit dari tidurnya lalu melihat sekitar.

"Gelap..." Gumamnya dalam hati.

"Kau sudah bangun?"

Changmin tersentak dan menengok ke arah Yunho. Yunho duduk di sebelahnya, menatapnya khawatir. Changmin menatap muka Yunho dan melihat kemiripan wajah Yunho dengan pria bernama U-know di mimpinya. Tangannya meraih wajah Yunho lalu mengelus pipi Yunho

"Mirip..." Ucap Changmin

"Mirip? Mirip siapa?" Gumam Yunho

Changmin terkejut lalu menarik kembali tangannya "m-maafkan aku, hyung."

Yunho menggeleng "tidak apa-apa" lalu bangun dari duduknya dan merapikan pakaiannya "Ini sudah sore. Aku terkejut mendapati mu tergeletak di lantai kamar mandi. Apa yang terjadi?" Lanjut Yunho

Changmin memegang kepalanya "Entahlah... Aku juga tidak tahu... Tiba-tiba saja semuanya menjadi gelap... Dan aku... melihat sesuatu yang tidak bisa ku mengerti..."

Kening Yunho mengerut "Sesuatu? Apa itu? Bisa kau jelaskan padaku?"

"M-Mungkin Hyung akan menganggapku aneh dengan hal ini jadi lebih baik tidak-"

"Katakan, Changmin" paksa Yunho hingga ia tidak sadar suaranya memberat

Changmin mengigit bibir bawahnya "A-Aku melihat padang rumput... l-lalu aku melihat s-seseorang yang mirip dengan Hyung..."

Yunho menegang seketika dan mencengkram kedua lengan Changmin "Apa kau bilang? Seseorang yang mirip denganku?"

Tubuh Changmin bergetar dibawah cengkraman tangan Yunho. Mata tajam mengingatkannya dengan anak dimimpinya yang ia jamin bukan manusia. Mata Changmin tiba-tiba berair karena rasa takut menyelimutinya

"M-Maafkan aku, Hyung. A-Aku hanya mengatakan a-apa yang kulihat."

"Jawab aku. Siapa nama orang yang mirip denganku" Ucap Yunho

Changmin mengalihkan pandangannya dari tatapan Yunho "A-Aku t-tidak tahu..."

"Jangan berbohong, Changmin!" Geram Yunho

Changmin menutup matanya dan merasakan air matanya mengalir ke pipinya "U-U-Uknow..." Jawab Changmin pelan.

Changmin merasakan kedua tangan Yunho lepas darinya, tetapi dia masih tidak berani untuk membuka matanya. Dia takut Yunho akan menyakitinya secara tiba-tiba. Dia mendengar suara helaan nafas dan sesuatu yang basah di pipinya. Changmin membuka matanya perlahan dan mendapati Yunho sedang mencium dan menjilat air matanya.

"Jangan menangis lagi. Air matamu berharga bagiku" Ucap Yunho sembari masih menjilati air mata Changmin.

"H-hyung-"

"Tenanglah. Aku tidak akan pernah menyakitimu"

"H-Hyung, a-aku-"

BRAKKK!

"Minnie, aku pu...lang.."

Kyuhyun yang baru saja membuka pintu kamar Changmin, malah mendapati Yunho yang sedang menjulurkan lidahnya di pipi Changmin sedangkan Changmin sendiri, mukanya merah dan matanya masih sediakala mengalir air mata. Muka Kyuhyun langsung memerah

"SIWON HYUNGGGGGG!" Teriak histeris Kyuhyun.

Siwon yang dipanggil langsung masuk ke kamar Changmin dan melihat kelakuan Yunho yang masih menjilati air mata Changmin. Siwon langsung menarik Kyuhyun keluar dari kamar sebelum Kyuhyun lebih histeris lagi. Changmin yang akhirnya tersadar langsung mendorong tubuh Yunho dan mengusap air matanya. Mukanya semakin memerah ketika melihat Yunho menjilat bibirnya dan memberi Changmin tampang puas.

"Lain kali menangislah hanya saat bersamaku. Aku akan menyenangkan mu Kembali" ucap Yunho

"A-Aku... A-Apa yang h-hyung..."

"Itu caraku menenangkan seseorang yang sedang bersedih"

Muka Changmin semakin memerah "P-Pergi..."

Yunho menatap Changmin tajam "Kau ingin aku pergi? Tapi tanganmu berkata lain, Minnie-ah"

Changmin menarik tangannya kembali dan menjauh dari Yunho. Yunho hanya menyeringai dan bangkit dari duduknya. "Sebut namaku jika kau membutuhkanku. Aku..." Yunho melirik ke arah jendela "harus mengurus sesuatu" lanjutnya

Changmin mengangguk lemah dan Yunho memberikan senyuman kecil kepada Changmin sebelum pergi keluar dari kamar Changmin. Dia melirik kearah Siwon yang sedang menenangkan Kyuhyun yang wajahnya masih memerah sediakala. Tanpa memberitahu pasangan itu, Yunho pergi keluar dengan cepat dan berjalan entah kemana instingnya inginkan

Changmin mengusap wajahnya kasar. "Apa yang baru saja kulakukan... Membiarkan Yunho hyung melakukan itu padaku. Astaga ada apa dengan ku..."

Changmin bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke ruang tamu mendapati Kyuhyun menatapnya khawatir sedangkan Siwon menatapnya seperti meminta penjelasan

"Aku jelaskan nanti. Aku... lapar..."

"Kami membeli makanan sebelum datang kesini. Panaskan saja." Ucap Siwon

Changmin mengangguk dan membisikkan terimakasih pada Siwon lalu pergi ke dapur. Changmin mengambil plastik berisikan makanan dan memanaskannya di microwave. Sejak bertemu dengan Yunho, pikirannya selalu dihantui oleh cuplikan-cuplikan aneh. Mulai dari tubuhnya yang terbakar hingga wajah Yunho yang terlihat lebih muda bermain dengan seseorang yang mirip dengannya hanya berbeda nama. Changmin mengeluarkan makanannya dan meletakkannya di meja. Dia makan dengan diam dan tidak menyadari Siwon duduk didepannya.

"Apa yang terjadi tadi?" Tanya Siwon tiba-tiba hingga menyebabkan Changmin tersedak karena kaget

"A-apa? Kapan kau duduk disitu!? Dan bukankah kau bersama Kyuhyun!?" Tanya balik Changmin.

"Kau melamun sembari memakan makananmu jadi mana mungkin kau menyadari aku datang" ucap Siwon bohong. Dia menggunakan kekuatannya untuk membuat Kyuhyun tertidur dan menteleportasikan dirinya ke depan Changmin tanpa Changmin sadari.

"Jadi... Bisa jelaskan tadi? Kyuhyun sampai syok seperti itu" lanjut Siwon

Changmin meletakkan sumpitnya "A-Aku juga tidak mengerti..."

Siwon menaikkan alisnya sedangkan Changmin mengalihkan pandangannya dari tatapan Siwon. Siwon mengerti dengan gerakan Changmin seakan-akan memintanya untuk tidak membahas tentang hal itu.

"Aku akan bertanya langsung pada Yunho hyung nanti" Ucap Siwon

Changmin mendengar bunyi kursi bergerak dan langkah kaki yang menjauh. Changmin mengigit bibir bawahnya lalu menatap Siwon. Lebih baik dia beritahu daripada Siwon harus bertanya pada Yunho

"Aku melihat seseorang... yang sangat mirip dengan Yunho hyung dan diriku sendiri" ucap nya tegas

Siwon menghentikan langkahnya dan tubuhnya menegang seketika. Dia tidak membalikkan badannya, takut jika ekspresinya akan membuat Changmin menebak jika dia tahu sesuatu.

"Hanya itu?" Tanya Siwon

Changmin menundukkan kepalanya "U-know... dan Max... Dua nama itu... Lalu semuanya gelap. Itu saja..."

Siwon mengepalkan kedua tangannya. "Secepat itukah? Berarti waktunya memang semakin dekat... Kyuhyun bahkan belum mengingat apapun... Aku harus bertindak cepat"

"Terimakasih sudah memberitahu. Aku akan sembunyikan ini dari Kyuhyun."

Changmin menatap Siwon tidak percaya. Siwon berbalik dan tersenyum sebelum ia berbalik lagi lalu berjalan menuju pintu dan keluar begitu saja. Changmin mencengkeram erat kepalanya. Sejak bertemu dengan Yunho, sakit kepalanya semakin parah.

Tunggu.

Sakit kepala? Ya. Sejak dirinya menginjak usia 24 tahun, dia mulai sering terkena sakit kepala. Dari ringan hingga berat. Dokter tidak menunjukkan ada hal aneh dan hanya mengambil kesimpulan bahwa ia terlalu lelah. Padahal dia memiliki waktu tidur yang tidak terbilang sedikit! Bahkan dibandingkan Kyuhyun, waktu tidurnya lebih banyak. Setiap malam ia tertidur berbagai cuplikan kehidupan muncul begitu saja. Dia melihat berbagai macam orang dan puncaknya adalah sejak dia bertemu Yunho. Bahkan tubuhnya sangat merespons Yunho bagai... dia sangat mengenalnya.

"Apa yang terjadi padaku.." ucap Changmin lirih.

Siwon berjalan melewati dingin jalan walau ramai orang lalu-lalang. Langkah kakinya berjalan menuju satu tempat. Yunho. Semua inderanya dia perintahkan untuk mencari Yunho. Dia harus memastikan bahwa Yunho baik-baik saja. Dan disinilah ia berdiri. Di depan gang sempit dan gelap. Lumayan jauh dari asrama ChangKyu dan jalan raya. Siwon menutup hidungnya ketika dia mencium bau amis yang kuat dari gang itu

"Yunho...?" Panggil Siwon

Tidak ada jawaban hanya geraman yang sangat rendah dan insting Siwon mengatakan bahwa itu adalah hal yang tidak baik. Siwon menggerakkan langkahnya kedalam gang kecil itu dan langkahnya berhenti begitu saja ketika dia melihat dua cahaya merah redup dari ujung gang tersebut.

"Si...won..."

Siwon mendekati Yunho walau dirinya harus mengotori sepatunya karena darah yang berceceran dimana-mana. Dan akhirnya ia bisa melihat wujud Yunho yang sedang duduk diantara mayat-mayat manusia yang sudah dia makan. Tubuh Yunho bergetar hebat. Wujudnya bukan lagi manusia, melainkan wujud aslinya yaitu iblis kejam dengan warna merah mewarnai tubuhnya.

"Aku sudah memakan banyak jiwa... Tetapi rasa lapar ini tidak menghilang. Aku kenapa Siwon-ah... Tenggorokanku kering..."

"..."

"Hanya karena air mata manusia itu, aku sampai tertekan seperti ini... Apa selezat itu dia? Siwon-ah... Aku ingin dia... Biarkan aku memakannya... Sakit sekali tubuh ini... Aku tidak tahan..."

"..."

"Siwon-ah- Arghhh!"

Yunho mencengkeram dadanya yang tiba-tiba saja berdenyut sakit. Dia menggeram sambil memukul-mukul dada, berharap rasa sakit itu hilang. Sejak bertemu Changmin saat dia dipersembahkan begitu saja oleh orangtuanya dan dengan bodohnya dia menyelematkan Changmin, tubuhnya hampir menolak semua jiwa yang berusaha dia makan untuk menekan rasa laparnya. Tetapi rasa lapar itu tetap saja tidak hilang. Berkurang tapi belum mampu menghilangkannya dan rasanya sangat menyakitkan.

"Aku akan mencarikan mu mangsa lagi. Tunggu disi-"

"LUPAKAN MANGSA! AKU INGIN CHANGMIN!" Teriak Yunho.

Siwon mengepalkan tangannya "jika aku membiarkan dirinya melahap jiwa Changmin, usaha Marcus akan sia-sia! Tidak. Yunho tidak boleh melahapnya sekarang! Tidak sebelum Kyuhyun mengingat semuanya. Karena kunci keberhasilan berada di tangan Marcus!"

"C-Chang...min... M-Max... Aku lapar..." Rintih Yunho

Siwon mengalihkan pandangannya. Dia tidak kuat melihat orang yang sudah ia anggap menjadi hyung merintih seperti anak kecil.

"Seingatku Changmin pernah mendonorkan darahnya. Dan kebetulan saja aku mencurinya untuk keadaan seperti ini"

Kepala Yunho terangkat ketika mendengar nama Changmin. Tangannya mencoba meraih Siwon.

"A...ku... ingin... Changmin..."

Siwon mengeluarkan satu kantung darah dan ia lemparkan kepada Yunho yang langsung diraihnya dan merobek kantung itu dengan ganas lalu meminum seperti orang yang dehidrasi. Ketika kantung itu habis, dia lemparkan begitu saja lalu mengelap bibirnya.

"Kau sudah bisa mengendalikan dirimu lagi?" Tanya Siwon

Yunho terbatuk-batuk lalu mengangguk. "Masih lapar tapi tidak separah tadi hingga aku kehilangan kewarasan ku" ucapnya.

Siwon menghela nafas "Itu salah mu. Jika kau tidak melakukan hal seperti itu, kau tidak akan seperti ini"

Yunho menatap Siwon tajam lalu memalingkan wajahnya "Aku... Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja tubuh bergerak secara otomatis untuk menenangkannya. Apa kau bisa menjelaskan itu?"

"Aku tidak. Tetapi Marcus mungkin bisa menjelaskan itu." Jawab Siwon

"Kapan kau akan membangkitkan ingatannya?"

"Entah. Secepatnya. Karena ingatannya sangat penting"

Yunho menatap Siwon "Penting?"

Seketika tubuh Siwon menegang "Sial! Aku salah bicara! Aduh... Kalau Yunho sudah ingin tahu, bisa-bisa dia akan menggangu ku seharian"

"Siwon, jawab aku" Ucap Yunho

"Daripada membahas tentang Marcus, lebih baik kau lihat dirimu sendiri."

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Siwon. Apa maksudmu dengan ingatan Marcus yang penting?" Tanya Yunho

"Aku tidak akan memberitahumu walaupun kau adalah sahabatku" Jawab Siwon

Yunho menatap Siwon lalu memalingkan wajahnya dan berdiri. Dia mengerti Siwon. Dia mengenal tatapan muka itu. Dia tahu Siwon serius dan tidak akan mengatakannya. Kecuali bukan waktunya.

Yunho menghela nafas, dengan kekuatannya ia merubah wujudnya kembali dan mengganti pakaiannya. Menjadi iblis memang memudahkan kehidupan di dunia nyata. Dia bahkan menghipnotis keluarga Jung agar menganggapnya sebagai anak mereka sama seperti Siwon kepada keluarga Choi.

"Semakin aku mendekatinya, tubuhku mulai kehilangan kendali. Selalu bergerak otomatis. Bahkan aku mulai tidak suka jika aku melihatmu berada disekitarnya walau kau bersama Marcus" Ucap Yunho sembari mengusap wajahnya.

"Itu karena wajahnya yang mirip dengan Max. Dan sejak kau mengenal Max, bukankah rasa posesif muncul disaat bersamaan?"

"Apa itu hanya karena rasa posesif? Apa... aku jatuh sepertimu?" Tanya Yunho sembari menatap telapak tangannya

Siwon tersenyum kecil dan menepuk pundak Yunho "Tanyakan pada dirimu sendiri. Apa kau mencintainya seperti aku mencintai Marcus?"

"Tapi itu mustahil!" Teriak Yunho

"Aku sudah memastikan diriku untuk hanya melahap jiwanya karena dia mengikatku! Hanya itu! Aku tidak... mencintai nya..." Lanjut Yunho

"Tenangkan dirimu. Suatu saat kau akan mendapatkan jawabannya. Aku hanya pesankan satu hal pada mu."

Yunho menatap Siwon bingung

"Jaga dia. Jangan biarkan dia direbut Yang Mulia lagi. Atau kau... akan menyesal" Lanjut Siwon

TBC

R&R