DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan

Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun

Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)

Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)

Summary:

Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."

Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"

WARNING:

Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc


Chapter 5

"Jaga dia. Jangan biarkan dia direbut Yang Mulia lagi. Atau kau... akan menyesal"

"Aku... menyesal? Tch. Kenapa aku harus menyesal? Bukankah jika dia mati aku akan bebas? Siwon pasti menjebak ku agar dia bisa mengambil tahta neraka. Pintar juga dia" Ucap Yunho.

Baru semalam Siwon berkata seperti itu kepada Yunho dan sekarang dia tidak bisa berhenti memikirkannya. Perasaannya kian memburuk sejak bertemu Kibum dan dua anak buah Jaejoong. Apa yang mereka rencanakan membuatnya sedikit tidak bisa tenang. Sepanjang hidupnya, ini adalah kedua kalinya ia merasakan hal ini. Yang pertama adalah sebulan sebelum Max hilang dari kehidupannya dan sekarang terjadi lagi tepat setelah dia mendekati Changmin. Apakah ini pertanda sesuatu yang buruk akan datang?

"Jika aku menemui Jaejoong... Apa dia akan memberitahukan ku? Tidak mungkin, dia bahkan tidak menyukaiku..."

Yunho menghela nafas dan membaringkan tubuhnya di kasur "Max... Aku bingung... Aku membencimu... Tetapi aku tidak bisa berhenti memikirkan mu..."

"Changmin-ssi!"

Kepala Changmin dan Kyuhyun mendongak ke arah dua pria yang mendatangi tempat duduk mereka berdua. Kyuhyun menatap Changmin dengan penuh tanda tanya sedangkan Changmin hanya menggeleng tidak tahu

"Maaf mengganggu makan siang kalian. Apa kami boleh duduk disini?" Tanya pria yang lebih pendek dari satunya

Changmin mengangguk "silahkan"

Pria yang lebih pendek tersenyum riang sedangkan pria yang lebih tinggi bergumam terimakasih dan duduk di seberang Changmin dan Kyuhyun.

"Umm... Apa aku mengenalmu?" Tanya Changmin langsung

Pria yang lebih pendek terkejut "Ah ya! Kami belum memperkenalkan diri. Kenalkan namaku Kim Junsu. Kita satu jurusan dan baru saja tadi kita satu ruang" Ucap Junsu

"Nama ku Park Yoochun. Dari jurusan seni rupa di bidang Model. Semester 5. Dan aku adalah kekasih Junsu"

Mulut Kyuhyun berbentuk "O" sedangkan Changmin mengangguk. Pantas ia merasa pernah melihat Junsu di suatu tempat. Ternyata mereka satu kelas.

"Apa kau kenalan Kim Soengsaengnim?" Tanya Changmin

"Ahhh maksudmu Jae-hyung? Aku Adiknya" Jawab Junsu

Changmin mengangguk lagi "Pantas kalian mirip..."

Yoochun tersedak "m-mirip?" Tanyanya.

Junsu memberikan Yoochun air dan menepuk pelan punggungnya lalu menatap Changmin sembari memiringkan kepala "Mirip? Wow kau orang pertama yang mengatakan itu. Banyak yang berkata aku tidak mirip sama sekali"

"Eh?"

"Changmin punya imajinasi yang tinggi jadi tentu saja dia berkata hal yang berbeda dari yang lain" ejek Kyuhyun

Changmin memukul kepala Kyuhyun lalu menatap Junsu "umm... Entahlah. Tapi perasaanku berkata seperti itu..."

Junsu dan Yoochun saling bertatapan. Mereka mengetahui pikiran masing-masing tanpa perlu mengeluarkan suara.

"Hei Changmin-"

"Apa yang kalian berdua lakukan bersama Changmin ku?"

Keempat mahasiswa itu menengok ke arah suara dan mendapati Yunho dengan raut wajah marah dan kedua tangan yang mengepal. Junsu langsing menggenggam tangan Yoochun dan tubuhnya bergetar ketakutan. Yoochun menatap tajam Yunho sembari menggenggam balik tangan Junsu

"Yunho hyung..." Bisik Changmin.

Yunho berjalan mendekati Changmin lalu menariknya ke pelukannya "Aku tidak tahu rencana kalian tetapi aku tidak akan membiarkan kalian mencuci otak Changmin ku dengan kata-kata busuk kalian"

Mulut Kyuhyun terbuka lebar ketika mendapati sahabatnya dengan cepat berada di pelukan Yunho. Kinerja otak Kyuhyun berhenti bekerja karena sejak kemarin dia selalu dibuat shock oleh kelakuan Yunho dan Changmin juga entah kenapa hanya menerima kelakuan Yunho seperti sudah biasa mengahadapi hal seperti ini

"H-Hyung..." Bisik Changmin yang langsung mendapat pelukan yang lebih erat lagi dari Yunho

Yoochun menghela nafas "Tenang dulu Yunho hyung. Kami tidak melakukan apa-apa padanya. Junsu hanya ingin Changmin menjadi partner tugas kelompoknya karena hanya tersisa mereka berdua dikelasnya"

"Aku tidak percaya pada kalian" ucap Yunho

"Junsu baru saja ingin memberitahu Changmin sebelum ada seseorang yang datang dan membuat Junsu menunduk ketakutan"

Yunho menatap Yoochun lalu menatap Changmin yang mukanya memerah karena tangan Yunho yang berada di... Ummm... dada bidangnya. Dan karena pelukan yang erat membuatnya sedikit... Meremasnya. Yunho langsung melepaskannya Changmin lalu duduk disebelahnya yang langsung membuat Changmin terkejut

"Kalau begitu, ucapkan pada Changmin sekarang. Aku akan mendengar" ucap Yunho.

Yoochun menghela nafas lagi lalu menepuk kepala Junsu pelan "Junsu, beritahu Changmin mengenai tugas tadi. Deadline-nya hanya sebentar bukan? Semakin cepat dikerjakan semakin baik"

Junsu mengangguk lalu menatap Changmin sambil berusaha tidak melihat aura hitam Yunho yang mencoba mengelilingi Changmin.

"Umm... Aku hanya ingin menjadi partner mu karena ku pikir kita bisa menyelesaikan tugas ini dengan cepat..."

"Ouh ya tugas baru kita mengenai perubahan budaya kan?" Tanya Changmin

Junsu mengangguk "iya itu... Apa aku perlu ke kamar mu atau kau datang ke kamar ku?" Tanya Junsu

Changmin diam sejenak lalu tersenyum "Kau bisa datang ke tempatku. Lagi pula weekend minggu ini, Kyuhyun akan pergi bersama orangtuanya. Iyakan Kyu?"

Kyuhyun mengangguk "yup. Sudah hampir satu bulan aku tidak bertemu orangtuaku. Ibuku pasti akan senang jika kau ikut, min"

"Maaf. Kau lihat aku sibuk dengan tugas baru ini. Mungkin lain kali" ucap Changmin

"Aku akan menemani mu selama Kyuhyun pergi" Ucap Yunho sembari menyandarkan kepalanya ke pundak dan tangannya memeluk pinggang Changmin

Kyuhyun menatap Yunho tajam "aku belum memperbolehkan mu untuk menjaga Changmin. Lagi pula dia bisa menjaga dirinya sendiri"

"Changmin kekasihku jadi apa salahnya jika aku menjaganya?"

Changmin langsung tersedak makanannya, Yoochun menatap Yunho tidak percaya, Junsu tersenyum senang, dan Kyuhyun membelalakkan matanya kaget.

"Kalian sudah jadian!? Ahhh manisnya.. selamat ya Changmin"

Kyuhyun yang sudah sadar langsung memukul meja "Yak! Apa maksudmu!? Changmin bukan kekasihmu!"

"Changmin memang kekasihku. Kau lihat betapa intimnya kita kemarin?" Ucap Yunho sembari mengecup pelan pipi Changmin

"Shim Changmin! Jelaskan padaku!" Geram Kyuhyun

Mata Changmin tidak bisa berhenti bergerak kesana-kemari-kemari. Dia terlihat sangat gugup. Siapa pun pasti akan sepertinya jika ada pria yang dia baru kenal kurang dari seminggu tiba-tiba saja menyebut dirinya sebagai kekasih.

"A-Aku dengan h-hyung... Ka
mi sepasang kekasih-" Changmin menutup mulutnya dengan cepat. Dia melirik Yunho dan seringai menghiasi wajahnya.

"Kau dengar? Bahkan Changmin menyetujui ku" Ucap Yunho. Tangannya berjalan menuju ke paha Changmin yang terbalut celana jeans ketat dan mengelus pelan.

Yoochun dan Kyuhyun membelalakkan matanya sedangkan Junsu hanya tersenyum manis seperti dia sudah mengetahui hal seperti ini. Yoochun menatap Changmin tidak percaya lalu ia tajam Yunho. Dia tahu pasti Yunho melakukan sesuatu pada Changmin. Yoochun dan Junsu tahu bahwa Changmin, keturunan terakhir Max hanya manusia yang pasti akan sangat mudah untuk dikontrol oleh iblis seperti Yunho.

"A-Apa!? Changmin! Katakan padaku bahwa itu tidak benar!" Ucap Kyuhyun tidak terima

"Kau banyak bicara, Kyuhyun. Kau saja sudah menjadi kekasih Siwon, jadi apa salahnya jika Changmin bersamaku?" Ejek Yunho

Muka Kyuhyun memerah sedangkan Changmin hanya duduk diam tidak berkutik. Ingin rasanya ia meneriaki Yunho tapi tubuhnya berkata lain. Tubuhnya mengikuti apa saja yang Yunho mau seperti dikendalikan.

"Hyung... Kau apakan lagi Kyuhyun?" Tanya Siwon tiba-tiba dari belakang Kyuhyun

Kyuhyun berbalik sambil menatap Siwon dengan mata yang berlinang air mata. Wajahnya masih merah dan Siwon hanya tertawa kecil melihatnya. Siwon mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.

"Dia tidak percaya jika Changmin adalah kekasihku. Aku hanya menekankan sedikit padanya. Itu saja" Jawab Yunho

Siwon mengangkat alisnya sebelah dan menatap Changmin yang hanya menundukkan kepalanya. Oh ya ampun Siwon pasti juga mengetahui bahwa Yunho mengendalikan Changmin dalam sedetik dan membuatnya mengatakan yang tidak-tidak.

"Hyung, katakan padaku bahwa Yunho Hyung berbohong padaku. Mana mungkin Changmin ku yang masih polos ini mempunyai kekasih seseram Yunho hyung. Aku tidak sudi!" Ucap Kyuhyun

"Sudahlah, Kyu. Biarkan mereka seperti itu. Mungkin Changmin hanya main-main saja. Hyung, berhenti mengganggu Changmin. Apa kau tidak kasihan dengannya?"

Seringai Yunho hilang sekejap tergantikan dengan tatapan mematikan. Junsu terkejut dan senyumannya juga ikut hilang. Siwon hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Yunho.

Changmin bangkit dari duduknya lalu menarik tangan Yunho "K-Kau, ikut dengan ku" ucapnya lalu membawa pergi Yunho yang tersenyum pada Siwon penuh kemenangan.

Junsu terkesiap melihat Changmin sedangkan Yoochun hanya menggelengkan kepalanya. Kyuhyun yang tadi tidak percaya dengan Changmin semakin memaki Siwon hingga menendang betis Siwon dengan keras yang langsung mendapat teriakan kesakitan darinya.

Changmin membawa Yunho ke belakang gedung jurusan yang selalu sepi. Hanya sedikit mahasiswa yang tahu tempat ini. Yunho yang dibawanya hanya tersenyum kecil hingga sebuah tangan memukul tepat di pipi kanannya.

PLAK!

Yunho membelalakkan matanya ketika merasakan rasa perih di pipinya. Matanya melirik Changmin yang memandangnya dengan wajah merah dan mata yang berlinang air mata. Demi dewa apapun yang ada di bumi ini, baru pertama kali ada manusia yang berani menamparnya -terkecuali untuk Max yang memang tidak takut dengannya- dan manusia itu adalah Changmin. Keturunan Max memang sama sepertinya, tidak takut iblis!

"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan padaku tapi kumohon jangan mengganggu sahabatku" Ucap Changmin

Yunho menyeringai "Kau yang mengatakannya sendiri. Apa salahku?"

"Berhenti berpura-pura! K-Kau pasti melakukan sesuatu padaku! Siapa kau sebenarnya!? Apa kau juga salah satu makhluk-makhluk yang mengincar nyawaku!? Apa aku harus mati dulu baru aku merasa tenang!?" Teriak Changmin yang sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi.

"..." Yunho tidak menjawab apapun

"Jawab aku! Siapa kau!? Apa mau mu!? Kau tiba-tiba datang ke kehidupanku, membuatku gila dengan semua cuplikan-cuplikan aneh saat aku tidur lalu kau tiba-tiba saja menyebut dirimu kekasihku!? Kau gila!" Lanjut Changmin

"Kau tidak perlu tahu aku siapa. Yang hanya kau perlu tahu adalah... Kau, milikku." Jawab Yunho

"Apa maksudmu!? Aku milikmu? Hah! Kau pasti gila. Aku adalah milikku sendiri bukan milikmu atau siapapun. Kumohon jauhi aku mulai dari sekarang" Ucap Changmin kasar

Yunho menatap Changmin dan Changmin bisa melihat kilatan berwarna merah dari mata Yunho. Changmin masih menguatkan dirinya lalu berjalan menjauh dari Yunho sebelum sebuah tangan dengan cepat menariknya dan menabrakkannya ke dinding didekat mereka.

Changmin mengerang sakit lalu menatap Yunho untuk dihadiahi tatapan Yunho yang membuat nyalinya seketika mengecil. Changmin bisa merasakan aura yang menyeramkan dari Yunho. Sangat mengintimidasinya dalam sekejap. Changmin berharap Kyuhyun tiba-tiba muncul dan menyelamatkannya.

"Sejauh manapun kau pergi, pada akhirnya aku akan selalu menemukan mu" Ucap Yunho dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya.

"Aku penasaran... Jika Marcus bisa bereinkarnasi... Apa dirimu juga bisa, Max?" Tanya Yunho

Changmin menatap Yunho dengan bingung. "M-Max? S-Siapa Max?"

"Ini adalah yang terakhir. Apa kau tidak akan muncul dihadapan ku, Max? Ini sudah 300 tahun sejak aku mengincar setiap keturunanmu. Aku lelah." Lanjut Yunho bermonolog sendiri sambil memandang wajah Changmin yang ketakutan

"A-apa yang kau bicarakan? 300 tahun? K-Keturunan?"

Tangan Yunho yang bebas perlahan menyentuh pipi Changmin "Rasa apa ini? Saat aku melihatmu tubuh ini selalu bertindak otomatis dan posesif"

Tubuh Changmin bergetar karena sentuhan dari Yunho. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Antara ketakutan atau sesuatu dari dalam dirinya yang tidak bisa ia jelaskan

"Apa aku jatuh juga seperti Andrew?"

"L-Lepaskan aku..." Mohon Changmin

"Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Max. Tidak akan pernah" Ucap Yunho sebelum dia membuka mulutnya lalu mengigit leher putih Changmin dengan keras, menancapkan gigi tajam miliknya, membuat tanda ditubuh polos Changmin.

Sakit. Itu yang ia rasakan sekarang. Dia ingin berteriak sekeras mungkin tetapi tidak ada suara pun yang keluar dari mulutnya yang terbuka lebar. Kedua tangannya ditahan begitu saja di samping kepalanya. Tubuhnya semakin lemas ketika menyadari bahwa Yunho tidak hanya mengigit lehernya tetapi ikut meminum darahnya.

Tubuhnya yang mulai tidak kuat menopang berat tubuhnya ditarik kedalam pelukan oleh pria yang masih senantiasa meminum darahnya. Tangannya dengan lemah meremas rambut hitam milik Yunho, menariknya dengan lemah yang tentu saja tidak dirasakannya olehnya. Pandangan Changmin mulai menggelap, ketika dia merasakan ada tangan yang menariknya menuju dunia mimpi.

"Sudah cukup, U-know"

Tubuh Yunho menegang dan kesadarannya kembali ketika mendengar suara yang sangat dirindukannya. Yunho menarik mulutnya dari leher yang sudah ternodai dengan darah dan menatap wajah yang sedang tersenyum dihadapannya.

"Tatapan dan suara itu! Tidak salah lagi..."

Suara tawa kecil menarik perhatian Yunho "kau masih saja makan dengan berantakan. Aku harus memberimu pelajaran."

"M-Max..."

Max yang mengambil alih tubuh Changmin tersenyum kecil "ya. Ini aku, U-know"

Yunho tidak tahu harus bertindak seperti apa. Di satu sisi dia sangat membenci manusia ini, tetapi di satu sisi juga dia sangat merindukannya. Tangannya menyentuh kedua pipi Max. Rasanya mirip dengan Changmin, dan dia tadi juga mengigit Changmin, tetapi kenapa ada Max dihadapannya? Yunho memundurkan dirinya lalu menatap Max yang menggunakan pakaian yang sama persis dengan Changmin -dengan bercak darah di kemejanya- sambil memijat pelan lehernya yang sedikit pegal karena dipaksa ditekuk oleh Yunho.

"B-Bagaimana mungkin? Tadi aku bersama Changmin... Sekarang ada dirimu di hadapanku... Apa yang terjadi..." Tanya Yunho

Max memutar matanya melihat tingkah laku Yunho yang masih dianggap kecil olehnya "U-know, aku menggunakan tubuh Changmin. Tentu saja jika kau masih bersama Changmin."

"A-Apa setelah mengigit mu kau mengingat semuanya? Apa kau benar-benar reinkarnasi seperti Marcus!?" Ucapnya sedikit bersemangat

Max tersenyum lirih melihat Yunho yang masih berharap "Tidak U-know. Aku tidak bereinkarnasi. Aku hanya meminjam tubuh Changmin"

Senyum Yunho menghilang seketika "A-Apa tidak mungkin ya...?"

Max menggeleng "aku tidak mati dengan biasa seperti Marcus, aku tidak akan pernah bereinkarnasi"

"Lalu untuk apa kau muncul di hadapanku? Apa karena kau akan kalah jadi kau menggangguku?" Tanya Yunho

"Tidak. Bukan itu" Jawab Max

"Jika aku bereinkarnasi seperti yang kau inginkan, apa yang mau kau lakukan padaku?" Tanya balik Max

Yunho memalingkan wajahnya dari Max "entahlah... Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersamamu"

Yunho menatap Max kembali "Aku rindu bermain bersamamu" lanjutnya.

Max tersenyum "baiklah. Aku akan bersamamu satu hari ini. Tapi setelah waktu melewati pukul 12 malam, aku akan pergi lagi."

"Secepat itu?"

"Tubuh ini bukan milikku, U-know."

Yunho menunduk lalu menarik tangan Max "Ayo ke apartemenku... Kita habiskan waktu di sana"

Max mengangguk "baiklah. Bawa aku ke tempatmu"

"Kyuhyun sudahlah... Yunho hyung tidak akan melakukan hal yang buruk pada Changmin..." Ucap Siwon

Sejak Changmin membawa Yunho pergi, Kyuhyun tidak bisa berhenti membicarakan tentang apa yang akan terjadi jika Changmin sendirian bersama Yunho. Junsu dan Yoochun yang sejak tadi juga mendengarkan Kyuhyun hanya tersenyum menatap pasangan didepan mereka.

"Junsu, kau sudah menemukan pasangan untuk tugas mu?"

Keempat mahasiswi itu menengok ke arah suara dan langsung membungkuk hormat ketika melihat Kim Jaejoong guru jurusan seni dan Kakak dari Junsu. Well mungkin itu dimata Kyuhyun tetapi tidak dengan tiga orang lainnya.

"Jae Hyung~~" panggil Junsu dengan nada imut

"Ah soengsaeng- Eh?" ucap Kyuhyun sembari menunduk hormat lalu menatap kaget Jaejoong

"Cho Kyuhyun dari jurusan arsitektur. Dan Choi Siwon dari jurusan bisnis" Tebak Jaejoong

Siwon dan Kyuhyun mengangguk.

Jaejoong juga mengangguk lalu menatap Junsu "Jadi?"

"Ah ya tadi aku sudah meminta Changmin menjadi partner kerja ku. Tapi... Dia dibawa kabur oleh Yunho hyung. Um... Eh Changmin yang kabur bersama Yunho hyung" ucap Junsu

Jaejoong memiringkan kepalanya "Yunho? Jung Yunho?"

"Soengsaengnim mengenal Jung Yunho?" Tanya Kyuhyun

"Tentu saja. Aku... Teman lamanya" Jawabnya singkat.

"Oohh... Apa Yunho hyung orang yang baik?" Tanyanya lagi

"Kyuhyun, jangan berlaku tidak sopan didepan soengsaengnim..." Ucap Siwon

"Dia baik jika dia menyukai orang kalau tidak suka dia akan terlihat dingin. Sudahlah aku tidak ingin membahas pria gila itu. Junsu dan Yoochun, temui aku sepulang kampus nanti." Ucap Jaejoong

"Eh? Hyung tidak ada kelas lagi?" Tanya Junsu

"Jam kerja ku selesai pukul 3 nanti. Bertepatan dengan waktu pulang mu"

Junsu mengangguk "Baiklah hyung. Sampai ketemu nanti" Ucap Junsu sambil melambaikan tangan

Jaejoong menepuk kepala Junsu lalu jalan meninggalkan mereka. Dia berjalan menuju kelasnya selanjutnya hingga langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sedang bersandar di dinding seperti sedang menunggu kedatangannya.

"Kim Heechul dari Jurusan model. Sedang apa kau disitu?" Tanya Jaejoong

Pria yang berparas cantik itu menegakkan tubuhnya lalu tersenyum pada Jaejoong. "Ternyata betul kata Asmodeus. Kau benar-benar masih hidup. Hanya... mukamu terlihat sedikit berbeda"

"Aku tidak mengerti apa maksudmu"

Heechul berjalan mendekati Jaejoong lalu bertatapan dengannya "Kau pikir kau bisa bersembunyi dariku? Aku penasaran kenapa iblis setinggi dirimu mau tinggal di dunia yang buruk seperti ini. Apa neraka sudah membosankan bagimu?"

"Kembalilah ke kelas mu, Kim Heechul" Ucapnya dingin

"Oh. Kita bermain menjadi murid dan guru? Baiklah. Aku akan ikuti jalan permainanmu. Aku hanya ingin bilang padamu, bahwa Yang Mulia sudah mulai bergerak mencari setengah jiwa milik manusia itu. Aku tahu kau membawanya kabur waktu itu"

Tubuh Jaejoong menegang walau raut wajahnya tetap menatap dingin Heechul. Dia berjalan melewati Heechul yang masih senantiasa tersenyum mengejek dari belakang. Pikirannya mulai terganggu setelah Heechul memperingatinya. Dia sudah yakin jika dia tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Dan tiba-tiba satu nama muncul di benaknya

"Kim Kibum..." Geramnya rendah

"Jadi kau tinggal bersebelahan dengan Andrew..." Ucap Max sembari melepas sepatunya

"Ya begitulah. Kebetulan keluarga Jung dan Choi dekat jadi kita gunakan saja kedekatan ini." Balas Yunho

Yunho dan Max langsung meninggalkan kampus dan pergi ke apartemen milik Yunho. Max melihat-lihat ruangan apartemen milik Yunho. Hampir semuanya berdominan warna gelap selain pintu paling jauh yang berwarna putih bersih. Max melangkahkan kakinya menuju kamar tersebut dan membukanya. Matanya melebar ketika melihat baju terakhir yang ia kenakan saat ia mati tergantung di bingkai yang berlapis warna perak. Masih terdapat bekas bakar di beberapa sisi tetapi ia hiraukan. Padahal dia sangat yakin jika tubuhnya sudah dibawa pergi oleh sahabatnya, Mar-

"Kau suka apa yang kau lihat?" Tanya Yunho yang sedang bersandar di dinding.

"Entahlah. Aku hanya sedikit terkejut melihat baju terakhirku" balas Max sembari membalikkan badannya untuk menatap Yunho.

"Tidak ingin tahu darimana kudapatkan baju itu?"

Max menggeleng "untuk apa aku tahu? Baju itu hanyalah sebuah baju yang dipajang. Tidak ada maknanya sama sekali untukku"

"Mungkin untukmu tidak ada. Tapi baju itu sangat bermakna bagiku"

Alis Max terangkat satu "Benarkah? Aku terharu mendengarnya."

Yunho berjalan menuju sofa yang diikuti oleh Max dibelakang lalu duduk bersebelahan "Baju itu mengingatkan bahwa betapa lemahnya diriku saat itu hingga tidak bisa melindungi mu dari Yang Mulia. Aku selalu berlatih sejak hari itu untuk merebut mu darinya." Ucap Yunho sembari menatap Max

"Karena itulah aku selalu berusaha mengejar semua keturunanmu tanpa pandang bulu hingga aku... Bertemu dengan anak kecil bernama Shim Changmin. Aku melihat mu di matanya yang masih polos dan aku... tiba-tiba saja berhenti untuk memangsanya..." Lanjutnya

Max mengelus rambut Yunho sedangkan Yunho sendiri merebahkan tubuhnya dipangkuan Max. "Benarkah? Jadi kau berhenti karena Changmin sangat mirip dengan ku?"

Yunho menutup matanya dan mendekatkan dirinya ke Max "mungkin... Apa aku jatuh seperti Andrew?"

"Entahlah. Apa kau berpikir seperti itu?"

"Tidak tahu. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Apa kau merasakan hal yang sama denganku?" Tanya Yunho

Max tersenyum lembut "apa kau ingin aku merasakan hal yang sama?"

Yunho membuka matanya lalu menatap Max "... Mungkin... Ya."

"Aku terkejut saat kau berkata itu. Tidak ku sangka Iblis ku yang dulu masih sangat muda bisa tahu apa itu cinta. Ingin rasanya aku meneteskan air mata" gurau Max sembari mengusapkan matanya

Dahi Yunho berkerut dan dia memajukan bibirnya "Ini tidak lucu. Aku serius, Max. Apa jangan-jangan hanya aku saja yang merasakan hal itu?"

"Memang apa yang akan kau lakukan jika aku memiliki rasa yang sama denganmu?"

Yunho menggenggam tangan Max dan menatapnya dengan serius "Aku akan mendapatkan mu kembali walau harus mengorbankan nyawaku sendiri"

Senyum Max menghilang begitu saja. Apa telinganya tidak salah dengar? Yunho nya yang sudah ia sayang dan ia cintai ingin merelakan nyawanya sendiri demi dirinya yang sudah pasti tidak bisa kembali lagi. Ingin rasanya dia menangis saat itu juga. Tetapi dia harus kuat demi Yunho nya. Dia sudah meneguhkan keinginan terakhirnya. Dia tidak boleh lemah walau karena Yunho nya.

Max menyentuh tangan Yunho dengan tangan satunya "Tidak. Aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Kau tidak perlu merelakan dirimu untukku. Lagipula saat itu aku hanya mencintaimu seperti aku mencintai anak-anak yang ku ajarkan. Tidak lebih dari itu." Balasnya sambil memalingkan wajahnya.

"Jadi... Tidak mungkin ya..."

"Maafkan aku, Uknow"

Yunho bangun dari tidurnya lalu memeluk Max dengan erat "kalau begitu biarkan kita seperti ini untuk sementara. Karena aku tidak tahu apa aku bisa bertemu lagi denganmu."

Max memeluk balik Yunho sembari mengelus punggung Yunho. Matanya menahan air mata karena kepala Yunho mengelus-elus pundak dan lehernya. Max juga merindukan iblis nya yang kini sudah semakin dewasa tanpanya. Di balik rasa rindunya yang besar, rasa bersalah juga muncul ketika dia meninggalkan Yunho yang masih muda - kira-kira seperti anak umur 16-17 - sendirian dengan rasa dendam yang besar.

"Max... Aku lelah..." Gumam Yunho

"Bukankah kau ingin menghabiskan waktu bersama ku?"

"Aku... juga tidak tahu... Aku hanya ingin mendengar dan merasakan jika kau ada bersamaku"

"Kau seperti anak kecil yang kehilangan Ibunya" Gurau Max

"Mungkin benar. Dan kau Ibuku... Karena aku kehilangan dirimu" Balas Yunho

"Apa kau ingin tidur?" Tanya Max

Yunho menggeleng lemah "Aku takut jika aku tidur... lalu aku terbangun mendapatimu menghilang lagi. Kumohon jangan tinggalkan aku lagi..."

"Bukankah aku selalu bersamamu? Changmin memang bukan diriku. Tapi aku tahu pasti dia bisa menjaga layaknya aku menjagamu"

"Dia menolak ku tadi... Walau sikap pemalu nya sangat menggemaskan"

Max memutar bola matanya "Semua orang juga akan menolak mu jika kau bertindak seperti tadi. Gunakan otakmu dengan baik, Uknow"

Yunho terkekeh geli "Jadi aku harus seperti Andrew yang selalu memanjakan Marcus?"

"Kau tahu persis bagaimana sikap Changmin. Buka mata dan hatimu lalu kau akan menemukan jawabannya. Kau mengenal Changmin lebih dari Kyuhyun. Aku tahu kau pasti bisa membujukku. Aku akan membantumu sedikit" Ucap Max

Yunho menatap Max bingung "dengan apa?"

Max tersenyum "aku akan mengubah sedikit ingatannya. Dia tidak akan mengingat mu menggigitnya, hanya sampai kau memperkenalkan dirimu sebagai kekasihnya. Setelah itu kau urus sendiri bagaimana caranya"

Yunho membelalakkan matanya "A-Apa? Tapi aku tidak tahu bagaimana-"

"Kau tahu dan kau bisa. Anggap dia diriku jika itu sulit. Ungkapan perasaanmu seperti tadi. Jangan takut. Changmin pasti mengerti dan akan terbuka untukmu"

Yunho menatap Max lalu mengangguk. "Baiklah. Aku akan mencoba. Ah!"

Max memiringkan kepalanya "ada apa? Apa kau melihat tanda aneh di leher ku? Akhirnya kau sadar juga. Tenang saja, asalkan tubuh ini tidak dalam bahaya, tanda itu akan hilang dengan sendirinya." ucap Max

"Kau tahu darimana hal seperti itu? Aku bahkan-"

"Aku tahu karena dulu kau juga pernah melakukan hal yang sama tapi bukan di leherku. Hanya ditangan. Jadi tentu saja aku bisa menutupinya. Dan satu lagi, Uknow"

"A-Apa itu?" Tanya Yunho gugup

"Kau sudah membuat Changmin dalam bahaya"

"H-Hah!?"

TBC

So what do you think about this story so far?

R&R