DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan
Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun
Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)
Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)
Summary:
Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."
Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"
WARNING:
Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc
Chapter 6
"Hah!?"
"Tanda ini akan membuat Changmin dalam bahaya"
Yunho mengedipkan matanya beberapa kali "Bukankah bagus jika aku memberinya tanda kepemilikan? Para iblis rendah itu tidak akan-"
"Kau salah Uknow. Tanda ini akan membuatnya semakin dalam bahaya! Apa kau lupa Ayahmu mengincar ku?"
Yunho menggeram rendah "Sial. Aku lupa hal itu. Apa bisa ditutupi dengan syal?"
"Tandanya mungkin bisa tapi tidak pada baumu di tubuh Changmin. Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan pada Changmin?"
Wajah Yunho memerah sedikit mengingat apa yang sudah ia lakukan pada Changmin yang baru mengenalnya beberapa hari lalu "K-Karena aku tidak sabar untuk memakannya jadi aku hanya mencicipi-"
"Astaga Uknow! Changmin bukan makanan!"
"Tapi jiwa manusia memang makanan ku! Apalagi ketika ada samar-samar baumu di tubuhnya. Aneh sekali..."
Tubuh Max menegang "dia belum boleh tahu sebenarnya!"
"Mungkin hanya kebetulan. Dia keturunan ku bukan?"
"Jadi aku harus bagaimana? Kekuatanku belum pulih seutuhnya. Dan akan pulih jika aku memangsa Changmin." Tanya Yunho.
"Changmin adalah kunci terakhirmu, Uknow. Dan bukan dengan cara memangsanya untuk mengembalikan kekuatanmu"
Dahi Yunho berkerut "Lalu? Dengan cara apa aku bisa mengembalikan kekuatanku? Melakukan seks? Menikahinya? Menciumnya?"
"Changmin harus memberikan- ack!"
Max mencengkeram kepalanya yang tiba-tiba mendenyut sakit. Yunho dengan sigap menahan tubuh Max sebelum dirinya terjatuh ke lantai.
"Max! Kau baik-baik saja?"
Max mengangguk pelan "waktuku menipis... Changmin sudah ingin bangun..."
"Apa secepat itu? Apa kau tidak bisa membuatnya tertidur lagi? Aku masih ingin bersamamu, Max..."
"Kekuatanku semakin melemah, Uknow. Aku tidak bisa menahannya. Bagaimanapun juga aku hanya roh yang meminjam paksa tubuh Changmin. Aku harus keluar ketika pemilik tubuh ini akan bangun"
"Tapi masih banyak yang harus kau jelaskan padaku!" Ucap Yunho
Max menatap Yunho sambil tersenyum lemah "Tanpa aku beritahu pun... suatu saat... kau akan mengetahui semuanya... Saat Changmin menginjak usia 25 tahun... di saat itulah... semua terungkap"
"Semua? Apa maksudmu?" Tanya Yunho
Pandangan Max menggelap ketika ia merasakan Changmin mulai bangun dari tidurnya "Tolong... jaga... Changmin..." dan setelah itu pandangan Max gelap.
。
。
。
"Hyung, ada apa? Oh? Kukira hyung hanya meminta ku dan Chunie, ternyata Siwon hyung ada disini juga" Ucap Junsu ketika melihat Siwon duduk di sofa sembari meminum segelas kopi.
"Entahlah. Tiba-tiba Jaejoong menelpon ku. Katanya penting" Balas Siwon
Junsu melihat Jaejoong yang berjalan kesana kemari sembari mengigit ibu jari dengan tatapan gelisah.
"Hyung, kau tidak apa-apa?" Tanya Yoochun
"Max, dalam bahaya!" Teriak Jaejoong yang lalu mendapatkan tatapan kaget dari tiga iblis lain di rumahnya.
"Maksud, Hyung? Bukankah Max hyung ada bersama hyung?" Tanya Junsu
Jaejoong menggeleng "sekarang dia tidak ada disini dan dia jauh dari jangkauanku. Aku tidak bisa merasakannya di sekitarku"
"Berapa jarak jangkauan mu?" Tanya Siwon
"Paling jauh kira-kira 1 kilometer. Jarak itu pun terkadang aku tidak bisa mendeteksi dirinya" jawab Jaejoong
"Apa hyung mempunyai sesuatu yang memiliki bau Max Hyung? Mungkin kekuatanku bisa membantu" Ucap Junsu
"Dia hanya roh, Xiah. Dia tidak memiliki bau..." Ucap Jaejoong lelah melihat adiknya yang terkadang masih saja polos.
Mulut Junsu membuat bentuk "O" dan kekasihnya, Yoochun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Junsu yang sangat menggemaskan baginya.
"Lagipula tahu darimana kau kalau Max dalam bahaya?" Tanya Siwon tertarik
"Heechul memberitahu ku tadi siang... Aku tidak ingin mempercayainya, tetapi dia dulu sahabat ku yang sangat aku percayai dan sekarang aku bimbang..." Jaejoong duduk di sofa sembari menopang dagunya.
"Heechul? Casey si Verrine? Iblis yang tidak suka sabar itu?" Tanya Yoochun
Jaejoong mengangguk "Dia tampak bahagia sekali melihat ku. Mungkin aku sedikit kejam padanya karena berpura-pura mati" ucap Jaejoong sembari menghela nafas.
"Jae, aku bukan ingin menghina teman mu tetapi kau tidak bisa mempercayai Heechul begitu saja. Dia bawahan Yang Mulia bukan?" Ucap Siwon
"Andrew benar. Bagaimanapun juga dia masih bawahan Yang Mulia Lucifer. Dia bisa saja menipumu" Ucap Yoochun setuju.
Jaejoong menggelengkan kepalanya "Tidak. Tatapan Heechul tadi siang... Dia tidak berbohong. Dia ingin menolong ku dengan cara memberitahu ku. Dan yang harus kita waspadai adalah Kibum"
"Asmodeus ya... Akhir-akhir ini bukankah dia mengincar Siwon hyung?" Tanya Junsu.
Siwon mengendus kesal "Ya begitulah. Kau harus melihat tatapan Kyuhyun. Dia seperti ingin menusuk Kibum garpu."
"Marcus memang sangat posesif padamu, Hyung" Ucap Junsu
"Ugh. Hiraukan kisah cinta Marcus dan Andrew! Kita harus mencari Max! Bagaimana jika bawahan Lucifer menemukannya!?" Seru Jaejoong
"Apakah Yunho sudah kembali, Siwon?" Tanya Jaejoong
Siwon mengangguk "Mobilnya ada di garasi. Seperti biasa, dia hanya akan ada didalam ruangan nya"
"Bagaimana dengan Changmin? Junsu, apakah tadi dia kembali ke kelas?" Tanya Jaejoong
Junsu menggeleng lemah "Tidak. Sejak dia menarik Uknow hyung, dia belum kembali juga..."
"Apa... Changmin bersama Uknow sekarang?" Tanya Yoochun
"Mungkin saja. Karena aku tidak mengecewakan kamarnya. Apakah Changmin dalam bahaya jika dibiarkan bersama Uknow hyung?" Tanya Siwon
Junsu tersenyum melihat Siwon. Mungkin hanya Siwon yang belum mengetahui kemampuannya yang bisa melihat masa lalu dengan hanya menghirup aroma tubuh seseorang. Ya. Junsu tahu jika Siwon baru saja mencoba menutupi apa yang Yunho lakukan belum lama ini. Junsu bisa melihatnya dan Yoochun yang memperhatikan Junsu dari tadi bisa melihat jika Junsu sedang melakukan aksinya. Junsu selalu menggunakan kekuatannya ke semua orang bahkan Yoochun sendiri tahu bahwa Junsu selalu mengecek nya setiap kali dia dan Junsu tidak bertemu. Itu adalah cara Junsu menunjukkan keposesifannya pada Yoochun dan Yoochun tidak masalah.
"Andrew Hyung... Bukankah kau tahu sesuatu mengenai Uknow hyung dan Changminie?" Tanya Junsu sembari tersenyum
Tubuh Siwon menegang sedangkan Jaejoong menatap Siwon dengan tatapan kesal "kau menutupi sesuatu?"
"Beritahu saja, Won-ah. Junsu sudah mengintip masa lalu mu. Lebih baik kau beritahu saja atau Junsu yang bicara" ucap Yoochun
Siwon mengigit bibir bawahnya lalu menghela nafas "Rumor kekuatan mu ternyata betul. Ya aku tahu sedikit." Jawab Siwon
"Sepertinya dari tatapan Junsu padamu, kau tahu banyak... Kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa Andrew" Ucap Jaejoong yang tiba-tiba saja mengeluarkan aura gelap yang membuat Siwon langsung berkeringat dingin.
Walau Yunho dan Siwon dikenal sebagai 5 iblis terkuat di neraka, tapi jika dibandingkan dengan Jaejoong, mereka masih dibawah Jaejoong karena Jaejoong salah satu dari ahli waris klan Lilith dan mantan tunangan Yunho. Mantan? Ya tentu saja karena dimata semua iblis di neraka, Hero Jaejoong sudah mati dan ahli waris digantikan oleh Xiah Junsu.
"Aku juga awalnya tidak tahu. Kyuhyun ingin mengecek Changmin yang tiba-tiba saja pingsan kemarin-" Ucap Siwon
"Apa!? Changmin pingsan!?" Teriak Jaejoong yang dihadiahi tatapan marah adiknya dan membuatnya diam.
"Kami tidak tahu bagaimana dia bisa pingsan karena awalnya dia terlihat biasa saja. Lalu ketika Kyuhyun masuk ke kamarnya, dia meneriakkan namaku dan aku masuk... Umm aku melihat Changmin menangis dan Yunho sedang... Ummm.. bagaimana menjelaskan nya ya..." Lanjut Siwon
"Yunho hyung menjilati air mata suci Changmin! Oh sangat romantis~ aku suka sekali dengan kisah cinta mereka!" Potong Junsu sambil memeluk tangan Yoochun
Jaejoong yang mendengar kata Junsu langsung berdiri dari duduknya "Apa!? Aku harus menemui Yunho!" Seru Jaejoong
"Lebih baik tidak usah, Jae hyung. Bagaimanapun juga, Changmin milik Yunho hyung. Sudah sepantasnya dia menghibur Changmin" Ucap Junsu dengan senyum lebar.
"Tapi Xiah! Kau tahu sendiri bagaimana Yunho! Bagaimana jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya lalu menghancurkan semua usaha kita!?"
"Aku percaya Yunho bisa menahan dirinya" Ucap Junsu sambil menatap mata kakaknya
"Tapi Junsu..."
"Jae hyung... Percaya padaku. Uknow hyung tidak mungkin menyakiti Changmin. Karena Dimata Uknow, Changmin adalah Max hyung. Orang yang Uknow cintai hingga sekarang" Ucap Junsu.
"Darimana kau sangat yakin, Xiah?" Tanya Jaejoong lelah
"Aku tahu karena tatapan yang Uknow hyung berikan pada Changmin tadi siang, merupakan tatapan rindunya pada Max. Karena itu dia langsung datang ketika aku dan Yoochun mendekati Changmin. Hyung tahu sendiri bukan kalau Uknow hyung akan sangat posesif jika miliknya dilirik oleh iblis lain" ucap Junsu
Jaejoong menghela nafas panjang "Baiklah... Kita lanjutkan saja rencana kita... Siwon akan membuat Kyuhyun mengingat masa lalunya dan sisanya kita akan mengikuti perintah Marcus..." Tegasnya
"Apa belum ada tanda-tanda dia akan mengingat masa lalunya?" Tanya Yoochun
Siwon menggeleng "dia baru memiliki rasa ketertarikan padaku bukan mengingat masa lalunya." Jawab Siwon
"Hanya ada dua bulan sebelum Changmin menginjak umur 25 tahun. Waktu kita tidak banyak" Ujar Jaejoong.
"Kita habisi saja dulu Kibum lalu kita menjaganya bergantian. Bisa jadi tua bangka itu mengirimkan pasukannya ke dunia" lanjut Jaejoong.
"Max suka sekali menantang Yang Mulia ya..." Ucap Junsu
"Dia dan Uknow mempunyai tujuan yang sama. Jadi tentu saja dia begitu. Mereka hanya ingin hidup dengan tenang. Kecuali Max yang sudah... mati." Ucap Jaejoong
"Entah kenapa dibandingkan dengan Uknow, kau lebih bersedih jika Max mati. Sampai-sampai kau memalsukan kematianmu" ucap Siwon sembari meminum kembali kopinya
"Hyung bahkan tidak keluar dari kamar selama 1 tahun. Sebegitu bersalahkah hyung?" Tanya Junsu
"Mungkin karena aku sudah sangat nyaman tinggal bersamanya... Aku sudah mengenal Max jauh sebelum Uknow mengenalnya. Dia manusia yang unik. Kapan aku bisa melihat manusia seperti nya lagi? Bahkan aku meragukan Changmin..." Ujar Jaejoong.
"Tentu saja, Changmin hanya sebuah copy paste dari Max sendiri tapi bukan berarti mereka adalah orang yang sama." Ucap Siwon.
Jaejoong berjalan menuju jendela dan bersandar disebelahnya. Memandang jalan yang ramai dengan kendaraan dan manusia. "Hanya Marcus yang bisa membantu kita. Dia kunci kedua setelah Changmin. Kau lebih baik cepat Siwon-ah."
"Aku mengerti..." Jawab Siwon
。
。
。
"Eugh..."
Changmin merasakan sebuah tangan tengah mengelusi kepalanya dengan pelan seakan-akan tidak ingin membangunkannya yang tapi malah membuatnya merasa terganggu. Demi apapun dia hanya merasakan hal seperti ini sekali saat dia masih sangat kecil. Rasanya sangat aneh dan asing. Dia membuka matanya perlahan dan langsung menutupi wajahnya karena silau lampu.
"Kau sudah bangun, Changmin?"
Suara Yunho mengagetkan Changmin dan membuatnya bangun secepat kilat lalu menatap Yunho yang berada di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan dingin.
"Y-Yunho hyung... Kenapa kau ada disini?" Tanya Changmin
"Salahkah aku jika aku berada di rumahku sendiri?" Tanyanya balik
"R-Rumah hyung? Bagaimana aku bisa disini?" Tanya Changmin lagi. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi hingga dia menyadari bahwa tadi dia menarik Yunho pergi karena kelakuannya yang membuatnya... kesal
"Hyung! Apa maksudmu dengan aku adalah kekasihmu!?" Serunya
Raut wajah Yunho berubah menjadi sedih, membuat Changmin langsungnya gelagapan "H-Hyung?"
"Maaf. Aku hanya tidak ingin kau dipengaruhi oleh mereka..." Ucapnya lemah.
"Hah? Hyung kenapa? Junsu dan Yoochun terlihat baik-baik saja. Hyung jangan berlebihan" ucap Changmin
"Tetap saja aku tidak suka melihat mu bersama orang lain..."
"Memang kenapa? Apa Hyung menyukaiku?" Tanyanya sembari memiringkan kepalanya
Pipi Yunho memerah "E-Entah... Aku juga tidak mengerti... Aku hanya merasa... posesif jika itu mengenai dirimu..."
Changmin mengerutkan keningnya bingung "Posesif? Apa hyung... gila?"
Yunho membelalakkan matanya "Kau mengatai ku gila!?"
Changmin langsung mengangkat kedua tangannya "M-Maaf! Aku tidak bermaksud-"
"Mungkin kau benar. Aku gila."
"Eh?" Changmin menurunkan tangannya perlahan
"Aku gila karena mu..." Ucap Yunho
Sekarang wajah Changmin memerah mendengar pernyataan dari Yunho. Changmin memalingkan wajahnya yang semakin memerah ketika menyadari Yunho memperhatikan wajahnya dengan intens.
"Apa... Kau... Umm... Mau... berkencan... denganku?" Tanya Yunho
Changmin menundukkan kepalanya "A-Apa yang kau suka dariku? Aku tidaklah... spesial dari yang lain..."
"Kau terlihat spesial di mataku" Ucap Yunho
Changmin melirik Yunho "B-Benarkah? Kau tidak malu?"
"Malu? Untuk apa? Kau pintar, tampan, menggemaskan. Asalkan kau mau bersamaku, aku tidak butuh yang lain" tegas Yunho
"Jadi, bagaimana jawabanmu?" Lanjut Yunho
Changmin berpikir sejenak lalu mengangguk pelan. Tiba-tiba saja dia ingin sekali Yunho bersamanya padahal belum lama dia mengenal Yunho tapi tubuhnya merasakan rasa rindu yang aneh tapi dia entah kenapa menyukainya. Terutama ketika dia merasakan tangan Yunho mengelus kepalanya dengan lembut.
"Ayo ucapkan saja. Jangan diam saja"
"B-Baiklah... Aku mau, Hyung..." Ucap Changmin pelan
Yunho langsung menarik Changmin kedalam pelukan "terimakasih sudah menerimaku. Aku janji akan bersamamu dan melindungi mu dari bahaya" ucapnya
Changmin tersenyum kecil dan membalas pelukan Yunho "aku pegang janji mu, Hyung..."
"Ya. Pegang lah. Ahh... Bahagianya diriku saat ini. Aku bisa memelukmu seperti ini" ucap Yunho
"Ini pertama kalinya ada yang memeluk ku erat seperti ini... Pelukan hyung hangat sekali. Aku... suka..." Ucap Changmin sembari mengeratkan pelukannya pada Yunho
"Benarkah? Aku senang sekali bisa menjadi yang pertama bagimu." Ujar Yunho sembari mengusap-usapkan kepalanya pada pundak Changmin
"Hyung ternyata manja juga ya... Sampai mengusap-usap kepala seperti itu"
"Aku hanya ingin kau merasa nyaman denganku. Aku memang manja dengan orang yang ku cintai"
"Apa orangtua hyung tidak pernah memanjakan hyung?" Tanya Changmin pelan
Yunho berhenti mengusapkan kepalanya "Aku... Membenci orang tuaku. Mereka meninggalkan ku sendirian"
Changmin membelalakkan matanya lalu mengusap pelan punggung Yunho "Maaf... Aku tidak tahu..."
"Ibuku memaksaku untuk berlatih setiap saat dan Ayahku merebut sesuatu yang sangat penting bagi ku. Jadi aku sangat membenci mereka"
"Aku bisa merasakan rasa sakit Hyung... Orangtuaku juga seperti itu. Sejak kecil aku dibiarkan begitu saja lalu saat berumur 6 tahun aku..." Changmin mengigit bibir bawahnya dan semakin mengeratkan pelukannya
"Tidak perlu dilanjutkan. Itu hanya akan membuatmu sedih dan aku tidak ingin kau sedih." Potong Yunho
Changmin terkekeh geli "Tapi bukankah jika aku sedih, hyung akan menghibur ku?" Tanyanya
Yunho mengendus "Tentu saja. Aku akan menghibur Changminie sampai Changminie bisa tertawa lagi"
Changmin melepaskan pelukannya begitu juga dengan Yunho lalu mereka berdua saling bertatapan.
"Mata hyung indah sekali..." Puji Changmin.
"Baguslah kau menyukainya. Mata mu... mirip rusa. Bambi"
Changmin memukul pundak Yunho "hyung... Aku bukan Bambi" ucap Changmin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tapi matamu sangat mirip. Lebar dan berkilau. Sifat mu juga mirip. Pemalu. Rusakan pemalu. Kau juga menggemaskan seperi Bambi" Ejek Yunho
"Hyung... Aku benci Hyung! Huft!" Gerutu Changmin sembari memalingkan wajahnya dan tangannya melipat didepan dadanya
"Lihat? Kau sangat menggemaskan jika seperti ini." Ucap Yunho yang lalu mengecup pipi tembem Changmin.
Wajah Changmin memerah lalu perlahan menatap Yunho lagi. Dia ingin berkata sesuatu sebelum suara dari perutnya memotong pembicaraan mereka. Wajahnya semakin dan menutupi wajahnya di pundak Yunho yang langsung ditertawakan oleh Yunho.
"Ayo kita makan. Aku tahu restoran yang lezat disekitar sini" Ucapnya yang dijawab anggukkan pelan dari Changmin
Yunho mengangkat tubuh Changmin yang dihadiahi suara pekikan keras dari Changmin. Kedua tangan Changmin melingkar di leher Yunho dan menatap kesal Yunho.
"Apa kau perlu mengangkat ku secara tiba-tiba?" Tanya Changmin
"Kau lapar. Aku harus memberi makan mu dengan cepat" jawab Yunho
"Tapi tidak usah digen-"
Yunho bangkit dari duduknya lalu membawa Changmin keluar kamarnya dan berjalan menuju lift. Banyak mata menatap tidak suka pada mereka terutama mata perempuan-perempuan muda yang iri melihat pria setampan Yunho menggendong laki-laki yang tinggi nya melebihi dirinya sendiri. Tapi Yunho menghiraukan mereka semua, asalkan Max- bukan. Changmin bersamanya, dia tidak membutuhkan yang lain.
Yunho memasuki parkiran mobil yang dihiasi dengan mobil-mobil mewah dan berjalan menuju salah satu mobil sport berwarna merah terang. Yunho mengeluarkan kunci mobilnya dan menekan salah satu tombol. Dan Changmin dikejutkan dengan pintu untuk penumpang terbuka dengan sendirinya dan Yunho menurunkan Changmin pelan-pelan.
"Masuklah. Kita makan malam bersama. Aku traktir. Anggap saja ini kencan pertama kita" Ucap Yunho
Changmin mengangguk pelan lalu duduk di kursi penumpang dan Yunho menutupnya. Yunho berjalan ke arah lainnya dan masuk ke kursi kemudi. Changmin hanya diam sebelum tangan muncul dihadapannya untuk menarik seatbelt disisinya dan menariknya.
"Jangan lupa pakai. Ini untuk keselamatan mu" ucap Yunho rendah.
Changmin mengangguk pelan dan bergumam terimakasih pada Yunho.
Changmin memperhatikan gerak gerik Yunho mulai dari dia menyalakan mesin mobil hingga tangannya meraih stir mobil dan mengendarainya dalam diam. Changmin memalingkan wajahnya ke jendela disebelah kirinya. Memandangi jalan yang sudah mulai ramai karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. Selama itukah dia pingsan? Tunggu. Bagaimana dia bisa pingsan? Dia tidak mengingat apa-apa setelah menarik Yunho pergi. Apa ada sesuatu yang terjadi? Kalau begitu kenapa dia berada di rumah Yunho bukan dirumahnya? Bukankah Yunho tahu lokasi asramanya?
"Bambi, kita sudah sampai"
Suara Yunho mengaburkan lamunannya. Dia menggeleng cepat untuk menghilangkan pikiran buruknya dan mengangguk pada Yunho sebelum mereka berdua keluar dari mobil.
Changmin memperhatikan restoran yang ada didepannya. Masakan Jepang... Darimana Yunho tahu jika dia suka makanan Jepang? Yunho menggenggam tangannya lalu menariknya masuk ke restoran. Restorannya cukup ramai dan dari interiornya, Changmin bisa menebak bahwa ini restoran bintang lima. Yunho membawa Changmin ke salah satu ruangan yang cukup luas dan terdapat meja dengan dua bangku yang berseberangan. Yunho menarik salah satu kursi dan menyuruh Changmin duduk disitu yang langsung dituruti olehnya, dan Yunho duduk di bangku seberangnya.
"Tidak masalah kan jika kita makan disini? Aku sudah lama tidak datang kesini."
Changmin menggeleng sedikit "tidak apa-apa, hyung. Aku suka makanan Jepang jadi aku senang jika hyung mengajak ku kesini." Jawabnya.
Yunho tersenyum "Max juga suka makanan Jepang..." Gumamnya dalam hati. "Kebetulan aku juga menyukainya. Tempat ini menyediakan ramen yang lezat! Shabu-shabu nya juga!"
"Benarkah? Aku ingin mencobanya" ucap Changmin sambil menahan agar air liurnya tidak keluar ketika mendengar penjelasan Yunho.
Pelayan pria mendatangi mereka dan memberikan buku menu sambil menawarkan sake yang disambut anggukan cepat dari Changmin.
"Kau ingin pesan apa?" Tanya Yunho
Mata Changmin masih bersinar senang melihat makanan yang ada di menu "Umm... Aku mau... Umm... Apa ada rekomendasi dari mu hyung?"
"Hmm... Ah Ramen ini favorit ku kau harus mencobanya." Ucap Yunho
Changmin mengangguk dan memesan sushi yang kelihatan lezat baginya. Sedangkan Yunho memesan ramen kesukaannya dan minuman sederhana. Setelah menulis pesanan mereka, sang pelayan mengambil buku menu mereka dan berjalan keluar ruangan. Baru saja Changmin ingin mengajak Yunho berbicara sebelum pintu kembali terbuka dan menampakkan laki-laki dengan jas hitam lengkap dengan senyum lebar hingga gigi putihnya kelihatan. Berjalan menuju Yunho dan memukul pundaknya
"U-know temanku! Akhirnya kau datang juga!"
Tubuh Changmin menegang ketika mendengar nama itu
"U-U-know?"
。
。
。
TBC
Maaf telat update. Saya sedang mengurus sesuatu untuk kuliah.
R&R
