DISCLAIMER: I own nothing except the PLOT kalau ada plot yang mirip, itu hanya kebetulan

Main Pair: Yunho x Changmin & Siwon x Kyuhyun

Rate: T (diusahakan untuk tidak sampai ke M)

Genre: Supernatural, Romance, Hurt/Comfort, Fantasy(?)

Summary:

Yunho "Shim... Changmin... sudah 18 tahun berlalu ya... senang bertemu kembali dengan mu... saatnya mengambil apa yang harusnya ku ambil waktu itu..."

Changmin "Apa yang terjadi padaku? Siapa Yunho itu?"

WARNING:

Fiction, BL, future chapter can contain gore, etc


Chapter 8

Kening Changmin berkerut ketika dia mendengar suara berisik dari luar kamarnya. Tubuhnya berontak ketika dia berusaha untuk bangun dan mengomeli semua orang yang sudah menganggu tidurnya. Demi apapun Changmin rela diganggu asalkan jangan ketika dia sedang tidur! Tidur adalah waktu paling bahagia bagi Changmin karena dia bisa melupakan semua penatnya.

"Yun- ah bukan. Uknow, kau sudah buta oleh cintamu pada Max. Dan itu yang akan jadi penyebab kau kalah"

Mata Changmin langsung terbuka ketika mendengar kalimat aneh dari sahabatnya. Dari mana Kyuhyun tahu nama Max dan Uknow? Dia bangun pelan-pelan agar dia tidak membuat suara. Dan menyandarkan dirinya di dinding sebelah pintu.

"Kau bilang apa? Aku? Mencintai Max? Kau gila!"

"Suara Yunho hyung..." Bisik Changmin lemah

Dada Changmin tiba-tiba terasa sakit.
"Jika kau tidak mencintai Max, kau tidak mungkin membiarkan Changmin hidup hingga sekarang! Kau tidak menghabisinya waktu itu karena wajah Changmin yang mengingatkan mu dengan Max!"

Bagai dipukul dengan palu, kepala Changmin berdenyut keras, hingga Changmin bisa saja jatuh jika dia tidak menahan dirinya sendiri. Cuplikan saat ayahnya menusuk dirinya dan bayangan hitam yang tiba-tiba muncul dihadapannya dan membantai kedua orangtuanya datang tiba-tiba. Oh Changmin, kenapa kau baru sadar sekarang. Bahwa bayangan hitam yang ia lihat adalah Yunho.

"Kau salah! Aku membiarkan dia hidup agar dia membenci dunia ini lalu datang padaku dan menyerahkan nyawanya padaku! Untuk apa aku mencintai manusia seperti dia? Aku tidak jatuh seperti Andrew!"

Mata Changmin mulai berair. Jadi selama ini dia dibohongi? Padahal dia sudah merasa nyaman dengan Yunho yang sudah dengan sangat baik merangkulnya, membuatnya merasa diinginkan, dan dicintai.

Tubuhnya terasa sangat lemas. Hatinya yang semula sedikit terbuka karena Yunho tertutup kembali. Namun kali ini lebih rapat. Dan dia buang jauh-jauh kunci pintu itu. Pandangannya mulai buram karena air matanya. Dia semakin lelah. Sebegitu bencikah dunia ini padanya? Sampai kebahagiaan yang ia kira itu untuknya, diambil kembali begitu saja.

"Kalau begitu, aku akan bertanya satu pertanyaan terakhir. Kuharap kau menjawab dengan jujur"

Changmin berjalan keluar kamarnya dan menatap punggungnya laki-laki yang ia kira mencintainya. Sudah hilang semua emosinya. Dia hanya bisa menunggu pertanyaan yang diajukan Kyuhyun dan jawaban yang dikeluarkan Yunho.

"Apa kau penyelamat Changmin yang sangat di percayai itu? Ouh dan satu pertanyaan tambahan, apa perasaan mu pada Changmin? Apa kau mendekati nya karena dia mirip Max, atau karena Changmin sendiri yang membuatmu tertarik?" Tanya Kyuhyun.

Oh betapa perhatiannya Kyuhyun pada Changmin. Bahkan tanpa Changmin beritahu pun, Kyuhyun seakan tahu pikiran Changmin. Dia ingin Yunho menjawab tidak-

"Ya, aku yang menyelamatkan Changmin waktu itu. Dan perasaan ku pada Changmin..."

Changmin ingin Yunho menjawab dia sangat mencintainya-

"hanyalah tipuan belaka. Aku, tidak pernah tertarik padanya. Mungkin pandanganku hanya teralihkan karena wajahnya yang mirip sekali dengan Max. Selain itu tidak ada. Lagi pula untuk apa aku menyukainya? Dia hanya satu dari sekian manusia yang hanya bisa menghiburku selama aku masih bermain di permainan aneh Max."

Hancur sudah harapan terakhir Changmin. Seluruh emosi, kekuatan, dan jiwanya seakan keluar dari raganya. Dia lelah. Berapa banyak kebohongan lagi yang mereka sembunyikan dari Changmin? Changmin yakin pasti mereka akan menutupi semuanya dari Changmin. Untuk kedua kalinya, kepercayaan Changmin di hancurkan begitu saja.

"Padahal aku sangat mengharapkan lebih dari mu, Yunho. Maaf, Changminie. Kau harus mendengar ini semua. Ini demi kebaikanmu"

Tubuh itu berbalik. Dan mata merah menyala itu menatapnya dengan kaget. Seperti ini diluar akalnya. Mulutnya menganga seperti berusaha berbicara sesuatu. Tangannya terulur untuknya, berusaha meraihnya.

"Ah... Mata itu... Bagaimana mungkin aku bisa lupa? Mata itu... mata favoritku..." Ucap Changmin dalam hati.

"C-C-Changmin..." Panggil pria itu

Seluruh tubuh Changmin tiba-tiba sakit. Tiba-tiba saja dia ingat perkataan dokternya. Dia tidak boleh ada banyak tekanan, karena emosinya tidak pernah stabil dan sulit untuk stabil. Tapi, bagai merespon jiwanya, tubuh Changmin melemas, mulai dari kaki yang mulai tertekuk, tubuhnya terasa ringan, dan terakhir, warna yang dibencinya, hitam.

"CHANGMIN!" Teriak Yunho sambil menopang tubuh Changmin yang terjatuh. Dia tidurkan Changmin di lantai dengan kepala Changmin di pangkuan Yunho. Tubuh Yunho bergetar takut. Bagaimana tidak. Wajah Changmin semakin pucat dari sebelumnya, dan ini semua salahnya.

"K-Kyuhyun!" Panggil Yunho panik.

Kyuhyun pun mendekati tubuh Changmin sambil mengecek Changmin sekilas. Dahi Kyuhyun berkedut dan ia menatap Yunho.

"Bawa dia ke rumahnya sakit. Dia butuh tenaga ahli"

"Dokter Park!"

Dokter yang dipanggil menengok kebelakang dan wajahnya terkejut ketika melihat pasien pribadinya sedang di gendong oleh orang yang tidak asing lagi. Dokter Park Leeteuk pun mengarahkan mereka semua ke ruang kerjanya.

Sesampainya di ruang kerja Leeteuk, Yunho meletakkan Changmin di kasur dan membiarkan Leeteuk mengecek kondisi Changmin. Kyuhyun berdiri di sebelah Leeteuk sedangkan Siwon berdiri dibelakang tidak jauh dari Kyuhyun.

Leeteuk mengambil stetoskopnya lalu meletakkannya di dada Changmin dan sesekali bergeser kesana kemari. Setelah itu mengecek suhu tubuh Changmin dan yang terakhir mengecek matanya. Raut wajah Leeteuk menunjukkan raut khawatir. Leeteuk melepaskan stetoskopnya dan membalikkan badannya.

"Ada apa dengan Changmin? Minggu lalu dia kesini tidak apa-apa. Matanya sembab. Apa dia baru saja menangis dalam waktu lama?" Tanya Dokter Leeteuk beruntun.

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Seperti itulah, Dokter. Changmin tiba-tiba saja stress dan menangis" Jawab Kyuhyun berbohong

Leeteuk menghela nafas "Kau pikir aku bodoh? Aku tahu kau berbohong jadi lebih baik jawab aku jujur, Cho Kyuhyun. Kau bisa saja membuat Tuan Jung khawatir"

Kyuhyun dan Siwon membelalakkan matanya. Mereka berdua saling pandang sebelum menatap kembali Leeteuk.

"D-D-Dokter, mengenal Yunho hyung!?" Tanya Siwon

Leeteuk mengerutkan keningnya "Tentu saja. Di rumah sakit ini tidak ada yang tidak tahu Jung Yunho. Apalagi sejak Changmin menjadi pasien tetap ku" Jawabnya

"Kalian tidak tahu hubungan Jung Yunho dengan Changmin? " Tanya balik Leeteuk

"A-Aku saudaranya, tetapi aku tidak tahu apa-apa. Apa dokter bisa memberitahukan kami? Karena Yunho hyung sangat... Keras kepala" Sindir Siwon

"Kau keluarganya, tetapi kau tidak tahu bahwa Changmin adalah tunangan Yunho?"

"APA!?" Teriak Kyuhyun kaget

Siwon menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya dan menggelengkan kepalanya "Tidak. Saya tidak tahu. Tadi siang Kyuhyun bilang Yunho baru menyebutkan bahwa Changmin kekasihnya bukan tunangannya."

"Ah benarka-"

BRAKK!

Yunho menggebrak meja dan menatap semua orang di dalam ruang tersebut dengan tajam. "Sekarang bukan saatnya untuk membahas hal itu. Dokter Park, bagaimana keadaan Changmin?"

Leeteuk membaca hasil pemeriksaannya sementara "Dia terlalu lelah. Stress dan tertekan. Dua hal itu menyebabkan tubuhnya shock dan memaksakan dirinya untuk beristirahat. Ini bukan yang pertama kalinya dia seperti ini." Jelas Leeteuk

Kyuhyun menggenggam erat tangan Changmin. Siwon mencoba menenangkan Kyuhyun dengan mengelus pundaknya sambil membisikkan kata-kata dengan pelan. Leeteuk menjauh dari pasangan tersebut dan mendekati Yunho. Mereka berdua melakukan kontak mata.

"Tuan Yunho. Aku rasa kita butuh bicara mengenai hal ini di ruangan saya"

"Bisakah kau bicara saja disini?" Tanya Kyuhyun.

Leeteuk berbalik dan menggeleng "Maaf. Saya pikir ini privasi dan tunangan Changmin butuh mengetahuinya"
Larangnya

"Tapi mereka bukan-"

"Cukup, Kyu. Biarkan saja. Nanti kita bisa bertanya pada Yunho hyung" Potong Siwon.

Kyuhyun menatap Yunho kesal sebelum melepaskan dirinya dari Siwon lalu duduk disebelah Changmin. Siwon menatap Yunho dan mengibaskan tangannya menyuruh Yunho keluar dari ruangan. Yunho mengangguk dan berjalan keluar disusul oleh Leeteuk dibelakangnya. Tidak perlu waktu lama hingga mereka sampai ke ruangan milik Leeteuk. Yunho duduk di bangku tamu dan Leeteuk mengunci pintu lalu duduk di kursinya.

"Siwon tidak tahu tentang dirimu kan, Park Jungsoo?"

Leeteuk menggeleng "Sejauh ini, belum, pangeran." Jawabnya

"Jangan panggil aku dengan gelar itu. Aku tidak suka." Geram Yunho

Leeteuk menunduk "Maafkan saya, Tuan Yunho"

Yunho mengendus kesal dan mengambil kertas berisi identitas Changmin "Jadi? Apa yang bisa kau lihat darinya? Apa isi pikirannya?"

Dahi Leeteuk berkedut "Ini agak sedikit membingungkan"

"Ucapkan saja langsung. Aku sendiri yang akan menilai"

"Selama 18 tahun ini, setiap kali dia mengecek keadaannya, aku bisa melihat dan juga mendengar isi kepalanya. Tapi kali ini semuanya hitam. Aku tidak melihat atau mendengar apapun"

Yunho menatap Leeteuk sebelum menggebrak meja "Apa maksud mu!? Kau bilang selama ini bisa, tapi kenapa sekarang tidak!? Kau berani bermain-main dengan ku!?"

Leeteuk tersentak "M-Maaf, pangeran Behemoth. Saya benar-benar tidak tahu. Ini diluar ekspektasi saya." Ucapnya takut

"Aku akan membunuh keluarga mu jika kau tidak bekerja dengan baik!" Ancam Yunho

"Y-yang terakhir saya l-lihat adalah wajah a-anda. S-setelah itu semuanya gelap. D-Dan saya merasa ada sesuatu mendorongnya saya keluar dari pikirannya. Hanya itu Pangeran! Saya tidak berbohong! Saya mohon jangan lukai suami dan anak saya!" Mohon Leeteuk sambil berlutut didepan Yunho.

Yunho berdiri dan menatap Leeteuk dengan tajam. Matanya berubah menjadi merah darah "Kalau begitu jelaskan apa maksudmu saat kau bilang wajahku!"

Leeteuk menatap takut Yunho "Saya juga tidak tahu, Tuan. Wajah anda terlihat muda di pikirannya dan juga sedang terkejut. Saya yakin itu bukan ingatan atau pikirannya. Saya berpikir... itu ingatan milik Tuan Max, Pangeran"

"Kau yakin tentang itu? Tapi Max bilang dia tidak bereinkarnasi!" Kecam Yunho

"M-Mungkin s-seseorang menanamkan ingatan Tuan Max kedalam diri Changmin. Karena ini bukan yang pertama kalinya saya melihat wajah anda yang sangat muda didalam pikirannya." Ucap Leeteuk

"Maksud mu Changmin hanya memiliki ingatan Max? Bukan reinkarnasinya?" Tanya Yunho

"Mungkin saja begitu. Karena hal seperti ini bisa saja terjadi. Changmin mungkin bukan reinkarnasi tuan Max, tetapi dia inkarnasi dari tuan Max sendiri." Jawab Leeteuk

"Bagaimana bisa? Kupikir dia... ARGHHH!" Yunho melempar meja kerja Leeteuk ke dinding menyebabkan suara gaduh yang besar.

Ketukan kecil dari luar mengalihkan pandangan Yunho. Leeteuk langsung berkeringat dingin ketika mendengar suara dari salah satu suster pekerja disini.

"Dokter Park? Apa anda tidak apa-apa? Saya mendengar suara gaduh dari dalam"

Yunho menggeram rendah dan berjalan menuju pintu sebelum tangan Leeteuk menahannya dan menatapnya takut sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali. Yunho menghempaskan tubuhnya dengan sekali hentakan dan membuka pintu dengan paksa.

"Dokter Pa-"

Suara suster itu terpotong ketika tangannya ditarik paksa oleh Yunho yang lalu menutup kembali pintu itu dan menguncinya dengan segera. Ditatapnya suster yang terlihat muda itu dengan dingin.

"T-Tuan B-Behemoth kumohon jangan sakiti dia" mohon Leeteuk.

Suster yang tidak diketahui namanya itu menatap takut Yunho. Dia ingin berteriak tetapi suaranya seakan hilang begitu saja ketika menatap balik Yunho. Tangan Yunho berpindah ke leher suster tersebut. Mencengkram dengan kuat hingga jalur pernafasannya terhimpit.

"Ini yang akan terjadi ketika kau tidak bekerja dengan baik Incubus rendah!"

Yunho mengangkat tangan lainnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi sebelum menghunuskan nya ke arah dada suster tersebut. Mata Leeteuk terbelalak ketika melihat tangan Yunho menembus tubuh suster itu dan digenggamnya terdapat organ yang mulai melemah pergerakannya akibat terambil dari tempatnya.

"N-N-Nona Eunbin..."

Dalam sekejap mata tubuh 'Eunbin' menghilang, berubah menjadi debu ketika api dengan cepat melahap tubuh suster itu kecuali satu organ yang masih digenggam oleh Yunho sebelum dibawanya mendekat ke mulutnya.

"Kau tahu? Aku semakin lapar setelah menunggu bertahun-tahun."

Mata Leeteuk semakin terbuka lebar seiring dengan terbukanya mulut Yunho yang mulai melahap organ itu dengan lahap seakan-akan dia makhluk paling lapar di dunia. Beberapa kali dia jilat jarinya yang kotor sebelum menatap Leeteuk sekali lagi.

"Camkan kata-kata ku, Jungsoo. Cepat lakukan yang sudah aku perintahkan atau Kim Kangin dan Kim Ryeowook yang menjadi imbalannya"

Tubuh Leeteuk menegang begitu mendengar nama tersebut. Sebelum mengalah dan mengangguk dengan pasrah "B-Baik Tuan Behemoth"

"Jangan lupa kau ambil darahnya lagi. Aku haus" Ucapnya sebelum keluar dari ruangan Leeteuk.

"Kangin-ah... Wookie-ah... Maafkan aku..." Lirih Leeteuk.

Suara pintu terbuka lalu tertutup mengalihkan Kyuhyun dan Siwon yang sedang menjaga Changmin. Dalam sekejap Kyuhyun berjalan menuju Yunho dan menatapnya tajam. Yunho yang mengerti pandangan itu hanya menghela nafas dan mengangguk sambil mendudukkan dirinya di sofa.

"Kata dokter dia hanya butuh istirahat. Mungkin besok atau dua hari kemudian dia akan bangun" Jelas Yunho

"Apa aku bisa mempercayai mu lagi?" Tanya Kyuhyun dengan raut wajah sedih

"Terserah kau ingin mempercayai ku atau tidak. Itu bukan urusanku" jawabnya enteng sembari mengalihkan pandangannya

"Aku benar-benar bisa membantu mu untuk mendapatkan Max kembali. Aku hanya butuh kejujuran mu saja" ucap Kyuhyun

"Aku sudah jujur padamu. Perlu berapa kali harus ku kata-"

Ucapan Yunho terhenti ketika dia melihat raut muka tidak percaya dari Kyuhyun. Wajahnya memerah, bibir bawahnya digigit seperti menahan sesuatu. Siwon membalikkan tubuh Kyuhyun dan membawanya ke dalam pelukannya. Mata Yunho tidak bisa pergi dari pasangan itu. Bayang-bayang masa lalunya terpampang jelas di hadapannya.

"Max!" Teriak Yunho yang langsung menabrakkan dirinya ke Max yang baru saja mengangkat pakaiannya. Pakaian yang berada di tangan Max berhamburan bersama dengan Max yang jatuh ke tanah.

"Ada apa Uknow? Kau... menangis? Kau mimpi buruk lagi?" Tanya Max sembari mengelus kepala Yunho

Yunho mengangguk pelan "Mereka mengambilmu dariku! Aku tidak mau! Aku tidak suka!"

"Mereka tidak akan mengambil ku dari mu, Uknow. Bukankah aku berjanji akan menyerahkan nyawaku padamu?"

Yunho mengeratkan pelukannya "Tapi Max..."

Semakin jengkel dengan tingkah laku Yunho, Max menarik rambut Yunho, memaksanya untuk menatapnya "Kau tidak lemah. Kau kuat. Percayalah"

"Max... Umm! Kau benar! Aku kuat!"

Yunho memeluk Max lagi dan Max membalas pelukannya sembari mengelus rambut Yunho.

Yunho menggelengkan kepalanya, menghempas bayang-bayang itu. Yunho mengalihkan pandangannya ke arah Changmin. Dia mengepalkan kedua tangannya lalu menghela nafas panjang, mengalihkan pasangan yang ada didepannya.

"Kau tahu dia sangat percaya padamu" Ucap Kyuhyun

"Aku tahu" Balas Yunho singkat.

"Tapi kenapa?" Tanya Kyuhyun

Yunho bangkit dari duduknya lalu mendekati Changmin, mengambil tangan nya dan membawanya ke pipinya berharap tangan itu bergerak dan mengelusnya dengan lembut seperti Max lakukan untuknya dulu. Tatapan Yunho terlihat sangat bersalah tetapi dia harus bersikap dingin pada semuanya. Karena itu cara satu-satunya untuk melindungi semua yang disayangi, terutama Changmin.

"Aku tahu aku salah. Tapi jika aku mengaku, mereka bisa melakukan hal yang buruk padanya. Tidak apa-apa dia menjauhiku, asalkan dia selamat. Asalkan dia tetap hidup. Ya... asalkan... dia hidup" Ucap Yunho sembari mengeratkan genggamannya.

"Jadi kau berniat melawan Yang Mulia sendirian? Melawan Ayahmu sendiri?" Tanya Siwon

"Jika itu cara terakhir yang bisa kulakukan, akan kulakukan. Demi Max. Harta paling berharga ku" Jawab Yunho.

Suara isakan lemah membuat Yunho menunduk. Siwon gelagapan ketika melihat Kyuhyun menangis.

"Kau jahat, Yunho. Kau tidak pantas mendapatkan Changmin. Kau jahat padanya! Padahal dia sangat terbuka padamu! padahal dia juga mencintaimu walau itu hanya turunan dari Max, tapi aku tahu dia tulus mencintaimu." Isak Kyuhyun

"Aku... memang jahat..." gumam Yunho

"Kau juga mencintainya, lalu kenapa harus seperti ini? Aku tidak bisa terus membantu kalian. Aku sudah semakin lemah setiap bereinkarnasi" Isak Kyuhyun semakin menjadi.

"Maaf, Marcus. Kalau di saat ini juga tidak berakhir dengan baik, kau bisa pergi dengan tenang" Balas Yunho

Kyuhyun mengusap matanya "Tapi aku ingin melihat kalian bahagia. Bagaimana mungkin aku bisa pergi dengan tenang jika kalian seperti ini? Ini tidak adil"

Yunho menghela nafas "Sudahlah Marcus... Sebaiknya kau kembali. Besok kau ada kelas bukan? Aku akan membawa surat keterangan Changmin besok siang."

"Kau jaga dia baik-baik. Bagaimana juga dia masih belum pulih, Uknow-ah" Ucap Kyuhyun.

Yunho berbalik untuk menatap Kyuhyun "aku tahu." Ucapnya singkat

Siwon menuntun Kyuhyun keluar dari kamar tersebut. Sebelum Kyuhyun menutup pintu, dia berbisik pelan "Jangan sakiti dia lagi..." Dengan itu Kyuhyun menutup pintu dan pergi bersama Siwon.

Yunho kembali memperhatikan Changmin yang masih senantiasa tertidur dengan dengkuran halus. Tangannya menggenggam erat tangan Changmin seakan Changmin bisa menghilang jika terlepas darinya. Tubuh Yunho menegang ketika melihat dahi Changmin berkerut dan mengeluarkan erangan yang aneh. Kepalanya bergerak kesana-kemari seperti dia sedang mengalami mimpi buruk. Yunho dengan sigap berdiri dan bersandar sembari mengelus pipi tembam Changmin dan bergumam kata-kata agar Changmin bisa tenang kembali.

"U...know..."

"Aku disini Changmin-ah"

Tangan Changmin menggenggam tangan Yunho dengan pelan "Hyung..."

"Aku... Maafkan aku..."

Mata Changmin terbuka perlahan lalu menatap Yunho disebelahnya. Matanya berair ketika melihat tatapan lembut dari Yunho. Changmin menggumam lemah, hampir tidak bersuara tetapi Yunho tahu apa yang dia katakan. Yunho kecup punggung tangan Changmin dengan pelan.

"Aku sudah berjanji bukan? Aku akan selalu bersamamu walau dunia ini membenci mu. Membenci kita."

Air mata Changmin jatuh begitu saja ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Yunho. Dia tahu Yunho pasti berbohong padanya tadi. Yunho mencintainya sama dengan dirinya yang juga mencintai Yunho. Biarpun hanya ilusi, Changmin ingin tinggal di ilusi ini. Asalkan dia tidak merasakan rasa sakit. Dia rela.

Sebuah tangan mengelus rambut Changmin dengan lembut dan suara Yunho benar-benar menghipnotisnya

"Tidurlah. Ketika kau terbangun nanti, aku akan disebelah mu"

Dengan itu Changmin kembali menutup matanya dan kembali tertidur

TBC

R&R