Sebelumnya :

Jrasshh... Jrasshh...

"Aarrgh..."

Teriakan menggema dari dalam gereja tua yang langit-langinya hancur akibat pertarungan.

Hosh.. Hosh...

Bruk..

"Mereka banyak sekali"gumam seorang gadis pirang twintail yang terlihat kelelahan dengan tubuh yang penuh dengan luka-luka.

"Menyerahlah saja manusia rendahan dan serahkan pedang itu pada kami" ucap sosok makhluk bersayap hitam kelam mirip gagak.

"Sampai kapanpun takkan kuserahkan, Da-Tenshi sialan" balas Irina ketus

"Irina-Chan" ucap gadis pirang sambil menembakkan sesuatu berwarna kehijauan kearah Irina dari jarak jauh meski dia sendiri juga ikut bertarung. Dan dengan seketika luka ditubuh Irina berangsur menghilang juga stamina yang seperti diisi ulang.

'Arigatou Asia-Chan,jika saja Xenovia tidak pergi bersama Dulio-Senpai'batin Irina lalu ia menolehkan pandangannya kearah rekannya yang terlihat kelelahan.

"Asia-Chan simpan kekuatanmu jangan perdulikan aku" ucap Irina kembalibangkit dengan bertumpu pada pedangnya.

"Hyaaaahhhh..."

Dengan lihai Irina memberikan tarian excalibur mimic yang dia kuasai. Dan sekali lagi teriakan dari para Da-Tenshi kembali terdengar. Sampai salah satu Da-Tenshi membuat lightspear dan melemparnya.

Wush..

Tombak itu hanya berlalu tepat disamping Irina.

'Serangannya tak mengenaiku, dan arah~"

"ASIA-CHAN..." Teriak Irina yang baru sadar arah serangan bukan ditujukan padanya tetapi pada Asia yang tengah melawan Da-Tenshi.

Asia langsung saja menoleh kearah sumber suara dan alangkah terkejutnya ia menemukan lightspear yang tengh menuju kearahnya dan tinggal beberapa centi lagi. Ia pasrah dan memejamkan mata sambil membatin.

'Nii-San'

Bliiiitzz...

Pyaaaarrrrr..

Tiba tiba muncul seorang pemuda blonde dengan membawa sebuah pedang besar yang ia sandarkan ke bahunya(bayangin aja Kubikiribocho).

"Kau tak apa Imouto"

.

.

Title : Hikari or Yami

Rated : T-M

Genre : Adventure,Romance,and Supernatural

Pairing : Naruto X ?(Saran)

Disclaimed : Naruto & High School DxD

bukan punya saya.

.

Summary :

Apa jadinya jika seorang manusia biasa yang polos berurusan dengan makhluk Supranatural. Terlebih lagi dia memiliki sebagian dari apa yang disebut "Malapetaka" dan juga kekuatan aneh lainnya. Putih atau Hitam, Perdamaian atau kehancuran jalan manakah yang akan ia pilih

.

SmartNaru,StrongNaru,GodlikeNaru(Maybe),OverpowerNaru(Maybe),SacredGearsNaru

.

Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe),Death Chara(Maybe) and Etc.

.

"Naruto" = talking

'Naruto' = thinking

"Naruto"= Dragon/Sacred gears talking

'Naruto' = Dragon/Sacred Gears thinking

[Fire] = kekuatan Sacred Gears

.

.

Chapter 9

.

.

Gereja Kuoh

Asap mengepul dan suara ledakan menambah suasana malam di Kuoh tepatnya di sebuah gereja tak terawat dan merupakan satu satunya gereja yang ada di kota Kuoh. Namun anehnya tak satupun warga yang mendengar atau mengetahui kejadian tersebut ah tidak,pengecualian untuk sekelompok gadis yang bergegas menuju gereja tersebut.

.

Pyyyyyaaaarrrrr...

"Kau tak apa Imouto" ucap pemuda blonde sambil memutar pedang besarnya dan menompangnya di bahunya.

Sementara si gadis nampak membulatkan matanya sebab orang yang dicari akhir akhir ini dan selalu mengahantui pikiran maupun dalam mimpinya telah berada di depannya dan menyelamatkannya.

"Sialan kau manusia rendahan"teriak pria yang tadi menyerang si gadis. Ia langsung melesat kearah pemuda blonde dengan lightspear di tangan kanannya dan melemparnya. "TERIMA INI MAKHLUK RENDAHAN"

"Baka" gumam pemuda itu. Ia menyeringai melihat lightspear yang menuju kearahnya dan ia langsung memutar kembali pedang besarnya.

Wushh.. wushh...

Pyaaarrr...

Melihat serangannya gagal pria bersayap gagak itu menggeram tak jelas.

"Sialan kau" ia lalu menoleh kebelakang. "Minna serang dia dengan lightspear kalian" lanjutnya memberi komando terhadap sekutunya.

"HYYYAAAAAAAHHHHHH..."

Benar saja puluhan lightspear kini melesat dengan cepat kearah pemuda blonde,sedangkan yang bersangkutan hanya tenang saja. Ia lalu menghilangkan pedang besarnya dan merentangkan tangannya.

[Shield]

Muncul kekkai tak kasat mata yang berhasil menghalau serangan brutal dari makhluk bersayap itu. Si blonde menyeringai ia lalu menghilangkan kekkainya dan membuat sebuah pedang yang mirip katana namun memiliki aura mematikan berwarna hitam agak kebiruan.

"Sekarang giliranku"

[Boost!] [Boost!]

Aura kekuatan yang luar biasa menguar dari tubuh si pemuda blonde, sampai – sampai semua makluk bersayap hitam yang tersisa mungkin sekitar 30an dibuat bertekut lutut karna tak kuat menahan aura yang keluar secara gila.

[Killing Flash]

Jrrrrraaaaaaaassssssshhhhhhh...

Dengan kecepatan luar biasa pemuda itu berhasil memenggal kepala hampir seluruh makhluk bersayap hitam itu dan hanya menyisakan satu saja yakni Datenshi yang tadi menyerang adiknya. Namun tak lama kemudian mayat Da-Tenshi yang tewas itu melebur menjadi bulu-bulu hitam yang berterbangan di altar gereja.

Dua orang gadis berambut pirang itu mebulatkan matanya lebar-lebar setelah melihat puluhan kepala bertebaran jauh dari tubuhnya. Mereka sungguh tak menyangka jika orang yang menolongnya sangatlah kuat. Terbukti ia dengan mudahnya melenyapkan puluhan musuh dalam hitungan detik.

"A-Ampun tolong jangan bunuh saya" ucap satu satunya Da-Tenshi yang tersisa sambil memohon dengan bersujud di hadapan pemuda Blonde itu, namun sipemuda hanya memasang wajah datar.

.

Sringgg...

Ketiga gadis itu terkejut bukan main melihat gereja yang bisa dibilang jauh dari kata baik.

"Apa yang terjadi disini"ucap gadis berambut merah.

"Naruto.. ini pasti ulah dia" balas gadis berambut pirang pucat. "Sebaiknya kita cepat kedalam, sebelum hal buruk akan terjadi" lanjutnya dan dibalas anggukan oleh keduanya.

Tap.. Tap.. Tap..

Benar saja apa yang telah mereka duga sosok pemuda pirang yang dengan tatapan datar memandang seorang pria bersayap hitam yang tengah bersujud dihadapannya. Namun ia alihkan perhatiannya setelah mengetahui ada dua orang gadis yang terluka. Gabriel langsung pergi menghampiri Asia dan menuntunnya pergi kearah Irina bersama Sara dan Shion.

"Kau tak apa, Asia-Chan, Irina-Chan" ucap Gabriel.

"Ga-Gabriel-Sama, kami baik – baik saja" ucap Irina gugup karna melihat sang seraphim dihadapannya. Dan bukan hanya Irina tapi juga Asia.

"Naruto-Kun" gumam sang Angel tercantik di Surga itu kembali melihat kearah Naruto.

"Si baka itu, dia selalu saja seperti ini jika berurusan dengan Da-Tenshi" ucap Shion kesal.

"Seperti ini?" beo Sara.

"Yah dia menyimpan dendam yang kuat terhadap Da-Tenshi" balas Sara.

"Lalu apa alasannya" tanya Gabriel.

"Karna merekalah yang membunuh kedua orang tua Naruto"jawab Shion sambil menunduk.

Bagai tersambar petir ratusan volt ketiga gadis itu terkejut mendengar kenyataan dari Shion. Perlahan namun pasti Asia tiba – tiba meneteskan air matanya dengan deras tanda tak sanggup menahan apa yang terjadi pada keluarganya. Salah satu keiinginan terbesarnya musnah seketika mendengar hal itu.

"hiks.. Tou-chan, Kaa-Chan hiks...hiks..."

Gabriel dengan sabar dan penuh kasih sayang menenangkan Asia yang tengah menangis. Karna ia sangat mengenal Asia dan yang pernah ia tau, Asia tak pernah sekalipun menitikkan air matanya.

.

"Siapa atasanmu" tanya Naruto datar tanpa emosi.

Da-Tenshi itu diam tanpa kata. Karna terlalu takut untuk mengeluarkan sepatah kata.

Jrassshhhh...

Lengan kiri Da-Tenshi itu langsung terlepas dari tubuhnya.

"Aaaaaaaarkkkkkk..." Da-Tenshi itu berteriak kesakitan sambil memegangi pundak bahu kirinya.

"Siapa atasanmu"

Da-Tenshi itu tetap diam dan berpegang teguh dengan pendiriannya. Karna ia yakin tuannya akan datang menolong.

Jrassshhhhh...

Kali ini lengan kanannya yang menjadi sasaran dari kesadisan Naruto.

"Aaaaarrrrrrrrkkkkkk... ampun hentikan"

Naruto mengacuhkan permintaan itu dengan pandangan datar.

"Kutanya sekali, Siapa atasanmu" ucap naruto datar namun agak menaikkan volumenya.

"Ba-Baiklah... t-tapi biarkan a-aku hidup"

Naruto lalu menurunkan pedangnya dan membiarkan Da-Tenshi itu bicara.

"Dia adalah K-Kokabie.."

Jrassshhhh...

Sebelum sempat menyelesaikan perkataannya Da-Tenshi itu langsung menerima tebasan dari Naruto tepat dikepalanya dan membuah tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.

Semua gadis yang ada disitu hanya menutup mulutnya bahkan Irina hampir muntah akibat melihat kesadisan seorang pemuda blonde bernama Naruto Namikaze kecuali Shion yang sudah terbiasa dengan sifat Naruto yang entah bagaimana berubah menjadi sadistic bila bertemu Da-Tenshi.

"Kalian tak apa"

Suara Naruto membuyarkan suasana tegang yang sempat terjadi.

"Senang bertemu denganmu, Imouto" sambil tersenyum.

Tanpa tedeng aling-aling Asia langsung menerjang kearah Naruto dan memeluknya erat.

"Nii-Chan hiks... Nii-Chan" Asia memeluk erat Naruto dengan terisak dan air mata yang kembali turun dari pelupuk matanya.

"Sudahlah Asia-Chan aku pasti akan menjagamu dan tak akan kubiarkan seorangpun membuatmu menangis" balas Naruto sambil membalas pelukan.

Sriinng...

Tiba-tiba muncul lingkaran sihir tepat di altar gereja dan dari lingkaran sihir itu muncul seorang pemuda berambut blonde dengan iris mata berwarna hijau dan gadis berambut biru dengan membawa pedang besar dipundaknya. Mereka terkejut melihat keadaan Gereja yang sudah jauh dari kata baik.

"Irina..." Teriak seorang gadis berambut biru sambil berlari menuju sahabatnya. "Kau tak apa, dan apa yang terjadi di sini" lanjutnya bertanya dengan nada yang sedikit serius.

"Aku baik-baik saja hanya kelelahan, Aku dan Asia diserang oleh sekelompok Da-Tenshi yang ternyata bermarkas di gereja ini" balas Irina sambil berusaha untuk berdiri dengan menggunakan pedangnya sebagai tumpuan.

Tap.. Tap..

Seorang pemuda beriris hijau datang menuju kearah mereka semuanya hanya menatap biasa saja terkecuali seorang gadi berambut pirang pucat yang terlihat geram dengan tangan mengepal kuat-kuat.

"Kalian tak ap~... Eh Shion-Chan" ucap pemuda itu agak terkejut melihat Shion.

"Apa maumu"tanya Shion sinis.

"Aku merindukanmu Shion-Chan, Kau menghilang entah kemana setelah kau pergi dari Gereja" balas pemuda itu sambil mendekat kearah Shion.

Plak..

Dengan keras Shion menampar pipi pemuda itu hingga tibul bekas kemerahan dipipinya. Semua yang ada disitu tercengang dengan aksi Shion begitu pula dengan Naruto dan Asia yang berjalan kearah mereka.

"Untuk apa kau mencariku setelah kau meninggalkanku, Dulio" Ucap Shion masih dengan tatapan sinis dan perkataan yang kasar.

"Gomen" Dulio menundukkan kepalanya. "Tapi akankah ada kesempatan kedua untukku" lanjutnya pelan.

"Heh itu tak mungkin terjadi, karna aku tak sebodoh yang kaukira"balas Shion kemudian ia memunculkan sayapnya mekanik berwarna biru dan langsung melesat pergi entah kemana.

"SHION" teriak Dulio.

Setelah itu Gabriel berjalan kearah Dulio.

"Gabriel-Sama kenapa anda berada disini bukannya anda seharusnya berada di Surga" tanya Dulio.

"Aku se~"

"Aku yang membawa Gabriel-Chan kemari" Naruto memotong ucapan Gabriel dengan tegas.

'Chan..?, dia memanggil Gabriel-Sama dengan surfiks ..Chan' Batin semua utusan Gereja itu.

"Aku tak tau apa hubunganmu dengan Nee-San, Jika kau membuat Nee-San menangis aku sendiri yang akan menghapus eksistensimu" Ucap Naruto datar dengan mengeluarkan Aura yang membuat mereka sesak kecuali Dulio dan Gabriel. Semua orang tekejut dengan perkataan Naruto yang bisa dibilang sebuah ancaman begitupula Gabriel.

"Nii-San/Naruto-Kun" gumam Asia, Gabriel dan Sara.

"Ayo kita pulang Sara" ucap Naruto dan Sara kemudian berlari kearah Naruto. "Ne Asia-Chan, Gabriel-Chan bagaimana dengan kalian" lanjut Naruto.

"Hm aku akan ikut Nii-San saja lagipula aku ingin sedikit lebih lama dengan Nii-San" jawab Asia.

"Aku akan kembali ke Heaven Naruto-Kun, Michael-Nii pasti sedang mencariku" balas Gabriel sambil mengeluarkan Sayap dari punggungnya.

"Baiklah kalau Gabriel-Chan , titip salamku pada Michael-San" ucap Naruto.

Gabriel tersenyum kemudian menganggukan kepalanya dan ia terbang pergi meninggalkan Gereja.

"Ayo kita pulang" ajak Naruto dan dibalan anggukan oleh kedua gadis itu.

[Teleport]

.

-Time Skip-

.

Di atap gedung sekolah nampak pemuda blonde yang tengah menikmati indahnya langit alias tiduran sambil menatap langit yang cerah. Ia nampak begitu menikmati permainannya sendiri.

Naruto POV

Sudah dua hari semenjak aku bertemu kembali dengan adikku. Aku bahkan tak menyangka bahwa adikku adalah seorang exorcist. Ada rasa bangga padanya namun disatu sisi aku juga benci karna ia terlibat dalam hal supranatural. Belum lagi ambisiku untuk memusnahkan satu golongan supranatural yakni Da-Tenshi. Ya Da-Tenshi,merekalah yang membuat diriku selama ini menderita dan juga mereka yang merenggut Orang tuaku. Namun setelah mendengar cerita dari Shinji-jisan aku merasa ragu jika orang tuaku sudah mati.

-Flasback ON-

Trank.. Trank..

Tarian boken antara diriku dengan Nee-San memang berlangsung sengit meski hanya sebatas latihan saja. Yah saat ini tepat pada hari ini merupakan ulang tahunku yang ke 10.

Trank...

Aku sedikit lengah karna serangan beruntun dari Nee-San dan mengakibatkan pertahananku terbuka. Nee-San langsung sigap mengambil kesempatan itu untuk menyerangku.

Wush..

Boken itu berhenti tepat 1cm dari kepalaku.

"Shion-Chan... Naruto-Kun..." teriak seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Nee-San dan juga pamanku, Shinji Namikaze.

"Ada apa Tou-San/Ji-San"

Kami langsung menuju kearah Ji-San yang saat itu ia sedang membawa dua botol air mineral.

"Kalian istirahatlah dulu" ucapnya sambil melempar kedua botol air. "Ne Shion-Chan, Naruto-Kun besok kita akan pergi dari Jepang" lanjutnya.

"Kenapa pergi Tou-San" ucap Nee-San. "dan kita akan kemana" ucapku menyambung perkataan Nee-San.

"Kita akan ke Eropa tepatnya ke Italia, Kita akan tinggal disana untuk beberapa tahun kedepan karna pekerjaanku sebagai seorang direktur Namikaze Corp"jawabnya menaggapi semua pertanyaan kami seolah dia mengetahui isi kepala kami.

"Hah baiklah aku mandi dulu, kau mau ikut Naruto" Ucap Nee-San menggodaku.

"Nanti saja Nee-San aku masih ingin istirahat"

"Kalau begitu nanti malam kau harusmandi bersamaku, Naruto"

"Baiklah"jawabku polos dan kulihat Ji-San hanya geleng-geleng kepala saja. Nee-San langsung beranjak pergi meninggalkan kami.

"Ne Naruto-Kun apa kau mau mendengar sedikit ceritaku" tawar Ji-San.

"Memang cerita apa Ji-San"

"Naruto apa kau pernah mendegar atau membaca dibuku tentang 2 naga langit yang saling bermusuhan"

"Hm maksud Ji-San, naga merah dan putih itu"

"Lebih detailnya mereka adalah Ddraig sang Sekiryuutei dan Albion Sang Hakuryuuko, Mereka saling bermusuhan karna mereka ingin menunjukkan siapa yang paling berdominasi, merah atau putih kekuatan mereka pun saling bertentangan. Draig dengan kemampuan Boostnya dan Albion dengan kemampuan Devidingnya. Meraka saling bertarung karna kekuatan mereka yang besar. Semua fraksi yang kala itu tengah berperang, seketika berhenti melihat keganasan 2 naga surgawi itu. Untuk pertama kalinya mereka bekerjasama untuk mengalahkan kedua naga itu. Pertarungan semakin sengit dan akhirnya kedua naga itu dapat disegel oleh Tuhan(anime) kedalam benda yang saat ini menjadi artefak suci atau Sacred Gears"jelas Shinji.

"lalu apa hubungannya kedua naga itu denganku"

Kulihat Ji-San hanya terkekeh mendengar pertanyaanku.

"Perlu kau ketahui, Jiwa Ddraig tersegel dalam Sacred Gears bernama Boosted Gears dan Albion tersegel dalam Sacred Gears benama Divine Deviding. Dan pemilik Boosted Gears adalah ayahmu, Minato Namikaze sedangkan Divine Deviding berada padaku. Yah kami bisa dibilang mantan Sekiryuutei dan Hakuryuuko"

Aku terkejut bukan main mendengar penjelasan dari Ji-San disatu sisi aku mengetahui kalau ayahku dengan paman memang saling bermusuhan.

"Jadi Ji-San dan Tou-Chan saling bermusuhan dan apa yang Ji-San bilang tentang mantan Sekiryuutei dan Hakuryuuko" tanyaku serius dengan kedua tangan mengepal erat.

"Bisa dibilang sifat kami yang saling bermusuhan adalah pengaruh dari Ddraig dan Albion, dan untuk mantan Sekiryuutei dan Hakuryuuko..." Ji-San menjeda sebentar perkataannya. "Kami bertarung hingga batas kekuatan dan akhirnya Sacred Gears kami hancur dan jiwa Ddraig dan Albion menghilang entah kemana, kejadian itu tepat saat 2 hari setelah kelahiranmu, dan satu lagi karna kehancuran yang menjadi kekuatanmu disamping itu kesucian tubuhmu menjadikanmu sebagai Gray Prince" lanjutnya.

-Flashback OFF-

Entah kenapa banyak sekali pertanyaan yang muncul dikepalaku saat ini. Dan saat itulah aku sedikit ragu jika Tou-San memang tewas dan aku ingin memastikan sendiri apakah Tou-San sudah tewas atau belum dan untuk dendamku pada Da-Tenshi tak akan pernah pudar malah makin menguat dikala aku tau bahwa Da-Tenshi bernama Kokabiel masih hidup.

Naruto POV End

.

Normal POV

Trank.. Trank..

"Suara apa itu,seperti ada orang yang bertarung disekitar sini" gumam Naruto kemudian ia bangkit dari tidurnya dan mencari sumber suara yang sempat ditangkap oleh pendengarannya.

'bukankah mereka utusan gereja yang bertemu denganku dua hari kemarin dan mau apa mereka kemari dan bertarung dengan budak Gremory'batin Naruto yang sedng bersembunyi sambil mengamati pertarungan yang terjadi.

Trank.. Trank..

Pyarrr...

"Cih pedang itu" seorng pemuda blonde mendecih tak suka karna hampir semua pedangnya bisa dihancurkan oleh pedang milik gadis berambut biru itu.

"Percuma berapa kalipun kau menciptakan pedang, tak akan peernah bisa menahan serangan excalibur destructionku" Ucap gadis itu arogan bermaksud memancing emosi dari pria blonde.

Sementara itu pertarungan berat sebeelah juga terjadi antara si gadis blonde ponytail dengan pemuda berambut coklat. Entah apa yang dipikirkan oleh pemuda itu dalam pertarungan pun ia masih sempat-sempat berpikiran mesum ia beberapakalimencoba menyentuh gadis itu namun karna gerakannya asal-asalan, sigadis bisa dengan mudah menghindarinya.

"Jangan sampai Issei-Senpai menyentuhmu kalu tak ingin pakaianmu lenyap" peringat gadis loli berambut putih.

"Koneko-Chan kenapa kau memberi tahu kekuatanku pada musuh" protes Issei.

"Ah Issei-Kun aku tak tau kau semesum itu, tapi tenang saja aku akan menghilangkan kemesumanmu dengan membunuhmu" ucap Gadis itu engan nada Childish.

"Aku juga setuju" ucap Koneko datar.

"Koneko-Chan" protes Issei. Kemudian ia kembali memasang posisi kuda kudanya dengan Boosted Gear yang sudah aktif ditangan kirinya.

[Boost!] [Boost!] [Boost!]

Suara kini terdengar dari gauntlet kiri Issei yang menandakan kekuatannya bertambah 3X lipat dari sebelumnya. Segera saja Issei melesat kearah gadis itu dengan mengepalkan tinjunya.

Trank... Trank... Trank...

Beberapa kali tinjuan Issei masih bisa dihalau dengan pedang si gadis yang selalu berubah bentuk. Meski begitu Issei terus saja mencoba mencari celah dari lawan bertarungnya. Benar saja dengan serangan brutal dari Issei bisa membuat gadis itu sedikit kuwalahan meladeni setiap permainan Issei. Melihat sedikit celah, Issei langsung saja melesatkan pukulannya kegadis itu namun karna reflek gadis yang tergolong lincah ia masih mampu menghindari pukulan itu dan membuat Issei meggeram.

"Kau membuatku muak Irina" ucap Issei sarkastik

Jujur rasanya sangat menusuk jika sahabatnya dari kecil bekata kasar dan sangat menusuk.

"Issei-Kun" gumam Irina pelan dengan tubuh yang sedikit gemetar.

"KIBA" teriak Issei dan dibalas anggukan olehnya.

Tak lama kemudian Kiba mundur melompat ke belakang tepat berada disamping Issei.

'Aku mereasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Nampaknya Sekiryuutei akan melancarkan serangan balasan yang kuat. Aku harus membantunya'batin Naruto yang tengah bersembunyi.

[Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!]

[Dragon Shoot]

Issei melancarkan serangan dari Gauntletnya menuju Irina.

"IRINA" teriak Xenovia melihat serangan yang diluncurkan Issei pada sahabatnya. Sedangkan Irina hanya bisa pasrah menutup matanya.

Bliiitzzz...

Naruto dengan gagahnya muncul didepan Irina bermaksud melindunginya. Ia mengankat tangan kirinya kearah datangnya serangan dan tangan kanannya ia gunakan untuk memeluk gadis itu.

[Boost!] [Boost!] [Boost!]

[Mirror Shield]

Muncul lingkaran sihir transparan dari tangan kirinya.

Chezzzz...

Serangan Issei seperti diserap oleh lingkaran sihir itu. Semuanya nampak shok melihat kejadian itu terutama Issei yang mendecih karna serangannya dapat digagalkan.

Sringg... Wushh...

Serangan Issei dikembalikan oleh lingkaran sihir itu namun serangan itu nampak seperti lebih kuat dari serangan Issei sebelumnya.

Blaaaarrrrrr...

"Aaaarrrrrrkkkkkkkkk..."

Mereka berdua terkena serangan yang bisa dibilang senjata makan tuan dari Issei. Benar saja Issei dan Kiba langsung terkapar K.O sementara Koneko hanya memandang datar Naruto.

Sigadis akhirnya membuka mata dan alagkah terkejutnya karna ia tengah berada dipelukan pemuda blonde yang sempat menolong teamnya dua hari yang lalu.

"Naruto-San" gumam Irina.

Sring...

Muncul lingkaran sihir berwarna merah dengan polo lambang keluarga Gremory dan memunculkan 2 gadis berambut crimson dan darkblue.

"ISSEI... KIBA..." teriak gadis crimson sambil berlari kearah kudua Peeragenya yang tengah terkapar.

"Apa yang kau lakukan pada keluargaku, Naruto-Kun" Sinis gadis crimson sambil memandang Naruto.

"Hanya menolong orang yang membutuhkan bantuan akibat serangan dari seekor Iblis" balas Naruto santai tanpa memperdulikan KI yang menguar dari tubuh si gadis crimson itu.

"Cih... AKENO" teriak gadis itu dan dibalas anggukan oleh pemilik rambut daark blue tersebut.

Akeno dengan sigap membuat lingkaran sihir tepat berada diatas Naruto dan Irina begitu pula dengan si crimson yang mengeluarka sihir andalannya.

[Raikyou]

[Power of Destruction]

Petir berwarna kuning keluar dari lingkaran sihir itu dan menghujan apapun yang ada dibawahnya belum lagi serangan dari si crimson yang bayak sekali mengandung unsur negatif. Namun sebelum petir dan serangan si crimson itu menghujam Naruto dan Irina, si pemuda beriris Blue sapphire itu menyeringai sambil mengucapkan mantra sesuatu.

[Resistant]

Blaarrrrr...

Suara menggelegar akibat petir yang menyambar permukaan yang berada dalam lingkup lingkaran sihir yang dihasilkan oleh Akeno.

"Apakah berhasil"tanya si crimson.

"Entahlah Rias" balas Akeno tanpa menurunkan sedikit pun kewaspadaannya.

Terlihat asap mengepul dari tempat yang menjadi sasaran serangan mereka namun tak berselang lama nampak seperti sosok manusia dari balik asap tersebut yang tengah berjalankearah mereka.

"Omoshiroi... Omoshiroi... aku kagum atas kekompakan kalian" ucap sosok itu keluar dari kepulan asap dan bingo semua Iblis terkejut tak percaya melihat sosok blonde yang berdiri dengan gagahnya sambil menggendong ala pengantin gadis ponytail yang tengah pingsan. "Namun serangan seperti itu tak cukup untuk membunuhku, bahkan sekedar menggores kulitku" lanjutnya memancing emosi kedua gadis Akuma.

Setelah keadaan mulai membaik Naruto pun berbalik arah melangkahkan kakinya meninggalkan tempat menuju kearah Xenovia.

"Tunggu" Ucap Rias bermaksud menghentikan Naruto. Dan itu berhasil menghentikannya meski hanya berhenti tanpa menoleh kearahnya. "Dari segi fisik aku sepertinya mengenalmu.." jeda Rias sebentar. "Apakah kau itu sebenarnya Naruto Namikaze" tanya Rias dan sontak membuat Naruto membulatkan matanya. "Jawab aku" lanjutnya tegas.

"Yah benar, Namaku adalah Naruto Namikaze" balas Naruto sambil menurunkan Irina di hadapan Xenovia dan kemudian menoleh kearah Rias.

Rias terkejut karna tebakannya tentang Naruto ternyata benar. Ia mulai melangkahkan kakinya perlahan namun pasti menuju pemuda blonde itu.

Greepp..

"Aku senang kalau kau yang menjadi saudaraku" Ucap Rias dengan memeluk Naruto sementara Naruto sedikit tersentak mendengar ucapan dan perlakuan Rias padanya.

"Apa maksudmu" tanya Naruto tajam sambil sedikit mendorong Rias dan berhasil melepaskan pelukannya.

"Bukankah kau anak kedua dari Minato-Tou-San" ucap Rias.

"Bagaimana kau tau tentang ayahku dan aku ini anak pertama" sengit Naruto.

"hm" Rias menggelengkan kepalanya "Anak pertama dari Minato-Tou-San itu kakakku, Sirzechs Lucifer. Aku tau tentang ini karna kemarin ia menyelamatkanku ah lebih tepatnya menggagalkan pertuanganku dengan Iblis clan Phenex" Lanjut Rias.

Kepala Naruto seakan mau pecah setelah mendengar penjelasan dari Rias tentang ayahnya.

'Aku punya saudara selain Asia-Chan dan dia adalah Maou Lucifer belum lagi kabar burung mengenai Tou-San yang masih hidup' batin Naruto terkejut.

"...Kun"

"...to-Kun"

"...Naruto-Kun"

"eh" Naruto tersadar dari lamunanya dan langsung saja menghilang disertai kilatan hitam. Yah itu sontak membuat terkejut semuanya Iblis setelah mengetahui cara Naruto meninggalkan tempat.

.

Taman Kuoh

Naruto POV

Pikiranku kacau setelah mendengar si Gremory itu. Apakah perasaanku ini benar jika Tou-San masih hidup, tapi kalau dia masih hidup kenapa selama ini dia tak sekalipun menemuiku atau Asia-Chan. Aku harus memastikan sendiri dan belum lagi tentang aku yang notabene anak pertama kenapa bisa mempunyai seorang kakak apalagi dia adalah Maou Lucifer, ini benar benarmembuatku pusing.

Naruto POV End.

.

Normal POV

Another Place

Tempat yang bisa dibilang sangat dan sangat hancur lebur seperti telah terjadi kehebohan ditempat ini. Suasana sepi dan sangat mencekam padahal kemarin masih terasa ramai akan ledakan ledakan khas pertarungan. Sangat aneh memang namun nampaknya sekilas masih ada lima orang yang tengah bertarung. 4 lawan 1, sekilas ini pertarungan yang berat sebelah namun kenyataannya yang satu ini lebih mendominasi dari pada keempat lawannya karna kekuatannya yang sangat luar biasa dan bisa dibilang dia adalah bos pada game rpg.

"Kenapa kalian tidak menyerah saja" ucap pria berambut putih panjang dengan nada yang sarkastik.

"Kami tak akan menyerah meski hanya kami yang tersisa" balas pemuda Blonde.

"Kau masih terlalu naif bocah, lihatlah mana temanmu yang akan kau lindungi mereka semua tewaskan? Dan semua ini karna kau yang terlalu naif dengan kata-kata yang kau banggakan" balas pria itu. "Sebaiknya kalian diam saja karna aku akan merubah hidup kalian seperti yang kalian impikan" lanjutnya membuat senjata berwarna hitam pekat.

"Kau jangan terpengaruh dengan omongannya, lebih baik kita bertarung dan hentikan semua ini" ucap pemuda Raven menyemangati si blonde yang tengah down mentalnya.

"Baiklah"

"Ayo"

.

.

.

-To Be Continued-

.

.

.

Gomen karna telat update karna keringnya ide dan sibunya dunia kuliah dan kerja. Tapi meskipun telat akan saya update sebisa mungkin. Dan untuk fic saya yang INFINITY telah diremake kembali oleh teman saya. Arigatou bagi yang meluangkan waktunya untuk membaca atau bahkan menunggu fic gaje ini.

Balasan non Login

namikaze lucifer tria

dilanjutin dong Cerita.x udah bgs taw

OK ini udah lanjut gomen kalau kelamaan

Numpang lewat

thor apa harem naru ada 4 doang ?, Kok ga ada incestnya kaya naru x shion / naru x rias githu , kalo ga shion nanti sama siapa? , pokoknya jangan jadiin issei x shion aja ok thor

harem Naru Cuma 4 doang kok, maaf kalau fic ini saya buat normal aja tidak ada incestnya dan Shion kaga bakalan sama Issei kok.

Guest

lanjut donk...

OK ini dah lanjut

Nina

hmp seru,,, wah sayng padah infinit seruu bgt, v gpp ko ku ngerti pasti 2 fic berat bgt ya. Ok smngat buat fic ini ya ganbateeee

OK Arigatou dan untuk fic infinity udah diremake ulang sama author lain.

DAMARWULAN

apa disini xenovia juga akan jadi iblis di kelompok gremory

hm iyaakan jadi Iblis namun dikelompok Gremory Asia dan Rossweisse tidak akan jadi Iblis

asd

lanjutkan ea

Ini udah lanjut

Uchiha Tedjo

Semakin ke sini cerita nya semakin mainstream, alur nya kecepetan cerita nya terlalu d paksakan
adehhh
padahal awal mula cerita nya seru lohh tapi kok penulisan nya mulai menurun?

Untuk alur memang saya sengaja agak cepat namun ada juga nanti bagian yang mengenai tentang Naruto akan saya rubah alurnya agak lambat sbagai pengenalan Chara. Kalau masalah penulisan, gomen soalnya buat yang beda dari canon memang sangat sulit.

Unyu

kurang aksinya tu

Gomen karna aksinya kurang karna ini masih tahap pengealan Chara

Profil

Name: Naruto Namikaze

Nicknames: Naruto/Gray Prince

Partner : Trihexa

Race: Human

Abilities:

Boost! : menggandakan kekuatan,kecepatan,fisik,stamina,regenerasi dan kinerja otak.

Resistant : menghentikan waktu sesaat untuk menahan serangan.

Canon Blaster : serangan dengan menggunakan Sinar laser berwarna hitam yang keluar dari telapak tangan.

Teleport : berpindah tempat dengan sekejap. Cara kerjanya hanya membayangkan tempat yang akan dituju.

Division : merubah Headgearnya menjadi benda apapun yang diinginkan pemilik.

Ruin Fire : memunculkan lingkaran sihir dia atas lawan lalu dari lingkaran sihir tersebut keluar api yang sangat panas yang turun menghujam area di bawahnya. Efek samping dari sihir ini : terlalu banyak memakai Mana dan sangat sulit di kontrol.

Confuse : semacam sihir hipnotis dimana pengguna akan mengganti inggatan korban dengan sesuka hatinya. Efek samping dari sihir ini : pengguna akan merasa pusing.

Bansho Tenin : semacam kekuatan memanipulasi gravitasi, menarik lawan kearah si pengguna. Teknik ini memerlukan Rinnegan yang aktif.

Shinra Tensei : kebalikan dari bansho tenin yakni mementalkan musuh atau serangan apapun yang mengarah pada pengguna. Teknik ini sangat menguras Mana dan memerlukan Rinnegan yang aktif.

Shield : pertahanan awal dari kemampuan Headgear

Mirror Shield : pertahanan dengan menbalikkan serangan yang dilancarkan musuh. Dibutuhkan mode high atau Balance Breaker untuk menggunakan teknik ini.

Killing Flash : Mirip seperti serangan silentkill milik Zabuza yang mmbunuh tanpa suara. Hanya saja teknikini lebih mengandalkan kecepatan dan efek sampng dari teknik ini stamina pengguna akan turun dranstis.

Equipment:

HeadGear

Sayap mekanik

Magic Paper

Mana Sword

Relatives:

Minato (Ayah) - Alive

Kushina (Ibu) - Dead

Shion (Kakak sepupu) - Alive

Shinji Namikaze (Paman) - Alive

Asia (Adik) - Alive (Human Only)

Harem List :

-Gabriel (Alpha)

-Sara

-Irina (Human not Angel)

-Rossweisse (Valkyrie not Devil)

Affiliations : -

.

.

See You Next Chap

Kritik dan Saran

.

Uzumaki Bolt Out