Tak terasa sudah 17 tahun aku hidup didunia yang penuh dengan misteri dan teka-teki ini, dan juga sudah 9 tahun aku mengenal salah satu misteri dunia ini yakni makhluk supranatural. Sama sepeti manusia pada umumnya mereka juga ada yang baik juga ada yang jahat begitupula dengan sifat mereka, mereka dengan mudah berbaur dengan manusia dan mereka juga bisa menyamar menjadi manusia. Dari segi fisik maupun kekuatan manusia kalah jauh diatas mereka. Setiap kegiatan atau perbuatan pasti memiliki maksud tertentu, yah yang tak lain adalah keinginan untuk saling mendominasi hal ini berlaku bagi manusia maupun makhluk supranatunal baik itu Akuma, DaTenshi, Tenshi atau dewa sekalipun. Mereka akan melakukan apapun yang mereka mau baik membunuh, tipudaya atau dengan berbagai cara licik lainnya
.
.
Title : Hikari or Yami
Rated : T-M
Genre : Adventure,Romance,and Supernatural
Pairing : Naruto X ?(Saran)
Disclaimed : Naruto & High School DxD
bukan punya saya.
.
Summary :
Apa jadinya jika seorang manusia biasa berurusan dengan makhluk Supranatural. Terlebih lagi dia memiliki sebagian dari apa yang disebut "Malapetaka" dan juga kekuatan aneh lainnya. Putih atau Hitam, Perdamaian atau kehancuran jalan manakah yang akan ia pilih
.
SmartNaru,StrongNaru,GodlikeNaru(Maybe),OverpowerNaru(Maybe),SacredGearsNaru
.
Warning : Abal, Gaje,Lime(Maybe),Lemon(Maybe), OC, OOC, Typo (Maybe),Death Chara(Maybe) and Etc.
.
"Naruto" = talking
'Naruto' = thinking
"Naruto"= Dragon/Sacred gears talking
'Naruto' = Dragon/Sacred Gears thinking
[Fire] = kekuatan Sacred Gears
.
.
Chapter 10
.
.
Underworld
Seorang pria kini nampak mondar mandir mengelilingi ruangannya. Pria berambut crimson pajang itu nampak sedang memikirkan sesuatu yang baru-baru ini menghiasi pikirannya.
'Ayah masih hidup dan juga aku tak menyangka dia mempunyai anak selain diriku' batin si Crimson yang masih mondar mandir gaje.
Cklek..
Tak berselang lama, pintu disebelah depan mejanya terbuka dan menampilkan wanita cantik berambut silver dengan pakaian maid yang melekat ditubuhnya. Dia dengan santai masuk keruangan itu sambil membawa nampan berisi secangkir teh dan teko kecil.
"Ah... Grayfia-Chan.."
"Ini aku bawakan teh untuk anda Lucifer-Sama" Grayfia lalu bergegas meletakkan nampannya dimeja kerja milik pria Crimson itu. Grayfia yang melihat raut wajah Sirzechs yang tak seperti biasanya hanya diam saja karna raut wajah yang seperti ini menurutnya si pria Crimson itu tengan memikirkan masalahnya. "Apa ini ada hubungannya dengan ayahmu yang datang menyelamatkan Rias-Ojousama, Lucifer-Sama atau ada masalah yang lain"
Sirzechs hanya diam saja kemudian ia berjalan ke mejanya untuk menikmati secangkir teh yang disajikan.
"pertama tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu Grayfia-Chan aku itu suamimu dan kedua memang benar aku memikirkan ayah kandungku dan yang terakhir aku penasaran dengan adikku selain Rias" jawab Sirzechs pelan namun terdengar jelas karna pendengaran akuma menang begitu sensitif. Sirzechs kembali meminun tehnya dan setelah itu ia memalingkan mukanya ke kejendela di samping kanannya.
"Baiklah Anata" Grayfia mendekatkan dirinya kearah Sirzechs dan bergelayut manja di pundaknya. "kau tenang saja soal adikmu, kau pasti akan bertemu dengannya kok" Grayfia berpindah kebelakang sambil memeluk leher sang suami. "lagipula beberapa hari lagi kita akan kedunia atas untuk melihat perkembangan Rias-Chan di Academy dan sekalian kita akan menjumpai ayah dan adikmu" lanjut Grayfia dengan senyum manisnya yang jarang ia perlihatkan pada orang lain.
"Kau benar Grayfia-Chan" ucapnya sambil tersenyum tipis. "tak biasanya kau bergelayut manja seperti ini Tsuma" goda Sirzechs.
"Aku hanya menghiburmu Anata"Grayfia berhnti sejenak namun tak lama kemudian terlihat seburat merah menghiasi pipinya. "A-aku hanya i-iingin me-melakukan iii-tu n-namun kau t-tampaknya s-sedang s-sibuk" lanjut Grayfia dengan susah payah dan gugup meski telah menikah bertahun-tahun yang lalu.
"Akhirnya kau mengatakan itu juga sayang"
"Ak-enghhh..."
Dengan ganas Sirzechs melumat bibir pink istrinya. Semua yang ada dipikirannya runtuh seketika setelah merasakan istrinya yang tengah terangsang. Dan akhirnya terjadilah sesuatu yang tidak author rincikan karna mengandung lemon.
.
.
Kuoh
Naruto POV
Tiga hari semenjak kejadian yang menimpa adikku sekaligus hari dimana aku berhasil menemukan adikku yang aku cari akhir-akhir ini. Lubang dihatiku sedikit tertutup dengan kehadirannya yang dengan sifatnya mirip seperti Kaa-Chan. Namun aku masih menyimpan dendam yang amat kuat kepada DaTenshi khususnya Kokabiel, karna ia telah membunuh kedua orangtuaku dan mencoba menyakiti Imoutoku. Aku saat itu bersumpah akan membinasakan seluruh DaTenshi sampai ke akarnya.
.
Aku beranjak pergi dari tempat rahasiaku menuju ke taman Kuoh untuk sekedar beristirahat seusai berlatih.
Huft..
Aku berpikir entah sampai kapan diriku dan orang yang berharga bagiku terus dihantui oleh masalah supernatural. Dan juga aku sempat terbesit dipikiranku 'kenapa Tuhan menciptakan makhluk supernatural dan juga benda-benda yang dikatakan bisa membunuhnya'
"kelihatannya kita satu pemikiran Gaki" suara berat terdengar begitu saja dalam pikiranku yang bisa dibilang ini link antara mindscape dan kenyataan.
'yah mungkin kau benar Trihexa, aku ingin bertanya padamu kenapa kau bertarung dengan Nya dan apa yang membuatmu tersegel seperti itu'
"Bukannya kau sudah tau Gaki"
'tidak jawabanmu selalu diluar pertanyaan, seolah ada maksud tertentu kau menyerang Nya'
"HAHAHAHAHA... ternyata keturunan Sekiryuutei terkuat memang begitu jenius"
Aku tersentak mendengar ucapan Trihexa kali ini. Keturunan Sekiryuutei terkuat? Apa maksudnya ini.
(A/N :Naruto tidak tau kalau ayahnya adalah Sekiryuutei terkuat sampai saat ini, yang ia tau hanya sekedar ayahnya adalah Sekiryuutei biasa tak lebih)
"Seperti dalam berbagai mitologi lain dariku dinggap sebagai sang malapetaka atau makhluk pengkiamat dimana jika aku menunjukkan jati diriku maka alam semesta ini akan berakhir. Seperti yang ditugaskan Ayah, aku diciptakan untuk kehancuran. Namun meski begitu aku hanya akan menampakkan diriku pada dunia maupun alam semesta bila tiba saatnya hari itu"
'maksudmu kau akan muncul jika kiamat itu telah dat~ eh kalau begitu aku menjadi Immortal'
"Yah seperti itulah karna kau satu satunya partnerku saat ini setidaknya sampai kiamat datang. Aku akan membantumu agar kau menjadi kuat setidaknya takkan terbunuh sebelum kiamat tiba namun saat hari itu tiba aku akan keluar dengan sendirinya dari tubuhmu untuk melakasanakan tugasku termasuk membunuhmu"
Aku berpikir jika aku mati sebelum kiamat maka apa yang akan terjadi dengan dunia ini.
"Dunia juga akan berakhir hari itu juga. Karna jika kau mati aku akan terbebas dari sini dan melepas segel setengah diriku. Tapi tenang saja aku sudah memiliki perjanjian dengan Ayah aku takkan muncul sebelum hari itu tiba. Dan jika ada makhluk yang melepas segelku sebelum hari itu maka aku pun takkan keluar dari tubuhmu dengan kata lain masih bisa dihentikan"
'Baiklah kalau itu maumu, aku juga memiliki masalahku sendiri. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik sampai hari itu tiba'
"Hmm.. ya~aku merasakan ada niat jahat yang kuat dari arah jam 3 dan dari auranya itu seperti DaTenshin"
'Apa Maksudmu' emosiku kini memuncak karna mendengar hal itu.
"Sebaiknya kau kesana" setelah itu Trihexa memutus linknya denganku.
Sring...
Kedua sayap mekanik muncul dipunggungku dan aku langsung saja melesat kearah yang dimaksud tepatnya seperti mengarah ke bukit itu. Bersiaplah DaTenshi aku datang.
Naruto POV END
.
.
Normal POV
Blarrr...
"Uggghhh..."
Seorang gadis tersungkur akibat tendangan dari pria bersayap gagak tepat mengenai perutnya.
"Apa hanya ini kekuatan dari utusan gereja" pria itu nampaknya sedang mempropokasi sigadis. "lebih baik serahkan pedangmu. Dengan begitu aku akan memulai GreatWar kedua Hahaha"
Gadis itu terlihat geram dengan ucapan pria tersebut yang dinilai merendahkan dirinya sebagai utusan gereja. "Diam kau malaikat laknat" teriaknya sambil memegang kembali excalibur miliknya dan langsung saja menebas kearah Pria itu.
Trank...
Gadis itu mendecih karna serangannya digagalkan oleh pemuda dengan memegang kedua pedang Excalibur.
"Bos biar aku yang memberi pelajaran pada manusia penuh dosa ini"
"Terserah kau saja Freed" pria itu kembali duduk di singgasananya.
"Mari kita mulai dansanya" ucap pemuda itu sambil menjulurkan lidahnya sedangkan si gadis hanya memandangnya jijik.
Wush...
Trank...
Pedang tipis milik sigadis berbenturan dengan kedua pedang pemuda itu dengan keras. Jual beri serangan terus berlangsung. Namun karna faktor kelelahan si gadis terlihat ngos-ngosan. Melihat gadis itu kelelahan, hal ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh pemuda itu dengan menyatukan kedua pedangnya menyilang dan menyerangnya secara brutal. Walaupun dalam keadaan yang kelelahan namun gadis itu berhasil menangkis serangan brutal pemuda itu namun hal itu tak bertahan lama karna ia saat ini memang benar-benar kelelahan.
"Arkkkkk..."
Tubuh gadis itu terpental kebelakang hingga menabrak sebuah pohon. Langsung saja pemuda itu berjalan gotai kearah gadis yang tengah tersungkur dengan maksud mengakhiri pertarungannya.
"Cukup Freed kau terlalu lama bermain, ambil saja pedangnya dan langsung jalankan ritual itu"
Freed terdiam sesaat mendengar ucapan pria yang dianggap bosnya itu.
"baiklah Bos" freed langsung saja pergi dengan membawa pedang excalibur mimic milik si gadis blonde itu.
Tak berselang lama setelah kepergian Freed, sesuatu muncul dari langit malam,seorang pemuda dengan sayap mekanik melesat dengan kecepatan penuh menuju pria yang tengah duduk di singgasananya.
Wusshh...
Duuaaggghhh...
Pria itu terlempar terseret kebelakang cukup jauh akibat serangan tiba-tiba dari pemuda blonde yang datang dengan kecepatan tinggi.
"Ugghhh... Sialan kau"teriak pia itu sambil berdiri kembali.
"KOKABIEL..." Teriak si Blonde sambil menyiapkan pukulan dilapisi aura hitam dan tanpa babibu langsung melesat kearah Kokabiel.
"Duagh..."
"SRAkkkk"
Meskipun serangan itu berhasil, Kokabiel hanya terseret beberapa langkah sajadan itu membuat Si Blonde geram. Dan sekilas ia lihat kebelakang nampak seorang gadis berambut sama sepertinya tengah tersungkur dengan pakaian compang camping.
"Apa yang kau lakukan padanya" tanya Naruto datar taklupa dangan Killing Intens yang lumayan tinggi namun semua itu tak menunjukan bahwa Kokabiel merasa terintimidasi sebaliknya ia malah tersenyum mengejek.
"Tak kusangka Pangeran Sekiryuutei yang mendatangiku, aku cukup terkejut melihat auramu. Tapi kau masih terlalu lemah dibanding Kakakmu yang saat ini menjadi seorang Maou Lucifer" Kokabiel mencoba untuk memancing emosi Naruto namun sepertinya Naruto sama sekali tak terpengaruh omongan Kokabiel. "Seperti yang kau lihat yang kaulihat, aku hanya meminjam mainannya" lanjutnya.
"Apa maksudmu"
Kokabiel menyeringai melihat tatapan datar Naruto. Ia yakin saat ini Naruto tengah menyembunyikan amarahnya dengan tatapan datar dan perkataan denginnya itu.
Sringg...
Melihat ada yang datang Naruto mundur ketempat si gadis blonde yang tersungkur tak sadarkan diri. Benar saja tak lama kemudian muncul dua lingkaran sihir tepatnya dibelakang Naruto. Dan memunculkan Haires clan Gremory beserta peeragennya dan juga Haires clan Sitri dan ratunya. Naruto hanya memandang bosan sikap angkuh dari haires Gremory dan tatapan datar dari Haires Sitri.
"HAHAHAHA..." Kokabiel tertawa mengetahui kedatangan dua calon pewaris clan iblis.
Tap.. tap..
Si gadis crimson berjalan 2 langkah kedepan dan bersedekap dengan angkuhnya.
"Senang bertemu denganmu jendral DaTensi, Kokabiel" Rias berkata tenang seolah tak akan terjadi apa-apa padanya.
"hahaha Rias Gremory, Maou no Imouto kau tak lebih dari sekedar jalang" Rias dan peeragenya telinganya terasa panas mendengar celotehan Kokabiel. "Kau itu lemah dan sangat mengecewakan, setidaknya kau harus seperti kakak keduamu, pangeran Sekiryuutei" lanjutnya bukan hanya menyindir Rias tapi juga Naruto. Seluruh iblis yang disitu kecuali Rias tentunya dibuat terkejut tentang perkataan Kokabiel barusan.
[Boost!]
Wush...
Issei yang tak terima kingnya dihina langsung saja melesat kearah Kokabiel dengan gauntlet merah ditangan kirinya bersiap melancarkan serangan kearahnya. Kokabiel hanya menyeringai dan langsung melesat tepat dihadapan Issei. Sementara Issei hanya melebarkan matanya karna terkejut akan kecepatan Kokabiel.
Duagh..
"Ugggh..."
Issei terlempar kebelakang hingga menabrak pohon sampai tumbang karna kuatnya tendangan dari Kokabiel.
"sialan kau Kokabiel" bukan Issei yang berkata melainkan Naruto yang berdiri sambil menggendong bridal style gadis Blonde.
"khukhukhu... sepertinya menyenangkan bila bertarung denganmu pangeran Sekiryuutei. Namun seperinya bukan disini melaikan ditempat itu" ucap Kokabiel sambil menunjuk kearah Kuoh Academy.
"Apa maumu sebenarnya"
"Hanya melakukan hal yang seharusnya terjadi"
"cih, teme"
Blash...
Kokabiel mengepakkan 5 pasang sayap hitamnya.
"Aku tunggu kau disana, Naruto" ucap Kokabiel sebelum pergi melesat kearah Kuoh Academy.
"Naruto-Nii" ucap Rias sambil berlari kearah Naruto.
"Ada apa Rias" ucap Naruto datar.
"Apa benar kau adalah anak dari Minato-Tousan" tanya Rias. Naruto terkejut mendengar ucapan Rias.
"Ya, tapi bagaimana bisa kau tau" tanya balik Naruto serius.
"Tentu saja Minato-Tousan Sendiri yang mengatakan hal ini padaku"
Naruto syok mendengar jawaban Rias.
"Apa kau jangan mengada-ngada dia tepatnya orang tuaku tewas saat aku berusia 5 tahun dan pembunuhnya yang tak lain adalah Kokabiel" ucap Naruto sedikit menaikkan volume suaranya.
"Naruto-Nii, aku tak mengada-ngada namun aku berkata yang sesungguhnya karna beberapa hari yang lalu, Minato-Tousan lah yang menyelamatkanku dari perjodohan dengan bertarung melawan Riser Phenex pilihan orang tuaku" lagi lagi naruto dibuat bungkam oleh perkataan Rias.
"dan satu lagi apakah kau percaya Minato-Tousan dibunuh dengan mudahnya oleh Kokabiel, dia adalah Sekiryuutei terkuat yang bahkan masuk 'top ten strongest beings in the world' mengalahkan banyak musuh bahkan bisa mengalahkan dewa trimurti. Dan apakah kau berpikir gagak itu bisa dengan mudahnya membunuh Minato-Tousan" lanjut Rias dengan sengit.
Naruto hanya menunduk mendengar ceramahan Rias, namun dia segeramenegakkan kepalanya sambil mengeluarkan sayap mekanik dari punggungnya.
"Rias mungkin ucapanmu benar tapi aku sudah terlanjur mendapat ambisi untuk memusnahkan seluruh DaTenshi yang ada, Tou-san mungkin masih hidup tetapi Kaa-san dia mati ditangan Kokabiel karna aku melihat dengan mata kepalaku sendiri"
"Setelah ini kau kemana Rias" lanjut Naruto.
"Aku dan peerageku akan pergi ke Academy untuk menghentikan Kokabiel dan penyatuan excalibur" balas Rias tanpa ada keraguan dihatinya. Naruto hanya tersenyum tipis mendengar jawaban itu.
"Kuserahkan padamu setidaknya bertahanlah sampai aku datang, aku percaya kau adalah gadis yang kuat" ucap Naruto sambil tersenyum dan sontak membuat Rias memerah.
"Hai' Naruto-Nii" ucap Rias sambil menatap kepergian naruto.
.
.
Kuoh Academy
Suasana disini terasa berbanding terbalik bila pada malam hari,terasa sunyi dan mencekam namun semua itu nampaknya berubah setelah kedatangan pria bersayap bernama Kokabiel yang tiba-tiba menghancurkan salah satu bangunan sekolah, disamping itu Issei yang saat ini murka karna mengetahui tujuan dari Kokabiel yang tak lain untuk menjalankan greatwar kembali dengan jalan menyatukan pedang excalibur dan juga membunuh kedua pewaris Gremory dan Sitri yang notabene adalah adik dari kedua Maou saat ini.
"Apa hanya ini kekuatan dari Sekiryuutei saat ini" ejek Kokabiel yang duduk tenang sambil melihat carberus yang ia summon untuk melawan bidak Ras.
'Sialan kau Kokabiel'batin issei geram atas tingkah Kokabiel yang dinilai sangat meremehkannya.
"Minato terlalu bodoh karna melepas SacredGearnya disaat melawan Hakuryuuko,tapi pengorbanannya pasti sia-sia. Ia pasti akan kecewa nama baik Sekiryuutei tercemar oleh bocah ingusan sepertimu"
"Berdebah kau Kokabiel, kau boleh menghinaku tapi jangan dengan pendahuluku"
"Ddraig"
"Hai' partner"
Sementara itu terlihat para bidak Rias nampak kuwalahan menghadapi kedua anjing berkepala tiga yang tak lain adalah Carberus.
Groooaaaarrrrr...
Kedua makhluk itu mengaum tanda bersiap melakukan kembali serangan terhadap Rias dan para bidaknya. Keduanya berpencar, yang satu berlari kearah Akeno dan Rias serta yang satunya lagi berlari kearah Koneko dan Kiba (AN : Kiba disini sudah menyelesaikan pertarungannya dengan Freed dan juga telah membangkitkan Balance Breakernya)
"Kiba.. Koneko.. berhati hatilah" ucap Rias kawathir terhadap keduanya terutama Kiba karna ia terlihat kelelahan sehabis melawan Freed, walaupun saat ini kedua Carberus juga dalam kondisi yang buruk karna sehabis melawan Issei.
"Buchou. Ini kesempatan kita mengingat salah satu Carberus kehilangan penglihatannya tadi" ungkap Akeno yang saat ini dalam mode mikonya walau terlihat compang camping.
"Ah...yah kau benar Akeno,kita harus menggabugkan kekuatan kita untuk mengalahkan anjing kampung itu"
"Akeno"
"Hai' Buchou"
Akeno membuat lingkaran sihir cukup besar tepat diatas Carberus. Seketika muncul sambaran petir yang amat kuat menghujam tubuh Carberus.
"Rias sekarang" teriak Akeno yang masih mempertahankan sihirnya.
"Hiyaaaaaaaa"
Rias membentuk sihir yang menjadi andalannya yakni Power of Destruction atau Horobi no Chikara, sihir khas clan Bael yang diturunkan dari Ibunya. Sihir ini yang bersifat korosif dan juga sulit untuk dikendalikan, hanya satu orang saja yang saat ini bisa mengendalikan sihir ini dengan sempurna yakni kakaknya sendiri Sirzechs Gremory atau bisa dikenal sebagi Sirzechs Lucifer sang Maou Lucifer saat ini.
"terima ini"
Rias menembakkan Horobi no Chikara dalam jumlah besar dan perlu diingat sihir yang ia buat menghabiskan hampir seluruh mana miliknya.
Blaaaarrrrrrrrrrrrr...
Asap mengepul serta terbentuk kawah yang lumayan besar di tembpat berdirinya Carberus tadi.
Hosh... hosh...
Keduanya terjatuh berlutut karna kelelahan dan juga kehabisan mana.
"Kita berhasil..Haah... Rias.. haah..."
"yah kau benar ...haaahh... Akeno"
Keduanya tersenyum puas dengan nafas yang terengah-engah, keduanya yakin serangan gabungan yang menghabiskan hampir seluruh mana mereka berhasil membuat Carberus itu lenyap. Namun betapa salahnya mereka
Groooaaaaaarrrrrrr...
Lebih tepat disebut raungan dari pada gonggongan kin kembali terdengar dari kepulan asap efek serangan mereka berdua. Benar dan saat ini Carberus berdiri tegak walau kondisinya saat ini memprihatinkan.
"Ini tak mungkin" ucap keduanya serentak karna keterkejutannya melihat serangan yang seharusnya bisa membinasakan Carberus gagal namun tetap tidak bisa dibilang gagal karna serangan mereka memang mengenai makhluk itu. Hanya saja makhluk itu tetap diluar nalar mereka karna bisa bisa selamat dari sihir terkuat mereka.
'Naruto-Nii cepatlah datang kami perlu bantuanmu'
Blitzzz
Sekelebat kilatan hitam muncul didepan mereka berdua.
Back to Issei
[Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!]
[Welsh Dragon : Balance Breaker]
[Boosted Gear Scale Mail]
Aura naga juga akuma kini menjadi satu dengan Iseei dan bisa dilihat dari tubuhnya yang terbalut armor merah dan dari tubuhnya terus keluar aura berwarna merah kehitaman, pertanda ia telah memasuki tingkatan terlarang dari Sacredgear.
"Hohoho ini semakin menarik" gumam Kokabiel sambil berdiri meninggalkan singgasananya namun dirinya masih melayang dengan kelima pasang sayapnya.
Wush...
Issei meselesat dengan kecepatan tinggi sambil menyiapkan pukulan kearah Kokabiel. Kokabiel melebarkan matanya karna saking cepatnya gerakan Issei ia tak sempat menghindar dan
Duagh
Sebuah pukulan beraura naga sukses mengenai perut pria gagak dan berhasil membuatnya terseret cukup jauh kebelakang.
"kuserahkan padamu Issei-Kun/Senpai" ucap para bidak Rias.
"Hyaaaahhhhhhhhh..."
Issei melancarkan serangan bertubi tubi terhadap Kokabiel. Pukulan, tendangan, dan berbagai macam kuncian ia layangkan sebagai kado untuk Kokabiel karna telah membuatnya emosi. Bukannya mundur atau ketakutan, Kokabiel justru makin menyeringai tatkala mendapat serangan beruntun dari Issei.
"HAHAHAHA... Omoshiroi Sekiryuutei serangan yang bagus untuk makhluk hina sepertimu" Kokabiel semakin memancing emosi Issei benar saja karna kurangnya pengalaman tentang pertarungan ,Issei dengan mudah terpancing oleh propokasi yang dibuat Kokabiel.
"Kau terlihat menyedihkan, iblis rendahan sepertimu tak pantas menjadi Sekiryuutei"
"TUTUP MULUTMU KOKABIEL" teriak Issei yang tersulut api kemarahan akan ucapan Kokabiel.
[Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!]
Ledakan kekuatan kini menguar dari tubuh Issei semakin lama semakin bertambah kuat terutama pada gauntlet merah ditangan kirinya.
"Hyaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh"
"RASAKAN INI..."
[Dragon Shoot]
Kokabiel memandang remeh serangan Issei walau dalam hatinya ia sedikit waspada karna tak disangka Sekiryuutei didepannya benar benar mengeluarkan kekuatannya dan ia sedikit bersyukur karna walau demikian Issei masih belum bisa mengendalikan Kekuatannya. Kokabiel kemudian membentangkan sayapnya dan menutup bagian depan tubuhnya sebagai tameng.
Deg..
'apa ini kenapa aku tak bisa bergerak kusoooo' batin Kokabiel cemas karna belum membuat satu pun perlindungan karna tubuhnya saat ini tak bisa digearkkan
Blarrrrrrr
Kokabiel terkena telak serangan terkuat Issei. Serangan Issei sangat kuat buktinya tercipta kawah yang lebar hampir 1/3 luas sekolahnya. Armornya telah hilang karna waktu penggunaan Balance Breaker telah habis. Issei berlutut karna kelelahan dan mana milikya terkuras habis karna penggunaan Sacred Grear yang melebihi batas kekuatan yang bisa ditampung oleh tubuhnya dan juga walau ia sekarang Iblis yang mempunyai daya tahan tubuh melebihi manusia biasa, tetap saja ia merasa kesakitan di sekujur tubuhnya. Meski begitu ia masih saja mencoba untuk berdiri kembali namun gagal karna tubuhnya yang bergetar hebat.
.
Sementara itu
Blitzzz...
Muncul seseorang dengan jubah hitam lengkap dengan hodie tengah menatap datar anjing kepala tiga yang mencoba menerkam kedua gadis tak berdaya. Kemudian ia membuka hodienya hingga tampak rambut merah panjang sepinggul. Namun ia tetap mengenakan topeng tengkorak putihnya.
Groooaaaarrrrrr...
Carberus melesat dengan cepat kearah sesosok yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Makhluk itu menyiapkan cakar besarnya untuk meraih sosok itu.
[Suiton : Daibakufu no jutsu]
Muncul air dari dalam tanah dan terangkat keatas dalam jumlah banyak dan langsung menerjang makhluk kepala tiga dibawahnya hingga hanyut terbawa arus dan bahkan air itu sampai menggenangi kawah lebar yang tercipta karna perpaduan serangan antara kedua gadis iblis.
Makhluk itu meronta ronta kesakitan setelah menerima serangan air milik gadis merah bertopeng.
Groooaaaaarrrr...
Carberus belum menyerah buktinya ia masih mencoba berdiri meski ia terlihat sangat kesakitan.
'siapa dia? bersurai merah ? sepertinya aku pernah melihatnya' pikir Rias yang mencoba mencari tau sosok didepannya.
"kalian tak apa? Gomen.. Naruto-kun dan Aku terlambat" ucap sosok itu
"kau kenal Naruto-Nii/San" ucap Rias dan Akeno tekejut karna sosok didepannya kenal dengan orang yang dikenalnya baru baru ini terlebih bagi Rias ia sangat terkejut jika kakak keduanya bisa datang bersama perempuan bersurai merah tersebut.
"Tunggu aku akan jawab pertanyaanmu setelah membereskan anjing kampung ini" potong gadis bertopeng sambil kembali menoleh kearah Carberus yang ternyata sudah keluar dari kolam buatan tersebut.
Groooaaaaarrrrrr...
Carberus menyerang gadis beropeng itu dengan membabi buta serangan demi serangan ia lancarkan namun masih bisa dihindari oleh sang gadis. Tak mau ketinggalan, sigadis langsung mengeluarkan katanya dari fuin penyimpanan di tubuhnya.
'Sugoi ia bisa membuat Carberus seperti ini dan juga dia bisa memunculkan pedang dari lengannya/ aku harus menjadikannya bidakku dan sihir airnya hampir menyamai Sona' batin kedua gadis Akuma kagum dan tambahan khusus dari Rias untuk kata terakhir.
Crash... Crash... Crash...
Sayatan demi sayatan ia berikan pada Carberus yang saat ini kondisinya terlihat baik dan sangat baik malah sampai-sampai banyak luka sayatan disekujur tubuhnya dan juga darah yang terus merembes keluar dari rahangnya. Carberus jatuh tentunduk karna efek dari serangan air sigadis tadi yang ternyata mengandung unsur suci walupan dalam kandungan kecil.
Tak menyia-nyiakan satu pun kesempatan,gadis itu langsung merapal handseal untuk menyiapkan serangan selanjutnya.
[Fuuton : Daittopa no jutsu]
Wush...
Muncul pusaran angin yang cukup kuat tepat didepan sigadis dan pusaran itu bergerak maju menuju Carberus. Karna kondisinya saat ini yang memprihatinkan, makhluk itu terhempas kebelakang sampai tercebur kembali kedalam kolam buatan. Makhluk itu meronta kesakitan karna air yang menggenangi kawah tadi memang mengandung unsur suci yang dimana inimerupakan kelemahan alami makhluk dunia bawah.
[Fuuton : Kaze kiba]
Grrrooooaaaarrrrrrrrrrr...
Saura memekikkan telinga terdengar semakin keras karna terkena sayatan tak terlihat. Nampaknya gadis ini memang menyukai permainan ini sedari tadi namun kali ini ia terlihat bosan dan ingin mengakhiri pertarungan ini.
[Hyouton : Hyourou no jutsu]
Seketika danau itu menjadi es yang mengurung Carberus didalamnya.
Dilain sisi
"Hyaaaaaaaaaaaaaahhhhh..."
Dua makhluk berbeda gender sedang mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dan melesat menuju Carberus yang juga melesat kearah mereka.
Craassshh...
Kaki depan sebelah milik Carberus putus setelah menerima serangan dari iblis blonde.
Bruukkk...
Carberus tersungkur kedepan karna kakinya terpotong. Kesempatan emas terlihat didepan mata, terlebih mereka mulai mengetahui kelemahan dari Carberus yang tak jauh berbeda dengan iblis yakni sesuatu yang suci.
Gadis bersurai biru melompat tinggi serta mengayunkan secara vertikal pedang suci miliknya.
Crash...
Badan Carberus terbelah menjadi dua bagian dan langsung lenyap seketika.
"seperti dugaanku, makhluk seperti mereka memang lemah terhadap unsur suci" gumam gadis itu.
.
Back to Issei
"hosh... hosh... hosh..."
Nafas yang tak beraturan serta peluh yang menetes dikedua pelipisnya kini dirasakan oleh pemuda berambut coklat yang tengah berdiri meski agak sempoyongan. Sejenak ia menatap hasil kerjanya yang menimbulkan asap tipis, sunyum kecil kini menghiasi bibirnya melihat seperti tak ada tanda tanda kehidupan atas singgasana itu.
"HAHAHAHAHA... omoshiroi buat ini lebih menarik Sekiryuutei"
Issei lagi-lagi harus menelan bulat bulat harapannya setelah mendengar suara keras dari balik asap itu. Perlahan tapi pasti, asap itu menghilang meninggalkan Kokabielyag tengah berdiri gagah membentangkan kelima pasang sayapnya dan juga dengan pakaian yang compang camping.
"wah-wah ternyata peliharaanku sudah dikalahkan, pihak gereja dan iblis bekerja sama itu terlihat menjijikkan" cerca Kokabiel.
"Kalian pihak gereja kenapa masih berusaha seperti ini, jika tuan kalian sudah tiada"
Deg..
"APA MAKSUDMU" teriak gadis berambut biru a.k.a Xenovia.
"Yah sebagai imbalan karna telah membuatku bersemangat aku akan memberi tahu kalian sedikit rahasia kecil tentang Great War yang ditutup tutupi oleh hampir semua mitologi termasuk oleh Michael sekalipun"
"Rahasia itu adalh bahwa sebenarnya bukan hanya Youndai Maou dan Gubjen DaTenshi yang tewas tetapi juga pimpinan dari Fraksi Tenshi yakni Tuhan(anime) itu sendiri"
Shok itu lah yang terjadi terhadap semua makhluk yang ada di area Kuoh Academy kecuali seorang sosok misterius yang duduk di atas pohon. Meraka tak menyangaka bahwa sng pencipta tewas ditangan makhluk ciptaannya sendiri. Terlebih Xenovia dan gadis bertopeng tengkorak.
Sring...
Saat suara kini tengah memanas, muncul sebuah lingkaran sihir di depan Issei dan memunculkan seorang pemuda Blonde dengan baju silver dan celana jeans hitam, serta gadis blonde dengan kerudung berwarna putih.
"Naruto-San/Nii/Kun"ucap mereka serentak.
Sedangkan yang punya nama hanya diam saja dan lebih memilih menatap datar Kokabiel.
"Hentikan omong kosongmu Kokabiel"
"Wah wah yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga dan apa kau sudah tau mengenai rahasia kecil dunia ini"
"aku sudah tau semuanya termasuk kematian Tuhan dan juga rencanamu bergabung dengan Chaos Brigade"
"cih"
Kokabiel mendecih melihat ekspresi dari Naruto yang seakan ia tau rahasianya dan semua rencananya.
"Ne Asia-Chan tolong sembuhkan mereka. Kau bisakan dan bawa Issei menjauh dari sini" ucap naruto tanpa mengalihkan pandangannya pada Kokabiel yang seolah ingin menelan bulat-bulat Kokabiel.
"Ya aku bisa Nii-Chan" ucap Asia dan langsung beranja pergi dengan merangkul Issei untuk menjauh sekaligus menjalankan tugasnya.
"yah sekarang aku bisa tenang, dan bisa kita mulai pestanya" ucap Naruto.
"Hahaha akan kuhancurkan kau seperti aku menghancurkan ayahmu" Kokabiel mencoba memancing emosi Naruto tapi sepertinya tak berhasil malahan Naruto tertawa mendengar jawaban Kokabiel.
"Hahaha kau itu bodoh atau apa. Apa kau tak bisa baca koran tentang sesuatu yang menghebohkn terjadi di Underworld tepatnya dipesta pernikahan Haires Gremory yang tak lain adalah adikku. Yang batal akibat kedatangan sesosok Legenda" ucap Naruto
Kokabiel shok mendengar ucapan Naruto. Berbagai spekulasi kini muncul dikepalanya 'siapa yang kubunuh waktu itu'. Nampaknya bukan hanya Kokabiel tetapi juga Asia, perlahan tapi pasti air matanya menetes mendengar hal itu.
"Ne Asia-Chan yang dikatakan Naruto-Nii memang benar bahwa Minato-Tousan masih hidup dia bahkan datang untuk menyelamatkanku" ucap Rias pada Asia yang kini mengobati Issei.
"hiks.. aku senang mendengarnya. Tou-Chan masih hidup hiks" balas Asia sambil menitikkan air matanya. Melihat hal itu Rias langsung memeluknya untuk menenangkannya.
"meski begitu aku takkan memaafkanmu karna kau telah membunuh ibuku" perlahan aura kelam menguar dari tubuh Naruto.
'Naruto-Nii'
"sebaiknya kau segera menggali kuburmu Naruto"
"Harusnya aku yang bilang begitu" balas naruto yang tubuhnya kini sudah terselimuti armor berwarna hitam pekat dan beberapa garis merah di armornya.
"Hyaaaaaaaaaahhhhhh..."
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
.
Gomen karna telat banget updatenya 2 bulan lebih karna ada musibah yang terjadi pada saya. Karna saya saya sangat sulit jika harus mengetik dengan tangan satu apalagi dengan tangan kiri. Dan perlu saya beri tau jika untuk akun saya terdiri dari 2 orang yakni saya dan adik saya. Saya yang menulis fic Hikari or Yami sedangkan Adik saya menulisfic Infinity. Karna saya sudah berkeluarga sendiri dan sudah beda rumah kalau mau tanya tentang Infinity di fic nya saja ya. Untuk yang meminta lemon kemungkinan akan ada setelah penyerangan Kokabiel. Untuk pai masih tetap sama dan untuk Sara kekuatannya adalah master fuinjutsu seperti uzumaki pada umumnya karna saya buat Sara dari clan Uzumaki dan untuk perubahan cakranya ada 3 yakni Suiton, Fuuton dan Katon sera memiliki Kekei genkai Hyouton serta rantai cakra.
Jawaban for non login
Rita
Saran untuk harem naruto : ophis, sona dua aja cukup kak
Rias sama akeno kasi Iseei aja hehe
Saya hargai saran anda tapi Sona ternyata kalah suara dari Rossweisse dan juga saya tidak memasukkan Rias dan Akena dalam harem Naruto karna Rias adalah adik Naruto meski adik tiri.
Zia
Yey lanjut senpai ini seru sekali jadi gasabar nunggu kelanjutannya hihihi
Terimaksih karna sudah mngikuti fic gaje ini dan gomen karna telat
Numpang Lewat
Thor haremnya tambahin Xenovia/ophis biar di harem naru ada yang mukanya datarwalaupun Cuma satu, oh ya kalu bisa wordnya
Maaf soal harem saya tidak bisa karna harem Naruto udah ditentukan oleh voting reader terdahulu dan untuk wordnya akn bertambah seiring waktu dan juga tergantng situasi, bila ada figh atau hal yang serus mungkin akan bertambah panjang wordnya.
Kepala duren
Next chap!
Di next aja :D
Nina
Yey,,, seru,, apa yang terakhir naru shinobi n si teme?
Mungkin iya mungkin tidak dan juga jagan terkejut nantinya jika mungkin tak sesuai harapan
DAMARWULAN
Apa naruto akan membunuh azazel
Udah taukan ambisi Naruto
DAMARWULAN
Apa Naruto akan membunuh seluruh keluarga gremory, fakta notabenya venelana gremory menghianati minato
Kemungkinan terjadi 30 % dan untuk membalas dendam itu urusan Minato.
Asd
Lanjutkan ea
Udah lanjut ea
Andre iswandi
next senpai ane tunggu chap10nya arigatou
Ok dan gomen bila sangat jauh dari kata telat
Putri-chan
Tambahkan narusasu dari dimensi lain dong, dg kekuatan original tentunya
Akan terjawab di chapter 12 mungkin
Sss
Yang terakhir pasti penting bagi crita ini
Tau aja ente bisa telepati ternyata :D
.
.
.
See you next chap
Uzumaki bolt (Irwan Pradana dan istri out)
