Chap sebelumnya
"Berhentilah bermain-main denganku,atau kupatahkan tulangmu!"
"Aku yang akan mematahkan tulangmu duluan hihihi~"
Chap 2
Cekidot...
Mendengar sahutan itu chanyeol mematung,dan pikirannya langsung mengingat perkataan nenek tua yang sebelumnya dia temui
"lorong itu angker~"
"siapa kau? Coba tunjukan dirimu" tantang chanyeol percaya diri
"kenapa?" jawab suara misterius itu
"aku hanya ingin lihat siapa dirimu,jangan hanya bisa menakuti orang,apa kau sering menganggu orang-orang yang lewat sini?" seperti chanyeol sedang mengajak ngobrol dengan sosok misterius yang bahkan wujudnya tidak terlihat oleh matanyanya
"kenapa mau melihatku? Naksir ya?~" jawab suara misterius dengan suara yang mengoda
"naksir? jangan becanda, palingan kau hanya manusia yang kurang kerjaan,jadi cepat tunjukkan dirimu!"
Jika dilihat dari kejauhan chanyeol terlihat seperti seorang pemuda gila yang berbicara sendiri.
"hey kau bocah! Beraninya mengataiku, jika kutunjukkan diriku kau pasti harus lari terbirit-birit,jadi sebelum aku marah, tarik ucapanmu dan minta maaf padaku sekarang juga!"
"jangan bercanda, aku bahkan belum melihatmu,dan aku tidak takut dengan hantu"
Chanyeol mengucap kalimatnya dengan mantap
"KAU INI..."
Wush wush wush
Angin kencang menerpa chanyeol tiba-tiba membuatnya terhuyung kebelakang dan pandangannya menjadi terhalangi, angin yang membawa banyak daun yang berguguran dan juga sampah yang entah dari mana membuat chanyeol kesal pasalnya banyak kantong plastik yang terbang dan menghampiri wajah tampannya dengan silih berganti.
"aish.. benda ini"umpatnya
"HIHiHIHIHIIHI, larilah kau manusiaaaaa..hihihii" seorang wanita muncul dengan mengenakan gaun putih bergerah sampai ketanah dan rambut panjang yang hitam sedikit kusut,wanita berdiri tepat dihadapan chanyeol sambil menatap tajam kearah chanyeol.
"kau siapa?"chanyeol memasang wajah datarnya
"kau masih bertanya setelah melihat wujudku?"tanya wanita itu kesal
"ooh,jadi kau yang berbicara tadi ya?"
"kau masih bertanya?" jawab sang wanita dengan wajah datarnya
"mppppttt ahahha kau tinggal dimana?,penampilanmu kotor sekali, dan lihat gaya rambutmu yang tak terurus,kau seharusnya tau cara membersihkan diri terlebih kau seorang wanita" setelah menasehati wanita muda asing itu chanyeol kembali melangkahkan kakinya tentu saja tujuan utamanya adalah pulang kerumah,namun sebelum itu terjadi,sepertinya ada yang menahan kaki panjang itu sehingga ia tak bisa mengerakkan kakinya.
"ada apa ini?"-batin chanyeol
Kakinya masih tidak bisa digerakkan,dan sekarang angin kencang kembali datang.
"kau tidak tau dengan siapa kau berbicara bocah,lihat baik-baik disekitarmu" wanita muda itu kembali ada dihadapan chanyeol
"kau ingin bilang,kau adalah seoarang hantu begitu?" sepertinya chanyeol tidak mengerti keadaan
"memangnya kau kira aku ini siapa hoeh? Kau ini bodoh ya?" dengan kesal sang wanita itu memukul kepala chanyeol,mungkin sekarang chanyeol percaya kalau wanita dihadapannya memang bukan seorang manusia,dilihatnya wanita itu bisa terbang dihadapannya
"aku sudah bilang,aku tidak takut hantu oke? Dan apa kau yang membuat kakiku tidak bisa bergerak?"
"tentu saja" wanita itu terbang kebelakang chanyeol
"kalau begitu,lepaskan kakiku aku harus pulang sekarang" chanyeol memang tidak takut hantu atau sejenisnya, dia tidak mempercayahai hal-hal mistik,menurutnya dengan jaman yang canggih seperti saat ini mana ada hal-hal yang seperti itu masih ada didunia ini.
"aku tidak akan melepaskanmu hihihi~"
"jangan main-main, kalaupun mau bermain-main cari orang lain saja, aku tidak punya waktu dengan hantu yang tidak jelas sepertimu"
"heh kau! Beraninya kau mengataiku!" sekarang chanyeol dan hantu wantia itu sedang berhadapan sengit dengan saling metatap tajam.
"aku memang berani,jadi sudah jelaskan, lagian orang mana yang takut dengan hantu yang berwajah sepertimu"
"memangnya aku kenapa?"
"coba bercermin,apa yang salah diwajahmu" saran chanyeol malas
Dengan secepat kilat hantu wanita itu berkaca dicermin kecil ditangannya entah didapatkan dari mana.
"emm,baekie masih terlihat seperti dulu,tidak kurang apapun,wajah bersih, bulu mata lentik,eyeliner rapi heeeem apa kurang sulam alis yaaa?" hantu wanita itu terlihat bermonolog sendiri sambil melihat pantulan dirinya dikaca membuat chanyeol mematung seperti orang gila, sepertinya pemuda ini baru saja mengalami shock batin.
"heh kau, apa yang kurang hah? Tidak ada yang kurang dariku tau" protes hantu wanita itu dengan menunjuk-nunjuk wajah chanyeol dengan cermin ditangannya.
"maka dari itu,tidak ada yang akan orang yang percaya bawa kau hantu"
"memang kenapa?"
Sepertinya chanyeol harus memeriksa kesehatannya setelah ini kedokter saraf,dia baru saja berbicara dengan hantu dan hantunya tidak lucu(ya jelas hantu itu seram) dan bahkan malah berbalik tanya,dan dengan bodohnya chanyeol meladeni
"karena kau cantik..." ucap chanyeol dengan nada mengejek
"aiii,baeikie memang cantik hihi" dan dengan girangnya sang hantu loncat-loncat seperti gadis kecil lima tahun yang dibelikan permen
"karena dia sudah jadi hantu maka aku tidak akan membunuhnya,jika saja masih hidup...dia akan habis"-batin chanyeol
"hehe,jadi tidak ada yang kurang dari baekie kan?"
"namamu baekie?"
"emm,panggilan kesukaanku hihihi"
"terserah,sekarang biarkan aku pergi"
"kau mau meninggalkanku?" tanya roh hantu wanita yang ternyata bernama baekie dengan memasang wajah memelas
"memangnya aku meninggalkanmu? Aku bahkan tidak ada urusan ataupun mengenalmu"
"tapii..baekie tidak mau ditinggal, kau tetap akan bersamaku disini" sepertinya chanyeol dalam masalah kali ini,sekarang bukan hanya kakinya yang tidak bisa bergerak melainkan seluruh tubuhnya juga tidak bisa digerakkan.
"nona hantu.."
"baekiee.."potong baekie
"iya nona baekie,tidak ada alasan untukku untuk tetap disini oke,aku harus pulang"
"oh tentu saja kau punya alasan tuan,kau baru saja melewati tempatku tanpa ijin,jadi aku punya hak untuk menahanmu disini hihii"
"hantu nona baekie, ini jelas bukan tempatmu, tempat ini juga termasuk tanah milik negara,memangnya kau membayar pajak? Atau punya surat tanahnya?" tanya chanyeol dengan penuh percaya diri,baekie sang hantu terlihat shock mendengar penuturan pemuda dihadapannya
"memangnya hantu perlu surat tanah?" tanya baekie kesal sambil memandang chanyeol dengan tatapan membunuhnya
"menurut jaman sekarang tidak ada lagi hal yang gratis atau seenak diri,jadi para hantu juga tidak bisa berkeliar sebebas keinginan apalagi menganggap bahwa tanah yang tak bersurat atau tempat seperti ini adalah milik para hantu"
"aish bocah ini sangat menyebalkan, mati saja kau..." dengan kesal baekie menarik daun telinga chanyeol membuat sang empedu kesakitan
"hei nona hati-hati dengan tanganmu, singkirkan tangan hantumu dari telingaku" sepertinya setiap kata chanyeol membuat darah baekie naik,bukannya melepaskan jeweran ditelinga chanyeol,baekie malah menjambak-jambak rambut chanyeol dengan brutal, ditambah dengan tonjokan-tonjokan yang kurang tenaga ala wanita bisanya pada hidung chanyeol,mungkin dia lupa dia sekarang seoarang hantu. :v
"bocah kurang ajar!" umpat sang hantu wanita itu
"aku bukan bocah,kau yang anak kecil" balas chanyeol lagi
"MATI SAJA KAU!" dengan kekuatannya baekhyun menerbangkan chanyeol dan menghantam tubuh chanyeol kedinding lorong tersebut,dengan melakukan berulang kali sehingga chanyeol jatuh pingsan.
Chanyeol telah hilang kesadaran sepenuhnya dan sekarang tubuhnya tergeletak begitu saja dengan keadaan yang memperhatikan,dimana wajah tampan sang pemuda malang itu mengalami beberapa benturan dan mengakibatkan sedikit mengeluarkan darah dibagian pelipis dan hidung.
Hantu baekie malah terlihat khawatir,dia menghampiri tubuh chanyeol yang tak sadarkan diri
"aduuhh,dia mati..jangan mati jangan mati,tadi baekie Cuma becanda,jangan mati... hiks huwee bagaimana ini sekarang baekie jadi pembunuh, tidak tidak baekie bukan pembunuh, hei hei..ayo bangun jangan mati..heii" baekie menguncang-nguncang tubuh chanyeol yang tak sadarkan diri dengan kesal sambil terlihat terisak,guncang itu sepertinya membuahkan hasil,chanyeol bangun,dengan membuka mata dengan perlahan. Mata chanyeol bisa menangkap remang-remang suatu bayangan putih didepannya
"aishhh kepalaku" ucapnya sambil bangun dan memegang kepalanya yang terasa pusing
"hei tuan tidak jadi mati kan? Maaf ya tadi baekie cuma becanda hiks..hikss" baekie membantu chanyeol bangun dan membersihkan debu dibahu chanyeol.
"masih syukur aku masih hidup,tapi melihat hantu bodoh sepertimu hidupku terasa berat dan aku ikutan bodoh"
"yakkk, masih untung aku tidak membunuhmu tau"
"dan aku tidak sudi mati ditangan hantu bodoh sepertimu,aku akan mati penuh penyesalan"
Baekie hanya menpout bibirnya kesal
"jadi intinya,jangan mengangguku lagi,biarkan aku pulang,dan juga jangan menganggu orang yang lewat sini,kau seharusnya menjadi hantu yang baik dan kembali kealammu,sekarang ini kau berbeda tempat dengan kami dan tak seharusnya kau menganggu kami didunia nyata" jelas chanyeol panjang lebar dan terlihat seperti seorang ayah yang menasehati putrinya
"hikss tapi tapi baekie tidak bisa pulang" baekie menangis pilu sambil mengusap matanya,chanyeol mengerutkan dahinya
"kenapa tidak bisa?"
"soalnya dendamku belum terbalas"
TBC
Oke ff nya udah dilanjut,ini ff absurd dan jangan diambil serius :D,dan banyak typo berterbaran
Boleh minta kritik dan sarannya,silahkan juseyo :V luangkan sejenak waktu anda hehhe
Gamsa eperibadi :D
