Siang hari dikediaman seorang pemuda tampan bernama Park Chanyeol.
ini masih siang bolong,tapi chanyeol sepertinya baru saja melihat hantu gentayangngan,tapi itu memang faktanya kalau ada hantu sedang menampakkan diri,buktinya sosok wanita dengan balutan baju putih bergerai dengan rambut panjang nan kusut itu berdirii dihadapan park chanyeol dengan kaki tanpa menyentuh lantai.
"kau sudah gila?" cetus chanyeol kesal
"aku tidak gila,bantu aku kumohooon~"
"aku tidak mau menjadi orang gila karena hantu sepertimu,dan aku tidak mengenalmu oke?,sekarang sebaiknya pergi dan tinggalkan apartmenku jangan ganggu ketenanganku dan orang disekitarku"
"kan baekie sudah bilang namaku,masa iya kau tidak ingat" bantah hantu wanita itu kesal
"well?"
"baiklah,aku Byun Baekhyun,aku biasanya dipanggil baekie,bagaimana?ingatkan sekarang?"tanya hantu yang ternyata bernama lengkap byun baekhyun
"aku tidak tertarik"jawab chanyeol datar
"aku butuh bantuanmu"
"kenapa aku harus membantumu?"
"karena selama ini tidak ada yang bisa membantuku,mereka terlalu penakut sih,kan padahal baekie cantik,manis tidak menakutkan seperti hantu lainnya" jelasnya sambil berkaca,alis chanyeol saling menaut saat mendengar penuturan hantu itu.
"jadi bagaimana tuan chanyeol? Kau mau membantuku?" tanya baekhyun dengan nada rayuan
"tidak" jawab chanyeol sekenanya
"aish,kalau kau tidak mau membantuku aku akan selalu menempel denganmu" ancamnya,chanyeol memandang datar hantu wanita itu
"dia sangat menyusahkan"batin chanyeol
"cari orang lain saja" chanyeol beranjak kekamarnya meninggalkan hantu baekhyun disana yang tercengang tak percaya, chanyeol sudah memasuki kamarnya dan merebahkan diri keranjang empuknya,memejamkan matanya untuk segera kealam mimpi lagi,acara tidurnya sempat terganggu dengan kedatangan sehun tiba-tiba, tubuh jangkung itu sudah terlentang dengan rapi,chanyeol sudah merasa nyaman dengan posisinya saat ini.
"jangan tidur dulu~"
TENG
Mata chanyeol kembali terbuka, pemandangan matanya disambut oleh cengiran seoarang wanita,tepatnya roh hantu wanita yang duduk diatas perut chanyeol tanpa merasa berdosa.
"apa yang kau lakukan?''tanya chanyeol tidak suka
"kan baekie sudah bilang,kalau kau tidak mau membantuku akan akan selalu menempel padamu,menganggumu,dan memaksamu membantuku hihihih~" jelas baekhyun sambil tersenyum tanpa dosa.
"kau menduduki perutku,kau berat tahu,dan tunggu kenapa hantu juga berat?" chanyeol menjadi linglung dibuatnya
"memangnya kau mau yang bagaimana?''tanya baekhyun balik
"terserahlah,cepat turun kau membuat perutku sakit"
Baekhyun dengan patuh turun,tapi bukan turun dari tubuh chanyeol melainkan mengeserkan pantat indahnya dari perut chanyeol kebawah :v
"maaf nona hantu,kau menduduki barang pribadiku"
Baekhyun tersenyum tanpa dosa lagi,dan masih belum berniat turun dari tubuh chanyeol,chanyeol memandang datar kearahnya bermaksud menyadarkan kelakuan baekhyun, tapi baekhyun masih belum bergeming, dia tahu apa maksud chanyeol memangdangnya begitu. Namun dia tidak menghiraukannya.
"kau ingin melecehkanku?"chanyeol bangkit dari tidurnya,begitu ia bangun wajahnya dan wajah baekhyun bertemu dengan jarak yang cukup dekat,seharusnya chanyeol takut dengan keadaan seperti ini, dimana dia sedang berhadapan begitu dekat dengan hantu,tapi memang pada dasarnya dia bukan seorang yang takut hantu,jadi ini tidak berpengaruh dengannya.
"aku hanya ingin kau membantuku,bukan melecehkanmu tuaan hihii" baekhyun tersenyum manis
"lalu apa yang sedang kau lakukan diatas barang pribadi orang lain?"
"apa? Maksudmu benda ini?" dan tanpa diduga baekhyun menyentu barang yang dimaksud chanyeol dengan polosnya,chanyeol sudah mematung dengan isi kepalanya kosong. Baekhyun menertawakan chanyeol dalam diam dan tangan nakalnya masih diatas junior chanyeol yang masih berbalutkan kain.
Cukup sudah chanyeol tidak tahan dengan perlakuan macam ini, dengan kasar ditepisnya tangan baekhyun.
"kau ini hantu cabul,enyahlah dari sini!" chanyeol mendorong baekhyun sehingga baekhyun terjatuh kesamping keranjangnya. Chanyeol bangkit dan beracak pinggang dihadapan baekhyun
"aish kau kasar sekali dengan wanita~" cetus baekhyun
"kau bukan wanita,kau hantu,sekarang pergi" dengan kasar chanyeol menarik tangan baekhyun da menyeret tubuh baekhyun keluar dari kamarnya
"hei,lepaskan aku,tanganku sakit tau huhu sakittt" triak baekhyun,namun chanyeol tidak memperdulikan triakan baekhyun
"oke" dengan seketika baekhyun menghilang dari genggaman chanyeol,chanyeol sontak kaget
"kemana dia?" tanyanya
"dengar ya,aku akan tetap menganggumu sampai kau mau membantuku" itu suara baekhyun namun dia tidak terlihat oleh pandangan chanyeol.
Dan setelah pernyataanya baekhyun memang tidak menampakkan dirinya dihadapan chanyeol, melainkan menganggu aktivitas chanyeol dengan perbutannya.
Dalam seminggu itu chanyeol diganggu oleh roh wanita yang bernama baekhyun itu,dimana Chanyeol diikuti kesekolahannya dan menganggu aktivitas sekolahnya,seperti menempel dipundak chanyeol membuat chanyeol keberatan dengan beban dipunggungnya, menghilangkan buku catatannya,menyembunyikan tasnya bahkan sampai ketoilet pun chanyeol masih diganggu dengan cara menghilangkan tisu saat chanyeol ingin menggunakannya.
Dirumah chanyeol lebih tidak tenang,isi rumahnya diberantakan dan mendengar suara-suara aneh dan lampu sering hidup-mati sendiri, air kran yang hidup dan mati sendiri,jendela terbuka dimalam hari, dan lainnya.
Saat ini chanyeol sedang berendam,seharian disekolah dengan kejadian aneh cukup membuatnya lelah,dan ditambah dirumah sendiri saja ia tidak merasakan ketenangan, chanyeol butuh ketenangan. Dan sepertinya ini cukup menenangkan,karena tidak ada gangguan dari hantu yang bernama baekhyun itu, tapi itu semua salah,sekarang semua itu berakhir saat sosok baekhyun menampakkan wujudnya dihadapan chanyeol.
"yaakkk! Kau membuatku kaget"pekik chanyeol gentelmen -_-, sang pelaku hanya tersenyum mengejek
"yak,hantu cabul,kau masih saja mengangguku,dan sekarang kau mengintipku mandi" bentak chanyeol kesal
"aku tidak mengintip,tapi melihat hihihi~"
Chanyeol menyerah sekarang,dilihatnya sosok hantu yang sedang berdiri disana dengan tatapan polosnya, dan ia berpikir untuk segera menghilangkan hantu itu. Ia sudah tak tahan terhadap semua perlakuan ini, dia ingin kehidupan normalnya kembali.
"jadi apa yang bisa kubantu?"tanyanya pasrah
"nah! Begitu dong kan baekie senang hihi~, jadi begini aku ingin balas dendamku pada orang yang telah membunuhku" jelasnya serius
"apa alasannya membunuhmu?"
"dia pamanku sendiri,paman yang aku sayangi dan yang kupercaya dia ternyata menghianatiku dan kedua orang tuaku, saat itu aku tinggal bersama kedua orang tuaku dan juga paman,ibuku bernama cho sungmin sebelum menikah dengan ayahku dan ayahku byun donghae,adik dari ibuku yang bernama cho kyuhyun.
Paman ternyata cemburu pada ayahku yang memperoleh kepercayaan dari kakek untuk meneruskan usahanya, paman tidak setuju,karena menurutnya semua hak itu seharusnya dia yang dapatkan,maka dari itu diam-diam setelah penyerahan hak kuasa,paman merencanakan kematian ayahku yang kebetulan ketahuan olehku.
Begitu dia sadar aku mengetahui semua rencana jahatnya,pada tengah malam dia memasuki kamarku dan menyeret paska diriku untuk ikut dengannya, tentu saja aku melawan tapi aku bukanlah gadis yang kuat, aku hanya gadis yang lemah sehingga perlawanan yang kuusahakan tidak ada efek apapun dan tidak menghasilkan apa-apa.
Dan sampailah aku pada suatu ruang rahasia yang ternyata bertempat tepat dibawah rumahku, untuk memasukinya ada satu pintu rahasia yang tersembunyi digudang, ruang itu begitu gelap dan banyak sarang laba-laba yang menyeramkan, keadaan pengap membuatku kesulitan bernafas.
Paman berkata "maaf baekie sayangku, paman terpaksa melakukan ini untuk kebaikan kita semua"
Dia mendorongku kedepan dengan keras
"apa yang paman pikirkan? Ini semua tidak seharusnya terjadi,paman ku mohoon…" lirihku penuh harap,dia menyungingkan senyuman yang tak pernah ia tunjukan sebelumnya, begitu berbeda dengan paman yang kukenal selama ini, dia penyayang dan baik hati dan juga lembut, ini semua berbalikan dari selama ini terlihat
"maaf baekie sayang, salahkan saja ayahmu yang menjadi pengacau dalam keluarga ibumu, paman minta maaf akan hal itu, tapi tenang saja aku tidak akan membiarkanmu mati disini,tepat setelah urusanku dan ayahmu terselesaikan aku akan mengeluarkanmu" jelasnya tanpa dosa, aku memohon tapi paman kyuhyun tak mau mendengarkan perkataanku, dan setelah itu dia menghilang dibalik pintu itu dan mengurungku disana, aku tidak tau berapa lama aku sudah disana dan tidak ada yang menemukanku hingga keadaanku semakin lemah dan lemah dan lemah total, ternyata paman tidak menepati janjinya dia bahkan tidak mengeluarkanku dari sana selamanya"
baekhyun menangis sesegukan, chanyeol melihat prihatin baekhyun
"jadi? Penyebab itu semua pamanmu?"tanya chanyeol
"tentu!, saat itu aku hanya merasa ingin tidur,dan akupun tertidur sampai ketika aku bangun masih melihat keadaan yang sama namun aku menjadi heran kenapa ada aku yang satu lagi,kupikir aku bermimpi tenyata tidak"
"apa yang terjadi?'' tanya chanyeol penasaran
"jasad dan rohku sudah terpisah, yang menandakan aku sudah mati" jelas baekhyun
"bagaimana ibu dan ayahmu?"
"ternyata mereka sudah duluan dibunuh oleh paman, mereka juga sudah tidak ada"
"baiklah, sekarang apa rencana mu?" chanyeol sepertinya luluh dengan cerita baekhyun kali ini, dia berpikir tidak ada salahnya membantu gadis itu tidak tepatnya roh gadis itu setelah mendengarkan ceritanya yang sangat tragis.
"membunuh Cho kyuhyun" ucapnya jelas, alis chanyeol bertautan
"baekhyun..." baru kali ini chanyeol memanggil nama baekhyun dengan lembut, baekhyun menoleh kearah chanyeol dengan sendu
"membalas dendam bukanlah hal yang bisa menyelesaikan masalah terlebih dengan cara membunuh orang" jelasnya, baekhyun merasa tidak terima dengan pendapat chanyeol
"aku tidak peduli, lagian rohku menjadi tidak tenang karenanya"
"jika ayah dan ibumu sudah tiada dan juga pamanmu siapa yang akan meneruskan usaha yang diwariska kakekmu nanti?"
Pertanyaan chanyeol membuat baekhyun terdiam, dia belum memikirkan tentang itu.
"aku tidak tau..." baekhyun menpout bibirnya,chanyeol bangun dari acara merendamnya dan berjalan mendekati sangkutan handuknya, chanyeol melilitkan handuk sebatas pinggangnya dengan santai,sepertinya dia sudah terbiasa dengan baekhyun. Tapi beda dengan baekhyunnya sendiri, wajahnya memerah dan dengan reflek kedua tangannya menutup wajahnya, chanyeol berbalik.
"hei.. kenapa kau menutup wajahmu?''
"aish apa-apaan kau ini, berjalan telanjang didepan seorang gadis, dan kau masih bertanya kenapa aku menutup wajahku?'' semprot baekhyun
"oh yaampun aku lupa atau kau yang lupa, kau bukan lagi seorang gadis,kau kan hantu, dan lagi bukankah kau pernah memegang juniorku tanpa rasa malu sebelumnya? Kenapa sekarang kau bersikap seolah sangat polos?" balas chanyeol
"aish kau laki-laki menyebalkan,kan hari itu aku cuma becanda" cicit baekhyun namun chanyeol masih bisa mendengarnya, chanyeol mendekati baekhyun dan menarik tangganya, baekhyun tersontak kaget
"apa?"tanya bingung
"ikut aku" chanyeol menyeret baekhyun keluar kamar mandinya dan menuju kamarnya, baekhyun bingung dengan chanyeol
"ada apa sih?"-batinnya
"kau tau,aku cukup simpati dengan ceritamu tadi, tapi sebelum aku membantumu aku rasa aku harus memperjelas sesuatu dulu denganmu" chanyeol menyuruh baekhyun duduk didekatnya yang sedang medudukan bokongnya diranjang, dengan patuh baekhyun menurut
"apa itu?"
"tentang balas dendam dengan cara membunuh, aku tidak setuju..aku.."
"tapi aku.." baekhyun memotong pembicaraan chanyeol karena merasa keberatan
"hei nona dengarkan aku bicara dulu" potong chanyeol lagi
"huh iya iyaa"
"biar aku usulkan untuk tidak mengunakan cara itu,itu terlalu berlebihan kau tahu? Membunuhnya dan usaha kakekmu tidak ada lagi penerusnya, dan lagi mungkin saja pamanmu sekarang sudah berkeluarga,ini akan berakibatkan dampaknya pada anak dan istrinya, jadi kau cukup membuatnya menyesal atas apa yang pernah dia buat sebelumnya" jelas chanyeol, baekhyun memiringkan kepalanya merasa bingung
"lalu bagaimana caranya?"
"aku rasa cukup menakutinya atau menerornya,dan buat dia menyesal, bagaimana menurutmu?"
Baekhyun nampak menimang-nimang usulan chanyeol, baekhyun memandang chanyeol lama, baekhyun bisa melihat kalau namja itu sekarang sedang serius, dengan anggukannya baekhyun sudah memmberitahu chanyeol bahwa dia…..
TBC
Gimana, next?
Reviewnya ditunggu guys ^^~
buat silent reader diharapkan segera sadar, hargai karya orang, apa susahnya cuman ngoment doang setelah baca karya orang yang udah susah-sudah dibuat, yang pernah bikin ff pasti tau betapa susahnya buat ff bahkan yang hanya beberapa lembar
v
