GREEN ACILES (Series)
Cast : Chanbaek , Slight:Kaihun, and Others
Genre : Hurt , Romance, Sinetron
Rate : M
Boy X Boy
Chapter 2
Summary : Ia muak dengan semua drama picisan dalam hidup nya. Tentang menjadi anak Presiden, memburuknya hubungan dengan satu-satu nya kakak lelaki yang dimiliki, dan sekarang di hianati orang yang di cintai. Ini penuh drama dan membuat Baekhyun hampir mual.
Original by : metibyun
Istana negara sedang memiliki hajat besar. Pertunangan putra kedua yang akan di laksanakan 1 minggu kedepan. Kesibukan memang belum tampak padat hanya beberapa persiapan saja.
"Joonmyeon hyung tidak pulang lagi ?" gelengan hanya di berikan Boa atas pertanyaan yang di ajukan Baekhyun.
Kakak Baekhyun itu jarang pulang sejak perdebatan malam itu. Atau hanya pulang sebentar kemudian pergi lagi. Sekalipun pulang ia akan pulang larut malam hampir dini hari. Menghindari bertemu muka dengan orang tuanya, dan tentu saja Baekhyun.
"Bu.. Aku ingin mundur menjadi perdana mentri." Boa menghentikan gerakannya. Mengalihkan perhatiannya dari bunga-bunga dalam pot untuk menatap putra keduanya itu.
"Kau berdebat lagi dengan Joonmyeon ?" Baekhyun hanya menggeleng.
"Aku rasa yang lebih pantas duduk di kursi mentri hanya hyung, bu. Aku tidak pernah merasa jiwaku benar-benar ada saat aku bekerja."
Boa tersenyum cantik. Dengan dress berwarna peach itu Baekhyun rasa, ibunya semakin bersinar. Rambut panjangnya tergerai indah. Tidak menua.
"Kau selalu mengalah Baek. Jangan berbohong."
"Aku hanya rindu hyung yang dulu. Sebelum ayah memecah belah kami dengan keputusan sepihaknya." Baekhyun menundukkan kepalanya. Jemari tangannya tertaut menjelaskan seberapa ia rindu melihat Joonmyeon tersenyum dan mengusak rambutnya seperti hari-hari kemarin.
Sebelum semua ini terjadi. Awalnya Baekhyun dan Joonmyeon adalah sepasang saudara yang sangat dekat tanpa sekat. Hingga semuanya berantakan saat pagi itu perdana mentri Kang meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan posisi itu tidak bisa terlalu lama kosong. Joonmyeon memang sangat berambisi untuk duduk disana. Menjadi perdana mentri pengganti tuan Kang. Tapi Yunho justru memiliki berpandangan lain. Yunho rasa anak pertamanya itu lebih pantas menjadi businessman di banding pegawai pemerintahan. Bukan tanpa alasan, atau pilih kasih. Tapi Yunho merasa sikap tegas Joonmyeon lebih bermanfaat untuk perusahaan swasta milik keluarga mereka, milik Byun grup.
Namun sayang, maksud Yunho tidak bisa di tangkap dengan baik oleh anak sulungnya. Perpecahana pun terjadi tanpa dapat dihindari, dan Baekhyun menjadi korban disini.
Jiwanya bukan disana, awalnya Baekhyun hanya mahasiswa biasa. Meskipun predikat seorang anak presiden tidak dapat dipungkiri. Tapi hidupnya hanya untuk musik. Baekhyun cinta musik. Hingga paksaan menjadi perdana mentri membuatnya harus mengubur dalam-dalam mimpinya. Mimpi tentang menjadi sukses di bidang musik.
"Jika boleh jujur.. Ibu sepertinya kurang setuju kau dengan Eunji." ucapan Boa membuyarkan lamunan Baekhyun. Lelaki mungil itu menaikkan alisnya tak seberapa tinggi. Mencari maksud dari perkataan ibunya barusan.
"Eunji sepertinya hanya ingin memanfaatkan mu, Baek."
"Tapi aku cinta dia bu. Dan aku tidak pernah merasa Eunji seperti itu." Boa tersenyum. Tangannya terangkat untuk mengusak rambut anaknya.
"Ibu hanya berpendapat. Jika kau bahagia, pada akhirnya ibu juga bahagia."
찬백
Perdebatan di dalam apartemen itu terasa mencengkam. Kedua orang yang sedang berselisih itu memperlihatkan urat leher masing-masing. Mencari titik temu yang terasa menyakitkan untuk si laki-laki. Sedang untuk si wanita ini adalah keputusan akhir.
"Kau tidak bisa meninggalkan ku seperti ini. Kita saling cinta kan ? Bahkan kau sudah membuka pahamu untukku." plak!
"Brengsek ! Aku tidak mencintaimu. Lagipula saat itu aku mabuk. Kau menjebakku Jinyoung." yang di panggil Jinyoung hanya tersenyum miring. Memegang sudut bibirnya yang nyeri karena tamparan wanita itu.
"Jebak ? Kau dengan sadar mengajakku tidur. Kau memberikan darah perawan mu untukku." plak!
"Jaga mulutmu Jinyoung !" Eunji mulai bergerak gelisah menyadari bahwa dirinya kini sudah tidak perawan, dan itu berarti Baekhyun bukan orang pertama.
"Si tolol itu akan mendapatkan bekasku. Dan saat tau kau tidak perawan. Dia akan membuang mu ke tong sampah !" Jinyoung mencengkeram erat kedua pipi Eunji. Dengan kurang ajar melumat bibir itu kasar seperti tengah melecehkan seorang jalang.
"Kau sekarang adalah sampah, Eunji. Wanita yang tidak bisa memberikan keperawanannya pada suaminya sama dengan pe-la-cur !" Eunji rasa pipinya mulai kram karena cengkraman Jinyoung yang sangat kuat.
"Lalu aku harus bagaimana ?" Eunji mulai berkaca-kaca membayangkan kemarahan Baekhyun. Saat malam pertamanya nanti.
"Jangan menangis.. Ikuti rencanaku maka semua akan baik-baik saja." Eunji mengangguk patah-patah. Menelan isakannya dan menurut saja saat Jinyoung mengangkat tubunya untuk dibaringkan di atas sofa.
"Fasilitas apa yang belum kau dapat dari dia ?" Jinyoung menindih tubuh Eunji. Berbicara tepat di depan bibir kekasih Baekhyun itu. "Mobil sport.."
Jinyoung kemudian mengangguk dan berbisik untuk rencananya. Sekaligus mengambil kesempatan untuk menggigit telinga wanita cantik itu.
"Sudah kepalang basah, kenapa tidak kita ulangi lagi kegiatan malam itu ?" Eunji tidak menjawab. Hanya pasrah didalam kungkungan Jinyoung. Mendesah nikmat, mengabaikan ketulusan cinta yang didapat dari Baekhyun. Lelaki yang menggantung harapan tinggi padanya. Lelaki yang menjadikannya alasan untuk tetap baik-baik saja.
찬백
Hari ini adalah pengumuman tahap 1 untuk tim Alpha yang terpilih. Artinya masih ada 2 tahap lagi yang harus di lewati. Tahap 1 ini adalah pengumuman anggota lini 3. Lini paling rendah dalam jajaran tim Alpha.
"Namaku tidak ada di lini 3 hyung.." Sehun melipat wajahnya murung saat dilihat namanya tidak ada di sana.
"Tak apa.. Namaku juga tidak ada disana. Masih ada 2 lini lagi." Chanyeol mengusak rambut Sehun yang tidak seberapa cepak. Tersenyum menenangkan lelaki yang sudah dianggap seperti adik kandung itu.
"Hei !" Sehun berjingkat mendengar suara berat Kai. Ia beringsut kebelakang punggung Chanyeol untuk bersembunyi. Ini sangat konyol, rasanya canggung karena insiden ciuman di arena tembak 2 hari lalu.
"Namaku tidak ada disana hyung. Kita berempat gagal di lini 3." Chanyeol hanya mengangguk. Melirik kebelakang, dilihatnya Sehun yang terus menunduk.
"Kai… Kau membuat adikku ketakutan. Dasar kau pedofil !" Kai menelengkan kepalanya kebelakang punggung Chanyeol. Tersenyum melihat Sehun yang tertunduk dan menggigit bibir bawahnya, errrr… Menggemaskan.
"Masih marah ?" Sehun hanya menggeleng.
"Kalau begitu lihat aku. Kenapa bersembunyi di balik punggung Chanyeol hyung ?" Sehun masih menggeleng.
"Sudah makan ?" Sehun menggeleng sekali lagi.
"Ingin ku traktir bubble tea ?" kali ini mengangguk. Gigitan bibirnya terlepas digantikan dengan senyum senang masih tetap menunduk.
"Apa kalian tidak melihat ada aku disini ? Sialan. Aku seperti melihat drama korea goblin dan aku yang menjadi malaikat mautnya." Chanyeol bersedekap dada dan menggerutu sendiri.
"Jadi kenapa masih berdiri di belakang Chanyeol hyung ? Ayo kita pergi ke kedai bubble tea ?"
Sehun mendongak dan menatap Chanyeol untuk meminta pendapat sekaligus ijin.
"Pergilah. Jangan terlambat saat kembali. Dan kau pesek ! Jangan macam-macam atau ku potong penismu yang eksotis itu." Kai bergidik ngeri menyaksikan ancamam Chanyeol yang tidak main-main.
"Hyung ingin menitip apa ?" Sehun bertanya pada Chanyeol yang masih berdiri seperti patung di depannya. "Tidak ada. Jangan meminum banyak bubble tea. Kau bisa demam lagi." Chanyeol memberi petuah untuk kesekian kali. Mengingat saat itu Sehun sempat demam tinggi karena terlalu banyak meminum bubble tea.
"Siap laksanakan." Chanyeol tersenyum melihat Sehun dan Kai yang berjalan menjauh meninggalkannya sendiri di tengah lapangan.
"Apa kau mulai mencintai Kai ? Aku akan menjadi orang pertama yang setuju, Sehun." Chanyeol bergumam sendiri. Melihat Sehun bahagia, ia tentu saja bahagia. Karena Sehun hanya satu-satunya yang dimiliki sekarang. Orang lain yang sudah di anggap seperti keluarga terdekat. Sekalipun Sehun tidak pernah berbicara banyak tentang keluarganya.
찬백
Baekhyun melepas kancing jasnya dan menyampirkan pada punggung kursi. Menerima setumpuk berkas yang harus di analisa dari asistennya, Kyungsoo.
"Sepertinya kau mendapat undangan untuk pelantikan tim Alpha 3 hari lagi." Baekhyun membuka salah satu amplop dengan kop milik kantor pusat kemiliteran. Namanya tercetak disana sebagai tujuan.
"Ya, 3 hari lagi. Untuk apa aku diundang ? Lagipula aku tidak akan berhubungan langsung dengan mereka." Kyungsoo hanya mengedikkan bahu.
"Kau anak presiden, tentu saja salah satu dari mereka nanti akan menjadi pengawalmu juga." Kyungsoo adalah sahabat kuliah Baekhyun yang kebetulan belum mendapat pekerjaan. Jadi Baekhyun yang menawarinya untuk menjadi asisten. Jika mereka sedang berdua, pembicaraan formal tidak lagi berlaku.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri Kyungsoo. Tidak memerlukan mereka untuk mengawal."
"Badanmu saja hanya setengah tiang." Kyungsoo kemudian tertawa.
"Sialan, kita sama ngomong-ngomong." dan mereka tertawa bersama. Sampai Kyungsoo mengingat satu hal.
"Ah… Aku kemarin melihat Eunji keluar dari supermarket bersama seorang pria." mulut Baekhyun terkatup rapat. Menunggu kelanjutan cerita sahabatnya tentang pertemuan tak sengajanya dengan Eunji.
"Apa Eunji memiliki kakak atau adik kandung laki-laki ?" Seingat Baekhyun, Eunji adalah anak tunggal. Orang tuanya menetap di Singapura karena pusat bisnis keluarga Jung berkembang dan pesat di negara Singa itu. Sesekali mereka berkunjung ke Korea untuk mengunjungi anak perusahaan sekaligus memastikan keadaan anak semata wayangnya. Sedangkan Eunji tetap di Korea dan tinggal di apartemen mewah pemberian Baekhyun.
"Mungkin itu manajer atau asistennya, Soo." Kyungsoo tidak yakin jika hubungan antara model dan staff bisa jadi seintim itu. Pasalnya selain berjalan berdua tanpa jarak dan saling merangkul. Lelaki tinggi yang bersama Eunji itu sempat mendaratkan ciuman kasar dibibir.
Kyungsoo berubah menjadi geram, jadi selama ini sahabatnya dipermainkan di belakang ? tapi pertunangan mereka akan di gelar kurang lebih 1 minggu lagi.
"M-mungkin.." Kyungsoo akhirnya memilih jalan tengah. Satu sisi ia ingin mengajak Baekhyun mmebuktikan tentang ketulusan cinta Eunji. Tapi di sisi lain ia takut akan merusak satu-satunya kebahagiaan Baekhyun. Sudah cukup Baekhyun tertekan dengan hidupnya selama ini.
"Mungkin apa ?" Kuungsoo meringis saat mendapat tatapan tajam dari atasannya.
"Mungkin aku salah lihat." anggukan Baekhyun membuat Kyungsoo bernafas lega. Lain kali ia akan menemui Eunji untuk menanyakan kebenarannya.
찬백
Malam ini Kai tidak bisa memejamkan mata. Ia bisa gila karena membayangkan ejekan Chen serta Chanyeol karena kantung mata hitamnya. Sebenarnya yang membuat dirinya tidak bisa terpejam karena ada satu wajah yang terus mengisi otaknya. Senyumnya dan apapun itu tentang Sehun. Menempel rapi bagai roll film yang berputar-putar.
"Kenapa harus Oh Sehun ?" Kai mengacak-acak rambutnya sendiri. Melompat-lompqt seperti cacing kepanasan karena menyesali mengapa hatinya harus juga jatuh pada lelaki cantik bermuka datar itu.
Ciuman singkat di arena tembak itu memang tidak di rencanakan. Kai tiba-tiba merasa gelap mata dan berhasrat besar untuk mendaratkan bibirnya pada bibir kemerahan milik Sehun.
Kai meraba bibirnya sendiri, mengapa hangatnya masih terasa ? Ini efeknya terlalu lama untuk sekedar ciuman. Tapi Kai lupa, jika sebelum itu perasaannya sudah tumbuh jauh terlebih dahulu.
"Oh Sehun… Issshhh. Bahkan caramu menyedot bubble tea pun membuatku kagum ? Harusnya aku mendengarkan kata nenek. Tidak boleh membenci orang secara berlebihan."
"Kenapa kau selalu mencampuri urusanku ?" sayup-sayup Kai mendengar ucapan nyalang seseorang yang teredam pintu ruangan. Kakinya di bawa melangkah mencari sumber suara itu. Kai membekap mulutnya ketika suara Sehun terdengar jelas, di ruangan Jenderal Wu. Sekali lagi, di ruang kerja Jenderal Wu.
"Tes tembak ku buruk. Kenapa masih lolos ? Pasti ada campur tangan mu 'kan ?" Kai masih memasang telinganya baik-baik. Ia semakin merapatkan tubuhnya pada pintu ruang kerja Jenderal Wu. Mencerna kiranya ada hubungan apa antara Sehun dan Jenderal Wu selama ini ?
"Berhenti keras kepala Wu Sehun." nada Jenderal Wu masih sangat tenang.
"Wu ?" Lirih Kai mengulang perubahan marga yang di berikan Kris kepada Sehun.
"Nama Oh Sehun.. Oh Sehun. Aku bisa menjadi tim Alpha atas kemampuan ku sendiri. Jangan mempermalukanku dengan memanfaatkan jabatanmu."
"Sehun… Sehun…" Kris membanting kertas pengumuman lini 1 yang bocor sampai ke tangan Sehun. Ia memang meminta pada staff nya untuk memberi pengecualian untuk Sehun sekalipun dari hasilnya ia di nyatakan gagal dalam tes tembak. Kris tau seberapa besar keinginan anak itu untuk menjadi barisan paling depan dalam tim Alpha. Tapi Sehun tetaplah Sehun. Si keras kepala dan berhati dingin. Wataknya sekeras baja. Tidak akan menerima bantuan dalam bentuk apapun. Bantuan seseorang menurutnya adalah sebuah penghinaan.
Sehun membuka pintu ruangan Kris dengan kasar. Ia terlonjak saat mendapati Kai yang tertunduk dengan cengiran lebar. Menambah buruk suasan hatinya malam ini.
"Heheh.. Ak-aku sedang mencari... Mencari kutu ku yang jatuh." Sehun memberi tatapan dingin dan melenggang pergi. Mengabaikan Kai yang seperti orang bodoh.
"SEHUUUNN TUNGGU !"
찬백
Sehun terus berlari mengabaikan Kai yang terseok-seok mengejarnya. Ia tidak peduli. Harusnya Kai pergi saja. Sehun sangat malu jika sampai Kai mengetahui tentang tangisnya sekarang. Petugas militer macam apa yang tersedu-sedu di tengah malam ?
"Se-hun… as-tagahh. Berhentiiiii." Kai tidak tau jika langkah panjang dan tubuh ramping Sehun bisa membawanya jauh berlari. Hingga Kai cukup kualahan mengejar.
"Jangan kejar aku. Kembali ke kamarmu. Aku sedang ingin sendiri." Sehun berhenti. Masih tetap pada posisinya. Tidak berani menoleh ke arah Kai yang berdiri di belakangnya, atau dia akan mendapat ejekan seperti biasa karena menangis. Sedangkan saat ini sedang tidak ada Chanyeol yang biasa membelanya.
Lorong mess khusus Sersan ini memang sudah sangat sepi. Tersisa hembusan angin dan samar isakkan Sehun. Kai merasa ini adalah keanehan berikutnya. Ia ikut teriris saat cegukan mulai menyerang Sehun.
Kai berjalan pelan, menghindari derap langkahnya agar tak terdengar Sehun. Melangkah hati-hati tanpa mengalihkan pandangannya dari bahu Sehun yang bergetar.
"Jangan di tahan. Menangislah. Aku tidak akan mengejekmu. Aku tidak akan menjahilimu untuk kali ini." Kai berucap pelan dengan kedua tangannya yang sudah melingkari pundak Sehun. Ia memeluk teman debatnya itu dari belakang.
"A-aku tidak menangis." Sehun terus memungkiri tangisnya. Tapi matanya terpejam merasakan hangatnya pelukan itu. Airmatanya deras keluar sesuai perintah Kai. Bertahap Sehun mulai meronta, kemudian jeritan pelan juga keluar. Dari pengamatan Kai, lelaki berkulit pucat ini pasti sudah menahan sangat lama luka hatinya. Dan si bodoh dalam pelukannya ini pasti sudah berada dipuncak pertahanannya.
"Kai…"
"Hm ?"
"Apa setelah kau menemaniku menangis. Apa kau akan mengejekku lagi ? apa melihatku marah adalah hobi mu ?" Kai hanya terkekeh lembut. Semakin mengeratkan pelukannya. Menghirup sebanyak yang ia mampu aroma tubuh Sehun yang mirip seperti susu bubuk. Harum, tenang, dan damai.
"Tentu saja.. Membuatmu marah adalah hobi ku. Tapi aku tidak suka melihatmu menangis, Sehun." Sehun memutar posisinya agar berhadapan dengan pria tanned itu.
"Aku pasti jelek setelah menangis." Kai menggeleng, menghapus sisa air mata Sehun yang masih bersarang di pipi. Wajah Sehun memang sedikit bengap dan kemerahan setelah memecah tangisnya. Tapi Kai berani bersumpah demi apapun, jika Sehun masih kelihatan menawan.
"Sudah lebih baik ?" Kai meletakkan tangannya di pinggang Sehun. Sedangkan Sehun hanya mengangguk. "Ingin menceritakan sesuatu ?"
"Aku akan menceritakan padamu Kai. Tapi besok antarkan aku ke suatu tempat ya."
Sehun merasa orientasinya sekarang berbalik arah. Mungkin juga saat ini dirinya sudah menjadi seorang gay karena segala perhatian berlebih Kai. Ia menjadi nyaman, dan lebih memilih dimanjakan daripada harus memanjakan.
Tbc
CUAPS : Haloo.. Terimakasih untuk yg sudah mengikuti, dan memberi support. Itu sangat berarti sekali. Ini Chapter 2 masih masuk awal, jadi mohon bersabar untuk moment Chanbaek. Karena alurnya memang seperti ini . heheh.
Ini tidak di edit, jadi klo ada typo. maafkan.
Dan ottokehh ? di next kah ?
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH FOLL, FAV, REVIE. KU CINTA KALIAN :*
Thankseu - Salam CBHS
