GREEN ACILES (Series)


Cast : Chanbaek , Slight:Kaihun, and Others

Genre : Hurt , Romance, Sinetron

Rate : M

Boy X Boy

Chapter 3


Summary : Ia muak dengan semua drama picisan dalam hidup nya. Tentang menjadi anak Presiden, memburuknya hubungan dengan satu-satu nya kakak lelaki yang dimiliki, dan sekarang di hianati orang yang di cintai. Ini penuh drama dan membuat Baekhyun hampir mual.


Original by : metibyun


Chanyeol berjalan terburu keluar dari kamar mess nya. Hari ini, di hari penentuan antara lolos atau tidaknya ia menjadi agent secret service lini 1. Ia malah bangun kesiangan. Biasanya Sehun akan berteriak-teriak seperti tarzan. Tapi pagi ini kemana perginya anak itu ? Chanyeol sudah menyiapkan seluruh makian untuk ketiga sahabatnya, namun urung.

Saat di lorong pusat kemiliteran di antara kantor tata usaha, Chanyeol berpapasan dengan segerombolan orang yang… Penting mungkin ? Karena semua orang dalam gerombolan itu mengenakan stelan suite mahal.

Tapi ada satu orang yang mencuri perhatiannya. Apa ada perempuan yang menyamar menjadi lelaki ? Diperhatikan lagi dengan teliti. Ia tidak memiliki jakun. Jarinya lentik, tapi ia menggunakan suite. Dengan kurang ajar Chanyeol melirik bagian bawah. Di antara pahanya. Tidak ada yang bisa di salah fokuskan. Rata.

"Chanyeol hyung." Chanyeol menoleh ke tengah lapangan. Pertama melihat Sehun dengan wajah berbinarnya. Chen dengan senyum bebeknya, serta Kai yang hanya mengulaskan tipis bibir tebalnya.

"Kenapa tidak membangunkanku chiken kids ?" Sehun sedikit memajukan bibirnya saat rambutnya yang sudah rapi diusak oleh Chanyeol.

"Aku semalam tidur dengan Kai." saat melihat mata lebar Chanyeol semakin melebar, Sehun buru-buru mengibaskan tangannya, seolah mengerti jalan pikiran Chanyeol.

"Aku tidak melakukan apapun hyung." Chanyeol masih mengintimidasi sampai teriakan Chen memecah konsentrasinya.

"Nama kita berempat lolos, sebagai lini 1 vvip. Kyaaaaa !"

Selembar kertas pengumuman yang di bawa Chen seketika dikerubungi oleh 3 orang lain. Dengan Chanyeol yang memegang kertas dan membaca baik-baik. "Park Chanyeol, Kim Jongdae, Kim Jongin…. Oh Sehun sebagai lini 1 vvip ?" Chanyeol membaca dengan dramatis. Mengundang Kai dan Chen ikut berteriak-teriak senang. Mereka saling berangkulan seolah mendapat lotre jutaan won. Namun tidak dengan Sehun. Ada rasa tak enak di hatinya. Mendapatkan ini bukan benar-benar karena usahanya. Merasa menjadi pecundang diantara ketiga temannya.

Khusus untuk lini 1 dibagi menjadi 2 kategori. Yaitu vvip dan reguler. Intinya mereka sama, pasukan khusus pengawalan presiden. Namun untuk vvip ini memang di istimewakan dari segi fasilitas dan tanggung jawab. Mereka berempat hanya bertanggung jawab pada presiden dan keluarga inti saja.

"Sehun ?" Chanyeol menepuk pelan bahu Sehun. Karena jika diperhatikan dari tadi lelaki berkulit pucat itu hanya murung dan melamun.

"Kau sakit ? Kenapa pucat sekali ? Ini pasti karena kau menghabiskan banyak bubble tea kemarin." Chanyeol meletakkan telapak tangannya di permukaan kening Sehun. Tidak menyadari ada lelaki mungil di ujung lain yang mengamati semua pergerakannya. Lelaki mungil itu terus menatapnya dengan wajah datar, tidak dapat di artikan.

"Kau demam.. Habis berapa cup bubble tea ?" Sehun menggeleng.

"Hanya 1." Kai mengamati wajah Sehun yang berubah dengan cepat. Padahal baru beberapa menit lalu ia baik-baik saja.

"Apa ada sesuatu yang membuatmu tertekan ? Hingga berpikir keras dan menyebabkan demam seperti ini ?" Sehun tertegun mendengar nada dingin Kai. Tidak tau pasti itu sebuah kemarahan atau kekhawatiran.

"Ikut aku !" Kai menarik kasar tangan Sehun. Rahangnya mengeras setelah sadar, ini pasti ada hubungannya dengan pembicaraan Sehun dan Jenderal Wu semalam.

찬백

Baekhyun menjadi yang paling diam diantara rombongannya dari gedung pemerintahan yang juga diundang dalam pelantikan tim alpha. Matanya terus menatap ke arah 4 lelaki berseragam militer kebesaran milik Korea Selatan. Memegang selembar kertas dengan yang paling tinggi membaca penuh dramatis. Ia ikut tersenyum saat 3 orang dalam gerombolan itu melompat-lompat dan saling memeluk. Sedangkan tak jauh dari sana ada seorang lelaki lain dengan wajah manis nampak murung.

Keningnya berkerut saat melihat si lelaki tinggi meletakkan telapak tangannya pada lelaki lain yang tampak murung tadi.

"Perdana menteri Byun." Baekhyun menoleh ke sumber suara. Matanya berbinar menyaksikan sahabat ayahnya sudah berdiri tegak tak jauh darinya.

"Paman Wu ?" Kris mengangguk penuh wibawa. Sudah lama rasanya ia tidak pernah bertemu dengan Baekhyun. Sejak kejadian dimana ia mulai di benci oleh anaknya.

"Kau sudah besar.."

"Paman juga sudah tua. Hehehe. Bagaimana kabar paman ?" Kris hanya mengangguk dan tersenyum.

"Baik… Kau sendiri ? Sudah tampak matang. Sebentar lagi akan memiliki istri." Kris masih memperlakukan Baekhyun seperti beberapa tahun silam saat anak Yunho itu masih kecil. Itu terbukti dari gerakan refleknya mengusak rambut Baekhyun.

"Paman akan datang kan ke pertunangan ku nanti ?" Kris menghembuskan nafas sebentar.

"Maafkan aku.. Aku ada kunjungan ke Lebanon. Sepertinya Korea Selatan akan mengirimkan relawan kesana." Baekhyun sungguh sedih dengan pernyataan Kris. Ia berharap di hari bahagianya nanti akan di hadiri oleh orang-orang terdekat.

"Bagaimana kabar anak paman ?" Baekhyun masih ingat dengan anak Kris yang hanya berbeda 2 tahun di bawahnya. Dulu saat ayahnya belum sibuk dengan tugas pemerintahan. Dan Kris belum menjadi Jenderal. Dua keluarga itu akan berkumpul saat akhir pekan. Tapi kebiasaan itu mulai hilang saat kabarnya ada sesuatu yang buruk terjadi pada istri Kris. Dibarengi dengan memburuknya hubungan dengan putera semata wayangnya

"Dia sudah besar.. Masih keras kepala." nadanya memang masih tenang. Tapi Baekhyun merasa ada getaran rindu seorang ayah pada anaknya, sangat l nyata.

"Masih cengeng kah dia ?" Kris mengangguk kemudian menggeleng. Senyum getirnya terukir menyakitkan.

"Ya dia masih sangat cengeng. Tapi tidak jika dengan ku."

"Paman kau harus kuat… Ayah berkata kau berubah banyak sejak kejadian itu." Kris tersenyum lagi. Terlihat jelas jika lelaki yang sepantaran dengan ayahnya itu nampak kesepian.

찬백

Sehun hanya diam saat Kai sedikit keras mencengkeram tangannya. Menyeret hingga kini mereka berhenti di pinggir kolam tepat di belakang gedung Kemiliteran.

"Berhenti menyakiti dirimu Oh Sehun." Kai menghentak tangan Sehun dengan rasa jengkel. Karena lelaki Oh itu tidak kunjung membuka mulutnya.

"Aku tidak.." Sehun memalingkan wajahnya untuk menatap kolam.

"Tidak ?! Sejak semalam aku sudah memberimu waktu. Aku pikir kau akan terbuka." Kai menghela emosinya yang entah kenapa mendidih memenuhi otak. Seharusnya ini salah. Kai harusnya biasa saja. Entah Sehun resah ataupun sakit. Harusnya ia tetap mengejek seperti hari-hari lalu.

"Aku tidak apa-apa Kim Jongin." Kai meletakkan telapak tangannya sedikit kasar ke permukaan kening Sehun.

"Keras kepala sekali.." Kai mendesis lirih. Pada akhirnya meredam emosinya sendiri melihat Sehun yang terus tertunduk.

"Oh Sehun biar ku jelaskan. Aku tidak suka memiliki perasaan seperti ini. Jujur saja, rasanya sangat aneh. Saat orang yang biasa kau ajak berdebat dan kau jahili terus berputar-putar di otak. Aku benci kenyataan jika kau sudah mempengaruhi hidup ku. Mencuri atensi seorang Kim Jongin." tidak perlu menjelaskan seperti ini. Sehun harusnya sudah tau dan merasa janggal sejak insiden ciuman di arena tembak.

Tapi ia juga merasakan aneh yang sama saat perasaan itu ternyata keluar dari bibir Kai sendiri.

"Katakan apa hubungan mu dengan Jenderal Wu ? Apa yang di lakukannya hingga membuat mu tertekan seperti sekarang ?!"

"Kai ayo kembali ke lapangan. Pelantikan akan segera dimulai." sebelum berbalik, Kai dengan cepat menyambar tangan Sehun agar tetap berada di tempatnya.

"Jawab aku Oh Sehun !"

"Kai…" Kai mengacak rambutnya gemas. Baiklah, ini sudah keterlaluan karena ia dengan berani membentak Sehun.

"Tolong jawab aku Wu Sehun !" Plak

Sehun reflek menampar Kai saat didengarnya marga miliknya di ganti. Ia mendekat dan menatap tepat ke dalam mata Kai.

"Kau sudah mendengar apa saja semalam ? KATAKAN KAU MENDENGAR APA SAJA BRENGSEK !" Kai hanya mampu menggeleng, karena yang ia dengar di balik pintu hanya tentang marga Sehun yang di ganti menjadi Wu, bukan Oh. Tapi percuma tatapan tajam dengan kilatan amarah sudah terlanjur dikeluarkan Sehun.

"Kau mendengar apa saja Kai ?" goncangan pada kerah Kai melemah. Sehun berjalan gontai menuju kursi kayu panjang tak jauh dari tempat mereka berdiri kini.

"S-sehun.. Aku tidak mendengar apapun, sungguh. Hanya tentang margamu yang menjadi Wu, itu saja." Sehun berubah tersenyum getir. Pandangannya menerawang.

"Kau mendengar pun tak masalah. Kenyataannya aku hanya pecundang." Kai ingin menjadi angin jika bisa. Menghembuskan udara segar untuk Sehun yang terlihat berbeda. Di hari lalu ia akan menjadi sangat cerewet. Tapi hari ini ?

"Apa kau pernah berpura-pura hingga kau lelah ?" Kai masih berdiri di tempat semula. Pandangannya tidak pernah lepas dari apapun yang diucapkan Sehun.

"Aku sekarang sedang mengalami itu Kai. Aku sedang berpura-pura baik-baik saja. Dan sekarang aku lelah. Bisakah kau berhenti berpura-pura peduli pada ku juga ?" Kai tersenyum miring untuk menertawai dirinya sendiri. Saat ia sudah berusaha jujur. Tapi masih dianggap berpura-pura.

"Sudah ku duga.. Ini akan kau ucapkan. Terserah kau Sehun. Aku tidak sedang bergurau seperti biasanya. Dan aku benci memiliki perasaan seperti ini padamu. Aku benci mengakui jika… Ya, aku mencintaimu." Kai akhirnya menyerah pada rasanya. Sekeras apapun ia berusaha mengetuk, tapi jika Sehun tetap enggan untuk membuka. Akan percuma, dan sia-sia.

찬백

Diantara ratusan pasukan militer yang mengikuti pelantikan tim Alpha siang ini. Hanya satu yang benar-benar mencuri perhatian Kris. Lini 1 vvip hanya di hadiri 2 orang, yaitu Chanyeol dan Chen. Sedangkan 2 orang lain belum masuk ke dalam barisan. Sejak semalam Kris mulai curiga dengan kedekatan Sehun dan Kai.

Kedua sersan itu tidak luput dari pengamatan Kris saat keduanya sedang berlari dari arah ruangan Kris menuju lorong mess semalam.

"Paman.." Baekhyun sedikit berbisik pada Kris yang hanya memandang lurus ke tengah lapangan. Pandangannya tajam, tanpa dapat dibaca maknanya.

Kris yang menyadari panggilan dari Baekhyun sedikit menoleh.

"Aku akan ada rapat dengan Komite 1. Apa masih lama ?" Kris hanya menggeleng.

"Aku akan pergi ke dekat podium. Aku harus memberi sambutan, agar acara segera selesai." Baekhyun hanya mengangguk dan menyaksikan Kris berjalan lebar menuju tengah lapangan, dekat podium. Sedangkan ia terus menatap jam tangannya. Menunggu Kyungsoo datang.

"Baekhyun.." Kyungsoo nampak menahan nafasnya sebentar, kemudian melanjutkan acara terengahnya setelah berlari cukup jauh dari tempat parkir, sampai ke tepi lapangan.

"Sial ! Kenapa pusat kemiliteran menjadi seluas ini ?" si mata doe membanting pantatnya dan duduk di samping.

"Berhenti menggerutu owl !" Baekhyun mengabaikan gerutuan Kyungsoo. Setiap hari memang seperti ini. Dan Baekhyun sudah terbiasa.

"Owl ? Maksudmu aku burung hantu ?" Baekhyun memutar bola matanya. Enggan menanggapi. Di depan orang lain, Kyungsoo memang terlihat pendiam dan pemalu. Tapi kenapa saat bersama Baekhyun saja justru ia tampak memalukan ?

"Joonmyeon tadi ke gedung pemerintahan ?" Baekhyun hanya diam, tidak ingin menanggapi apapun tentang kakak lelakinya itu.

"Kau tidak ingin bertanya kenapa dia berada disana ?" Kyungsoo melirik Baekhyun jengkel karena berita yang disampaikannya tidak disambut antusias.

"Untuk apa ? Hampir 1 minggu ini aku tidak pernah melihatnya. Bukankah itu berarti aku sudah tidak dianggap adik ?" Kyungsoo sedikit memutar matanya sebelum melanjutkan ucapan.

"Perdana menteri Byun, tuan Byun Joonmyeon akan menjadi penasihat Komite 1. Itu terhitung sejak minggu lalu. Aku mendengarnya langsung dari salah satu anggota komite 1, tuan Gong." Baekhyun menoleh, memandang penuh intimidasi. Membuat yang dipandang hanya mengangkat alis "Kenapa menatap ku seperti itu ?"

Baekhyun hanya menggeleng. Membuang mukanya menatap lurus ke arah lapangan. Secara tidak sengaja melakukan kontak mata dengan petugas militer yang tinggi. Yang melompat-lompat bersama teman-temannya beberapa saat yang lalu.

"Kau tau apa artinya jika Joonmyeon sudah terjun ke pemerintahan ? ya walaupun hanya menjadi penasihat komite." Kyungsoo menunggu beberapa saat utuk sahutan dari sahabatnya. Namun hanya hening.

"Baekhyun…" Kyungsoo menoleh dan mendapati Baekhyun menatap ke arah lapangan. Setelah menjatuhkan pandangannya. Ternyata Baekhyun sedang melakukan kontak mata dengan salah seorang anggota kemiliteran.

"Kau tidak mendengarkan ku ya ?" Baekhyun terkesiap dan mengumpulkan kembali kesadarannya.

"A-aku… tentu saja mendengar."

"Kalau begitu, katakan aku tadi berbicara apa ?"

"Eungh... Tuan Gong ?" Baekhyun menjawab takut-takut sebelum akhirnya menggigit bibir saat mengetahui bahwa jawabannya saalah.

"Menyebalkan !"

찬백

Di ujung sana Chanyeol masih mengangkat sebelah alisnya. Memperhatikan si lelaki mungil tanpa terlewat. Sejak ia tampak terlibat pembicaraan dengan Jenderalnya. Hingga kini ia tengah membahas sesuatu yang sangat serius dengan temannya mungkin ?

Chanyeol tidak melewatkan itu. Sebenarnya Chanyeol memeperhatikan hanya karena merasa aneh dan janggal. Kenapa bisa lelaki berbadan mungil seperti wanita, dan hampir keseluruhan anggota tubuhnya mirip dengan yang dimiliki seorang wanita pada umumnya.

Hingga kontak mata secara tak sengaja itu terjadi. Chanyeol bisa melihat dengan jelas betapa mata bulan sabit itu terlihat bening dan… harus diakui jika sangat menarik. Meskipun jelas orientasinya adalah straight. Chanyeol hanya kagum, itu saja.

Lama mengamati dalam jarak sejauh ini Chanyeol merasa ia ataupun lelaki mungil di seberang sana sama-sama enggan mengakhiri. Jika bukan Chen yang menyenggol lengannya, Chanyeol bahkan masih sangat betah memandangi hingga esok hari.

"Sehun dan Kai mana ?" Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar, terlihat cukup sebal dengan si mulut bebek yang cerewetnya melebihi ibu-ibu kantin.

"Kau kan juga melihat jika mereka berdua pergi ? Mana aku tau."

"Tidakkah kau merasa janggal dengan mereka berdua ? Chen berbicara serius mengabaikan terik matahari yang sudah akrab dengan kulitnya.

"Aku kira hanya aku sendiri yang berhalusinasi." Chanyeol tak kalah serius. Sekarang mereka lebih mirip dengan ibu-ibu yang sedang bergosip di sela acara arisan.

"Chanyeol.. Apakah mereka saling cinta ? aku melihat hanya Kai yang berlebihan disini. Maksudku Sehun hanya menanggapi sewajarnya 'kan ?" Chanyeol mengangguk. Tapi ikut berpikir juga.

"Aku rasa mereka-" Chanyeol dan Chen bersamaan menutup mulutnya dengan tangan masing-masing saat mengetahui satu fakta "gay ?"


Tbc


CUAPS : Jadi Chanyeol dan Baekhyun itu sama2 LURUS. Sampai satu hal bikin mereka sama2 belok. Cekidot in aja yaaa… hehehe

Ini tidak di edit, jadi klo ada typo. maafkan.

Dan ottokehh ? di next kah ?

TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH FOLL, FAV, REVIE. KU CINTA KALIAN :*

Thankseu - Salam CBHS