Act 5 Mawar merah dan kupu-kupu


Sekeliling menjadi gelap gulita, ia tidak bisa melihat apapun disana. Dari jauh perlahan muncul seorang wanita yang memancarkan sinar yang terasa hangat "ia seperti seorang malaikat, apakah ini yang dinamakan dunia setelah kematian? Apakah aku sudah mati? Tanya Lancelot dalam hati.

Sosok wanita tersebut menjawab pertanyaan Lancelot "Kamu belum mati nak, ini adalah alam bawah sadar Odette, hanya kamu yang bisa menolong putriku, tolonglah dirinya keluar dari kegelapan ini"

Lancelot kemudian melihat sesosok wanita yang berbicara padanya "Bukankah anda adalah ibunya Odette?"

Sosok tersebut menjawab "Kami sebenarnya adalah peri-peri danau, kami meminjam tubuh ini untuk menjaga kesucian kekuatan magis Swan Lake, akan kami jelaskan nanti, sekarang kita harus bergegas menyelamatkan Odette"

Lancelot mendengar dengan seksama penjelasan sosok tersebut, ia sangat mengagumi wanita itu, ia dapat merasakan kekuatan suci darinya "Bagaimana caranya aku bisa menolong Odette, nyonya?"

Sosok wanita itu lalu meraih tangan Lancelot, dan menuntunnya ke lokasi dimana Odette berada "Hanya perkataanmu yang dapat menggapai hatinya" Sosok lalu menghilang entah kemana.

Lancelot perlahan berjalan menuju kearah perempuan yang sedang duduk sendiri di sebuah kursi taman, didepannya membentang danau berwarna hitam pekat. "Odette apakah itu dirimu?"

Perempuan tersebut terkejut, dengan segera ia menghapus air mata yang daritadi mengalir "Lancelot? Bagaimana bisa kamu berada disini?"

Sang ksatria kemudian duduk disebelahnya "Apa yang kamu lakukan ditempat seperti ini? Mari kita pulang"

Sang putri tidak menengok kearah Lancelot, ia hanya menundukkan kepalanya "Ini adalah tempatku sekarang Lance, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini"

"Mengapa kamu bertindak sampai sejauh ini Odette?"

"Ini semua adalah pilihanku, aku tidak ingin merepotkan semua orang yang kusayangi, aku butuh kekuatan untuk melindungi semua orang yang kucintai" Air mata kembali jatuh membasahi pipinya"

Lancelot menggenggam tubuh Odette dengan kedua tangannya, memaksa Odette untuk menatap wajahnya "Tidak seperti ini caranya Odette. Pasti ada cara yang lebih baik"

"Dengan cara apa laki-laki bodoh? Dengan mencium perempuan cinta pertamamu? Jelas jika Odette lebih cantik dan kuat kamu tidak akan mengkhianatinya" Terdengar suara perempuan lain dari belakang, perempuan itu lalu mendorong Laancelot menjauh darinya.

Lancelot melihat sosok yang baru saja mendorongnya, sosok itu tidak lain adalah Odette yang telah jatuh dalam kegelapan "Jadi disini kamu rupanya, kamu yang telah memperdaya Odette agar jatuh ke dalam kegelapan" ia menghunus pedangnya siap untuk menikam "akan kubunuh kamu disini"

Odette tiba-tiba melangkah kedepan dirinya yang lain, berusaha melindunginya dan mengehentikan apa yang terjadi "berhenti Lance, Odile sudah kuanggap seperti adikku sendiri, jika kamu berniat membunuhnya maka tak akan kubiarkan"

Lancelot kembali memasukkan pedangnya "Ta tapi dialah yang telah menjerumskanmu kedalam kegelapan"

"Bukan dirikulah yang menyebabkannya menjadi seperti ini, aku hanyalah bentuk dari pelampiasannya" Odile berjalan menuju tepi danau "Lihatlah danau ini, apakah kamu mengetahui apa isinya? Danau ini adalah cerminan isi hati Odette, apakah kamu benar-benar mengerti perasaan Odette yang sesungguhnya? Yang ia inginkan hanyalah kekuatan untuk melindungi orang-orang yang dicintainya termasuk dirimu, sedangkan dirimu menganggap Odette adalah perempuan yang lemah yang selalu butuh perlindunganmu"

Mendengar perkataan Odile, Lancelot termenung. Ia tertunduk menyadari bahwa selama ini ia berpikir bahwa dirinya adalah pahlawan untuk Odette, sementara ia tidak memikirkan apakah perasaan Odette yang sebenarnya. Ia menangis tersedu sambil memeluk kekasihnya "Maafkan diriku yang arogan ini Odette, maafkan diriku yang terlalu mementingkan dirinya sendiri untuk menjadi pahlawanmu"

Odette mengusap rambut Lancelot "Tidak apa-apa Lance, itu adalah salahku tidak memberitahumu, salahku juga tidak mencoba mengerti niat muliamu untuk melindungiku, namun yang kuinginkan hanyalah kita bersama-sama menghadapi semua masalah yang menghadang. Aku melindungimu dan begitu juga sebaliknya" keduanya saling menatap satu sama lain, diikuti bibir kedua kekasih tersebut saling bertemu.

Air danau yang tadinya hitam pekat berubah menjadi jernih, langit gelap berubah menjadi terang, tanaman mulai tumbuh menghiasai tanah di alam itu. Sebuah pintu nampak muncul ditengah-tengah danau.

"Ayo Odette, kita pergi keluar dari tempat ini. Akan kubawa kamu melihat dunia luar sebagaimana janjiku padamu" Lancelot menarik tangan Odette pergi menuju pintu tersebut.

"Jadi kamu akan meninggalkan ku sendiri kesepian ditempat ini, kakak?" Odile bergumam seraya berusaha menarik Odette untuk tetap ditempat ini.

Odette membalikkan tubuhnya, menatap mata Odile dalam-dalam "Tentu tidak Odile adikku, kamu boleh mengunjungiku kapan saja"

Senyum mengembang dari wajahnya "Baiklah kalau begitu kupegang janjimu. Dan oh iya Lancy untuk seorang bodoh sepertimu, tidak kusangka kamu memiliki hati sebaik ini. Tak heran jika Odette sangat mencintaimu"

Odette dan Lancelot mulai berlari meniggalkan alam tersebut, menuju pintu yang terletak ditengah danau. Pintu terbuka dengan sendirinya, mereka mulai masuk kedalam pintu yang besar itu, sebelum tiba-tiba sesuatu menarik Odette.

"Odette ini hadiah untukmu, kamu telah berhasil menaklukan kegelapan dihatimu" Ujar wanita cantik misterius itu sambil memberikan sesuatu pada sang putri. "Gunakanlah kekuatan itu untuk melawan kegelapan didunia"

"Terima kasih, akan selalu kuingat kata-katamu Lady of The Lake" Odette berlalu menuju pintu didepannya


Perlahan mereka membuka mata, kembali ke alam realita yang sesungguhnya. Kesadaran mereka mulai kembali sepenuhnya.

Kesadaran Lancelot mulai kembali, namun ia terkejut menyadari kini dirinya terikat oleh rantai dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya "Selamat Pagi Ksatria tampan"' Alice telah berada disampingnya "Tak kusangka seorang sepertimu bisa mengagalkan sihir The Darkening, kurasa ada yang spesial darimu, The Dark Lord pasti akan senang jika kubawakan seseorang sepertimu"

Odette yang juga mulai kembali kesadarannya berusaha untuk menyelamatkan Lancelot "Apa yang kamu rencanakan Alice? Tak akan kubiarkan kali ini"

"Oh Odette, kamu bukan bagian rencanaku lagi, jadi sekarang kamu bisa mati! Flowing Blood!" Alice melancarkan serangan pada Odette.

Dari arah belakang, sesuatu menarik tangan Odette menghindar dari serangan Alice "Odette, berlindunglah biarkan aku dan Vexana yang menghadapi Alice" ujar Leomord

Vexana berjalan menghampiri sang Blood Demon "Lawanmu adalah aku Alice, akan kubalaskan dendamku!"

Alice tertawa mendengar perkataan Vexana "Oh aku tak sabar ingin merasakan itu, tapi aku tak punya cukup waktu, jadi kalian semua bisa mati bersama, Flowing Blood!"

Odette menahan sihir Alice dengan Swan Authority miliknya, membuat kedua sihir tersebut saling bertemu diudara lalu meledak "Aku tidak bisa hanya berdiam diri saja, demi melindungi semua yang kucintai aku harus menghadapi penyihir itu" ia menggenggam tongkat sihirnya dengan kedua tangannya lalu meneriakkan sebuah mantra "I AM THE PERFECT EVOLUTION OF THE WEAK, POWERFULL YET BEAUTIFULL! SKIN ON! Butterfly Goddess" penampilannya berubah, rambutnya menjadi putih, pakaiannya serba hijau, serta aura disekitarnya memancarkan sebuah kekuatan suci yang amat kuat"

Pertempuran sihir terjadi, Odette bersama Vexana menyerang Alice secara bersamaan, membuat Alice tersudut hingga ke tepi danau. Alice berusaha melawan kedua penyihir lawannya, namun kekuatan sihir lawannya sudah jauh lebih kuat dibanding sebelumnya sehingga Alice tidak banyak melukai lawannya. Serangan demi serangan dari Odette dan Vexana berhasil membuat Alice terluka cukup parah.

"Huh sungguh membosankan 2 penyihir yang menganggap dirinya cantik berpakaian layaknya sebuah bunga mawar dan kupu-kupu yang indah. Akan kutunujukkan kalian kecantikkan kegelapan sesungguhnya" Alice mengeluarkan sihir Flowing Bloodnya, lalu berpindah diantara Vexana dan Odette, diikuti oleh sihir Blood Awenya yang membuat lawannya tidak bisa bergerak, dan diakhir dengan sihir pamungkasnya Blood Ode, menghisap seluruh energi dari keduanya.

"Kenapa Alice? Merasa ada yang salah dengan sihirmu?" Vexana memprovokasi Alice dengan kata-katanya "Lihatlah kalungku ini, wahai wanita terkutuk"

Alice terkaget melihat benda apa yang menggantung dileher Vexana "Tidak mungkin!"

"Terkejut? Ya ini adalah Necklace of Durance, benda legendaris yang dapat mengurangi efek penyembuhan seperti sihirmu ini" Vexana tersenyum penuh kemenangan "Ini adalah akhir hidupmu Alice! Odette keluarkan sihir pamungkasmu, beri penyihir terkutuk ini nyanyian kematian"

Odette mengangkat tongkat sihinya keatas "Alice, cukup sampai disini kejahatanmu, dengan kekuatan suci ini akan kubersihkan semua kegelapan yang ada, Swan Song!" kubah magis berada disekelilingnya, menyerang Alice yang berada didalamnya dengan kekuatan yang luar biasa. Alice yang melemah akibat efek item legendaris tak mampu menahan kekuatan sihir Swan Song Odette. Dengan luka yang parah disekujur tubuhnya membuat Alice akhirnya terpental ke arah danau tak sadarkan diri. Setelah itu tak nampak lagi Alice selamat dari serangan itu.