Act 6 Akhir yang indah
Dengan dikalahkannya Alice, membuat semua pasukan Dark Abyss mundur dari wilayah Swan Castle. Setelah hampir selama 4 bulan pasukan Dark Abyss mengepung, kini mereka dapat merasakan angin kebebasan. Hal ini disambut dengan suka cita oleh seluruh rakyat dan prajurit di wilayah kerajaan Regina.
Satu hari semenjak kemenangan mereka atas Alice telah berlalu, setelah melepas semua lelah dan menyembuhkan luka yang ada, Leomord dan Vexana memutuskan untuk kembali menuju Necrokeep.
"Sudah saatnya kami kembali ke Necrokeep, kami harus kembali merencanakan ulang strategi penaklukan dunia" Ujar sang ksatria berkuda
Odette dengan senyum tulusnya menjawab "Terima kasih, atasa bantuan kalian berdua, kami bisa mengalahkan Alice dan pasukannya"
"Anggap saja ini sebagai rasa belas kasih kami pada kalian, pertemuan selanjutnya kita akan kembali menjadi musuh" Balas sang ksatria, Mereka mulai berjalan menjauh dari Swan Castle.
"Tentu saja ksatria tua, pertarungan kita selanjutnya akan mumbuktikkan siapa ahli pedang terbaik sesungguhnya, Leomord" timpal Lancelot.
"Silahkan mencobanya Lancelot, tak penah ada yang pernah bisa mengalahkanku dan pedang suciku" diikuti dengan senyum sinis diwajahnya.
Keduanya mulai tak nampak dari pandangan, menandakan mereka sudah pergi menjauh dari wilayah Swan Castle. Odette dan Lancelot memilih untuk melanjutkan istirahatnya di salah satu ruangan kerajaan
"Uhmm Lancelot, hanya ada kita berdua disini. Leomord dan Vexana telah pergi, pembantu dan prajurit kerajaan telah kusuruh untuk mengambil libur untuk merayakan kemenangan ini" Odette kemudian mengunci pintu ruangan tersebut.
"Ya kurasa situasi akan terasa sepi tanpa kehadiran mereka, terutama Leomord dan Vexana, padahal aku berharap mereka berdua untuk tetap disini membantu kita. Dengan kekuatan mereka melawan pasukan Dark Abyss pasti menjadi lebih mudah"
Odette berjalan menuju Lancelot yang sedang duduk di kursi "Bukan itu maksudku Lancy, saat ini kita hanya berdua diistana yang besar nan megah ini. kira-kira apa yang dapat kita lakukan agar tidak bosan?"
Lancelot menyadari sesuatu yang aneh pada diri Odette "Untuk apa kamu mengunci pintu Odette? Tu-tunggu dulu, mata itu kamu ini ..."
"Sshh, tenanglah Lancy. Tidak ingatkah perkataan Odette waktu itu, ia mengizinkanku untuk mengunjunginya sesekali" Odette mendekatkan tubuhnya pada Lancelot yang tengah duduk dikursi "Lagipula aku adalah Odette dan Odette adalah aku, seperti dua pikiran dalam satu tubuh. Jadi jangan khawatir aku tidak akan berbuat jahat seperti dulu, aku bahkan akan meminjamkan kekuatanku pada situasi penting" ia membelai wajah Lancelot yang memerah.
Sang ksatria tergugup dengan tingkah laku Odette, atau yang sekarang adalah Odile yang tengah mengendalikan tubuh Odette "Apa yang akan kamu lakukan Odile?"
"Panggil dengan nama Odette saja tak perlu dibeda-bedakan" ia mengikat rambutnya kebelakang, kini wajah cantiknya terpampang jelas dihadapan Lancelot "Anggap saja ini sebagai hadiah dari tuan putri yang diselamatkan oleh pangeran tampan, sekarang tutup matamu, biarkan aku yang membimbingmu Lancy" ia tersenyum menggoda dan mulai mendekatkan tubuh dan wajahnya ke Lancelot.
Lancelot tidak tau harus berbuat apa-apa, ia hanya menuruti permintaan Odette untuk menutup matanya. Ia merasakan nafas Odette diwajahnya, tubuh mereka saling berdekapan satu sama lain.
Sebuah tamparan keras mendarat keras di pipi Lancelot, saking kerasnya tamparan tersebut meninggalkan bekas merah dipipinya "Aw sakit, untuk apa tamparan itu? apakah kamu menyukai hal seperti itu?"
Odette menutupi dirinya dengan bantal sofa yang ada, sedangkan mukanya memerah "Apa yang kamu ingin lakukan dasar pria mesum"
Lancelot terheran dengan perubahan sikap kekasihnya, ia lalu melihat ke arah mata pasangannya untuk mengetahui siapakah yang berada ditubuh Odette "Eh, ini tidak seperti yang kamu pikirkan Odette, aku dijebak oleh Odile"
"Dasar pembohong! Tidak mungkin Odile melakukan hal itu" Odette lalu melempar bantal sofa ke arah Lancelot lalu berlari keluar dari ruangan tersebut.
"Oh tuhan yang benar saja, tunggu Odette biar kujelaskan apa yang terjadi" Lancelot bergegas bangkit dari kursi untuk mengejarnya.
Sejak hari itu Swan Castle kehadiran penghuni baru yang sebenarnya tidak benar-benar baru yaitu Odile. Sifat kegelapan Odette sebelumnya yang entah bagaimana seperti menjadi kepribadian kedua Odette, yang bisa kapan saja mengambil alih kesadarannya. Namun selama kehadirannya tidak membahayakan nyawa, ia dapat diterima disini.
"Jenderal, kita baru saja mendapatkan laporan mengenai kabar dari kerajaan Regina di wilayah Swan Castle"
"Bagus, sampaikan laporannya"
"Mereka baru saja meraih kemenangan atas Alice dan pasukan Dark Abyss"
Dengan senyum jenderal itu menjawab "Hmm sungguh diluar dugaan, hal bagus buat kita. Dengan ini Dark Abyss kehilangan momentum untuk memenangi peperangan ditambah lagi dengan kekuatan Twilight Orb sebenarnya yang sudah hilang, sungguh keuntungan sedang berada dipihak kita."
Seorang perempuan muda menimpali perkataan sang jenderal "Kita tidak bisa mengendurkan pertahanan kita Alucard, meskipun musuh baru saja menerima kekalahan telak"
Jenderal yang bernama Alucard tersebut menjawab "Tenang saja Kimmy aku tau itu, mereka akan tetap menjalankan rencana mereka untuk menghancurkan 5 tempat suci di dunia ini. Mereka baru saja gagal menghancurkan tempat suci dimana pedang Excalibur berada maka tersisa 4 tempat lagi, yaitu kuil suci yang ada di timur, ujung dunia dimana langit dan daratan bertemu yang ada diutara, suatu tempat misterius di gurun yang ada di barat daya, dan kuil para bangsa elf di tenggara" ia lalu bangkit dari duduknya "Hubungi orang-orang kita yang berada di dekat sana untuk tetap siaga, Dark Abyss bisa saja menyerang tempat itu kapan saja. Lalu siapkan kereta kuda dan beberapa orang, kita akan menuju Swan Castle untuk membantu, selama aku pergi Kimmylah yang akan memegang komando tertinggi, kita harus bergerak cepat jika ingin memenangkan pertempuran melawan Dark Abyss " Alucard dengan membawa pedangnya bergegas keluar dari ruangan tersebut.
"Kamu beruntung kakakku Alice, untuk tidak mati ditempat itu. Untung saja Moskov berhasil menemukan tubuhmu di danau itu"
Dengan wajah penuh amarah Alice menjawab "Diam kamu Selena, jangan merasa dirimu lebih kuat dariku hanya karena aku gagal di misi kali ini"
Gadis bangsa Elf itu menjawab "Aku marah padamu kakak? Hah untuk apa? sudah jelas The Dark Lord lebih menyukaiku karena diriku lebih kuat dan lebih cantik darimu, buat apa aku marah dan iri padamu"
"Perhatikan kata-katamu Selena!"
"Baik-baik, maafkan aku" Selena mendekati Alice "Lihat apa yang baru saja aku dapat dari berburu" ia kemudian menunjukkan seorang perempuan yang terikat, tatapannya yang kosong bagaikan tak memiliki hidup "Kamu datang disaat yang tepat untuk melihat bergabungnya Assassin legendaris dengan kegelapan"
Alice dengan sinis menjawab "Hmph, sepertinya kamu masih belum mengerti tentang ritual The Darkening itu Selena"
Dengan tawa selena menjawab "Ritualmu itu kuno, perhatikan baik-baik, dengan kekuatan kegelapan di Twilight Orb ini semua orang akan dengan mudah membangkitkan kekuatan kegelapan dari dirinya" Selena lalu memasukkan Twilight Orb tersebut ke dalam tubuh perempuan itu, sang tahanan hanya bisa berteriak kesakitan ketika tubuhnya mulai dikerubungi oleh kegelapan. Perlahan kegelapan menghilang, diri sang tahanan berubah 180 derajat. Rambutnya menjadi putih, pakaian serba hitam, bola mata merahnya memberi kesan tatapan matanya yang penuh kekejaman serta aura kegelapan yang sangat kuat memancar dari tubuhnya. Selena mendekat kearah wanita itu "Maukah kamu memperkenalkan dirimu pada kakakku Alice?"
Wanita itu bangkit dan tunduk pada Selena"Aku tidak punya nama, Nona. Aku disini hanya untuk melayanimu dan menghabisi semua orang yang berusaha menghalangi ambisimu"
"Ah senang sekali aku mendengarnya, namun kamu harus mempunyai nama panggilan agar semua orang dapat merasakan intimidasi dari dirimu" ia memikirkan sebuah nama untuk wanita tersebut "Ah, bagaimana kalau Raven, Midnight Raven, seorang pembunuh mengintai dibalik kegelapan malam"
"Terima kasih Nona Selena, dengan senang hati akan kugunakan nama itu, sejak detik ini namaku adalah midnight raven, akan kubunuh semua orang yang berusaha mengehentikan Nona Selena"
A/N
Akhirnya selesai juga chapter 1 ini, maafin klo ceritanya terlalu panjang atau ngebosenin. Awalnya pengen masukin unsur cerita Swan Lake sama cerita Lancelot dari arthurian legend yang sebenernya, tapi karena referensi yang gak cukup sama imajinasi yang cetek akhirnya cuma bisa masukin unsur kedua cerita tersebut ala kadarnya
Chapter selanjutnya bakal nyeritain apa yang terjadi sama twilight orb sebelumnya
dan untuk pain overture terimakasih buat review dan semangatnya, iya kok gua juga main ML udah hampir setahun.
buat shipnya sejauh ini emang baru kepikiran buat straight ship di 2 chapter berikutnya, tapi kalo emang dirasa cocok mungkin aja dibuat gak straight ship
ditunggu buat reviewnya dari yang lain, buat masukkan juga untuk cerita ini
Terima kasih
