Fangirl Ep. 3
9.00 a.m
At Baekhyun's Home
Baekhyun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan tergesa-gesa sambil sesekali merutuki dirinya sendiri karena terlambat bangun. Dasi miliknya bahkan belum terpasang dengan rapi dikerah seragamnya, begitu juga dengan jas almamater yang ia tenteng dilekukan sikunya.
Jam dipergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 9 pagi dan itu artinya Baekhyun harus sampai disekolah dalam waktu dua puluh menit itupun jika tidak terjebak kemacetan.
Sang ibu yang sedari tadi memperhatikan anaknya hanya bisa menggelengkan kepala dengan kedua tangan yang ia pangku didepan dada. Matanya terus memperhatikan Baekhyun yang saat ini sudah berdiri didepan meja makan dan sibuk membenarkan dasinya.
"terlambat bangun eoh?" Baekhyun mendelik kesal mendengar ucapan sang ibu yang seperti tengah mengolok-ngoloknya.
"kenapa bisa terlambat?" Baekhyun melirik pada sang Kakak yang baru saja datang dengan jas yang ia tenteng juga dilelukan sikunya.
"semalam aku memimpikan Chanyeol oppa, jadi lupa untuk bangun hehe" Byun Baekbom menggeleng akan kelakuan sang adik. Sedangkan ibu berdecih sembari meletakan susu strawberry diatas meja.
Itu untuk Baekhyun ngomong-ngomong
"kenapa tidak usah bangun saja sekalian?"
"YAK!EOMMA~" Baekhyun refleks berteriak namun nada nya terdengar mendayu diakhir kata.
"kenapa tega sekali kau berbicara begitu padaku?" ucap Baekhyun. Lalu setelahnya ia meneguk susu strawberry nya sampai habis tak tersisa.
"sudah tidak usah beradu argumen. Kau kan sudah terlambat, ayo Oppa antar kau kesekolah" Baekhyun tersenyum senang sampai memperlihatkan kedua matanya yang seperti bulan sabit.
"Oppa memang yang terbaik hehe"
F A N G I R L
"Yak! Byun Baekhyun, kukira hari ini kau tidak akan masuk. Bagaimana perasaanmu kemarin malam Baek? Apa kau serangan jantung? Kau pingsang tidak? Atau kau bisa saja merasa mati mendadak saat itu"
Baekhyun bahkan baru saja mendudukan pantatnya dikursi, namun Kyungsoo sudah menyerbu dengan berbagai pertanyaan. Dan tadi itu apa, mati katanya?
"apa maksudmu dengan mati Kyung?" ujar Baekhyun menatap Kyungsoo dengan mata yang terlihat emosi.
"m-maksudku kau tidak matikan saat Chanyeol Oppa membalas komenanmu di live nya kemarin malam?" Kyungsoo meringis memperlihatkan deretan giginya, berharap Baekhyun tidak akan marah lagi.
"ahh itu yaa?" Baekhyun mengusap belakang kepalanya, bibirnya ia kulum untuk menahan senyumannya.
"kau tau Kyung, aku benar-benar bahagia karena di notice Chanyeol oppa. Aku memang tidak serangan jantung, tapi aku pingsan mendadak hehe"
Kyungsoo membulatkan matanya karena terkejut.
"jeongmal?" Baekhyun mengangguk membenarkan.
"aku bahkan sampai memimpikan Chanyeol Oppa semalam Kyung"
"kau beruntung Baek, aku saja yang melihatmu di notice Chanyeol oppa berteriak semalam. Dan kau tau, aku sampai dikira gila oleh ibuku" Kyungsoo mendengus dan Baekhyun tertawa akan ucapan sahabatnya itu.
"kita berdua memang akan gila jika sudah menyangkut dengan mereka Kyung" Kyungsoo mengangguk membenarkan hal itu.
"ngomong-ngomong, kau sudah menabung belum?"
"ini adalah hari pertamaku menabung"
"sayangnya aku tidak baek"
"kenapa?"
"hari ini uangku akan aku pakai untuk membeli buku" Baekhyun mengusap punggung Kyungsoo untuk memberikan semangat.
"tidak apa, masih banyak waktu kok"
"nanti kau mau tidak mengantarku ketoko buku langgananku?"
"tentu aku mau Kyung"
F A N G I R L
ketika waktu pembelajaran telah usai semua siswa mulai membereskan barang-barang mereka, begitu juga dengan Baekhyun dan Kyungsoo yang tengah memasukan buku kedalam tas.
"Kyung kau tunggu saja diluar, aku harus ketoilet sebentar" Kyungsoo mengangguk, lalu mereka pun mulai berpisah dilantai dua dengan Baekhyun yang berjalan kearah kiri dan Kyungsoo kekanan.
Baekhyun memasuki salah satu biliki toilet yang kosong. Sedaru tadi ia ingin buang kecil dan baru tersalurkan sekarang.
"ahhn leganya~"
Setelah selesai membasuhnya, Baekhyun keluar dari bilik toilet dan berjalan kearah wastafel untuk mencuci tangannya. Lalu ia berjalan kearah pengering yang entah apa itu namanya.
Setelah selesai, Baekhyun keluar dari toilet dengan jalan yang terkesan cepat. Kyungsoo pasti sudah menunggu lama pikir Baekhyun.
Trining
Namun langkahnya melambat ketika ponsel yang berada disaku jas almamaternya berbunyi. Ketika Baekhyun mengambil ponsel miliknya dan menghidupkan layarnya, langkahnya mendadak terhenti ketika mendapatkan sebuah notifikasi pesan.
Wajahnya memang tidak menunjukan ekspresi apapun, tapi siapa yang tau jika jantungnya menjadi berdetak lebih cepat dan juga perasaan was-was yang mulai menyerang perasaanya.
From : Nomor tak dikenal
Aku tidak akan pernah membiarkan hidupmu tenang
5.03 p.m
bersambung
mind to review?
