•••

Fangirl Ep.4

Pemandangan Kota Seoul disore hari memang yang terbaik. Jalanan yang ramai oleh kendaraan namun tidak menyebabkan kemacetan dan juga lalu lalang orang-orang ditrotoar menjelaskan jika Seoul adalah Kota yang ramai.

tentu saja.

Kyungsoo tersenyum manis begitu matanya menatap langit yang hampir berwarna orange itu dari dalam jendela bis. Ternyata sore ini langitnya sedang indah dan Kyungsoo pikir tidak ada salahnya bukan untuk memandanginya terus.

Berbeda dengan Kyungsoo yang senang melihat pemandangan diluar sana, Baekhyun justru hanya berdiam diri saja dengan pandangan mata yang tertuju pada ponsel miliknya yang ia genggam.

Semenjak mendapatkan pesan itu ketika disekolah tadi, Baekhyun mendadak menjadi pendiam. Dia sedang memikirkan siapakah orang yang mengirim pesan seperti itu padanya. Setaunya Baekhyun tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun, tapi entahlah bisa saja dia lupa.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Baekhyun mendapat pesan dari orang yang tidak ia kenal, namun ia sudah mendapatkannya dari satu tahun yang lalu.

Pada awalnya Baekhyun berpikir jika pesan berisi ancaman itu ia dapatkan dari seseorang yang suka menjahilinya. Namun semakin kesini, ia kembali berpikir dan menyimpulkan jika pesan yang selalu ia dapat bukanlah sebuah pesan main-main, melainkan sebuah pesan teror.

Baekhyun berusaha untuk mencari siapa pelakunya, namun sampai saat ini ia tidak pernah menemukannya. Awal ia menyadari jika pesan itu adalah pesan teror, Baekhyun selalu panik dan ketakutan. Namun untuk sekarang ia tidak lagi panik ataupun ketakutan. Baekhyun akan bersikap datar jika pesan itu ia dapatkan kembali.

Hanya saja ia akan mendadak menjadi seseorang yang pendiam. Yah, contohnya seperti saat ini. Kyungsoo yang diabaikan dan dirinya sibuk menjadi seseorang yang pendiam. Memikirkan siapakah pengirim pesan tersebut.

••••

"Baekhyun menurutmu aku harus membeli yang mana?" Baekhyun melirik pada kedua buku yang Kyungsoo tunjukan padanya. Sebenarnya ia pun bingung harus memilih yang mana, jadi ia hanya asal menunjuk saja.

"yang ini" ucapnya dengan jari telunjuk yang tertuju pada buku ditangan kiri Kyungsoo.

Kyungsoo yang mendapat jawaban asal dari Baekhyun kemudian berdecak kesal. Sedikit bingung dengan sikap dari sahabatnya yang tiba-tiba ini. Padahal setaunya, Baekhyun baik-baik saja ketika mereka masih disekolah. Namun, kenapa sekarang ia mendadak menyebalkan.

"Baekhyun, apa kau punya masalah?" tanya Kyungsoo setelah ia menyimpan kedua buku tadi kedalam rak. Baekhyun melirik pada Kyungsoo begitu si pinguin bertanya begitu padanya.

"tidak"

"sedari tadi kau diam saja. Perasaan ketika disekolah kau bersikap seperti biasanya. Tapi kenapa mendadak kau menjadi seperti ini?" Seakan tidak puas, Kyungsoo kembali bertanya pada Baekhyun tanpa melirik sekalipun padanya.

"apa yang kau maksud dengan 'seperti ini' kyungsoo?" Baekhyun balik bertanya. Nadanya terdengar sedikit kesal dan Kyungsoo kemudian hanya menghembuskan nafasnya menahan kesabaran.

"Baekhyun jika kau tidak mau mengantarku, kau tinggal bilang saja. Tidak usah seperti ini" Baekhyun memutar bola matanya. Memang siapa yang bilang jika ia tidak mau mengantar Kyungsoo? Setaunya dia oke-oke saja jika harus mengantar teman pinguinnya itu.

"Kyungsoo aku tidak apa jika harus mengantarmu, jangan sangkut pautkan sikapku dengan hal ini. Aku hanya sedang lapar Kyungsoo, makanya sedari tadi aku diam saja" Ucap Baekhyun mencoba meyakinkan temannya itu.

"kenapa tidak bilang dari tadi jika kau lapar Baek? Ayo, kita bayar ini dan setelah itu kita makan" Kyungsoo mengambil kembali dua buku yang tadi ia simpan kedalam rak. Kemudian dia menarik tangan Baekhyun menuju kasir untuk membayar bukunya.

"kau membeli dua-duanya?" Kyungsoo melirik kedua bukunya ketika Baekhyun bertanya.

"hm, aku bingung harus membeli yang mana. Jadi aku membeli dua-duanya hehe" Baekhyun hanya mengangguk mengerti. Toh Kyungsoo tidak memakai uangnya bukan jika membeli kedua buku tersebut.

••••

Kyungsoo meletakan nampan berisi makanan yang tadi ia simpan diatas meja. Didepannya Baekhyun sudah tersenyum dan tak sabar untuk segera melahap makanan miliknya yang terlihat sangat lezat.

Well, semua makanan selalu enak dimatamu Baekhyun.

Kecuali mentimun, tentu saja.

"selamat makan, Soo"

Kyungsoo mengangguk dan setelahnya menggeleng melihat Baekhyun yang sudah memakan makanannya duluan. Apakah selapar itu pikir Kyungsoo.

Heninh melanda sebelum suara Kyungsoo memecahkan keheningan sebelumnya.

"Baekhyun, perasaanku saja atau memang benar jika kau memiliki masalah yang kau sembunyikan dariku?"

"u-hukk" Baekhyun terbatuk ketika Kyungsoo berkata demikian. Dengan gesit Baekhyun mengambil air putih dan meneguknya hingga habis dan tak tersisa.

"kau mau membuatku mati ya Kyung?" Kyungsoo melotot ketika Baekhyun menuduhnya. Well, Sebenarnya ia tau itu hanya candaan. Namun tetap saja, itu menuduh namanya.

Yah seterah kau saja Kyungsoo.

"apa?! Kau terlalu berlebihan Baekhyun" Jawab Kyungsoo. Baekhyun sendiri memilih untuk mengabaikan hal itu dan mengambil tisue untuk membersihkan area bibirnya.

"jangan-jangan kau memang benar menyembunyikan sesuatu dariku ya?"

"tidak Kyungsoo"

"kau bohong Baek"

"bohong itu dosa"

"aku tau, dan kau tengah melakukannya saat ini benar?" Baekhyun terdiam sejenak. Sebenarnya ia tidak berniat untuk menyembunyikan hal ini dari Kyungsoo, hanya saja ia belum siap mengatakannya.

"sudahlah Kyung, aku tidak menyembunyikan apapun darimu. Kalau kau tidak percaya padaku, aku tidak akan memaksa" Kyungsoo menghembuskan nafas pelan. Kenapa jadi Baekhyun yang menyudutkannya.

"baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk bercerita sekarang. Tapi kau harus memberitahuku suatu saat nanti. Dari mulutmu langsung. Kau dengar Baek?"

"memangnya apa yang harus kuceritakan?"

"entahlah, mungkin masalah yang tengah kau sembunyikan dariku"

"aku bilang aku tidak menyembunyikan apapun darimu, Soo. Kenapa kau tidak percaya padaku?"

"mulutmu bisa berbohong Byun, tapi tidak dengan sorot matamu"

"baiklah, terserah kau saja" Baekhyun kembali memakan makanan miliknya begitupun dengan Kyungsoo.

Baekhyun jadi sedikit merasa bersalah karena telah membohongi Kyungsoo. Namun ini bukan salahnya juga toh Baekhyun sendiri masih belum mau menceritakannya pada siapapun termasuk Kyungsoo.

Lagipula kenapa ia memiliki sahabat yang peka macam Kyungsoo. Jika dalam keadaan seperti inikan ia bingung sendiri harus menjawab bagaimana.

Baekhyun bukannya tidak mempercayai Kyungsoo, hanya saja ia tidak ingin orang lain tau dulu sebelum dirinya sendiri yang menemukan pakar masalahnya.

Ya, dia harus menemukan dulu siapa pakar masalah yang sedang ia hadapi saat ini.

"kenapa diluar ada banyak orang sekali?" ucap Kyungsoo. Baekhyun mengangkat kepalanya dan menengok kekanan, lebih tepatnya kearah jendela.

Benar, diluar sana ada banyak orang yang entah sedang apa.

"aku selesai" Kyungsoo kembali melihat Baekhyun yang ternyata sudah menghabiskan makanan miliknya tanpa sisa.

"kenapa cepat sekali?" Baekhyun mengangkat bahunya acuh. Tanyakan saja pada perutnya yang lapar.

Lalu setelahnya ia pergi meninggalkan Kyungsoo untuk mencuci tangan pada wastafel yang disediakan dibelakang sana.

Setelah merasa tangannya sudah bersih, Baekhyun hendak kembali kemeja dimana ada Kyungsoo disana. Namun entah dirinya yang teledor atau memang Baekhyun yang tak sengaja, ia kemudian menabrak seseorang ketika berbalik badan.

"Aish! ini sakit sekali" Baekhyun meringis kesakitan begitu pantat semoknya mendarat dilantai dengan tidak elitnya. Tangannya sedikit memerah karena menahan berat tubuhnya agar tidak jatuh terlentang. Namun tetap saja, pantatnya yang terasa sakit.

"kau tidak apa-apa nona?"

Suara Bass itu.

sepertinya Baekhyun tau siapa pemiliknya. Tapi jika dipikir-pikir kembali, apakah benar jika pemilik suara bass itu adalah Park Chanyeol, idolanya dari EXOL?

Yang benar saja

Baekhyun hanya menggeleng pelan dengan pemikirannya barusan. Well, ini bukan drama korea yang sering kau tonton dimana seorang fans bertemu dengan si idola jika kau ingat Byun Baekhyun.

Ah baiklah ternyata dirinya sedang merasa halusinasi, Bahkan disaat seperti ini.

Keterlaluan.

"permisi, kau mendengarku? Apa kau baik-baik saja nona?"

"aku baik-baik saja, tapi pantatku tid- huh?" Baekhyun terdiam ketika kepalanya ia bawa untuk melihat keatas.

'chanyeolie oppa?'

"maaf, tadi-kau bilang pantatmu ke-napa?"

Holy Shit!

To Be Continue

maaf ku baru update jangan lupa review nya