The next of great seal
Ouhayo!
balik lagi nih,sama fic yang abal dan aneh ==.
semoga pada gak bosen bacanya.
happy new year all!
semoga di tahun 3012 #2013 wooy# oh? oke salah,2013 maksudnya,impian kita dapat tercapai amin!
ada rencana nih herdiany-kun bakal pindah fandom dulu,fandomnya apa gak bakal di kasih tau ah :p
tapi janji kok fic ini masih tetap berjalan
oh ya! Jangan lupa klo udah baca review ya!
1 review 1 litter darah buat Herdiany-kun.
tapi Herdiany-kun gak maksa para reader buat ngereview.
so…tenang aja :p.
note:persona 3 dan persona 4 hanya milik atlus,jika mereka milik Herdiany-kun,herdiany-kun bakal ngapain ya? Gak tau tah =="
warning:
dalam cerita ini hanyalah sebuah fiksi dan rekayasa,jika ada kesamaan dalam
cerita mau itu alur dan ide. mungkin di sebabkan oleh ke tidak sengajaan.
-
inaba, 18 agustus 2025,evening
'jes…gejes…gejes…jes'
"um? Aku tertidur?"ucapku setelah sadar dari tidur.
kulihat di sebelah ku,keita tertidur di pundakku.
'yasoinaba…yasoinaba'
"eee…keita bangun kita sudah sampai"ucapku membangunkan keita.
tapi keita hanya mengubah posisinya menjadi terduduk,tapi matanya tetap saja tertutup.
"kau ini!"akupun mengambil tasku dan tas keita lalu menarik keita keluar.
"sakiiiiit!"ucapnya
kami berada di stasiun,sepi sekali suasananya
"tidak ku sangka kita sampai disini malam hari"ucapku
"ayo kita cari bus!"ucapku
saat aku melangkah keita menahan tanganku.
"lebih baik kita berjalan saja,lewat samegawa?"ucapnya
akupun hanya menuruti apa yang dia pinta.
samegawa flood plain,inaba,18 agustus 2025,evening
'tap…tap…tap'
aku berjalan menyusuri jalan,suasana hening dan sepi masih berada di sekitar.
"minako-nee kita duduk disana dulu ya!"ucap keita menarikku kearah pendopo
hening…
hanya itulah yang dapat ku gambarkan.
"akhirnya kita pulang ke kampung halaman juga"sahutnya
akupun menoleh ke arahnya.
"kenapa…mau lewat sini?"ucapku
keita pun terdiam,lalu tersenyum
"apa kau lupa? Tempat ini…tempat di mana kita bertemu 'kakak' itu,saat kita berusia 2 tahun looh"jawabnya
"'kakak' itu?"
flashback
shopping distric,unknow,2012
"um…um"terlihat seorang anak lelaki berusia sekitar 2 tahun sedang kebingungan.
bocah tersebut terus saja mondar-mandir di dekat toko buku.
suasana di sekitar sana,sangatlah buram,karna kabut yang tebal.
"kau kenapa adik kecil?"
mendengar suara itupun melihat kearah sumber suara.
terlihat sesosok pemuda yang memiliki stlye rambut seperti mangkok.
"um…aku telsesat dan telpisah cama saudala kembalku"ucap bocah tersebut
lelaki itupun mengubah posisinya menjadi jongkok di hadapan bocah tersebut,
"mm…kembar ya? Pasti akan mudah dicari,akujuga sedang mencari adiku jadi ayo kita cari bersama!"ucap lelaki tersebut dengan tersenyum
bocah itu hanya mengangguk.
"ayo biar ku gendong,kabut sangat tebal takut akan terpisah"sahut pemuda tersebut
bocah itupun digendong oleh pemuda itu,selama perjalanan mereka hanya berdiam tak berbicara.
"namamu siapa?"Tanya pemuda tersebut membuka topic pembicaraan.
"namaku keita,Suzuki keita"ucap keita kecil
"umurmu berapa?"
"2 taun"
"saudara kembarmu namanya siapa?"
"minako"
lelaki tersebut hanya mengangguk.
"nii-san kenapa nii-san mencali adikmu? Apa kalian telsesat juga?"Tanya keita kecil ingin tahu
"tidak"jawab pemuda itu dengan singkat
"lalu?"
"nii-san lupa akan sesuatu,tapi adik nii-san ingat apa yang nii-san lupakan,jadi nii-san pergi mencarinya"
"memnganya dia tidak ada di lumah?"
"tidak,dia sedang pergi bermain dengan temanya"
"ooah,,nama nii-san ciapa?"
"namaku Yu Narukami,yoroshiku!"ucap narukami sembari tersenyum
"ng..!yolosicu!"
"hahahahaha"
mereka pun melanjutkan jalan.
samegawa flood plain,unknow,2012
"kita sudah berjalan cukup lama,tapi belum ketemu juga"
narukami melihat sekeliling daerah samegawa,namun karna kabut yang tebal ia tidak bisa melihat lebih jauh lagi.
"kenapa banyak kabut? Padahal aku sudah mengalahkannya"gumamnya
"mengalahkan ciapa?"Tanya keita kecil
"tidak,ayo panggil nama kembaranmu lagi"
"nee-chan…minako-nee!"teriak keita.
sembari berjalan keita terus memanggil nama kakaknya tersebut.
"keita…?keita!"
terdengar suara dari arah lain,narukami pun mulai mencari kearah pendopo.
'tap….tap…..tap..'
"nee-chan di mana?"
'tap…tap…tap….bruk!'
ada seorang bocah menabrak narukami tepatnya di kaki.
"eh..?"
"gomen"
"nee-chan!"
benar yang menabrak narukami adalah minako memandang minako dengan dalam.
"nii-san turunkan aku!"ucap keita menyadarkan lamunan narukami.
"anoo gomenne adik ku telah melepotkan nii-san" sahut minako setelah keita di turunkan.
"ahaha iya tidak apa-apa"
merekapun diam dalam hening
"ah! Nanako!"ucap narukami secara tiba-tiba
"maaf ya nii-san pergi dulu bye-bye!"ucap narukami dengan tersenyum
meninggalkan 2 bocah tersebut.
flashback off
samegawa flood plain,inaba,18 agustus 2025,evening
"oooh…kakak itu"ucapku setelah mendengar cerita keita.
'pip…pip…pip…pip…'
handphoneku berbunyi ku lihat layar monitor handphoneku.
ada panggilan masuk bertuliskan.
'oka-san'
'pip'
"moshi..moshi..ah! nee-chan? boku..boku!"
terdengar suara dari arah lain
"ah… hanami"ucapku dengan tenang
"hanami?" Tanya keita
"na..nani? *sweatdrop* boku wa uta! Suzuki uta! Masa nee-chan lupa dengan adiknya sendiri!" sahutnya
"gomen..ano ada apa kau menelpon?"
"eh…etoo…apa nii-chan dan nee-chan sudah sampai di inaba kah?"tanyanya
"sudah kami sedang di jalan"
"oh…gomen tidak bisa menjemput tunggu di rumah!"ucapnya layak anak perempuan
'pip'
akupun menutup telpon.
"dari uta ya?"Tanya keita secara tiba-tiba
"ya"ucapku sembari bangkit dari duduk.
"ayo sambil jalan"ucapku.
kami pun berjalan menyusuri samegawa.
"tadii…kenapa nee-chan bilang hanami?"
"ah? Itu…"ucapku
"haha entah kenapa klo setiap kali mendengar suaranya uta itu jadi teringat hanami."
keita hanya terdiam.
"tuhan tidak adil ya"sahutku
"ng?"
"otou-san dan oka-san di beri anak kembar kita berdua,lalu 2 tahun kemudian tuhan memberikan lagi anak kembar yaitu uta dan hanami."
"keberadaan hanami dan uta itu memberikan arti seperti 'lagu musim sakura' ,kita jadi punya teman yang kenapa hanya 12 tahun? Kita bisa bersama hanami?"tanyaku
flashback on
pagi yang cerah di mana di sebuah rumah keluarga Suzuki,tampak terdengar suara jeritan.
"AAAAAH…!seragammu itu cocok sekali hanami!"ucap keita
"keita..bisakah kau tidak berteriak?"sahut minako sembari mengorek-ngorek kupingnya.
"nee…nee…oka-san,nee-chan,nii-chan! Seragamku bagai mana?"Tanya seorang bocah lelaki yang memiliki style rambut setengah mangkok berwarna hitam sembari memutar tubuhnya.
"kau tampan!"sahut minako dengan menjunjukan jempolnya.
"hahaha tentu saja dia tampan karna dia seperti aku!"ucap keita
"kita sudah terlambat,ayo uta!"sahut seorang gadis manis yang memiliki rambut pink sebahu dan di ikat dua.
"hati-hati ya!"ucap wanita separuh baya.
kedua anak tersebutpun pergi meninggalkan rumah
"ara? Kalian tidak sekolah?"sahut wanita tersebut kea rah minako dan keita
"hari ini kan hanya penerimaan siswa baru jadi kami baru akan sekolah besok bu"Sahut keita
"begitu kah?"
ucap sang ibu sembari melihat kearah jendela.
terlihat cuaca sekitar yang mendung.
sang ibu pun hanya terdiam sembari mengerutkan bibirnya
"tampaknya cuaca mendung sebaiknya ibu mengangkat jemuran dulu"
7 jam kemudian (tepatnya pukul 3 sore)
hujan turun di daerah itu dengan derasnya.
keita dengan santai menonton televisi.
'pip…pip…pip…'
telpon berbunyi dan dengan sigap keita mengangkat telpon tsb.
"mosh-"
"nii-chan"ucap suara itu
"uta! Knapa?"
"ha..nami"
"KENAPA?"ucap keita
karna teriakan keita minako pun keluar.
"kenapa kau ini?"ucap minako
"uta..!uta…!"
"huu…hu..hanami..hiks!"
"beritahu aku di mana kau sekarang!"ucap keita sembari mengambil paying"
"shopping district di bekas toko sepeda"
keitapun menutup telfon dan pergi menggunakan paying,sedangkan minako berlari mengikuti keita walaupun basah kuyup.
"keita tunggu! Bisa kau jelaskan apa yang terjadi!"ucap minako sembari berlari
"aku tidak tahu…!"
"apa maksudmu?"
"uta!"ucap keita setelah melihat uta yang berada di depan toko,dengan seseorang yang bermasker dan menodongkan pistol kearah kepala uta.
"jangan mendekat!"sahut pria tsb.
keitapun berhenti melangkah.
"kalian! Seharusnya mati! Kalian telah merebut apa yang kami punya!"ucap pria tsb.
"apa?"ucap minako
lalu keluarlah seorang wanita bermasker sembari membwa hanami.
"hanami"
"hahaha…tapi orang yang harus kita bunuh adalah anak ini!"ucap wanita itu.
wanita itu terus saja menodongkan pistol kea rah kepala hanami.
minako berlari ke arah pria yang menyekap uta,dengan kuatnya dia menendang jakpot dari pria itu.
"cepat lari kea rah keita aku akan berusaha melwan wanita tua itu!"sahut minako diiringi anggukan uta,dan utapun berlari kearah keita bersembunyi di belakangnya.
"uta cepat telpon polisi,selama kau di belakngku"ucap keita
minako pun berlari kearah wanita tersebut,namun dengan sigap wanita tersebut menekan pelatuknya.
'dorrrrrr…'
sangat tipis memang peluru yang telah di luncurkan wanita tersebut sangatlah tipis jaraknya dengan kepala minako.
minako hanya terdiam karna kaget.
"itulah sebabnya kalau tidak mau nurut!"
"polisi!? Terjadi penculikan menggunakan senjata api di daerah shopping distric mohon cepatkemari"
karna mendengar suara uta yang melpon polisi wanita itupun melihat kearah uta.
"lapor polisi ya? Baiklah kalian ini.."
wanita tersebut mengarahkan pistolnya ke kepala hanami dan dengan cepat menekan pelatuknya.
"DOAAAR…."
darah hanami sudah tak bernyawa
semua ,bingung,kaget,marah,sedih tercampur di hati 3 bersaudara ini.
"suara apa itu bisa kau beritahukan apa yang terjadi?"ucap pelayanan polisi lewat telpon.
uta yang masih menganga menjawab pertanyaan itu.
"terjadi penembakan,seseorang tewas"ucapnya secara perlahan lalu terlihat di pipinya muncul sungai turun ke bawah.
"hanami.."ucap keita
"tidak"ucap minako dalam keadaan shock
"hanami…TIDAAAAAAK!"
flashback off
TO BE CONTINUED
herdiany-kun: time toooooo bales review!
minato:huuuuuuu *digaplok sandal
TOTOTOTOTOTOTOTOTOTO
Sp-Cs:huaaaa!? jangan terharu sekarang! *bawa ember (?) ini masih awal kok baru klimaks nya *spoiled ceritanya* tapi arigatou!
oke see you next time :p
