Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Senin, 28 September 2015

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . .

Brukk

Hinata terduduk bersimpuh dengan menundukkan kepalanya, didepannya Naruto tengah terbaring sekarat dibawah pohon rindang diatas tebing ukiran wajah Hokage. Hinata menangis, kecerobohan yang dibuatnya membuat suaminya sekarat.

'selalu saja berakhir begini, kau tidak pernah sekalipun memberiku kesempatan untuk melindungimu, Naruto-kun'

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 3. Awal yang Baru, Harapan Baru.

"Owowowoooo, Jadi seperti ini ya alam akhirat? Tidak jauh berbeda dengan Konoha, bahkan baunya sama persis dengan bau konoha" kata Kiba yang baru saja membuka matanya. Yang lain pun begitu, mereka mengerjapkan mata masing-masing untuk menyesuaikan penglihatan setelah cahaya yang sangat menyilaukan tadi.

"Yoo, semangat masa muda. Kita harus bersyukur, di akhirat pun kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul seperti ini" sambung Lee.

"Kurasa kalian benar, kalau begini sih tidak akan ada bedanya antara masih hidup ataupun sudah diakhirat" kata Ino menimpali. Dia kelihatan sangat lega sekarang, padahal saat ajal menanti dihadapannya tadi, dia sangat gugup karena tidak ingin merasakan kesakitan saat nyawanya ditarik.

"Kalian tenang dulu. Aku yakin kita masih di Konoha. Tempat resepsi dan lainnya tidak berubah sedikitpun, dan aku yakin kita masih hidup. Hanya langit saja yang berubah. Seharusnya sekarang masih siang, tetapi kenapa langit gelap dengan banyak bintang? Bahkan ada aurora warna-warni dilangit, seharusnya aurora hanya muncul dikutub, bukan di Konoha" kata Shikamaru dengan wajah serius. Pemikiran dan logika dikepalanya tidak menerima kalau mereka sudah mati setelah mengamati keadaan sekitar.

Whuussshhh.

Sasuke terbang mengggunakan susano'o nya, dia terbang tinggi diatas desa Konoha untuk mengamati keadaan. Di ketinggian 1500 meter dari permukaan tanah setelah melihat kesekeliling, Sasuke dapat melihat dengan jelas Konoha sekarang. Terlihat bahwa tanah Konohagakure memiliki ujung, sejauh radius 10 km dari pusat desa berbentuk lingkaran, sejauh itulah tanah bumi yang tersisa sekarang. Konohagakure beserta sedikit hutan yang mengelilinginya sekarang seperti pulau yang sedang melayang ditengah ruang angkasa. Sasuke segera turun setelah mendapat informasi yang cukup.

"Apa yang kau dapat Sasuke?" tanya Kakashi.

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang jelas hanya Konohagakure yang tersisa dari dunia ini dan sekarang sedang melayang-layang di tempat yang tidak diketahui dimana letaknya"

"Apa maksudmu Sasuke?" giliran Shikamaru yang bertanya.

"Intinya, Desa Konoha tidak lagi dibumi melainkan melayang disuatu dimensi yang belum diketahui. Kerena itulah kita selamat dari kiamat."

Semua orang di sana terpaksa kembali dikejutkan dengan hal ini. Ditengah kebingungan yang terjadi, berita buruk kembali datang.

"Kalian merasakannya kan?" tanya Kurama kepada biju lainnya, "Kita harus segera kembali ketubuh Naruto, jika lebih lama lagi dia akan mati karena kehabisan Chakra"

"Hey, katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi pada Naruto?" tanya sakura pada semua biju. Dia panik mendengar kondisi Naruto.

"Naruto sekarat, sebaiknya kalian segera mencari tubuhnya" jawab Kurama singkat.

"Apa kau bi- . . ."

Poofftt

Semua Biju menghilang dalam kepulan asap, membuat perkataan Sakura terhenti. Semua teman Naruto menatap tak percaya akan hal ini.

Braakkk

Tanah tempat pesta itu retak, sebagian berhamburan akibat Sakura yang menghentakkan kakinya karena kesal, "Sudah ku duga kan tadi?, selalu saja seperti ini. Kedua orang itu selalu membuat semua orang terkejut dengan hal yang tak pernah terbayangkan sedikitpun"

Teman-teman Naruto yang lain tidak ada yang berani menjawab, mereka tidak menyalahkan apa yang diucapkan Sakura.

"Apa lagi yang sekarang dilakukan Naruto untuk konoha dan untuk semua orang? Aku tidak ingin dia mati sendirian, padahal baru sebentar dia merasakan kebahagiaan dari seluruh masa hidupnya yang selalu dihabiskannya dalam beban berat dan penderitaan" lanjut sakura lagi sambil menangis.

Sasuke memeluk erat Sakura untuk menenangkan gadis tempramental itu. Sasuke sendiripun tidak menyangka akan terjadi seperti ini, sahabatnya itu selalu memikirkan orang lain tanpa pernah memikirkan kebahagiaannya sendiri.

'Apa di Dobe itu tidak pernah berpikir? Jika dia selalu sendirian yang menanggung beban berat dan tersakiti, bukannya membuat orang lain senang. Justru hal itu akan membuat orang yang dekat dengannya ikut merasakan sakitnya juga'

"Sudahlah Sakura, sahabat kita si idiot itu memang selalu seperti ini kan? Kau tunggu dirumah sakit, aku akan segera membawanya kesana"

Setelahnya sasuke pergi mencari keberadaan Naruto untuk memastikan keselamatannya.

.

.

.

Banyak orang berkumpul didepan sebuah pintu ruang unit gawat darurat rumah sakit Konoha. Hokage keenam Hatake Kakashi serta Kazekage kelima Sabaku no Gaara, dan seluruh teman-teman Naruto, serta Hinata yang duduk dengan menunduk kepala dikursi yang menghadap ke pintu ruangan itu. Hinata masih mengenakan pakaian pengantinnya. Tidak tertinggal pula Hiashi beserta beberapa anggota keluarga Hyuga lainnya.

Kriiieet . . . .

Pintu ruangan terbuka pelan, dari balik pintu keluarlah Tsunade dan Sakura. Mereka baru saja selesai memeriksa keadaan Naruto dan memberikan perawatan sebaik mungkin untuknya. Semua orang memandang penasaran akan keadaan Naruto pada dua perempuan yang baru saja keluar.

"Semua tanda vital Naruto menurun. Detak jantung, tekanan darah, pernafasan semuanya melemah bahkan hampir hilang, seperti akan mati. Namun berita baiknya dalam kondisi seperti itu, Naruto masih bisa mempertahankan hidupnya. Mungkin ini berkah karena daya tahan serta energi kehidupan melimpah darah Uzumaki. Selain itu para Biju pun juga terus menerus berusaha menopang kehidupan Naruto dari dalam tubuhnya" kata Tsunade.

Orang-orang yang sedari tadi harap-harap cemas menanti hasil pemeriksaan Naruto akhirnya bisa bernafas lega. Mereka semua tentu sangat senang karena teman mereka yang paling berharga masih hidup.

"Walaupun begitu, Naruto koma dan tidak bisa diprediksi kapan akan sadar" sambung Sakura menambahkan informasi tentang kondisi Naruto.

Hasil ini saja sudah cukup, walau Naruto sekarat tapi setidaknya dia masih hidup, pikir semua orang disana. Tapi mereka masih menyesalkan kenapa harus Naruto lagi yang menanggung beban berat lagi untuk mereka.

Tidak ada yang bersuara setelah mendengar kondisi Naruto hingga Sakura berjalan lalu duduk disamping Hinata yang masih menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, menangis dalam diam. Pandangan semua orang tertuju pada Hinata, ingin tahu akan apa yang sebenarnya terjadi karena yang terakhir kali bersama Naruto sebelum kejadian ini adalah hanya Hinata seorang diri.

Menyadari semua tatapan temannya tertuju pada dirinya, Hinata berusaha mengendalikan emosi dalam hatinya. Setelah menguatkan diri, dia mendongak lalu menatap kepada semua teman-teman yang memasang wajah penasaran.

"Ini, , , karena kesalahanku" kata Hinata singkat sehingga membuat mereka tambah bingung.

"Awalnya aku berniat mengirim Naruto-kun ke universe lain. Sebuah sistem kehidupan yang terpisah baik ruang dan waktu dengan dunia yang kita tinggali. Aku mengetahuinya ketika aku berada dibulan, tanpa sengaja disana aku menemukan sebuah relief yang melukiskan sesuatu yang tak pernah diketahui seorang pun. Dengan menggunakan byakugan aku dapat menerjemahkan gambar-gambar relief itu, hasilnya ialah bahwa dunia ini tidak hanya satu. Ada banyak sekali universe dengan sistem kehidupannya masing-masing. Menggunakan sebuah artefak yang ku temukan tidak jauh dari tempat itu, sebuah artefak peninggalan Hamura Ootsutsuki yang terlupakan, aku dapat mengirimkan seseorang ke universe lainnya. Sebuah arfetak berbentuk kubus yang disebut cube dengan rangkaian puzle didalamnya. Berharap disana tidak terjadi kiamat sehingga Naruto-kun dapat melanjutkan hidupnya disana dan memperoleh kebahagiaannya sendiri" kata Hinata. Lalu dia menengadahkan telapak tangan didepan sehingga muncullah cube dengan 7x7 petak piece disetiap sisinya.

Tidak ada yang berbicara atau memotong cerita yang diutarakan Hinata. Semuanya mendengarkan dengan seksama. Selain itu mereka juga memandang takjub dengan benda yang sekarang bergerak melayang berputar-putar di atas telapak tangan Hinata. Sasuke sempat menggunakan sharingan bahkan rinnegan miliknya untuk mengamati cube itu, namun hasilnya nihil. Mungkin seperti yang Hinata katakan, benda tersebut adalah peninggalah Hamura dan hanya orang yang memiliki chakra Hamura serta byakugan lah yang dapat menggunakannya. Sehingga hanya Hinata seorang yang memenuhi kriteria di Konoha yang mampu menggunakan cube itu.

"Ketika aku memberitahukan hal ini pada Naruto-kun, dia bersikeras menolak apa yang kulakukan. Aku sadar kalau aku egois, tapi aku hanya ingin Naruto-kun tetap hidup. Saat aku hampir selesai menyusun puzle di cube itu dan menentukan koordinat universe tujuan kemana Naruto-kun akan kukirim, dia melakukan hal yang tidak ku duga. Ini salahku, karena membiarkan Naruto-kun menggunakan segenap kekuatannya. Dia mengubah susunan puzzle cube itu sehingga terjadilah keadaan yang sekarang ini. Naruto-kun sekarat karena menggunakan semua chakranya, dan aku belum tau bagaimana nasib Konoha nantinya. Kita dan Konohagakure yang tersisa sedang berada dalam perjalanan antar universe yang aku sendiri tidak tahu kemana tujuannya. Kuharap tempat yang kita tuju nantinya juga mendukung kehidupan kita sehingga pengorbanan Naruto-kun tidak sia-sia"

Tidak ada seorangpun yang tidak tertegun setelah mendengar penuturan Hinata. Mereka semua sadar, Naruto tidak segan sedikitpun berkorban dirinya sendiri untuk mereka. Tidak hanya sekali, sudah terhitung beberapa kali Naruto hampir mati hanya untuk melindungi mereka. Dan tidak ada seorangpun yang dapat disalahkan akan kejadian ini.

.

.

.

-14 hari setelah perjalan antar Universe, Pulau Melayang Konohagakure-

Semua penduduk Konoha yang tersisa sudah diberitahu tentang apa yang terjadi. Tentang berakhirnya dunia shinobi, mereka yang lagi-lagi diselamatkan oleh Naruto dan perjalanan menuju dunia baru serta harapan besar untuk melanjutkan hidup disana nanti. Keadaan desa Konoha lebih sepi daripada biasanya, tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan. Berdagang, bertani atau pekerjaan apapun sudah tidak ada lagi karena hanya desa Konoha yang mereka tinggali yang tersisa. Bertahan hidup dengan sisa makanan dan logistik yang semakin menipis. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang yaitu mereka yang masih memiliki kegiatan sendiri.

Seperti Sasuke, Sakura, dan Kakashi yang terlihat berjalan dengan tergesa-gesa. Mereka baru saja diberitahu Tsunade yang berada dirumah sakit bahwa Naruto sudah sadar. Sekarang 6 orang tengah berkumpul diruang perawatan rumah sakit, satu diantaranya masih terbaring lemah diranjang yaitu seorang pemuda bersurai pirang dengan 3 pasang goresan imut dipipinya.

"Kau bodoh" teriak Sakura pada Naruto yang baru sadar bahkan sudah menyiapkan kepalan tangan untuk mengeluarkan jitakan mautnya. Segera saja Sasuke menenangkan gadis tempramental itu karena Naruto baru saja sadar dan kondisinya belum pulih. "Sebenarnya apa sih maumu?" tanya Sakura yang kini tangannya sedang dipegani Sasuke.

"Tidak ada alasan khusus" jawab Naruto dengan suara lemah menatap sahabat perempuan yang bersurai pink itu. "Kalian semua sudah mengenalku kan? dan kupikir istriku yang manis ini pasti sudah menceritakan semua yang terjadi pada kalian" lanjut Naruto sambil mengusap rambut istrinya yang masih setia menundukkan kepala. Hinata duduk disaping kiri ranjangnya. Mungkin Hinata masih merasa bersalah dan menyesalkan apa yang telah terjadi.

Naruto bangun lalu duduk diranjangnya.

"Jangan terlalu banyak bergerak dulu Naruto, kau baru saja bangun dan belum pulih"

"Jangan khawatir baa-chan. Aku sudah tidak apa-apa. Lagipula punggungku pegal kalau berbaring terus" Naruto lalu menatap Hinata, memegang dagunya agar dapat menatap wajah istrinya itu. "Sudahlah, jangan terus-menerus menyalahkan dirimu, Hinata. Aku sudah tidak apa-apa. Seharusnya kau bangga, karena berkat dirimu, Konohagakure, keluarga dan teman-teman kita masih selamat walaupun harus kehilangan beberapa teman kita yang berada diluar Konoha"

"Tidak Naruto-kun. Ini semua karena mu, kau selalu melindungi dan menyelamatkanku serta Konoha" sanggah Hinata dengan wajah sendunya.

"Baiklah, ini semua berkat kita berdua" mengusap pipi Hinata yang berurai air mata, "Karenamu juga yang membawa cube itu dari bulan, kita masih bisa hidup hingga sekarang. Aku akan berusaha agar kita mendapatkan hidup yang damai disana nantinya" sambungnya tersenyum menatap Hinata, menghilangkan kegundahan dihati istrinya.

Lain halnya dengan Sasuke, dia bingun menyadari kalimat terakhir yang diucapkan Naruto karena terkesan ambigu.

Tiba-tiba, terjadi sebuah goncangan disertai suara gemuruh yang membuat Sasuke dan lainnya yang sedang berdiri sedikit oleng karena kehilangan keseimbangan tubuh mereka sejenak. Naruto pun bahkan harus berpegangan pada besi ranjang yang dia gunakan agar tidak terjatuh kelantai.

"Apa lagi yang sekarang terjadi?" tanya Kakashi.

"Tidak usah khawatir, aku yakin ini hanya guncangan biasa. Mungkin kita sebentar lagi akan sampai didunia yang baru" jawab Hinata menenangkan kebingungan semua orang.

Hinata mengeluarkan cube ditelapak tangannya. Mengaktifkan byakugannya, Hinata mengamati pola-pola aksara yang terbentuk dari pergerakan piece cube itu. "Aku tidak tahu kemana tujuan baru kita karena ketika terjadi kecelakaan dua minggu lalu, koordinatnya berubah secara acak. Tapi yang pasti, kita beberapa menit lagi akan sampai. Cube ini memberikan informasi waktu hitung mundur perjalanan kita"

"Itu berita yang sangat bagus Hinata" seru Sakura senang.

"Tapi dengan koordinat acak seperti ini, kita bisa muncul dimana saja, ditempat berbahaya atau tempat yang tidak menyokong ekosistem kehidupan kita. Kesempatan kita hanya satu kali ini saja, aku tidak bisa memindahkan semua orang dan Naruto-kun juga belum pulih"

"Berharap saja tempat kita tiba nantinya bukan dipermukaan matahari"

"Jangan bercanda, Kakashi sensei" sungut Sakura kesal karena perkataan gurunya itu.

"Hahhahaaa . . . " Naruto hanya tertawa menanggapi kekesalan Sakura, "Begini-begini keberuntunganku lebih baik dari Tsunade-baachan"

twich, twich

Tsunade si legenda judi tidak pernah menang benar-benar kesal dengan perkataan Naruto, kalau saja Naruto sehat tentu dia sudah melayangkan tinjunya.

"Kau sangat salah membandingkan keberuntunganmu dengan Tsunade-hime, Naruto. Itu seperti kau membandingkan dirimu dengan orang yang tidak bisa apa-apa"

Pletakkkk. . .

Ouch, bakiak milik Tsunade melayang kedahi Kakashi. Biarpun menjabat hokage keenam, itu tidak akan menghalangi Tsunade untuk melampiaskan kemarahannya.

"Hahahaaa, Kakashi sensei walaupun sekarang sudah menjadi Hokage, tapi masih takut dengan nenek tua ini" Naruto memegang perutnya karena sakit akibat tertawa.

"Diam Bocah, kau mau ku timpuk juga?" teriak Tsunade menahan marah.

"Ampuni hamba, Tsunade-sama" kata Naruto seraya menangkupkan kedua tangannya dan menunduk kepada Tsunade. Naruto memohon dengan sangat, dia sudah sering terkena amukan nenek ini, dan untuk sekarang Naruto tidak ingin merasakannya dahulu mengingat tubuhnya belum sehat.

"Hn, untung saja kau sedang sakit. Jika tidak, sudah pasti kau ku lempar jauh-jauh" dengus Tsunade.

"Emm, kita akan sampai beberapa detik lagi" kata Hinata menginterupsi candaan mereka.

"Yosh, kita semua harus optimis, ttebayou" kata Naruto menyemangati, lima orang lainnya tersenyum karena melihat Naruto yang kembali semangat menandakan bahwa bocah hiperkatif itu sudah tidak apa-apa lagi.

Cahaya menyilaukan kembali muncul, sama seperti akan berangkat menempuh perjalanan antar universe. Seluruh pulau melayang Konohagakure tertutupi cahaya yang sangat menyilaukan sehingga semua orang harus menutup matanya.

Beberapa saat kemudian cahaya itu perlahan menghilang, sedikit demi sedikit memudar. Orang-orang telah mulai membuka matanya kembali. Mereka semua serasa sedang melayang tanpa terikat gravitasi di dunia yang baru, hal yang cukup aneh memang.

Kembali kesebuah ruangan dirumah sakit dimana enam orang tadi masih berkumpul.

"Eh, kenapa ini? tubuhku menjadi ringan dan serasa melayang?" tanya Sakura yang kebingungan.

"Kita bukannya melayang, tapi Konoha yang sedang jatuh. Kita pasti muncul diatas langit" jawab sasuke.

Wushhhh

Naruto langsung menggunakan senjutsu-rikudou mode miliknya. Dengan mode ini dia bisa terbang. Naruto duduk bersila melayang seperti posisi seorang pertapa. Sembilan godoudama dibelakang punggungnya bergerak cepat keluar ruangan menuju 9 penjuru. Setelah itu godoudama tersebut masuk kedalam tanah Konoha, dan menahan jatuhnya Konoha.

Gerakan jatuhnya Konoha terhenti, semua orang sudah memdapatkan gravitasi lagi dan bisa berpijak. Hasil pekerjaan Naruto membuat Konoha benar-benar seperti pulau melayang yang berada dilangit. Konoha tepat melayang diketinggian 2500 meter diatas permukaan laut dekat sebuah pantai yang berada tidak jauh dari sebuah Kota.

"Haaah, hah haah" nafas Naruto tersengal-sengal karena menggunakan kekuatannya barusan. Sakura segera memberikan perawatan pertama dan memberikan pil penambah stamina.

DEG.

Naruto merasakan perasaan yang sangat tidak enak, ada banyak bahaya yang mengancam. Dalam senjutsu-rikuduo mode, Naruto bisa merasakan keberadaan makhluk hidup, niat, serta hawa jahat yang ada sekitarnya dalam radius yang sangat jauh, hingga lebih dari 100 kilometer.

Masih dalam posisi bertapa, malayang didalam ruangan. Naruto menggigit ibu jarinya, sehingga keluar sedikit darah dan dengan itu langsung membuat fuin, sebuah segel dengan aksara yang terlihat rumit kemudian dilanjutkan lagi dengan serangkaian segel tangan

Senpou Jikukan Kekkai : Hogo Nisshoku.

Fuinjutsu ini menghasilkan kekkai berwarna gelap transparan yang muncul dari aksara fuin itu, terus membesar sehingga melingkupi seluruh pulau melayang Konoha.

"Uhhuuk, uhuk" Naruto batuk hingga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya karena menggunakan jutsu yang kedua. Dia benar-benar banyak kehilangan chakra lagi ketika tubuhnya masih dalam kondisi yang sangat lemah.

"Naruto-kun. . ." kata Hinata panik melihat suaminya sekarat lagi.

"Naruto/Dobe" teriak teman setim Naruto. Sakura yang masih didekat Naruto langsung memberikan perawatan intensif, Tsunade pun ikut membantu meberikan perawatan.

"Apa yang kau lakukan Naruto?" tanya Kakashi.

"Sepertinya keberuntunganku memang tidak jauh lebih baik dari Baa-chan. Tempat yang kita datangi, berbahaya" setelah itu, Naruto pun pingsan lagi.

Lima orang lainnya sontak terkejut dengan penuturan Naruto.

To be Continued. . . .

Note :

Sedikit lebih panjang dari chapter sebelumnya. Saya akan selalu update dengan 2k sampai 4k word setiap chapternya. saya disini membuat kota Kouh berada tidak terlalu jauh dari pantai ya, gpp kan karena aku ga tau juga kouh itu bagaimana lokasinya dipeta. Hmmm,, . . Saya kasih bocoran dikit deh, biar bikin penasaran. Tujuan Naruto didunia baru tidak akan seperti kebanyakan fic, yang bertujuan untuk mendamaikan dunia, atau membalas dendam atau sejenisnya. Naruto memiliki misinya sendiri dan bukan perintah dari kami-sama atau siapapun serta itu tidak akan ada hubungan apapun dengan kejadian didunia yang baru, baik itu perang, pertikaian atau sebagainya.

Sudah mengerti tentang konsep latar tempat cerita ini kan? Yup, konsep multiuniverse yang sering muncul dibeberapa film yang menjadi dasar untuk setting dunia ini. Baik shinobi universe, DxD universe atau lainnya sudah ada sejak awal walau tidak pernah berhubungan dan benda yang bernama cube itulah satu-satunya penghubung antar universe itu. Maka dari itulah, dari awal saya mencantumkan AU sebagai setting fic ini, bukan canon dunia shinobi ataupun dunia DxD. Segitu aja dulu, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit semuanya akan mulai terungkap.

Saatnya mengulas cerita dan review. Tuh, udah lanjut lagi bagi yang nanya kelanjutannya. Lalu sudah tau kan, Konoha jatuh dimana? Jatuh dari atas langit, untung saja Naruto bisa membuat Konoha melayang seperti kota metropolis di film Astroboy. Jika saja Konoha muncul dipermukaan matahari seperti kata Kakashi, ya langsung tamat deh fic ini.

Lalu, saya membuat seluruh konoha berpindah. Artinya tidak hanya naruto yang berpetualang, tetapi bersama seluruh teman-temannya. Tidak seperti kebanyakan fanfic, dimana Naruto berpetualang sendiri meninggalkan teman-temannya di Konoha. Kenapa saya buat seperti itu? Seperti ini.

Naruto yang sejek kecil selalu dibenci dan dikucilkan, perlu perjuangan yang sangat berat untuk membuat ikatan pertemanan dengan orang lain, terlebih lagi pengakuan dari warga Konoha dan kita semua tahu itu. Apalagi mempertahankan ikatan persahabatan yang erat dengan Sasuke, disitulah perjuangan terbesar Naruto bahkan harus merelakan satu tangannya agar ikatan dengan sahabat sekaligus rivalnya itu tidak putus. Disinilah inti cerita utama manga Naruto, begitupun dalam hal romancenya. Saya mempertahankan hubungan antara Naruto dan Sasuke bahkan hingga dicerita ini ketika mereka berpindah dimensi, karena saya tidak mungkin bisa membuat cerita yang membangun sebuah hubungan persahabatan sehebat hubungan mereka. Begitupula dengan Sakura dan Hinata. Kan tidak seru kalau Naruto berpetualang sendirian atau Naruto mendapat sahabat baru tapi tidak seerat ikatan antara Naruto dan Sasuke?

Terus hubungannya dengan Hinata bukanlah hal sederhana, dimulai sejak kecil ketika menyelamatkan Hinata dari pembulian dan janji Naruto pada Neji untuk mengubah Klan Hyuga. Lalu penantian Hinata akan balasan perasaannya dari Naruto, pengakuannya saat antara hidup dan mati didepan Pein dan akhir kisah cinta dibulan. Sungguh sebuah cerita yang panjang.

Selain itu persahabatan antara Naruto dan Sakura juga bukan ikatan yang sembarangan. Semua tahu dan tidak ada yang menyangkal bahkan saya pun begitu, kalau cinta pertama dan cinta monyet Naruto ialah Sakura. Tapi coba ingat Hint ketika Naruto berbicara pada Sai sebelum penyerangan Pein. Hint ini diceritakan Sai pada Sakura ketika di tenda perawatan. Sai menceritakan bahwa Naruto pernah berkata "Aku akan melakukan hal terbaik untuk memenangkan hati Sakura. Sungguh, tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain saat dia memilihku suatu hari nanti. Namun bagiku, asal Sakura bahagia, itu sudah lebih cukup". Aku memaknai kata terakhir Naruto seperti ini yakni itu adalah pertama kali selama hidupnya Naruto menyerah dan pasrah pada takdir. Kita semua tahu kalau Naruto itu bukan orang yang pantang menyerah dan selalu membuat jalan takdirnya sendiri.

Kesimpulannya, itu semua adalah pendapat saya tentang betapa erat ikatan antara Naruto dengan teman-teman dan Konoha. Sekarang pertanyaan saya, ada yang tega memutuskan ikatan itu dan membuat Naruto berpisah dengan teman-temannya? Kalau pendapat anda sekalian bagaimana? Namun begitu, saya juga tidak mempermasalahkan apalagi sampai menyalahkan fic karya author lain dimana Naruto berpetualang sendiri. Kan terserah kita masing-masing mau berpendapat bagaimana, iya ngga?

Selanjutnya, penggambaran pakai angka yang pasti itu ku maksudkan karena menurutku hasilnya akan terasa lebih real. Untuk satuan pengukuran lain, seperti kaki, inci atau apalah itu, tidak saya gunakan agar mempermudah pembaca. Reader yang membaca fic ini orang Indonesia dan di Indonesia satuan meter yang sangat umum digunakan.

Kalau Toneri, aku ga tau deh. Anggap aja gini, di akhir movie the last kan dia mengatakan tidak akan berurusan dengan bumi lagi sehingga dia tidak hadir di resepsi. Saat dia bersantai menikmati kopi sendirian dikastilnya dibulan, tiba-tiba bulan ditabrak hingga hancur berkeping-keping. Nah, udah bisa bayangkan kan bagaimana nasib Toneri jika seperti itu?. Dan untuk penjelasan kekuatan Naruto di fic ini akan dijelaskan di chap depan aja, sabar sedikit ya.

Lalu, kenapa meteor besarnya tidak dihancurkan saja oleh Naruto padahalkan dia bisa? sebenarnya tidak hanya Naruto loh, Kumogakure juga punya meriam chakra yang bahkan bisa menghancurkan bulan. Tapi, yang namanya kiamat seperti yang saya katakan di author note chap sebelumnya, tidak ada pelindung atau usaha apapun yang bisa menghentikannya. Kalaupun meteor itu dihancurkan, semuanya akan tetap sama, tidak berubah sama sekali. Kenapa? pertanyaannya siapa yang bisa bertahan dari supernova karena matahari yang meledak? Saya yakin, Rikuduo Sennin atau bahkan Kaguya si Alien pun akan mati seketika. Coba saja anda cari artikel tentang supernova, dari situ anda akan tahu betapa mengerikannya sebuah supernova. Untuk Sasuke, mengetahui ukuran meteor itu hal mudah buatnya karena dia memiliki mata terhebat di Shinobi Universe.

Semua pair yang digunakan dalam fic ini adalah pair canon, sesuai cerita asli baik dari shinobi universe maupun DxD universe. Dan kuharap jangan ada yang protes karena saya cuma ingin menghargai keputusan yang dibuat sang mangakanya. Terima kasih.

Saya Newbie, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.