Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : T
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Kamis, 1 Oktober 2015
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . .
"Naruto-kun. . ." kata Hinata panik melihat suaminya sekarat lagi.
"Naruto/Dobe" teriak temannya yang lain. Sakura yang masih didekat Naruto langsung memberikan perawatan intensif, Tsunade pun ikut membantu meberikan perawatan.
"Apa yang kau lakukan Naruto?" tanya Kakashi.
"Sepertinya keberuntunganku tidak jauh lebih baik dari Baa-chan. Tempat yang kita datangi, berbahaya" setelah mengatakan itu, Naruto pun pingsan lagi.
Lima orang lainnya sontak terkejut dengan penuturan Naruto.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 4. Menuju Masa Depan Cerah.
-Surga-
Seorang pria berambut pirang panjang, beriris mata hijau layaknya permata emerald dengan 6 pasang sayap berwarna emas serta sebuah cincin halo diatas kepalanya, sedang menikmati waktu bersantai disebuah taman yang sangat indah. Dia lah Archangel, sang pemimpin para malaikat di surga.
"Ini teh untuk mu Michael-nii, silahkan" kata seorang gadis yang tak lain adalah saudara dari pemimpin malaikat itu lalu menyodorkan segelas teh yang masih hangat.
Seorang gadis yang disebut-sebut sebagat wanita tercantik disurga. Dia juga berambut pirang dan memiliki 6 pasang sayap berwarna putih. Gabriel, malaikat wanita yang menduduki pangkat Seraph di surga.
"Terima kasih, Gabriel" Michael mengambil cangkir itu. Ketika bibir cangkir itu sudah hampir mencapai bibirnya, Michael menghentikan gerakannya.
"Ada apa Michael-nii?" tanya Gabriel.
"Kau merasakan yang barusan kan?" balas tanya oleh Michael.
Mengangguk, lalu berkata "Iya, tapi kurasa itu bukan masalah besar. Kita bisa meminta petinggi malaikat lain untuk menyelidikinya"
"Baiklah, aku setuju denganmu Gabriel"
-Grigori-
Sebuah ruangan yang tampak remang, dengan berbagai peralatan elektronik serta banyak monitor. Salah satu ruang laboratorium di Grigori, di sudut ruangan duduk seorang pria paruh baya dengan rambut aneh berwarna hitam yang ujungnya pirang.
"Eh, apa itu?" Azazel, pria tadi mendekat lalu menatap salah satu monitor yang menampilkan sebuah grafik.
"Pintu dimensi terbuka, tapi dari jenis sinyalnya ini bukan dari ulah naga penjaga dimensi. Aku juga merasakan pancaran energi aneh yang cukup besar barusan. Ini hal baru, aku harus secepatnya menyelidiki ini sebelum keduluan fraksi lain" kata pria itu lagi pada dirinya sendiri.
-Underworld-
"Falbi-tan, ayo temani aku sebentar bermain catur. Aku malas pulang sekarang" pinta manja seorang gadis dewasa namun bertubuh loli dengan pakaian cosplay ala penyihir, sebutlah namanya Serafall.
"Minta sama Ajuka saja sana, aku masih ada urusan" jawab salah seorang pria disana.
"muuuuuw" mengerucutkan bibirnya, "Falbi-tan jahaat" lalu mengengok kearah pria lain bernama Ajuka.
"Apaa?" sahut Ajuka
DEG
"Ini, , , , , kalian juga merasakannya kan?" tanya Sirzech, salah satu dari empat orang tadi, yang ternyata mereka semua adalah empat pemimpin para iblis, Yondai Maou era baru.
Anggukan serius dari ketiga orang lain disana didapat oleh Sirzech sebagai jawaban iya.
"Aku merasakan sumber kekuatan yang baru pertama kali kurasakan" kata Falbium.
"Ya, dan kekuatannya cukup besar. Mungkin setara dengan kita" sambung Ajuka
"Memang ada satu sumber kekuatan yang cukup besar, tapi aku merasa yang muncul tadi sepertinya tidak sendirian" kata Serafall menambahkan.
"Kita harus menyelidiki ini, siapa tahu nanti kekuatan ini juga akan terlibat dalam pertikaian antar fraksi. Karena aku yakin mereka cukup tangguh" kata Sirzech tegas, "Jadi tambahkan hal ini kedalam hasil agenda rapat kita hari ini"
"Baik," jawab yang lainnya.
Setelah itu mereka berempat membubarkan diri, tiga orang telah pulang dengan sihir teleport masing-masing, menyisakan Sirzech diruang rapat Kastil Gremory.
'Ada baiknya aku memberi tahu Rias, karena sumber kekuatan yang muncul tidak terlalu jauh dari kota Kuoh' pikir Sirzech mencemaskan adiknya.
-Kastil markas Chaos Brigade-
"Hahahaa, dengan begini aku bisa menjajal kemampuan bertarungku lagi" kata seorang pria berambut putih dengan arogan, dialah sang pemegang sacred gear Divine Dividing, Hakuryokuu, host dari Albion sang Kaisar Naga Putih.
"Vali, kau dan tim mu cukup menyelidiki saja. Jangan mengajak mereka bertarung!" perintah seorang gadis kecil berambut hitam panjang, pemimpin kelompok Chaos Brigade, sosok yang merupakan perwujudan dari sang Tak Terbatas, Dewi Naga, Ophis.
"Ck, aku sudah lama tidak bertarung serius. Rivalku sekiryutei sekarang masih lemah. Aku yakin kekuatan yang kita rasakan barusan berasal dari orang yang mampu memuaskan nafsu bertarungku."
"Ku bilang tidak, ya tidak!. Dengar Vali, dan kalian juga Kuroka, Arthur, Biku. Kalian cukup menyelidiki mereka saja. Kemunculan mereka sangat aneh, berbeda sekali dengan caraku membuka portal dimensi. Mereka jelas bukan berasal dari dunia yang kita tempati sekarang" kata Ophis.
"Begitu ya. Hm, baiklah." kata Arthur mencoba bijak menanggapi perintah pemimpinnya.
"Kalau begitu, sekarang kalian semua bubar" dengan perintah ini, semua anak buah Ophis sudah meninggalkan tempat mereka berkumpul tadi
"haaaaah" menghela nafas sejenak, Ophis termenung memikirkan hal barusan.
'Sumber kekuatan aneh yang barusan kurasakan tadi hanya sebentar lalu menghilang lagi. Pasti itu berasal dari makhluk yang belum pernah ada didunia ini. Memang kalau ku bandingkan, kekuatan tadi itu masih belum sebanding dengan kekuatan yang ku miliki. Tapi kemunculannya sangat aneh, muncul dari suatu portal aneh lalu hilang lagi dalam hitungan detik seolah ditelan dimensi lain. Aku sudah memeriksa celah dimensi dan tempat lainnya tapi tidak ada jejak sedikitpun. Rivalku Great Red juga pasti sudah menyadarinya. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mungkin hal ini bisa berbahaya nanti dan aku tidak bisa sepenuhnya mempercayakan hal ini pada anak buahku saja. Pasti akan sulit melacaknya, lebih baik aku sendiri yang menyelidikinya'
.
.
.
-5 jam kemudian, Pulau Melayang Konoha-
"Syukurlah, Naruto-kun. Kau sudah sadar" kata Hinata senang melihat Naruto kembali membuka matanya setelah pingsan karena menggunakan kekuatannya tadi.
"Apa yang kau pikirkan sih Naruto, untuk apa kau memaksakan diri menggunakan kekuatanmu seperti tadi?" kata Sakura yang masih panik karena Naruto pingsan lagi.
"Kau berhutang penjelasan pada kami Dobe." tambah Sasuke dengan nada sengit.
"Jangan berbuat yang aneh-aneh lagi Naruto, apalagi kau masih belum pulih" sambung Kakashi juga.
Lima orang masih setia menunggu Naruto sadar dikamar perawatannya. Setelah dia berbuat hal tak terduga lagi yang membuat Sasuke, Sakura, Hinata, Tsunade, dan Kakasih pusing dibuatnya. Mau tidak mau mereka harus khawatir kembali karena keadaan Naruto yang memburuk.
"Hey hey, satu satu dong kalau bertanya" sungut Naruto, "Untung saja para Biju didalam tubuhku cepat mengumpulkan chakra lagi, sehingga aku bisa sadar sekarang"
"Sepertinya kau merasakan sesuatu saat kita baru tiba didunia ini tadi. Jadi beritahu kami" tanya Tsunade tegas.
"Aku yakin kita sekarang sedang berada di dimensi seperti Kamui? Jadi untuk apa kau melakukan ini Dobe?"
"Haaaah" menghela nafas berat setelah mengambil posisi duduk diranjang. Wajah Naruto cemberut, lalu beralih menatap Hinata yang kentara sekali ekspresi khawatir terpampang jelas diwajahnya, "Hinata, aku baik-baik saja sekarang. Kau harus percaya padaku"
"Iya, aku percaya padamu Naruto-kun." jawab Hinata.
Naruto dalam posisi duduk diranjang menatap teman dan gurunya yang masih memasang wajah penasaran, 'Apa mereka berempat tidak mengkhawatirkan keadaanku sama sekali ya? mereka lebih penasaran dengan kejadian tadi.' kata Naruto dalam hati.
"Baiklah, akan kujelaskan" kata Naruto yang akhirnya menyerah dengan tatapan mereka.
"Ketika kita tiba didunia ini tadi, aku juga terkejut ketika tubuhku tiba-tiba terasa melayang. Tapi karena mendengar dari si Teme kalau kita sedang jatuh dari langit, aku langsung berinisiatif melakukan sesuatu. Dengan godoudama permanen yang ku buat khusus tadi, aku mengarahkan sembilan godoudama itu ke beberapa titik berat pulau ini. Memasukkannya kedalam tanah dan merubah bentuknya agar bisa menahan Konoha yang sedang jatuh. Lalu godoudama permanen itu juga mempertahankan posisi Konoha tetap melayang seperti pulau terbang dengan ketinggian tertentu diatas permukaan planet ini" kata Naruto panjang lebar.
"Wow, kau hebat juga Naruto" puji Sakura
"Hehehee" balas Naruto cengegesan.
"Hn, tumben kau pintar Dobe"
"Aku tidak akan selamanya jadi orang bodoh, makanya berhenti memanggilku dobe, dasar Teme" sungut Naruto kesal.
"Ck, masa bodoh. Aku tidak peduli. Yang penting sekarang kenapa kau membuat kekkai seperti ini?, bukan hanya mencegah sesuatu masuk ke Konoha, tetapi membuat kita yang didalam tidak bisa keluar" kata Sasuke.
"Begini. Kalian tahu kan, ketika dalam senjutsu-rikuduo mode aku dapat merasakan keberadaan dan kekuatan makhluk hidup lain, niat dan hawa jahat. Setelah aku berhasil menahan Konoha, aku merasakan niat jahat yang sangat kuat tersebar diberbagai penjuru tempat yang baru kita datangi ini. Bahkan ada beberapa yang memiliki kekuatan setara dengan Kaguya"
"Eh, sekuat Kaguya? Jangan bercanda" Sakura shock, karena dia sendiri pernah ikut melawan Kaguya dan tahu betapa mengerikannya kekuatan Kaguya itu. Yang lainnya juga tidak kalah terkejutnya. Dan sekarang didunia baru juga ada orang sekuat itu, bahkan tidak hanya satu. Ini mimpi buruk pikir mereka semua.
"Tidak mungkin kan aku membiarkan kita dalam bahaya seperti itu? Jadi aku menggunakan fuinjutsu untuk membuat kekkai yang melindungi sekaligus menyembunyikan keberadaan Konoha dari di dunia yang baru ini. Degan kekkai ini, Konoha akan aman terlindungi dalam sebuah dimensi yang mirip dengan Kamui. Konoha tidak akan bisa dilihat dan dirasakan dari luar. Apapun yang melewati Konoha hanya akan berlalu begitu saja. Hanya cahaya, udara dan gravitasi yang tidak terhalang oleh kekkai ini. Aku melakukannya karena ada kemungkinan orang-orang didunia ini ada yang menyadari kedatangan kita."
"Darimana kau bisa menggunakan kekkai seperti itu Naruto?, setahuku kau tidak pernah membuat kekkai. Kau itu tahunya hanya bertarung saja" tanya Kakashi.
"Aku mempelajarinya dari gulungan peninggalan ayahku yang ternyata disimpan dengan baik oleh Hiruzen-jijii. Aku menemukannya saat membantu Konohamaru mebongkar benda-benda peninggalan Hiruzen-jijii"
"Hohooo bocah, ternyata otakmu sudah ada peningkatan yaa" kata Tsunade mengejek.
"Ya iya lah. Aku juga sudah memindahkan Konoha sekitar 60 km dari lokasi kita jatuh tadi. Mungkin kita akan ketahuan jika masih berada ditempat kita jatuh. Aku merasakan penduduk dunia ini didominasi oleh manusia sama seperti kita, dan sekarang Konoha berada di atas bukit dekat dengan salah satu kota didunia ini. Jadi, kita bisa mudah mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan kita disini. hehee" kata Naruto dengan bangga akan hasil pemikirannya.
"Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan warga Konoha kalau kita tidak bisa keluar dari sini karena kekkai anehmu?" tanya Sasuke tidak habis pikir dengan perbuatan Naruto.
"Kenapa kau sekarang jadi seperti orang bodoh, Teme? Kau kan bisa gunakan kekuatan matamu untuk membuat portal sebagai jalan keluar masuk Konoha. Letakkan saja portalmu di kota para manusia yang ada dibawah sana, kan beres. Aku tidak mau membuka dan menutup kekkai ini, membuat kekkai ini membuang banyak sekali chakraku, bahkan aku harus menggunakan senjutsu agar kekkai ini bisa terbentuk" kata Naruto agak kesal dengan Sasuke.
Orang lain yang berada disana hanya bisa terkikik geli. Ini benar-benar kejadian yang sangat langka, Sasuke yang terkenal jenius dimarahi bahkan dikatakan bodoh oleh orang idoit seperti Naruto.
"Gh, kau membuatku susah Dobe" balas Sasuke sengit.
"Sesekali kan tidak apa-apa kau sedikit kerepotan. Aku sudah berkorban banyak tau, bahkan tubuhku jadi sekarat seperti ini" jawab Naruto tak kalah sengit.
"Hn. . . " keluar sudah kata andalan Uchiha terakhir ini, tanda dia tidak bisa membalas logika Naruto lagi.
Sementara yang lainnya, Tsunade, Kakashi, Hinata, dan Sakura merasa sangat lega dan senang. Melihat dua penyelamat mereka ketika perang dahulu bertengkar tidak jelas seperti itu lagi, membuktikan bahwa sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Walaupun dunia asal mereka sudah tidak ada, tapi mereka masih memiliki harapan besar akan masa depan cerah yang telah menanti mereka.
.
.
.
Setelah 2 hari dirumah sakit, tubuh Naruto sudah pulih total. Berkat daya tahan tubuh keturunan Uzumaki serta keberadaan para biju membuat Naruto bisa pulih dalam waktu singkat.
"Naruto-kun. Kita akan pulang kerumahku di komplek kediaman Klan Hyuga. Tou-sama meminta setidaknya kita tinggal disana dahulu sebelum kita memiliki tempat tinggal sendiri" kata Hinata pada Suaminya.
Kamar rumah sakit tempat Naruto dirawat sudah rapi, mereka berdua siap untuk pulang.
"Aku setuju saja" kata Naruto, lalu menatap serius kearah Hinata yang sudah siap pulang. Sesaat kemudian Naruto bicara lagi, "Hinata, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu. Kau sekarang adalah istriku, jadi kau berhak tau semua tentangku"
"Eh?" Hinata jadi bingung, tapi dengan segera mengangguk. Naruto berkata dengan wajah serius, berarti memang ada hal yang sangat penting yang ingin Naruto bicarakan.
"Saat aku berusaha menggagalkan rencanamu mengirimku sendirian ke tempat lain, ketika muncul cahaya menyilaukan aku sekilas melihat penampakan mengerikan saat itu. Aku tidak tau itu apa, tapi aku yakin penampakan itu berasal dari cube yang kita gunakan untuk memindahkan Konoha"
"Apa maksudmu? Memangnya ada apa Naruto-kun?"
"Sesuatu seperti kegelapan yang . . . ., Aaakh, aku tidak bisa menjelaskannya" Naruto memegang kepalanya seperti orang pusing, "Lebih baik kau gunakan cube itu sekarang, kita masuk ketempat pertama kali kita menggunakan cube. Mungkin disana ada petunjuk" kata Naruto menyarankan.
"Baiklah" Hinata lalu mengeluarkan cube ditelapak tangannya dan Naruto segera menangkupkan telapak tangannya juga kearah cube itu, membuat mereka tertarik kedalam ruang dimensi khusus tempat Cube besar yang sebenarnya berada.
"Sekarang bagaimana Naruto-kun?" tanya Hinata ketika mereka sudah berada di dimensi itu.
"Eheheee, aku juga tidak tau Hinata" jawab Naruto cengegesan. Menunjukkan sisi bodohnya didepan istri sendiri.
Hinata tidak berkomentar apa-apa. Dia sudah maklum kalau suaminya memang seperti ini. Mengaktifkan byakugan, lalu menatap cube besar yang melayang didepannya setelah itu mengarahkan tangannya pada cube itu.
"Apa yang kau lakukan Hinata?" tanya Naruto bingung karena tidak mengerti apa yang dilakukan istrinya. Naruto harus mengakui, Hinata itu cukup pintar dalam banyak hal, tidak seperti dirinya yang diakui orang hanya jenius jika bertarung saja.
"Aku sedang menyusun puzle cube ini seperti terakhir ku lihat saat kecelakaan yang kita alami. Mungkin saja saat kau tidak sengaja mengubah sedikit susunan cube itu, penampakan yang kau maksud muncul"
Hinata terus mencoba banyak kemungkinan sususan puzle sehingga setiap sisi cube terus menerus membuat relief yang berbeda setiap susunannya. Sudah lima menit Hinata mencoba banyak susunan baru, piece cube itu terus bergerak sejak Hinata menggunakan Byakugannya.
"Bagaimana Hinata?" tanya Naruto yang kelihatan sudah tidak sabar.
"Aku masih belum menemukan apa-apa Naruto-kun. Masih banyak yang belum aku ketahui dari benda ini. Hanya sedikit kunci susunan puzle yang aku ketahui, mungkin ada ratusan bahkan ribuan susunan lain yang memiliki fungsi masing-masing" jawab Hinata sambil tetap mengutak-atik cube.
Tanpa sengaja, susunan piece yang kesekian kali dicoba Hinata menyebabkan cube itu bergetar, kemudian timbul berkas cahaya yang turun kelantai dimensi itu. Lalu berkas cahaya membentuk sebuah hologram tubuh seorang gadis mungil berkacamata dengan rambut pendek bewarna abu-abu yang sedikit keunguan. Gadis itu memakai seragam sailor putih dengan bawahan rok pendek biru dibalut blazer coklat.
"Si-siapa kau? Kenapa bisa ada disini?" tanya Naruto yang tidak mengerti sama sekali.
Sedangkan Hinata masih bersikap tenang, dia yakin akan mendapatkan sedikit petunjuk tentang kekhawatiran yang tadi dikatakan Naruto dari sosok gadis didepannya sekarang.
"Karena kalian yang mengaktifkan aku, maka aku akan menjawab semua pertanyaan kalian. Perkenalkan aku adalah . . . . . . . "
.
.
.
"Aku masih belum mengerti apa yang kau inginkan. Kau tidak memberitahukan apapun pada kami" kata seorang pria berambut silver yang menggunakan masker.
"Aku sama dengan Kakashi, Naruto. Tapi aku akan mencoba percaya sepenuhnya dengan apa yang kau rencanakan. Aku hanya berpesan agar kau menjaga dirimu baik-baik" sambung Tsunade ikut menasehati.
Tujuh orang sedang berada di gerbang Konoha. Naruto mengatakan pada beberapa temannya dia akan berkelana mencari sesuatu. Walau dia tidak mengatakan semuanya dengan jujur, tapi tidak ada yang bisa melarangnya. Hari ini sudah seminggu sejak Naruto keluar dari rumah sakit. Tubuhnya sudah benar-benar pulih dan benar-benar fit untuk melakukan perjalanan jauh.
Ada Kakashi, Tsunade, Gaara, Sasuke, dan Sakura yang mengantar kepergian Naruto.
"Kau tenang saja, Baa-chan. Aku pasti bisa menjaga diriku baik-baik" jawab Naruto.
"Tapi masih ada yang belum bisa ku terima Naruto" kata Sakura serius, "Untuk apa juga kau mengajak Hinata dalam perjalananmu yang tidak jelas itu. Aku mengerti kalau dia sekarang sudah menjadi istrimu, tapi kau tidak bisa seenaknya membawa dia. Aku khawatir kalian menemui hal berbahaya."
"Jangan salahkan Naruto-kun, Sakura-chan. Aku ikut atas keinginanku sendiri" sahut Hinata cepat, dia berdiri tepat disamping Naruto.
Naruto berangkat dengan pakaian ninja yang biasanya ia gunakan, celana panjang berwarna orange dengan kaos putih yang ditutupi dengan jaket hitam berlengan panjang. Hinata juga menggunakan pakaian misinya yang agak terbuka, tanpa menggunakan jaketnya yang kebesaran. (setelan pakaian ninja Naruto dan Hinata di Movie The Last).
"Aku tidak menyalahkan dia, Hinata. Hanya saja kau selalu menemui hal mengerikan setiap bersamanya, sudah beberapa kali kau hampir mati karena mecoba melindungi dia dengan tubuhmu sendiri" kata Sakura pada Hinata.
"Kali ini aku akan pastikan hal seperti itu tidak akan terjadi lagi, percayalah padaku. Aku berjanji dengan sungguh-sungguh" kata Naruto serius untuk meredakan kekhawatiran sahabat pinkynya itu.
"Baiklah,kalau kau sudah berjanji seperti itu kurasa aku bisa mepercayakan Hinata padamu" jawab Sakura menanggapi janji yang dibuat Naruto.
"Dobe, selama seminggu ini aku sudah keluar dari konoha dan mengamati dunia baru ini. Aku berkeliling dikota yang kau maksud dan mendapatkan informasi penting. Dunia ini kebanyakan dihuni oleh manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan seperti yang kau khawatirkan. Mereka tidak ada bedanya dengan warga sipil Konoha" kata Sasuke memberikan informasi yang mungkin nanti akan berguna untuk Naruto.
"Terus, dimana pentingnya hal yang kau katakan itu Teme?" potong Naruto.
"Ck, dengarkan aku sampai selesai dulu, Dobe" Sasuke kesal karena Naruto yang selalu duluan mengajak berdebat. "Ada hal yang tidak diketahui oleh para manusia itu dikota itu. Selain manusia, juga hidup makhluk supranatural yang memiliki kekuatan yang disebut sihir. Mungkin tidak jauh berbeda dengan kita yang menggunakan chakra. Ada tiga jenis, mereka menyebutnya sebagai malaikat, malaikat jatuh, dan iblis. Setiap kelompok memiliki pemimpin yang sangat kuat, aku masih belum tahu seperti apa kekuatan pemimpin mereka. Tiga kelompok itu kelihatannya terlibat pertikaian. Ada juga benda pusaka yang disebut sacred gear. Aku masih belum tahu seperti apa benda itu, tapi yang pasti benda itu memberikan kekuatan besar kepada penggunanya"
"Oooow, kita tiba bukan didunia yang damai ya. Haaah" kata Naruto menanggapi informasi yang diberikan Sasuke.
"Hn, aku juga melihat adanya pergerakan mereka disekitar lokasi kita jatuh kemarin. Tepat seperti yang kau perkirakan, ternyata mereka memang menyadari kedatangan kita didunia ini. Kurasa kekkai yang kau buat bisa menyembunyikan kita dengan baik, tapi aku yakin kita tidak bisa bersembunyi selamanya dari mereka. Aku akan melakukan sesuatu jika hal itu terjadi. Hanya itu informasi yang kuperoleh selama seminggu ini"
"Yosh, selama aku pergi. Aku percayakan perlindungan Konoha padamu Sasuke"
"Hn"
"Hati-hati dijalan Naruto, jangan lupa pulang. Aku selalu menunggu kepulanganmu disini, karena sekarang Konoha adalah rumahku" kata pria berambut merah yang tidak memiliki alis. Sunagakure sudah tidak ada lagi, sehingga tidak ada tempat untuknya pulang selain Konoha.
"Tentu saja Gaara. Kami pasti pulang."
Setelah berpamitan, Naruto dan Hinata berjalan menjauh dari gerbang Konoha. Setelah cukup jauh berjalan dan mereka berdua tidak terlihat lagi dari pandangan orang-orang Konoha. Mereka berhenti sejenak.
"Harusnya kau tidak memaksakan dirimu ikut denganku, Hinata"
"Tidak, Naruto-kun. Kau tidak bisa melakukan ini sendirian, kau butuh bantuanku agar bisa menggunakan cube itu"
"Iya-iya, sekarang kita kemana?"
"Sesuai petunjuk yang diberikan gadis dari cube itu, kita akan pergi ke tempat yang telah dia berikan koordinatnya padaku"
Hinata mengeluarkan cube berukuran kecil ditelapak tangannya. Kemudian mengutak-atik susunan cube itu.
Sesaat kemudian, "Koordinat tujuan kita sudah ditetapkan, kita berangkat sekarang Naruto-kun" kata Hinata. Naruto lalu menangkupkan telapak tangannya sehingga menutupi cube.
Tubuh Naruto dan Hinata perlahan pecah terurai menjadi partikel-partikel cahaya kecil dari kaki, terus keatas sehingga tubuh mereka lenyap. Kemudian partikel cahaya itu menghilang dari pandangan. Cube yang berbentuk rubik 7x7 itu telah membawa Naruto dan Hinata dalam perjalanan yang sangat jauh.
.
"Keberadaan mereka berdua benar-benar lenyap sehingga tidak bisa dirasakan lagi. Jejak perjalanan mereka juga tidak ada" kata Sasuke memecah keheningan. Orang-orang yang mengantar keberangkatan Naruto masih belum bubar dari gerbang Konoha.
"Naruto selalu saja menanggung beban berat, aku yakin apa yang dilakukannya pasti ada alasan kuat. Bahkan sekarang Hinata ikut-ikutan kelakuan Naruto juga" sahut Sakura tidak habis pikir dengan yang terjadi sekarang. Sejak kiamat didunia Shinobi, pindah dimensi, dan sekarang tiba ditempat yang penuh dengan makhluk supranatural berbahaya. Setelah ini, dia tidak bisa membayangkan akan ada kejadian seperti apa lagi yang menimpa mereka.
"Kita harus mempercayakan ini padanya, seperti yang biasa kita lakukan. Aku yakin Naruto pasti akan menyelesaikan misinya" lanjut Kakashi.
"Yah, memang hanya itu kan yang bisa kita lakukan" sambung Gaara.
"Tidak, ada hal penting yang harus kita lakukan" kata Tsunade, "Konoha kekurangan makanan dan logistik, kita harus melakukan sesuatu untuk itu" tambahnya sambil melirik kearah Sasuke.
"Hn, . . . . aku mengerti tugasku Tsunade-sama, menjadi penjaga portal pintu keluar masuk Konoha." sungut Sasuke. Entah kenapa, sejak kejadian kiamat dia semakin banyak bicara dan lebih ekspresif. Walau wajah datarnya masih tidak berubah sama sekali.
Perkataan Sasuke membuat yang lain tersenyum, "Ya sudah, kita bubar. Aku masih ada pekerjaan" kata Kakashi.
To be Continued. . . .
Note :
Chapter ini adalah akhir dari Prolog. Selanjutnya setelah bagian ini, akan ada banyak scene battle karena akan masuk arc inti. Terus juga, update arc cerita inti mungkin agak lama sedikit karena saya perlu mengumpulkan banyak bahan dan materi untuk isi cerita. Saya hanya tau banyak isi cerita Naruto saja, sedang untuk DxD, saya tidak mengikuti perkembangan cerita dari LN nya. Yah, ini mungkin menjadi kesulitan sekaligus tantangan tersendiri bagi saya.
Dan soal kekuatan, tidak akan ada istilah godlike disini, OK!... Kan ngga etis, orang baru yang numpang lebih hebat dari tuan rumahnya. Yah, kalau boleh dibuat perbandingan, Sakura Hinata serta teman ninja yang lain kekuatannya setara Rias, Sona serta para peeragenya. Sedangkan untuk Naruto dan Sasuke hanya setara maou. Jika Naruto atau Sasuke berhadapan dengan naga sekelas Ophis dan Great Red atau pemegang sacred gear terkuat The True Longinus maka pilihan terbaik untuk mereka berdua adalah mundur. Tapi bukan mundur tanpa perlawanan. Kekuatan Naruto atau Sasuke masih sama seperti ketika pertarungan mereka di lembah akhir, namun dalam fic ini jutsu mereka akan dibuat lebih kreatif sehingga musuh yang sangat kuat sekalipun akan segan melawan mereka dan merasakan yang namanya keterkejutan.
Untuk sesuatu yang WAH, eemmm kayaknya masih agak lamaan dikit. Kan aku sudah tulis diatas, chap 4 ini adalah bagian akhir dari prolog. Hihihiii.. Terus juga, maaf sebelumnya tapi masalah OOC sudah saya tulis diwarning. Saya manusia biasa yang bisa khilaf dan tidak selalu bisa mempertahankan sifat dan kekuatan original dari Naruto dan temannya sesuai canon. Yang pasti kekuatan Naruto udah mentok dengan akhir manga naruto chap 699, tidak bisa lebih kuat lagi. Namun walau sudah sangat kuat, tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk tetap belajar. Sepintar-pintarnya manusia, dia masih harus tetap membaca untuk meupdate pengetahuannya. Begitu juga Naruto, dia masih terus belajar karena musuh yang lebih kuat akan selalu datang menghampirinya. Hasil belajarnya ialah jutsu baru yang bermanfaat salah satu contohnya ya kekkai itu. Nanti mungkin akan keluar lebih banyak hasil belajar Naruto.
Kalau ditanya apa Naruto dkk akan berurusan dengan makhluk supranatul, ya jelas lah. Naruto dkk hanya sedikit ikut telibat saja karena seperti kataku sebelumnya bahwa Naruto memiliki urusan sendiri. Dia tidak akan punya waktu untuk mengurusi masalah-masalah di DxD universe itu saja dulu yang dapat saya bocorkan.
Saya sebenarnya baru baca Novelisasi Boruto The Movie setelah mempublish chapter 3. Ketika saya bilang kaguya itu alien, saya hanya bilang sesuai pendapat saya mengingat di manga Rikuduo Sennin sebagai anaknya pernah bilang kalau Kaguya itu datang dari negri yang jauh, dan karena Kaguya itu punya tanduk terus dia punya 3 mata beda jauh dengan manusia normal sebab itulah saya menyebut dia alien. Dan ternyata di novelisasi Boruto the Movie memang Mbah Kishi membuat cerita bahwa Klan Ootsutsuki itu alien tulen.
Jadi begini, untuk masalah klan Ootsutsuki seperti apa, saya tidak masukkan dalam cerita ini mengingat setting fic yang aku buat berawal dari judgement day bertepatan dengan wedding day Naruto dan Hinata. Jauh sebelum cerita Boruto ada. Tapi walaupun begitu, terima kasih sudah memberitahu. Saya akan coba cari data mengenai klan Ootsutsuki karena mungkin akan saya gunakan pada chapter jauh didepan, saya sudah membuat suatu rencana.
Lalu masalah dimensi, ini kita jadikan debat aja ya. Debat dalam damai, hehee. Begini kalau opiniku, Kaguya atau Rikuduo Sennin akan tetap mati jika ada supernova sebab dia juga makhluk hidup yang butuh tempat tinggal yang menopang ekosistem. Mereka tidak bisa tinggal diruang angkasa kosong setelah dilibas habis supernova. Coba ingat bagaimana dimensi buatan Kaguya, isinya tempat-tempat ekstrim seperti perut bumi yang penuh dengan magma, lalu gunung-gunung es yang luar biasa dingin, kemudian ada lautan asam, juga ada padang gersang dengan gravitasi super kuat. Memang dimensi seperti itu bisa menopang kehidupan sebuah ekosistem seperti dibumi? yang pasti tidak. walaupun bisa hidup, tapi tidak selamanya. Ingat, Kaguya dimanga naruto bukan dewa, cuma gelarnya aja disebut dewi kelinci. Kishi juga membuat kaguya sebagai makhluk hidup dan terbukti di Boruto the Movie dia adalah makhluk hidup yang berasal dari planet lain. Kalau menurutku sih, bagaimanapun hebatnya seorang chara hingga sanggup membuat dimensi sendiri, tidak pernah ada yang mampu membuat suatu dimensi yang berisi kehidupan. Kecuali dewa naga dragonball shenlong yang mampu mengabulkan permintaan apapun. Mungkin hanya satu cara kaguya dapat selamat dari supernova, ya dia harus kabur menggunakan portal (semacam pintu ajaib doraemon) menuju planet lain jauh diluar tata surya atau balik lagi ke tempat asal klan Ootsutsuki. Gitu.
Selanjutnya, saya berterima kasih sekali untuk info mengenai TSB atau godoudama. Ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk membuat adegan battle kedepan. Terakhir tetang rubik, tuh udah terbuka satu lagi misteri rubik itu. siapakah gerangan gadis hologram itu? nantikan aja cerita selanjutnya. Pokoknya ada cukup banyak fungsi dan misteri rubik dipikiran saya dan hanya hinata yang bisa menggunakannya, namun fungsinya bisa saja bertambah jika ada ide baru. Lalu untuk Chouji, aaah. masih lama pokoknya.
Yang minta wordnya minta dipanjangin, saya udah beritahu kalau saya akan update setiap chapter berisi 2k - 4k word. Dan kalau mau lihat cerita ini tamat, pantengin aja terus. Seperti yang saya sudah katakan di author note sebelumnya kalau saya sudah menyelesaikan draft cerita ini sampai tamat dan sudah ada endingnya, jadi tinggal mengembangkan cerita saja lagi. Jumlah chapter belum kutentukan, tergantung bagaimana pengembangan ceritanya.
Jadwal update tidak menentu, tergantung berapa banyak materi yang saya harus cari untuk mebuat suatu chapter. Chapter baru akan langsung di update hanya jika chapter itu menurut saya sudah layak untuk diupdate.
Satu yang pasti, saya berjanji tidak akan membuat cerita yang keluar dari tulisan-tulisan bercetak tebal pada bagian paling atas halaman ini. jadi anda bisa memperoleh banyak klu dan petunjuk di setiap kata bercetak tebal itu mulai dari disclaimer, summary hingga judul. hehehee.
Sekali lagi saya katakan bahwa saya ini Newbie, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.
