Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Ahad, 18 Oktober 2015

Happy reading . . . . .

Sebelumnya. . .

BOOOOOOOMMMM.

Bola awan hitam penuh dengan energi listrik ciptaan Kurohige menghantam orang dibawahnya tanpa sempat Naruto memberikan perlawanan. Serangan terakhir ini membuat setengah pulau hancur, dan Naruto yang terkena serangan itu tidak diketahui bagaimana nasibnya karena belum terlihat apapun dari sisa ledakan yang berhamburan ditempat itu. Asap ledakan itu menyelimuti hampir keseluruhan pulau.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 8. Arc Pencarian Harta Karun Part IV.

-Pulau Melayang Konoha, DxD Universe-

Sebuah ruangan dengan suasana sedikit tegang, bukan karena ada pertarungan atau apapun. Tapi karena Kakashi, sang Rokudaime Hokage yang sedang duduk di kursi kebesarannya mendapat laporan yang membuat emosinya naik. Ada empat orang lagi selain Kakashi di ruangan itu yakni dua orang pemuda berambut hitam, satu pemuda berambut merah tanpa alis dan seorang lagi gadis dengan surai merah muda.

"Apa artinya ini?" tanya Kakashi yang masih terkejut dengan laporan yang baru saja diterimanya.

"Seperti yang anda lihat sendiri dilaporan itu, Hokage-sama. 12 ANBU kita yang mengawal suplai logistik untuk kebutuhan Konoha diserang sekelompok makhluk supranatural di kota Kuoh" jawab Sai, si pemuda yang selalu tebar senyuman tidak tahu tempat dan suasana.

Sai sekarang menjabat sebagai komandan utama Kesatuan ANBU. Walaupun masih muda, tapi dedikasinya terhadap Konoha dan prestasi yang telah diraihnya selama ini membuktikan bahwa dia pantas menduduki posisi itu.

Sai membuat laporan tertulis bahwa ANBU bawahannya yang ditugaskan untuk mengawal beberapa pekerja yang bertugas menyalurkan makanan dan logistik lainnya ke Desa Konoha, telah diserang sekelompok makhluk bersayap seperti kelelawar. Sasuke menginformasikan bahwa mereka adalah ras iblis. Untung saja Sasuke datang cepat menyelamatkan mereka, dan membawa mereka pulang ke Konoha lewat portal dimensi miliknya walaupun para ANBU itu sudah terluka.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan dan logistik Konoha, Kakashi sebagai hokage memerintahkan sejumlah pekerja yang dikawal ANBU untuk keluar dari Konoha dan bertransaksi di Kuoh. Memang, transaksi tidak bisa dilakukan dengan mudah sebab perbedaan mata uang. Tapi dengan logam mulia berharga yang berlaku dimana saja, yakni emas maka hal seperti itu tidak masalah. Konoha memiliki cukup simpanan emas untuk memenuhi kebutuhan seluruh warganya selama 2 tahun kedepan. Sedangkan untuk rencana jangka panjang, Kakashi mengusulkan agar diadakan perpindahan penduduk secara bertahap dari pulau melayang Konoha ke kota Kuoh dan kota lain disekitarnya. Menjadi penduduk kota itu dan membaur disana, sebab warga sipil Konoha tidak ada bedanya dengan manusia di kota itu.

"Sakura, bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Kakashi pada Sakura yang bertanggung jawab untuk menangani para ANBU yang terluka.

"Semuanya selamat, kesehatan mereka sudah membaik" jawab Sakura.

"Haaaah" menghela nafas berat, "Aku tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini"

"Apa sebaiknya kita menunggu Naruto pulang dulu, biar dia bisa ikut menangani masalah ini" usul Sakura.

"Ini tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Naruto, kita harus mengatasi masalah ini tanpanya. Dia sudah melakukan banyak hal untuk kita, jadi kita tidak boleh terus menerus bergantung padanya" kata Kakashi dengan jelas.

"Lalu kita sekarang harus bagaimana sensei?" tanya Sakura.

"Kita tidak bisa diam saja. Sasuke, bagaimana hasil misimu mengumpulkan informasi?" tanya Kakashi menatap Sasuke yang tidak jauh didepannya.

Sasuke selain bertugas sebagai penjaga portal keluar masuk Konoha, dia juga memiliki misi untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana sistem dunia baru mereka bekerja. Dalam hal pengumpulan informasi berbahaya seperti ini, hanya Sasuke seorang yang mampu melakukan misi seberat itu.

"Aku sudah tahu siapa pemimpin masing-masing fraksi itu, data mereka dan sedikit informasi tentang kemampuan bertarungnya. Mereka juga tinggal ditempat yang mungkin bisa dikatakan berbeda dimensi dengan tempat tinggal manusia. Mereka menyebutnya underworld dan surga. Ada juga celah dimensi, ketika aku tersesat disana, aku menemukan seekor naga merah raksasa yang sedang tidur. Aku memperkirakan kekuatan naga itu lebih kuat dibanding Juubi yang kita lawan ketika perang tempo hari" kata Sasuke memberi infomasi yang baru saja ia kumpulkan selama dua minggu ini.

Tidak ada yang terkejut dengan penuturan Sasuke. Sebelumnya Naruto pernah mengatakan kalau ada beberapa orang didunia baru ini yang memiliki kekuatan setara Kaguya, jadi bukan hal mengejutkan lagi kalau ada naga yang katanya lebih kuat dari Juubi.

"Ini hal buruk, kalau begini suatu saat kita mungkin akan terancam bahaya besar" Kakashi menyimpulkan informasi dari Sasuke, "Lalu bagaimana dengan reaksi dan pergerakan mereka sekarang?

"Mereka mengetahui kedatangan kita didunia ini dan terus mencari keberadaan kita. Kurasa hanya masalah waktu sampai mereka menemukan kita atau Naruto cepat pulang dan memindahkan lokasi desa ini lagi" jawab Sasuke.

"Baiklah, teruskan pencarian informasi tentang kekuatan tempur fraksi-fraksi itu, Sasuke. Aku tidak akan diam saja menerima perlakuan mereka terhadap ANBU kita. Suatu saat nanti, kita akan menunjukkan ketajaman taring kita dihadapan mereka" kata Kakashi mengeluarkan keputusan akhir.

"Aku setuju dengan keputusanmu, Rokudaime Hokage" sahut Gaara merespon cepat ucapan Kakashi.

Sementara ketiga anak muda yang lain, cukup terkejut. Mereka tidak menyangka Rokudaime Hokage, mantan guru mereka nekat membuat keputusan seperti ini. Hal yang sangat aneh mendapati seorang Kakashi yang terkesan selalu menjauhi masalah, mejadi seorang yang emosional dan ambisius seperti sekarang ini. Ditambah lagi, seorang Gaara, Godaime Kazekage yang terkenal tenang dalam membuat keputusan dan selalu memikirkan matang-matang setiap masalah, bisa membuat keputusan cepat dan langsung menyetujui usul Kakashi.

Walaupun begitu, mereka tidak protes sebab keputusan Kakashi tidak salah. Jika diam saja, ada kemungkinan dalam waktu dekat Konoha terancam bahaya. Mereka cukup yakin Sasuke dengan kekuatannya sekarang pasti mampu melindungi Konoha jika hal seperti itu terjadi. Tapi apa yang harus mereka katakan pada Naruto saat dia pulang jika sampai banyak orang terlibat dalam bahaya nantinya.

.

.

.

-Pulau Raftel, Pirate Universe-

"Ugh, aku selamat. Untung saja aku sempat membuat pilar godoudama ini"

Naruto kini jongkok dengan bertumpu pada salah satu lututnya. Nafasnya terengah-engah kelelahan akibat kehabisan banyak chakra setelah secara beruntun beradu jurus mematikan dengan dua musuhnya.

Disekitar Naruto tertancap 3 pilar kecil dengan Naruto ditengah sebagai pusatnya. Pilar itu dibentuk Naruto dari 9 godoudama miliknya. Jadi setiap pilar tercipta dari 3 buah godoudama. Pilar itu menancap jauh kedalam tanah yang berfungsi sebagai konduktor untuk mengalirkan listrik dari raigo kedalam perut bumi. Prinsipnya sama dengan penangkal petir, karena sebanyak apapun energi listrik pasti sanggup diterima bumi.

Sebenarnya bisa saja Naruto membuat perlindungan biasa dengan membentuk godoudama menjadi bola yang mengurung dirinya. Tapi itu kurang efektif karena pasti masih banyak energi listrik yang tersisa disekitarnya untuk beberapa saat dan akan menyulitkan dia bergerak nantinya. Dengan mengalirkan energi listrik kedalam perut bumi melalui konduktor godoudama, semua energi listrik raigo akan habis terserap bumi tanpa sisa.

Walau begitu, tanah diluar pilar Naruto hancur, sehingga hanya menyisakan tanah tempat Naruto berpijak. Air laut telah menggantikan daratan yang hancur itu.

'Bagus, ini waktu yang tepat untuk menjalankan perangkapku. Karena air laut sudah sampai disini, aku tidak perlu lagi repot-repot memancing mereka bergerak ke pantai. Mumpung asap-asap ini menghalangi penglihatan mereka. Lagipula aku tidak bisa bertarung lebih lama lagi, karena sudah kehilangan banyak sekali chakra'

Salah satu godoudama Naruro lenyap. Naruto mendapatkan kembali konsentrasinya sehingga dapat menyebarkan tanda-tanda segel hiraishin. Naruto harus menggunakan hiraishin untuk melakukan rencananya sebab jika bergerak walau secepat apapun, pergerakannya pasti akan terdeteksi kenbunshoku haki. Sedangkan hiraishin tidak meninggalkan jejak pergerakan karena hiraishin adalah teleport.

Kagebunshin no Jutsu

Pooofft...

"Kalian sudah mengerti rencananya kan?" tanya Naruto pada 10 bunshin yang baru saja dibuatnya dan tentu saja dibalas anggukan oleh bunshin-bunshin itu. "Laksanakan!" Perintah Naruto tegas.

.

"Shishishiiiii, manusia itu pasti sudah mati setelah ku hantam dengan raigo tadi" kata Kurohige dengan yakin.

Dia baru saja menapakkan kakinya ditanah, ketika dia menjatuhkan raigo dia melompat dahulu keudara agar tidak terkena dampak serangan yang dibuatnya sendiri. Kurohige mendarat didalam kepulan asap yang masih belum hilang.

"Tidak, aku bisa merasakan dengan kenbunshoku haki kalau dia masih hidup" sanggah suara Akainu. Walaupun tidak saling melihat karena asap akibat ledakan yang menghalangi pandangan, tapi mereka masih bisa saling mendengarkan dengan jelas.

"Iya, aku juga merasakan kalau dia masih hidup. Tapi dia masih belum bergerak, dia masih diam di tempatnya tadi" kata Luffy menambahkan. Mungkin karena jarak mereka tidak terlalu jauh, sehingga mereka bisa berbicara dengan lancar.

Akainu dan Luffy juga, sebelum raigoh menghancurkan setengah Pulau Raftel mereka melakukan hal yang sama seperti Kurohige dan sekarang mereka mendarat tidak jauh dari posisi Kurohige.

"Eh, kenapa tubuhku tiba-tiba tidak bisa bergerak begini?" tanya Kurohige pada dirinya sendiri.

"Aku juga tidak bisa bernafas" sambung Luffy.

"Kita sekarang terjebak di dalam air laut" Akainu menjawab kebingungan dua musuhnya itu.

Tidak lama kemudian, setelah asap kian memudar dan pandangan kembali jernih, terlihat jelas kalau Luffy, Kurohige, dan Akainu masing-masing sedang terkurung dalam bola air. Setiap bola air itu dipegang oleh dua bunshin Naruto.

Tiga buah penjara bola air mengurung setiap pemimpun kubu yang bermusuhan itu. Ketiga penjara bola air itu letaknya tidak terlalu berjauhan. Sambil berdiri dipermukaan air laut, Naruto menatap tiga orang yang telah masuk dalam perangkapnya.

"Bagaimana? Kekuatan kalian tidak akan berguna sama sekali didalam penjara bola air laut Senpou: Suiroo no Jutsu ciptaanku" kata Naruto sombong setelah berhasil melumpuhkan ketiga musuhnya sekaligus.

Pergerakan Naruto tidak terdeteksi sebab bunshinnya berpindah menggunakan hiraishin. Tubuh aslinya tidak bergerak dari posisi awal untuk mengelabui kenbunshoku haki supaya mereka mengira bahwa Naruto belum melakukan apa-apa. Selain itu penjara bola air dibuat Naruto dengan sangat cepat sehingga ketiga musuhnya tidak sempat menyadari kalau mereka sudah masuk dalam perangkap.

Jutsu ini dulunya digunakan oleh Hoshigaki Kisame, salah seorang anggota komplotan teroris Akatsuki. Dalam senjutsu-rikuduo mode, bagi Naruto mudah saja mengendalikan kelima elemen dasar dan tidak sulit meniru jutsu Kisame karena hanya berupa jutsu sederhana dan bukan kekkei genkai atau memerlukan syarat seperti doujutsu.

Penjara bola air yang Naruto buat jauh lebih hebat daripada milik Kisame. Dengan penambahan senjutsu, jelas kurungan itu akan lebih kuat. Naruto memanfaatkan air laut didekatnya karena daratan sudah hancur. Air laut merupakan kelemahan dasar pengguna buah iblis sehingga musuh yang dikurungnya tidak akan bisa berbuat apa-apa dengan kekuatan buah iblisnya. Lalu senjutsu ditambahkan dengan tujuan agar mampu melemahkan pertahanan busoshoku haki. Itulah yang dilakukan satu bunshin.

Sedangkan bunshin lainnya berperan menambah tekanan pada penjara bola air itu. Bunshin lain membuat tekanan super tinggi dengan memampatkan air itu sehingga yang terkurung benar-benar tidak bisa melakukan gerakan sedikitpun. Lalu bunshin itu juga menambahkan senjutsu lagi untuk menggandakan pertahanan penjara air agar bisa bertahan jika yang dikurung mengeluarkan busoshoku haki yang sangat kuat saat berusaha melepaskan diri dari penjara itu.

Naruto yang sekarang tidak seperti dulu lagi, dia selalu menggunakan otaknya ketika bertarung untuk membuat strategi. Walaupun dengan insting, dulu dia hampir selalu menang melawan musuh, tapi banyak kerugian yang harus dibayar untuk kemenangannya seperti luka parah, kehabisan tenaga dan lainnya. Sekarang Naruto ingin berubah, dia tidak mau lagi dianggap idiot, dia harus bertarung dengan efektif.

"Kurang ajar, apa sebenarnya mau mu hah?" tanya Akainu kesal. Air juga bisa menjadi media rambat suara layaknya udara sehingga mereka masih bisa saling bicara satu sama lain.

"Tidak ada maksud apa-apa, tuan pemimpin angkatan laut" kata Naruto santai menanggapi kekesalan Akainu.

Walaupun Naruto berada diposisi yang menguntungkan sekarang, tapi dia tampak cukup memprihatinkan. Badannya bebak belur setelah dihajar tinju Luffy, lalu juga banyak kehabisan tenaga untuk bertahan dari serangan Akainu dan Kurohige.

"Lalu apa tujuanmu kemari?" giliran Kurohige bertanya.

"Aku mencari suatu benda yang tersimpan dipulau ini." jawab Naruto jujur.

"Tidak akan ku biarkan kau mendapatkan One Piece selama aku masih hidup. Aku yang akan mendapatkannya dan menjadi raja bajak laut" teriak Luffy keras kepala.

"Siapa bilang aku mencari One Piece. Aku tidak mencari harta karun mitos yang masih belum jelas seperti apa wujudnya" sungut Naruto membalas teriakan Luffy.

"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Akainu sekali lagi.

"Sudah ku bilang kan, aku mencari suatu artefak yang kebetulan tersimpan dipul-. . . "

"Hey, siapa kau? Tak akan ku biarkan kau mengganggu pertarungan atasanku" kata Zoro yang sudah berdiri tidak terlalu jauh dari Naruto, membuat Naruto terpaksa menoleh kearahnya. Tidak ada yang tahu bagaimana bisa Zoro mendekat ke daerah pertarungan ini, padahal ketiga pemimpin kubu itu bertarung ditempat yang jauh dari anak buahnya agar anak buah mereka tidak terserempet serangan nyasar.

Kyuutoryu: Ashura Makyusen

Teknik sembilan pedang yang merupakan teknik terkuat milik Zoro. Dengan menggunakan kekuatan buah iblis, zoro bisa membentuk 2 bayangan yang masing-masing memegang 3 pedang sehingga seolah total pedanganya ada 9. Seperti wujud dewa ashura, dia menebas lawan sambil berputar seperti tornado.

Melihat serangan mematikan, Naruto tidak bisa diam saja.

Senpou : Shishekiyoujin

Teknik pedang terkuat Zoro berhasil diblok dengan mudah oleh kekkai berwarna merah ini. Kekkai formasi 4 matahari yang pernah dilakukan empat generasi pertama hokage untuk mengurung juubi dan kekkai itu mampu bertahan dari sebuah bijudama superbesar yang dibuat oleh juubi.

Sekarang teknik itu dibuat Naruto dengan menambahkan senjutsu, sehingga kekuatan kekkai itu meningkat berkali-kali lipat. Teknik ini menghasilkan kekkai berbentuk bujur sangkar yang tinggi menjulang kelangit. Tidak sia-sia Naruto selama dua tahun setelah perang mempelajari teknik fuinjutsu peninggalan ayahnya untuk membuat kekkai.

"Ck, pengganggu. Untung saja aku masih menyisakan 4 bunshin untuk berjaga-jaga tadi" gumam Naruto kesal.

Naruto kembali menoleh pada tiga orang yang berhasil dipenjarakannya tanpa mempedulikan keadaan diluar. Padahal semakin banyak anak buah dari tiga orang dihadapannya yang berusaha menembus kekkai menggunakan jurus terkuat masing-masing. Namun nihil karena Naruto membuat kekkai dengan kekuatan penuhnya yang tersisa agar mampu bertahan dari serangan apapun diluar sana.

"Hmm, sampai mana tadi pembicaraan kita?" tanya Naruto pada tiga orang yang terkurung didepannya. Dengan tenang dia menatap tiga orang itu.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan disini?" tanya Akainu lagi, kesal karena Naruto kelihatan seperti sedang mempermainkan dirinya.

"Sudah ku bilang kan tadi, aku mencari benda yang tersimpan di pulau ini"

"Tidak akan ku biarkan kau menghalangi impianku, HYAAAAA" Luffy berteriak memaksakan seluruh kekuatannya. Tubuh karet Luffy membesar lagi, berusaha menghancurkan penjara bola air laut itu dari dalam.

Akibat ledakan kekuatan Luffy, penjara bola air itu hampir pecah. Naruto jelas tidak akan membiarkan rencana dan usaha yang dilakukannya dengan susah payah hancur begitu saja.

Senpou: Myujinmon

Turun dari atas langit kayu berwarna merah seperti gerbang kuil dengan berbagai ukuran. Turun bertumpuk dengan sudut saling menyilang menindih bola air yang memenjarakan Luffy.

Jutsu ini dapat menahan pergerakan dan menyerap kekuatan musuh. Jurus yang pernah digunakan Naruto untuk membuat segel baru kyubi setelah berhasil mengendalikan biju itu di Pulau Kura-Kura, juga pernah dilakukan hokage pertama saat menahan pergerakan juubi.

Ledakan kekuatan Luffy berhasil diatasi, tubuhnya mengecil lagi dan sudah tidak bisa melakukan gerakan sekecil apapun.

"Haah, hah, haaaaah. . ." Naruto bernafas terengah-engah. Membuat jutsu segel barusan memerlukan chakra yang tidak sedikit, ditambah sisa chakranya yang terbatas membuatnya harus terduduk dengan bertumpu pada kedua lututnya.

"Heh. Bocah emas, sepertinya kau sudah mencapai batas kekuatanmu" Kurohige mengejek sinis pada Naruto yang tampak sangat kelelahan. "Ayo, bocah topi jerami. Keluarkan sekali lagi kekuatanmu, dengan begitu kita bisa bebas dari penjara ini" lanjut Kurohige memprovokasi Luffy, sedangkan dia sendiri diam tenang dalam penjara air untuk menghemat tenaganya. Kurohige memang licik.

'Bah, manusia karet itu ternyata sudah kehabisan tenaga' pikir Kurohige kesal setelah melihat kondisi Luffy yang berada tidak jauh darinya dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Eh, jangan lakukan itu lagi. Emm, , , , sekarang kita berdamai saja ya, bagaimana?" tawar Naruto dengan penuh harap. Dia harus memikirkan bagaimana caranya agar dia dapat mengurung 3 orang didepannya lebih lama.

"Kau kira aku bodoh? Sudah jelas kau sangat kelelahan dan mencapai batas kekuatanmu. Buat apa aku berdamai dengan kau yang sudah lemah seperti itu" Akainu menolak tawaran Naruto.

"Ya, sudah. Nikmati saja, bagaimana rasanya dikurung" balas Naruto sewot karena tawarannya langsung ditolak mentah-mentah.

"Shishishiii. Kau kira kami tidak tau, perlahan tapi pasti penjara air ini semakin melemah. Tinggal menunggu waktu saja ketika kembaranmu yang melakukan ini pada kami kehabisan tenaga" sahut Kurohige santai.

'Cih, mereka rupanya tau kalau semakin lama, chakra senjutsu yang dikeluarkan bunshinku untuk menahan haki mereka semakin berkurang' kata Naruto dibenaknya.

Terdapat kelemahan pada penjara air yang dibuat khusus oleh Naruto untuk mengurung pengguna buah iblis dan haki ini, yaitu diperlukan aliran chakra senjutsu yang kontinyu dan berkesinambungan untuk mengekang kekuatan orang yang ada didalam kurungan. Aliran chakra yang terus menerus ini tentu mengurangi stok chakra senjutsu yang telah dibagikan oleh Naruto pada bunshinnya. Saat bunshinnya melakukan ini, walau pada kondisi diam tidak bergerak, bunshinnya tidak akan bisa mengumpulkan chakra alam karena seluruh konsentrasi bunshin tertuju pada penjara air itu. Sedikit saja konsentrasi teralihkan, penjara air itu akan kehilangan kestabilan dan dengan mudah bisa dihancurkan dari dalam.

"Huh, ternyata kalian berdua memang pintar pak tua. Tidak seperti manusia karet itu, yang hanya bisa berkoar-koar tentang impiannya" kata Naruto mengejek Luffy.

Sungguh, suatu hal yang sangat miris. Perkataannya tadi seakan-akan Naruto sedang mengata-ngatai dan menjelek-jelekkan dirinya sendiri. Apa Naruto lupa kalau dirinya yang dulu juga selalu bertindak tanpa berpikir dahulu dan hanya bicara tinggi akan impiannya.

"Grrrr. Jangan remehkan impianku" sahut Luffy geram. Sekarang respon Luffy juga benar-benar mirip dengan respon Naruto dahulu jika impiannya diremehkan.

"Kalau aku ingat-ingat sejak pertarungan kita tadi dimulai, sepertinya kau tidak berniat menghabisi kami. Kau hanya mengulur waktu kan?" tanya Akainu setelah menganalisis jalannya pertarungan sejak dimulai. Selama terkurung, otaknya dipakai untuk memikirkan kemungkinan hal yang di inginkan Naruto, karena Naruto tidak memberitahu sedikitpun tentang tujuannya datang kemari sejak awal pertarungan mereka.

"Apa mungkin kau memiliki seorang partner? Kau hanya diam di sini setelah berhasil mengurung kami, berarti kau sebenarnya memang sedang mengulur waktu untuk seseorang kan?" tambah Kurohige dengan pemikirannya.

"Errr, ahahahaaa. Yah, bisa dibilang begitu." Naruto tertawa hambar karena rencananya ketahuan.

"Ya sudah, ku rasa kita bisa berdamai sekarang" kata Kurohige yang membuat Akainu dan Luffy terkaget. "Aku merasa tujuanmu kemari memang bukan untuk mecari One Piece. Kau dengan jelas tadi mengatakan bahwa kau sedang mencari suatu benda, lalu kau juga mengatakan bahwa One Piece itu hanya mitos yang belum jelas seperti apa wujudnya. Dari dua perkataanmu itu, dapat kusimpulkan kalau benda yang kau cari dan One Piece tidak ada hubungannya. Jadi aku cukup yakin kau memang tidak mencari One Piece"

Kurohige merasa pertarungannya dengan Naruto sia-sia sebab tujuannya kesini adalah mencari One Piece. Kalau memang naruto tidak menginginkan itu, berarti buat apa dia susah-susah melawan Naruto?

"Em, yah. Itu mungkin saja iya, mungkin saja tidak. Siapa yang tahu, kalau benda yang kucari itu adalah benda yang sama dengan One Piece yang kalian perebutkan?"

Ternyata kebodohan Naruto belum hilang sepenuhnya. Padahal peluang berdamai sudah terbuka lebar, tapi malah berkata ceroboh seperti barusan yang bisa memancing perdebatan lagi.

"Perkataanmu ada benarnya." kata Kurohige membenarkan, "Aku sudah bersedia berdamai denganmu. Jika kau mau mengatakan yang sebenarnya tentang benda yang kau cari, mungkin itu akan memperlama waktu genjatan senjata kita. Dengan kondisimu yang lemah itu, pasti ini hal yang menguntungkan untukmu kan?" kata Kurohige bernegosiasi, dia juga menjadi penasaran dengan apa yang sebenarnya Naruto cari.

"EH!" Naruto tiba-tiba terkejut dan jadi panik.

"Kenapa kau terkejut hah?" giliran Akainu yang bertanya, namun tidak dihiraukan Naruto. Luffy tidak ikut berbicara sebab tubuhnya melemah setelah kehilangan banyak tenaga. Hal ini disebabkan hanya dia seorang yang terkena segel myojinmon dari Naruto, sedang Akainu dan Kurohige tidak.

'Hinata dalam bahaya' kata Naruto dihatinya. Ingatan dari bunshinnya yang menemani Hinata baru saja masuk kekepalanya.

Menatap tiga orang didepannya. "Aku tidak membutuhkan kata damai lagi karena aku harus pergi sekarang. Jaa ne"

Zzsstt...

Naruto yang asli menghilang dengan Hiraishin. Dan semua bunshin Naruto yang mengurung 3 orang tadi lenyap dalam kepulan asap sehingga penjara air itu pecah. Begitupula bunshin yang membuat kekkai untuk menghalangi anak buah mereka yang hendak mengganggu Naruto, juga sudah hilang beserta dengan kekkainya. Sekarang 3 orang tadi benar-benar sudah bebas.

"Saaa, pengganggu itu sudah pergi. Jadi?" Akainu menyeringai lalu berubah menjadi monster magma lagi. Dia tidak merasakan hawa keberadaan Naruto lagi didekat mereka dengan kenbunshoku hakinya.

"Kita lanjutkan pertarungan kita" sambung Kurohige berubah wujud menjadi mode bertarung terkuatnya.

"HEYAAAAA" dan Luffy yang mengawali serangan dengan tinju pamungkasnya.

DHUUAAARRRR. . . .

Akhirnya pertarungan mereka bertiga kembali berlanjut seolah kedatangan Naruto barusan hanya sebuah delusi dan tidak pernah terjadi sama sekali.

.

Beberapa saat sebelumnya, sebuah terowongan yang tampak remang dengan minimnya pencahayaan. Terdengar bunyi gemericik tetesan-tetesan air yang jatuh diruangan itu. Seorang wanita berambut indigo panjang berjalan dengan tenang, di ikuti oleh seorang pemuda sebaya dengannya.

Terowongan itu terletak beberapa ratus meter di bawah tanah Pulau Raftel. Dampak raigo milik Kurohige tidak sampai kesini dan hanya menghancurkan permukaan pulau saja berkat pilar konduktor godoudama yang menjadi penangkal petir. Ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan Naruto untuk memilih membuat pilar daripada berlindung dalam bola godoudama. Dalam senjutsu-rikuduo mode, dia jelas bisa merasakan kalau istrinya sedang berada dibawah pulau. Sehingga dengan cara itu, Hinata akan lebih aman.

Hinata terus berjalan mencari benda yang ia cari sambil merenung mengingat kembali rencana suaminya.

FLASHBACK

"Baiklah Hinata, sekarang dengarkan baik-baik! Begini rencanaku" kata Naruto pada Hinata ketika mereka berdua masih melayang di ketinggian mengamati pertempuran dibawah mereka.

"Rencanaku sederhana saja. Kau yang mencari benda itu sementara aku yang akan mengalihkan perhatian tiga orang terkuat dibawah sana. Pasti sangat berbahaya jika mereka tau kita sedang mencari sesuatu disini. Bunshinku akan menemanimu mencari benda itu, dan aku yang asli menghadapi mereka. Aku sudah memiliki strategi jitu untuk menghadapi mereka sekaligus dan mengulur banyak waktu untukmu"

"Um, kalau begitu kita gunakan rencanamu. Lagipula mungkin tidak akan sulit bagiku melacak benda yang kita cari dengan byakugan"

"Yosh, kita mulai sekarang Hinata"

Kagebunshin no Jutsu

Naruto menciptakan seorang klon dirinya

"Kau temani Hinata, aku yang akan bertempur habis-habisan menghadapi mereka" kata Naruto pada bunshinnya yang dijawab dengan anggukan. "Baiklah, kita berpisah disini".

FLASHBACK OFF

"Ini pasti ruangan tempat benda itu tersimpan" kata Hinata dengan nada yakin. dia sudah sampai disebuah ruangan yang lumayan besar seperti sebuah aula.

"Ya, mungkin saja" jawab Naruto, lebih tepatnya bunshin Naruo yang ditugaskan untuk menemani dan menjaga Hinata, "Aku tidak mengerti, gambar-gambar aneh apa itu?" kata bunshin Naruto menunjuk kearah dinding ruang besar yang baru saja mereka masuki.

Di dinding ruangan itu tergambar benyak relief-relief aneh yang tidak jelas. sangat asing di mata Naruto dan Hinata.

Byakugan

Hinata menggunakan byakugan untuk membaca dan menerjemahkan relief-relief itu.

"Kurasa relief-relief itu asli berasal dari dunia ini, karena aku tidak mendapatkan apa-apa setelah menggunakan byakuganku. Jika berhubungan dengan benda yang kita cari, pasti byakuganku dapat mengenalinya" kata Hinata setelah menonaktifkan byakugannya.

Lama tidak ada yang merespon perkataannya, Hinata menoleh kebelakang dimana bunshin Naruto tadi mengikutinya, "Naruto-kun?". Tidak ada lagi bunshin Naruto.

"Kehihihihiiiii, temanmu tadi sudah mati. Dia sudah ku hisap kedalam lumpurku." bukan bunshin Naruto yang menjawab pertanyaan Hinata, melainkan seorang pria berperawakan tinggi agak kurus dengan kulit berwarna coklat. Dia tiba-tiba muncul dibelakang Hinata.

Bunshin Naruto dapat dengan mudah di lenyapkan orang itu karena selama menemani Hinata, bunshin Naruto tidak menggunakan mode bertarung apapun. Dalam keadaan normal, bunshin itu tidak dapat merasakan adanya bahaya yang mengancam.

"Siapa kau?" tanya Hinata, tidak mempedulikan nasib bunshin Naruto. Karena itu hanya bunshin, jadi Naruto yang asli tidak akan apa-apa. Hinata sudah memasang kuda-kuda bertarung ala Hyuga miliknya.

"Aku Caribou. Kebetulan sekali aku menemukan wanita yang sangat cantik disini. Pasti kau berharga mahal jika berhasil kujual" ungkap Caribou.

Caribou adalah salah seorang bajak laut licik kelas rookie yang terkenal di Kepulauan Sabaody bersama beberapa saudaranya. Keberadaan Caribou di Pulau Raftel tidak lain karena rencana liciknya. Dahulu ia hanyalah seorang bajak laut yang melakukan kegiatan jual beli budak, termasuk duyung yang menjadi aset besar kegiatannya. Namun aksinya menangkap duyung di Mermaid Cave digagalkan oleh Jinbei, dan dia dikurung. Entah bagaimana caranya dia mendapatkan informasi tentang senjata poseidon.

Dia berhasil bebas dari Jinbei setelah diselamatkan kru kapalnya, dan setelah memberikan informasi tentang senjata pemusnah poseidon yang didapatnya di Mermaid Cave pada Angkatan Laut, dia menjadi sekutu Angkatan Laut hingga sekarang. Hingga akhirnya dia ikut dan sampai juga di Pulau Raftel. Tidak seperti bajak laut kuat yang menginginkan One Piece untuk sebuah impian besar dan idealisme. Caribou kesini hanya bermodal keyakinan bahwa di tempat ini tersimpan harta kekayaan yang sangat banyak, dan itulah yang menjadi tujuannya.

"Tidak akan pernah terjadi hal seperti yang kau pikirkan." Hinata sudah siap menyerang, 'Aku harus cepat menyelesaikan ini, jika tidak pasti Naruto-kun akan kewalahan mengulur waktu diluar sana'

Juho Shoshiken

Hinata langsung menyerang Caribou tanpa membuang-buang waktu. Dengan dua kepala singa kembar di masing-masing tangannya, Hinata memukul Caribou berkali-kali dengan sangat cepat.

Hinata mundur untuk melihat hasil serangannya, dia perlu mengambil nafas karena jutsu barusan cukup menguras tenaganya.

Melihat kedepan, hasil serangan Hinata nihil. Caribou tidak terluka sedikitpun.

"Kehihihihiii, tidak ada serangan yang bisa melukaiku selama tubuhku menjadi lumpur" kata Caribou sombong karena mendapati serangan Hinata tidak berdampak apa-apa.

'Apa dia pengguna buah iblis tipe logia seperti yang Naruto-kun katakan. Jika iya, aku tidak akan mungkin menang melawannya dengan taijutsuku. Aliran energi ditubuhnya juga samar dan selalu berubah di penglihatan byakuganku. Bagaimana ini? Naruto-kun' Hinata mulai pasrah.

"Ayo, kau diam saja disitu gadis manis. Aku akan mengurungmu dalam lumpurku" kata Caribou sambil tertawa sadis.

Caribou mengubah seluruh tubuhnya menjad lumpur. Lumpur itu bergerak mendekati Hinata, sehingga Hinata terpaksa mundur sedikit.

"Kau akan merasakan neraka jika berani menyentuh istriku sedikit saja" teriak Naruto yang muncul tiba-tiba.

Naruto datang melalui tanda segel Hiraishin yang sudah dia tempelkan ditubuh Hinata. Dia datang setelah mendapat informasi dari bunshinnya yang lenyap karena orang yang menyerang Hinata.

Senpou: Oodama Rasengan

DHUUUAAARRR.

Tubuh lumpur Caribou berhamburah tercecer keseluruh ruangan. Rasenggan Naruto yang bercampur senjutsu berhasil melukai telak tubuh Caribou. Andai saja tubuh Caribou bukan lumpur, melainkan daging dan darah maka tempat itu sekarang pasti akan terlihat sangat menjijikkan karena banyak bagian tubuh Caribou yang terhambur berceceran di ruangan itu akibat terkena putaran rasengan.

Naruto mendekati Hinata yang masih berdiri mematung, "Kau tidak kenapa-kenapa kan Hinata?" Naruto merasa lebih khawatir akan keadaan Hinata sehingga dia membiarkan saja segumpal lumpur yang bergerak menjauh keluar dari ruangan itu.

Naruto tahu kalau orang yang hendak menyerang Hinata tadi masih hidup, namun dia tidak mempedulikannya karena keadaan Hinata adalah prioritas utama. Lagipula dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membiarkan Hinata sampai terluka, dan juga berjanji pada Sakura akan selalu menjaga Hinata.

"Aku tidak apa-apa. Orang itu tidak sempat menyentuhku sedikitpun. Kau datang tepat waktu, Naruto-kun."

"Haaaah, syukurlah. Aku bisa lega sekarang" Naruto sudah tenang, "Jadi apa kau sudah menemukan benda yang kita cari"

"Yah, benda itu pasti disebelah sana. Ketika aku menggunakan byakugan, aku melihat titik hitam yang tidak teridentifikasi disebelah sana. Aku yakin pasti itu. Cube juga memperlihatkan respon ketika aku mengarahkannya kearah sana"

"Ya, sudah. Ayo kita ambil sekarang"

"Umm," Hinata mengangguk mengiyakan.

Mecari sebentar, mereka berdua menemukan sebuah benda berbentuk kotak kecil berwarna hitam metalik seperti warna cube. Bisa dikatakan kalau bentuknya seperti mimiatur peti harta karun. Hinata mengambil benda itu lalu menyimpannya didalam gulungan penyimpanan yang sudah ia siapkan.

"Apa kita langsung pulang sekarang, Naruto-kun?" tanya Hinata setelah berhasil menyelesaikan misi pertama dan mendapatkan artefak yang mereka cari.

"Nanti saja. Aku perlu istirahat sebentar untuk mengumpulkan chakra lagi. Chakraku banyak terkuras setelah bertarung dengan orang-orang diluar"

"Kalau begitu berbaring lah disini" kata Hinata, dia pun duduk dan menjadikan pahanya sendiri sebagai bantal untuk Naruto berbaring.

"Oh iya Hinata, sebelum pulang ada suatu tempat yang ingin aku kunjungi didunia ini" kata Naruto yang sudah berbaring berbantalkan paha Hinata.

"Tempat apa?" tanya Hinata penasaran.

"Orang-orang disini menyebutnya All Blue. Tempat itu adalah wilayah berkumpulnya ikan dan bahan masakan, serta bumbu-bumbu terbaik didunia ini. Aku ingin membawanya pulang, agar kau bisa memasakkannya untukku. Kau mau kan Hinata?"

"Um, kalau untuk Naruto-kun, tidak ada kata tidak"

"Hehheee, beruntung sekali aku memilikimu. Kau memang benar-benar menjadi istri yang baik Hinata"

"Aaaah, Naruto-kun bisa saja" jawab Hinata yang kembali dengan mode malu malunya.

To be Continued. . . .

Note : Yoo, setelah ini kita tinggalkan pirates universe. Apapun yang terjadi setelah ini di dunia bajak laut itu, tak usah dipikirkan lagi. Satu hal yang pasti, dunia itu telah kehilangan salah satu bagian dari One piece yang di impikan semua bajak laut. Huahhahaa. Memang agak lama updatenya, tapi ku bayar dengan jumlah word yang lumayan banyak loh.

Sebenarnya Naruto yang asli bisa saja menyelinap bersama Hinata mencari artefak yang diinginkannya tanpa harus bertarung dengan Luffy, Akainu, dan Kurohige. Menyelinap adalah hal mudah bagi ninja seperti mereka. Tapi kalau seperti itu, pasti tidak seru bagi kita. Buat apa Naruto jauh-jauh datang ke Pirate Universe kalau tidak menjajal kemampuan bertarungnya disana. Iya kan?

Author note kali ini akan cukup panjang karena kurasa ada topik yang cukup krusial dipikiran kalian.

Dicerita ini, kok Naruto kelihatannya lemah banget? Sudah fullpower tapi belum cukup untuk langsung mengalahkan musuh-musuhnya disini. Selain itu juga, godoudamanya Naruto bisa kalah dengan busoshoku haki. Yang berpikiran seperti ini, pasti reader yang sudah terbiasa dengan Naruto Godlike, atau paling tidak Naruto superstrong atau satu level diatas musuh besarnya. Tidak masalah sih, jujur aku pun juga suka baca fanfic yang Narutonya sangat kuat bahkan godlike. Apalagi yang alurnya bagus dan penulisannya rapi. Suka banget aku baca fic yang seperti itu.

Nah, baru-baru ini juga aku buka-buka situs dan baca tentang perbandingan kekuatan naruto dengan chara dari anime lain. Hasilnya, kekuatan Naruto itu jauh melebihi chara dari anime lain. Karena apa? karena kerusakan akibat jutsu-jutsu Naruto yang digambarkan oleh pembuatnya jauh lebih besar dari anime lain. Ambil contoh, katanya pertarungan Vali Vs Issei yang dalam mode balance breaker terkuatnya atau Issei melawan Loki mampu mengakibatkan daya rusak yang besar pada arena pertarungannya. Tapi jika dibanding dengan PDS4 atau pertarungan terakhir Naruto Vs Sasuke, pertarungan chara-chara DxD itu ga ada apa-apanya. Dampak kerusakan dari anime naruto digambarkan jauh lebih besar. Salah satu reader fic ini juga sudah memberitahuku seberapa mengerikannya kekuatan Naruto apalagi kehebatan godoudama.

Dan akhirnya disini, aku mengakui kalau aku masih minim informasi mengenai kekuatan Naruto, jadi ku harap kalian bersedia membantu dan memberi info tentang gambaran kekuatan Naruto yang sebenarnya, apalagi jika perbandingan dengan chara dari anime lain, perlu sekali sebab ini adalah fic multicrossover.

Tapi, diatas semua itu. Aku punya pendapat sendiri mengapa Naruto ku buat lemah dibanding musuhnya dalam fic ini. Kekuatan Naruto pun ku batasi misalnya dengan konversi kekuatan dichapter sebelumnya. Begini alasanku : Kita semua tahu kalau manga Naruto itu selain ceritanya sangat hebat dengan adegan-adegan pertarungannya, manga Naruto juga banyak memberikan kita nilai-nilai dan pesan moral yang bagus. Adegan pertarungannya mampu menghibur kita, tapi itu jelas tidak dapat dipakai di dunia nyata, sedangkan nilai dan pesan moral inilah yang bisa kita ambil dan aplikasikan dikehidupan kita. Ada banyak pesan-pesan moral dari Naruto diantaranya sikap pantang menyerah, semangat juang tinggi, pengorbanan tanpa pamrih, kerja keras, kesetiaan cinta dan yang pasti persahabatan, serta banyak lagi pesan lainnya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu.

Nah, didalam fic ini aku berusaha mempertahankan nilai-nilai itu, walaupun pasti tidak semuanya dapat ku pertahankan dengan erat sebab aku jelas bukan pujangga, author hebat, apalagi pembuat cerita berkelas.

Di fic ini, persahabatan mereka ku pertahankan dengan membawa semua teman Naruto serta seluruh Konoha pindah ke DxD universe. Tentang cinta, walaupun hanya di Movie The Last dibahas mendalam, aku juga ingin tetap ada makanya Hinata yang kujadikan partner utama Naruto, terlebih mereka sudah menikah. Jadi berasa aneh kalau dipisah. Satu lagi tentang kerja keras dan pantang menyerah, nah inilah alasan kenapa Naruto ku batasi kekuatannya. Dengan kekuatan yang berada dibawah musuh-musuhnya, Naruto tentu perlu usaha yang maksimal dan tidak boleh menyerah agar bisa menang. Kita tau kan, semua pertarungan Naruto dimenangkan dengan susah payah. Sejak dia kecil melawan Zabuza dan Haku, hingga melawan Pein sampai menghadapi Madara. Semua pertarungan yang dia hadapi jelas tidak seimbang sebab musuhnya memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri ketika itu. Dia juga menderita banyak luka akibat pertarungan. Sehingga dari situlah tampak sikap kerja keras dan pantang menyerahnya Naruto tergambar dengan jelas.

Kalau Naruto godlike atau strong akan susah bagiku membuat Naruto bertarung dengan penuh perjuangan dan usaha keras, iya ga? Aku sudah pernah katakan kekuatan Naruto itu udah mentok, alasan sebenarnya karena aku sendiri bukan orang yang kreatif sehingga aku tidak akan bisa membuat kekuatan atau jutsu baru untuk Naruto yang logis dan mudah diterima. Misalnya, kalau Naruto punya rinnegan itu menurutku kurang kreatif, naruto punya kekuatan buah iblis atau haki menurutku kurang logis, atau naruto punya sacred gear naga itu ga bisa diterima, sebab di fic ini naruto seorang shinobi yang tersambung dengan akhir cerita manga Naruto itu sendiri (cerita ini berawal dari akhir OST Ending movie The Last).

Karena kekuatan Naruto udah mentok, aku hanya bisa membuat naruto sedikit OOC dimana dia adalah seorang ninja jenius pertarungan yang bertarung dengan penuh persiapan, strategi matang, serta tidak ceroboh dan gegabah. Naruto berfikir dulu sebelum bertindak. Sifat seperti ini bukan sifat Naruto kan? (semua tahu kalau Naruto itu bertindak dahulu tanpa berfikir). Tapi mau bagaimana lagi, sebab hanya dengan cara itulah naruto mampu mengalahkan lawan-lawannya. Jadi intinya, dengan kekuatan naruto yang kubatasi membuat Naruto perlu usaha keras, pantang menyerah, saling membantu bersama temannya, serta pengorbanan besar agar tujuannya bisa tercapai. Dia juga harus terus belajar teknik-teknik baru yang berguna seperti membuat kekkai.

Semua fanfic yang ditulis author, pasti tujuannya untuk menghibur, dan saya pun juga ingin fic yang saya buat ini mampu memuaskan dan menghibur diri saya dan kalian semua. Itulah tujuan utama saya, tapi tetap saja saya juga ingin fic ini memiliki nilai dan pesan moral yang bisa kita ambil untuk pelajaran.

Begitu. Masih ada yang mengganjal dihati kalian karena disini Naruto terlihat lemah? Isi saja dikotak review, atau lewat PM. Saya akan dengan senang hati melayaninya. Saya hanya author newbie yang berusaha sopan dan tidak membuat kata-kata sindiran, kasar apalagi angkuh menerima apapun tanggapan kalian baik itu berupa pertanyaan, keluhan bahkan flame sekalipun. Dan saya pasti akan sangat senang jika kalian merespon baik fic ini, apalagi menganggap fic ini bagus dan menarik. Saya juga tidak akan menulis kata-kata "DLDR" atau "mending tekan back jika tidak suka alur cerita atau benci pairnya" atau kata-kata lain sejenis itu, sebab kata-kata itu terkesan egois dan membatasi pembaca. Ini yang pernah saya rasakan dulu saat masih jadi silent reader. Saat mau baca fic yg isinya bukan pair OTP saya, liat kata seperti itu saya merasa diusir. Padahal saya tulus cuma ingin menikmati fic nya saja, ga ada maksud sedikitpun buat ngeflame. Intinya saya akan kooperatif kok, siapapun kalian yang mau menanggapi fic ini.

Naruto lemah, tapi tenang saja. Dia chara utama dan dia pahlawan. Jadi dia pasti akan menjadi pemenang dan mampu berdiri hingga akhir. Seperti itulah semua cerita anime manga yang mengisahkan tentang pahlawan. Iya kan? Dan fic inipun juga akan seperti itu. Mainstream memang, tapi banyak yang menyukai cerita seperti itu. Namun, walaupun kekuatan Naruto sudah kubatasi, kuharap kalian masih mau memberikan info padaku tentang jutsu-jutsu hebat Naruto sebab itu perlu sekali untuk adegan battle berikutnya. Karena semua fic tujuannya untuk hiburan, jadi agar fic ini bisa menghibur kalian maka dari itulah aku butuh bantuan kalian.

Untuk bagian ini hanya Naruto dan Hinata yang berpetualang. Karena masih awal-awal petualangan jadi cukup mereka berdua saja. Next adventure, chara lain pasti akan ikut. Soalnya agak susah membuat petualangan banyak orang. Mungkin karena hal inilah, banyak author membuat fic tentang Naruto yang berpetualang sendiri didunia baru tanpa teman dari dunia shinobi dalam karya-karyanya.

Yang beranggapan Naruto punya kekkei genkai, begini. Sepengetahuanku, jutsu yuton rasenshuriken berlemen lava (lava termasuk kekkei genkai kan?), itu semua Naruto kuasai karena itu kekuatan tambahan dari biju yang ada ditubuhnya. bukan kekuatan asli Naruto. Setauku Naruto hanya bisa elemen angin, dan dalam senjutsu-rikuduo mode pun hanya 5 elemen dasar saja. Tapi untuk lebih pasti, mungkin ada diantara kalian yang lebih tau dan punya literatur kuat yang mengatakan kalau naruto punya kekkei genkai. Kalau ada, katakan saja.

Lalu, ternyata ada yang sadar dan menemukan kejanggalan sebelum dan sesudah jutsu Senpou Yuton rasenshuriken di chapter sebelumnya. Sebenarnya aku sudah tau kok pas aku cek lagi sekitar setengah jam setelah update chap itu. Awalnya aku memakai Bijudama, tapi karena bom biju itu sudah sering, jadi aku ganti dengan Yuton Rasenshuriken. Tapi aku rada malas untuk mengganti itu karena aku agak susah membuka akun FFN dan mengedit story gara-gara proses mengatur proxi yang cukup ribet. Sebenarnya aku buka FFN cuma lewat opera mini doang dan diopera mini ga bisa publish naskah. Aku buka akun juga tidak sering.

Saya Newbie, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.