Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : T
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Kamis, 22 Oktober 2015
Happy reading . . . . .
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 9. Bertemu Teman Baru.
-Kota Kuoh-
Suasana malam hari yang tampak sangat tenang, tidak ada hiruk pikuk orang berlalu lalang. Kota Kuoh memang bukan kota yang ramai seperti kota metropolitan sebesar Tokyo. Kota Kuoh hanyalah sebuah kota wisata kecil di Jepang yang tidak terlalu menonjol di pengetahuan orang-orang, tidak seperti Kyoto yang menjadi destinasi favorit para turis dan wisatawan.
Pada malam hari yang tenang ini, Naruto dan Hinata baru saja pulang setelah berhasil mendapatkan benda yang mereka cari di Pirates Universe. Sepasang suami istri itu terlihat sedang berjalan-jalan santai setelah makan malam di kedai yang masih buka di tengah malam ini.
"Kita akan tidur dimana malam ini, Hinata?"
"Aku tidak tau, sudah cukup lama kita berjalan tapi tidak menemukan penginapan yang bisa kita tempati. Semua kamar penginapan-penginapan yang kita datangi telah terisi" Hinata berbicara sendu. Dia khawatir bagaimana cara mereka bisa istirahat penuh malam ini. Dia dan suaminya baru saja pulang dan kelelahan setelah menyelesaikan misi pertama mereka.
"Atau kita buat tenda saja" kata Naruto mengusulkan.
"Tidak mungkin Naruto-kun. Kita ini dikota, bukan ditengah hutan" sanggah Hinata.
"Terus bagaimana?"
"Ini salahku. Aku lupa untuk mencari tempat tinggal di kota ini sebelum kita memulai perjalanan misi kita" kata Hinata lirih menyalahkan dirinya sendiri.
Setelah mendapatkan benda yang mereka cari di Pirates Universe, Naruto dan Hinata pulang dulu ke dunia dimana Konoha berada, sebelum melanjutkan misi pencarian benda berikutnya. Sebenarnya sejak awal adalah keinginan Hinata agar menjadikan dunia baru mereka sebagai tempat tinggal selama menjalankan misi. Supaya memudahkan mereka mempersiapkan diri untuk pencarian berikutnya dan ada tempat untuk pulang atau beristirahat setelah menjalankan misi panjang. Sedangkan Naruto tidak ingin teman-teman mereka tahu tentang misinya sehingga tidak mungkin mereka pulang ke Konoha. Dan akhirnya mereka sepakat untuk tinggal di kota Kuoh, yaitu kota yang terletak tidak jauh dari posisi Pulau Melayang Konoha sekarang berada.
Lalu beginilah keadaan Naruto dan Hinata sekarang. Karena mereka langsung berangkat dua minggu lalu dari Konoha untuk pencarian benda pertama tanpa mempersiapkan tempat tinggal terlebih dahulu di kota Kuoh, mereka luntang lantung dijalanan tanpa tujuan. Mereka tiba di Kuoh setelah perjalanan panjang dari Pirates Universe ketika waktu sudah malam. Karena lapar mereka mencari makan malam dahulu, setelah itu baru mencari penginapan untuk tidur malam ini. Besok rencananya mereka akan mencari apartemen untuk dijadikan tempat tinggal.
Tapi apa mau dikata, ternyata banyak penginapan yang sudah penuh. Walaupun Kuoh bukan kota wisata yang ramai dikunjungi orang, tetap saja susah mencari penginapan ketika sudah malam. Mungkin saja ini terjadi karena ulah pasangan-pasangan mesum yang mencari tempat untuk melakukan kegiatan amoral mereka.
"Tidak, ini bukan salahmu, Hinata. Harusnya tugasku sebagai suami untuk mencari tempat tinggal"
"Tapi ak- . ."
"Kau merasa aneh tidak, Hinata. Untuk sebuah kota, rasa-rasanya malam ini terlalu sepi" kata Naruto mengalihkan pembicaraan agar Hinata tidak menyalahkan dirinya lagi. Naruto memandang kesekeliling dan memang benar suasananya terasa terlalu sepi. Desa Konoha yang lebih kecil dari kota ini saja, jauh lebih ramai pada jam yang sama.
"Eh?, Emmmm, . . " Hinata juga ikut mengamati kesekeliling, "Iya ya. Ini memang terlalu sepi, Naruto-kun." jawab Hinata membenarkan perkataan Naruto.
"Tunggu sebentar" kata Naruto, kemudian diam dan berkonsentrasi. Tidak lama kemudian kelopak matanya berubah warna menjadi orange, ketika matanya terbuka pun, iris matanya kelihatan berbeda. Iris yang semula biru menjadi kuning dengan pupil hitam horoizontal. Naruto telah memasuki mode sennin untuk memenuhi rasa penarasarannya.
Baru sebentar memasuki mode sennin, raut wajah Naruto langsung berubah serius.
"Apa ini? Inikah yang pernah dikatakan Sasuke?"
"Memangnya apa Naruto-kun?" Hinata ikut terheran-heran dengan sikap Naruto sekarang.
"Aku merasakan aura tidak mengenakkan dari orang-orang yang berkumpul disekitar sini serta satu orang dengan aura jahat yang kuat. Rasanya seperti sedang terjadi pertempuran" kata Naruto memberitahukan apa yang sedang dia rasakan.
"Benarkah?"
"Aku yakin, ini pasti berasal dari makhluk supranatural yang dikatakan Sasuke sebelum kita berangkat. Sasuke pernah berkata kan, kalau ada makhluk yang disebut iblis, malaikat, dan malaikat jatuh di kota ini?"
"Iya, Naruto-kun. Sasuke-san memang pernah berkata seperti itu" Hinata mengangguk dan membenarkan perkataan Naruto.
"Tapi, aku tidak melihat apa-apa disekitar sini. Hanya kota yang sepi"
Byakugan
"Pantas saja, kita tidak melihat apa-apa. Ada sebuah kekkai disebelah sana yang menghalangi keberadaan orang-orang yang kau katakan, Naruto-kun" kata Hinata dengan byakugan aktif menunjuk kearah sebuah bangunan yang tempak sepi, terpampang tulisan 'Kuoh Gakuen' didepannya.
"Eh, mana?" Naruto celingak celinguk mencari keberadaan kekkai yang dimaksud Hinata.
"Byakuganku dapat melihatnya, Naruto-kun. Ada disana, tepat mengelilingi bangunan bertuliskan 'Kuoh Gakuen'. Setelah ku analisa, Kekkai itu mungkin mirip dengan kekkai yang kau buat untuk Konoha, membuat orang diluar kekkai tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi didalam. Ada banyak orang yang terbang mengelilingi kekkai itu dari luar, aku yakin mereka lah yang membuatnya. Dilihat dari cara membuatnya, kekkai ini bukan bertujuan untuk melindungi apa yang ada didalam kekkai itu, tapi untuk menjaga agar manusia diluar tidak mengetahui apa yang sedang terjadi didalam kekkai" kata Hinata menjelaskan hasil analisa dari informasi yang dia peroleh.
"Begitu ya. Terus apa yang sedang terjadi didalam sana?" tanya Naruto yang penasaran.
"Seperti yang kau rasakan, ada sebuah pertempuran. Sekelompok anak muda seusia kita yang melawan seorang pria yang cukup tua. Pertempuran yang sama sekali tidak seimbang, semua anggota kelompok itu terluka dan sekarat tapi pria tua itu masih terbang tanpa kelelahan sedikitpun. Kekkai itu juga membatasi kerusakan akibat pertempuran agar hanya terjadi didalam sana. Mungkin sekelompok makhluk supranatural yang membuat kekkai juga berusaha melindungi kota ini dari dampak kerusakan pertempuran itu" jawab Hinata dan menambahkan penjelasan tentang apa yang dilihatnya didalam kekkai.
"Yosh, kita harus kesana Hinata"
"Eh, kau berniat menolong mereka, Naruto-kun?" Hinata sedikit terkejut dengan keinginan Naruto.
"Tidak, kita tidak perlu ikut campur urusan mereka. Aku hanya ingin mengumpulkan informasi tentang kota ini. Siapa tahu akan berguna, lagipula Sasuke-teme itu mengatakan kalau masih banyak hal yang belum ia ketahui dari kota ini"
"Baiklah" Hinata mengangguk setuju.
"Ayo, Hinata. Kau didepan, jalan duluan. Cari tempat agar kita bisa mengamati dengan aman"
"Um. . ." Hinata mengangguk mengiyakan.
Naruto dan Hinata segera menyelinap mendekati kekkai. Mencari sedikit informasi tentang makhluk supranatural dan tentang kota Kuoh sebenarnya tentu hal mudah bagi ninja sekaliber mereka berdua, apalagi hanya sekedar melakukan pengintaian.
.
Sangat jauh berbeda dengan suasana yang ada di kota, didalam Kuoh Gakuen atau tepatnya didalam sebuah kekkai, suasananya tampak sangat mencekam. Orang-orang biasa pasti akan merasa ngeri dengan keadaan ditempat itu. Bangunan-bangunan hancur, lubang-lubang serupa kawah yang cukup besar dan jumlahnya yang tidak sedikit tersebar ditanah. Tak ketinggalan beberapa tubuh yang terluka parah, dengan pakaian yang tampak sudah tidak bisa disebut pakaian lagi.
Sementara tepat diluar kekkai, beberapa orang dalam posisi terbang terlihat sangat kelelahan. Kebanyakan dari mereka adalah gadis-gadis muda. Sudah cukup lama mereka mempertahankan kekkai yang mereka buat, tenaga mereka sudah terkuras banyak. Belum lagi didalam kekkai terjadi pertarungan yang sangat sengit. Seringkali sebuah jurus atau tembakan energi yang nyasar menghamtam kekkai dari dalam, membuat kekkai itu hampir hancur. Mereka harus mengerahkan tenaga ekstra untuk mempertahankan kekkai agar tidak ada manusia yang tahu apa yang terjadi didalam sana.
"Kaichou, tenaga ku sudah hampir habis. Bagaimana ini?" tanya seorang wanita berambut hitam panjang dan mengenakan kacamata, Tsubaki.
"Pertahankan terus kekkai ini, sampai kita tidak bisa berdiri lagi. Rias dan bidak-bidaknya sedang berjuang keras didalam sana sampai membuat mereka terluka parah. Kita juga harus berjuang seperti mereka. Aku tidak akan membiarkan manusia-manusia dikota tahu, apalagi sampai ikut merasakan dampat pertarungan ini" jawab Sona, wanita yang dipanggil dengan sebutan kaichou. Dia juga mengenakan kacamata, bedanya dia memiliki rambut pendek.
"Baiklah Kaicho" Tsubaki mematuhi perintah atasannya lalu berkonsentrasi kembali untuk mempertahankan kekkai.
Menuruti perintah mutlak yang dikelurkan oleh sang pemimpin, Tsubaki serta teman-temannya yang lain terus menguras energi ditubuh mereka untuk tetap mempertahankan kekkai agar tidak hancur, namun usaha mereka sia-sia karena . . .
PYAAARRR.
Kekkai itu hancur layaknya kaca yang pecah. Seseorang telah menghancurkan kekkai itu dalam sekejap dari luar, lalu orang itu pun masuk kedalam ikut serta dalam pertarungan disana.
Bruuukk,
gedebug. . .
Sona beserta beserta seluruh anggota kelompoknya terjatuh ditanah, kekkai yang mereka buat dengan susah payah bisa begitu mudahnya dihancurkan oleh seseorang. Sona terjatuh bersama Tsubaki. Gadis-gadis lain yang membuat kekkai itupun juga ikut terjatuh ditempat lain yang cukup jauh. Sebenarnya ada cukup banyak orang yang membuat kekkali. Posisi mereka cukup berjauhan karena saat membuat kekkai, belasan orang berbagi tempat dengan posisi melingkar mengikuti bentuk kekkai yang menyerupai kubah setengan bola seluas komplek Kuoh Gakuen.
"Haaah, kuharap tidak terjadi hal buruk didalam sana. Aku melihatnya, orang yang menghancurkan kekkai kita, memakai armor naga berwarna putih. Hakuryoku si pemegang Sacreg Gear Divine Dividing" setelah menghela nafas lelah, Sona memberitahukan pada Tsubaki yang terjatuh disebelahnya tentang orang yang merusak kekkai mereka. Sona berhasil mengidentifikasi pelaku penghancuran kekkai mereka walau hanya melihat dengan sekilas.
"Iya, ku harap juga beg-. . . "
"Hey, kalian baik-baik saja. Apa kalian terluka?" seorang pria berambut pirang yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua. Pria berambut pirang yang seenaknya memotong suara Tsubaki saat menjawab perkataan Sona.
Sona terkejut mendapati ada manusia ditempat ini, padahal dengan kekkai yang mereka buat seharusnya sudah pasti membuat manusia menjauh, karena kekkai yang mereka buat juga mengeluarkan hawa yang membuat manusia merasa tidak nyaman.
Sona hendak berdiri, memaksakan diri walau kondisi tubuhnya sangat kelelahan, namun usahanya dicegat oleh suara lain, suara seorang perempuan.
"Jangan memaksakan dirimu, tubuhmu sangat kelelahan. Lebih baik duduk saja dulu dan beristirahat sebentar" Perempuan bersurai indigo panjang membuat Sona terpaksa menuruti saja karena memang benar apa yang dikatakannya.
Sona yakin sekali bahwa dua orang yang datang dan ingin membantunya ini adalah manusia asli, bukan makhluk supranatural seperti mereka yang notabenenya adalah iblis, karena Sona tidak sedikitpun merasakan energi supranatural terpancar dari tubuh kedua orang yang tiba-tiba saja datang.
"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian bisa ada disini?" Tanya sona dengan wajah serius karena tidak menyangka ada dua manusia yang datang.
"Tenang lah, kami hanya pengembara yang kebetulan sedang berada di kota ini. Melihat kalian yang sedang kesusahan, jadi kami berniat menolong" jawab si pemuda berambut pirang.
Sebenarnya niat Naruto bukan hanya untuk menolong, dia juga ingin membuat hubungan baik dengan Sona dan temannya. Walaupun aura tidak mengenakkan terpancar dari tubuh mereka saat menggunakan mode Sennin, tapi ketika Naruto menggunakan mode Kyubi untuk memastikan, Naruto tidak mendapatkan sedikitpun niat jahat. Jadi membuat hubungan dengan mereka mungkin menjadi hal yang bagus untuk dirinya dan Konoha ditempat baru yang penuh dengan makhluk supranatural berbahaya ini.
". . . . "
Mendapati tatapan menyelidik tidak percaya dari Sona, Naruto buka suara lagi.
"Perkenalkan aku Uzumaki Naruto" Naruto memperkenalkan diri dahulu agar terkesan lebih sopan demi menunjukkan iktikad baiknya.
"dan aku Hyu- . . . "
"Dia Uzumaki Hinata" potong Naruto memperkenalkan istrinya serta merta mengancungkan jempol ke arah Hinata.
"Umm, aku Sona Sitri. Ketua OSIS di sekolah ini. Kalian em . . . . ." Sona bingung ingin melanjutkan perkataannya.
"Tidak usah heran begitu. Kami manusia asli, dan kami juga tahu kalau kalian bukan manusia tapi makhluk supranatural"
"Eh, bagaimana bisa manusia seperti kalian tahu tentang kami?" Sona terkejut dengan penuturan Naruto. Apalagi melihat Naruto mengatakannya dengan enteng, tanpa ada ketakutan atau terselip perasaan aneh. Seperti sudah biasa berurusan dengan makhluk yang bukan manusia saja. Otak jenius Sona belum bisa menebak apapun tentang dua manusia yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Bagaimana yah menjelaskannya? Walau kami manusia biasa tapi kami ini memiliki kemampuan untuk membedakan mana manusia dan mana yang bukan"
"Kemampuan seperti apa?" tanya Sona penasaran.
"Pengguna chakra"
"Apa itu chakra?"
"Pokoknya suatu bentuk energi, mungkin mirip dengan bentuk energi supranatural yang kalian gunakan" jawab Naruto seadanya, dia bukanlah orang yang ahli menjelaskan sesuatu.
". . . . ." Sona masih belum percaya dan mengerti dengan penjelasan singkat Naruto.
"Wajar sih kalau kau masih belum mempercayai kami. Tapi beneran, kami tidak bermaksud apa-apa. Aku yakin kalian orang baik, karena kalian telah berusaha melindungi kota ini dengan kekkai yang kalian buat tadi" Naruto berkata santai, berusaha meyakinkan Sona kalau dia tidak bermaksud buruk.
"Bagaimana bisa kalian tahu kalau kami membuat kekkai?" Sona kembali dibuat terkejut. Belum habis keterkejutannya tentang identitas sebenarnya Naruto dan Hinata, sekarang ditambah lagi kalau apa yang dilakukan Sona sudah diketahui dua manusia didepannya.
"Anoo, mataku memiliki kelebihan jadi aku bisa melihat semua yang terjadi didalam kekkai kalian" sahut Hinata menjawab pertanyaan Sona.
"Aku belum bisa percaya pada kalian berdua" kata Sona dengan tampang serius.
"Tidak apa-apa. Aku juga tidak memaksa kau untuk percaya" kata Naruto lagi santai. Berharap agar suasana tegang karena kedatangan mereka berdua dan keterkejutan Sona bisa sedikit reda.
"Heh, hanya tikus-tikus kecil ternyata" Seseorang yang memakai armor naga putih bersayap biru tanpa helm sehingga dapat dilihat dengan jelas wajah orang itu. Seorang pria berambut perak dan dia sedang terbang dan membawa seonggok tubuh yang sudah tidak berdaya dibahunya.
Perkataan pria berambut perak sontak menghentikan perbincangan empat orang tadi. Dengan cepat Naruto, Hinata, Sona, dan Tsubaki menoleh pada pria berambut perak yang sedang melayang dengan angkuhnya.
"Kau... Untuk apa kesini? kau apakan teman-temanku?" Sona bertanya serius pada pria yang disebut Sang Hakuryoku.
Sona tahu bahwa orang yang menjadi lawan bicaranya memiliki sacred gear yang termasuk dalam kategori longinus. Dan dia juga tahu kalau naga yang bersemayam dalam sacred gearnya adalah rival abadi dari naga merah yang di tubuh salah satu peerage sahabatnya, Rias. Dia takut kalau pria itu datang untuk bertarung dengan bidak Rias, dan jika itu terjadi pasti Rias juga dalam bahaya.
"Aku tidak melakukan apapun pada temanmu, Sekiryutei itu masih lemah. Aku tidak mau bertarung dengan orang lemah. Aku kesini hanya ingin menangkap dia" kata sang hakuryoku menunjuk orang yang dibawanya, "Kokabiel telah berkhianat pada atasanku yaitu Azazel sang gubernur malaikat jatuh dan dia melakukan hal ini atas keinginannya sendiri bukan perintah dari Azazel" lanjutnya memberitahukan tujuannya datang ke Kuoh.
Sona meneguk ludah menghadapi lawan bicaranya sekarang. Wakilnya, Tsubaki juga begitu. Mereka ketakutan karena baru pertama kali bertatapan langsung dengan hakuryoku yang katanya disebut-sebut sebagai pemegang Sacred Gear Divine Dividing terkuat yang pernah ada selama beberapa generasi. Sedangkan Naruto maupun Hinata, masih tenang dan santai tanpa takut sedikitpun. Tidak ada yang menakutkan bagi Naruto dari orang yang belum dikenalnya apalagi tidak dia ketahui sama sekali siapa orang itu. Wajar saja, karena Naruto masih dalam mode normal jadi tidak merasakan bagaimana kuat hakuryoku.
"Aku singgah sebentar disini hanya penasaran dengan laki-laki berambut pirang itu" katanya sambil menunjuk Naruto.
"Eh, aku? Kenapa dengan aku?" kata Naruto bingung dan menunjuk wajahnya sendiri.
"Hampir sebulan yang lalu, aku merasakan pancaran kekuatan yang sangat besar didekat sini dan aku ingin mengajaknya bertarung. Aku merasa bahwa energi dari tubuhmu sama persis dengan pancaran kekuatan waktu itu ketika kebetulan lewat disini" kata hakuryoku pada Naruto.
'Sialan pria aneh itu, bisa jadi buruk kalau ada yang mengetahui tentang identitasku? kalau begini Konoha mungkin akan ikut terseret dalam bahaya' pikir Naruto waspada dalam benaknya, tapi masih menunjukkan tampang bingungnya didepan orang disekitarnya agar tidak ada yang curiga. Naruto juga memberi isyarat pada Hinata untuk tetap tenang dan tidak bicara dulu.
"Tapi kekuatanmu terasa sangat lemah. Aku jadi tidak yakin itu kau?" lanjut Hakuryoku lagi mengejek dengan sinis.
'Heeeeh, Syukurlah. Kalau aku dalam mode bertarung, pasti dia sudah mengenali bahwa yang dia maksud itu aku' Naruto merasa lega dalam hati
"Tapi tetap saja aku harus mencobanya" tambahnya lagi membuat Naruto kembali bingung. Begitu pula dengan tiga perempuan didekatnya.
Hakuryoku dalam mode balance breker yang menggunakan armor naga putih bersayap biru membuat lingkaran sihir ditelapak tangan dan diarahkan pada Naruto.
Naruto tambah bingung dengan tingkah hakuryoku. Berbeda dengan Sona dan Tsubaki yang tahu apa yang akan menimpa mereka.
"Kalau kau selamat dari ini berarti tidak salah, bahwa kau orang yang kumaksud" kata hakuryoku dengan nada angkuh.
Dari lingkaran sihir yang dibuat hakuryoku, demonic power berkekuatan besar ditembakkan langsung yang tidak hanya ditujukan untuk mencoba kekuatan Naruto, tapi juga sekaligus dengan tiga orang perempuan didekatnya, Hinata, Sona, Tsubaki. Karena dengan begitu Naruto akan menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya jika dia ingin melindungi orang didekatnya.
BOOOOOMMMMM.
Sebuah kawah besar tercipta, dengan lebar 50 meter disamping Kuoh Gakuen. Tidak menyisakan apapun disana, tidak ada mayat dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Target tembakan demonic power sang hakuryoku lenyap tak bersisa.
Puas dengan hasil karyanya, Vali Lucifer nama asli dari hakuryoku pergi dari situ tanpa mempedulikan bahwa salah satu gadis yang dia serang adalah adik dari salah satu Maou. Kalau sampai mati, maka urusannya pasti akan panjang mengingat maou itu, Serafall Leviathan mengidap sister complex akut. Dia bisa saja mengamuk jika adiknya sampai terluka apalagi terbunuh. Belum ada yang pernah melihat sisi mengerikan dari Serafall, karena dia hanya menunjukkan sisi childish selama hidupnya sampai sekarang.
To be Continued. . . .
Note : Nah, udah chap 9 baru Sona muncul, agak telat sih. Sona merupakan salah satu tokoh utama dari DxD Universe yang akan terlibat jauh dalam masalah yang dihadapi Naruto. Peran Sasuke juga belum terlalu kelihatan, tapi jelas dia juga pasti memiliki peran penting nantinya.Chap ini pendek lagi yah, maaf dulu karena hanya segini hasil usahaku.
Author Note ini akan panjang lagi nih. Aku ga nyangka ada banyak yang ngeributin masalah perbandingan power and ability antara chara Naruto dengan DxD. Terutama Juubi dengan Great Red, selain itu masih juga di debat mengenai kekuatan Naruto, Kaguya dan lainnya. Gpp, itu hak kalian. Kalau aku sendiri menyikapinya begini, tidak pernah ada satupun acuan resmi yang dapat digunakan sebagai bahan pembanding kekuatan dari chara yang berbeda mangaka. Oleh karena itu, kita bebas mau berpendapat seperti apa, asal jangan dijadikan penyebab perdebatan. Salah satu reader memberitahuku lewat PM kalau hal seperti ini wajar diluar negri, perang antar fans fanatik chara superhero. Tapi kuharap tidak memanas untuk wilayah Indonesia. Jangan sampai seperti shipwar, perang pair beberapa tahun lalu. Yang katanya sempat heboh besar kala itu, walau aku sendiri belum tau FFN saat itu. Aku baru tahu ada FFN pas akhir tahun 2014, ketika Naruto udah tamat.
Pokoknya disini aku mau katakan kalau tema fic ini bukan hanya ajang untuk adu kekuatan. Ini fic tentang perjuangan. Jadi kalaupun ada perbandingan kekuatan yang menurut kalian tidak benar, ku harap tidak usah diperdebatkan. Semua yang kubuat, termasuk salah satunya konversi kekuatan chara One Piece dengan Naruto pada arc kemarin sudah ku pikirkan matang-matang demi kebutuhan cerita. Dan kalaupun ku buat konversi seperti itu, akan ku buat seadil-adilnya.
Contoh gini, ada yang protes kalau busoshoku haki dapat merusak pelindung godoudama, katanya ini adalah hal yang salah. Tapi aku juga buat senjutsu mampu menyerang tubuh pengguna buah iblis tipe logia dan tidak ada yang protes tentang itu. Setahu ku kalau tubuh pengguna buah iblis tipe logia tidak bisa diserang secara fisik, kecuali haki atau air laut dan batu laut. Nah, Naruto ga punya haki sama sekali, di awal pertarungan Naruto belum menggunakan air laut dan juga tidak membekali diri dengan batu laut. Jadilah ku buat senjutsunya Naruto dapat melukai tubuh pengguna buah iblis tipe logia. Ku rasa itu sudah cukup fair.
Dalam cerita ini, aku tidak mempermasalahkan teori asal usul haki dan chakra seperti apa. Mau haki dari energi spiritual dan chakra itu dari alam sehingga seharusnya lebih kuat yang mana, itu bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Seperti sudah ku sebutkan sebelumnya, tidak ada acuan resmi untuk membandingkan jenis energi spiritual dari anime yang berbeda-beda. Oleh karena itulah, aku tidak pernah membuat teori tentang perbandingan energi spiritual dalam fic ini, karena aku yakin hal seperti itu hanya akan jadi bahan perdebatan. Begitupula dengan demonic power atau holy light nantinya. Aku hanya memakai pengaplikasian energi spiritual untuk bertarung, tanpa mempedulikan teori asal usulnya.
Salah satu acuan yang sering digunakan oleh kita untuk membandingkan kekuatan chara ialah dampak kerusakan akibat kekuatan chara di arena pertarungan. Itu tidak resmi dan menurutku, itu juga tidak baku. Sebab ada dalam anime Majutsu Index, Accelerator sang esper Lv5 terkuat yang mampu melenyapakan seluruh kekuatan militer dunia dalam sekejap, bisa dikalahkan sekali pukul oleh Kamijou Touma si Lv0, pemilik tangan kanan imagine breaker yang pukulannya hanya bisa membuat tubuh bebak belur saja, tidak bisa merobohkan gedung.
Selanjutnya, aku kok dituduh melemah-lemahkan Naruto dan menjelek-jelekkannya ya? ;( , Hahahaa, gpp, aku ga marah karena mungkin deskripsi AN chap sebelumnya masih belum jelas. Aku juga tidak menganggap hal itu flame, setelah aku mencari pengertian sebenarnya dari flame.
Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin pertarungan yang seimbang saja. Coba anda baca lagi dengan teliti dan maknai dengan benar maksud tulisanku sebelumnya. Aku menuliskan bahwa aku membuat Naruto kelihatan lemah dengan cara membatasi kekuatannya, contohnya menggunakan konversi, dengan tujuan agar Naruto bertarung seimbang dengan chara dari anime lain. Itu dapat diartikan bahwa Naruto yang sesungguhnya jauh lebih kuat dari deskripsi dalam fic ini, berarti pula aku mengakui bahwa Naruto itu memang benar-benar hebat, dalam artian "Godlike". Kalau seperti itu, dari sisi mananya dan atas dasar apa sehingga aku dituduh melemahkan atau meremehkan kekuatan Naruto dan menjelek-jelekkan anime Naruto?
Ditujukan kepada salah satu reviewer. Sebelumnya maaf kalau aku tulis jawaban anda disini dan jika membuat anda sedikit malu didepan reviewer yang lain. Jika saja anda log ini, pasti aku balas lewat PM. "Naruto lemah, dan tidak akan bisa menciptakan perdamaian?" Memangnya kapan aku pernah menuliskan tujuan Naruto menciptakan perdamaian? Misi Naruto bukan itu, udah ku tulis di AN chap3 jauh-jauh hari. Aku memang senang sekali mendapat review, tapi alangkah lebih baik jika anda baca dulu isi fic semuanya sampai tuntas baru anda memberi review sehingga tidak timbul hal-hal negatif. Aku yakin, author lain pun sepemikiran denganku tentang hal ini. Lalu "Kekuatan Naruto mainstream?" Bukan, tapi di fic ini kekuatan Naruto original. Kalau anda beranggapan begitu, berarti anda menganggap karya MK mainstream dong? Aku juga mengutip tulisan salah seorang "author senior", menurutnya mainstream itu bukan terletak pada bagaimana kekuatan chara atau siapa pairnya tapi pada bagaimana ide dan alur cerita buatan auhtornya. Sehingga, bisa kita simpulkan lebih mainstream mana, Naruto datang ke DxD menciptakan perdamaian atau hal lain? Kemudian anda minta tambahin kekuatan Naruto dengan rinnegan atau sharingan, menurutku itulah yang namanya ide mainstream. Sudah banyak sekali fic yang Narutonya punya doujutsu itu. Lagipula kalau Naruto punya doujutsu, untuk apa Sasuke ikut? Dia jadi apa kalau semua peran udah diembat Naruto? Aku membawa Sasuke dan seluruh Konoha ikut kedunia baru bukan tanpa tujuan loh ya. Akhiran, aku juga minta maaf kalau membuat anda tersinggung. Kamu juga udah minta maaf bersamaan dengan review kamu. Ya, pokoknya kita saling memaafkan saja. Hehheeee.
Kesimpulanku, cerita fiksi manga, anime, beserta fanfic-fanfic nya itu hanya berada di dunia imajinasi. Dan di dunia imajinasi tidak ada yang namanya "Kebenaran Mutlak". Dunia imajinasi hanyalah pelarian dari pemikiran, kesenangan, keinginan dan impian kita, yang belum bisa atau tidak bisa atau tidak akan mungkin bisa kita wujudkan di dunia nyata. Iya kan? Jadi tidak usah kita saling menyalahkan atau melebih-lebihkan apa yang ada di pikiran dan pendapat kita masing-masing. Karena jelas sekali bahwa dunia imajinasi itu bersifat subjektif. Tergantung siapa yang berimajinasi, maka dialah yang merasa paling benar. Intinya, lebih baik kita nikmati saja dunia imajinasi itu, tidak usah memikirkan yang lain apalagi bikin perdebatan. Jadi, masih adakah yang ingin menperdebatkan kesimpulanku ini?
Tapi tenang saja, harap sabar kalau ada yang merasa Naruto memang benar-benar lemah. Pasti ada saatnya di fic ini, Naruto akan menunjukkan wujud dari kekuatan yang sesungguhnya, yang tidak pernah terbayang oleh siapapun.
Terus, ternyata ada beberapa reviewer yang kelihatan tertarik dengan konsep multiuniverse dan multipleXover yang ku buat. Aku berterima kasih sekali untuk apresiasinya. Tapi sekali lagi ku tegaskan ini bukan gabungan banyak anime. Kalau ada reviewer yang meminta melanglang keanime tertentu, aku agak susah mengabulkannya. Selain karena menurutku udah kelewatan dan menyalahi aturan jika menggabung banyak anime, aku sendiri bukan otaku yang banyak tahu tentang anime. Tidak mungkin kan aku bisa membuat cerita dari anime yang aku saja tidak tahu? Adanya konsep universe dari anime lain, itu menyesuaikan dengan misi yang sedang dilakukan Naruto dan Hinata. Sebenarnya anime apapun bisa masuk kedalam cerita ini asal aku sebagai author tahu tentang isi anime itu. Tapi aku pun punya sedikit kriteria kalau memasukkan anime lain kedalam fic ini, yakni chara-chara anime lain itu harus mampu mengimbangi kekuatan Naruto dan ada benda berharga dalam anime lain itu. Contohnya One Piece, di anime itu chara-charanya kuat dan ada harta karun berharga yang diperebutkan, iya kan?
Akhirnya, saya masih newbie jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.
