Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : T
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Ahad, 25 Oktober 2015
Happy reading . . . . .
Sebelumnya . . . .
BOOOOOMMMMM.
Sebuah kawah besar tercipta, dengan lebar 50 meter disamping Kuoh Gakuen. Tidak menyisakan apapun disana, tidak ada mayat dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Target tembakan demonic power sang hakuryoku lenyap tak bersisa. Puas dengan hasil karyanya, Vali Lucifer nama asli dari hakuryoku pergi dari situ tanpa mempedulikan bahwa salah satu gadis yang dia serang adalah adik dari salah satu Maou.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 9. Konoha .
-Taman Kota Kuoh-
Sona membuka matanya, melihat keadaan sekitar.
Ketika Vali sang hakuryoku menembakkan demonic power yang sangat kuat ke arah mereka, Sona sudah pasrah dan menutup mata. Dia dalam kondisi yang sangat lemah sehingga tidak bisa membuat pertahanan apapun dengan kekuatannya. Walaupun sempat, dia juga tidak yakin bisa menahan serangan vali yang begitu kuat.
Hal yang ia dapat setelah membuka mata ialah tempat yang tenang, sebuah taman di pusat Kota Kuoh. Dia tidak menyangka masih bisa selamat dari serangan tadi. Tapi bagaimana caranya dia bisa selamat dan siapa orang yang telah menyelamatkannya?
"Huuh, syukurlah kita tidak kenapa-kenapa. Untung saja aku sempat kabur menggunakan hiraishin dan disini kebetulan tertanam satu segel hiraishin yang kupasang untuk jaga-jaga" kata Naruto setelah bernafas lega.
Naruto tahu kalau serangan pria berambut perak tadi cukup kuat dan bisa saja melukai tiga perempuan yang ada didekatnya. Tapi instingnya tidak mengijinkan dirinya untuk bertarung sekarang. Kabur menjadi pilihan terbaik agar identitasnya sebagai pendatang baru di dunia yang penuh makhluk supranatural tidak secepat ini terbongkar. Begitulah Naruto yang sekarang, lebih mampu bersikap dewasa dan berfikir rasional. Tidak seperti dahulu yang akan langsung melawan siapapun yang berani menantangnya.
"Um, syukurlah Naruto-kun. Kita masih selamat" kata Hinata menanggapi pernyataan Naruto. Dia juga merasa lega walau tadi sempat terkejut karena tanpa persiapan apa-apa, mereka langsung diserang begitu saja.
Tepat ketika serangan Vali hampir mengenai mereka berempat, Naruto memegang pundak Sona dan Tsubaki dengan kedua tangannya, lalu membawa mereka ikut bersamanya berteleport menggunakan teknik Hiraishin. Sedangkan Hinata, didalam tubuhnya masih ada chakra kyubi yang diberikan Naruto dahulu sehingga secara teknis Naruto dan Hinata terhubung walau secara fisik tidak ada kontak sama sekali. Karena itulah Naruto bisa membawa Hinata ikut berteleport tanpa harus menyentuhnya.
"Hey, kalian baik-baik saja kan?" tanya Naruto pada dua gadis yang dibawanya berteleport sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Sona. Dua gadis yang ditanyai Naruto masih setia dengan tatapan bengong sejak mereka membuka mata.
"Ehh, , , , , ya. Aku baik-baik saja" Sona segera mengakhiri kegiatan bengong yang barusan dilakukannya. Hal yang cukup memalukan untuk dirinya.
Tidak ada dalam sejarah Keluarga Iblis Sitri, ada anggota keluarga yang pernah menampakkan tampang seperti itu. Mereka selalu menunjukkan tampang pemikir setiap menghadapi masalah apapun, tidak pernah terkejut karena otak jenius mereka selalu dengan cepat merespon kejadian apapun didepan mata mereka. Namun pengecualian untuk Sona saat ini. Bagaimana tidak? Baru pertama kali dia berada diambang kematian, tapi untung masih bisa selamat.
"Tapi kenapa kita bisa ada disini?" tanya Sona setelah otaknya berhasil menguasai dirinya kembali.
"Sebelum serangan dari orang gila berambut perak tadi mengenai kita, aku membawa kita semua berteleport kesini. Jadi kita selamat" jawab Naruto dengan santai.
"Ah, kalau begitu berarti kalian yang menyelamatkan kami?" tanya Tsubaki setelah berhasil menguasai diri dan mengatasi keterkejutannya juga.
"Mungkin bisa dibilang begitu" kata Naruto dengan nada malu-malu.
"Terima kasih, kami berhutang budi pada kalian, Uzumaki-san" sahut Sona berusaha sopan.
"Ahahahaaa. . . . . Tidak usah seperti itu, aku tidak mengharap balasan ketika menolong orang lain"
"Tidak, apa-apa. Kalau kalian butuh sesuatu, katakan saja padaku" Sona sedikit memaksa untuk balas budi.
"Tapi, aaah. . . Beneran nih tidak apa-apa?" kata Naruto meyakinkan pendengarannya.
"Iya, beneran" balas Sona.
"Sebenarnya sih ada satu hal. Emm, , , , kami pengembara yang baru tiba disini, dan kami belum menemukan tempat untuk bermalam"
"Oh, pas sekali. Kalau itu aku bisa membantumu. Kebetulan bangunan apartemen yang berada diseberang jalan apartemen tempat tinggalku sedang ada kamar kosong. Kalau kalian mau, kalian bisa ku antarkan kesana dan langsung menempatinya mulai malam ini juga" kata Sona menunjukkan sikap baiknya.
Apa yang baru saja dikatakan Sona, berbeda jauh dengan apa yang sedang dipikirkannya. Sona merasa dirinya harus tetap waspada dan tidak boleh percaya sepenuhnya pada dua orang yang menolongnya.
Vali sang hakuryuko mengatakan bahwa dia merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar, yang mirip sekali dengan kekuatan yang terpancar dari tubuh Naruto. Dan sekarang terbukti Naruto berhasil selamat bahkan menyelamatkan tiga orang disampingnya, berarti memang benar apa yang dikatakan Vali bahwa Naruto pernah datang ke Kota Kuoh sekitar sebulan yang lalu. Berbeda jauh dengan penuturan Naruto bahwa dia dan teman perempuannya adalah pengembara yang baru saja tiba di Kuoh malam ini.
Oleh karena itulah, Sona memberikan tawaran pada Naruto dan Hinata untuk tinggal di apartemen tidak jauh dari tempat tinggalnya sendiri. Tujuannya tidak lain adalah agar dia lebih mudah mengamati dan mengawasi apa yang dilakukan oleh dua orang yang baru saja bertemu dengannya dalam sebuah pertemuan yang menurutnya tidak wajar. Tidak ada yang wajar ketika dua orang manusia yang seharusnya menjauh dari kekkai buatannya, tiba-tiba datang mendekat dan menolong iblis seperti dirinya dan bahkan menyelamatkan dirinya pula, dah parahnya lagi dua pengembara itu tahu tentang eksistensi makhluk supranatural seperti mereke. Begitu pemikiran kritis Sona.
"Ah, ya. Benarkah, kalau begitu aku mau. Iya kan Hinata?" Naruto langsung senang, dia dan istrinya bisa tidur layak untuk malam ini.
Hinata hanya membalas dengan anggukan walau Hinata merasa kurang enak dengan sikap sok akrab Naruto pada dua gadis iblis didepannya." Tapi apa tidak merepotkanmu, kalian baru saja kelelahan karena membuat kekkai" kata Hinata karena masih khawatir dengan kondisi dua gadis itu.
"Tidak apa-apa, sekalian aku juga ingin langsung pulang ke apartemenku" jawab Sona sedikit berbohong.
"Benarkah? Kalau begitu, bisa tunjukkan jalannya pada kami?" kata Naruto antusias menerima tawaran bantuan dari Sona.
"Tidak perlu." jawab Sona, lalu mengalihkan pandangannya pada temannya, "Tsubaki, buat lingkaran sihir teleport kedepan apartemenku"
"Baik Kaicho"
Menerima perintah itu, Tsubaki segera membuat lingkaran sihir ditanah yang memuat tubuh mereka berempat dan membawa mereka pulang keapartemen yang mereka tuju.
.
.
.
-Pulau Melayang Konoha-
Siang hari yang tenang di Konohagakure. Desa daun tersembunyi yang dulunya teletak ditengah hutan Hi no Kuni, namun sekarang Konohagakure adalah desa tersembunyi di dalam kekkai buatan. Mengarah kesebuah ruangan, ruangan kerja Hokage.
Tampak Kakashi, Sang Rokudaime Hokage dengan serius menatap dokumen-dokumen dan tumpukan kertas didepannya, walau pikirannya tidak sedikitpun tertuju pada benda-benda yang disebut laknat oleh setiap gerenasi hokage. Saat ini Kakashi tidak perlu menandatangani semua dokumen seperti pekerjaan hokage-hokage sebelumnya. Tidak ada lagi dokumen yang harus diurus, karena sekarang dunia shinobi hanya menyisakan Konoha saja. Pekerjaannya sebagai hokage lebih sedikit, tidak perlu mengurus hubungan bilateral antar negara atau pembangunan negara, tidak perlu mengurus permintaan misi dan hal-hal lain yang menjadi tugas Hokage terdahulu. Yang perlu dipikirkannya sekarang hanyalah memenuhi kebutuhan warga Konoha akan bahan makanan dan pakaian.
Namun walaupun pekerjaan Hokage telah berkurang banyak sejak kiamat dunia shinobi, Kakashi punya banyak hal yang harus dipelajari. Mempelajari cara hidup manusia didunia baru untuk kepentingan rencana jangka panjang yang dia usulkan, yaitu memindahkan seluruh warga sipil Konoha ke kota Kuoh dan kota lain di sekitarnya. Mengurus masalah kependudukan, bagaimana caranya menipu pemerintah kota-kota itu agar tidak menyadari adanya ledakan jumlah penduduk tiba-tiba nantinya. Juga mengajari warga sipil Konoha yang akan dipindah tentang cara hidup manusia didunia baru dengan keterampilan-keterampilan yang berguna untuk mencari pekerjaan disana nanti.
Selain masalah kependudukan Konoha, masih ada hal penting lain yang harus Kakashi pelajari yang tentu saja membuat kepalanya pusing. Tentang hal-hal berbau supranatural yang eksistensinya tidak diketahui oleh manusia di dunia baru mereka. Makhluk-makhluk yang katanya memiliki kemampuan bertarung hebat dan terobsesi mengendalikan umat manusia. Hal ini tentu menjadi masalahnya juga.
Sebagai Hokage, Kakashi tidak terlalu mempedulikan apapun urusan makhluk-makhluk supranatural atau umat manusia didunia baru ini yang terancam. Namun karena Konoha sudah menjadi bagian dari dunia baru ini, dan warga sipil Konoha yang notabene adalah manusia biasa merupakan tanggung jawab penuh yang harus diembannya, maka mau tidak mau, suka tidak suka, Kakashi harus mempersiapkan diri jika hal yang tidak dinginkan terjadi. Kakashi tidak akan membiarkan jika warga sipil Konoha sampai menjadi korban perselisihan makhluk supranatural. Kakashi tidak boleh melakukan kesalahan, karena itulah dia harus belajar tentang sistem kehidupan dunia baru mereka.
Tepat dihadapan Kakashi sekarang, diatas meja kerjanya, sudah ada sebuah laporan penting. Laporan yang ditulis langsung oleh Uchiha Sasuke, murid didikannya. Laporan berisi rangkuman hasil misi pengumpulan informasi yang dilakukan Sasuke selama tiga minggu. Kakashi langsung saja membacanya tanpa mempedulikan tumpukan dokumen lain lagi.
Didalam laporan itu tertulis secara garis besar, makhluk supranarutal terbagi menjadi 3 kelompok utama. Mereka menyebut diri mereka sebagai fraksi malaikat, malaikat jatuh, dan iblis. Masing-masing memiliki sejarah panjang yang secara detail dijelaskan dalam halaman selanjutnya.
Setelah itu Kakashi membaca seluruh sejarah fraksi dari awal mula mereka, perselisihan tiga fraksi itu hingga tentang Great War yang terjadi ratusan tahun lalu. Kakashi dapat menyimpulkan dari laporan Sasuke bahwa sampai sekarang perselisihan ketiga fraksi itu belum selesai.
Selain itu, ada juga informasi tentang eksistensi makhluk supranatural lainnya yang disebut naga, dari kelas yang terkuat hingga kelas-kelas dibawahnya. Semua dijelaskan dengan detail dalam laporan itu. Dan selanjutnya tentang sacred gear, sebuah artefak yang didalamnya tertanam suatu eksistensi supranatural berkekuatan besar, yang paling utama adalah tentang 13 sacred gear tipe longinus sebagai sacred gear terkuat yang pernah ada. Lalu juga ada informasi tentang mode balance breaker dan informasi lainnya dari penggunaan sacred gear itu.
Bagian selanjutnya adalah eksistensi lain selain tiga fraksi yaitu kaum youkai yang bermukim di kota yang bernama Kyoto, tidak terlalu jauh dari Kuoh. Ada bangsa vampire, serta berbagai eksistensi lain seperti yang disebut-sebut oleh mereka sebagai dewa-dewi mitologi seperti dari Yunani, India, Cina, Mesir dan lain-lain.
Bagian akhir dari laporan sasuke berisikan lampiran daftar orang-orang yang memiliki kekuatan besar seperti pemimpin tiap fraksi, pemegang sacred gear tipe longinus, pemimpin kaum-kaum supranatural lain, beberapa dewa mitologi bahkan hingga keberadaan kelompok-kelompok penjahat seperti Chaos Brigade, Old Satan Faction, dan Hero Faction. Ada nama dan data-data lainnya serta yang pasti beberapa hal tentang kekuatan bertarung mereka. Informasi kekuatan bertarung itupun dirasa Kakashi belum lengkap, karena biar bagaimanapun Kakashi selalu berpikir bahwa orang-orang kuat tidak akan menunjukkan semua kemampuannya jika tidak dalam keadaan terdesak.
Dengan laporan itu, Sasuke telah membuktikan dirinya sebagai ninja yang nomor satu dalam mengumpulkan informasi penting dan sangat berbahaya dalam waktu singkat. Kejeniusan otaknya, kekuatan mata yang luar biasa dan teknik melintasi dimensi miliknya serta genjutsu tingkat tinggi yang mampu membaca isi pikiran orang lain membuat Sasuke sanggup mendapatkan informasi rahasia seperti apapun.
Semua hal baru yang harus dipelajari, termasuk permasalahan antar makhluk supranatural itu membuat Kakashi semakin pusing. Belum hilang rasa pusingnya, muncul orang yang pasti membawa informasi baru bersama kedatangannya, Uchiha Sasuke si pembuat laporan itu sendiri.
"Sasuke, apa kau tidak bisa lewat pintu hah? Jangan bertindak seenaknya seperti Naruto" sungut Kakashi kesal karena cara kedatangan murid didiknya itu yang sangat tidak wajar.
"Hn" Sasuke mendengus singkat karena dirinya disamakan dengan si idiot Naruto.
"Ada informasi apalagi? Aku saja belum selesai membaca semua laporan hasil misimu" tanya Kakashi pasa Sasuke yang muncul tiba-tiba.
Sasuke datang langsung ke ruang kerja Hokage dengan melewati portal dimensi miliknya, tidak jauh berbeda dengan teknik kamui. Jika Sasuke datang dengan cara seperti itu, pasti ada hal penting yang akan Sasuke sampaikan dan harus Kakashi dengarkan dengan segera.
"Perselisihan antar fraksi semakin memanas. Salah satu petinggi fraksi malaikat jatuh menyerang Kota Kuoh tadi malam. Ternyata kota Kuoh adalah teritori kekuasaan salah satu keluarga iblis besar"
"Haaah, kalau begini aku harus mencari kota lain sebagai kota tujuan untuk rencana urbanisasi warga sipil kita" bertambah satu beban untuk Kakashi pikirkan.
"Hn. . . Kokabiel, nama petinggi malakat jatuh yang melakukan penyerangan. Dia berencana ingin memulai peperangan seperti sejarah Great War didunia ini. Dengan menyerang salah satu teritori kekuasaan iblis, dia yakin bisa memicu perang baru. Tapi rencananya gagal, karena salah satu pemegang sacred gear longinus tiba-tiba datang menghabisinya" kata Sasuke melanjutkan ceritanya.
"Lalu, bagaimana reaksi fraksi-fraksi itu?" Kakashi jadi antusias menerima informasi baru dari Sasuke. Mau bagaimana lagi, hal ini cukup penting karena letak pulau melayang Konoha tidak terlalu jauh dari Kota Kuoh.
"Seperti yang ku katakan tadi, perselisihan mereka makin panas. Empat pemimpin tertinggi fraksi iblis sudah melakukan pertemuan mendadak tepat setelah insiden penyerangan itu terjadi. Fraksi malaikat jatuh kelihatannya masih belum melakukan apa-apa. Menurut rumor, insiden penyerangan kokabiel adalah atas kehendaknya sendiri tanpa persetujuan petinggi malaikat jatuh lainnya. Bisa dikatakan kalau dia berkhianat pada kaumnya sendiri. Sedangkan fraksi malaikat walau tidak terlibat langsung dalam insiden itu, tapi senjata suci milik fraksi malaikat lah yang menjadi sumber masalah utama dalam insiden itu, jadi mereka pasti akan ikut terseret juga"
"Kupikir jika begini, kita mungkin harus lebih cepat menunjukkan eksistensi kita pada mereka"
"Kakashi sensei, kau berniat ikut terlibat dalam perselisihan mereka?" tanya Sasuke heran dengan keputusan cepat yang diambil gurunya.
"Tentu saja tidak. Tapi Konoha berada tidak jauh dari Kuoh. Kita bisa saja secara tidak sengaja terseret perselisihan mereka. Jika kita menunjukkan eksistensi dan seberapa besar kekuatan yang kita miliki, lalu membuat mereka tidak memandang kita sebelah mata. Maka kita akan disegani dan mereka pasti berpikir dua kali jika ingin menarik kita kedalam masalah mereka. Kita harus menunjukkan walau mereka adalah kelompok yang sangat besar, tapi mereka bukan lah yang superior. Kau mengerti maksud ku Sasuke?"
"Hn"
"Terus awasi pergerakan mereka!" perintah mutlak sebagai hokage kembali dilontarkan dari mulut Kakashi.
"Satu hal lagi yang penting. Naruto, dia juga ada Kuoh ketika insiden penyerangan itu terjadi" kata Sasuke memberikan informasi tambahan.
"Haaaah? Kenapa anak itu selalu muncul jika ada masalah besar" Kakashi cukup terkejut dengan berita ini.
"Kurasa tidak apa-apa, mungkin dia hanya kebetulan saja berada di Kuoh tadi malam. Aku yakin dia tidak terlibat sedikitpun dalam insiden itu" kata Sasuke menanggapi keterkejutan gurunya
"Kau yakin?"
"Yakin, keberadaannya di Kuoh baru saja dapat kurasakan sejak tadi malam. Kemungkinan besar, dia dan Hinata baru saja menyelesaikan perjalanan jauh mereka"
"Tapi kenapa dia tidak langsung pulang kesini saja?" kata Kakashi bingung dengan tingkah murid didikannya yang satunya lagi. Murid yang tidak pernah bisa dia atur, tidak pernah bisa dia tebak kelakuan dan perkembangannya. "Haaaah, semoga dia tidak melakukan hal ceroboh yang membuat keberadaan kita terancam" menghela nafas pasrah akan kelakuan muridnya itu, Kakashi berharap tidak ada hal buruk nantinya.
"Hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Naruto menjauh dari Konoha juga karena tidak ingin membahayakan kita. Ketika kita tiba di dunia ini, Naruto sudah menggunakan kekuatan penuh miliknya. Ku rasa karena itulah para makhluk supranatural itu tau tentang kedatangan kita dan tertarik mencari informasi tentang kita, dan Naruto pasti menyadari hal itu. Jika Naruto tetap di Konoha, makhluk-makhluk itu pasti lebih mudah mencari keberadaan kita. Naruto bukan lah orang bodoh jika sudah menyangkut keselamatan orang banyak. Dia selalu memikir keselamatan orang lain lebih dulu daripada keselamatan dirinya sendiri"
"Hmm, aku setuju denganmu. Baiklah, kau boleh pergi sekarang Sasuke"
"Hn". Setelah menjawab singkat, Sasuke segera beranjak keluar dari ruang hokage, namun sebelum memegang kenop pintu langkahnya terhenti,
"Tunggu sebentar Sasuke," kata Kakashi tiba-tiba
"Ada apa lagi?"
"Kau tidak berniat membuat Sakura menunggu lebih lama kan? Kapan kau melamarnya" Kakashi ikut campur urusan anak muda, padahal dia harusnya lebih memikirkan dirinya sendiri yang sampai sekarang pun masih melajang dan belum menikah.
"Apa maksudmu?" Sasuke tidak menyangka gurunya sedikit mencampuri urusan pribadinya.
"Shikamaru dan Temari akan menikah seminggu lagi. Ino juga sudah dilamar Sai"
"Gh, sekarang bukan waktu yang tepat. Aku masih punya banyak hal yang harus ku lakukan karena si Dobe itu seenaknya meninggalkan Konoha dan membebaniku dengan hal seperti ini"
"Jangan sampai kau menyesal nanti"
"Dia pasti akan menungguku." setelah itu Sasuke langsung meninggalkan Kakashi yang masih harus memperlajari banyak hal tentang dunia baru mereka.
To be Continued. . . .
Note : Pada AN chapter ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dahulu sebanyak-sebanyaknya kepada reviewer yang mau berbagi informasi tentang animemanga Naruto maupun LN HS DxD, terutama pada beberapa orang yang mau mendiskusikan dan membagi informasi langsung pada saya lewat PM. Tak lupa kepada kalian reviewer dan reader yang mengapresiasi dan membaca karya ini. Sekali lagi terima kasih kepada kalian semua yang namanya belum bisa saya sebutkan satu persatu sekarang. Selain itu, saya juga minta maaf karena isi chapter ini pendek lagi, seperti chapter sebelumnya.
Isi chapter ini hanya pertemuan pertama yang klasik antara Naruto dengan iblis muda, seperti yang sering kita jumpai pada kebanyakan fanfic sejenis. Tapi walau seperti itu, mereka tidak langsung mereka berteman kan? Naruto hanya berkenalan dengan Sona saja. Mau bagaimana lagi, daripada bertemu tidak sengaja dan bertabrakan dijalan hingga terjatuh seperti yang sering ada diroman-roman picisan, itu lebih tidak elit lagi kan? Yah, di chapter depan mungkin, baru akan dijelaskan akan seperti apa jalinan hubungan antara Naruto dengan Sona. Yang jelas bukan interaksi cinta-cintaan. Ingat, Naruto sudah punya istri. Dari chap ini juga akan ketahuan mengarah kemana peran dan perkembangan Konoha kedepannya dalam fic ini.
AN chapter ini tidak akan terlalu panjang, beberapa bahan perdebatan dan usulan reviewer telah saya diskusikan dengan orangnya langsung lewat PM. Dan untuk pertanyaan reviewer lain yang belum terjawab, akan anda dapatkan jawabannya sendiri jika terus membaca dan mengikuti perkembangan fic ini.
Akhirnya selamat menunggu chapter selanjutnya dan saya masih newbie jadi tetap mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.
