Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakan masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : T
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Rabu, 3 Nopember 2015
Happy reading . . . . .
Sebelumnya. . .
Diudara, pada ketinggian beberapa ratus meter. Sesosok yang tidak tampak jelas bagaimana rupanya ditengah kegelapan malam, melayang diudara seolah hukum gravitasi tidak berlaku pada tubuhnya.
'Akhirnya, kutemukan kalian' kata sosok itu setelah mengamati pertarungan beberapa anak muda melawan iblis liar di hutan dibawah dia melayang.
Tepat ketika sinar rembulan yang sebelumnya terhalang awan menyinari sosok itu, sekilas tampak seorang gadis berbadan mungil berambut hitam panjang dengan mata abu-abu berpakaian ala gothic, sebelum akhirnya sosok itu lenyap dalam ketiadaan.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 12. Pertemuan Tak Terduga dengan Sang Tak Terbatas.
-Kuoh Gakuen-
Melirik ke salah satu sudut di kota Kuoh, komplek Kuoh Gakuen yakni sekolah elit dengan bangunan megah bergaya eropa. Sekolah yang awalnya dikhususkan untuk pendidikan wanita sekarang telah bertransformasi menjadi sekolah campuran sejak beberapa tahun ini. Karena itulah, jumlah siswa yang mengenyam pendidikan disekolah ini didominasi oleh perempuan, bahkan Ketua OSIS nya pun juga seorang perempuan. Hari yang sudah hampir siang, jam istirahat pun sudah hampir berakhir sehingga lorong-lorong kelas tampak sedikit lebih sepi. Dan disalah satu lorong, terlihat lah dua orang gadis yang sedang berjalan berdampingan.
Sona Sitri sang Ketua OSIS Kuoh Gakuen berjalan dengan tenang bersama wakilnya, Tsubaki Shinra. Mereka berdua baru saja selesai mengadakan rapat OSIS. Bukan rapat untuk membahas kegiatan sekolah, melainkan rapat yang bertujuan untuk membahas dua manusia yang membantu mereka mengalahkan iblis liar jenis skull reaper tadi malam.
Ketika rapat, Sona mengaku pada semua anggota OSIS atau lebih tepat jika dikatakan peeragenya dalam urusan ini, bahwa dua orang manusia yang menolong mereka tadi malam hanyalah sepasang pengembara yang kebetulan sedang berada di Kuoh. Sona juga memberitahukan kalau dua manusia itu tidak sedikitpun melakukan hal mencurigakan selama dia mengamati dari seberang apartemennya. Hanya manusia dengan kehidupan normal yang mungkin memiliki sedikit kekuatan untuk melindungi diri. Itu saja, walau pertarungan yang Naruto dan Hinata tunjukkan cukup bagus dan hebat, tapi Sona merasa tidak ada yang terlalu istimewa dengan mereka. Tidak ada sacred gear yang terasa sehingga dapat dikatakan kalau Naruto dan Hinata hanyalah manusia biasa yang memiliki sedikit kelebihan dibanding manusia lainnya. Beruntung, tidak ada seorangpun anggota peerage Sona yang mempermasalahkan lagi tentang keberadaan dua Uzumaki itu. Semua peraagenya menerima saja apa yang dia katakan.
Sona dan Tsubaki berhenti berjalan ketika sampai didepan sebuah pintu. Pintu ruangan klub penelitian ilmu ghaib. Mengetuk pintu, tanpa menunggu ada yang membukakan, Sona langsung saja masuk. Dia merasa tidak masalah karena sudah sering dia masuk keruang klub yang dipimpin oleh sahabatnya. Terlebih jabatannya sebagai ketua OSIS, tidak ada yang bisa menghalanginya jika ingin masuk kesebuah ruangan klub yang berada dibawah pengawasannya.
"Oh, Sona. Ada apa kesini?" Rias si ketua klub penelitian ilmu ghaib menyambut kedatangan Sona dengan pertanyaan, dia sedang duduk santai di sofa. Rias merasa Sona datang bukan sebagai ketua OSIS, jadi dia tidak perlu bertata krama sopan layaknya terhadap orang penting karena Sona adalah sahabatnya sendiri yang sudah ia kenal sejak kecil
"Tidak ada yang penting, aku hanya ingin menjengukmu" jawab Sona.
"Ara ara... Ada Kaichou, duduklah dulu. Aku akan membuatkan teh" Akeno, si wakil ketua klub ini, menyambut kedatangan ketua OSIS dan wakilnya dengan hangat. Kemudian beranjak pergi kebelakang untuk membuatkan teh.
Sona duduk di sofa berhadapan dengan Rias, sedangkan Tsubaki hanya berdiri tidak jauh dari sofa.
"Mana anggota klubmu yang lain?" tanya Sona berbasa-basi.
"Hanya aku dan Akeno disini, yang lain masih ku liburkan untuk beristirahat setelah penyerangan Kokabiel kemarin"
"Ooh, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Sona lagi. Walaupun bertanya dengan wajah datar, tapi ada sedikit nada kekhawatiran dari ucapannya.
"Aku baik-baik saja sekarang, Akeno juga. Hanya Koneko yang terluka parah, tapi dia juga sudah sembuh. Issei, Kiba, Asia juga sudah sehat" jawab Rias.
"Begitu ya. Ku dengar kau menambah anggota peerage mu?"
"Umm, , ,"Rias mengangguk, "Xenovia, gadis utusan gereja berambut biru yang kemarin bertamu kesini sebelum penyerangan Kokabiel, tiba-tiba datang padaku dan memintaku untuk mereinkarnasi dirinya menjadi iblis. Katanya dia tidak ingin kembali ke gereja setelah tahu kalau Kami-sama (The God of Bible) sudah mati" jawab Rias dengan jujur.
"Begitu ya. Sampai sekarang pun aku masih sangat terkejut mendengar berita kematian Kami-sama, semuanya terasa tidak masuk akal"
"Ya, sama. Aku juga sangat terkejut, dan hampir tidak percaya ketika Kokabiel mengatakan hal itu pada kami" kata Rias membenarkan ucapan Sona, "Oh iya, terima kasih ya karena sudah mau menggantikan tugas kami membasmi iblis liar. Mungkin mulai besok, semua anggota klub ku sudah bisa menjalankan tugas seperti biasa" Rias tersenyum mengatakannya, beruntung punya sahabat yang baik hati seperti Sona, walaupun wataknya sedikit keras. "Apa terjadi sesuatu yang menarik saat kalian menggantikan kami?" lanjutnya lagi.
Sona sedikit tersentak mendengar pertanyaan Rias, tapi tampang dingin dan raut wajah datarnya sama sekali tidak ada perubahan. "Tidak ada, hanya iblis liar tanpa intelegensi yang muncul. Sama sekali tidak menarik membasmi iblis liar yang tak punya akal seperti itu" kata Sona berbohong seraya sedikit menunjukkan tampang cemberut.
Tsubaki yang berdiri tidak jauh dari Sona, sedikit heran. Tidak biasanya ketuanya berbohong pada Rias, apalagi Rias itu sahabat dekat Sona.
"Jelas saja, iblis pemikir sepertimu sudah seharusnya mendapatkan musuh yang berotak sepadan denganmu" kata Rias yang langsung percaya menanggapi tingkah Sona yang menurutnya lebih ekspresif hari ini.
Sona pun hanya tersenyum tipis menanggapi candaan Rias, namun dalam hati dia tersenyum kecut karena kali ini dia berbohong.
.
Sona dan Tsubaki sudah berada di ruang OSIS. Setelah berbincang santai dengan Rias selama hampir setengah jam, Sona pamit pergi pada Rias dengan alasan masih ada urusan yang harus dituntaskan. Di ruang OSIS hanya ada Sona dan Tsubaki, anggota OSIS lainnya sedang mengerjakan tugas masing-masing.
"Kaichou, kenapa tadi kau tidak bicara yang sebenarnya pada Rias?" Tsubaki tiba-tiba bertanya. To the point, tidak ingin basa-basi karena merasa kurang sependapat dengan Sona yang kali ini terkesan main rahasia-rahasiaan tentang dua manusia bermarga Uzumaki. Tidak jujur dengan Rias, bahkan saat rapat dengan semua anggota OSIS, Sona juga tidak berterus terang mengatakan semua hal. Tentang hakuryuuko yang ternyata juga tahu mengenai dua manusia itu sama sekali tidak disinggung Sona sedikitpun saat rapat. Tsubaki yakin bahwa ketuanya ini masih menyimpan beberapa informasi penting lainnya.
"Tidak apa-apa, tidak ada hubungannya sama sekali dengan Rias. Jadi buat apa memberitahukan hal itu padanya, bisa-bisa nanti menambah beban pikirannya setelah berurusan dengan Kokabiel"
"Sona, kau tidak berniat menjadikan mereka berdua sebagai bagian kelompok kita kan?" Tsubaki menatap serius pada Sona. Entah pemikiran datang dari mana sehingga Tsubaki bertanya seperti itu. Dan jika Tsubaki sudah memanggil dengan nama depan pada ketuanya, berarti Tsbubaki berkata sebagai sahabat bukan bawahan.
"Hei, jangan becanda. Kelompok kita sudah lengkap, mana mungkin aku berencana seperti itu?" sanggah Sona tidak terima tuduhan Tsubaki. Sona tidak ingin dirinya disamakan dengan sahabatnya si Rias, yang suka mencari-cari orang kuat untuk dijadikan budaknya, seperti yang terjadi pada Issei si pemegang Boosted Gear dari Kaisar Naga Merah.
"Tapi kau punya bidak pion ekstra evil piece yang diberikan Ajuka-sama kan?"
"Ck, aku tidak ingin menggunakan benda yang belum di uji itu. Siapa tahu ada hal tak terduga atau kejadian buruk nantinya" Sona tetap kekeuh.
"Terus apa maksudmu merahasiakan tentang dua manusia itu? Bahkan kau tidak melaporkan hal ini pada kakakmu, Serafall-sama. Aku ingat betul, ketika kita pertama kali bertemu mereka berdua, mereka muncul tiba-tiba secara tidak wajar. Bahkan hakuryuuko juga, sepertinya cukup banyak mengetahui tentang pria yang menolong kita. Seharusnya ini informasi yang sangat penting untuk petinggi kaum kita, kaum iblis"
"Tenanglah Tsubaki! Aku tidak ingin memperkeruh suasana petinggi kaum kita. Kakakku dan maou lainnya pasti sedang disibukkan akibat ulah Kokabiel."
"Tapi . . . . " ucapan Tsubaki terpotong
"Aku yakin dua manusia itu, Naruto-san dan Hinata-san adalah orang baik dan tidak akan menimbulkan masalah. Terlihat jelas dari sikapnya pada kita. Yaah, walaupun apa yang mereka lakukan sangat mencurigakan bagiku."
"Maksudmu?" sekarang Tsubaki tambah bingung. Tepat seperti pemikirannya tadi kalau Sona menyimpan banyak hal di otaknya yang berkaitan dengan dua Uzumaki yang telah menolong mereka.
"Aku selalu mengamati apa yang mereka lakukan dari dalam apartemenku. Keseharian dan aktifitas lain yang mereka lakukan sama seperti keseharian manusia dikota ini pada umumnya. Untuk ukuran sepasang pengembara, hal itu malah terasa aneh. Seharusnya sebagai pengembara, pasti ada suatu hal yang harus mereka lakukan, seperti tugas, misi, atau tujuan, atau apapun yang menjadi pegangan selama mengembara. Iya kan?"
"Um. . . ." Tsubaki mengangguk membenarkan pendapat Sona.
"Apa mungkin mereka berdua tahu kalau selama ini aku mengawasi dan mengintai mereka? Mengingat si laki-laki bisa merasakan dan membedakan yang mana iblis dan manusia, sedangkan yang perempuan mempunyai mata sakti yang bisa melihat tembus pandang. Hmm, , , ini jadi semakin menarik"
"Aahh, jadi kau mengakui kalau kau tertarik pada mereka berdua?"
"Aku bukan tertarik kerena mereka kuat atau ingin menjadikan mereka anggota peerageku. Aku tertarik karena menurutku Naruto-san dan Hinata-san adalah dua sosok yang sangat misterius. Dua sosok yang mengundang perhatianku untuk memecahkan teka-teki tentang mereka. Jadi Tsubaki, jadikan ini rahasia kita berdua saja, Oke!"
"Ya sudah lah, terserah kau saja" Tsubaki terpaksa memaklumi sifat Sona. Sona akan benar-benar tertarik jika menemukan hal yang memancing rasa penasaran dan otaknya untuk berpikir keras.
.
.
.
Sudah satu minggu sejak Naruto dan Hinata menempati apartemen baru mereka di kota Kuoh. Pertemuan mereka dengan Vali sang hakuryuuko yang ternyata merasakan kedatangan Naruto dan Konoha ke dunia baru ini, membuat mereka berdua selalu waspada.
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan Naruto dan Hinata sama seperi kebanyakan warga Kuoh umumnya. Besok lusa, rencananya Naruto dan Hinata akan pergi ke universe lain lagi untuk mencari benda kedua yang mereka butuhkan. Gadis hologram dari cube itu telah memberitahu bahwa ada 4 benda artefak yang diperlukan agar dapat menuju inti dari masalah yang mereka pikul.
Setelah diberitahu koordinat universe yang mereka tuju oleh gadis hologram dari cube, mereka berdua segera mempersiapkan diri. Baik itu peralatan ninja dan mempersiapkan diri mereka sendiri. Ketika tubuh benar-benar dalam kondisi fit, barulah mereka akan berangkat sebab perjalanan melintasi batas-batas antar universe itu sangat memberatkan dan menguras banyak tenaga. Mereka berdua harus cepat mengumpulkan keempat artefak itu dalam waktu yang tinggal sedikit atau semuanya akan berakhir.
Pagi ini, Hinata pergi berbelanja kebutuhan bahan makanan untuk mereka di apartemen. Hinata tidak pergi sendiri tapi ditemani oleh Naruto. Semenjak menikah hingga sekarang menjalankan misi berat, Naruto dan Hinata tidak pernah terpisahkan. Kemana-mana selalu berdua. Yah, mau bagaimana lagi, saat ini mereka sedang melaksanakan misi bersama dan tidak mempunyai urusan masing-masing diluar misi mereka yang mereka kerjakan. Makanya mereka selalu saja berdua.
Naruto dan Hinata sedang berjalan santai seraya menikmati suasana tenang di kota Kuoh. Mereka kini berjalan ditrotoar melewati sebuah taman. Hari sudah hampir siang dan sekarang adalah hari kerja sehingga suasana kota tampak tenang.
Perjalanan mereka terhenti ketika Naruto melihat seorang gadis kecil yang sangat imut dan manis atau lebih tepat jika disebut loli berpakaian ala gothick dengan rambut hitam panjang tergerai. Gadis kecil itu sedang berdiri diseberang jalan tepat di depan taman yang dilalui oleh Naruto dan Hinata.
Naruto memandang intens pada si gadis kecil, bukannya kerena tertarik pada gadis itu karena dia masih sadar diri kalau sudah beristri. Perhatian Naruto tertuju pada gadis kecil itu sebab si gadis sedang menatap intens pada diri Naruto. Tatapan mereka berdua bertemu, seakan Naruto dan gadis itu memiliki urusan penting yang harus diselesakan sekarang walau mereka berdua tidak saling kenal dan tidak pernah bertemu.
"Nee, Hinata. Kau lihat gadis kecil disana?" tanya Naruto pada Hinata seraya menunjuk gadis yang dia maksud. Gadis kecil imut yang sedang berdiri didepan taman.
"Eh?" Hinata mengalihkan padangannya ke arah yang ditunjukkan Naruto. Hinata masih belum mengerti, "Memangnya kenapa dengan gadis itu, Naruto-kun?"
"Sejak tadi dia menatap kita terus"
Hinata memperhatikan gadis itu lagi, dan memang benar bahwa gadis itu sedang mengamati mereka.
"Aku akan menyapanya" kata Naruto memutuskan sepihak. Terpaksa Hinata mengikuti saja.
Sesampainya didekat gadis kecil tersebut, Naruto langsung menyapanya, "Hai gadis kecil, ada yang bisa ku ban- . . "
Perkataan Naruto terhenti sebab dia mendapati dirinya, Hinata, dan si gadis kecil tidak lagi berada didepan taman tempat mereka berpapasan tadi.
"Di-dimana ini?" tanya Naruto kebingungan melihat tempat yang sangat berbeda dengan tempat dia berdiri sebelumnya. Suatu ruang yang agak mirip dengan dimensi khusus tempat cube yang asli tersimpan. Ruang gelap tanpa batas, tanpa langit, dan tanpa tempat berpijak.
"Aku Ophis sang Uroboros Dragon dan akulah yang membawa kalian berdua kesini." kata si gadis kecil singkat untuk menjawab rasa penasaran Naruto.
"Siapa kau sebenarnya?" Hinata ikut bertanya karena dia juga penasaran.
"Aku adalah eksistensi yang disebut-sebut sebagai perwujudan dari ketidakterbatasan, The Dragon God" jawab Ophis menerangkan apa julukannya. Dia juga menunjukkan tekanan energinya yang sangat kuat untuk mengintimidasi Naruto dan Hinata.
Apa yang dilakukan Ophis membuat Naruto dan Hinata sangat terkejut, karena baru pertama kali bagi mereka berdua bertemu langsung dengan makhluk sekuat Ophis.
"Apa keperluanmu dengan kami?" tanya Naruto serius yang sudah dalam mode bertarung, dia terpaksa menggunakan Senjutsu-Rikuduo Mode untuk bertahan dari intimidasi kekuatan Ophis. Selain itu Hinata juga diberikan injeksi chakra agar bisa bertahan.
"Aku telah menemukan kalian, para penyusup" sahut Ophis dengan tatapan tajam.
"Apa maksudmu?" tanya Naruto lagi seolah tidak mengerti.
"Aku yakin kalian tidak berasal dari dunia ini kan? Jadi apa mau kalian kemari?"
'Dia tahu tentang kedatangan Konoha saat itu. Aku tidak boleh berbicara banyak padanya, bisa-bisa Konoha akan kena bahaya besar. Orang ini mungkin bisa saja membumi hanguskan Konoha dengan kekuatannya' kata Naruto dibenaknya setelah merasakan bagaimana besarnya kekuatan Ophis. Naruto menyadari kalau sangat sulit bagi dirinya jika harus bertarung melawan Ophis sendirian.
"Maaf. Aku tidak bisa memberitahumu tentang itu. Jadi bisakah kembalikan kami berdua ke Kuoh" kata Naruto lagi setelah menguasai keterkejutannya dan mampu berpikir jernih lagi.
"Tidak, sebelum kau mengatakan bagaimana kalian datang kedunia ini" jawab Ophis tetap pada pendiriannya.
Sebagai naga yang pernah tinggal di celah dimensi sebelum posisinya direbut oleh Great Red, Ophis merasa bertanggung jawab jika ada kejadian seperti ini. Kejadian dimana ada makhluk bukan naga yang bisa seenaknya melakukan perpindahan dimensi. Hal ini pasti berdampak pada kestabilan celah dimensi serta tempat dimana eksistensi para naga hidup.
Apalagi sekarang terjadi keanehan pada celah dimensi yang Ophis sendiripun tidak tahu apa sebabnya sejak terakhir kali kesana. Great Red juga, sedikitpun tidak memberitahukan apa-apa tentang hal itu. Apakah keanehan di celah dimensi berhubungan langsung dengan cara kedatangan Naruto dan Konoha kedunia ini? Belum ada benang penjelasan yang menghubungkan dua kejadian tersebut.
"Kalau aku tidak mau, kau akan melakukan apa?" Naruto juga tidak mau kalah. Ia sadar, salah bicara sedikit saja bisa menimbulkan bahaya bagi dirinya dan semua teman-temannya.
"Terpaksa aku harus membuka mulutmu secara paksa"
.
.
.
Sudah 2 hari Naruto tidak sadarkan diri dan terbaring di ranjang apartemen mereka. Hanya Hinata seorang yang merawatnya di apartemen. Rencana pencarian artefak kedua terpaksa ditunda karena Naruto terluka dan kehilangan banyak chakra yang di akibatkan pertarungannya dengan Ophis. Hal seperti ini pernah dialaminya ketika pertama kali terkena jutsu Toneri. Naruto bahkan harus pingsan beberapa hari, beruntung ketika itu Sakura ikut dalam misi dan membantu proses penyembuhan Naruto.
Ophis ternyata terlalu kuat untuk Naruto lawan sendirian. Menggunakan mode senjutsu-rikudou pun, Naruto belum bisa mengimbangi Ophis. Bahkan bentuk The Perfect Final Form Bijuu dalam wujud Dewa Ashura dengan 3 wajah dikepala dan 3 pasang tangan belum bisa berbuat banyak dihadapan Ophis yang sudah berwujud sebagai naga raksasa, The True Form of Uroboros Dragon. Andai saja ada Sasuke yang bertarung bersamanya, mungkin hasilnya bisa sedikit berbeda.
Saat itu, Hinata hanya berdiri diam disudut ruang dimensi yang dibuat Ophis tanpa melakukan apa-apa, karena bagi Hinata pertarungan didepan matanya jelas bukanlah ranah pertarungan yang dapat ia capai. Ketika Hinata hampir saja terkena serangan nyasar yang dibuat Ophis, Naruto mengerahkan seluruh sisa chakranya dan tubuhnya sendiri untuk melindungi Hinata. Dan hal inilah penyebab sebenarnya kenapa Naruto masih pingsan hingga sekarang.
Ophis memutuskan untuk pergi karena tidak mendapatkan hasil yang ia inginkan. Laki-laki yang bertarung dengannya terbaring pingsan sedangkan perempuan yang bersamanya menangis tanpa mau bicara apapun. Sebelum Ophis pergi meninggalkan Naruto dan Hinata lalu mengembalikan ke taman tempat awal mereka bertemu, Ophis mengatakan pada Hinata bahwa mereka lemah dan jika sekali lagi membuka portal aneh yang mengganggu kestabilan celah dimensi, maka ia tidak akan segan untuk membunuh pada perjumpaan berikutnya.
Mengingat hal itu, dan ketika Naruto mengorbankan dirinyanya sendiri untuk melindunginya, Hinata merasa dirinya tidak berguna. Dia merasa sangat lemah dan tidak layak ikut dalam misi ini. Hanya byakugannya dan chakra warisan Hamura saja yang berguna untuk menjalankan cube, selebihnya adalah usaha Naruto untuk mendapatkan benda yang mereka cari. Kejadian di Pirates Universe juga, tidak luput dari hal itu. Hinata hampir saja tertangkap oleh salah satu manusia aneh kalau saja Naruto tidak datang tepat waktu menolongnya.
Dan dengan didasari perasaan itulah, ditambah rasa penasaran Hinata untuk mengetahui tentang kegunaan sebenarnya dari cube, secara tak sengaja Hinata memperoleh suatu hal yang tak terduga. Teknik mata atau doujutsu yang belum pernah dikenal sebelumnya. Doujutsu yang mungkin memiliki kekuatan yang mampu menyaingi The Ultimate Rinne-Sharingan di mata kiri Sasuke. The True Tenseigan, dan Hinata sangat menginginkan itu.
To be Continued. . . .
Note : Oh aku mau tanya, kelompok Sona sudah beneran lengkap kan ketika bagian insiden Kokabiel terjadi? Sona sebagai king, Tsubaki queen, Momo dan Reya Bishop, Tomoe dan Bennia Knight, Garou dan Tsubasa Rook, serta Saji dan Ruruko yang masing-masing mengkonsumsi empat bidak pion. Benar ga tuh? Kalau salah harap maklumi dan biarkan saja ya. Tambahan lagi sampai di chap ini, Sona belum tahu tentang kemunculan eksistensi baru (Konoha). Yang pernah merasakan kekuatan Naruto dan tahu tentang adanya eksistensi baru hanyalah petinggi-petinggi fraksi dan beberapa orang penting lainnya. Sampai kejadian inipun, Serafall belum memberitahu hal itu pada adiknya, Sona. Jadi nanti Sona akan terlibat lansung dengan urusan Naruto tanpa terikat aturan petinggi fraksi iblis. Nah, di chap ini sudah dijelaskan bagaimana sikap Sona kepada Naruto dan Hinata. Sedangkan sikap Naruto dan Hinata kepada Sona, nanti di chapter depannya lagi.
Sedikit pemberitahuan, untuk Ophis karakternya mungkin akan OOC dan lebih OOC lagi kedepannya. Dicerita ini dia tidak sepolos seperti penampilannya di LN DxD, tapi Ophis ku buat sebagai seorang petarung, pintar, sangat hati-hati dalam bertindak dan tidak mudah percaya pada orang lain termasuk anak buahnya di Chaos Brigade. Dia juga tidak selalu menempel pada issei. Hal ini disebabkan dia akan mengambil peran cukup penting didepan nantinya, sehingga dia harus menjadi chara yang independen yang tidak tergantung dengan chara lain.
Yah, intinya setiap chara DxD yang mengambil peran di cerita ini hampir selalu OOC, termasuk Sona. Entah siapa lagi chara DxD yang nanti akan ikut ambil peran penting lalu menjadi OOC.
Dan tentang The True Tenseigan, aku sudah membuat sejarah tentang doujutsu itu untuk fic ini dan kekuatannya pun ku buat berbeda jauh dengan tenseigan milik Toneri. Tunggu saja di chapter depan.
Terakhir, tentang asem-asem jeruk lemon. Kalau kalian mau, beli sendiri aja ya. Hehee. Ada beberapa reviewer yang minta, terus ada juga khusus yang lewat PM. Tapi untuk yang satu ini, aku benar-benar ga bisa. Selain karena ga pernah menulis materi itu sehingga pasti hasilnya tidak bagus, aku juga terikat etika pekerjaan di realtime. Jadi rate fic ini tidak berubah dan akan tetap 'T'. Sorry nih karena harus mengecewakan beberapa diantara kalian, namun aku akan memberikan sedikit kompensasi, walaupun ga sebanding dengan keinginan beberapa diantara kalian. Kalau untuk material sugestif sih, bisa aja aku masukkan. Tapi ya, aku engga janji juga, tergantung ide yang muncul dikepala atau materi yang ada. Seperti itu.
Saya Newbie, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.
