Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakah masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Jum'at, 27 Nopember 2015

Happy reading . . . . .

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 16. Pencurian mutiara Hogyoku, Part I.

-Langit Seiretei, Soul Society-

Siang hari dengan langit yang sangat cerah, matahari sedang terik-teriknya tanpa ada sedikitpun awan yang berani menghalangi sinarnya. Namun hal seperti ini tidak sedikitpun mengganggu apa yang akan dilakukan oleh dua orang yang dengan mudahnya bisa melayang diudara tanpa terikat hukum gravitasi.

Melayang tinggi di atas sebuah kota yang sangat luas, kota yang memiliki empat gerbang, masing-masing terdapat satu gerbang di setiap penjuru mata angin. Konon katanya jarak antar gerbang perlu waktu tempuh 10 hari perjalanan siang dan malam. Kota yang indah yang terstruktur dan tertata ala bangunan-bangunan khas jaman feodal bangsa Jepang.

Dua orang yang melayang tersebut, terdiri dari seorang pria yang tampak bersinar keemasan dari seluruh tubuhnya. Kulit dan rambutnya berwarna emas, baju dan celana tampak berwarna hitam dengan garis berwarna emas yang membentuk pola unik. Simbol magatama mengalungi lehernya. Laki-laki itu juga terlihat dilengkapi dengan jubah pendek hingga paha yang berwarna emas bergerak berkibar-kibar diterpa angin. Tidak lupa, delapan buah bola hitam tersusun melingkar dibelakang punggungnya.

Satu lagi seorang wanita dengan badan yang bisa dikatakan mungil, namun sangat ideal. Pucuk kepala bermahkotakan rambut indigo gelap panjang sepinggang yang dibiarkan tergerai tanpa diikat. Dibalut pakaian yang terkesan minim dengan ukuran yang sangat pas ditubuhnya. Baju seperti kimono pendek tanpa lengan berwarna lavender terang dan diikat dengan obi berwarna ungu gelap dibagian perutnya serta celana pendek biru gelap, tak lupa sepatu boots ber hak cukup tinggi dengan sepasang stocking yang mencapai paha. Wanita ini berdiri di atas sebuah piringan hitam yang bahannya sama dengan delapan bola hitam di punggung lelaki tadi.

"Kita akan lakukan semuanya sesuai rencana. Hinata, kau sudah siap sekarang?" tanya laki-laki yang tubuhnya bersinar keemasan.

"Um. Aku siap kapanpun, Naruto-kun" jawab si wanita yang bernama Hinata kepada pria bernama Naruto yang tadi bertanya.

"Hati-hati lah kalian berdua" sebuah kalimat bernada khawatir terucap dari sosok lain yang ternyata ikut melayang bersama mereka.

"Terima kasih, tapi tenang saja. Hal seperti ini bukanlah hal yang pertama kali bagi kami" balas Naruto pada sosok yang menemani mereka sampai di langit Seiretei. "Baiklah kita mulai sekarang, Hinata" lanjutnya lagi.

Syuuuutttt,

Satu buah godoudama dilesakkan dengan cepat layaknya proyektil besar yang baru saja ditembakkan dari moncong laras senjata sebuah tank.

Pyarrrr...

Sebuah lubang yang cukup besar tercipta pada lapisan penghalang berbentuk kubah yang melingkupi seluruh Kota Seiretei dari atas. Kekkai Sekkiseki yang mengurung kota itu dan melindunginya dari serangan apapun seperti benteng yang tidak tertembus, kekkai yang katanya mampu meniadakan reiryoku sekuat apapun. Namun itu ternyata tidak berlaku pada godoudama.

Setelah lubang tercipta, Naruto dan Hinata jatuh menukik, meluncur secepat roket melewati lubang pada kekkai tadi, lalu mendarat di atas sebuah puncak bangunan yang cukup tinggi.

Naruto, si pria membuat satu segel tangan dengan menyilangkan jari telunjuk dan jari tengan dari masing-masing tangannya. Merapal satu jutsu,

Kagebunshin no Jutsu

Terciptalah 9 kloning atau bunshin yang sama persis dengan Naruto, namun sejenak kemudian terjadi perubahan pada setiap kloning itu.

"Kalian sudah mengerti tugas kalian kan? Menyebar!, Buat kekacauan dan kelabui mereka agar jumlah kita sulit diidentifikasi!" kata Naruto yang asli.

"OK" jawab ke sembilan bunshin itu dengan suara berat yang berbeda-beda warna dan nada suaranya.

Segera setelah itu, sembilan bunshin melompat dan menyebar jauh keseluruh penjuru Kota Seiretei seperti kilatan cahaya, lalu berubah wujud menjadi monster berekor ketika telah mendarat ditempatnya.

Ternyata setiap bunshin itu memiliki kesadaran masing-masing dimana terdapat kesadaran dan kekuatan serta kemampuan satu ekor biju dalam setiap tubuh bunshin. Masing-masing bunshin tadi berubah dan menunjukkan sosok biju dengan wujud dan kekuatan aslinya.

Masing-masing biju membawa 50% dari kekuatan asli mereka setelah di summon pada tubuh bunshin. Sedangkan sisa 50% lagi dari kekuatan biju-biju itu masih berada didalam tubuh Naruto yang asli. Tidak mungkin bagi mereka membawa kekuatan penuh karena biju-biju itu tidak bisa keluar sepenuhnya dari jinchuriki mereka atau jinchurikinya yang akan kehilangan nyawa.

"Aku yang mulai duluan" kata biju yang memiliki jumlah ekor paling banyak dibandingkan delapan biju lainnya.

Kurama, membuat bola hitam yang cukup besar di depan mulutnya lalu menembakkannya langsung lurus kedepan secara horizontal.

KABOOMMM.

Sebuah komplek bangunan yang tampak tak berpenghuni seketika langsung rata dengan tanah akibat ledakan bijudama dari Kurama.

Kejadian tiba-tiba ini langsung menimbulkan kepanikan besar pada seluruh penghuni Kota Seiretei. Alarm tanda bahaya dan penyusup menggema nyaring diseluruh penjuru kota. Ribuan shinigami kelas bawah berlarian keluar dari barak mereka masing-masing.

Tidak butuh waktu lama, dibawah pimpinan masing-masing Kapten Divisi Gotei 13, seluruh pasukan shinigami sudah berbagi menjadi sembilan barisan dan masing-masing barisan berkumpul untuk menghentikan amukan satu monster berekor. Ternyata tidak semudah yang dikira untuk mengacaukan Kota Seiretei. Pasukan shinigami Gotei 13 merupakan pasukan yang sangat cepat tanggap ketika ada serangan mendadak di kota mereka. Kapten setiap divisi juga, merupakan elit militer yang ahli mengkoordinir ribuan bawahan dan selalu mampu membuat keputusan terbaik dengan cepat.

Ada sebagian shinigami yang menggunakan Kekkai Kido untuk membuat penghalang demi mencegah kerusakan akibat lesatan bom hitam dari biju. Sebagian lagi menggunakan Hado level rendah untuk menyerang dari jarak jauh dan ada juga yang menyerang langsung dari jarak dekat menggunakan Asauchi masing-masing. Walaupun apa yang dilakukan ribuan shinigami kelas bawah ini tidak mampu menghentikan amukan setiap monster yang tiba-tiba muncul dikota mereka, tapi paling tidak dampak kerusakan pada Kota Seiretei mampu diminimalisir hingga 40 persen.

Melihat pasukan yang tampak sangat kewalahan, semua kapten dan letnan dari setiap Divisi Gotei 13 akhirnya turun tangan menggunakan kekuatan mereka untuk membuat Fuu Kido, mencoba menghentikan gerakan monster berekor. Namun tidak sepernuhnya berhasil. Para monster masih bisa bergerak dan sesekali menembakkan bom biju ke sembarang arah walau gerakan monster-monster itu menjadi terbatas setelah semua kapten dan letnan yang memimpin pasukan ikut serta.

.

Beralih kesudut lain Kota Seiretei yang suasananya berbeda jauh dengan lokasi mengamuknya sembilan biju. Suatu sudut kota yang sangat sepi dan tampak lengang, dua manusia sedang berlari dengan sangat hati-hati. Mereka berlari kecil melewati sebuah jalan berbatu selebar beberapa meter dan di batasi oleh tembok atau pagar beton setinggi 5 meter pada kedua sisinya. Jalanan yang tampak seperti jalan-jalan di dalam komplek istana khas jaman feodal Jepang. Mereka berdua sedang menuju sebuah tempat. Tempat dimana tersimpannya benda yang menjadi target buruan mereka.

"Sesuai petunjuk orang itu, aku yakin sebentar lagi kita akan sampai di institut penelitian dan pengembangan shinigami, Naruto-kun" kata manusia yang bergender wanita.

"Baiklah, ayo kita lebih cepat Hinata." jawab si laki-laki.

Ketika sudah keluar dari ujung jalan dan tiba di tempat yang agak lapang, seperti sebuah halaman, tiba-tiba hal yang tidak di inginkan menghampiri Naruto dan Hinata.

Tap..

Langkah mereka berdua terhenti sebab ada seseorang yang menghadang. Seorang pria memakai pakaian samurai berwarna hitam dan dilengkapi haori berwarna putih tanpa lengan yang terlihat compang camping. Pria berperawakan tinggi besar dengan rambut panjang sepunggung. Menggunakan penutup mata di mata kanannya, serta memegang sebilah katana panjang yang bagian mata pedangnya tampak rusak, ujung pedangnya terseret ditanah sehingga terdengar suara khas dentingan logam.

Naruto dan Hinata berniat mundur untuk menghindari bentrok, namun tanpa disangka dibelakang mereka juga ada seseorang lagi yang juga menghadang. Seorang laki-laki juga, wajah rupawan dan tampak feminim dengan rambut hitam panjang yang menggunakan hiasan rambut berwarna putih berkilau. Laki-laki ini memakai pakaian yang sama dengan orang yang tadi namun mengenakan haori yang lebih rapi, mewah dan berkerah tinggi dengan tepi emas.

"Ooohh,,, jadi ini alasan kenapa kita di suruh oleh Komandan Yamamoto berkeliling disekitar sini, Byakuya?" kata si pria berbadan besar.

"Hn, aku sepemikiran denganmu. Kenpachi" sahut si laki-laki rupawan.

Ternyata dua orang laki-laki yang mencegat aksi penyusupan Naruto dan Hinata adalah dua orang yang berpangkat Kapten Divisi Gotei 13. Ada Kenpachi Zaraki, Kapten Divisi 11, seorang kapten bersifat bengis yang sangat haus akan pertarungan. Dia dianggap sebagai kapten terkuat di antara kapten lainnya karena reiryoku yang dimilikinya sangat besar. Lalu Byakuya Kuchiki, Kapten Divisi 6 yang merupakan keturunan Bangsawan Kuchiki, bangsawan terbesar di Seiretei. Dia adalah kapten yang sangat tenang ketika bertarung dan sangat disiplin menjunjung peraturan. Sebagai petarung, dia merupakan ahli berpedang yang memiliki akurasi dan presisi sempurna dalam setiap serangannya serta seorang master shunpo atau ahli dalam langkah kilat.

"Aaaah, sepertinya tidak ada jalan mundur" kata Naruto pasrah.

"Ya sudah, kita berbagi saja. Kau yang melawan laki-laki berbadan besar itu, Naruto-kun" usul Hinata.

"Hah? Kau yakin, Hinata?" Naruto sedikit terkejut dengan usul istrinya. "Walaupun yang berbadan besar kelihatan lebih kuat, tapi kata orang memandu kita kemari, musuh yang akan kau lawan jauh lebih berbahaya" kata Naruto dengan nada khawatir pada istrinya. Dia dan Hinata sudah tahu cukup banyak informasi tentang Seiretei dari orang yang memandu mereka berdua kemari.

"Tidak apa-apa, lagipula ini kesempatan bagus untuk mencoba kekuatan baru ku."

"Ya sudah kalau itu maumu. Aku akan mencoba percaya padamu. Tapi hati-hati ya, jangan sampai terluka"

"Ummm, terima kasih Naruto-kun" sahut Hinata.

Sekarang Naruto dan Hinata berdiri saling memungguni, menatap lawan mereka masing-masing setelah berbagi dari hasil diskusi singkat tadi.

"Sudah selesai bicaranya?" tanya Kenpachi. Dia sepertinya sedang tidak sabar untuk bertarung. Instingnya mengatakan bawah lawan yang akan dia hadapi adalah orang yang sangat kuat dan mampu memuaskan nafsu bertarungnya.

"Aku yang melawanmu." jawab Naruto

Setelah itu, Naruto masih aktif dalam mode bertarung senjutsu-rikudou, terbang menjauh dari Hinata agar dia bisa bertarung lebih leluasa tanpa mengkhawatirkan istrinya yang mungkin akan terkena dampak pertarungannya sendiri jika bertarung disini. Lagipula untuk kali ini, entah keyakinan yang datang dari mana, Naruto merasa bisa percaya kalau Hinata mampu mengatasi musuh yang satunya sendirian.

.

Naruto berhenti, lalu mendaratkan kakinya di tempat yang tak berpenghuni. Sudut Kota Seiretei yang di penuhi banyak sekali bangunan-bangunan kosong yang tampak seperti menara yang jaraknya cukup renggang. Naruto berdiri dengan tenang diantara bangunan-bangunan itu.

Tidak lama kemudian, Kenpachi berhasil mengejar Naruto, hingga akhirnya dia berhenti diposisi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Naruto sudah berdiri sejak tadi.

"Saaaaa, aku tau kau kuat tidak peduli apapun jenismu baik itu quincy, hollow, visored, arancar atau apapun. Jadi lebih baik, ayo langsung saja kita mulai pertarungan kita" kata Kenpachi dengan senyuman senang sambil sesekali tertawa sadis.

Kenpachi melepas penutup mata di mata kanannya, reiatsu bertekanan tinggi meledak-ledak disekitar Kenpachi sehingga dapat dirasakan oleh shinigami lain dari jarak bermil-mil jauhnya. Diiringi dengan pelepasan reiryoku yang berwarna kuning dan menguar-nguar disekeliling tubuhnya. Menemui dan bertarung dengan lawan sekuat Naruto, tentu menjadi kepuasan tersendiri bagi Kenpachi yang notabene adalah seorang maniak bertarung.

"Dasar maniak tidak sabaran, aku pasti akan meladenimu dengan sungguh-sungguh" sahut Naruto.

Dua buah godoudama dibelakang Naruto bergerak lalu masing-masing berubah bentuk menjadi katana panjang lurus dan tipis berwarna hitam pekat. Naruto memegang kedua katana itu dengan kedua tangannya dan mengambil kuda-kuda siap bertarung.

Walaupun bagi Naruto bertarung dengan pedang bukanlah keahliannya, karena ia tidak pernah mendalami keahlian kenjutsu. Dalam hal ini, Naruto sama sekali tidak berniat meremehkan Kenpachi, tapi hanya untuk menghormati lawannya. Shinigami di dunia ini adalah petarung yang bertarung menggunakan pedang zanpakuto serta teknik zanzutsu, sehingga untuk inilah Naruto memilih bertarung dengan pedang. Prinsip yang agak aneh memang, kalau diterapkan ketika pertarungan hidup mati.

Dari masing-masing posisi awal, dua pria yang sudah siap tempur tanpa banyak bicara lagi, langsung melesat maju.

Syyuuuuutt. . .

Trangg...

Suara dentingan logam terdengar keras. Dua pedang langsung beradu setelah masing-masing melesat maju untuk menebas musuh.

DHHUUUARRRR...

Bangunan-bangunan disekitar mereka langsung roboh hingga radius beberapa ratus meter. Adu kekuatan dua petarung itu berdampak besar pada lingkungan sekitar mereka. Ledakan energi yang dilepas dalam jumlah besar akibat adu pedang mampu menghancurkan banyak bangunan. Sekarang dua pria ini bisa bertarung lebih leluasa karena bangunan yang menghalangi pergerakan mereka sudah lenyap dan yang tersisa adalah arena bertarung cukup luas dengan banyak terdapat reruntuhan puing bangunan yang telah hancur.

Tranggg...

Adu pedang kembali terjadi,

trang, trang, trang, , , ,

Adu tebas terus berlanjut diantara mereka berdua tanpa ada yang mau mengalah. Keduanya mengambil jarak untuk bersiap pada serangan berikutnya.

"Hahahaa. . . Kurasa aku harus berterima kasih pada kakek komandan karena telah memberiku tugas ini" kata Kenpachi sambil tertawa senang.

"Heh, berterima kasihlah jika memang kau masih kuberi kesempatan hidup setelah ini untuk mengucapkan terima kasih" sahut Naruto sinis.

Trangg...

Kontak mata pedang yang saling menghantam untuk kesekian kalinya kembali terjadi. Naruto menahan menahan sabetan pedang Kenpachi yang diarahkan kelehernya dari arah kiri dengan satu pedangnya. Memanfaatkan kesempatan ini, satu pedangnya lagi ditangan kanan Naruto tebaskan keperut Kenpachi dari arah samping.

Baammb...

Naruto cukup terkejut karena tebasan pedangnya tidak melukai badan Kenpachi, malah tangannya yang tarasa bergetar kuat.

"Sekarang giliranku,"kata Kenpachi

Dengan mengerahkan reiryoku miliknya dalam jumlah sangat besar, Kenpachi mengangkat pedangnya lalu langsung menebaskannya ke arah Naruto yang masih berdiri shock didepannya secara vertikal dari atas kebawah.

DHUUARRRR...

Seluruh area bangunan sejauh beberapa kilometer rata dengan tanah.

"Eeh" giliran Kenpachi yang harus terkejut karena melihat lawannya tidak terluka sedikitpun

"Kau jangan mimpi, hanya dengan kekuatan seperti itu bisa merobohkanku" kata Naruto yang dilindungi oleh tameng godoudama dari serangan kenpachi.

"HAAAAAA. . . . ." Naruto berteriak melepaskan kekuatannya dalam jumlah yang lebih besar lagi, terpaksa Kenpachi terlempar kebelakang beberapa puluh meter karena ledakan kekuatan dari Naruto.

.

Sementara itu, masih diam ditempatnya tadi tanpa bergerak sedikitpun. Tempat dimana dua orang kapten pasukan Gotei 13 mencegat perjalanan sepasang suami istri.

DEG...

Wajah Hinata berpaling kearah datangnya sumber tekanan kekuatan yang ia yakini pasti milik suaminya.

"Jangan pikirkan partnermu, lebih baik pikirkan dirimu sendiri karena ku rasa kau salah memilih lawan, Ojou-san" sindir Byakuya karena dia merasakan reiatsu dari Hinata yang terasa sangat lemah.

"Kita tidak akan tahu kalau belum dicoba" kata Hinata mantap, setelah dia menatap ke arah Byakuya. Dia tidak perlu mengkhawatirkan suaminya karena ia yakin, Naruto pasti bisa menang. Yang ia harus pikirkan sekarang ialah bagaimana menghadapi shinigami berpangkat kapten yang menghadang perjalanannya.

Hinata tahu, dan seperti yang dikatakan Naruto bahwa orang yang akan dia lawan lebih berbahaya karena skill dan kecerdasannya jauh di atas lawan yang dihadapi Naruto. Tapi Hinata bukan orang yang takut dan menyerah sebelum mencoba, dia tidak seperti saat kecil sebelum dia kenal dengan Naruto yang memotivasi dirinya.

Byakugan

Hinata mengaktifkan byakugan dan sudah siap dengan kuda-kuda khas Hyuga.

"Hm, mata yang aneh. Tapi aku tidak peduli dengan itu" kata Byakuya

zzshhttt...

Byakuya menghilang, gerakannya sama sekali tidak terlihat ketika menggunakan teknik shunpo. Menghilang dalam langkah kilat. Mudah baginya karena dia adalah seorang shinigami kelas atas yang memiliki keahlian teknik Hoho tingkat tinggi dan dia termasuk salah satu master shunpo di Gotei 13.

Slasssshh...

Sabetan pedang yang sama sekali tidak bisa dilihat oleh orang biasa, tepat mengenai bagian perut Hinata. Byakuya langsung menebaskan pedangnya ketika dia sudah berada didepan Hinata, bahkan tubuh Byakuya saja baru bisa terlihat oleh mata setelah dia selesai menebaskan pedangnya.

Beruntung, tebasan pedang Byakuya tidak memberi luka fatal pada Hinata. Hinata sempat menghindar walau baju bagian perutnya robek dan ada sedikit luka goresan tipis dikulit bagian perutnya yang belum mengeluarkan darah akibat kontak langsung dengan ujung pedang Byakuya.

Tap...

Hinata berhenti melompat mundur dan mengambil jarak cukup jauh dari posisi Byakuya yang sekarang berdiri di tempat awalnya tadi. Hinata sangat terkejut, bagaimana tidak? Byakuya yang posisinya puluhan meter darinya dalam sekejap sudah ada tepat didepannya lalu menebaskan pedang zanpakuto. Hal yang sangat mustahil dilakukan oleh petarung biasa.

"Hebat juga" puji Byakuya sinis, "Aku yakin sekali gerakanmu jauh lebih lambat atau bahkan tidak bisa dibandingkan dengan shunpo milikku, tapi faktanya kau masih bisa menghindar. Apa mata anehmu yang bisa berubah itu mampu melihat kecepatan gerakanku.?"

Hinata tidak menjawab karena pertanyaan Byakuya tidak perlu jawaban. Jawaban pertanyaan itu sudah jelas benar adanya. Berkah bagi Hinata yang memiliki Byakugan dan kecepatan pemprosesan otak yang luar biasa, sehingga mampu melihat dan memproses pola gerakan shunpo Byakuya dalam waktu yang sangat singkat. Dengan begitu, walaupun reflek dan gerakan Hinata jauh lebih lambat dari Byakuya tapi masih mampu membuat gerakan kecil untuk menghindar dengan cukup efektif.

"Kita coba sekali lagi" kata Byakuya. Agak aneh mendapati seorang Byakuya Kuchiki banyak omong ketika bertarung. Mungkin karena lawan yang didepannya hanya dianggap seekor kecoa baginya.

zzshhttt...

Byakuya menghilang lagi. Menggunakan shunpo, kali ini Byakuya melakukan teknik Senka (kilat mekar). Dalam sekejap Byakuya sudah ada dibelakang Hinata, lalu langsung menusukkan pedang zanpakutonya di punggung target untuk melenyapkan sumber reiryoku lawannya.

Jlebb...

...

"Eh?" Byakuya sedikit shock, ternyata pedangnya tidak berhasil menusuk Hinata.

Syyuut..

Tap, tap, tap...

Hinata berhasil menghindar, kali ini dia melompat dan mengambil posisi yang lebih jauh lagi dari sebelumnya. Dia tidak ingin ambil resiko mendapat serangan dengan langkah kilat lagi. Itu jelas sekali terlalu berbahaya untuknya.

Ketika Byakuya akan menusukkan pedangnya dari belakang ke punggung Hinata tadi, Hinata menggeser sedikit badannya kekiri sehingga tusukan pedang Byakuya hanya berada di sela antara badan dan tangan kanan Hinata, dan ketika Byakuya masih dalam keadaan shock, Hinata berhasil mengambil jarak lagi.

"Kali ini aku akan serius, aku tidak akan membiarkan kau lolos lagi" kata Byakuya, dia cukup kesal karena teknik andalan favoritnya bisa dihindari oleh orang yang jauh lebih lambat dari dirinya.

"Coba saja kalau bisa" balas Hinata menantang, yang tidak terima dirinya direndahkan.

[Menyebarlah!, Senbonzakura]

Mantra Shikai, perintah pelepasan pertama zanpakuto milik Byakuya diucapkan.

Pedang zanpakuto Byakuya pecah menjadi serpihan-serpihan kecil berupa mata pisau tajam yang berterbangan layaknya bunga sakura. Hanya menyisakan gagang pedang zanpakutonya saja sebagai pegendali gerakan serpihan mata pisau.

Wuuusshhh...

Dua gelombang serpihan pedang senbonzakura meluncur cepat ke arah Hinata, serangan jarak jauh yang dilakukan oleh Byakuya untuk menyerang langsung Hinata yang berdiri cukup jauh dari posisinya.

shinnnggg..

DHUUARRR.

Tampak beberapa bangunan roboh karena terbelah..

"Apa-apaan ini?" tanya Byakuya pada dirinya sendiri, serpihan pedang yang seharusnya sudah memotong-motong tubuh Hinata malah berbelok dan membelah banyak bangunan disekitarnya.

Diseberang sana, terlihat Hinata dengan doujutsu baru, The True Tenseigan, yang telah aktif, berdiri dengan sangat anggun.

.

"Kerja yang bagus, anak-anakku" kata seorang pria renta. Berdiri dibantu sebilah tongkat. Berdiri disebuah tanah lapang, dia menatap serius ke arah sembilan monster yang ada didepannya.

Sekarang, di tengah tanah lapang bukit tandus Sokyoku, tempat yang biasa digunakan sebagai tempat eksekusi mati shinigami yang melanggar peraturan, sembilan biju berkumpul setelah digiring oleh seluruh pasukan Gotei 13 atas perintah Komandan tertinggi Genryusai Shigekuni Yamamoto. Dia tidak menjelaskan apapun kepada seluruh pasukan Gotei 13 untuk apa menggiring semua biju ke bukit Sokyoku, dan seluruh kapten dan pasukan juga tidak bertanya apapun karena itu adalah perintah mutlak sang komandan.

Si pria renta, Yamamoto berdiri paling depan mengahadap 9 biju itu, sementara dibelakangnya sudah ada beberapa orang berpangkat Kapten dan letnan setiap Divisi dari Gotei 13 yang dalam keadaan siap tempur, dibelakangnya lagi ribuan shinigami juga ikut serta dalam pertempuran

Deggg, , , ,

Semua orang merasakannya, tekanan reiatsu yang sangat kuat dari arah laboratorium penelitian dan pengembangan shinigami Seiretei

"Sepertinya Kenpachi sudah menemukan hal yang menyenangkan untuknya" guman Yamamoto. "Tenanglah, Byakuya dan Kenpachi sudah ada disana melawan penyusup yang sebenarnya. Kalian cukup hanya diam disini dan melihat saja. Aku sendiri yang akan menghabisi 9 monster tidak tahu diri itu disini" seru Yamamoto pada seluruh bawahannya, perintah mutlak agar tidak ada yang mengganggu pertarungannya karena dirinya sendiri lah yang akan turun tangan langsung menghadapi kesembilan biju.

"Heh, jangan sombong pak tua. Apa yang bisa kau lakukan di depan kami dengan badan bungkuk seperti itu, berdiri saja perlu tiga kaki" ejek Kurama, sang biju terkuat yang ternyata mendengar jelas apa perintah Yamamoto pada bawahannya.

Yamamoto tidak membalas ejekan Kurama dengan kata-kata tapi dengan tindakan nyata. Dia menurunkan haori dan pakaian atasnya sehingga tampaklah tubuh berotot dengan banyak bekas luka.

"Biarkan aku yang maju duluan" kata seekor biju tiba-tiba. Isobu si biju berekor tiga.

Bruuummmmmm...

Isobu maju pertama, menggulungkan badan lalu berputar cepat seperti roda sehingga dengan cepat melaju kedepan hendak menghantam semua shinigami pada arah lintasannya.

Yamamoto tidak tinggal diam. Memasang kuda-kuda mantap dan menekuk tangan kanannya kesamping perut.

"Hiiiaaaat"

Buugggg...

Isobu terlempar jauh kebelakang karena pukulan Ikkotsu dari Yamamoto, pukulan kuat satu tangan yang mampu menghancurkan wonderweiss. Tidak salah, Yamamoto mendapat julukan Hakuda Master karena kekuatan pukulannya.

Dhuuaaarrr,

Isobu, si biju ekor tiga terhempas dibelakang 8 biju lainnya.

Tidak memberi kesempatan, Yamamoto melesat maju dengan kedua tangan yang siap dipukulkan.

"Hiiiaaaaattt.."

Gluppppp...

Teknik Sokotsu, lebih kuat dari Ikkotsu karena menggunakan dua tangan di lancarkan oleh Yamamoto, namun kali ini sanggup ditahan oleh salah satu biju.

Saiken, si biju berekor enam yang material penyusun tubuhnya adalah materi lunak bisa menyerap dan menahan pukulan itu, malah sekarang kedua tangan Yamamoto tampak melepuh akibat zat asam yang sangat korosif keluar dari permukaan tubuh Saiken.

Karena berada pada posisi yang kurang menguntungkan, Yamamoto mundur untuk bersiap dengan serangan berikutnya, begitupula Saiken. Kini kesempilan biju dalam posisi berbaris.

"Kita serang bersamaan!" Kurama memberi komando pada saudara biju lainnya.

Dengan komando Kurama, masing-masing biju menyiapkan bola hitam bijudama seukuran kepala mereka didepan mulutnya masing-masing.

Melihat akan datangnya serangan besar dari sembilan monster yang dihadapinya, Yamamoto tidak bisa diam saja. Bisa-bisa Seiretei rata dengan tanah jika dia tidak melakukan sesuatu

[Redam semua ciptaan menjadi abu!]

Mantra Shikai, perintah pelepasan pertama zanpakuto Ryuujin Jakka milik kakek tua Yamamoto telah diucapkan. Inilah pelesapan zanpakuto terkuat yang pernah ada dalam sejarah Soul Society selama lebih dari 1000 tahun.

.

To be Continued. . . .

Note : Oppss, update kali ini lebih dari seminggu. Ampun maaf deh, hihiii. Ya mau bagaimana lagi, ada pekerjaan keluar daerah selama 4 hari dan sangat sibuk disana sehingga selama 4 hari itu aku sama sekali tidak menyentuh fanficku.

Setting arc ini di Bleach Universe, beberapa bulan setelah insiden perang dengan Aizen di arc Fake Karakura Town.Sebelum arc The Lost Substitute Shinigami, dan yang jelas sebelum Komandam Yamamoto mati terbunuh oleh Yhwach.

Nih udah universe kedua. Aku sudah sebutkan di chap 12 kalau ada empat artefak yang mereka berdua cari. Aku percepat saja pencarian artefak kedua, sebab aku ingin setelah arc ini, alur cerita akan berfokus pada DxD universe. Kalau bingung kenapa arc di Bleach Universe seolah agak tidak nyambung dengan chap sebelumnya (akhir chap 14)? Bahkan tiba-tiba udah langsung bertarung pula? Tenang aja, nanti ada penjelasannya kok. Ada kaitannya juga dengan sosok misterius yang memandu dan menemani Naruto dan Hinata sampai di langit Seiretei.

Sampai di chapter kamarin, aku merasa sudah cukup banyak konflik yang akan menjadi panjang dan berujung sengit. Pertemuan Naruto dan Sona, berlanjut pada bagaimana perkembangan hubungan mereka hingga akhir cerita. Lalu tentang Ophis, dia bukan tanpa alasan meninggalkan Naruto sekarat, ada suatu hal yang dia pikirkan di otaknya kenapa dia memilih untuk memulangkan Naruto ke Kuoh. Dan jelas nama Uchiha Sasuke, menjadi suatu kehebohan besar di kalangan kaum iblis dan mungkin juga berimbas pada fraksi lainnya. Inilah alasan aku memilih Sairaorg di chap kemarin karena sejauh yang ku tahu dialah salah satu chara terkuat di kalangan iblis selain maou. Kekalahan Sairaorg yang tampak memalukan, walau Sairaorg sendiri belum mengeluarkan kekuatan penuh, menurutku itu sudah cukup untuk membuat kehebohan besar. Lalu aku belum mau membocorkan dulu bagaimana penempatan peran Konoha di fic ini nantinya. Apakah antagonis, teman, atau musuh, atau apapun terhadap fraksi-fraksi makhluk supranatural lain. Yang jelas, setelah selesai cerita di Soul Society, akan langsung masuk arc pertemuan tiga fraksi dan Kakashi beserta ajudannya (Sasuke dkk) akan datang kesana tanpa diundang. Arc itu mungkin lumayan panjang, sekitar 4 sampai 6 chapter. Lihat saja nanti.

Karena menurutku semua masalah itu sudah cukup sebagai awal konflik di DxD universe, makanya aku ingin cepat menyelesaikan cerita tentang pencarian artefak sebab perncarian artefak sama sekali tidak akan mempengaruhi alur cerita fic ini karena letaknya di universe lain. Lagipula arc Hogyoku ini pendek saja, chap depan mungkin sudah selesai. Kecuali artefak selanjutnya yang ku rencanakan ada di DxD universe, sehingga nanti pasti akan jadi konflik utama.

Untuk chap kemarin, tentang shunsin rinnegan Sasuke. Kata salah satu reviewer, salah ya? Kalau memang salah, maklumi aja deh. Hihiii, ya anggaplah karena keterbatasan informasi. Aku ga ada niat mengganti, biarin aja deh begitu. Anggap saja itu sebagai jutsu pengembangan baru dari teknik shunsin rinnegan Sasuke.

Oh iya, bagi kalian yang suka adegan batle, aku merekomedasikan baca fanficku yang lain di akun ini, 'My Cute Sister'. Ada pertarungan dua Jinchuriki Kyubi dari dua generasi disana. Baca aja langsung chapter 15 dan 16 nya. Dua chap itu hampir berisi fullfight.

Saya masih banyak kekurangan, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.