Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya
Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakah masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .
Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance
Rate : T
Setting : AU (Alternate Universe)
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
Pair : Semua Pair Canon
Rabu, 2 Desember 2015
Happy reading . . . . .
Sebelumnya . . . . .
"Kita serang bersamaan!" Kurama memberi komando pada saudara biju lainnya.
Dengan komando Kurama, masing-masing biju menyiapkan bola hitam bijudama seukuran kepala mereka didepan mulutnya masing-masing.
Melihat akan datangnya serangan besar dari sembilan monster yang dihadapinya, Yamamoto tidak bisa diam saja. Bisa-bisa Seiretei rata dengan tanah jika dia tidak melakukan sesuatu
[Redam semua ciptaan menjadi abu!]
Mantra Shikai, perintah pelepasan pertama zanpakuto Ryuujin Jakka milik kakek tua Yamamoto telah diucapkan. Inilah pelesapan pertama zanpakuto terkuat yang pernah ada dalam sejarah Soul Society selama lebih dari 1000 tahun.
To The End of The World
By Si Hitam
Chapter 17. Pencurian Mutiara Hogyoku, Part II
. . . . .
Lidah-lidah api menjulur bergulung-gulung dari sekitar tubuh Yamamoto. Ryujin Jakka dilepas, kekuatan roh berelemen api yang mampu membakar apapun.
Jookaku Enju
Salah satu teknik milik Yamamoto, membuat benteng dari dinding api. Kali ini tidak digunakannya untuk mengurung musuh, tapi dibuat tebal dan tinggi menjulang untuk menahan serangan biju.
Syyuuuuttt
Sembilan buah bijuudama melesat kearah Yamamoto, dan biju dama itu melewati dinding api buatan Yamamoto. Dari balik dinding api itu, hanya hembusan angin yang terlewat, bijuudama telah terbakar seluruhnya oleh api ryuujin jakka menjadi abu, tidak bersisa sedikitpun.
"Sekarang giliranku yang maju menyerang" kata Yamamoto. Tanpa pikir panjang, langsung saja dia bergerak maju secepat kilat. Gerakannya sangat cepat karena dia juga termasuk salah satu master shunpo. Menembus pertahanan dinding api melewati sebuah lubang kecil yang dibuatnya agar api ryujin jakka tidak membakar tubuhnya sendiri. Dia menerjang maju kearah para bijuu berkumpul.
Namun setelah melewati dinding api itu, ternyata serangan biju belum berhenti.
Shukaku telah menyiapkan proyektil-proyektil berupa gumpalan pasir padat seukuran kelereng, dia juga telah membuka lebar-lebar mulutnya.
Fuuton Sasandan
Ribuan proyektil itu langsung ditembakkan layaknya machine gun kearah Yamamoto yang sedang meresengsek maju. Akibatnya gerakan Yamamoto melambat karena hempasan angin dan tembakan proyektil pasir dari Shukaku.
Ketika gerakan Yamamoto telah terhenti bersamaan dengan proyektil dari Shukaku yang sudah habis, Matatabi langsung melesat maju kedepan untuk mengambil giliran menyerang. Dengan cakarnya, tubuh Yamamoto disabet hingga terlempar jauh kebelakang. Tidak berhenti sampai disitu, Isobu yang sedang melaju kencang seperti roda berputar langsung menghantam tubuh Yamamoto sehingga terlempar lagi kearah depan. Ternyata Son Goku, juga ikut ambil bagian untuk menghajar Yamamoto, dia menggunakan satu tangan sebagai tumpuan pada tanah, dan langsung saja menghadiahkan tendangan secara terbalik pada tubuh Yamamoto yang masih bergerak diudara. Yamamoto lagi-lagi terlempar ke arah lain, namun serangan para monster belum selesai. Kukou, menggunakan tanduknya, menyeruduk yamamoto sehingga terlempar keatas dan di atas, Chomei sudah menghadang lalu menyabetkan salah satu ekornya tanpa ampun sehingga Yamamoto terhempas kebawah.
Yamamoto sudah diserang habis-habisan oleh sekumpulam monster, tapi siksaannya belum berhenti sampai disitu. Tubuhnya yang terhempas ke bawah ternyata mendarat di kubangan cairan asam yang sangat korosif yang di sekresikan Saiken. Perlahan kulit Yamamoto melepuh, Yamamoto bangkit berdiri dan berniat menjauh dari kubangan cairan asam namun langkahnya terhenti karena gempuran gelombang pasir dari Shukaku, mengurungnya dalam sebuah bangun piramida berhiaskan pola ukiran segel yang rumit.
Sabaku Sotaisou Fuin
"Hahahahaaa. Dengan segel dari tubuhku ini, pasti cukup untuk mengulur banyak waktu" kata Shukaku sombong.
Para biju bisa sedikit tenang, namun itu tidak berlangsung lama.
Penjara piramida segel taisou buatan Shukaku tiba-tiba terbakar api, sehingga lenyap menjadi abu. Api Ryujin Jakka berhasil menghanguskan penjara piramida pasir.
"Heh, kalian pikir ini cukup untuk mengalahkanku? Kalian pasti akan kutangkap" kata Yamamoto yang sudah bebas
"Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi" seru sebuah suara dari arah atas.
DHUUUAARRRR...
Dengan menggunakan lututnya, Kurama menghantam tubuh Yamamoto dari arah atas, bobot tubuhnya sebagai seekor monster menambah beban yang diterima tubuh Yamamoto, sehingga mau tidak mau tubuh rentanya kembali bungkuk.
Delapan biju lainnya berlari maju, Kurama sedikit mundur sehingga sekarang sembilan biju dalam posisi mengelilingi Yamamoto
"Ayo, Hempaskan ekor kalian!" seru Kurama.
Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt... Syuuttt...
DDHHUUUAARRR ...
"Kerja bagus, Rakun Sialan" kata Kurama santai.
"Jangan memerintahku, Rubah bodoh" balas Shukaku tidak terima.
"Harusnya ini cukup untuk melumpuhkannya" kata Matatabi menengahi.
"Gh, kurang ajaaaaaar" Ternyata yamamoto masih bisa bertahan walau dia sekarang pada pose terduduk karena kuatnya hantaman dari ekor kesembilan biju sekaligus. "Kalian semua akan ku binasakan. HAAAAA..."
.
"HAAAAA..."
Braakkkk
Tubuh Kenpachi terlempar menabrak beberapa puing bangunan hingga hancur lalu berhenti setelah mendarat dipuing bangunan yang paling besar dibanding lainnya.
Naruto, masih dalam Senjutsu-Rikuduo Mode, aura chakra berwarna emas menguar-nguar dari tubuhnya. Untuk kali ini, Naruto membiarkan sebagian chakranya keluar tidak terkontrol sehingga terbuang sia-sia yang tampak sebagai aura keemasan itu. Ini dia lakukan untuk menunjukkan bahwa tekanan chakra yang dia miliki lebih kuat dari reiatsu milik Kenpachi.
"Gh,, Hahahaaaa... Ini jadi semakin menarik." kata Kenpachi, bukannya mengerang kesakitan setelah tubuhnya terhempas tapi malah berteriak kesenangan.
tap... tap...
Tubuh Kenpachi yang tadinya menempel di puing bangunan setelah terhempas, sekarang telah berpijak di tanah. Begitupula Naruto, dia juga sudah menapakkan kakinya ditanah terpaut jarak 50 meter dari Kenpachi.
Masih dalam penampilan diselimuti cahaya emas, Naruto memodifikasi kedua pedang yang sedang dia pegang. Pedang hitam legam yang dibentuk dari godoudama, di alirinya chakra elementer pada bagian mata pedang yang tajam. Kedua pedang itu dialiri chakra elemen lava sehingga mata pedangnya berubah menjadi merah. Aura jingga seperti api menguar di sekeliling pedang itu yang menandakan bahwa suhunya sangat panas. Dengan cara ini, Naruto berharap pedangnya mampu memberikan dampak yang lebih parah pada tubuh Kenpachi.
[Note: kalau susah bayangin bentuknya, search aja di google picture "Kashagiri Hiromitsu" ketika dipegang oleh pemiliknya. Itu adalah katana yang termasuk salah satu dari Kusakabe Five Treasure dari anime 11eyes]
"Hohooo, zanpakuto yang hebat!" puji Kenpachi basa-basi.
"Ini bukan zanpakuto seperti milik kalian. Kita lihat, pedang siapa yang lebih kuat"
sheeeetttt...
Puluhan bangunan yang berjarak cukup jauh dari Naruto langsung terpotong secara diagonal, tak lama bangunan-bangunan itupun roboh dan tingginya berkurang setengahnya. Bekas potongan bangunan, tampak menghitam seperti hangus terbakar. Naruto telah mendemostrasikan kemampuan pedang hasil modifikasinya. Ketika Naruto mengayunkan pedangnya secara diagonal tadi diudara, disertai pula dengan pelepasan chakra elemen lava berupa lapisan energi yang sangat tipis dan sangat panas dari mata pedangnya. Hal ini lah yang yang memotong dan menghanguskan apapun targetnya. Cara ini, Naruto buat berdasarkan prinsip yang sama dengan efek Yuton: Rasenshuriken yang mampu memotong Pohon Shinju dalam sekejap.
"Sok pamer! . . . ." kata Kenpachi tidak sedikitpun takut terhadap apa yang telah didemonstrasikan Naruto. "Haaaaaaa" sambil berteriak Kenpachi juga melakukan hal yang sama.
Beberapa bangunan yang berjejer dibelakang Naruto langsung ambruk setelah Kenpachi mengayunkan pedangnya. Bangunan-bangunan itu roboh, bahkan material bangunan juga hancur berkeping-keping. Kenpachi juga tidak ingin kalah. Dia dengan mengerahkan reiryokunya yang banyak juga sanggup melakukan demonstrasi seperti Naruto tadi.
Kalau dipikir-pikir, hal yang baru saja kedua orang ini lakukan hanyalah buang-buang tenaga, tidak berguna. Lebih baik dipakai untuk langsung menyerang melukai lawan. Tapi demi kebanggaan dan rasa superioritas dari hati kedua orang itu, sepertinya kehilangan banyak tenaga bukan hal penting bagi mereka.
"Heh, jangan kau kira aku akan takut hanya karena itu" balas Naruto percaya diri.
Swossshh .. ..
Trankk...,,
Dhuuuarrrr...
Dua pedang kembali beradu, kali ini dampaknya jauh lebih besar dari adu pedang pertama mereka. Kembali lagi sama seperti sebelumnya, banyak bangunan yang tidak bersalah roboh, jadi korban akibat pelepasan ledakan energi keduanya yang sangat besar, bahkan hingga bangunan yang berjarak lebih dari 5 kilometer dari pusat pertarungan.
Naruto yang saat ini lebih diuntungkan karena memiliki dua pedang, tidak membuang kesempatan. Satu pedangnya lagi yang menganggur, langsung saja dia tebaskan ke arah perut Kenpachi dari samping.
Namun Kenpachi berhasil menghindar, tidak ingin tubuhnya bernasib sama seperti bangunan yang kena sabetan pedang Naruto.
Wajar saja, Naruto bukan petarung pedang sehingga gerakan dan ayunan pedangnya mudah dibaca oleh lawannya yang merupakan seorang shinigami yang pasti memiliki skill bertarung pedang.
trannkk... trannkk... trannkk... trannkk... trannkk... trannkk...
Selanjutnya selama beberapa saat, adu pedang terus terjadi. Saling asal tebas dan beradu pedang untuk membuktikan siapa yang lebih unggul. Adu pedang amatir, karena selain Naruto yang memang tidak terlalu bisa bertarung dengan pedang, Kenpachi ternyata juga bukan ahli bermain pedang jika dibandingkan dengan rekan-rekannya sesama kapten di Gotei 13. Mungkin skill berpedang Kenpachi yang terburuk dibanding kapten lainnya, tapi berkat reiatsunya yang sangat kuat, dia mampu sejajar dengan kapten lain, bahkan dia disebut-sebut sebagai kapten terkuat.
Saat ini dua petarung sedang berdiri pada jarak yang cukup jauh, mengambil nafas setelah beradu pedang selama beberapa menit tadi. Masing-masing berdiri pada posisi siaga.
"Gh, buang-buang tenaga jika aku menghadapinya seperti ini. Baiklah, sebaiknya ku coba saja teknik baru" gumam Naruto. Rupanya sekarang akal Naruto sudah sedikit jalan karena selama pertarungan dengan Kenpachi, dia bertarung bukan untuk mengalahkan tapi untuk rasa superioritas yang tak berdasar. Dan saat ini Naruto mengurangi dulu sedikit rasa hormatnya pada shinigami yang bertarung dengan pedang. Naruto juga ingin menang dan secepatnya menyelesaikan pertarungannya agar bisa segera menemui istrinya yang dia tinggalkan sendirian melawan musuh. Biar bagaimanapun kekuatan baru Hinata sekarang, tetap saja dia masih khawatir dengan keselamatan istri yang sangat dicintainya itu.
Menatap Kenpachi yang berdiri terpaut jarak beberapa puluh meter dari dirinya, Naruto menyeringai senang. Pedang hitam Naruto kembali kebentuk semula, menjadi bola yang bersusun dibelakang punggungnya, namun satu godoudama tiba-tiba hilang. Hal ini untuk membuat dan menyebarkan tanda segel hiraishin di area pertarungan agar dapat membuat gerakan kilat secara tiba-tiba dan tak terduga.
Naruto mengangkat sedikit telapak tangan kanannya, mebuat bola biru yang tampak mengeluarkan uap panas yang berputar-putar sangat cepat ditelapak tangannya itu.
Zsshhhtt. . . .
Hilang dalam sekejap dengan teknik hiraishin, dan langsung muncul tepat didepan Kenpachi.
Senpou Kairiki Musou: Rasengan
Kenpachi yang tak menduga Naruto telah berada didepannya, tidak sempat bergerak untuk menghindar. Dia tidak tahu bola apa yang ada di tangan lawannya, sehingga memilih untuk menahannya saja menggunakan tangan kirinya yang tidak memegang pedang, agar bola itu tidak mengenai badannya sendiri.
Swoossshh. . .
Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Brakkk..
Kenpachi terlempar kebelakang, menghancurkan lima buah puing bangunan berukuran besar, dan akhirnya tubuhnya mendarat dan terperosok dipuing bangunan yang keenam.
Tampak tangan kiri Kenpachi yang digunakan untuk menahan bola biru tadi, berlubang. Darah merah segar mengucur keluar dari lubang itu. Kelihatan pula bagian putih dari lubang di lengan itu, lubang yang tercipta sampai memperlihatkan tulang Kenpachi setelah mengoyak lapisan kulit dan dagingnya.
Jutsu baru yang pertama kali digunakan Naruto ini, benar-benar sadis. Rasengan yang dibuat dari chakra senjutsu yang mendidih, membuat putaran angin rasengannya menjadi sangat panas dan sangat dekstruktif. Rasengan tipe ini walaupun kecil tapi benar-benar mem-bor tubuh targetnya, tidak seperti bola rasengan biasa yang hanya membuat luka lecet di tubuh lawan.
"Omoshiroi... Omoshiroi... Kau benar-benar membuatku menikmati pertarungan ini" Kenpachi menampakan wajah yang begitu gembira, pertarungan ini benar-benar menarik baginya. Kenpachi menikmati pertarungan ini sampai-sampai melupakan rasa sakit dari daging di lengannya yang terkoyak sehingga menampakkan tulang pergelangan tangannya.
"Dasar orang gila, luka parah begitu tapi malah berteriak kesenangan. Aneh" ejek Naruto pada Kenpachi.
Tapi walau begitu Naruto memahami apa yang sedang dirasakan oleh Kenpachi. Seperti yang pernah dikatakan oleh salah satu sesama ninja dari dunia shinobi, Naruto adalah satu-satunya ninja yang dapat memahami perasaan lawan bertarungnya, siapapun itu. "Oey, mana serangan balasanmu. Aku menunggu loh" lanjut Naruto lagi, seakan dia juga ingin menikmati pertarungan ini. Bagaimanapun, Naruto harus menanggapi perasaan lawannya karena memang begitulah sifat asli Naruto.
"Heh, rasakan ini" Kenpachi, mengumpulkan reiryoku dalam jumlah sangat besar, jauh lebih besar dari sebelumnya. Tubuhnya dipenuhi aura kuning yang melepaskan reiatsu bertekanan sangat tinggi, dan aura kuning yang menguar itu seakan membentuk wajah suatu monster yang disebut hollow.
Kenpachi melesat maju kearah Naruto, tanpa mempedulikan tangan kirinya yang terluka. Tangan kanannya memegang zanpakuto lurus kedepan untuk menusukkannya kearah Naruto.
trankkk.
Naruto menahannya dengan tameng dari godoudama. Beruntung tameng godoudama tidak pecah karena naruto membentuknya sangat tebal, yang difokuskannya agar bisa menahan bagian ujung zanpakuto milik Kenpachi
Sreeeeekkkkk...
Kekuatan Kenpachi sekarang tidak main-main, terbukti dia mampu mendorong Naruto, sehingga Naruto terserat mundur cukup jauh...
Dalam posisi yang tidak menguntungkan ini, Naruto terpaksa menggunakan cara licik. Naruto membuat satu ekor chakra seperti milik Kurama yang berwarna emas. Lalu dengan cepat menyabetkannya ke kedua kaki Kenpachi untuk merusak kuda-kuda kapten itu, dengan memanfaatkan fokus Kenpachi yang tertuju penuh pada tameng godoudama ketika dia terus maju mendorong pedangnya sehingga Kenpachi tidak menyadari ada serangan dari bawah.
Bruukk,.
Kenpachi pun terpakasa jatuh dengan cara tidak elit, Naruto berhasil kabur dan sekarang dalam posisi terbang pada ketinggian beberapa puluh meter.
"Cih, , , , " Kenpachi mendengus kesal karena tidak suka. Dia memang mengakui kalau dirinya cukup bodoh, tapi tidak perlu dibodoh-bodohi sampai segininya juga kan?
Dalam keadaan kesal seperti itu, Kenpachi menatap keatas, ke arah kaburnya Naruto tadi. Sekarang dia terkejut, menyadari akan adanya serangan skala besar yang akan dilancarkan padanya. Kenpachi mengerahkan reiatsunya sampai batas maksimal yang bisa ia keluarkan, sehingga tampak aura kuning menyelimuti tubuhnya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Tanah disekitar Kenpachi yang dipijaknya juga retak dan beberapa bongkahan tanah terangkat keudara. Ini dia lakukan agar tubuhnya dapat bertahan dari serangan Naruto yang sebentar lagi pasti akan mengenainya karena dia merasa tidak bisa menghindar lagi.
Diatas, ada Naruto. Lebih tepatnya ada sembilan Naruto sudah menyiapkan jutsu masing-masing. Tekanan chakra yang kuat dari jutsu itulah, yang membuat Kenpachi mengeluarkan reiatsu sampai pada batas maksimal.
Senpou: Super Tailed Beast Rasenshuriken
Naruto melemparkan sembilan buah rasenshuriken dengan elemen berbeda-beda yang dia pakai dari masing-masing elemen milik partner biju-bijunya.
Shiiingggg...
DDHUUUAAAARRRR . . . . .
Ledakan super besar tercipta, gelombang kejutnya mampu meratakan bangunan-bangunan di Seiretei hingga radius 30 kilometer. Walau jarak itu cukup kecil jika dibandingkan luasnya Seiretei yang memiliki empat gerbang dari utara, timur, barat, dan selatan yang konon katanya jarak antar gerbang membutuhkan waktu 10 hari perjalanan. Tapi walaupun kecil dibanding luas wilayah Seiretei, tetap saja efek ledakan menggema bahkan dapat dirasakan di seluruh penjuru Seiretei.
tap..
Naruto mendarat di permukaan tanah tidak jauh dari pusat ledakan. Kepulan asap pun tidak lama kemudian memudar, dan tampak lah disana, Kenpachi dalam kondisi sekarat, sekujur tubuhnya dipenuhi darah. Tapi dia masih dapat berdiri, dan raut wajahnya pun tidak tampak merasakan adanya rasa sakit, malah rasa senang yang lebih besar dari pada sebelumnya.
"Hahahahaa,, baru kali ini aku terluka sampai separah ini dalam pertarungan. Ayo, kita selesaikan ini dalam serangan berikutnya"
"Baiklah, ini akan jadi penutup pertarungan kita" sahut Naruto.
Kenpachi mengangkat pedangnya, tubuhnya kembali bercahaya kuning, dia mengerahkan seluruh sisa-sisa kekuatannya. Naruto pun juga sudah bersiap, satu buah godoudama dijadikan lagi membentuk sebuah katana seperti sebelumnya. Dengan tangan kanan, dia memegang satu pedannya dan lagi-lagi di aliri chakra elemen lava untuk menambah efek kerusakan dari pedang itu sehingga mata pedang Naruto tampak berwarna merah. Keduanya pun membuat ancang-ancang, dan langsung maju secepat kilat.
Swoosshh. . .
Sreeekkk...
Kenpachi dan Naruto dalam posisi saling memungguni. Berdiri pada posisi masing-masing, hingga hampir setelah satu menit, salah satu dari dua orang itu roboh.
Bruukkk.
Prannnkk
Terdengan suara dentingan logam yang patah.
"Terima kasih, kurasa sudah dua tahun lebih aku tidak pernah menikmati pertarungan seperti bertarung denganmu ini" kata Naruto.
"Harusnya aku yang berterima kasih. Ku harap kita bisa bertarung lagi lain waktu dan bertarung lagi" kata Kenpachi yang sudah terbaring ditanah, pedang zanpakuto tanpa nama miliknya pun juga sudah patah. Tidak lama setelah mengucapkan terima kasih, Kenpachi akhirnya tidak sadarkan diri lagi.
"Kurasa hal itu tidak akan pernah terjadi. Selamat tinggal" jawab Naruto, kemudian melompat pergi ketempat istrinya, tanpa ada luka sedikitpun yang tertinggal ditubuhnya.
Ya, Naruto walau bertarung all out, tapi dia tetap berhati-hati. Sesuai pesan sosok yang menemani dia dan Hinata kesini, Seiretei dipenuhi oleh orang-orang kuat, sehingga Naruto tidak akan membiarkan dirinya terluka pada pertarungan pertama. Biarpun dia dan Hinata menjalankan misi ini dengan sangat hati-hati dan menghindari bentrokan, tapi tetap saja tidak menutup kemungkin kalau akan ada orang lain lagi yang terpaksa harus dia lawan nanti.
.
Byakuya masih tidak bisa mempercayai apa yang barusan terjadi. Tidak pernah sebelum ini, target yang terkena serangan ribuan serpihan zanpakuto miliknya bisa selamat tanpa tergores sedikitpun. Dia yakin betul sudah mengenai Hinata, tidak ada kekkai atau pertahanan macam apapun yang terlihat.
"Huuuuuh" Hinata menghembuskan nafas lega. Beruntung dia cepat mengaktifkan doujutsu baru miliknya dan menggunakan kemampuan tingkat pertama dari doujutsu itu.
"Kau tidak berniat menyerangku?" tanya Byakuya dari sudut lain arena pertarungan mereka. Jarak mereka terpaut cukup jauh, lebih dari 50 meter.
Hinata memang sengaja mengambil jarak yang jauh ini, untuk menghindari resiko serangan dengan shunpo dari Byakuya lagi. Hinata memang berhasil menghindari shunpo sampai dua kali, tapi mengingat Byakuya adalah master shunpo dan otaknya cerdas jadi bisa saja nanti serangan selanjutnya yang berbasis shunpo, tidak terduga dan sangat berbahaya bagi Hinata.
Tapi jarak yang cukup jauh ini juga merugikan bagi Hinata. Sebagai pengguna taijutsu khas Hyuga, dia tidak akan bisa menyerang dari jarak jauh. Hinata adalah petarung jarak dekat sehingga sampai sekarang dia masih diam saja tanpa menyerang. Tapi ada satu hal yang bisa dicoba olehnya.
Hinata tidak perlu menjawab pertanyaan Byakuya barusan, yang dia perlu lakukan adalah membuat kuda-kuda. Taijutsu Hyuga memang harus selalu ditopang kuda-kuda yang kuat ketika menyerang. Menurunkan sedikit badannya ketika membentuk kuda-kuda, disertai menekuk tangan kanan dengan telapak tangan terbuka didekat perut. Setelah siap,
Hakke Kuusho
Hinata melancarkan pukulan tenaga dalam, salah satu serangan jarak menengah Klan Hyuga, serangan yang sudah cukup untuk mencapai target yaitu kapten shinigami yang berdiri cukup jauh dari tempatnya.
Namun nihil, dengan mudahnya Byakuya menghentikan pukulan itu. Masih dalam mode shikai, Byakuya membuat serpihan pedangnya sebagai pertahanan yang menghalangi pukulan Hinata barusan. Dengan jumlah reiryoku yang terbilang besar untuk ukuran seorang kapten divisi, tidak sulit baginya menahan pukulan Hakke Kuusho dari Hinata yang tidak seberapa kekuatannya.
"Hanya segitu saja?" kata Byakuya merendahkan.
Hinata tetap tenang walau direndahkan. Dia sangat tahu bahwa orang yang sekarang menjadi lawannya memiliki kemampuan bertarung yang tingkatannya jauh diatas dirinya sendiri. Dia harus memikirkan cara melumpuhkan musuhnya dalam satu serangan jitu.
Byakuya sudah mulai serius, walaupun perkataannya meremehkan, tapi diotaknya dia sudah menyadari bahwa wanita yang saat ini dia lawan memiliki kemampuan yang sangat merepotkan karena belum dia ketahui sedikitpun.
Hening beberapa menit dalam alam pikiran masing-masing, sampai akhirnya salah satu dari dua orang yang bertarung itu mulai menyerang lagi. Kali ini Byakuya yang menyerang, dia perlu melakukan serangkaian uji coba serangan agar bisa mengetahui apa sebenarnya kemampuan Hinata.
Masih menggunakan serpihan zanpakutonya, Byakuya melakukan serangan jarak jauh. Serpihan-serpihan mata pisau itu dia kendalikan gerakannya melalui gagang pedang zanpakuto ditangannya untuk menyerang. Gelombang serangan pertama dari serpihan itu bergerak cepat kearah Hinata.
Hinata menepis dengan tangannya sehingga serpihan zanpakuto berubah arah. Hinata dapat menepisnya tanpa mendapatkan luka. Sama seperti yang pertama kali ia lakukan sehingga berhasil membuat Byakuya sangat terkejut. Selanjutnya gelombang serangan kedua datang tidak lama kemudian, juga berhasil ditepis oleh Hinata. Semakin lama, semakin cepat interval waktu antar gelombang serangan sehingga Hinata tidak sanggup menepis semuanya dengan tangannya lagi.
Byakuya terus mengamati, dia telah mengetahui bahwa setiap kali serpihan pedangnya ditepis oleh gerakan tangan Hinata, tepat sebelum serpihan itu menyentuh kulit Hinata saat itu pula lah serpihan mata pedangnya berubah arah dan lepas dari kendalinya untuk beberapa saat, sebelum dia bisa mengendalikan gerakan serpihan pedangnya lagi.
Melihat Hinata yang sudah kerepotan menepis semua gelombang serangan dalam tempo yang sangat cepat. Tersenyum tipis, Byakuya merencanakan sesuatu.
Hinata yang masih belum berhenti bergerak untuk menepis semua gelombang serangan yang datang, harus dikejutkan dengan datangnya serangan yang berikutnya. Kali ini seluruh tubuh Hinata tampak seperti terselimuti oleh ribuan kelopak bunga sakura.
Byakuya menggunakan semua serpihan pedangnya. Hinata dia kurung dalam jutaan serpihan zanpakutonya yang membentuk seperti bola. Sebenarnya itu bukanlah kurungan, melainkan serangan tingkat tinggi milik Byakuya. Setiap serpihan pedang bergerak untuk melukai tubuh Hinata dari dalam bola. Inti serangan Byakuya adalah jumlah, kecepatan, dan kontinuitas yang sangat tinggi, inilah ciri khas bertarung seorang Byakuya. Berbeda jauh dengan Kenpachi yang lebih mengedepankan serangan tunggal berdaya hancur besar.
Ketika Hinata terkurung dalam bola itu didalamnya, Hinata tidak bisa lagi menepis serangan-serangan itu. Tubuhnya tidak sanggup melakukan gerakan untuk menepis serangan dengan jumlah, kecepatan, dan kontinuitas luar biasa. Sehingga mau tidak mau Hinata merelakan seluruh permukaan tubuhnya terkena serangan.
Tidak lama kemudian, bola itu pecah seperti meledak dan serpihan zanpakuto Byakuya kembali ketempat pemiliknya. Terlihat Hinata masih tidak terluka sedikitpun, tanpa ada satupun goresan dikulitnya. Hal yang sangat mengejutkan, karena biasanya setiap musuh yang merasakan teknik Byakuya barusan, pastilah terbunuh atau paling tidak memperoleh luka fatal yang sangat mengerikan, tapi Hinata, tidak terluka sama sekali.
.
.
.
To be Continued. . . .
Note : Ga jadi deh di habisin di chap ini pencurian Hogyokunya. Chap depan aja, soalnya akan jadi panjang banget kalau jadi satu chap saja. Hinata bertarung dengan kekuatan baru, jadi ada banyak hal dan perlu kalimat panjang untuk mejelaskan kekuatan barunya. Selain sebagai arc sisipan, di arc ini juga aku berkesempatan menunjukkan kemampuan Hinata yang baru, sebab selanjutnya setelah ini Hinata akan jarang bertarung. Karena selama ada Naruto disisinya, Hinata hanya akan menunggu sang suami menghabisi penghalang-penghalang mereka berdua.
Lalu, tidak mungkin aku membuat Naruto harus berhadapan dengan seluruh kapten dan pasukan Gotei 13. Akan jadi panjang nanti ceritanya. Aksi Naruto kali ini adalah aksi penyusupan dengan tujuan untuk mencuri Hogyoku. Kalau bertarung dengan seluruh penghuni Seiretei, bukan menyusup lagi namanya, tapi perang. Chap depan positif selesai. Pertarungan Hinata Vs Byakuya yang terakhir, dan ada cerita kejutan sebagai penutupnya yang membuat arc Hogyoku ini menjadi logis, tidak asal datang ke Seireitei saja.
Dan lihat chap ini, berhubung arc ini tidak terlalu terikat dengan alur cerita, aku bisa bebas membuat adegan pertarungan. Ahahahaaa.. Di chap ini, Naruto is extremely strong, tanpa luka sedikitpun bahkan belum menunjukkan semua kekuatannya dalam wujud dewa ashura, dia bisa menumbangkan kapten terkuat di Gotei 13. Di chap ini juga, Naruto sesuai dengan julukannya sebagai jenius pertarungan, ada kemampuan baru yang dia kembangkan seperti pedang godoudama yang tak bisa patah bercampur chakra api elemen lava dan kemampuannya membelah bangunan sesuatu. Ditambah lagi satu rasengan baru menggunakan chakra mendidih, dan itu baru dibentuk dalam versi rasengan, bagaimana kalau versi rasenshuriken,?
Hihiii, anggap aja chap ini untuk membayar kenapa Naruto bisa tampak lemah di DxD Universe. Sebenarnya menurutku Naruto bukannya lemah di DxD Universe, tapi yaa gitu deh. Masih ada banyak hal yang belum terungkap. Hohooo.
Di kolom review, katanya Naruto harus punya doujutsu, atau The True Tenseigan seharusnya untuk Naruto, bukan Hinata, atau apa saja asal Naruto punya kekuatan baru? Namun menurutku itu sama sekali tidak perlu. Naruto itu sudah sangat kuat, potensinya sebagai petarung hampir tak terbatas dan selalu tak terduga. Memang kalau dimanga, Naruto selalu mengandalkan variasi rasengan dan rasenshuriken, tapi variasi itu pun sudah sangat hebat. Nah di fic ini, Naruto ku buat mampu mengembangkan potensi lainnya, dia banyak belajar jutsu-jutsu baru, selain itu modifikasi serta kreatifitas bertarung naruto menjadi hal yang lebih dikedepankan di fic ini. Lihat aja pertarungan barusan, jadi akan ku usahakan disetiap pertarungan besar yang dihadapi naruto selalu dengan hal-hal baru yang kreatif, supaya kita tidak bosan. begitu.
Lalu, salah lagi nih aku nya, ternyata bukan Sairaorg yang kuat selain Yondai Maou. Ada Diehauser Belial si Top 1 rating game, lalu ada Roygun Belphegor dan Bedeze Abaddon di peringkat 2 dan 3. Sorry, aku belum mencari info sampai kesana. Tapi tetap saja, menurutku Sairaorg pilihan yang paling tepat bertemu dengan Sasuke. 3 posisi teratas itu setelah ku cari-cari infonya terlalu kuat kedudukannya di kalangan iblis, jadi ga etis kalau mereka menerima tugas Sirzech, apalagi hanya sekedar mencari informasi. Dan setauku, Sairaorg juga sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan iblis berkat pencapaiannya.
Karena masih banyak kekurangan, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.
