Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Serta karakter-karakter lainnya yang saya pinjam dari pemiliknya

Summary : Dunia shinobi mencapai akhir, akhir yang sebenarnya. Bukan akibat orang yang berniat jahat, tetapi karena memang dunia shinobi sudah berada penghujung usianya. Apakah masih ada cara untuk menyelamatkan seluruh manusia? Apakah mereka masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup? Naruto, sang pahlawanlah yang akan menjawabnya. . .

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy, & Little bit Romance

Rate : T

Setting : AU (Alternate Universe)

Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.

Pair : Semua Pair Canon

Ahad, 6 Desember 2015

Happy reading . . . . .

Sebelumnya . . . . .

Ketika Hinata terkurung dalam bola itu, Hinata tidak bisa lagi menepis serangan-serangan Byakuya. Tubuhnya tidak sanggup melakukan gerakan untuk menepis serangan dengan jumlah, kecepatan, dan kontinuitas luar biasa. Sehingga mau tidak mau Hinata harus merelakan seluruh permukaan tubuhnya terkena serangan Byakuya.

Tidak lama kemudian, bola itu pecah seperti meledak dan serpihan zanpakuto kembali ketempat pemiliknya. Terlihat Hinata masih tidak terluka sedikitpun, tanpa ada satupun goresan dikulitnya. Hal yang sangat mengejutkan, karena biasanya setiap musuh yang merasakan teknik Byakuya barusan, pastilah terbunuh atau paling tidak memperoleh luka fatal yang sangat mengerikan, tapi Hinata, tidak terluka sama sekali.

To The End of The World

By Si Hitam

Chapter 18. Pencurian Mutiara Hogyoku, Part III.

"Aku mengerti sedikit kemampuanmu, kau bisa membelokkan semua arah serangan yang menuju tubuhmu. Begitu kan?" tanya Byakuya.

Hasil analisis Byakuya, dia menyadari bahwa gerakan menepis dari tangan Hinata hanyalah pengecoh. Sebenarnya Hinata dapat merubah arah serangan dari sisi manapun di tubuhnya ketika serpihan zanpakuto berada 1 centimeter dari kulitnya. Inilah hasil yang Byakuya peroleh setelah melakukan serangan berkecepatan tinggi dalam bola tadi, membuat Hinata tidak bisa sanggup lagi melakukan gerakan menepis.

"Memangnya ada yang berubah setelah kau mengetahui kemampuanku sekarang?" tanya balik Hinata.

Inilah kemampuan tingkat pertama The True Tenseigan. Ketika Hinata mengaktifkan doujutsu ini, dia bisa membuat suatu lapisan tak kasat mata pada seluruh permukaan tubuhnya berupa bidang dua dimensi. Lapisan ini tercipta dari chakra yang dikeluarkan melalui seluruh titik tenketsu di permukaan tubuh Hinata seperti ketika melakukan teknik kaiten. Lalu dengan kemampuan khusus dari mata barunya, chakra itu diolah menjadi suatu lapisan berupa bidang dua dimensi.

Bidang dimensi itu memiliki kemampuan untuk memanipulasi vektor atau arah. Ketika ada suatu bentuk materi atau energi atau apapun yang bergerak, pastilah gerakannya memiliki vektor. Hanya sesuatu yang diam tidak bergerak saja, yang tidak memiliki vektor. Ketika materi atau energi mengenai bidang itu, maka bidang itu akan mengubah arah atau membaliknya dengan kecepatan yang sama sehingga tidak akan pernah mencapai permukaan tubuh Hinata. Cara kerja kemampuan ini jika disederhanakan, mirip dengan cermin yang memantulkan seberkas cahaya.

Teknik ini bisa dikatakan adalah pertahanan mutlak yang sebenarnya, sebab suatu serangan fisik, ninjutsu, ataupun sihir pasti memiliki vektor atau arah. Baik itu serangan tunggal berdaya hancur sangat besar ataupun serangan kecil dengan jumlah, kecepatan, dan kontinuitas sangat tinggi. Semua jenis serangan tidak pernah bisa menembus pertahanan itu karena akan berubah arah sebelum mengenai target. Dengan begini, tidak ada satupun jenis serangan yang bisa melukai Hinata.

Pertahanan Hinata berbeda prinsip kerjanya dengan pertahanan mutlak seperti pasir Gaara atau susano'o Sasuke. Pertahanan milik kedua sahabat suaminya itu bekerja dengan cara memberikan reaksi berupa gaya tolak untuk menahan serangan musuh. Pertahanan mereka bergantung pada jumlah energi yang digunakan, sehingga ketahanan akan semakin besar jika energi atau chakra yang digunakan semakin banyak. Jika kekuatan dari serangan musuh lebih besar energinya daripada energi untuk membuat pertahanan, maka pertahanan pasir ataupun susano'o akan kelebihan beban dan akhirnya bisa ditembus.

Tapi pertahanan Hinata berbeda, pertahanan mutlak Hinata tidak bergantung pada jumlah energi yang digunakan untuk membuat pertahanan. Baik itu serangan tunggal berdaya hancur sangat besar ataupun serangan dengan kecepatan tinggi, semuanya bisa dibelokkan karena serangan-serangan itu pastilah memiliki arah. Pertahanan Hinata hanya bergantung pada satu hal, yaitu seberapa lama dia bisa mengaktifkan The True Tenseigan.

Walau begitu, ada satu cara menembus pertahanan Hinata ini. Kemampuan pertama The True Tenseigan termasuk dalam kategori ninjutsu, maka teknik itu bisa dilenyapkan oleh kemampuan godoudama. Tapi berhubung godoudama hanya dimiliki oleh suaminya seorang, jadi Hinata tidak perlu khawatir karena tidak akan ada musuh yang sanggup menembus pertahanannya.

"Bagaimana dengan ini?" Byakuya kembali bicara, ingin menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya.

Serpihan pedang yang menyebar kembali ketempatnya, pada gagang pedang yang Byakuya pegang sehingga zanpakutonya kembali kedalam bentuk tersegel. Kemudian Byakuya mengarahkan ujung pedangnya ke tanah lalu melepaskannya. Pedang itupun jatuh tenggelam kedalam tanah, layaknya sedang jatuh ke air sehingga menimbulkan riak.

[Menyebarlah!, Senbonzakura Kageyoshi]

Mantra Bankai, perintah pelepasan terakhir zanpakuto milik Byakuya diucapkan.

Dua baris seribu pedang raksasa, berjejer membentuk seperti sebuah jalan. Langit cerah tidak lagi terlihat, hanya seperti ruang kosong yang tampak gelap. Tidak ada target yang bisa lari dari serangan ini. Dalam sekejap, pedang-pedang raksasa itu berubah menjadi serihan mata pedang kecil. Serpihan ini jauh lebih banyak jumlahnya dibanding dalam kondisi shikai. Pengendaliannya juga berasal langsung dari pikiran Byakuya, tanpa perlu menggerakkan gagang pedangnya lagi dengan tangan. Kekuatan, jumlah, kecepatan, serta kontinuitas serangan meningkat tajam dibanding sebelumnya, karena kontrol serpihan langsung dari dari otak Byakuya.

Hinata, yang menjadi target serangan bankai Byakuya, langsung terkubur dalam kubangan serpihan mata pedang itu. Serangan tingkat tinggi telak diterima olehnya.

Dalam keadaan itu, Hinata masih bisa bertahan dengan kemampuan barunya tapi ia tidak bisa terus selamanya diserang seperti ini. Setiap kekuatan pasti ada batasnya, setiap kemampuan pasti ada kelemahannya. Doujutsu The True Tenseigan juga begitu. Oleh karena itu, Hinata harus segera melancarkan serangan balik.

Hakke Soujishi Hougeki

Membuat dua kepala singa kembar di tanganya, teknik tertinggi dari pukulan jyuken yang merupakan penyempurnaan dari Juho Shoshiken. Menggunakan tangan diselimuti chakra padat berwarna ungu. Hinata memukulkan tangannya kedapan walau dirinya sendiri masih berada dalam kubangan serpihan mata pedang senbonzakura.

Bugggg. ..

Srekkkk,,,,,

Byakuya terpental beberapa meter setelah menerima pukulan dipipi kanannya, pukulan yang merusak sampai ke dalam rahangnya karena pukulan yang baru saja dia terima adalah pukulan tenaga dalam yang langsung bisa menghancurkan organ internal tubuh. Beruntung Byakuya memiliki fisik yang jauh lebih kuat dibanding shinigami biasa sehingga masih bisa bertahan.

Karena fokus otak Byakuya terganggu setelah menerima pukulan barusan, Hinata terbebas dari kubangan serpihan tadi.

Byakuya masih terkejut, sementara Hinata menghela nafas lelah.

Hinata baru saja menggunakan kemampuan tingkat kedua The True Tenseigan, yaitu manipulasi ruang tiga dimensi. Dengan kemampuan itu, Hinata memotong jarak dari dua titik dalam dimensi ruang. Bisa disebut sebagai teknik teleportasi, tapi berbeda dengan hiraishin suaminya ataupun shunsin rinnegan Sasuke.

Teknik Hinata adalah memotong jarak tempuh dari suatu benda yang bergerak. Ketika Hinata memukulkan tangannya yang berbalut chakra berbentuk kepala singa kedepan, titik koordinat posisi antara ujung kepalan tangan Hinata dan pipi kanan Byakuya seperti disatukan, dua titik itu saling tumpang tindih. Sehingga Byakuya, walaupun berada pada jarak yang jauh, tapi dia tetap menerima serangan. Hal ini terjadi karena ketika Hinata menggunakan kemampuan ini, sebenarnya tidak ada jarak antara kepalan tangan Hinata dan pipi kanan Byakuya, dan bisa dikatakan kalau pukulan Hinata menyentuh pipi Byakuya. Hinata mampu memanipulasi jarak dua titik yang berada dalam lingkup penglihatan Byakugan normal miliknya, yakni mencapai radius 10 km.

Penjelasan sederhananya begini, misalkan kita membuat dua titik hitam di atas selembar kertas putih. Maka cara normal menentukan jarak dua titik itu adalah dengan membuat garis lurus yang menghubungkan kedua titik, lalu ukur panjang garis itu dengan penggaris. Kemampuan kedua The True Tenseigan bekerja seperti melipat kertas ditengah kedua titik. Setelah kertas dilipat, dua titik itu menjadi berhimpit saling tumpang tindih. Jika begitu, maka tidak akan ada lagi jarak antara dua titik itu.

Byakuya bangun berdiri setelah tadi terpental beberapa puluh meter, sudut bibirnya berdarah akibat pukulan yang diterimanya.

"Kali ini aku akan benar-benar membunuhmu. Jurusku selanjutnya hanya ku gunakan pada orang yang sudah menjadi sumpahku untuk ku bunuh. Aku tahu staminamu turus drastis, jadi kau pasti tidak akan bisa bertahan dari serangan ku selanjutnya" Byakuya tampak marah. Namun begitu, dia menyadari bahwa stamina lawannya semakin melemah. Ini keuntungan baginya yang memiliki stamina kuat. Stamina juga menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam pertarungan.

Harus diakui, penggunaan The True Tenseigan tidak jauh berbeda dengan Byakugan, Sharingan ataupun Rinnegan. Semua doujutsu memerlukan pasokan chakra yang banyak pada mata. Inilah kelemahan Hinata, mata hebat miliknya tidak ditopang oleh volume chakra yang besar serta fisik dan stamina yang kuat.

Hinata tidak selamanya bisa berlindung dibalik pertahanan mutlak miliknya. Walau pertahanan itu bisa bertahan dari serangan seperti apapun, tapi jika doujutsunya tidak mendapatkan pasokan chakra, maka pertahanan itu juga pasti berhenti.

Sekarang Hinata pada posisi yang tidak menguntungkan, kalah stamina dari lawan membuatnya terdesak. Belum lagi sepertinya masih ada jurus yang belum dikeluarkan oleh lawannya,

Senkei Senbonzakura Kageyoshi

Bentuk sejati dari senbonzakura, Byakuya mengurung dirinya sendiri bersama Hinata dalam kurungan barisan seribu pedang empat tingkat berbentuk lingkaran. Pada kondisi ini, Byakuya tidak lagi memiliki pertahanan, lagipula dia yakin serangan Hinata hanyalah serangan yang tidak mematikan dan kerusakannya tidak parah. Semua fokus Byakunya ditujukan untuk menyerang. Mengambil beberapa puluh pedang dari dinding kurungan itu, Byakuya mengubahnya menjadi serpihan mata pedang lagi dan menggunakannya untuk menyerang Hinata.

Serangan terfokus dengan intensitas tinggi membuat Hinata terpaksa bertahan saja. Mengubah vektor atau arah setiap hujaman dari serpihan pedang senbonzakura agar tidak melukai dirinya. Serangan terus saja terjadi sampai lebih dari semenit, hingga Byakuya menghentikan serangannya dan Hinata sudah tidak bisa berdiri dengan benar lagi, hanya bertumpu pada kedua lututnya. Staminanya tinggal sedikit, chakranya benar-benar terkuras hingga hampir habis.

"Aku menaruh hormat padamu karena kau adalah orang ketiga yang bisa bertahan dari serangan ku yang tadi. Tapi aku belum selesai, ini serangan terakhirku" kata Byakuya.

Hinata berusaha bangkit, sehingga bisa berdiri lagi. "Ini juga serangan terakhirku, aku tidak akan kalah. Akan ku pertaruhkan semuanya pada serangan terakhir ini" balas Hinata.

Lagi, Hinata membuat bentuk chakra kepala singa kembar di kedua tangannya, bersiap dengan kuda-kuda menyerang. Pola iris mata The True Tenseigan Hinata terlihat berputar, tanda bahwa ia akan menggunakan kemampuan tingkat terakhir dari doujutsunya untuk menopang tinju halus yang akan dia layangkan pada Byakuya.

Byakuya pun sudah bersiap dengan serangannya. Ribuan serpihan mata pedang Byakuya bersinar terang berwarna putih, membentuk sayap seperti malaikat dibelakangnya serta sebuah lingkaran halo di atas kepalanya. Serpihan lainnya bergabung dan memadat membentuk satu pedang ditangannya. Serangan terakhir Byakuya ini adalah serangan tunggal berdaya hancur sangat kuat yang dia ciptakan dengan reiryoku dalam jumlah besar.

Hakke Soujishi Hougeki

Shukei Hakuteiken

"haaa/haaa.." keduanya maju bersamaan. Menghilang secepat kilat tanpa bisa dilihat oleh mata.

...

Keduanya sekarang dalam posisi saling memunggungi.

Beberapa saat kemudian, Hinata lebih dahulu jatuh terduduk tanpa sedikitpun luka ditubuhnya, dia benar-benar kehabisan tenaga.

Brruukkk.

Tidak lama setelah itu, Byakuya jatuh tersungkur. Semua cahaya putih dari serpihan zanpakuto miliknya lenyap, ratusan pedang zanpakuto yang tadinya mengurung mereka berdua juga hilang sehingga langit tidak lagi gelap melainkan tampak langit biru yang cerah.

Byakuya terbaring tak berdaya ditanah, dengan penuh luka lebam diseluruh permukaan tubuhnya. Begitu banyak jumlah darah yang dimuntahkan dari mulutnya, menandakan bahwa telah terjadi kerusakan organ internal tubuh yang sangat parah.

"Ti-tidak mungkin. Ini mustahil" setelah mengucapkan kata ketidakpercayaannya atas apa yang telah terjadi, Byakuya akhirnya kehilangan kesadaran.

tap.

Seseorang mendarat didekat Hinata yang masih terduduk.

"Aku berhasil Naruto-kun" kata Hinata sambil tersenyum lega. Matanya telah kembali normal seperti sedia kala.

"Tapi kau tidak terluka kan?" tanya Naruto dengan nada khawatir, kemudian dia memegang bahu Hinata dan memberikan injeksi chakra untuk mengembalikan stamina dan tenaga Hinata.

"Umm, tidak ada. Terima kasih. Kita langsung lanjutkan pencarian benda itu. Aku sudah tidak apa-apa lagi" kata Hinata yang sudah pulih dari kelelahan. Chakra pemberian Naruto membuat tenaga dan staminanya kembali seperti awal dengan cepat.

"Baiklah, ayo" sahut Naruto.

.

Bangunan institut penelitian dan pengembangan shinigami, yang berada di teritori Divisi 12 tampak senyap, tidak ada seorang pun disana. Dari pintu yang berukuran cukup besar di bangunan utama, keluarlah sepasang manusia, pria dan wanita. Naruto dan Hinata.

"Inikah benda yang kita cari di dunia ini? Kelihatan sangat indah." kata Naruto. Dia takjub melihat sebuah bola kecil seperti mutiara yang berwarna biru keunguan berpendar terang. Benda yang sekarang berada ditelapak tangan Hinata.

Setelah mengatasi dua orang kapten yang menghadang mereka, Naruto dan Hinata langsung melanjutkan perjalanan menuju bangunan tempat benda yang mereka cari yaitu hogyoku disimpan. Hogyoku, benda pusaka yang mampu menghilangkan batasan antara shinigami dan hollow. Sejatinya hogyoku adalah benda yang bisa merasakan perasaan seseorang dan sanggup mewujudkan apapun keinginan terdalamnya. Setelah Aizen dikalahkan, Hogyoku berhasil direbut lalu disimpan di salah satu fasilitas di Seiretei. Fasilitas dengan sistem keamanan tingkat tinggi.

Berkat bantuan sosok yang mengantar mereka sampai di langit Seiretei, Naruto dan Hinata berhasil menemukan lokasi hogyoku, yaitu terletak dilantai basement paling dasar, terkunci dengan sistem keamanan canggih terkomputerisasi. Namun berkat kode-kode yang diberikan sosok itu, Hinata mampu meretas sistem keamanannya. Dengan mudahnya mereka berdua masuk, mengambil hogyoku lalu pergi kabur tanpa ada gangguan.

"Iya, ini sangat indah. Misi kita disini sudah selesai, sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum semua shinigami di kota ini menemukan kita" kata Hinata mengaggapi pernyataan suaminya.

"Kau benar, tapi sebelum itu..." Naruto membentuk segel tangan.

Kagebunshin no Jutsu, KAI..

.

Sembilan biju yang sebelumnya mengamuk dengan buas, kini tidak bisa berbuat sesukanya lagi. Di tanah lapang bukit Sokyoku, sembilam biju itu terkurung dalam penjara api Ryujin Jakka dari pelepasan pertama zanpakuto komandan tertinggi Gotei 13, Genryusai Shigekuni Yamamoto.

"Dengan ini, aku akan mengakhiri kekacauan yang kalian buat di daerah kekuasaanku" seru Yamamoto.

Sembilan biju yang terkurung dalam penjara api sedikit bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh kakek tua yang menjadi lawan mereka.

Kidou level 99 :

Kemampuan kidou level tertinggi yang hanya di kuasai oleh Yamamoto seorang di Soul Society. Yamamoto pun, langsung mengucapkan mantranya.

Nyanyian Pertama : Shiryuu

Dari ketiadaan, muncul kain panjang berbahan material spiritual, bergerak menuju masing-masing biju dan mengikat semuanya. Semua biju tidak bisa bergerak lagi.

Nyanyian Kedua : Hyakurensan

Entah dari mana asalnya, muncul ratusan pelat-pelat besi tajam. Bergerak meluncur lalu menancap melingkari bagian perut biju-biju itu.

Nyanyian Ketiga : Bankin Taiho

Dan sebagai penutup, dari atas muncul bongkahan-bongkahan besi konstruksi berukuran besar yang jatuh dan menimpa masing-masing biju yang ada didalam penjara api Ryuujin Jakka.

"Heh, dengan ini kalian semua tamat,,,"

Bofftttt...

Ketiga lapis segel kidou jatuh karena targetnya tiba-tiba saja hilang berubah menjadi kepulan asap. Yamamoto tidak menduga hal ini bisa terjadi, ada makhluk yang bisa lolos dari mantra kidou terkuat miliknya.

Tidak hanya Yamamoto yang terkejut, semua pasukan Seiretei yang ikut menonton pertarungan luar biasa tadi juga sangat heran. Baru kali ini mereka melihat ada musuh yang berhasil kabur dari Komandan tertinggi mereka. Padahal Yamamoto terkenal dengan slogan, tidak ada satupun mangsa yang pernah lolos dari tangan Sang Komandan tertingi Gotei 13.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya salah seorang berpangkat letnan. Sebuah pertanyaan yang ditujukan pada siapapun yang bisa menjawabnya.

"Sudahlah, yang penting Seiretei sudah aman" kata Yamamoto setelah mengembalikan posisi pakaiannya seperti asal, menutupi tubuh bagian atasnya.

Sebenarnya, apa yang dikatakan Yamamoto bukanlah jawaban untuk pertanyaan yang sempat terlontar dari bibir salah satu letnan. Perkataan itu adalah perintah mutlak untuk tidak memperpanjang masalah yang baru saja muncul di Seiretei. Mungkin ada sesuatu di benak Sang Komandan yang tidak diketahui oleh semua bawahannya.

.

.

.

-Kota Karakura, Dunia Manusia-

Kota Karakura adalah salah satu kota di dunia manusia, sebuah dimensi yang berjalan paralel dengan Soul Society dimana terletak kota Seiretei. 6 jam sudah berlalu sejak penyerangan Seiretei. Bertempat di sebuah rumah yang didepannya terdapat toko jimat dan barang antik lainnya. Di dalam rumah itu, ada sepasang laki-laki dan perempuan yang tampak akan berpamitan.

"Terima kasih, Urahara-san. Berkat bantuanmu, kami bisa menyelesaikan misi kami dengan cepat" kata Naruto dengan sopan.

"Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih. Lagipula tidak seharusnya benda itu ada didunia ini. Hanya kekacauan yang muncul dari benda itu, seperti yang dilakukan Aizen beberapa bulan lalu"

"Baiklah, ku rasa sudah saatnya kami pulang. Terima kasih juga, karena telah memberi kami tempat untuk beristirahat"

"Iya, sama-sama" jawab Urahara.

"Ayo, Hinata" kata Naruto pada istrinya.

"Umm" balas Hinata disertai anggukan kepala.

Hinata menengadahkan telapak tangan kanannya sehingga keluarlah cube dari situ. Naruto dengan segera menangkup cube itu dan tubuh mereka berdua perlahan berubah menjadi partikel-partikel cahaya. Setelah semua bagian tubuh menjadi partikel cahaya, bergerak seakan diterpa angin. Semakin lama-semakin memudar hingga akhirnya lenyap tanpa jejak.

"Haaah, akhirnya selesai. Dengan ini, ku harap tidak ada lagi masalah yang timbul karena Hogyoku" gumam Urahara sembari tersenyum.

Hogyoku, salah satu benda yang ditemukan oleh Urahara. Dia meneliti benda itu dan memperoleh kesimpulan bahwa ada resiko yang sangat besar dari benda yang ditemukannya. Urahara berusaha memusnahkan Hogyoku namun selalu gagal, sehingga dia menyembunyikan benda itu didalam tubuh salah seorang shinigami bernama Rukia Kuchiki. Namun, karena rencana dan skenario licik yang dilakukan Aizen, Hogyuku itu berhasil didapatkan oleh Aizen. Lalu digabungkan dengan bagian lain dari Hogyoku yang ditemukan oleh Aizen sendiri. Dan akhirnya, karena benda itulah, timbul bencana besar yang hampir saja meruntuhkan Seireitei. Walaupun hogyoku tidak bisa dilenyapkan, tapi paling tidak sekarang benda itu dibawa pergi jauh dari dunia roh dan berguna untuk suatu tujuan baik.

FLASHBACK ON...

Partikel-partikel cahaya entah dari mana datangnya, muncul lalu berkumpul dan membentuk dua sosok tubuh manusia. Seorang laki-laki dan satu lagi perempuan. Mereka berdua muncul di hutan yang ada di pinggir sebuah kota.

"Dimana kita sekarang Hinata?" tanya si laki-laki pada perempuan disebelahnya.

"Aku tidak tau, Naruto-kun. Sebaiknya kita langsung mengumpulkan informasi tentang dunia ini. Agar bisa cepat menyelesaikan misi kita disini" jawab wanita yang bernama Hinata pada laki-laki yang bernama Naruto.

TAP...

Tiba-tiba muncul seorang laki-laki berambut pirang pucat menggunakan mantel berwarna gelap beserta topi koboi motif garis hijau-putih, orang itu menatap serius dalam posisi waspada kepada Naruto dan Hinata.

"Siapa sebenarnya kalian?" tanya pria itu dengan tatapan mengintimidasi meminta jawabab segera.

"Kami hanya pengembara yang ingin mencari sesuatu" jawab Naruto singkat. Tidak takut dengan hawa intimidasi pria didepannya.

"Gh, aku tahu kalian bukan manusia biasa. Jika kalian tidak mau berbicara sukarela, terpaksa aku akan memaksamu, karena kalian telah masuk di wilayah yang menjadi tanggung jawabku" kata si pria bertopi lagi.

Pria bertopi itu kemudian mengangkat tongkat kayu kecil miliknya, kemudian bagian kayu mengelupas dan menyisakan sebilah pedang tipis lurus yang tampak sangat tajam.

"Mundurlah, Hinata" seru Naruto pada istrinya. Menatap si pria itu lagi, "Jadi kau ingin bertarung? Baiklah"

Wussshh...

Naruto langsung mengaktifkan Senjutsu-Rikudou Mode. Berlebihan memang, menunjukkan mode terkuat padahal baru pertama kali menginjakkan kaki di dunia orang. Tapi karena ingin menyelesaikan ini segera dan menghindar dari orang yane mencegatnya, terpaksa dia melakukan ini.

Zshhhhtttt.

Keduanya menghilang dalam langkah kilat.

Trankkkk..

Pedang tipis si pria bertopi beradu dengan godoudama yang bertransformasi menjadi sebilah tongkat.

Naruto tersenyum kala itu, membuat pria bertopi mengernyit heran.

Brakkkkk... Dhuaaarrrr...

Sebuah lengan chakra berwarna kuning menghantam pria bertopi dari atas, membuat pria itu tersungkur dan tubuhnya terperosok cukup dalam di tanah. Pelakunya tidak lain adalah satu bunshin yang Naruto buat entah sejak kapan.

Senpou: Jiton Rasengan

Naruto asli mengarahkan bola bercorak aksara segel rumit ditangan kanannya kepada pria yang sedang ditahan oleh bunshinnya, membuat pria bertopi tidak bisa lagi bergerak. Aksara segel dari jutsu Naruto berhenti dan hanya menyisakan bagian wajah pria bertopi. Naruto menghentikan prosesnya sebelum si pria bertopi sepenuhnya tersegel.

"Sebaiknya kita hentikan ini. Aku tahu kau bukan orang jahat. Kau hanya bertindak untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan saja kan?" kata Naruto. Ketika dalam mode ini, Naruto bisa merasakan niat dari dalam hati lawannya.

"Ck, aku benci mengakuinya saat aku terpojok seperti ini" balas si pria bertopi dengan posisi yang masih tiarap di tanah.

"Aku akan melepaskanmu, tapi setelah ini kita bicara baik-baik. Aku juga tidak ada maksud buruk di tempat ini. Bagaimana?" tawar Naruto.

"Apa aku punya pilihan lain? Selain menerima tawaranmu?" Begitulah faktanya. Pria bertopi dalam posisi yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Naruto melepas jutsu segelnya, lalu mengulurkan tangan untuk membantu pria bertopi berdiri

"Namaku Uzumaki Naruto" kata Naruto hangat. Dia merasa pria bertopi ini sama sekali bukan orang jahat.

"Kisuke Urahara" jawab si pria bertopi itu. Ia kemudian berjabat tangan dengan Naruto.

"Hinata, kemarilah" Hinata mendekat setelah dipanggil Naruto, "Perkenalkan, dia Hinata. Istriku" tambahnya lagi setelah Hinata berdiri didekatnya.

"Kisuke Urahara" katanya lalu berjabat tangan dengan Hinata.

"Hinata, keluarkan cube-nya. Kita jelaskan tujuan kita kemari pada Urahara-san"

"Aaa, tap-,," Hinata belum bisa percaya sepernuhnya.

"Percaya padaku, Hinata. Lagipula firasatku mengatakan Urahara-san akan membantu kita dan dia sepertinya punya banyak informasi" kata Naruto mengutarakan pendapatnya.

"Hei, Heiii.,, Apa yang kalian bicarakan sebenarnya?" tanya Urahara yang tidak mengerti.

Hinata mengeluarkan cube di telapak tangannya. Seberkas cahaya menyilaukan mengelilingi tiga orang itu. Tidak perlu waktu lama, cahaya itu hilang kembali namun ada yang berbeda. Ekspresi Urahara seakan orang yang baru saja mengetahui masalah besar.

"Aku percaya. Mengetahui tentang semua itu, aku tidak punya pilihan lain selain membantu kalian" kata Urahara yang telah sadar dari kondisi shock yang ia alami.

"Terima kasih atas pengertiannya, Urahara-san" jawab Naruto.

"Sekarang kalian ikut aku kerumahku. Kita akan mempersiapkan semuanya secepat mungkin. Aku mengerti kalau misi kalian harus cepat diselesaikan. Nanti di rumahku akan ku jelaskan semuanya tentang benda yang kalian cari, aku juga akan memandu kalian ke tempat benda itu disimpan, dan juga kalian harus mengeluarkan roh kalian agar bisa kesana karena tempat yang kita tuju adalah dunia roh yang berjalan paralel dengan dunia manusia ini" kata Urahara panjang lebar.

"Maksudmu, roh bagaimana?" tanya Naruto yang kebingungan. Setiap berhubungan dengan hal berbau mistik, Naruto selalu saja seperti ini.

"Akan ku jelaskan semuanya dirumahku. Mari ikuti aku"

FLASHBACK OFF...

.

-Seiretei, Soul Society-

Bertempat di aula pertemuan kapten Gotei 13, didalam ruangan besar itu sudah berkumpul seluruh shinigami terkuat di Seiretei yang masing-masing menduduki posisi kapten di setiap divisi Gotei 13.

Yamamoto, Komandan Tertinggi pasukan Gotei 13 duduk di kursinya dengan tangan kanan yang bertopang pada tongkat kayu yang sebenarnya adalah zanpakuto miliknya dalam kondisi tersegel. Sementara kapten masing-masing divisi, berdiri bejejer saling berhadapan.

Ada dua kapten yang dalam kondisi kurang baik, Kenpachi dan Byakuya. Walaupun begitu mereka tetap hadir karena ini adalah pertemuan penting dan mereka berdua juga termasuk kapten paling disiplin dibanding kapten lainnya. Mereka berdua selalu hadir dalam setiap pertemuan. Kondisi mereka berdua yang kurang baik, pastinya akibat pertarungan yang tidak bisa dikatakan mudah. Kondisi yang tampak sekarang, membuktikan bahwa dua penyusup yang sebenarnya bukanlah petarung sembarangan sehingga mampu membuat dua orang kapten paling disegani terpaksa bertekuk lutut.

Tidak terdengar suara ribut, atau bisik-bisik yang biasanya terjadi dalam sebuah pertemuan. Kali ini, mereka diam menunggu sang komandan memulai rapat.

"Hogyoku telah dicuri" seru Yamamoto, membuka rapat hari ini yang diadakan berselang 6 jam setelah insiden invasi makhluk tak teridentifikasi yang meratakan sebagian wilayah Seireitei.

Tidak ada yang terkejut, sebab semua kapten telah mendengar berita ini. Hogyoku yang sempat menggemparkan seluruh dunia roh akibat ulah Aizen, kini hilang lagi. Yang ada di ekspresi mereka semua hanyalah rasa khawatir untuk kemungkinan terulangnya insiden Aizen.

"Berdasarkan laporan, kedua penyusup serta sembilan monster yang mengacaukan Seiretei telah hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Semua makhluk yang terlibat tidak dapat diidentifikasi berasal dari roh jenis apa. Penyelidikan tidak menemukan titik terang, dan pengejaran pun mustahil dilakukan." tambah Yamamoto lagi.

Semua kapten masih diam mendengarkan.

"Dengan ini, aku memutuskan bahwa kasus insiden penyerangan Seiretei hari ini secara resmi ditutup" lanjut Yamomoto lagi dengan tegas. Membuat semua peserta rapat sontak terkejut.

"Apa? Bagaimana bisa seperti ini? Penyelidikan baru dilakukan beberapa jam, harusnya penyelidikan dilakukan lebih intensif dalam jangka waktu lebih lama" protes seorang kapten yang memiliki wajah seperti badut.

"Itu benar, kita tidak bisa membiarkan hogyoku hilang begitu saja" kali ini kapten bertubuh pendek berambut putih yang bicara.

"Ya, bisa saja nanti terjadi lagi insiden penggunaan terlarang hogyoku yang menimbulkan masalah seperti Aizen. Ini jelas tak bisa dibiarkan, kita harus mendapatkan kembali hogyoku" seorang kapten lain ikut bersuara. Kapten yang kepalanya bukan kepala manusia, namun kepala anjing.

"Aku tidak peduli dengan hogyoku, aku hanya ingin bertarung lagi dengan penyusup itu" seru Kenpachi lantang.

"Aku juga. Aku tidak bisa terima kalau aku kalah dari wanita yang jauh lebih lambat dariku" Byakuya sepertinya juga tidak memikirkan lagi tentang hogyoku yang telah dicuri.

"Dengar semuanya! Ini adalah keputusan mutlak dari ku. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi" kata Yamamoto, mengakhiri rapat singkat. 'Semoga apa yang kau yakini, benar adanya. Kisuke Urahara.' batinnya kemudian.

.

.

.

-Kota Kuoh, DxD Universe-

Syuuuutttt..

Dhuaarrrr..

Sesuatu jatuh dari langit, seperti meteor. Meluncur cepat kearah hutan di kaki bukit yang terletak di belakang bangunan Kuoh Gakuen. Ketika asap hasil hantaman benda itu menghilang, yang tampak bukanlah benda angkasa berupa bebatuan melainkan dua sosok manusia. Laki-laki berambut pirang pendek dan perempuan berambut gelap panjang. Pakaian compang-camping yang melekat ditubuh mereka, menandakan bahwa terjadi sesuatu yang buruk pada dua orang itu. Keadaan sekarat sudah cukup untuk menggambarkan keadaan dua orang itu sekarang.

. . . . .

To be Continued. . . .

Note : Disini Naruto dan Hinata yang ke Soul Society hanyalah rohnya saja. Kan hanya roh yang bisa pergi kesana? Caranya dengan menelan pil seperti yang biasa dilakukan Ichigo. Ichigo sendiri ga muncul sama sekali, kekuatannya kan hilang dan belum kembali dalam setting waktu canon fic ini setelah mengeluarkan Final Getsuga Tenshou melawan Aizen.

Sebagai penutup arc hogyoku ini, aku mohon maklum jika ada data-data dari Bleach yang salah, seperti keterangan personal atau jurus-jurus shinigami yang ada. Aku sendiri tidak terlalu mengenal Bleach, hanya karena tertarik dengan hogyoku-nya saja, maka benda itu ku jadikan terget kedua misi Naruto dan Hinata.

Lalu, sudah paham kan logic cerita ini? Kenapa Naruto dan Hinata bisa dengan mudahnya menyusup ke Seiretei bahkan tahu dimana letak tersimpannya Hogyoku tanpa perlu mencari informasi? Kisuke Urahara, mantan salah satu kapten di Divisi Gotei 13 adalah dalang yang menyusun skenario pencurian hogyoku.

Hinata langsung menggunakan tiga kemampuan doujutsu The True Tenseigan dan hanya ada tiga kemampuan itu saja yang kubuat, tidak ada tambahan lagi. Wajar saja karena lawannya adalah Byakuya dan dia baru pertama kali bertarung dengan kekuatan barunya, jadi terpaksa dia mengerahkan semua kemampuan yang ada. Untuk kemampuan pertama The True Tenseigan tadi, aku buat berdasarkan kemampuan salah satu tokoh dari anime lain. Coba tebak siapa chara itu kalau bisa! Kalau kemampuan kedua, aku membuat idenya sendiri.

Seperti yang ku katakan sebelumnya, dengan doujutsu ini Hinata tidak serta merta menjadi sangat kuat. Fisik dan stamina adalah kekurangan utamanya. Seperti yang pernah kusebutkan, kemampuan The True Tenseigan Hintata adalah kemampuan berbasis sains yang berhubungan dengan manipulasi gerak dalam dimensi ruang, makanya salah satu genre fic ini adalah Scifi. Dua kemampuan sudah ku jelaskan di atas, satu kemampuan lagi yang jadi kartu As Hinata sebagai teknik tertingginya, aku ingin simpan dulu penjelasannya untuk nanti-nanti saja. Kalau kalian mau tau, yaa tebak aja sendiri!

Ini masih permulaan tentang kemampuan Hinata, kalian bisa menganggap kekuatannya biasa saja atau sepele. Tapi sebenarnya kemampuan Hinata sangat mengerikan, apalagi jika dua atau lebih teknik digunakan secara bersamaan dan dimodifikasi secara kreatif. Hinata tidak akan melatih fisik dan staminanya, sebab secara logika tidak ada waktu berlatih karena ada banyak kejadian dalam waktu dekat dicerita ini nantinya. Jadi aku hanya akan memaksimalkan potensi 3 kemampuan itu. Hinata nanti akan menunjukkan bagaimana mengerikannya jika kemampuan itu digunakan dengan cerdas dan kreatif.

The True Tenseigan Hinata dibandingkan dengan Tenseigan mutasi Toneri? Terserah pendapat kalian lebih kuat yang mana. Kalau menurutku, secara teoritis teknik dan kemampuan tenseigan Hinata memiliki potensi yang lebih bagus jika dimaksimalkan, hanya saja fisik dan stamina Hinata lemah, itulah kekurangannya. Lalu, Toneri Vs Naruto dan Narutonya kewalahan? Seperti yang pernah dikatakan salah satu reviewer, itu karena Naruto tidak fullpower melawan Toneri. Dia cuma dibantu kyubi doang dan saat itu kyubinya malah dilepas keluar dengan 8 ekor. Logikanya, tersisa 1/9 kekuatan kyubi yang dibawa Naruto dan ditambah kekuatannya sendiri yang digunakannya untuk melawan Toneri. Di fic ini, Naruto adalah seorang Pertapa Rikudou dan semua biju ada bersamanya. Jadi menurutku kurang tepat jika Hinata disebut lebih kuat dari Naruto, iya kan?

Lalu, kenapa kok Naruto sekarat lagi? Hahahaaa,, santai aja. Bukannya aku yang senang bikin Main Chara sekarat melulu, ada hubungannya dengan chap depan dan penjelasan kejadiannya mungkin 4 chapter lagi. Jadi, simpan aja rasa penasaran kalian.

Masalah sudah menghadang didepan mata, Naruto sudah menggenggam dua artefak, Hinata sudah memiliki kekuatan baru, Konoha sudah siap tempur berbekal dengan segudang informasi dan artefak keempat yang terakhir ada di DxD universe. Maka mulai chapter depan, perjuangan berat di DxD Universe akan benar-benar dimulai.

Mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di kolom review atau PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya.